cover
Contact Name
Thomas Triadi Putranto
Contact Email
jgt@live.undip.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jgt@live.undip.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geosains dan Teknologi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 26156520     EISSN : 2620634X     DOI : -
Jurnal Geosains dan Teknologi (JGT) merupakan terbitan berkala yang diterbitkan oleh Departemen Teknik Geologi Universitas Diponegoro. JGT menyediakan ruang publikasi untuk karya ilmiah di bidang ilmu kebumian dan terapan teknologinya.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 3 (2023): November 2023" : 6 Documents clear
Perbandingan Kualitas InaCORS dan SuGAr untuk Studi Pemantauan Deformasi Kerak di Sumatera Alif, Satrio Muhammad; Siregar, Ribhan Nafiz; Siburian, Yesica Tumim; Anggara, Ongky
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 6, No 3 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.6.3.2023.145-154

Abstract

Pemantauan deformasi kerak di Sumatera merupakan hal penting dalam pemahaman aktivitas tektonik dan potensi gempa bumi di wilayah tersebut. Tingginya aktivitas tektonik di Pulau Sumatera dapat dikuantifikasi dengan pengamatan stasiun kontinu. Penelitian ini membandingkan kualitas dua jaringan pengamatan stasiun kontinu yang tersedia di Pulau Sumatera yaitu Sumatran GPS Array (SuGAr) dan Indonesia Continuously Operating Reference Stations (InaCORS). Data stasiun kontinu yang digunakan, diamati dari 2020 hingga 2022, dan digunakan untuk menganalisis perubahan posisi permukaan dan deformasi kerak secara kontinu. Hasil perbandingan kedua jenis stasiun kontinu menunjukkan bahwa stasiun SuGAR dan stasiun InaCORS memiliki ketelitian yang baik dengan orde milimeter. Pada hasil komponen horizontal dan komponen vertikal, nilai ketelitian stasiun SuGAR lebih baik dibandingkan stasiun InaCORS. Kedua data merupakan sumber data yang penting untuk pemantauan deformasi kerak sehingga penggunaan kedua stasiun ini secara kombinasi dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang pemantauan pergerakan deformasi kerak di Sumatera.
Analisis Lingkungan Pengendapan dan Karakteristik Material Organik Daerah Air Putih, Kota Samarinda, Indonesia Jamaluddin, Jamaluddin; Rahmawati, Diana; ., Maria
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 6, No 3 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.6.3.2023.203-214

Abstract

Penelitian tentang lingkungan pengendapan dan karakteristik material organik pada serpih dan batubara yang terdapat pada daerah Air Putih, Kota Samarinda sangat penting untuk dikaji sebagai indikator kemampuan suatu batuan sedimen untuk menghasilkan hidrokarbon. Daerah penelitian termasuk kedalam Formasi Balikpapan yang kaya bahan organik. Stratigrafi batuan sedimen yang dijumpai daerah penelitian merupakan asosiasi fasies prodelta shales yang prograding menjadi delta front mouth bar. Nilai TOC pada percontoh batuan yang terdapat pada daerah penelitian berkisar 0,62 % - 64,39 % yang terdiri atas batulanau, serpih, dan batubara. Material organik pada Daerah Air Putih sebagian besar terendapkan di lingkungan laut dan beberapa sampel terendapakan pada lingkungan air tawar dalam kondisi reduksi. Komposisi maseral batubara pada sampel SMC daerah Air Putih terdiri atas huminit 73%, liptinit 26% dan inertinit 1% sedangkan serpih terdiri atas vitrinit 55%, liptinit 43% dan inertinit 2%. Akumulasi material organik pada daerah Air Putih pada umumnya berasosiasi dengan serpih hitam dan batubara pada lingkungan delta plain umumnya berupa material organik asal darat.
Analisis Geokimia Hidrokarbon Dan Estimasi Perhitungan Volume Hidrokarbon Pada Batuan Induk Aktif, Cekungan Jawa Timur Utara Al Ghifari, Syahronidayi; Aribowo, Yoga; Setyawan, Reddy
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 6, No 3 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.6.3.2023.162-173

Abstract

Cekungan Jawa Timur Utara termasuk dalam cekungan yang berpotensi untuk dilakukannya kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui potensi batuan induk, jenis hidrokarbon, tingkat kematangan, lingkungan pengendapan, hubungan sedimentasi dengan penurunan dan kematangan serta mengetahui jumlah hidrokarbon tergenerasi dan terekspulsi. Metode yang digunakan pada penelitian ini berupa metode deskriptif analitis dengan menganalisis data geokimia penapisan, data biomarker, data peta isopach setiap formasi dan data petrofisika.Berdasarkan hasil analisis, Formasi Tawun, Formasi Tuban berpotensi menjadi batuan induk potensial sebagai batuan induk biogenik. Formasi Kujung dan Formasi Ngimbang berpotensi menjadi batuan induk efektif, menghasilkan hidrokarbon campuran minyak dan gas serta gas prone dengan tipe kerogen II/III dan III. Formasi yang telah memasuki jendela kematangan berada pada kedalaman lebih dari 2.200 m. Lingkungan pengendapan Formasi Ngimbang pada daerah fluvial-deltaik (lower delta plain). Lingkungan pengendapan Formasi Kujung pada daerah mixed shallow lacustrine dominated and open marine yaitu pada bagian delta plain. Estimasi volume hidrokarbon yang tergenerasi pada Formasi Ngimbang sebesar 14 BBOE (billion barrel oil of equivalent) dan Formasi Kujung sebesar 3,39 BBOE. Volume hidrokarbon ekspulsi pada Formasi Ngimbang sebesar 5,62 BBOE – 8,43 BBOE dan Formasi Kujung sebesar 1,36 BBOE – 2,04 BBOE.
Pengaruh Kemiringan Lereng Terhadap Ketebalan Endapan Nikel Laterit Daerah Tobimeita, Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara Hasria, Hasria; Resmin, Masrandi; Okto, Ali; Masri, Masri; Arisona, Arisona; Al Firman, Al Firman; Harisma, Harisma; Jaya, Rio Irham Mais Cendra; Septiana, Sara; Sawaludin, Sawaludin; Salihin, La Ode M. Iradat
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 6, No 3 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.6.3.2023.174-185

Abstract

Penelitian ini terletak di wilayah Tobimeita, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara yang secara litologi tersusun atas batuan ultramafik yang menjadi host endapan nikel laterit. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi ketebalan endapan nikel laterit berdasarkan kondisi morfologi pada daerah penelitian. Ketebalan endapan nikel laterit dilakukan dengan menggunakan analisis geokimia XRF (X- Ray Flourescence sedangkan kemiringan lereng menggunakan analisis morfometri dan morfografi. Hasilnya, bahwa morfologi pada daerah penelitian terdiri dari morfologi perbukitan dengan kemiringan lereng datar, agak landai, landai, agak curam dan curam. Wilayah pada kemiringan lereng agak landai dan landai menghasilkan ketebalan endapan laterit relatif tebal disebabkan oleh air yang berada di atas permukaan yang bergerak perlahan sehingga air akan mempunyai kesempatan melakukan penetrasi lebih dalam hingga ke bawah permukaan sehingga menyebabkan pelapukan menjadi intensif. Adapun pada kemiringan lereng agak curam dan curam memiliki ketebalan endapan laterit yang tipis. Ketebalan endapan nikel laterit pada lereng agak landai dan landai pada zona limonit dan saprolit yaitu 10 – 13 m dengan kadar Ni pada zona limonit sebesar 1,99% dan zona saprolit 2,13%. Adapun ketebalan endapan nikel laterit pada kemiringan lereng agak curam dan curam yakni 0 – 2 m dengan kandungan Ni pada zona limonit 1,01 % dan 1,46 % pada zona saprolit.
Perubahan Lingkungan Pengendapan Berdasarkan Asosiasi Fosil Moluska di Sungai Cilingga, Cekungan Bentarsari, Salem, Jawa Tengah Jayanti, Anita Galih Ringga; Djafar, Agustina
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 6, No 3 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.6.3.2023.155-161

Abstract

Daerah Bentarsari, Salem memiliki morfologi berupa tinggian dan lembah yang berbentuk seperti kawah/kaldera. Daerah tinggian tersusun oleh breksi vulkanik Formasi Kumbang sedangkan bagian cekungan/lembah tersusun oleh batuan sedimen Tersier–Kuarter.  Formasi batuan yang menyusun daerah cekungan adalah Formasi Kalibiuk dan Formasi Kaliglagah dengan kandungan fosil moluska sangat melimpah. Penelitian fosil moluska di daerah ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan catatan baru khususnya tentang fosil moluska berukuran makro. Pengambilan data dilakukan dengan pengamatan singkapan batuan di Sungai Cilingga. Sampel diambil pada lapisan batuan sedimen yang mengandung fosil moluska. Hasil identifikasi menunjukkan adanya sembilan spesies fosil moluska baik dalam kondisi cangkang yang utuh maupun berupa fragmen. Litologi di lokasi penelitian tersusun oleh perlapisan batupasir dan batulempung yang didominasi batupasir berukuran pasir sedang – halus. Empat asosiasi fosil moluska ditemukan dari lapisan batuan yang paling tua hingga muda, sebagai penentu lingkungan pengendapannya. Keempat asosiasi fosil moluska tersebut yaitu: asosiasi Nassarius, asosiasi Scapharca-Bicorbula, asosiasi Tarebia granifera, dan asosiasi Tarebia granifera. Berdasarkan asosiasi fosil moluskanya, diketahui perubahan lingkungan pengendapan dari lingkungan marin hingga lingkungan airtawar (freshwater). Hal tersebut mengindikasikan terjadinya pendangkalan (regresi) selama proses pengendapan di lokasi penelitian.
Aplikasi Tensor Fase Data Magnetotellurik untuk Pemodelan Panas Bumi The Geysers, California dan Dikorelasikan dengan Data Gaya Berat Irawati, Selvi Misnia; Paembonan, Andri Yadi; Fernanda, Leonardo
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 6, No 3 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.6.3.2023.186-202

Abstract

Lapangan panas bumi The Geysers terletak di antara dua sesar strike-slip yang tidak aktif, yaitu Sesar Mercuryville dan Collayomi berarah barat laut tenggara. Bagian barat laut The Geysers merupakan lokasi proyek Enhanced Geothermal System (EGS), karena pada area ini lokasi zona reservoir memiliki suhu yang tinggi mencapai 400 °C dengan kedalaman sekitar 2,6 km di bawah permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur dan kondisi bawah permukaan barat laut The Geysers menggunakan analisis tensor fase data magnetotellurik dan dikorelasikan dengan data gaya berat. Analisis tensor fase digunakan untuk mengetahui arah geoelectrical strike yang timbul akibat adanya ketidakhomogenan konduktivitas listrik secara lateral di Bumi dan memberikan informasi tentang kondisi bawah permukaan. Arah geoelectrical strike pada daerah penelitian diperoleh sekitar N145°E. Clay cap diidentifikasi memiliki nilai resistivitas <30 Ohm.m dengan kedalaman 0,2 km dan ketebalan 0,8 – 1 km, batupasir graywacke merupakan reservoir utama pada daerah penelitian memiliki nilai resistivitas 30 – 90 Ohm.m dengan kedalaman 1 km dan ketebalan 0,4 – 1,8 km, serta terdapat area yang lebih resistif dengan nilai resistivitas 90 – 300 Ohm.m pada kedalaman 1,5 – 2 km merupakan batuan metagraywacke. Peningkatan temperatur reservoir pada kedalaman 2,6 km diduga karena adanya peran dari batuan metagraywacke sebagai Hot Dry Rock Reservoir (HDR).

Page 1 of 1 | Total Record : 6