cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
TEKNIK
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 08521697     EISSN : 24609919     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Journal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu rekayasa/keteknikan. Artikel-artikel yang dipublikasikan di Jurnal TEKNIK meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli (prioritas utama), artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru (tidak prioritas), atau komentar atau kritik terhadap tulisan ilmiah yang dipublikasikan oleh Jurnal TEKNIK.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 45, No 3 (2024): December 2024" : 9 Documents clear
Improving Solvolysis Rate Via Under Glass-Transition Temperatures Quenching Followed by Roll Bending of Carbon Fiber Reinforced Polymer Composite Sukanto, Heru; Kusharjanta, Bambang; Kaavessina, Mujtahid
TEKNIK Vol 45, No 3 (2024): December 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i3.59296

Abstract

Reusing carbon fiber once it has been used as reinforcement in composite structures involves a complex recycling technique. This recycling process requires a strategy to ensure the recycled carbon fiber meets technical standards. Among various recycling processes, the solvolysis technique yields carbon fiber with high purity. However, solvolysis is also the most time-consuming method. This study proposes using quenching and roll-bending pretreatments, which increase the contact surface area between the composite and the solvent solution for expediting the solvolysis process of carbon fiber reinforced polymer (CFRP) composite. Quenching was performed by heating the composite to 75°C, 100°C, and 125°C before immersing it in water at room temperature. Roll bending was designed based on the principle of three-point bending and aimed to induce a strain in the composite that exceeds the strain of the epoxy resin. Quenching at 75°C, followed by roll bending, resulted in a 21% increase in the surface area of the composite. This increased area improved the solvolysis efficiency of CFRP composites by up to 21% after four days of immersion in a mixture of acetone and acetic acid.
Akurasi, Efisiensi, Efektivitas Fotogrametri Rentang Dekat (FRD) dan Videogrametri Dalam Model 3D : Studi Analisis Komparatif Adrian, Faizal Ibnu; Prasetyo, Yudo; Bashit, Nurhadi
TEKNIK Vol 45, No 3 (2024): December 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i1.53330

Abstract

Pembuatan model 3 dimensi dapat dilakukan melalui pendekatan fotogrametri rentang dekat (FRD) dan videogrametri. Metode Fotogrametri Rentang Dekat memiliki kekurangan dalam pengambilan data yang relatif lama, sementara metode videogrametri pada awal perkembangannya jarang digunakan karena kualitas perekaman yang buruk. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas, efisiensi, dan akurasi dari metode FRD dan videogrametri dalam pembuatan model 3 dimensi. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 103 data raster untuk metode FRD, serta 847 data raster yang diekstrak dari video untuk metode videogrametri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode FRD menghasilkan mesh dengan kualitas yang lebih baik, sementara metode videogrametri memiliki waktu yang lebih singkat. Dalam hal akurasi, metode FRD memiliki nilai rata-rata akurasi sebesar 0,087 m, sedangkan metode videogrametri memiliki nilai rata-rata sebesar 0,067 m. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa metode FRD lebih efektif dalam menghasilkan mesh yang menyerupai objek asli, sementara metode videogrametri lebih efisien dalam hal waktu. Kedua metode memiliki tingkat akurasi yang setara. Dengan demikian, penelitian ini memberikan pemahaman tentang perbandingan antara metode FRD dan videogrametri dalam pembuatan model 3 dimensi, serta memberikan gambaran mengenai efektivitas, efisiensi, dan akurasi masing-masing metode.
Analisis Kuat Tekan Berdasarkan Nilai Pantulan Palu Menggunakan Spesimen Kubus Beton Agregat Lokal Bali Partama, I Gusti Ngurah Eka; Astariani, Ni Kadek; Sudika, I Gusti Made; Silvi, Ni Putu
TEKNIK Vol 45, No 3 (2024): December 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i3.59107

Abstract

Terdapat dua metode pengujian kuat tekan beton yaitu Non-Destructive Test (NDT) dan Destructive Test (DT). DT dilakukan dengan Compression Testing Machine (CTM) sedangkan NDT dapat menggunakan Hammer Test (HT). Agregat lokal Bali mempunyai sifat yang spesifik, sehingga metode pengujian yang lazim perlu disesuaikan. Spesimen yang dicetak di lokasi pekerjaan diuji tekan menggunakan CTM di laboratorium pada umur tertentu yang diinginkan, sehingga perlu dimobilisasi untuk mengujinya. Lokasi pekerjaan yang jauh menjadi kendala tatkala informasi kuat tekan harus ditetapkan secepatnya. Alat HT bentuknya kecil, ringan, mudah dioperasikan, hasilnya cepat namun dianggap kurang akurat perlu dioptimalkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi memberikan informasi kuat tekan (f’ck) yang representatif, dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan spesimen kubus 15x15x15cm3. Nilai pantul (Rn) ditentukan berdasarkan rerata 3 sisi yang tidak dalam satu sumbu, sedangkan f’ck ditentukan menggunakan CTM. Korelasi keduanya ditentukan berdasarkan analisa regresi, untuk r2 terbesar, f’ck selalu positif serta korelasi Rn-f’ck yang selalu selaras adalah formulasi yang direkomendasikan. Kuat tekan beton agregat lokal Bali dapat ditentukan dengan HT (a=0o), spesimen kubus 15x15x15cm3 dan formulasi f’ck=0,0644Rn2-0,9261Rn+6,0725; Rn=rerata 5 nilai pantul pada 3 sisi kubus yang tidak satu sumbu. Formulasi tersebut untuk spesimen kubus pada umur 3-28 hari dan diatas 28 hari perlu kajian tersendiri.
Analisis Penggunaan Cerucuk sebagai Soil Improvement Pengganti Prefabricated Vertical Drain (PVD) untuk Mempercepat Pelaksanaan Pekerjaan Matheus, Patrick; Hartono, Darwin
TEKNIK Vol 45, No 3 (2024): December 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i2.63041

Abstract

Salah satu proyek jembatan di Kalimantan berdiri diatas tanah lunak (soft soil). Tanah lunak memiliki daya dukung yang kurang baik, kuat geser dan permeabilitas yang rendah serta kompresibilitas yang besar. Timbunan jalan pada proyek jembatan tersebut memerlukan waktu selama 310 bulan untuk mencapai konsolidasi 90%. Perencanaan awal untuk perbaikan tanah (soil improvement) menggunakan metode prefabrikasi drainase vertikal (PVD). Metode PVD dengan beban preloading memerlukan waktu 28 bulan untuk mencapai konsolidasi 90% atau daya dukung rencana. Pelaksanaan metode PVD  sulit dilakukan pada lahan dengan akses yang kurang baik untuk kendaraan berat (rig PVD).  Penelitian ini menganalisis penggunaan cerucuk dan geotekstil pada tanah dasar atau eksisting untuk mempercepat waktu pelaksanaan pekerjaan. Jumlah cerucuk di Kalimantan yang cukup berlimpah dan mudah dilakukan pengadaannya menjadi pertimbangan penggunaan metode perbaikan tanah ini. Hasil analisis dari penggunaan cerucuk dan geotekstil memberikan daya dukung yang baik terhadap beban rencana dengan faktor keamanan ≥ 1,3. Pelaksanaan cerucuk dan timbunan membutuhan waktu total pelaksanaan 7 bulan. Dengan demikian penggunaan cerucuk pada salah satu proyek jembatan di Kalimantan mengalami efisiensi waktu pengerjaan sebesar 75 persen dari rencana pengerjaan proyek menggunakan PVD selama 28 bulan.
Comparative Study of Marshall Properties and Durability of Superpave Pavements Using Pen 60/70 and Starbit Pg-70 Binding Materials with Fly Ash Rahman, Indriasti Yustika
TEKNIK Vol 45, No 3 (2024): December 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i3.59200

Abstract

The challenges of increasing vehicle volume and extreme loads need to be anticipated through pavement materials, both for gradations and bonding materials. This paper presents a comparative study of Marshall properties and durability of Superpave pavements using Starbit Pg-70 and Pen 60/70 binder materials with Fly Ash substitution. The laboratory experiment begins with physical testing of aggregate and bitumen materials, then determines of optimum bitumen content for each of the mixture with 0%, 50%, and 100% substitution for each type of binding material. A series of tests are carried out in the form of Marshall Standards and Index of Retained Strength (IRS), Indirect Tensile Strength (ITS), Tensile Strength Ratio (TSR), and Wheel Tracking at each optimum bitumen content.  The results show that, in general, the use of Starbit Pg-70 binder has much better Marshall performance in terms of stability and Marshall quotient. Substitution of Fly Ash as Filler is also able to improve mechanical performance, with the advantage of increasing the value of Marshall Stability. Fly Ash fills the voids, so it has strong interlocking properties.
Design of a Glass Bottom Catamaran as a Tourist Attraction on Aceh's Banyak Island Chrismianto, Deddy; Firdhaus, Ahmad; Al Muhshi, Hassan; Kiryanto, Kiryanto
TEKNIK Vol 45, No 3 (2024): December 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i3.60019

Abstract

Aceh's Banyak Island Due to its large water areas and fascinating islands that retain the grandeur of its sea and beaches, Singkil has risen as a new star in the world of tourism. Nonetheless, traditional fishing boats remain the principal mode of transportation for visitors in the region. The Glass Bottom Catamaran has been launched as a novel and attractive approach to admire the natural beauty of the seas around Banyak Island to capitalize on Indonesia's maritime tourist potential. The design process for this vessel involves basic linear regression calculations, the formulation of the ship's lines plan, the design of the vessel's General Arrangement, and the creation of a 3D model utilizing software. Stability calculations follow IMO standards, resistance calculations follow the Slender Body approach, and motion analysis follows Nordfork 1987 norms. As a result, the vessel's primary dimensions are as follows: LOA = 20.25 m, B = 7.04 m, B1 = 1.8 m, H = 2.4 m, T = 1.55 m, Vs = 17 knots, and a total passenger capacity of 54 people. In this investigation, the resistance value is 42.3 kN, concerning its ability to transport 60 tons at 17 knots. The stability study fulfils IMO guidelines, while the motion analysis meets Nordfork 1987 norms
Penerapan Keselamatan Kesehatan Kerja Lingkungan (K3L) dan Etika Profesi Dosen dengan Metode HIRADC dan JSA dalam Pengambilan Data Geologi dan Sampel Air Tanah Santi, Narulita; Hadiyanto, Hadiyanto; Yudariansyah, Hadi
TEKNIK Vol 45, No 3 (2024): December 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i3.60275

Abstract

Keselamatan Kesehatan Kerja Lingkungan (K3L) merupakan komponen fundamental dalam berbagai sektor, termasuk pendidikan tinggi dan penelitian geologi. Aktivitas seperti pengambilan sampel dan penelitian lapangan kerap menghadirkan berbagai risiko, seperti kecelakaan kerja, paparan bahan berbahaya, serta kondisi lingkungan yang tidak dapat diprediksi. Oleh karena itu, pemahaman dan penerapan prosedur K3L menjadi esensial bagi dosen dan mahasiswa. Sebagai figur teladan, dosen memiliki tanggung jawab moral dan profesional untuk menjalankan etika profesi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi K3L dan etika profesi dosen dalam kegiatan pengambilan data geologi dan sampel air tanah. Metode HIRADC dan JSA digunakan karena kerangka kerja yang sistematis untuk mengidentifikasi bahaya, menilai risiko, dan pengembangan langkah-langkah pengendalian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan K3L telah dilakukan dengan baik dimana risiko kecelakaan kerja bernilai minimal. Hal ini dicapai melalui proses identifikasi bahaya, evaluasi risiko, serta penerapan pengendalian yang efektif. Etika profesi dosen menjadi landasan seluruh tahapan penelitian, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan. Dalam perannya, dosen tidak hanya sebagai narasumber yang memberikan pengarahan sebelum kegiatan lapangan, tetapi juga mengedepankan prinsip etika lingkungan, etika pengambilan keputusan, serta etika integritas dan transparansi. Temuan ini menekankan pentingnya sinergi antara penerapan K3L dan etika profesi untuk menjamin keselamatan, efektivitas, dan keberlanjutan kegiatan penelitian geologi.
Drivers-Pressures-State-Impact dan Responses sebagai Alternatif Kerangka Penguatan Daya Dukung Lahan Pertanian di Kabupaten Batang Destianto, Rifki; Basuki, Yudi
TEKNIK Vol 45, No 3 (2024): December 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i3.62988

Abstract

Maraknya alih fungsi lahan khususnya dari lahan pertanian ke lahan non pertanian, mendorong pemerintah pusat pada tahun 2019 menerbitkan standar ganda dalam perlindungan lahan pertanian berupa Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2019 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah. Peraturan tersebut kemudian mengatur tentang Lahan Sawah Dilindungi (LSD). Lahan Sawah yang Dilindungi merupakan lahan baku sawah yang ditetapkan menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agraria/pertanahan dan tata ruang melalui sinkronisasi Tim Terpadu Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah. Pemerintah kemudian melakukan klarifikasi kepada Pemerintah Daerah guna menyepakati luasan lahan sawah dilindungi (LSD). Selanjutnya Peta Lahan Sawah Dilindungi tersebut akan dikendalikan pengintegrasiannya ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah masing-masing Kabupaten/Kota sebagai bagian dari Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Kabupaten Batang merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang penggunaan lahannya 80% adalah lawan pertanian yang tersebar di masing-masing kecamatan, baik lahan pertanian basah dan lahan pertanian kering. Tentunya hal tersebut akan berbanding lurus dengan hasil produksi tanaman pangan terutama padi, sebagai bahan pangan pokok utama masyarakat Kabupaten Batang. Namun, di sisi lain Kabupaten Batang adalah salah satu wilayah di Provinsi Jawa Tengah yang saat ini sedang berkembang aktivitas industri dengan skala internasional. Dengan adanya fenomena di wilayah Kabupaten Batang tersebut serta sebagai pengendalian terhadap alih fungsi lahan pertanian di Kabupaten Batang perlu diperhatikan terkait daya dukung lahan pertanian. Peneltiian ini menggunakan metode DPSIR dalam sebagai kerangka untuk mengorganisir sebuah informasi dan data tentang kondisi lingkungan hidup.
Comparison of Standard, Tubular, and Banana Swing Arm Designs for Converting Scooter-Type Motorcycles into Electric Vehicles Rahmadi, Apri; Mursalin, Mursalin; Ahmad Bustami, Riyan
TEKNIK Vol 45, No 3 (2024): December 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i3.60146

Abstract

The percentage of motorcycle population in Indonesia reaches 82% of the total number of motorized vehicles. Almost all of these motorcycles are gasoline-powered vehicles, which ultimately consume a significant amount of fossil fuels and contribute to approximately 5% of greenhouse gas emissions. In addressing this issue, the government is promoting a motor vehicle electrification program. Motorcycles are predominantly automatic scooter types, presenting a significant opportunity for the vehicle electrification program. This research aims to design a swing arm used in converting automatic scooter-type motorcycles into electrically powered ones. In this study, three different swing arm designs were created: standard type, tubular type, and banana type. Stress analysis was conducted on these three swing arms under a load of 180 kg. The results indicate that the banana-type swing arm is the best design due to its superior strength and lighter weight. The designed banana swing arm has a weight of only 4.37 kg, experiences von Mises stress of 73.58 MPa, displacement of 0.46 mm, and a safety factor of 2.81

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 46, No 3 (2025): Vol 46, No 3 (2025): July 2025 Publication in-progress Vol 46, No 3 (2025): Juli 2025 Vol 46, No 2 (2025) April 2025 Vol 46, No 1 (2025) January 2025 Vol 45, No 3 (2024): December 2024 Vol 45, No 2 (2024): August 2024 Vol. 45, No. 1 (2024): May 2024 Vol. 44, No. 3 (2023): December 2023 Vol. 44, No. 2 (2023): August 2023 Vol. 44, No. 1 (2023): May 2023 Vol. 43, No. 3 (2022): December 2022 Vol. 43, No. 1 (2022): May 2022 Vol 42, No. 3 (2021): December 2021 Vol. 42, No. 2 (2021): August 2021 Vol 41, No. 3 (2020): December 2020 Vol 41, No. 2 (2020): August 2020 Vol 41, No. 1 (2020): May 2020 Vol 40, No. 3 (2019): Desember 2019 Vol 40, No. 2 (2019): Agustus 2019 Vol 40, No. 1 (2019): Mei 2019 Vol 39, No. 2 (2018): Desember 2018 Vol 39, No 1 (2018): (July 2018) Vol 38, No 2 (2017): (Desember 2017) Vol 38, No 1 (2017): (Juli 2017) Vol 37, No 2 (2016): (Desember 2016) Vol 37, No 1 (2016): (Juli 2016) Vol 36, No 2 (2015): (December 2015) Vol 36, No 1 (2015): (Juli 2015) Vol 35, No 2 (2014): (Desember 2014) Vol 35, No 1 (2014): (July 2014) Volume 34, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 34, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 34, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 33, Nomor 2, Tahun 2012 Volume 33, Nomor 1, Tahun 2012 Volume 29, Nomor 3, Tahun 2008 Volume 32, Nomor 3, Tahun 2011 Volume 32, Nomor 2, Tahun 2011 Volume 32, Nomor 1, Tahun 2011 Volume 31, Nomor 2, Tahun 2010 Volume 31, Nomor 1, Tahun 2010 Volume 30, Nomor 3, Tahun 2009 Volume 30, Nomor 2, Tahun 2009 Volume 30, Nomor 1, Tahun 2009 Volume 29, Nomor 2, Tahun 2008 Volume 29, Nomor 1, Tahun 2008 Volume 28, Nomor 3, Tahun 2007 Volume 28, Nomor 2, Tahun 2007 Volume 28, Nomor 1, Tahun 2007 In Press More Issue