cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Berkala Bioteknologi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3, No. 1, April 2020" : 5 Documents clear
Isolasi Dan Karakterisasi Bakteri Asam Laktat Pada Pangan Fermentasi Mandai Siregar, Mangasa Tua Pandapotan; Kusdiyantini, Endang; Rukmi, Isworo
Berkala Bioteknologi Vol. 3, No. 1, April 2020
Publisher : Berkala Bioteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kalimantan Timur memiliki banyak produk olahan makanan tradisonal, salah satunya adalah mandai yang merupakan makanan fermentasi berbahan dasar kulit buah cempedak (Arthocarphus champeden). Bakteri asam laktat yang terlibat dalam fermentasi mandai sangat berpengaruh pada mutu produk akhir. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan isolasi dan karakterisasi bakteri asam laktat pada proses fermentasi mandai. Medium MRS Agar digunakan dalam proses isolasi bakteri selama 14 hari. Isolasi bakteri yang didapatkan selama proses fermentasi mandai adalah 17 isolat, dengan sembilan isolat bakteri Gram negatif dan delapan isolat bakteri Gram positif. Delapan isolat bakteri gram positif menunjukkan hasil positif terhadap beberapa karakterisasi morfologi dan biokimia. Karakterisasi biokimia meliputi, pembentukan asam dan produksi gas dari glukosa, uji motilitas, uji katalase, pertumbuhan di 160C dan 480C, hidrolisis pati, hidrolisis lemak, dan hidrolisis kasein serta uji pembentukan asam. Delapan isolat bakteri membuat mandai menjadi produk olahan pangan yang memiliki cita rasa asam.
Analisis Pigmen Karotenoid dan Uji Aktivitas Antibakteri Serta Karakterisasi Daerah Penanda ITS dari Nannochloropsis oculata Herida, Azalia Puspa; Kusumaningrum, Hermin Pancasakti; Kusdiyantini, Endang
Berkala Bioteknologi Vol. 3, No. 1, April 2020
Publisher : Berkala Bioteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nannochloropsis oculata merupakan mikroalga yang umum digunakan pada pakan tambahan budidaya hewan laut. Mikroalga N. oculata mampu menghasilkan pigmen karotenoid salah satunya β-karoten berfungsi sebagai antioksidan serta senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai agen antibakteri. Penamaan mikroalga N. oculata dari Gondol Bali hanya dilakukan berdasarkan pengamatan mikrobiologis, karakterisasi biokimia, dan ekofisiologis tetapi belum dianalisis hingga tingkat molekuler. Identifikasi molekuler mikroalga dapat dilakukan pada daerah penanda ITS (Internal Transcribed Spacer) hingga di tingkat spesies. Tujuan penelitian yaitu, menganalisis kandungan pigmen karotenoid berupa β-karoten, menguji kemampuan N. oculata sebagai agen antibakteri, serta karakterisasi molekuler N. oculata menggunakan daerah penanda ITS. Metode penelitian ini meliputi kultivasi mikroalga, analisis pigmen β-karoten, uji antibakteri kultur N. oculata, isolasi DNA menggunakan metode Doyle & Doyle, amplifikasi daerah ITS menggunakan primer ITS 4 dan ITS 5, sekuensing DNA hasil amplifikasi, analisis filogenetik melalui program BLAST, Clustal X, NJ Plot, dan MEGA 6. Hasil penelitian diketahui bahwa analisis pigmen β-karoten mengalami peningkatan kadar β-karoten selama masa kultur dan menurun pada fase stasioner. Kadar β-karoten tertinggi sebesar 0,08 µg/mL. Kultur N. oculata mampu menghambat pertumbuhan bakteri uji dengan kategori hambat sedang terhadap bakteri Gram negatif Eschericia coli dan Gram positif Staphylococcus aureus. Amplifikasi daerah penanda ITS menggunakan metode PCR menghasilkan sekuens sebesar 985 bp. Hasil BLAST menunjukkan N. oculata memiliki kemiripan sekuen sebesar 99,43% dengan N. oceanica. Penelitian ini disimpulkan bahwa N. oculata memiliki pigmen β-karoten yang dihasilkan selama masa pertumbuhan mikroalga. Kultur N. oculata yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri uji dengan semakin banyak volume yang diberikan daya hambat yang dihasilkan semakin besar. N. oculata berdasarkan pohon filogenetik berkerabat dekat dengan sekuen referensi N. oceanica strain IMP-BG-006.
Pertumbuhan dan Potensi Gamma-Aminobutyric Acid (GABA) Isolat Bakteri Asam Laktat Hasil Isolasi Pangan Fermentasi Berbasis Ikan Cakalang (INASUA) dari Maluku Putri, Adde Lolita Octavia; Kusdiyantini, Endang; Pujiyanto, Sri
Berkala Bioteknologi Vol. 3, No. 1, April 2020
Publisher : Berkala Bioteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

GABA merupakan asam amino non-protein yang didistribusikan secara luas pada tanaman, hewan dan mikroorganisme. GABA dapat meningkatkan konsentrasi plasma, hormon pertumbuhan dan sintesis protein di dalam otak. Beberapa studi telah menunjukkan bahwa BAL dapat mengurangi kondisi patologis akibat stres oksidatif, yang mengindikasikan bahwa BAL memiliki aktivitas antioksidan. Salah satu metabolit yang dihasilkan BAL adalah GABA. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kemampuan produksi Gamma–Aminobutyric Acid (GABA) dan pertumbuhan isolat INS-A2 dan INS- A4 hasil isolasi dari inasua . Pertumbuhan bakteri dilakukan selama 60 jam 370C. Produksi GABA dapat diketahui secara kualitatif dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) menggunakan lempeng KLT alumunium (Silica gel F254, Merck, Mumbai India). Inokulum BAL dibuat dengan 2 perlakuan yaitu dengan penambahan MSG 2% dan tanpa MSG dalam MRSB disentrifugasi pada kecepatan 6.000 rpm selama 20 menit pada suhu 4oC, supernatan dispotkan atau diteteskan pada lempeng KLT. KLT dilakukan menggunakan larutan pengembang (eluen) yang terdiri dari campuran n- butanol:asam asetat:akuades dengan perbandingan 5:3:2. Senyawa GABA yang dihasilkan oleh isolat BAL dapat dilihat dari nilai Retention factor (Rf) yang sama dengan standar GABA yang digunakan yaitu Rf isolat INS-A2 dan INS-A4 = 0,62, Rf MSG = 0,23 sedangkan standar GABA (Pregabalin) 0,62. Konsentrasi GABA tertinggi dimiliki oleh isolat INS-A2 sebesar 20,005 mg/ml.
Respons Fisiologi Tanaman Cabai Terhadap Infeksi Fusarium oxysporum pada Umur Tanaman Yang Berbeda Ulya, Himmatul; Darmanti, Sri; Ferniah, Rejeki Siti
Berkala Bioteknologi Vol. 3, No. 1, April 2020
Publisher : Berkala Bioteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai merah merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura yang dibudidayakan di Indonesia, salah satunya kultivar Lembang 1. Salah satu kendala dalam budidaya tanaman cabai merah adalah penyakit layu fusarium. Layu fusarium diakibatkan oleh infeksi fungi Fusarium oxysporum yang menyebabkan kerusakan struktur pembuluh xylem, sehingga mengganggu penyerapan air dan unsur hara. Tanaman akan mengalami defisiensi air dan unsur hara dan dapat menurunkan pertumbuhan tanaman cabai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji respons fisiologi tanaman cabai kultivar Lembang-1 yang diinfeksi F.oxysporum pada umur tanaman yang berbeda. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktorial 2x2. Faktor pertama adalah infeksi F.oxysporum. Faktor kedua adalah umur tanaman cabai saat infeksi, yaitu 35 dan 75 hari setelah tanam. Masing- masing perlakuan dengan 3 ulangan. Parameter yang diamati adalah panjang dan lebar porus stomata, kadar air relatif daun, kadar pigmen fotosintesis yang meliputi klorofil a, klorofil b, klorofil total, karotenoid, dan pertumbuhan relatif yang meliputi tinggi batang, panjang akar, dan bobot segar yang dianalisis dengan Analysis of Variance (Anova) dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf uji 5%, serta penghitungan jumlah daun setiap lima hari, luas daun setiap dua puluh hari, dan jumlah daun gugur setiap lima hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman cabai yang diuji dengan F.oxysporum pada umur 35 hari setelah tanam lebih responsif untuk beradaptasi terhadap infeksi fungi F.oxysporum. Respon fisiologinya berupa penyempitan lebar porus stomata sebesar 31,2%, penurunan kadar pigmen klorofil dan karotenoid sebesar 18%, penurunan tinggi batang 10,4% dan penurunan panjang akar 15,9%.
Uji Aktivitas Inhibisi α-Glukosidase Isolat Bakteri Endofit Tanaman Duwet (Syzygium cumini L. Skeels) Sebagai Sumber Alternatif Antidiabetes Fatin, Nuhaul; Pujiyanto, Sri; Raharjo, Budi
Berkala Bioteknologi Vol. 3, No. 1, April 2020
Publisher : Berkala Bioteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang menjadi permasalahan kesehatan cukup pelik di Indonesia. Inhibitor α-glukosidase dapat diperoleh dari tanaman duwet (Syzygium cumini L. Skeels ) yang telah digunakan sejak lama secara tradisional di Indonesia sebagai obat antidiabetes. Penelitian bakteri endofit yang memiliki senyawa aktif yang sama dengan tanaman inangnya bertujuan untuk mengetahui aktivitas inhibisinya terhadap enzim α-glukosidase. Sebanyak 14 isolat bakteri endofit duwet diuji kemampuan inhibitor pseudo-substrat p-nitrofenil-D-α-glukopiranosida. Hasil absorbansi diuji berdasarkan pemecahan substrat produk berwarna yang dianalisis dengan teknik spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan adanya aktivitas inhibitor α-glukosidase pada seluruh isolat. Aktivitas tertinggi dihasilkan oleh isolat A21 dan A22 sebesar 69,18% dan 69,22%, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber alternatif antidiabetes.

Page 1 of 1 | Total Record : 5