Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi
Jurnal Anuva presents the latest information of study and research of Cultural Studies and Library and Information Science. Scientific scope of this journal covers cultural studies, library, documentation, and information science. Cultural Studies includes philosophy, literature, linguistics, philology, anthropology, and sociology. Library science includes librarianship, management activity/library services, library collection management, library automation, digital libraries, library cooperation, library empowerment, and/or development of library system/document and information institution. Studies of documentation include record and archive management, activities of data documentation, information, and publications/literature/collection in a database or a certain media, such as; repository, big data, codata, metadata, and/or development documentation system in the library/document and information institution. Studies of information include infometrics, bibliometrics, webometrics, repackaging information, retrieval information, knowledge management, literacy information, dissemination information, and/or development of information systems in the library/document and information institution.
Articles
13 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5, No 1 (2021): Maret"
:
13 Documents
clear
Tingkat Literasi Informasi Mahasiswa Menurut Standar ACRL : Studi Kasus Peserta KKN UNDIP di Masa Pandemi COVID-19
Ana Irhandayaningsih
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (195.273 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.5.1.53-61
Dalam pelaksanaan KKN secara daring, mahasiswa harus memiliki keterampilan literasi informasi terutama untuk keperluan menyusun modul dan bahan ajar untuk kegiatan pendampingan kepada masyarakat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana tingkat literasi mahasiswa Universitas Diponegoro peserta KKN Tim 1 tahun 2021 menurut standar ACRL. Hasil penelitian menunjukkan, pada aspek kemampuan menentukan sifat dan cakupan informasi, kemampuan mayoritas responden berada pada tingkat ‘sangat terampil’ untuk merumuskan informasi yang dibutuhkan; serta mengidentifikasi jenis dan ragam format informasi, dan mayoritas responden ‘cukup terampil’ untuk mengevaluasi kembali sifat dan cakupan informasi yang diperoleh. Pada aspek mengakses informasi dengan efektif dan efisien, kemampuan mayoritas respon berada pada tingkat ‘cukup terampil’ untuk memilih metode penelusuran; serta ‘sangat terampil’ untuk menggunakan strategi penelusuran seperti boolean operator, truncation, URL, dan tipe dokumen; dan ‘sangat terampil’ untuk mengutip, mencatat, dan mengelola sumber informasi. Pada aspek mengevaluasi berdasarkan sumber, kemampuan mayoritas responden berada pada tingkat ‘sangat terampil’ untuk meringkas ide utama yang dikutip; ‘terampil’ untuk menggunakan ide utama dari informasi yang diperoleh untuk mengkonstruksi konsep baru; serta ‘cukup terampil’ untuk membandingkan dan menganalisa informasi yang diperoleh dengan pengetahuan yang telah ada. Pada aspek menggunakan informasi untuk tujuan tertentu, kemampuan mayoritas responden berada pada tingkat ‘sangat terampil’ untuk ketiga hal berikut : menggunakan informasi baru dan pengetahuan terdahulu untuk menghasilkan karya; mengkomunikasikan hasil karya dengan media yang tepat; serta menggunakan daftar pustaka dalam pembuatan karya. Pada aspek menggunakan informasi secara etis, mayoritas kemampuan responden berada pada tingkat ‘terampil’ untuk menggunakan informasi yang mengandung hak cipta.
Manajemen Pengetahuan dan Perpustakaan: Analisis Tematik di Google Scholar
Rizki Nurislaminingsih;
Sukaesih Sukaesih;
Yunus Winoto
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1324.318 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.5.1.63-74
Manajemen pengetahuan merupakan aktivitas mengelola pengetahuan yang ada di diri individu dan institusi. Manajemen pengetahuan berguna untuk meningkatkan kinerja pegawai yang akan berdampak pada peningkatan performa lembaga. Kegiatan ini merupakan hal penting yang harus ada di suatu instansi, termasuk perpustakaan. Konsep ini juga harus dikuasai oleh peneliti yang notabene merupakan produsen tulisan ilmiah. Berdasarkan pengalaman peneliti, jumlah tulisan ilmiah dengan tema tersebut masih sulit untuk ditemui. Sebagian besar tulisan dengan tema ini terdapat pada jurnal internasional yang berbayar. Namun demikian, free access artikel dapat dilakukan pada google scholar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kaitan manajemen pengetahuan dan perpustakaan dan siapa saja peneliti yang telah menulis artikel dengan tema ini. Penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis tematik dengan aplikasi VosViewer digunakan untuk mengetahui keterkaitan konsep manajemen pengetahuan dengan perpustakaan. Peneliti mengetikkan kata kunci “manajemen pengetahuan perpustakaan” pada google scholar. Penggunaan Bahasa Indonesia pada kata kunci bertujuan untuk memetakan hasil penelitian dari penulis dalam negeri yang berbahasa Indonesia. Batasan pada penelitian ini terletak pada pemilihan artikel dari sumber jurnal dengan waktu terbit 2011-2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pengetahuan di perpustakaan berkaitan dengan layanan. Penelitian tentang manajemen pengetahuan di perpustakaan pada rentang 10 tahun terakhir dimulai sejak tahun 2016 oleh Prabowo hingga tahun 2020 oleh Nurislaminingsih (dengan co-author Purnamayanti) dan Adelia. Kesimpulan penelitian ini adalah kegiatan manajemen pengetahuan berguna untuk meningkatkan layanan di perpustakaan dan produktivitas kinerja pustakawan saat memberikan layanan. Peneliti yang mengkaji tema ini sejak 2016 - 2020 sebanyak 15 orang.
Strategi Pengunaan Gaya Bahasa pada Artikel Mojok Bertopik Virus Corona
Anharudin Nandiwardana;
M. Suryadi
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (465.95 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.5.1.1-12
Strategies of Language Styles Application on Corona Viruses Articles by Mojok. The focus of this study aims to reveal the alignment of the language style used in Mojok articles. More focused, this alignment was identified from articles that raised the issue of the Corona virus in Indonesia. The data studied were articles published by the editorial staff for one week when the government announced that a patient was identified with the Corona virus. From these data, found that articles on the mojok.co page generally use satirical style. This style then developed with satire, irony, and humorous nuance, according with their target audience, that mostly teenagers. Based on this style, basically Mojok still tries to criticize the mistakes that occur in society in a neutral way. The opinion that was built by Mojok during the emergence of the Corona virus in Indonesia was discuss misunderstandings of information received by the public. Editors have published many articles related to the dissemination of information and tips about the Corona virus so that the public is not consumed by hoax issues. Furthermore, the authors also found that the editorial team was also quite fierce in responding to mask hoarders who were looking for personal gain, and slightly criticized the government to be able to deal with the Corona virus in Indonesia.
Prefiks Nasal dalam bahasa Jawa, Sunda, dan Komering
Utari Listiyani;
Agus Subiyanto
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (719.682 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.5.1.75-87
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan proses fonologis yang terjadi pada bahasa Jawa (BJ), Sunda (BS), dan Bahasa Komering (BK) khususnya pada prefiks nasal [ŋ]. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer berupa tuturan dalam bentuk Bahasa Komering yang diperoleh dari informan penutur asli BK. Data bahasa Jawa diperoleh dari intuisi penulis, sementara data bahasa Sunda diambil dari tesis yang berjudul morfofonemik Sunda dengan menggunakan teori optimalitas (Herdini, 2016). Teori optimalitas akan digunakan dalam menganalisis data BK dan selanjutnya akan dilihat persamaan dan perbedaan dengan BJ dan BS. Kesimpulan yang dapat diambil adalah persamaan prefiks nasal terletak pada fungsinya yaitu sebagai penanda verba aktif. Sistem fonologis bahasa Jawa, Sunda, dan Komering mensyaratkan adanya absorpsi bunyi obstruen tak bersuara yang mengikuti prefiks nasal [ŋ]. Perbedaan ketiga bahasa tersebut terlihat pada aturan penambahan vokal [ǝ], pada BJ dan BS hanya memperbolehkan penambahan vokal jika stem hanya memiliki suku kata saja, sedangkan pada BK dapat ditambahkan vokal selain stem yang memiliki satu suku kata. dan juga suara selain obstruen.
Nilai Estetis pada Puisi “Sajak Cinta” Karya Mustofa Bisri (Kajian Stilistika)
Dhemaseta Reza Nurendra;
Redyanto Noor
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (463.877 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.5.1.13-23
Makna dari sebua karya sastra bergantung kepada penggunaan gaya bahasa. Penggunaan gaya bahasa yang beragam oleh pengarang dimaksudkan untuk menimbulkan efek tertentu bagi para pembaca, terutama pada aspek estetika dalam sebuah karya sastra. Puisi yang berjudul “Sajak Cinta” karya Mustofa Bisri merupakan salah satu puisi yang menarik untuk dikaji dalam penelitian susastra dengan menggunakan pendekatan stilistika. Tujuan dari penelitian ini untuk menguraikan dan mengungkap gaya bahasa yang digunakan oleh Pengarang. Tidak lupa juga untuk menemukan nilai estetika pada sebuah karya sastra ini. Penelitian ini menggunakan sebuah metode kualitatif bertujuan untuk menemukan fungsi gaya bahasa dalam karya sastra yg diteliti. Peneliti memfokuskan beberapa unsur yaitu: gaya bahasa, struktur kalimat, majas, citraan dan pola rima yang terdapat dalam puisi berjudul Sajak Cinta.
Kemampuan Literasi Digital Anggota Pers Mahasiswa Hayamwuruk Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro dalam Merespon Hoax
Zhara Nicken Sahilanada;
Jumino Jumino
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (302.223 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.5.1.89-99
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi kemampuan literasi digital anggota Lembaga Pers Mahasiswa Hayamwuruk (LPM Hayamwuruk) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro dalam menyikapi hoax. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penentuan informan dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan wawancara semi terstruktur. Data yang telah terkumpul kemudian diolah dengan menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa informan menggunakan media informasi digital dengan bantuan internet sebagai sumber informasi. Hadirnya internet memang memberikan banyak kemudahan kepada informan, namun tetap ada sisi negatifnya seperti contoh maraknya persebaran hoax. Informan mengaku pernah percaya dengan hoax. Dari pengalaman tersebut, membuat informan kini lebih selektif saat menerima berita baru. Verifikasi merupakan salah satu bentuk cara informan dalam mengevaluasi berita yang didapat. Kemampuan dan kesadaran tentang hoax yang dimiliki informan menjadikan ia sebagai pribadi yang bijak dalam menggunakan media digital dan ikut serta berupaya memberantas hoax dengan cara berkontribusi dalam menulis pemberitaan dan mengedukasi orang terdekatnya.
Phonological Processes of English Loanwords From French: A Transformational Generative Phonology Approach
Rizka Ayu Prihandani;
Agus Subiyanto
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (12.377 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.5.1.25-42
English lexicon has borrowed from 84 languages with French as the most important donor (Bielenia-Grajewska, 2009). English borrowed a great number of lexicon from French in Norman Conquest period. French which had status as high language in a diglosia situation influenced English in superstate borrowing. The main reason for borrowing is to provide words from the source language variety when there is no suitable existing words in the target language (Rao, 2018). This paper aims at describing the phonological process in the English loanwords from French. The data were collected from two online dictionaries; Larousse Francais-Anglais Dictionary and Oxford Living Dictionary. The data are English loanwords from French enlisted under categories A and B in the dictionaries. The method used to analyze the data was distributional method. The results show that Assimilation occurs in 29 loanwords or 6.6% of the total process which makes Assimilation process the least in number of the total process. Neutralization covers 7.8% with 34 loanwords. Syllable Structure is undergone by 63 loanwords or 14.3% of the total process. Strengthening occurs in 117 loanwords or 26.7% of the total process. Weakening covers 43.6% of the total process with 191 loanwords. Therefore, Weakening is the phonological process most found in the study.
Pengalaman Mahasiswa Undip yang Tinggal di Kawasan Pesisir Terhadap Arsip Elektronik Kesemat Sebagai Sumber Informasi Mangrove
Retna Nugraheni Wijayanti;
Yanuar Yoga Prasetyawan
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (548.035 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.5.1.43-51
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengalaman informasi mahasiswa Undip yang tinggal di kawasan pesisir pada saat berinteraksi dengan arsip elektronik KeSEMaT. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan mewawancarai informan dan perekrutannya menggunakan teknik purposive sampling, hasilnya didapatkan 8 informan yang bersedia untuk diwawancarai. Analisis penelitian ini menggunakan thematic analysis. Hasilnya adalah pengalaman informasi mahasiswa Undip yang tinggal di kawasan pesisir sebagai sebagai pengguna sumber informasi dengan arsip elektronik berupa postingan media sosial. Dalam penelitian ini mereka menunjukan bahwa ada beberapa hal yang mereka perhatikan saat mahasiswa berinteraksi dengan sumber informasi dari KeSEMaT, hal tersebut adalah dari sisi mahasiswa memandang arsip elektronik sebagai sumber informasi, lalu penyajian informasi dan pendekatan kampanye, kampanye yang dimaksud merupakan kampanye tentang isu-isu mangrove. Adapun media sosial yang paling sering digunakan adalah Instagram dan sumber informasi yang menggunakan format video lebih disukai karena memberikan penjelasan yang komprehensif, kemudian mahasiswa menggunakan arsip elektronik sebagai pratinjau sehingga mereka mampu menyeleksi sesuai minat masing-masing, selain itu kampanye mangrove yang dilakukan dari media sosial berhasil mempengaruhi mahasiswa dari segi gaya hidup agar ramah lingkungan.
Pengelolaan Dokumen Digital Pendaftaran Pangan Olahan di Direktorat Registrasi Pangan Olahan Badan Pengawas Obat dan Makanan Jakarta
Renaldi Setiawan Nugroho;
Mecca Arfa
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (443.136 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.5.1.101-112
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan dokumen digital pendaftaran pangan olahan di Direktorat Registrasi Pangan Olahan Badan Pengawas Obat dan Makanan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan deksriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan teknik observasi dan wawancara semi terstruktur dengan menentukan informan atau narasumber menggunakan metode purposive sampling. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode analisis data menurut Miles dan Huberman. Temuan yang didapat di lapangan adalah pengelolaan dokumen digital meliputi proses penerimaan dokumen digital dari pendaftaran izin produk pangan melalui website, pencatatan informasi dokumen digital terkait nama dan tanggal penerimaan dokumen, pemberkasan dan penyimpanan dokumen berdasarkan nama perusahaan dan nomor pengajuan, pendistribusian dokumen digital ke pengguna yang memiliki hak akses, pemeliharaan dan pengamanan terhadap hardware dan software penunjang dokumen digital, disposisi permanen arsip, dan pengaturan paket informasi arsip. Kegiatan pengelolaan dokumen digital pendaftaran pangan olahan sebagian besar sudah sesuai dengan ISO 14589-1:2016 tentang pengelolaan dokumen dan ISO 14721 OAIS tentang pengelolaan arsip digital. Beberapa hal yang belum sesuai dengan kedua ISO tersebut adalah pada tahap penulisan metadata arsip, pemusnahan dokumen digital, dan minimnya kegiatan validasi keaslian dokumen digital
Penyelamatan Nilai Guna Informasi Melalui Preservasi Arsip Statis di Balai Pelestarian Cagar Budaya D.I. Yogyakarta
Widiastuti Widiastuti;
Ika Krismayani
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (325.345 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.5.1.113-123
Penelitian ini berjudul “Penyelamatan Nilai Guna Informasi Melalui Preservasi Arsip Statis di Balai Pelestarian Cagar Budaya D.I.Yogyakarta”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya penyelamatan nilai guna informasi melalui preservasi arsip statis yang dilakukan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya D.I.Yogyakarta.. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan preservasi arsip statis yang dilakukan di Balai Pelestarian Cagar Budaya D.I.Yogyakarta berperan dalam upaya penyelamatan nilai guna informasi yang terkandung di dalam arsip yang disimpan. Kegiatan preservasi arsip statis yang dilakukan dengan cara preventif dan kuratif menjadi salah satu upaya dalam penyelamatan nilai guna informasi yang terkandung di dalam arsip dikarenakan kegiatan preservasi tersebut merupakan serangkaian upaya dalam melakukan penjagaan fisik arsip yang berdampak pada terjaganya isi informasi arsip yang ada di dalamnya.