cover
Contact Name
Bangun IRH
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
modulundip@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
MODUL
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 08532877     EISSN : 2598327X     DOI : -
MODUL ( ISSN-P: 0853-2877, e-ISSN: 2598-327X) is an architecture scientific journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with Indonesia Architect Association (IAI) region Central Java.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Volume 13, Nomer 2, Tahun 2013" : 6 Documents clear
PENGGUNAAN BAMBU DALAM SENI INSTALASI ARSITEKTURAL Supriyadi, Bambang; Sukawi, Sukawi
MODUL Volume 13, Nomer 2, Tahun 2013
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.217 KB) | DOI: 10.14710/mdl.13.2.2013.65-72

Abstract

Bambu sebagai bahan bangunan telah dikenal oleh sebagian besar masyarakat di nusantara sejak ratusan tahun yang lalu. Hal ini dapat difahami mengingat bambu seperti halnya kayu adalah bahan organik/alami yang tentu lazim digunakan pada masyarakat tradisional/kuno, termasuk digunakan sebagai bahan perlengkapan hidup sehari-hari. Sampai saat ini bambu masih banyak digunakan bahkan tidak hanya sebagai bahan bangunan tetapi meluas penggunaannya, antara lain bahan interior dan benda-benda estetika. Di cabang seni rupa, salah satunya yang mulai populer kini adalah seni instalasi atau seni merangkai, menyusun benda-benda menjadi seni visual tiga dimensi yang menyajikan makna tertentu dengan mempertimbangkan ruang dan waktu. Bambu pun acapkali digunakan sebagai bahan dasarnya. Apabila bambu dengan segala kelebihan dan kekurangannya dapat dirangkai dan disusun dalam seni instalasi yang lebih berkonotasi visual, tentu akan sangat mungkin seni instalasi ini diperluas maknanya sebagai seni instalasi arsitektural yang menempatkan ruang sebagai bagian penting yang berkenaan dengan guna ruang dalam khasanah pengetahuan arsitektur. Sementara, dari sisi lain arsitektur sendiri tidak pernah lepas dari seni dalam arti yang luas. Pendalaman kemungkinan pengembangan seni instalasi yang berorientasi pada ruang yang saya sebut sebagai seni instalasi arsitektural inilah tujuan dari penelitian yang akan saya lakukan. Salah satu cara yang paling sesuai antara lain adalah melibatkan diri secara langsung dalam kegiatan merangkai bambu di beberapa tempat dan mencoba menerapkan seni instalasi arsitektural dalam  wujud nyata. Diharapkan hasil penelitian ini selanjutnya akan memperkaya khasanah perancangan dan penerapannya serta merangsang tumbuhnya inspirasi dan imajinasi baru berarsitektur.
TAMAN KOTA DAN JALUR HIJAU JALAN SEBAGAI RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK DI BANJARBARU Widiastuti, Kurnia
MODUL Volume 13, Nomer 2, Tahun 2013
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.091 KB) | DOI: 10.14710/mdl.13.2.2013.57-64

Abstract

Masyarakat Banjarbaru modern tetap membutuhkan kedekatan yang harmonis terhadap lingkungan alami yang menyehatkan. Salah satu solusi pemenuhan kebutuhan ini tidak lain adalah Ruang Terbuka Hijau (RTH). di mana keberadaannya merupakan bagian penting dari jaringan ekosistem perkotaan, namun idealisme konsep awal pembentukannya tampaknya kurang disadari oleh masyarakat sekaran, sehingga kurang berfungsi secara optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui permasalahan dari taman kota dan jalur hijau sebagai Ruang Publik di sepanjang jalan A Yani Banjarbaru. Dari penelitian ini diketahui bahwa fungsi taman kota sebagai ruang publik kurang bermanfaat apabila penempatan elemen pendukung dan vegetasi peneduh tidak tepat guna.  Permasalahan lain lebih disebabkan karena perbedaan faktor persepsi masyarakat, perilaku buruk, serta merebaknya PKL tanpa ada aturan khusus yang mengatur. Permasalahan yang berkaitan dengan. jalur hijau jalan adalah kurang adanya pemeliharaan yang baik, serta perencanaannya cenderung mengutamakan faktor estetika daripada fungsinya Kata kunci: Ruang Terbuka Hijau, Taman Kota, Jalur Hijau, Ruang Publik
KONSEP ARSITEKTUR BERKELANJUTAN PADA TATA RUANG KOTA (study kasus : peralihan fungsi lahan hijau menjadi perumahan) Darmawan, Eddy; Haryanto, Haryanto
MODUL Volume 13, Nomer 2, Tahun 2013
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3879.766 KB) | DOI: 10.14710/mdl.13.2.2013.49-56

Abstract

Semarang yang merupakan ibukota Jawa Tengah menjadi kota yang memiliki tingkat kepadatan cukup tinggi. Kepadatan ini berimbas pada tata ruang kota, yaitu perubahan tata ruang kota. Tata Ruang kota semarang telah ditetapkan dalam Rancangan Tata Ruang dan Wilayah Penelitian ini diharapkan dapat menjadi guideline dalam rangka rencana pengembangan perumahan di kota Semarang, memberikan sumbangan pemikiran-pemikiran untuk mempertegas kebijakan pemerintah akan Tata ruang kota Semarang dalam hal ini pengembangan perumahan khususnya sehingga sesuai konsep Arsitektur berkelanjutan. Meningkatkan pemahaman akan pengertian tata ruang kota, perumahan, lingkungan dan Arsitektur Berkelanjutan sehingga tercipta sebuah kota dengan tata ruang yang baik dan sesuai Arsitektur berkelanjutan. Ruang terbuka hijau yang terdapat di Kota Semarang terus berkurang. Hal ini mengindikasikan adanya alih fungsi lahan yang tidak berwawasan lingkungan sehingga berpotensi menimbulkan bencana alam. Lahan terbuka hijau yang berfungsi sebagai pencegah banjir, erosi, dan pembersih udara justru ketika berubah fungsi akan menghasilkan bencana. Perkembangan perumahan yang terus dilakukan saat ini beralih kekawasan pinggiran kota Semarang, Perumahan banyak dibangun dikawasan yang memiliki hawa sejuk seperti Mijen, Pudak payung, Meteseh, Ungaran. Pada wilayah tersebut dulunya sebagai aera hijau yang dipertahankan untuk mencegah bencana alam, namun saat ini telah berkembang menjadi perumahan dikawasan pinggir kota yang sangat diminati masyarakat.
ORNAMENTASI RUMAH TRADISIONAL KUDUS: PERKEMBANGAN DAN PENERAPANNYA Iswanto, Dhanoe; Sardjono, Agung Budi
MODUL Volume 13, Nomer 2, Tahun 2013
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.771 KB) | DOI: 10.14710/mdl.13.2.2013.77-88

Abstract

Konservasi dapat dilakukan dengan mengembangkan apa yang menjadi karakteristik dan menyesuaikannya dengan kondisi saat ini. Arsitektur rumah tradisional Kudus ditandai dengan ornamentasi yang rumit serta halus. Ukiran pada rumah Kudus bukan sekedar hiasan tetapi juga menggambarkan strata penghuninya. Sayang sekali keberadaan rumah Kudus dengan ragam hiasnya makin lama makin sedikit karena ketidak mampuan penghuni rumah sekarang untuk memelihara rumahnya serta tingginya harga jual rumah. Oleh karena itu upaya pelestarian peninggalan kebudayaan tersebut menjadi penting dan mendesak dilakukan. Penelitian bertujuan untuk merekam karakteristik ornamen pada arsitektur rumah adat Kudus dan melihat arah pekembangannya pada saat ini. Pengenalan karakteristik ornamentasi rumah tradisional Kudus akan memberikan pengetahuan lebih dalam tentang ukiran Kudus, sementara pengetahuan perkembangannya akan memberikan pemahaman tentang kebudayaan yang mampu bertahan dan menyesuaikan jaman. Penelitian dilakukan dengan observasi fisik keberagaman ornamentasi. Wawancara dilakukan pada penghuni rumah, narasumber dan pemilik galeri. Kepada penghuni rumah dan narasumber akan digali makna dari bentuk ornamentasi. Kemudian dilihat perkembangan tipe-tipe tersebut dan pemanfaatannya pada rumah tinggal dan bangunan saat ini.
KEBERLANJUTAN RUANG LUAR (KOEFISIEN DASAR BANGUNAN TRADISIONAL) RUMAH VERNAKULAR PESISIR UTARA JAWA TENGAH Roesmanto, Totok; Haryanto, Haryanto
MODUL Volume 13, Nomer 2, Tahun 2013
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.648 KB) | DOI: 10.14710/mdl.13.2.2013.73-76

Abstract

Koefisien Dasar Bangunan (KDB) pada bangunan rumah tinggal berarsitektur vernakular tidak pernah diteliti termasuk yang berada di daerah Pesisir Utara Jawa Tengah. Rumah vernakular pada awalnya meniru rumah tradisional setempat, kemudian  mengalami penambahan luasan ruang dan bangunannya. Rumah tradisional telah diakui menerapkan arsitektur berkelanjutan dan memiliki ruang terbuka yang lapang di sekelilingnya, sehingga rumah vernakular pada awalnya juga memiliki ruang luar yang KDB nya sesuai dengan KDB pada rumah tradisional. Untuk mengetahui keberlanjutan ruang luar yang terdapat di sekeliling bangunan rumah vernakular diperlukan penelitian yang berbasis pada KDB Vernakular Eksisting, dan KDB Vernakular Awal yang setara dengan KDB Tradisional-nya.
KONSEP KEARIFAN LOKAL PADA PERTUMBUHAN KAWASAN PINGGIRAN KOTA Setioko, Bambang
MODUL Volume 13, Nomer 2, Tahun 2013
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.099 KB) | DOI: 10.14710/mdl.13.2.2013.89-94

Abstract

Pertumbuhan kawasan pinggiran kota telah menjadi fenomena dunia, menyebabkan kota berkembang tanpa batas. Fisik kota dengan cepat tumbuh dan berkembang kearah horisontal dengan skala gigantis, mengokupasi kawasan pedesaan disekitarnya. Pertumbuhan kota tidak lagi berlangsung di pusat kota tetapi berpindah ke kawasan pinggiran. Morfologi kota mengalami metamorfosa menyebabkan terjadinya inverted metropolis dimana inti kota berciri marjinal, sebaliknya kawasan pinggiran berciri sentral. Bentukan fisik sebuah kota merupakan kumpulan urban artefacts hasil sejarah panjang proses pembentukannya selalu mempunyai ke-unik-an. Oleh karenanya dalam upaya “membaca” bentuk kota dan menelaah proses pertumbuhan kota diperlukan pemahaman pada nilai lokal. Pada hakekatnya kota merupakan konfigurasi spasial dari struktur sosial dan budaya masyarakatnya. Pendekatan yang paling sesuai untuk dapat dipakai dalam mengelola pertumbuhan kota haruslah berbasis pada nilai lokal. Fragmentasi ruang perkotaan dikawasan pinggiran ternyata tidak diikuti dengan segmentasi struktur sosial pelaku ruang, yang justru menyatu. Masyarakat kawasan pinggiran mempunyai karakter saling tergantung (interdependensi) dan berciri kekerabatan. Interdependensi di bidang ekonomi menciptakan koeksistensi antar pelaku ruang dan merupakan embrio tumbuhnya struktur sosial yang terintegrasi. Aspek tersebut merupakan bahan utama terbangunnya konsep kearifan lokal pada pertumbuhan kawasan pinggiran.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol 25, No 2 (2025): MODUL vol 25 nomor 2 tahun 2025 (5 articles) Vol 25, No 1 (2025): MODUL vol 25 nomor 1 tahun 2025 (6 articles) Vol 24, No 2 (2024): MODUL vol 24 nomor 2 tahun 2024 ( 5 articles ) Vol 24, No 1 (2024): MODUL vol 24 nomor 1 tahun 2024 (5 articles) Vol 23, No 2 (2023): MODUL vol 23 nomor 2 tahun 2023 ( 5 articles ) Vol 23, No 1 (2023): MODUL vol 23 nomor 1 tahun 2023 ( 7 articles) Vol 22, No 2 (2022): MODUL vol 22 nomor 2 tahun 2022 (7 articles) Vol 22, No 1 (2022): MODUL vol 22 nomor 1 tahun 2022 (7 articles) Vol 21, No 2 (2021): MODUL vol 21 nomor 2 tahun 2021 (11 articles) Vol 21, No 1 (2021): MODUL vol 21 nomor 1 tahun 2021 ( 8 articles) Vol 21, No 1 (2021): MODUL vol 21 nomor 1 tahun 2021 (article in press) Vol 20, No 01 (2020): MODUL vol 20 nomor 1 tahun 2020 (10 articles) Vol 20, No 2 (2020): MODUL vol 20 nomor 2 tahun 2020 (9 articles) Vol 19, No 2 (2019): MODUL vol 19 nomor 2 tahun 2019 (8 articles) Vol 19, No 1 (2019): MODUL vol 19 no 1 tahun 2019 (8 articles) Vol 18, No 2 (2018): MODUL vol 18 no 2 tahun 2018 (8 articles) Vol 18, No 1 (2018): MODUL vol 18 no 1 tahun 2018 (8 articles) Vol 17, No 2 (2017): MODUL vol 17 nomor 2 tahun 2017 (6 articles) Vol 17, No 1 (2017): MODUL vol 17 nomor 1 tahun 2017 (8 articles) Vol 16, No 2 (2016): MODUL Volume 16 Nomer 2 Tahun 2016 (8 articles) Vol 16, No 1 (2016): Modul Volume 16 Nomer 1 Tahun 2016 (8 articles) Vol 15, No 2 (2015): Modul Volume 15 Nomer 2 Tahun 2015 Vol 15, No 1 (2015): Modul Volume 15 Nomer 1 Tahun 2015 Vol 14, No 2 (2014): MODUL Volume 14 No.2 Tahun 2014 Vol 14, No 1 (2014): MODUL Volume 13, Nomer 2, Tahun 2013 Vol. 13 No. 1 Januari –Juni 2013 Volume 11, Nomer 2, Tahun 2011 Volume 11, Nomer 1, Tahun 2011 More Issue