cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
IJTIMAIYA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
IJTIMAIYA adalah jurnal penelitian pendidikan islam yang terbit setiap enam bulan sekali pada bulan pebruari dan agustus oleh program studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial Jurusan Tarbiyah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus. Jurnal berkala ilmiah ini hadir sebagai media publikasi hasil-hasil penelitian terkini dalam bidang Ilmu Pengetahuan Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 2 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 1 (2019)" : 2 Documents clear
Potensi Destinasi Wisata Berbasis Nilai-Nilai Kearifan Lokal Di Desa Wonosoco Kabupaten Kudus FATMAWATI, NOOR
IJTIMAIYA Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Tadris IPS Fakultas tarbiyah IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/ji.v3i1.5570

Abstract

Wonosoco Village has natural wisdom and culture based on local wisdom which has the potential as a tourist destination. However, the lack of understanding of the village community in developing tourism potential and the geographical conditions of the villages that are vulnerable to landslides and flash floods, is difficult to be promoted as a tourist village, so that people do not understand the essence of the village's local wisdom values. The purpose of this study was to analyze the potential of tourist destinations based on local wisdom values in Wonosoco Village, Kudus Regency. Qualitative research methods are used through the phenomenology approach. The main informants were the village head, with village community support informants, Pokdarwis members, and tourists. Retrieval of data through observation and interview techniques by analyzing the data using the Spradley Model through the stages of analysis of domains, taxonomies, components, and cultural themes. The findings show that there are potential tourist destinations, namely natural resources, human resources, recreational facilities, and events organized by the government. This tourist destination essentially has the values of local wisdom in the form of spiritual values, social values, and cultural values that can construct knowledge to the community to be realized in everyday life, so it needs to be preserved in order to give a generation of values to respect the values of wisdom local culture
INTERAKSI SOSIAL WANITA PENGRAJIN BATIK TERHADAP KELUARGA DI DESA BAKARAN KABUPATEN PATI Puspitasari, Yunita Dwi
IJTIMAIYA Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Tadris IPS Fakultas tarbiyah IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/ji.v3i1.5581

Abstract

Para pekerja usaha indutri rumah kerajinan batik di desa Bakaran Kabupaten Pati sebagian besar juga merupakan ibu rumah tangga. Kebanyakan suami mereka bekerja sebagai petani atau pekerjaan lain diluar pertanian. Kebanyakan para pekerja pengrajin batik lebih ditekuni oleh wanita karena membatik membutuhkan ketelitian, keuletan, dan ketekunan yang tinggi. Permasalahan yang terjadi para wanita pekerja adalah kurang bisa membagi waktu disamping harus membuat batik setiap hari, juga harus menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga memasak, menyapu, merawat rumah dan mengasuh anak. Tujuan penelitian adalah mengetahui interaksi sosial antara wanita pengrajin batik di desa Bakaran kaupaten Pati terhadap keluarga. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dan data yang diperoleh dengan cara observasi lapangan, wawancara, dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini adalah interaksi sosial antara wanita pengrajin batik terhadap keluarga berjalan baik dan terkadang terjadi perselisihan. Wanita pengrajin batik saling mengadakan kontak sosial dan berkomunikasi dengan baik sesama anggota keluarga. Bentuk interaksi wanita pengrajin batik dengan keluarga merupakan interaksi yang bersifat asosiatif dan disosiatif. Bersifat asosiatif karena terdapat kerjasama dan kesepakatan dengan keluarga untuk mencapai tujuan. Bersifat disosiatif karena adanya pertikaian antara wanita pengrajin dengan keluarga yang terkadang terjadi sehingga menimbulkan konflik.

Page 1 of 1 | Total Record : 2