cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
TEKNIK
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 08521697     EISSN : 24609919     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Journal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu rekayasa/keteknikan. Artikel-artikel yang dipublikasikan di Jurnal TEKNIK meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli (prioritas utama), artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru (tidak prioritas), atau komentar atau kritik terhadap tulisan ilmiah yang dipublikasikan oleh Jurnal TEKNIK.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 45, No 2 (2024): August 2024" : 9 Documents clear
Coal Mine Slope Stability Analysis Using the Rock Mass Rating (RMR), Slope Mass Rating (SMR) Method, and Morgenstren-Price Limit Equilibrium for the Low Wall Pit Area Y PT. Bina Sarana Sukses, Lahat Regency, South Sumatra Najib, Najib; Belia, Nanda Putri; Hidayatillah, Ahmad Syauqi; Nugroho, Kevin Setyo Adi
TEKNIK Vol 45, No 2 (2024): August 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i2.57786

Abstract

Open pit mining has a complex connection to excavation and stockpiling operations, which can potentially induce slope instability. The analysis of slope stability is crucial to prevent slope failure, which has the potential to result in major losses. The study on slope stability was performed at the low wall pit Y area of PT. Bina Sarana Sukses site MAS in Lahat Regency. This research aimed to analyze the rock mass classifications, determine the safety factor values, and provide recommendations for mitigating landslide occurrences. The techniques employed in this study include the RMR and SMR methods for assessing the susceptibility of landslides, collectively with the Morgenstern-price limit equilibrium approach for estimating the stability of the slope. Based on the analysis of the rock mass rating (RMR) and slope mass rating (SMR), Block B2 exhibits a 20% likelihood of experiencing landslides, specifically due to block joint characteristics. On the other hand, Blocks B4 and B5 show a 40% potential for landslides, primarily associated with flat or wedge-type block joints. The force produced by friction under saturated conditions is comparatively lower than that observed under dry conditions. During the final design phase in 2022, it was observed that Blocks B4 and B5 exhibit critical and dangerous safety factors when saturated. Hence, the proposal has been suggested to enhance slope stability. Further, it is recommended to monitor the geotechnical piles periodically. We hope this research results as a valuable resource for evaluating and assessing slope stability, including artificial and natural slopes.
Analisis Ancaman Kekeringan menggunakan Metode Analytical Hierarchy berbasis Sistem Informasi Geografis Process di Kabupaten Sragen Hayuningsih, Dwi Mastuti; Awaluddin, Moehammad; Nugraha, Arief Laila
TEKNIK Vol 45, No 2 (2024): August 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i2.58450

Abstract

Kabupaten Sragen adalah salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang rawan terjadi kekeringan. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kabupaten Sragen termasuk wilayah administrasi yang memiliki risiko bahaya kekeringan dengan tingkat risiko sedang hingga tinggi dan sebanyak 20 kecamatan memiliki potensi bahaya kekeringan. Berdasarkan kasus bencana kekeringan yang sudah terjadi di Kabupaten Sragen maka mendorong untuk pembuatan peta ancaman atau rawan kekeringan di Kabupaten Sragen.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran zona rawan kekeringan di Kabupaten Sragen dan mengetahui hasil akurasi peta ancaman kekeringan dengan data kekeringan di Kabupaten Sragen yang dimiliki oleh BPBD Kabupaten Sragen. Model ancaman kekeringan di Kabupaten Sragen diperoleh dari penjumlahan hasil kali nilai x skor semua parameter sehingga diperoleh bobot total, metode ini disebut Analytical Hierarchy Process (AHP). Penelitian ini menggunakan enam parameter antara lain curah hujan, penggunaan lahan, jenis tanah, kemiringan lereng, sumber air permukaan, dan struktur geologi.Berdasarkan hasil spasial analisis dengan menggunakan metode intersection, maka diperoleh tiga kelas klasifikasi ancaman kekeringan di Kabupaten Sragen, wilayah dengan tingkat ancaman kekeringan sedang seluas 63.277 km2 dengan persentase 6,389%, dengan potensi ancaman kekeringan kelas tinggi seluas 399.315 km2 (40,316%) sedangkan kelas sangat tinggi sebesar 295.364 km2 dengan persentase 53,295%. Sehingga dapat disimpulkan mayoritas wilayah di Kabupaten Sragen pada tingkatan sangat tinggi untuk ancaman bencana kekeringan. Berdasarkan hasil akurasi peta ancaman kekeringan dengan data kejadian kekeringan BPBD Kabupaten Sragen diperoleh kesesuaian sebesar 100% dengan dilakukannya validasi berupa wawancara dengan beberapa warga, petugas kecamatan, dan relawan.
Dampak Penggunaan Abu Marmer terhadap Kuat Geser Tanah Lempung Waruwu, Aazokhi; Setiawan, Calvien; Tantono, Clarissa; Boediono, Mario Endrico
TEKNIK Vol 45, No 2 (2024): August 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i2.53913

Abstract

Soil is an important part of the building structure because it has a function as a support for the building. Therefore, soil stability must be considered so that building construction is safe and durable. There are types of clay soils that have high plasticity values and low shear strength. Soils like this require stabilization with the addition of additives such as marble ash. The purpose of this study was to determine whether the addition of marble ash content has an optimal impact on improving the plasticity, density, and shear strength properties. The added material used was marble ash with a content of 3%, 6%, 9%, and 12% by weight of dry soil. The specimens were differentiated based on their curing age before being tested by triaxial. Based on the research results, it was found that the use of marble ash had the maximum impact on improving the plasticity properties and maximum density at an addition of 6%. This was followed by a significant increase in shear strength at the same addition. A good curing age for increasing the angle of internal friction in the soil was obtained at 14 days.
Faktor Penghambat Perkembangan Industri Konstruksi di Indonesia Hansen, Seng
TEKNIK Vol 45, No 2 (2024): August 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i2.62677

Abstract

Sektor konstruksi memiliki kontribusi yang signifikan dalam perekonomian nasional. Namun demikian, berbagai permasalahan yang muncul di industri konstruksi turut mempengaruhi perkembangan sektor yang vital ini. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi berbagai permasalahan yang menghambat perkembangan industri konstruksi di Indonesia. Melalui pendekatan mixed method, penelitian ini berhasil mengidentifikasi 54 faktor penghambat melalui Integrative Literature Review (ILR). Selanjutnya survei kuisioner dilaksanakan untuk mengukur persepsi praktisi konstruksi di Indonesia terkait frekuensi permasalahan yang ada. Data yang berhasil diperoleh sebanyak 114 respon dan dianalisis dengan pendekatan Relative Importance Index (RII) untuk memperoleh peringkat frekuensi faktor penghambat industri konstruksi di Indonesia. Adapun lima peringkat teratas faktor penghambat secara keseluruhan adalah perubahan desain atau lingkup pekerjaan, diikuti dengan tender yang kompetitif, permasalahan terkait aspek pembayaran, keterbatasan waktu atau pelaksanaan pekerjaan yang, dan lembur yang berlebihan. Selain itu, penelitian ini juga melakukan pemeringkatan berdasarkan perspektif pemilik proyek, konsultan, dan kontraktor agar memperoleh pemahaman yang lebih mendalam terkait faktor penghambat berdasarkan afiliasi praktisi. Secara umum, penelitian ini berkontribusi sebagai bahan rujukan bagi para pemangku kepentingan untuk memetakan faktor-faktor yang menjadi penghambat utama dalam industri konstruksi sehingga dapat dilakukan perencanaan mitigasi guna mengatasi faktor penghambat tersebut. Dengan demikian, diharapkan dapat memacu pertumbuhan industri konstruksi Indonesia secara berkelanjutan.
Kinerja Proses Hibrid Aerasi Bubble-Filtrasi pada Penyisihan Mangan dan Kekeruhan dalam Air Sumur Radityaningrum, Arlini Dyah; Ichsan, Muchammad; Kusuma, Maritha Nilam
TEKNIK Vol 45, No 2 (2024): August 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i2.57735

Abstract

Tingginya konsentrasi Mangan (Mn(II)) dan kekeruhan dalam air sumur yang digunakan untuk air minum berdampak negatif pada kesehatan manusia. Proses hibrid aerasi bubble-filtrasi merupakan alternatif pengolahan dalam penyisihan Mn(II) dan kekeruhan. Microbubble dapat digunakan dalam proses aerasi untuk meningkatkan konsentrasi Dissolved Oxygen (DO) dalam air. Diameter microbubble mempengaruhi konsentrasi DO yang digunakan dalam proses oksidasi Mn(II). Penelitian ini bertujuan untuk a) menentukan konsentrasi DO dalam air setelah proses aerasi, b) mengkaji kinerja proses hibrid aerasi bubble-filtrasi untuk  menyisihkan konsentrasi Mn(II) dan kekeruhan dalam air. Aerasi microbubble dioperasikan menggunakan venturi injektor dengan variasi diameter nozel dan waktu kontak. Media filter yang digunakan adalah pasir silika, manganese greensand, dan zeolit. Sampel uji diambil di inlet aerasi dan outlet filtrasi. Pengambilan sampel uji dilakukan secara semi-intermiten, pada menit ke-20, 35, dan 50, dengan dua kali pengulangan. Konsentrasi DO tertinggi (6,31 mg/L) dihasilkan dari proses hibrid menggunakan diameter nozel 6 mm dengan waktu kontak 50 menit. Konsentrasi Mn(II) terendah (0,12 mg/L) diperoleh pada proses hibrid yang menggunakan nozel berdiameter 7 mm, dengan efisiensi penyisihan 94%. Efisiensi penyisihan kekeruhan tertinggi (60%) adalah pada proses hibrid yang menggunakan diameter nozel 7 mm, dengan nilai kekeruhan yang dicapai sebesar 14,36 NTU.
Analisis Tegangan Terkekang Beton Persegi dengan Perkuatan Fiber Reinforced Polymer menggunakan Jaringan Saraf Tiruan Kristianto, Anang; Pranata, Yosafat Aji; Saragih, Riko Arlando
TEKNIK Vol 45, No 2 (2024): August 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i2.52812

Abstract

Fiber Reinforced Polymer (FRP) adalah material komposit yang berfungsi sebagai perkuatan untuk meningkatkan kapasitas kekuatan elemen struktur. Pada umumnya perkuatan diperlukan sebagai akibat perubahan fungsi bangunan atau memenuhi persyaratan terhadap beban desain gempa yang diperbaharui. Perkuatan kolom beton  persegi dengan FRP memerlukan penelitian lebih lanjut terkait dengan sudut pada  penampang persegi yang menyebabkan terjadinya konsentrasi tegangan. Penelitian ini menggunakan Jaringan Saraf Tiruan (JST) untuk memprediksi tegangan terkekang (f’cc) kolom beton persegi yang diberikan perkuatan FRP. Penggunaan JST dengan 4 hidden layer (J8-4-1) dalam memprediksi 113 benda uji hasil eksperimen memberikan hasil akurat dengan nilai validasi MSE yang optimum yaitu sebesar 0.00131 dengan nilai korelasi R baik pada fase training, fase validasi maupun fase uji berturut-turut adalah sebesar 0.992, 0.982 dan 0.983.  JST J8-4-1 memberikan hasil prediksi tegangan dengan korelasi yang lebih baik dibandingkan dengan usulan metode analisis yang telah dilakukan pada beberapa penelitian terkait perkuatan kolom persegi dengan FRP. Analisis dengan JST juga memberikan gambaran yang akurat mengenai korelasi kenaikan radius kelengkungan sudut kolom persegi terhadap peningkatan tegangan terkekangnya. Hasil prediksi JST konsisten dengan beberapa studi eksperimental yang telah dilakukan serta konsisten dengan formula yang diberikan dalam ACI 440.2R- 2017.
Sistem Dinamis dan HECRAS sebagai Alat Pengambil Keputusan Model Ketahanan Banjir Nalarsih, Retno Tri
TEKNIK Vol 45, No 2 (2024): August 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i2.65276

Abstract

Banjir yang terjadi di Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan dipengaruhi oleh kecepatan angin, kelembaban udara, temperatur, elevasi, dan tekanan udara yang mengakibatkan curah hujan tinggi, mempengaruhi infiltrasi, genangan, dan kinerja drainase. Penelitian ini menggunakan metode spasial HECRAS untuk mendapatkan area banjir dan genangan diikuti pendekatan Sistem Dinamik (SD). Hasil spasial yang diintegrasi model SD memberikan strategi yang terarah, secara real time. Hasil simulasi HECRAS sepanjang drainase Hilir hingga Hulu terjadi banjir, berkarakter genangan. Solusi drainase longstorage dan di Kampung Pisang dipasang pintu klep drainase sekunder ke primer dan kesepakatan konservasi SDA yang terintegrasi pemeliharaan drainase serta lahan semak belukar menambah DTA. Keuntungan unik dari model HECRAS dan SD adalah program konservasi bekerja maksimal saat mengintervensi infiltrasi sebesar 30%, artinya kinerja konservasi dalam penyelesaian masalah drainase harus dilakukan sebesar 30% dari keseluruhan kegiatan konservasi tersebut. SD mampu membuat simulasi dan solusi secara real time, dimana Submodel berikutnya nilai genangan turun sehingga beban drainase turun, dari kedua sub model tersebut terbukti bahwa nilai rawan banjir turun, dapat selesai pada tahun ke 4, dan tahun berikutnya harus membuat pengembangan solusi sesuai kebutuhan konservasi dan kinerja drainase.
Interpretasi Ukuran Kolom Grouting Geopolymer Menggunakan Metode Resistivitas Sumiyanto, Sumiyanto; Muntohar, Agus Setyo; Wardani, Sri Prabandiyani Retno
TEKNIK Vol 45, No 2 (2024): August 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i2.61831

Abstract

Pada injeksi grouting, ukuran kolom grouting merupakan indikator penting untuk mengevaluasi keberhasilan penyebaran dan sementasi grouting. Pada penelitian di laboratorium, pengukuran kolom grouting dapat dilakukan dengan memisahkan antara kolom grouting dan tanah. Namun demikian, metode ini bersifat merusak dan hanya cocok untuk penelitian, sehingga tidak dapat diterapkan di lapangan. Metode resistivitas bersifat tidak merusak dan berhasil digunakan untuk interpretasi formasi batuan dyke. Formasi dyke ini mempunyai kemiripan dengan kolom grouting, sehingga metode resistivitas berpotensi dikembangkan untuk interpretasi ukuran kolom grouting. Berdasarkan pertimbangan tersebut, penelitian dilakukan untuk mengembangkan metode resistivitas sebagai metode interpretasi ukuran kolom grouting. Penelitian dilakukan di laboratorium menggunakan tanah clay shale yang diinjeksi grouting geopolymer. Berdasarkan hasil data pengukuran resistivitas dilakukan inversi untuk menggambarkan profil resistivitas benda uji, menggunakan software Res2dinv. Profil resistivitas pada umur 28 hari menghasilkan interpretasi ukuran kolom grouting yang akurat karena terdapat perbedaan resistivitas yang besar antara tanah dan kolom grouting. Hasil penelitian ini memberikan peluang metode resistivitas untuk kembangkan lebih lanjut sebagai metode interpretasi ukuran kolom grouting dan berpotensi untuk diterapkan di lapangan.
Analisis Optimalisasi Desain pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Bayung Lencir - Tempino Seksi 1 Sipahutar, Muhammad Agus Hanafi; Zaman, Badrus; Indriyantho, Bobby Rio
TEKNIK Vol 45, No 2 (2024): August 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i2.64329

Abstract

Jalan Tol Baleno (Bayung Lencir – Tempino) merupakan salah satu ruas Tol Trans Sumatera dengan panjang 39 Km yang menjadi kelanjutan dari Tol Betung Pelambang. Adhi-Waskita-Jaya Konstruksi, KSO merupakan kontraktor pelaksana yang dipilih untuk melaksanakan konstruksi Jalan Tol Baleno Seksi 1, dengan total panjang jalan tol 10.525 km. Masa kontrak pelaksanaan Tol Baleno seksi 1 dipercepat yang semula 595 hari menjadi 400 hari. Lokasi main road STA. 116+475 – 116+625 merupakan lokasi interchange dengan jenis pekerjaan yang banyak dan saling berkaitan serta memiliki kondisi tanah lunak. Desain yang paling optimal terhadap biaya dan waktu diperlukan pada lokasi tersebut, sehingga tidak terjadi keterlambatan dalam masa kontrak yang lebih singkat. Penelitian ini membahas analisis desain pada lokasi main road STA. 116+475 – 116+625 yang terdiri dari analisis kondisi tanah, analisis permodelan dan pembebanan, dan analisis terhadap biaya, waktu, dan metode pelaksanaan untuk mendapatkan desain yang paling optimal. Berdasarkan analisis yang dilakukan diperoleh hasil bahwa desain yang paling optimal untuk diterapkan pada lokasi main road STA. 116+475 – 116+625 adalah menggunakan pile slab. Desain pile slab memiliki biaya pelaksanaan yang lebih rendah dibandingkan dengan alternatif desain yang lain dan bisa lebih cepat dari segi metode dan waktu.

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 46, No 3 (2025): Vol 46, No 3 (2025): July 2025 Publication in-progress Vol 46, No 3 (2025): Juli 2025 Vol 46, No 2 (2025) April 2025 Vol 46, No 1 (2025) January 2025 Vol 45, No 3 (2024): December 2024 Vol 45, No 2 (2024): August 2024 Vol. 45, No. 1 (2024): May 2024 Vol. 44, No. 3 (2023): December 2023 Vol. 44, No. 2 (2023): August 2023 Vol. 44, No. 1 (2023): May 2023 Vol. 43, No. 3 (2022): December 2022 Vol. 43, No. 1 (2022): May 2022 Vol 42, No. 3 (2021): December 2021 Vol. 42, No. 2 (2021): August 2021 Vol 41, No. 3 (2020): December 2020 Vol 41, No. 2 (2020): August 2020 Vol 41, No. 1 (2020): May 2020 Vol 40, No. 3 (2019): Desember 2019 Vol 40, No. 2 (2019): Agustus 2019 Vol 40, No. 1 (2019): Mei 2019 Vol 39, No. 2 (2018): Desember 2018 Vol 39, No 1 (2018): (July 2018) Vol 38, No 2 (2017): (Desember 2017) Vol 38, No 1 (2017): (Juli 2017) Vol 37, No 2 (2016): (Desember 2016) Vol 37, No 1 (2016): (Juli 2016) Vol 36, No 2 (2015): (December 2015) Vol 36, No 1 (2015): (Juli 2015) Vol 35, No 2 (2014): (Desember 2014) Vol 35, No 1 (2014): (July 2014) Volume 34, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 34, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 34, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 33, Nomor 2, Tahun 2012 Volume 33, Nomor 1, Tahun 2012 Volume 29, Nomor 3, Tahun 2008 Volume 32, Nomor 3, Tahun 2011 Volume 32, Nomor 2, Tahun 2011 Volume 32, Nomor 1, Tahun 2011 Volume 31, Nomor 2, Tahun 2010 Volume 31, Nomor 1, Tahun 2010 Volume 30, Nomor 3, Tahun 2009 Volume 30, Nomor 2, Tahun 2009 Volume 30, Nomor 1, Tahun 2009 Volume 29, Nomor 2, Tahun 2008 Volume 29, Nomor 1, Tahun 2008 Volume 28, Nomor 3, Tahun 2007 Volume 28, Nomor 2, Tahun 2007 Volume 28, Nomor 1, Tahun 2007 In Press More Issue