cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Commercium: Kajian Masyarakat Kontemporer
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Commercium: Kajian Masyarakat Kontemporer, is peer-reviewed open access journal published by The Faculty of Ushuluddin, Adab, and Dakwah, Institut Agama Islam Negeri Palopo. The aim of this journal to disseminate critical and original analysis from researchers and academic practitioners on various contemporary social issues both local and foreign. Published twice a year, in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Volume 1, Nomor 1, Tahun 2018" : 6 Documents clear
JUDI BOLA ONLINE (Studi Kasus Pada Mahasiswa Universitas Negeri Makassar) Nazaruddin Zainal
Jurnal Commercium: Kajian Masyarakat Kontemporer Volume 1, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Jurnal Commercium: Kajian Masyarakat Kontemporer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.179 KB)

Abstract

Perjudian dalam berbagai bentuk akhir-akhir ini semakin marak, baik dari segi kuantitas, kualitas, maupun dari sistem perjudian itu sendiri. Perkembangan teknologi yang semakin modern dan canggih malah disalahgunakan oleh sebagian orang untuk meraup keuntungan. Perkembangan teknologi yang makin canggih inilah yang semakin memanjakan para penjudi karena dalam internet terdapat situs-situs perjudian bola online yang dapat dikunjungi, antara lain sbobet, ibcbet, 338a, Guvinta, Mansion88, dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor pendorong dan dampak negatif mahasiswa UNM melakukan judi bola online. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan mengunakan pendekatan studi kasus. Penarikan Informan didasarkan pada kriteria yaitu terdaftar dan masih aktif sebagai mahasiswa UNM dan mengetahui dan bermain judi bola online. Informan penelitian sebanyak 6 (enam) orang mahasiswa UNM, yang terdiri dari 1 (satu) orang dari Fakulitas Ilmu Sosial, 2 (dua) orang dari Fakultas Ekonomi, 1 (satu) orang dari Fakultas Ilmu Pendidikan, 1 (satu) orang dari Fakultas Keolahragaan, dan 1 (satu) orang dari Fakultas Teknik. Penentuan Informan dilakukan dengan dua teknik, yaitu secara purposive sampling untuk mendapat informan kunci, kemudian dilanjutkan menggunakan tehnik snowball untuk memperoleh informan berikutnya, sehingga layak menjadi sumber informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa UNM bermain judi bola online didorong oleh berbagai faktor, mulai dari faktor sosial ekonomi berupa alasan ekonomi,serta kurangnya pengetahuan agama, faktor situasional berupa ajakan dari teman serta aman dan mudahnya mengakses situs judi bola online, faktor belajar baik belajar dari teman maupun belajar sendiri, faktor persepsi tentang probabilitas kemenangan, dan faktor persepsi terhadap keterampilan. Sedangkan dampak negatif yang muncul pada mahasiswa UNM yang melakukan judi bola online ada dua yaitu dapat dilihat dari dampak akademik dan dampak non-akademik. Dampak akademik yang dirasakan berupa seringnya begadang serta sulitnya melakukan aktivitas perkuliahan yang berpengaruh pada rendahnya IPK. Sedangkan dampak non akademik yang dirasakan seperti kecanduan bermain serta kesulitan ekonomi.
KEMISKINAN DAN PERILAKU KEBERAGAMAAN MASYARAKAT DESA (Studi Kasus Desa Embonatana) Basir Basir
Jurnal Commercium: Kajian Masyarakat Kontemporer Volume 1, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Jurnal Commercium: Kajian Masyarakat Kontemporer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.818 KB)

Abstract

Kemiskinan seringkali diidentikkan dengan kondisi seseorang yang mengalami kekurangan dalam rangka pemenuhan kebutuhan hariannya. Dikarenakan sulitnya memenuhi kebutuhannya, orang yang berada dalam kondisi miskin juga seringkali harus lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bekerja demi memenuhi kebutuhan hariannya. Hal tersebut pada akhirnya juga berpengaruh pada perilaku keberagamaannya, seperti menunda-nunda shalat, tidak berpuasa di Bulan Ramadhan, dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku keberagamaan masyarakat miskin di Desa Embonatana Kecamatan Seko dan upaya yang dilakukan tokoh agama dalam pembinaan keberagamaan masyarakat Desa Embonatana Kecamatan Seko. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dimana pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan memberikan makna terhadap data yang berhasil dikumpulkan, dan dari makna itulah ditarik kesimpulan.Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku keberagamaan masyarakat miskin di Desa Embonatana ditunjukkan dengan perilaku yang menjalankan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengikuti pengajian umum setiap hari Jumat, shalat Jumat berjamaah, menjalankan berbagai macam ibadah di Bulan Ramadan, menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dengan umat yang beragama Kristen. Adapun upaya yang dilakukan tokoh agama dalam rangka pembinaan keberagamaan masyarakat Desa Embonatana adalah dengan menjalin kerjasama dengan pemerintah setempat, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat agar mengaktifkan serta menyemarakkan kegiatan-kegiatan keagamaan seperti pengajian mingguan, kajian subuh, serta kegiatan kegiatan ibadah lainnya. Selain itu dakwah juga menjadi tugas tokoh agama untuk mengajak dan mengarahkan masyarakat agar aktif mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan.
DIMENSI MODAL SOSIAL PETANI KAKAO DI DESA CITTA KECAMATAN CITTA KABUPATEN SOPPENG Nur Azizah Amelia
Jurnal Commercium: Kajian Masyarakat Kontemporer Volume 1, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Jurnal Commercium: Kajian Masyarakat Kontemporer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.262 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dimensi modal sosial petani kakao dan bentuk modal sosial petani kakao di Desa Citta, Kecamatan Citta, Kabupaten Soppeng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi modal sosial petani kakao yang pertama yaitu saling percaya, dimana petani dalam mempekerjakan buruh memiliki sikap saling percaya yang kuat. Dimensi modal sosial kedua yaitu norma, berdasarkan hasil penelitian terdapat aturan jam kerja yang diterapkan oleh petani terhadap buruhnya dan memiliki sanksi bagi yang melanggar, namun aturan tersebut belum pernah dilanggar sehingga sanksi belum diberlakukan. Dimensi modal sosial yang ketiga yaitu solidaritas, dari hasil penelitian terbukti bahwa petani kakao memiliki solidaritas kuat yang terjalin melalui kerjasamanya dengan buruh, petani ikut serta bekerja dalam memetik coklatnya dan pemangkasan jadi tidak hanya mengandalkan buruh. Bentuk modal sosial petani kakao di Desa Citta Kecamatan Citta Kabupaten Soppeng adalah, 1) Bentuk modal sosial terikat (Bonding Social Capital) yaitu perilaku pinjam meminjam kepada orang terdekatnya dan sikap gotong royong. 2) Bentuk modal sosial menjembatani (Bridging Social Capital), yaitu perilaku pinjam meminjam kepada pedagang, partisipasi petani dalam program kerja pemerintah, kebebasan buruh untuk bekerja bukan hanya pada satu orang petani, dan keterbukaan sesama kelompok tani di Desa Citta serta sikap empati petani terhadap orang lain.
STRATEGI BERTAHAN HIDUP KELUARGA TENAGA KERJA INDONESIA DI KECAMATAN LALABATA KABUPATEN SOPPENG Hairunnisa Hairunnisa
Jurnal Commercium: Kajian Masyarakat Kontemporer Volume 1, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Jurnal Commercium: Kajian Masyarakat Kontemporer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.679 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk strategi bertahan hidup keluarga TKI di Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Penarikan informan dalam penelitian dilakukan dengan cara purposive sampling sesuai kriteria yaitu istri yang suaminya bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia dan anak yang bapaknya bekerja sebagai TKI. Pengambilan informan sebanyak 10 keluarga. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi bertahan hidup yang dilakukan keluarga TKI meliputi strategi aktif, strategi pasif, dan stategi jaringan. Strategi aktif yaitu dengan mengerjakan pekerjaan sampingan, mengikut sertakan anggota keluarga untuk mencari nafkah serta memanfaatkan sumber daya alam yang ada di sekitar mereka. Adapun strategi pasif dimana keluarga TKI melakukan penghematan dengan membeli persediaan makanan pada saat harga murah serta menyisipkan sebagian pendapatan untuk kebutuhan yang lebih penting. Terakhir, strategi jaringan yaitu dengan meminjam uang kepada sanak saudara, serta keluarga TKI juga menerima bantuan dari pemerintah.
PERGESERAN PERAN KARAENG PADA MASYARAKAT (Studi di Kelurahan Empoang Kec. Binamu Kab. Jeneponto) Fhatira Warda Ningsi
Jurnal Commercium: Kajian Masyarakat Kontemporer Volume 1, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Jurnal Commercium: Kajian Masyarakat Kontemporer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.291 KB)

Abstract

Pada masa lalu seorang yang berstatus Karaeng selalu menjadi pilihan untuk memimpin suatu daerah dan menjadi panutan bagi masyarakat. Namun, seiring perkembangan zaman, status dan peran kebangsawanan Karaeng di Kelurahan Empoang ini mulai bergeser. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi terjadinya pergeseran dan dampak pergeseran peran Karaeng di Kelurahan Empoang Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Penentuan informan penelitian melalui teknik purposive sampling. Adapun yang menjadi informan yaitu masyarakat bergelar Karaeng sebanyak 5 orang dan non bangsawan sebanyak 5 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi serta dianalisis dengan dengan tahap reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Faktor yang mempengaruhi terjadinya pergeseran peran Karaeng Kelurahan Empoang, meliputi faktor ekonomi atau kekayaan yang dimiliki, faktor pendidikan, perubahan pola pikir dan kemampuan yang dimiliki seseorang baik itu dari kaum bangsawan Karaeng ataupun masyarakat biasa, dan 2) Dampak pergeseran status Karaeng di Kelurahan Empoang, yaitu: a) Dampak positif, meliputi pelapisan sosial atau stratifikasi sosial terbuka dan pemikiran masyarakat yang berubah, b) Dampak negatif, yaitu kurangnya penghormatan bagi Karaeng dikarenakan mulai ditinggalkannya gelar Karaeng dan penggunaan kata-kata atau bahasa yang kasar dan keras jika berbicara dengan seorang Karaeng.
PSEUDO GOVERNMENT PEMBERDAYAAN KELOMPOK USAHA BERSAMA PROGRAM KELUARGA HARAPAN Achmad Buchory
Jurnal Commercium: Kajian Masyarakat Kontemporer Volume 1, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Jurnal Commercium: Kajian Masyarakat Kontemporer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.343 KB)

Abstract

Bantuan sosial Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Program Keluarga Harapan pengembangan Desa Sejahtera Mandiri (DSM) merupakan program baru yang digulirkan oleh Kementerian Sosial pada tahun 2016 di Kecamatan Jaten. Kementerian Sosial selaku stakeholder utama menggulirkan program ini dalam upaya untuk memandirikan desa dalam mengatasi permasalahan kesejahteraan sosial. Pengguliran bantuan ini di Kecamatan Jaten ternyata tidak dilepaskan adanya pengaruh pseudo goverment yang mempengaruhi keoptimalan pelaksanaan pemberdayaan KUBE PKH untuk membentuk DSM di Kecamatan Jaten. Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji fenomena pseudo goverment yang terjadi pada pengguliran bantuan sosial KUBE PKH pengembangan DSM di Kecamatan Jaten. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Untuk mengumpulkan data, peneliti menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi, focus group discussion (FGD), dan studi dokumen. Data kemudian dideskripsikan, didialogkan dengan teori, dan diinterpretasikan.Temuan pada penelitian bahwa praktik pseudo goverment yang terjadi di Kecamatan Jaten membawa pengaruh pada tujuan kemandirian dari KUBE maupun desa tidak terlaksana secara maksimal. Proses tersebut juga membawa pengaruh pula terhadap praktik pemberdayaan yang dilakukan oleh para pendamping KUBE, dimana mereka kesulitan untuk mengatur anggota KUBE untuk mengembangkan aspek ekonomi, sosial, dan lembaganya. Akibatnya kemandirian dari KUBE tersebut sulit diwujudkan. Walaupun demikian, tidak semua KUBE yang berada di Kecamatan Jaten patuh dengan pseudo goverment. Ada di antara mereka yang melakukan perlawanan secara kolektif dengan memperkuat modal-modal yang dimilikinya. Perlawanan ini merupakan proses heterodoxa yang bertujuan untuk menciptakan keberhasilan program yaitu memandirikan KUBE dan desa penerima bantuan. Pola perlawanan kolektif yang dilakukan KUBE didukung oleh stakeholder utama dengan memberikan penguatan modal-modal yang dimiliki dalam melaksanakan pemberdayaan KUBE untuk mengembangkan menjadi DSM.

Page 1 of 1 | Total Record : 6