cover
Contact Name
Dian Arrisujaya
Contact Email
arrisujaya@unb.ac.id
Phone
+622517592051
Journal Mail Official
jsainsnatural.unb@gmail.com
Editorial Address
Universitas Nusa Bangsa Kampus Universitas Nusa Bangsa Jl. KH. Sholeh Iskandar Km. 4, Cimanggu, Tanah Sareal Bogor 16166
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Sains Natural: Journal of Biology and Chemistry
ISSN : 20863446     EISSN : 2621508X     DOI : https://doi.org/10.31938/jsn
Jurnal Sains Natural is a peer-reviewed, open access journal that publishes original research articles, review articles, as well as short communication with the objectives to explore the knowledge about natural sciences. This journal incorporates not only all branches of chemistry and biology, but also sub-disciplines like Biochemistry, Polymer, Agricultural chemistry, Environmental chemistry, etc.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 2 (2020): Sains Natural" : 5 Documents clear
PRESIPITASI LOGAM BERAT LIMBAH CAIR LABORATORIUM MENGGUNAKAN NATRIUM SULFIDA DARI BELERANG ALAM Wisni Rona Anami; Mamay Maslahat; Dian Arrisujaya
JURNAL SAINS NATURAL Vol. 10 No. 2 (2020): Sains Natural
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.369 KB) | DOI: 10.31938/jsn.v10i2.283

Abstract

Precipitation of Laboratory Wastewater Heavy Metals by Natural Sulphur Sodium Sulfide Sodium sulfide (Na2S) from natural sulfur has been used for heavy metal precipitation from laboratory wastewater. Heavy metals in laboratory wastewater include mercury (Hg), lead (Pb), chromium (Cr) and zinc (Zn). Initial laboratory wastewater testing was performed by measuring the initial pH and the concentration of heavy metals in the wastewater prior to precipitation using the atomic absorption spectrophotometer. Sulphide precipitation phase consists of variations in the concentration of NaOH, time, temperature, and volume of dissolving Na2S. Parameters for the efficiency of Hg, Pb, Zn and Cr heavy metal precipitation were the initial pH, concentration and rate of stirring of the solution. Results showed that the optimum precipitation efficiency for Zn is achieved by using 10 % Na2S solution with an efficiency of 97.93 %. The most significant reduction in Cr and Hg was the use of 20 % Na2S solution with a precipitation efficiency of 99.24 % and 99.76 % respectively. The optimal efficiency for Pb with a 30 % Na2S solution was 99.68 %. Natural sulfur can reduce the levels of heavy metals in laboratory wastewater by precipitation.Key words: Natural sulfur, Heavy metals, Precipitation, Sodium sulfide, ABSTRAKPresipitasi logam berat dari limbah cair laboratorium telah dilakukan dengan menggunakan natrium sulfida (Na2S) dari belerang alam. Logam berat yang terkandung dalam limbah cair laboratorium diantaranya adalah merkuri (Hg), timbal (Pb), kromium (Cr) dan seng (Zn). Pengujian awal limbah laboratorium dilakukan dengan mengukur pH awal dan kadar  logam  berat  yang  terdapat  dalam  limbah sebelum presipitasi menggunakan pH meter dan spektrofotometer serapan atom. Tahapan presipitasi limbah oleh sulfida meliputi pembuatan variasi konsentrasi NaOH, waktu, suhu, dan volume pelarutan Na2S. Parameter efisiensi presipitasi logam Hg, Pb, Zn, dan Cr meliputi pH, Konsentrasi dan Kecepatan pengadukan. Hasil  penelitian  menunjukkan  efisiensi pengendapan optimal untuk logam Zn terdapat pada penggunaan larutan Na2S 10% dengan efisiensi 97,93%. Larutan Na2S 20% paling banyak menurunkan logam Cr dan Hg dengan efisiensi masing-masing sebesar 99,24% dan99,76%. Efisiensi optimal untuk logam Pb berada pada penggunaan larutan Na2S 30% dengan efisiensi 99,68%. Belerang  alam  mampu  menurunkan kadar logam berat dalam limbah cair laboratorium dengan metode presipitasi.Kata kunci: Belerang alam, Logam berat, Presipitasi, Natrium sulfida
KARAKTERISASI DAN PROPORSI ABU TERBANG (FLY ASH) DALAM PEMBUATAN PCC (PORTLAND COMPOSITE CEMENT) Nurlela Nurlela; Finda Pratiwi Istomo
JURNAL SAINS NATURAL Vol. 10 No. 2 (2020): Sains Natural
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.953 KB) | DOI: 10.31938/jsn.v10i2.284

Abstract

Batubara digunakan sebagai bahan bakar untuk membentuk klinker yang merupakan bahan dasar semen. Residu yang dihasilkan yaitu abu terbang/fly ash yang dapat mencemari udara. Fly ash bersifat pozzolan yang dapat bereaksi dengan kapur dan bersifat mengikat, sehingga dapat digunakan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan semen sebagai pengganti material yang selama ini digunakan yaitu trass. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian terhadap proporsi fly ash agar mendapat kualitas semen yang memenuhi persyaratan SNI 0302-2014. Metode penelitian yang dilakukan adalah karakterisasi oksida dalam fly ash menggunakan XRF, optimasi penggilingan sampel fly ash, pencampuran blanko semen dengan sampel fly ash, dan pengujian kimia dan fisika. Pengujian kimia meliputi uji kapur bebas, uji bagian tak larut, uji hilang pijar dan uji XRF. Sedangkan untuk pengujian fisika meliputi uji kehalusan, uji residu dengan ayakan 45 μm, uji kandungan air, uji pemuaian, uji nilai konsistensi, uji setting time, dan uji kuat tekan. Komposisi fly ash yang ditambahkan pada blanko semen adalah 0%, 10%, 20%, 30%, dan 40%. Hasil pengujian kimia dan fisika didapatkan semakin banyak penambahan fly ash maka akan mempengaruhi kualitas dari semen yang dihasilkan. Hasil pengujian kimia untuk uji kapur bebas mengalami penurunan, sedangkan untuk uji bagian tak larut dan uji hilang pijar mengalami kenaikan. Pengujian fisika meliputi uji kehalusan, uji kandungan udara, uji pemuaian, uji setting time, mengalami kenaikan sedangkan uji residu mengalami penurunan. Hal ini disebabkan semakin halus luas permukaan semen maka nilai residu yang dihasilkan semakin menurun. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan fly ash 10%-30% memenuhi persyaratan SNI 0302-2014.
FERMENTASI BIJI KOPI ARABIKA (Coffea arabica L.) DENGAN PENAMBAHAN BAKTERI ASAM LAKTAT (Lactobacillus sp) Zakia Arachmah Siregar; Devy Susanty; RTM Suthamihardja
JURNAL SAINS NATURAL Vol. 10 No. 2 (2020): Sains Natural
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.5 KB) | DOI: 10.31938/jsn.v10i2.285

Abstract

FERMENTATION OF ARABIC COFFEE SEEDS (Coffea arabica L.) WITH THE ADDITION OF LACTO ACID BACTERIA (Lactobacillus sp)Coffee bean fermentation is one of a series of processes for making ground coffee that can affect coffee quality. In this study the fermentation of Arabica coffee beans was carried out using lactic acid bacteria (Lactobaciilus sp) in the form of a starter. The analysis was carried out on five samples, namely brand a coffee samples (sample A), coffee samples processed without bacteria (sample B), coffee samples processed with the addition of bacteria and substrate as many as 10:90 (sample C), 20:80 (sample D ), 30:70 (sample E). The five coffee samples were analyzed for water content, pH, extract content, ash content, and caffeine content. Identification of caffeine was carried out by the UV-Vis spectrophotometric method at a wavelength of 275.0397 nm. The highest caffeine content was in sample C at 0.95% and the lowest caffeine content was in sample E 0.71%. The highest extract content was found in sample E at 27.72% and the lowest content in C at 24.60%. The highest water content results were found in sample C of 4.56% and the lowest in sample E of 4.26%. The highest ash content was found in coffee C samples at 4.98% and the lowest ash content in E at 4.43%. The highest value of the degree of acidity (pH) was found in sample B (6.19) and the lowest in sample A (5.41). The results showed that the Arabica ground coffee met the SNI 01-3542-2004 requirements on parameters of moisture content, extract content, ash content and caffeine content. Keywords: Arabica coffee, fermentation, Lactobacillus sp, CaffeineABSTRAKFermentasi biji kopi merupakan salah satu rangkaian proses pengolahan pembuatan kopi bubuk yang dapat mempengaruhi kualitas kopi. Pada penelitian ini fermentasi biji kopi Arabica dilakukan menggunakan bakteri  asam laktat (Lactobaciilus sp) dalam bentuk starter. Analisis dilakukan terhadap lima sampel  yaitu sampel kopi merk a (sampel A), sampel kopi yang diproses tanpa bakteri (sampel B) , sampel kopi yang diproses dengan penambahan bakteri dan substrat sebanyak  10:90 (sampel C), 20:80 (sampel D), 30:70 (sampel E). Kelima sampel kopi tersebut dianalisis kadar air, pH, kadar sari, kadar abu, dan kadar kafein. Identifikasi kafein dilakukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 275,0397 nm. Kadar kafein tertinggi terdapat pada sampel C sebesar 0,95 % dan  kadar kafein terendah pada sampel E 0,71%. Kadar sari tertinggi terdapat pada sampel E sebesar 27,72%  dan kadar sari terendah pada C sebesar 24,60%. Hasil kadar air tertinggi terdapat pada sampel C sebesar 4,56% dan kadar terendah pada sampel E sebesar  4,26%. Kadar abu tertinggi terdapat pada sampel kopi C sebesar 4,98% dan kadar abu terendah pada E sebesar 4,43%. Nilai derajat keasaman (pH) tertinggi didapatkan pada sampel B yaitu sebesar 6,19 dan terendah pada sampel A yaitu 5,41. Hasil uji menunjukkan bahwa kopi bubuk arabika dengan proses fermentasi enggunakan bakteri asam laktat memenuhi syarat SNI 01-3542-2004  pada parameter kadar air, kadar sari, kadar abu dan kadar kafein.Kata kunci: Kopi arabika, fermentasi, Lactobacillus sp, Kafein
EKSTRAKSI GELATIN DARI TULANG IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer) DENGAN VARIASI KONSENTRASI ASAM HCl Bhayu Gita Bhernama
JURNAL SAINS NATURAL Vol. 10 No. 2 (2020): Sains Natural
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.88 KB) | DOI: 10.31938/jsn.v10i2.282

Abstract

Extraction of Gelatin from Fish White Bone (Lates Calcarifer) with HCl Concentration Variance Gelatin is a food added ingredient used in emulsifiers, thickeners, food stabilizers. Gelatin is a type of protein in the form of gel obtained from the denaturation of skin, bone and fish tissue collagen denaturation. The process of making gelatin from the bones of white snapper (Lates calcarifer) uses the HCl acid method with the parameters of yield, water content, ash content, and protein content. The immersion process carried out with varoius of HCl acid concentration 3%, 7% and 11%.The results show that the best value of% yield at a concentration of 7% of 1.90%, 10.16% water content. Ash content 3%. Protein content is 3.25%. FTIR spectrum revealed the presence of amida group at wave number 3269 cm-1, amide I; II; and Amida III sequentially at wave number 1656 cm-1; 1525.69 cm-1; 1161.15 cm-1.Keywords : Gelatin ; collagen ; Lates calcarifer ; FTIRABSTRAK Gelatin merupakan bahan tambah pangan yang digunakan dalam pengemulsi, pengental, penstabil makanan. Gelatin merupakan salah satu jenis protein yang berbentuk gel yang didapatkan dari hasil denaturasi kolagen kulit, tulang dan jaringan ikan. Proses ekstrak gelatin dari bahan tulang ikan kakap putih (Lates calcarifer) menggunakan asam HCl dengan parameter rendemen, kadar air, kadar abu, kadar protein dan analisis FTIR. Proses perendaman dilakukan variasi asam HCl 3%, 7% dan 11%. Dari hasil penelitian didapatkan nilai % rendemen tertinggi pada konsentrasi 7% sebesar 1,90%, dengan nilai kadar air 10,16%, kadar abu 3,00%, kadar protein 3,25%. Dari spektrum FTIR didapatkan gugus Amida A pada bilangan gelombang 3269 cm-1, amida I ; II ; dan amida III secara berturut-turut pada bilangan gelombang 1656 cm-1 ; 1525,69 cm-1 ; 1161,15 cm-1.Kata kunci : Gelatin ; ikan kakap putih ; FTIR
KOMPONEN KIMIA KAYU TRUBUSAN JATI UNGGUL NUSANTARA (Tectona grandis Linn.f.) PADA BAGIAN PANGKAL, TENGAH DAN UJUNG Fathia Maulida; Kustin Bintani Meiganati; Mamay Maslahat
JURNAL SAINS NATURAL Vol. 10 No. 2 (2020): Sains Natural
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.532 KB) | DOI: 10.31938/jsn.v10i2.277

Abstract

Chemical Component of Copies Superior Teak (Tectona grandis Linn.f)in Base, Center and Edge StemTeak (Tectona grandis, Linn. f) is one of the plants that is able to make a real contribution in providing wood raw materials in the timber industry. The limited availability of quality teak wood on the market so that the craftsmen use superior teak wood. The amount of the superior teak wood has not been known yet. Therefore, a study was carried out on the level of wood chemical components of five-year-old superior teak wood based on the height of the stem (base, middle and end), so that the suitability of wood usage can be known. Based on the results of the study the levels of chemical components in wood superior teak of age five years, the highest levels of extractive substances found at the end of the stem by 8.56%, the highest percentage of levels of holocellulose and cellulose found in the middle part of the stem with a content of 63.95% and 39.99%, the percentage of hemicellulose content 29.66% and the highest percentage of lignin content found in the base part with levels of 30.52%. This superior teak wood can be used as construction materials such as plywood, woodworking wood, lamina wood and artificial boards.Keyword: Tectona grandis, Thrubus, Extractive Subtances, Holocellulose, Cellulose, Lignin.ABSTRAKTanaman Jati (Tectona grandis, Linn. f) merupakan tanaman yang berkontribusi di bidang industri perkayuan. Terbatasnya ketersediaan kayu jati berkualitas di pasaran mengakibatkan industri perkayuan menggunakan kayu jati unggul. Kayu trubusan jati unggul tersebut belum diketahui bagaimana komponen kimianya. Oleh karena itu, dilakukan penelitian mengenai kadar komponen kimia kayu trubusan jati unggul yang berumur lima tahun berdasarkan ketinggian batang (pangkal, tengah dan ujung), sehingga dapat diketahui kesesuaian penggunaan kayu. Berdasarkan hasil penelitian kadar komponen kimia pada kayu trubusan jati unggul umur lima tahun, rata-rata kadar zat ekstraktif tertinggi terdapat pada bagian ujung batang sebesar 8,56%, persentase tertinggi kadar holoselulosa dan selulosa terdapat pada bagian tengah batang dengan kadar 63,95% dan 39,99%, persentase kadar hemiselulosa 29,66%, dan persentase tertinggi kadar lignin terdapat pada bagian pangkal dengan kadar 30,52%. Kayu trubusan jati unggul ini dapat digunakan sebagai bahan konstruksi seperti kayu lapis, kayu pertukangan, kayu lamina dan papan buatan.Kata Kunci: Tectona grandis, Thrubus, Zat Ekstraktif, Holoselulosa, Selulosa, Lignin.

Page 1 of 1 | Total Record : 5