cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 08541809     EISSN : 25496778     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Media Komunikasi Teknik Sipil (ISSN 0854-1809) published twice in a year, in July and December. The article can be product of researches, scientific thoughts or case study, in civil engineering and isn’t formed by politics, commercialism, and subjectivity unsure. This scientific journal contains articles of thought and research results in Civil Engineering that have never been published in scientific journals or other media.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Volume 27, Nomor 1, JULI 2021" : 16 Documents clear
Pengembangan Floating Constructed Wetland Skala Laboratorium sebagai Reduktor Kandungan Kontaminan Limbah Domestik Badan Air Perkotaan Prastica, Rian Mantasa Salve; Sulaiman, Muhammad
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 27, Nomor 1, JULI 2021
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.293 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v27i1.26404

Abstract

Rendahnya kesadaran akan sanitasi warga kota menciptakan efek negatif terhadap lingkungan yang bervariasi. Faktor-faktor pemicu dari fenomena ini adalah pendidikan dan teknologi konservasi. Teknologi konservasi, eko-teknologi seperti lahan basah buatan, diusulkan untuk menyelesaikan masalah. Pekerjaan laboratorium dilakukan. Makalah penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kinerja efisiensi lahan basah yang dibangun dengan memanfaatkan spesies domestik, dalam skala laboratorium, dari air limbah perkotaan. Media lahan basah yang dibangun disiapkan secara horizontal. Analisis kinerjanya mengarah pada diskusi tentang kualitas air perkotaan. Pengambilan sampel dan uji laboratorium dilakukan untuk memeriksa pH, fosfor, nitrogen, padatan tersuspensi, konduktivitas, COD, dan BOD. Penggunaan Nasturtium officinale sebagai media FTW dapat mereduksi kandungan polutan fosfat, nitrat, dan BOD sebesar 100% dalam waktu 14 hari. Rekayasa masuknya debit secara konstan selama 14 hari menyebabkan kandungan polutan TDS dan TSS berkurang 100%.
Evaluasi Efektivitas Biaya pada Proyek Peningkatan dan Pemeliharaan Jalan Nasional dengan Kontrak Berbasis Kinerja Setorini, Andhika Ajengtyas; Hatmoko, Jati Utomo Dwi; Setiadji, Bagus Hario
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 27, Nomor 1, JULI 2021
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.871 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v27i1.33599

Abstract

Dalam upaya memelihara dan meningkatkan kondisi jalan dengan anggaran yang terbatas, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menerapkan beberapa jenis kontrak dalam pemeliharaan jalan. Salah satu kontrak pemeliharaan jalan yang diterapkan adalah kontrak berbasis kinerja (KBK) atau performance-based contract (PBC) yang mengharuskan kontraktor merancang, membangun, dan memelihara jalan serta menggunakan indikator kinerja sebagai syarat pembayaran. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBC dapat menghasilkan penghematan biaya, walaupun di Indonesia hal tersebut masih menjadi pertanyaan. Penelitian ini berusaha untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan membandingkan biaya pemeliharaan aktual dari dua jalan yang memiliki kesamaan karakteristik, yang mana satu jalan ditangani dengan PBC dan yang lain dengan kontrak tradisional. Hasilnya menunjukkan bahwa pada satu kasus PBC lebih murah dibandingkan dengan kontrak tradisional, namun di kasus yang lain hasilnya menunjukkan hal sebaliknya.
Hambatan Penerapan Konstruksi Berkelanjutan: Perspektif Pemerintah Willar, Debby -; Trigunarsyah, Bambang
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 27, Nomor 1, JULI 2021
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.215 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v27i1.33764

Abstract

Konstruksi berkelanjutan merupakan cara bagi industri konstruksi menuju tercapainya pembangunan berkelanjutan dengan mempertimbangkan isu-isu sosial, ekonomi, lingkungan dan budaya. Kebijakan untuk menerapkan konstruksi berkelanjutan pada penyelenggaraan infrastruktur masih belum dipahami dengan jelas sehingga mengakibatkan konsep konstruksi berkelanjutan masih sulit diterapkan oleh perencana maupun pelaksana konstruksi infrastruktur. Studi penelitian ini mengidentifikasi kendala-kendala penerapan konstruksi berkelanjutan pada pembangunan proyek infrastruktur di lingkungan sektor Bina Marga, Cipta Karya, Sumber Daya Air, dan Perumahan Permukiman di Provinsi Sulawesi Utara. Pengumpulan data dengan wawancara semi-terstruktur melibatkan 23 orang informan yang berasal dari empat sektor tersebut. Hasil studi menemukan hambatan-hambatan yang merata terjadi pada empat sektor dalam menerapkan kebijakan konstruksi berkelanjutan disepanjang siklus hidup proyek infrastruktur, yaitu: (1) tahap pemograman berkaitan dengan dokumen renstra dan identifikasi hambatan, (2) tahap perencanaan teknis berkaitan dengan pemahaman teknis dan kompetensi penyedia jasa, (3) tahap pelaksanaan konstruksi berkaitan dengan konsultan ahli, kompetensi penyedia jasa, dan teknologi konstruksi hijau, (4) tahap pemanfaatan berkaitan dengan sosialisasi, promosi dan edukasi, (5) tahap pembongkaran berkaitan dengan mekanisme dan ketersediaan sumber daya. Hasil studi menyediakan informasi berbasis akademik bagi pemerintah dalam upaya meminimalisir hambatan penerapan kebijakan konstruksi berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.  
Pemanfaatan Fly Ash Limbah Pembakaran Batubara sebagai Zat Mineral Tambahan (Additive) terhadap Perbaikan Kualitas dan Kuat Tekan Semen Wijaya, Roni Adi; Astuti, Yayuk; Wijayanti, Septi
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 27, Nomor 1, JULI 2021
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.244 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v27i1.31558

Abstract

Serangkaian pengujian dilakukan untuk menentukan pengaruh penambahan fly ash limbah pembakaran batubara sebagai zat mineral tambahan (additive) terhadap perbaikan kualitas dan kuat tekan semen sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI 15-2049-2004). Metode penelitian meliputi preparasi sampel, pembuatan semen dengan variasi fly ash 0%, 5%, 8%, 12%, dan 15%, uji sifat kimia dan fisika semen. Parameter yang diukur yaitu kadar komposisi kimia (%) menggunakan X-Ray Fluorescence Spectroscopy (XRF) ARL 9800 OASIS, kadar freelime (%) secara volumetri, kadar Insoluble Residue (%) secara gravimetri, kuat tekan (kg/cm2), dan kehalusan semen (cm2/g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan fly ash meningkatkan kandungan SiO2 semen, sehingga memperbanyak senyawa C3S dan C2S yang merupakan komponen kuat tekan semen. Selain itu, penambahan fly ash berbanding lurus dengan kadar IR, kuat tekan, kehalusan, dan berbanding terbalik dengan kadar freelime. Sehingga penambahan fly ash dapat memperbaiki kualitas semen dengan menaikan komponen kimia, menaikan kuat tekan, dan mengurangi keretakan atau ekspansi semen.
analisa rezim sedimentasi waduk studi kasus: waduk kedungombo dan waduk sermo Fitriana, Indri Rahmandhani; Legono, Djoko; Waluyadi, Heriantono
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 27, Nomor 1, JULI 2021
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.14 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v27i1.35978

Abstract

Waduk Kedungombo dan Waduk Sermo memiliki permasalahan dalam memenuhi pelayanan dasar karena sedimentasi. Sedimentasi yang terjadi di masing-masing waduk akan membentuk suatu pola sedimentasi waduk tertentu. Pola sedimentasi Waduk Kedungombo dan Waduk Sermo tersebut dapat mempunyai kesamaan pola yang di cirikan oleh kondisi hidrologi dan fisiografi daerah tangkapan air waduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika pola sedimentasi yang terjadi pada tampungan mati (dead storage), yang selanjutnya akan digunakan untuk meninjau karakteristika/rezim sedimentasi kedua waduk tersebut. Analisis dilakukan dengan pengolahan data batimetri hasil pengukuran echosounding yang diolah menjadi digital terrain model (DTM) menggunakan ArcGIS. Selanjutnya dilakukan perhitungan volume tampungan, volume sedimentasi, persentase tampungan dan laju sedimentasi waduk spesifik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua waduk tersebut menunjukkan peningkatan volume sedimentasi tiap tahunnya sehingga kurva karakteristik waduk bergeser dari grafik rencana. Persentase kapasitas dead storage Waduk Kedungombo adalah 100% tahun 1989 menjadi 43% tahun 2016 dan Waduk Sermo 100% tahun 1997 menjadi 58% tahun 2011. Rezim sedimentasi yang didasarkan pada nilai laju sedimentasi waduk spesifik adalah sebesar 0,0031 dan 0,0042 juta m3/tahun/km2, berturut-turut untuk Waduk Kedungombo (antara 1989 s/d 2016) dan Waduk Sermo (antara 1997 s/d 2011), menunjukkan bahwa kedua waduk tersebut berada pada rezim yang sama. 
Catatan tentang Perencanaan Tembok Laut untuk Mitigasi Bencana Tsunami Triatmadja, Radianta; Warniyati, Warniyati
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 27, Nomor 1, JULI 2021
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2677.384 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v27i1.33861

Abstract

Many coastal structures or structures in coastal areas were destroyed by a tsunami attack. Such destructions were due primarily to the fact that such structures were not designed to withstand a tsunami. Those which were designed to withstand tsunami force may also have been destroyed due to some damaging factors which were not included in the design. The damage of the coastal structures is one of the important factors that have caused casualties. Especially, when the destroyed structures were originally aimed to mitigate the area against tsunami, they may cause higher fatalities. Examples of such structures are sea walls in many parts of Japan which were destroyed by the 2011 tsunami. This paper discusses the important factors relevant to the damage of seawall as tsunami mitigation structure such as impact force due to tsunami front, hydrostatic force, and hydrodynamic force, debris force and scour due tsunami. The study was carried out based on literature about the damages of seawall as tsunami protection structures and laboratory experiment reports. The destructions to the structures were divided into three classifications namely instantaneous direct destruction due to impact and drag forces, slowly direct destruction due to drag force, and slowly indirect destruction due to scour. Finally, important aspects to be considered in the design of seawall as tsunamis protection were proposed.
Pengaruh Penambahan Serat Polypropylene terhadap Kuat Tekan dan Nilai Permeabilitas pada Beton Berpori Paganggi, Wira Rante; Makmur, Amelia; Rachmansyah, Rachmansyah
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 27, Nomor 1, JULI 2021
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.923 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v27i1.31536

Abstract

Pertumbuhan infrastruktur memberikan dampak bagi berkurangnya lahan hijau, yang akan diikuti dengan berkurangnya daerah resapan air. Beton berpori merupakan salah satu material perkerasan yang dapat dimanfaatkan pada jalur pejalan kaki, yang mampu mengalirkan air ke dalam tanah. Namun kenyataannya kekuatan yang diberikan oleh beton berpori masih belum maksimal untuk menahan beban. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan zat tambahan kimia dan variasi kadar serat polypropylene pada campuran beton berpori terhadap nilai kuat tekan dan nilai permeabilitas. Metode penelitian ekperimental ini mengembangkan benda uji sesuai standar ACI 522R-10, dengan menggunakan zat tambahan kimia dan variasi serat polypropylene yaitu 0,05%, 0,1%, 0,15%, 0,2%, dan 0,25% terhadap berat semen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa benda uji yang memiliki kuat tekan tertinggi pada kadar serat polypropylene 0,25%, yaitu sebesar 16,9 MPa. Hal ini memperlihatkan penambahan serat polypropylene meningkatkan nilai kuat tekan sebanyak 5,6 %. Berdasarkan grafik nilai kuat tekan dan permeabilitas, dapat diperkirakan bahwa kadar optimal penggunaan serat polypropylene 0,17% terhadap berat semen.
Korelasi Nilai Tegangan Dan Sudut Trajektori Terhadap Rasio Dimensi Pada Balok Tinggi Adi Putra, Kukuh Cahya; Priastiwi, Yulita Arni; Sukamta, Sukamta
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 27, Nomor 1, JULI 2021
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.944 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v27i1.30591

Abstract

Menurut SNI 2847-2019 pengertian balok tinggi adalah komponen struktur yang dibebani satu sisi dan ditopang pada muka yang berlawanan sedemikian hingga komponen tekan sepert  strat dapat terbentuk diantara beban dan tumpuan. Dijabarkan pula rasio bentang bersih balok dibandingkan tinggi balok harus memenuhi persyaratan (l/h) < 4. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari nilai korelasi tegangan dan sudut trajektori terhadap rasio l/h balok dengan bentang 4 meter ketika diberikan beban terpusat, P = 2000 kN. Dalam proses analisanya menggunakan software SAP v.14 untuk mencari nilai tegangan dan sudut trajektori berbagai variasi l/h.  Hasil yang didapat dari penelitian ini yaitu : (1) Rasio l/h balok tinggi mempengaruhi besarnya tegangan dan sudut trajektori, dimana semakin kecil rasio l/h balok semakin kecil pula tegangan dan semakin besar sudut trajektori yang dihasilkan, (2) Variasi lebar balok mempengaruhi besarnya tegangan tetapi tidak dengan sudut trajektorinya. Semakin bertambah lebar balok, semakin kecil tegangan tarik dan tekan maksimumnya. Semakin bertambah lebar balok ternyata tidak berpengaruh signifikan terhadap sudut trajektori yang dihasilkan.
Perilaku Seismik Struktur Rangka Komposit RCS dengan Variasi Rigidity Zone Factor Pertemuan Balok-Kolom Sudarsana, I Ketut; Susila, I Gede Adi; Sastraningsih, Ni Wayan
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 27, Nomor 1, JULI 2021
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.685 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v27i1.29390

Abstract

This research evaluated the effect of connection’s rigidity zone factors of RCS frame’s connections on the seismic behavior of regular RCS frames of a five-story office building located at seismic design category (SDC) of D. The variations on rigidity zone factors were 0, 0.25, 0.50, 0.75, and 1.0, respectively for Model MS, MSR025, MSR05 MSR075, and MR with the same elements’ dimension. A 3-D finite element modeling was conducted to do a linear elastic analysis for structural design and nonlinear static pushover analysis for evaluating the structural seismic performance. The results show that all models have met the strength and serviceability design limits. The seismic performances in terms of base shear, elastic stiffness, and ductility of all RCS models increased with an increase in the values of the rigidity zone factor. The structural performance level according to FEMA 440 was life safety (LS) for the Model MSR05, MSR075, and MR, while for the Model MS and MSR025 was collapse prevention (CP). The seismic energy dissipation for all RCS frames was an intermediate category indicated by the numbers of developed plastic hinges less than 20% of the total potential plastic hinges
Uji Lintasan Kendaraan pada Interlocking Pavement Berbahan No Fine Agregate Concrete Utomo, Adityo Budi; Dhanardono, Bhima; Hidayatiningrum, Laely Fitria
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 27, Nomor 1, JULI 2021
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (904.152 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v27i1.27387

Abstract

Pada musin hujan, banyak kasus jalan tergenang air akibat kurangnya kapasitas saluran drainase dan rendahnya penyerapan air oleh tanah. Penelitian ini memanfaatkan beton non pasir sebagai perkerasan interblok untuk meningkatkan penyerapan air ke lapisan drainase dan tanah dasar. Beton non pasir yang digunakan memiliki campuran semen : kerikil = 1 : 6 dengan FAS 0,4. Hasil pengujian di laboraturium menunjukkan nilai berat jenis, penyerapan air, kuat tekan, dan ketahanan terhadap Na2SO4 adalah 1.703 gr/cm3, 2,57%, 10,8 MPa, dan 0,79%. Untuk melihat tingkat kemampulayanan perkerasan interblok, beton non pasir ini ditata di atas lapis drainase dan lapis perata untuk kemudian dilakukan uji penggenangan dan lintasan kendaraan. Perkerasan interblok tersebut dapat meloloskan air secara cepat dan dapat menahan beban wheel loader sebesar 13.000 kg sehingga bisa digunakan untuk trotoar, jalur taman, dan perkerasan jalan dengan beban gandar maksimum 8 ton.

Page 1 of 2 | Total Record : 16


Filter by Year

2021 2021


Filter By Issues
All Issue Volume 31, Nomor 2, DESEMBER 2025 (IN PROGRESS) Volume 31, Nomor 1, JULI 2025 Volume 30, Nomor 2, DESEMBER 2024 Volume 30, Nomor 1, JULI 2024 Volume 29, Nomor 2, DESEMBER 2023 Volume 29, Nomor 1, JULI 2023 Volume 28, Nomor 2, DESEMBER 2022 Volume 28, Nomor 1, JULI 2022 Volume 27, Nomor 2, DESEMBER 2021 Volume 27, Nomor 1, JULI 2021 Volume 26, Nomor 2, DESEMBER 2020 Volume 26, Nomor 1, JULI 2020 Volume 25, Nomor 2, DESEMBER 2019 Volume 25, Nomor 1, JULI 2019 Volume 24, Nomor 2, DESEMBER 2018 Volume 24, Nomor 1, JULI 2018 Volume 23, Nomor 2, DESEMBER 2017 Volume 23, Nomor 1, JULI 2017 Volume 22, Nomor 2, DESEMBER 2016 Volume 22, Nomor 1, JULI 2016 Volume 21, Nomor 2, DESEMBER 2015 Volume 21, Nomor 1, JULI 2015 Volume 20, Nomor 2, DESEMBER 2014 Volume 20, Nomor 1, JULI 2014 Volume 19, Nomor 2, DESEMBER 2013 Volume 19, Nomor 1, JULI 2013 Tahun 18, Nomor 1, PEBRUARI 2010 Tahun 17, Nomor 3, OKTOBER 2009 Tahun 17, Nomor 2, JUNI 2009 Tahun 17, Nomor 1, PEBRUARI 2009 Tahun 16, Nomor 3, OKTOBER 2008 Tahun 16, Nomor 2, JUNI 2008 Tahun 16, Nomor 1, PEBRUARI 2008 Tahun 15, Nomor 3,OKTOBER 2007 Tahun 15, Nomor 2, JUNI 2007 Tahun 15, Nomor 1, PEBRUARI 2007 Volume 14, Nomor 3, Edisi XXXVI, OKTOBER 2006 Volume 14, Nomor 2, Edisi XXXV, JUNI 2006 Volume 14, Nomor 1, Edisi XXXIV, PEBRUARI 2006 Volume 13, Nomor 3, Edisi XXXIII, OKTOBER 2005 Volume 13, Nomor 2, Edisi XXXII, JUNI 2005 Volume 13, Nomor 1, Edisi XXXI, PEBRUARI 2005 Volume 12, Nomor 3, Edisi XXX, OKTOBER 2004 Volume 12, Nomor 2, Edisi XXIX, JULI 2004 Volume 12, Nomor 1, Edisi XXVIII PEBRUARI 2004 Volume 11, Nomor 1, Edisi XXV, PEBRUARI 2003 More Issue