cover
Contact Name
Zaenal Arifin
Contact Email
arifin1169@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltheorems.unma@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Theorems (The Original Research of Mathematics)
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 2528102X     EISSN : 25414321     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of THEOREMS (The Original Research of Mathematics) published by Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Majalengka, that contains writings from innovative and relevant research and conceptual studies related to mathematics and / or the development of mathematics learning.
Arjuna Subject : -
Articles 29 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2019)" : 29 Documents clear
PERBANDINGAN PROSEDUR POLYA DAN NEWMAN PADA PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS (COMPARISON OF POLYA AND NEWMAN PROCEDURES ON PROBLEM SOLVING OF MATHEMATICS) Zaenal Arifin
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.794 KB) | DOI: 10.31949/th.v3i2.1189

Abstract

ABSTRAKArtikel ini bertujuan untuk membandingkan perbedaan pada prosedur Polya dan Prosedur Newman dalam memecahkan masalah matematis. Metodologi yang digunakan adalah kajian literatur dan tabel pembanding. Berdasarkan hasil kajian, setidaknya terdapat empat perbedaan yang dapat dibandingkan dari kedua prosedur tersebut, yaitu: 1) banyaknya jumlah prosedur, 2) urutan/hirarki prosedur, 3) perbedaan istilah, dan 4) perbedaan tahap akhir.Kata kunci: pemecahan masalah matematis, prosedur newman, prosedur polya.ABSTRACTThis article aims to compare the differences in the Polya procedure and the Newman Procedure in solving mathematical problems. The methodology used is literature review and comparison table. Based on the results of the study, there are at least four differences that can be compared from the two procedures, namely: 1) number of procedures, 2) sequence/hierarchy of procedures, 3) differences in terms, and 4) difference in the final stage.Keywords: newman procedures, polya procedures, problem solving of mathematics.
Peningkatan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Sekolah Dasar Melalui Pendekatan Brainstorming (Improvement of Student Mathematics Communication Skills of Basic School Through Brainstorming Approach) M. Gilar Jatisunda
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.739 KB) | DOI: 10.31949/th.v3i2.1192

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yangpembelajarannya menggunakan pendekatan Brainstorming. Penelitian ini merupakan penelitian kuasieksperimen dengan mengambil populasi siswa kelas V (Lima) Sekolah Dasar di lingkungan UPTD KecamatanTalaga, dengan teknik purposive sampling di tentukan sampel penelitian yaitusebanyak 42 siswa. Dari dua kelas yang dipilih dalam penelitian ini, salah satunya digunakan sebagaikelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan Brainstorming.sedangkan kelaslainnnya sebagai kelaskontrol yang pembelajarannya menggunakan pembelajarannya konvensional. Kedua kelompok diberikan pretes dan postes kemampuan komunikasi matematis. Lembar observasidigunakan untuk mengetahui proses pembelajaran yang dilakukan di kelas eksperimen. Data pretes,postes dan N-gain yang diperoleh diuji secara kuantitatif dengan uji perbedaan rerata parametrik uji-tdan non-parametrik Mann-Whitney.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencapaian dan peningkatankemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapat pembelajaran dengan menggunakanpendekatan Brainstorming lebih baik daripada siswa yang pembelajarannya menggunakan pembelanjaran konvensional.Kata kunci: kemampuan komunikasi matematis, pendekatan braintorming.ABSTRACTThis study aims to determine the increase in mathematical communication skills of students who learn using the Brainstorming approach. This research is a quasi-experimental study by taking a population of fifth grade students in five elementary schools in the UPTD Talaga sub-district, with a purposive sampling technique determined by a sample of 42 students. Of the two classes chosen in this study, one of them was used as an experimental class that received learning using the Brainstorming approach. while the other class as a control class whose learning uses conventional learning. Both groups were given pretest and postulated mathematical communication skills. The observation sheet is used to find out the learning process carried out in the experimental class. The pretest, posttest and N-gain data obtained were tested quantitatively by testing the t-test and non-parametric Mann-Whitney parametric mean differences. The results showed that the achievement and improvement of mathematical communication skills of students who received learning using the Brainstorming approach was better than students who learned using conventional learning.Keywords: braintorming approach, mathematical communication ability.
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE TIPE TGT DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA Novi Yuliyanti Dudu Suhandi Saputra, Muhammad Ihsan Hernawan
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.827 KB) | DOI: 10.31949/th.v3i2.1178

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi masih rendahnya hasil belajar siswa pada pelajaran Matematika. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bekerjasama dengan guru kelas V SDN Sunia Baru I, sebanyak 20 siswa terdiri dari 9 siswa laki laki dan 11 siswi perempuan. Penelitian ini berlangsung dalam 3 siklus, setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan. Alat yang digunakan dalam pengumpulan data adalah tes berupa soal dan lembar observasi serta dokumentasi data yang diperoleh berupa hasil tes sebagai data primer dan hasil observasi serta dokumentasi sebagai data pendukung. Indikator keberhasilan yang ditetapkan apabila rata-rata kelas meningkat siklus I, siklus II dan siklus III. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar matematika siswa mengalami peningkatan. Hal tersebut ditunjukan dengan peningkatan nilai rata-rata kelas yaitu pada siklus I nilai rata-rata 59,72 dengan ketuntasan individu 9 siswa (45%) diatas KKM, sedangkan 11 siswa (55%) masih dibawah KKM. pada siklus II nilai rata-rata 68,25 dengan ketuntasan individu 13 siswa (65%) diatas KKM, sedangkan 7 siswa (35%) masih dibawah KKM. Pada siklus ke III nilai rata-rata 72,25 dengan ketuntasan individu 16 siswa (80%) diatas KKM, sedangkan 4 siswa (20%) masih dibawah KKM . Selain itu dari data observasi diperoleh sebelum diberikan tindakan siswa terlihat kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran, kegiatan pembelajaran lebih didominasi oleh guru. Setelah diberikan tindakan siswa terlihat aktif baik pada saat kegiatan tanya jawab maupun pada saat kegiatan kelompok.Kata kunci : hasil belajar siswa, teams game tournament.
Software Cabry Geometry Ii untuk Meningkatkan Berpikir Kritis pada Materi Irisan Kerucut (Cabry Geometry Ii Software to Improve Critical Thinking on Construction Materials) Rika Mulyati Mustika Sari, Hanifah Nurussopiany
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.85 KB) | DOI: 10.31949/th.v3i2.1229

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi rendahnya kemampuan berpikir kritis matematis siswa SMA. Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu aspek dari kemampuan matematis tingkat tinggi yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran matematika. Ada beberapa indikator penting dalam kemampuan berpikir kritis matematis, diantaranya adalah  fokus, reason, inference, situasion, clarity dan overview. Berdasarkan hasil observasi dan kajian masalah yang dilakukan penulis,  siswa kelas XI merasa kesulitan dalam mengaplikasikan konsep dan sketsa  irisan kerucut pada pelajaran matematika peminatan. Dengan penggunaan media software cabry geometri II menjadi alat bantu bagi siswa untuk memaknai konsep irisan kerucut, visualisasi bangun geometri, sehingga mereka dapat menyelesaikan permasalahan/soal irisan kerucut dengan tepat. Kata kunci: berpikir kritis matematis, software cabry geometri ii .ABSTRACTThis research is motivated by the low critical thinking skills of high school students. One aspect of high-level mathematical abilities that needs to be developed in mathematics learning. There are several important indicators in mathematical critical thinking skills, considerations are focus, reason, conclusion, situation, clarity and general review. Based on the results of observations and problem studies conducted by the authors, students of class XI discussed the problem in applying concepts and sketches of cone slices on specialization math lessons. By using media cabry geometry II software to be a tool for students to interpret the concept of cone slices, visualization of geometry, so that they can solve the problem of cone slices correctly.Keywords: mathematical critical thinking, cabry geometry ii software
Software Cabry Geometry II untuk Meningkatkan Berpikir Kritis pada Materi Irisan Kerucut (Cabry Geometry II Software to Improve Critical Thinking on Construction Materials) Rika Mulyati Mustika Sari, Hanifah Nurus Sopiany
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.864 KB) | DOI: 10.31949/th.v3i2.1231

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi rendahnya kemampuan berpikir kritis matematis siswa SMA. Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu aspek dari kemampuan matematis tingkat tinggi yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran matematika. Ada beberapa indikator penting dalam kemampuan berpikir kritis matematis, diantaranya adalah  fokus, reason, inference, situasion, clarity dan overview. Berdasarkan hasil observasi dan kajian masalah yang dilakukan penulis,  siswa kelas XI merasa kesulitan dalam mengaplikasikan konsep dan sketsa  irisan kerucut pada pelajaran matematika peminatan. Dengan penggunaan media software cabry geometri II menjadi alat bantu bagi siswa untuk memaknai konsep irisan kerucut, visualisasi bangun geometri, sehingga mereka dapat menyelesaikan permasalahan/soal irisan kerucut dengan tepat. Kata kunci: berpikir kritis matematis, software cabry geometri II .ABSTRACTThis research is motivated by the low critical thinking skills of high school students. One aspect of high-level mathematical abilities that needs to be developed in mathematics learning. There are several important indicators in mathematical critical thinking skills, considerations are focus, reason, conclusion, situation, clarity and general review. Based on the results of observations and problem studies conducted by the authors, students of class XI discussed the problem in applying concepts and sketches of cone slices on specialization math lessons. By using media cabry geometry II software to be a tool for students to interpret the concept of cone slices, visualization of geometry, so that they can solve the problem of cone slices correctly.Keywords: mathematical critical thinking, cabry geometry II software
NEUROSAINS KOGNITIF DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Dessy Noor Ariani, Asep Supena
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1021.655 KB) | DOI: 10.31949/th.v3i2.1180

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan perkembangan kognisi numeric pada manusia dari bayi hingga sekolah menengah; bagaimana peran otak dalam pembelajaran matematika; hubungan neurosains kognitif dengan pendidikan matematika; karakteristik kognitif dengan perkembangan dan kognisi atypical pada siswa; dan intervensi dalam peningkatan kognisi matematika pada siswa sekolah dasar. Adapun saran penulis untuk penelitian yang lebih lanjut adalah berupa kolaborasi antara ilmuwan dan pendidik profesional yang relevan dengan bidang pembelajaran matematika  terutama pembelajaran matematika di sekolah dasar untuk menjanjikan kemajuan lebih lanjut dalam pemahaman tidak hanya kognisi matematika, tetapi juga peningkatan kognisi matematika pada siswa sekolah dasar, dengan implikasi jangka pendek dan jangka panjang yang bermanfaat untuk generasi masa depan.Kata kunci:matematika, neurosains kognitif, sekolah dasar.
PENGGUNAAN MODEL PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA Dudu Suhandi Saputra, Yuyu Yuliati, Fajar Pamungkas
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.364 KB) | DOI: 10.31949/th.v3i2.1173

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman matematis siswa pada pembelajaran matematika. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Sunia III, sebanyak 21 siswa terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data diantaranya tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 siklus dengan 3 tindakan pada tiap siklusnya. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan kemampuan matematis siswa kelas IV Sekolah dasar. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan nilai pada siklus I, nilai rata-rata kelas yang diperoleh siswa adalah 56,04 sedangkan persentase ketuntasan belajar klaksikal (mastery learning) adalah47,6% atau 10 orang siswa yang mencapai KKM dan 52,4% atau 11 orang siswa berada dibawah KKM.Pada siklus II, nilai rata-rata kelas kelas yang diperoleh siswa adalah 69,6 sedangkan persentase ketuntasan belajar klaksikal (mastery learning) adalah71,4%atau 15 orang siswa yang mencapai KKM dan 28,6% atau 6 orang siswa berada dibawah KKM. Pada siklus III, nilai rata-rata kelas yang diperoleh siswa adalah 76,5 sedangkan persentase ketuntasan belajar klaksikal (mastery learning) adalah 90,4% atau 19 orang siswa yang mencapai KKM dan 9,6% atau 2 orang siswa berada dibawah KKM.Secara umum dapat disimpulkan, bahwadalam meningkatkan pemahaman matematis siswa di kelas IV sekolah dasar dapat dengan menggunakan model RME (Realistic Mathematics Education).Kata kunci: model rme, pemahaman matematis siswa.
Peningkatan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Sekolah Dasar Melalui Pendekatan Brainstorming M. Gilar Jatisunda
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.918 KB) | DOI: 10.31949/th.v3i2.1182

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yangpembelajarannya menggunakan pendekatan Brainstorming. Penelitian ini merupakan penelitian kuasieksperimen dengan mengambil populasi siswa kelas V (Lima) Sekolah Dasar di lingkungan UPTD KecamatanTalaga, dengan teknik purposive sampling di tentukan sampel penelitian yaitusebanyak 42 siswa. Dari dua kelas yang dipilih dalam penelitian ini, salah satunya digunakan sebagaikelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan Brainstorming.sedangkan kelaslainnnya sebagai kelaskontrol yang pembelajarannya menggunakan pembelajarannya konvensional. Kedua kelompok diberikan pretes dan postes kemampuan komunikasi matematis. Lembar observasidigunakan untuk mengetahui proses pembelajaran yang dilakukan di kelas eksperimen. Data pretes,postes dan N-gain yang diperoleh diuji secara kuantitatif dengan uji perbedaan rerata parametrik uji-tdan non-parametrik Mann-Whitney.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencapaian dan peningkatankemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapat pembelajaran dengan menggunakanpendekatan Brainstorming lebih baik daripada siswa yang pembelajarannya menggunakan pembelanjaran konvensional.Kata kunci: kemampuan komunikasi matematis, pendekatan braintorming.
PENGGUNAAN MODEL PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA Dudu Suhandi Saputra, Yuyu Yuliati, Fajar Pamungkas
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.364 KB) | DOI: 10.31949/th.v3i2.1174

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman matematis siswa pada pembelajaran matematika. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Sunia III, sebanyak 21 siswa terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data diantaranya tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 siklus dengan 3 tindakan pada tiap siklusnya. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan kemampuan matematis siswa kelas IV Sekolah dasar. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan nilai pada siklus I, nilai rata-rata kelas yang diperoleh siswa adalah 56,04 sedangkan persentase ketuntasan belajar klaksikal (mastery learning) adalah47,6% atau 10 orang siswa yang mencapai KKM dan 52,4% atau 11 orang siswa berada dibawah KKM.Pada siklus II, nilai rata-rata kelas kelas yang diperoleh siswa adalah 69,6 sedangkan persentase ketuntasan belajar klaksikal (mastery learning) adalah71,4%atau 15 orang siswa yang mencapai KKM dan 28,6% atau 6 orang siswa berada dibawah KKM. Pada siklus III, nilai rata-rata kelas yang diperoleh siswa adalah 76,5 sedangkan persentase ketuntasan belajar klaksikal (mastery learning) adalah 90,4% atau 19 orang siswa yang mencapai KKM dan 9,6% atau 2 orang siswa berada dibawah KKM.Secara umum dapat disimpulkan, bahwadalam meningkatkan pemahaman matematis siswa di kelas IV sekolah dasar dapat dengan menggunakan model RME (Realistic Mathematics Education).Kata kunci: model rme, pemahaman matematis siswa.
Kelas Virtual Menggunakan E-Learning Berbasis Edmodo Erik Santoso
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.228 KB) | DOI: 10.31949/th.v3i2.1181

Abstract

Perkembangan teknologi yang cepat membuat pandangan pembelajaran berubah pula. Dulu pembelajaran hanya dilakukan di dalam kelas dengan media cetak yang disedikan oleh guru, sekarang melalui pemanfaatan internet guru bisa melaksanakan pembelajaran dimana saja dan kapan saja. Oleh karena itu pembelajaran yang demikian dapat memfasilitasi guru untuk melaksanakan pembelajaran yang dinamis dan dapat mengontrol siswa dalam pembelajaran di luar kelas. Edmodo merupakan platform yang banyak digunakan dalam pembelajaran berbasis e-learning. Edmodo sudah dirancang sebagai facebooknya pembelajaran, guru dan siswa serta orang tua dapat melihat pembelajaran pada kelas Edmodo yang dinamakan dengan kelas virtual, yang menjadi siswa dalam kelas Edmodo sudah diatur terlebih dahulu oleh guru sehingga percakapan pembelajaran hanya dapat dilihat oleh guru dan siswa, sehingga tingkat privasi dapat lebih terjaga. Melalui platform yang disediakan oleh Edmodo guru mampu memberikan tugas berupa latihan, kuis baik dalam bentuk gambar, audion atau yang lainnya dengan mudah, melalui pemanfaatan Edmodo diharapkan bahwa guru bisa meningkatkan pemahaman siswa terhadap materinya dan adanya pembelajaran yang sifatnya dinamis dan efektif karena pembelajaran dapat dilaksanakan kapanpun dan dimanapun.Kata kunci:kelas virtual, e-learning, edmodo

Page 2 of 3 | Total Record : 29