cover
Contact Name
Thomas Triadi Putranto
Contact Email
jgt@live.undip.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jgt@live.undip.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geosains dan Teknologi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 26156520     EISSN : 2620634X     DOI : -
Jurnal Geosains dan Teknologi (JGT) merupakan terbitan berkala yang diterbitkan oleh Departemen Teknik Geologi Universitas Diponegoro. JGT menyediakan ruang publikasi untuk karya ilmiah di bidang ilmu kebumian dan terapan teknologinya.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2024): April 2024" : 8 Documents clear
Analisis Metode Geolistrik 2D dan VLF-EM untuk Mendeteksi Jalur Air Panas Desa Jatimulyo, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan Putri, Uci Amelia; Paembonan, Andri Yadi; Antosia, Risky Martin; Irawati, Selvi Misna
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 7, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.7.1.2024.9-18

Abstract

Indonesia terletak pada pertemuan tiga Lempeng Tektonik yang merupakan zona rawan terjadinya letusan gunung api dan gempa tektonik sehingga banyak terdapat sumber daya panas bumi. Pada daerah penelitian Desa Jatimulyo terdapat manifestasi panas bumi berupa air panas, untuk itu perlu dilakukan survey geofisika berupa Metode Geolistrik 2D dan Metode Very Low Frequency Electromagnetic (VLF-EM) yang bertujuan untuk memodelkan litologi bawah permukaan dan mendeteksi patahan sebagai jalur keluar air panas. Metode Geolistrik 2D dilakukan dengan menginjeksi arus listrik ke bawah permukaan bumi sehingga beda potensial terukur dan didapatkan nilai resistivitas. Metode VLF-EM dapat mendeteksi arah dan posisi patahan dengan memanfaatkan frekuensi gelombang elektromagnetik yang rendah sehingga penetrasi kedalaman lebih dalam dibandingkan metode geolistrik 2D. Kedua metode dikorelasikan sehingga terdapat empat jenis litologi batuan pada daerah penelitian, nilai resistivitas 1Ωm – 22Ωm merupakan lempung tufan, nilai resistivitas 23Ωm – 80Ωm merupakan pasir tufan, nilai resistivitas 23Ωm – 310Ωm merupakan top soil dan nilai resistivitas 81Ωm – 688Ωm merupakan batuan beku. Pada hasil pemodelan terdapat patahan dengan arah baratlaut-tenggara dan timurlaut-baratdaya yang menjadi jalur keluarnya air panas kepermukaan.
Penetralan pH Air Asam Tambang Menggunakan Metode Pasif Open Limestone Channel dengan Penambahan Fly Ash, Zeolite, dan Pasir Silika Pada Pengujian Skala Laboratorium Ananda, Rizky; HAR, Rusli; Prabowo, Heri; Rahman, Harizona Aulia
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 7, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.7.1.2024.75-82

Abstract

Air Asam Tambang memiliki pH yang rendah dengan kandungan logam terlarut yang tinggi. Kondisi ini apabila tidak dilakukan pengelolaan akan memberikan dampak buruk bagi lingkungan, seperti turunnya kualitas air sungai sehingga mengganggu ekosistem sungai terutama. Untuk itu penelitian ini perlu dilakukan dengan berfokus pada upaya penetralan pH air asam tambang atau air tambang dengan memanfaatkan cara pengelolaan pasif yaitu saluran kapur terbuka batu kapur (Open Limestone Channel) dengan memodifikasi melalui penambahan beberapa bahan yang dianggap mampu menetralkan pH berdasarkan penelitian sebelumnya seperti pencampuran air asam tambang dengan fly ash, penambahan zeolit pada saluran open limestone channel, dan pemanfaatan pasir silika sebagai penyaring air sehingga dapat meningkatkan pH air yang ada. Nilai pH awal air asam tambang yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan pH 3,75, dan dari hasil pengujian yang dilakukan diperoleh nilai rata-rata pH akhir sebesar 6,59 dan efisiensi peningkatan pH dari pH awal pada setiap pengujiannya dengan rata-rata 76%.
Estimasi Slip Rate di Sesar Semangko menggunakan ALOS PALSAR 1 Anggara, Ongky; Alif, Satrio Muhammad; Simarmata, Jelita Rizki; Sitinjak, Elysabet
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 7, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.7.1.2024.1-8

Abstract

Provinsi Lampung merupakan salah satu pulau yang memiliki potensi bencana gempa bumi di masa mendatang dikarenakan berada dalam jalur sesar Sumatera yaitu Sesar Semangko.  Potensi gempa bumi di zona sesar Semangko dapat diestimasi dengan menghitung slip rate sesar Semangko. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi slip rate sesar Semangko menggunakan data Advanced Land Observing Satellite (ALOS) Phased Array L-band SAR (PALSAR 1) dengan rentang data 2007 hingga 2010. Data InSAR diestimasi menggunakan metode the small baseline subset (SBAS) InSAR time-series technique dengan menggunakan koreksi velocity dari stasiun GNSS. Hasil LOS velocity InSAR terkoreksi dengan velocity stasiun GNSS sebesar 2,97 mm/tahun sampai dengan 8,67 mm/tahun. Hasil estimasi slip rate sesar Semangko menggunakan ALOS PALSAR 1 sebesar 11,40 mm/tahun.
Integrasi Metode Gravity dan Metode Geomagnetik Menggunakan Dekonvolusi Euler untuk Delineasi Struktur pada Sistem Panas Bumi di Kawasan Candi Umbul-Telomoyo, Magelang, Jawa Tengah Hanatha, Fauzi Daffa; Hamid, Hanafiah
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 7, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.7.1.2024.19-28

Abstract

Penelitian berlokasi di daerah outflow Candi Umbul -Telomoyo yang memiliki sistem panas bumi yang ditandai dengan adanya manifestasi air panas. Pemetaan struktur bawah permukaan dilakukan dengan metode geomagnet dan gravity dengan menggunakan analisis euler deconvolution untuk memperjelas orientasi, kedalaman, dan lokasi struktur. Hasil yang diperoleh berdasarkan nilai gravity, zona manifestasi berada pada nilai anomali gravity rendah dengan nilai 3,3 mgal hingga 7,4 mgal dan terdapat zona anomali tinggi di sebelah selatan manifestasi dengan nilai 7,4 mgal hingga 13,4 mgal. Berdasarkan nilai geomagnet, terdapat nilai magnetik rendah pada daerah manifestasi dengan nilai -472,8 nT hingga -89,7 nT dan terdapat nilai tinggi pada bagian selatan dengan nilai -89,7 nT hingga 415,4 nT. Zona anomali rendah pada daerah manifestasi mata air panas diinterpretasikan sebagai zona hancuran akibat struktur dan telah teralterasi. Hasil euler deconvolution menunjukkan adanya sesar utama berarah barat-timur yang diinterpretasikan sebagai sesar pengontrol panas bumi di daerah penelitian. Perhitungan euler deconvolution pada anomali geomagnet didapatkan struktur sedalam ±156,8 m dan pada anomali gravity didapatkan struktur sedalam ±524,9 m.
Pemodelan 3D Kawasan Longsor Berdasarkan Data Geolistrik Konfigurasi Schlumberger di Kecamatan Ungaran Timur Widyaningrum, Erlina; Niyartama, Thaqibul Fikri; Wibowo, Nugroho Budi; Andi, Andi
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 7, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.7.1.2024.29-35

Abstract

Desa Kalongan merupakan daerah yang mengalami tanah longsor yang sangat ekstrim pada tahun 2022. Tanah longsor di desa ini terjadi di sekitar pemukiman warga sehingga sangat membahayakan apabila terjadinya longsor secara terus menerus. Salah satu faktor utama penyebab terjadinya tanah longsor yaitu bidang gelincir. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemodelan 3D dan menganalisis bidang gelincir berdasarkan pemodelan 3D kawasan longsor sebagai penyebab terjadinya tanah longsor di Desa Kalongan. Daerah penelitian terletak di Desa Kalongan Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang. Pengukuran geolistrik sebanyak 11 titik pengukuran dengan panjang lintasan bervariasi antara 120 m s.d. 300 m. Hasil pemodelan multilog 3D menunjukkan distribusi nilai dan susunan lapisan bawah permukaan berdasarkan nilai resistivitasnya. Hasil pemodelan stratigrafi menunjukkan tiga klasifikasi stratigrafi pada daerah penelitian yaitu batuan sedimen (material longsor) dengan nilai resistivitas 1,05 Ωm s.d. 659,16 Ωm, batuan sedimen (diduga sebagai bidang gelincir) dengan nilai resistivitas 0,31 Ωm s.d. 38,45 Ωm, dan batuan dasar dengan nilai resistivitas 469,96 Ωm s.d. 4.130,37 Ωm. Berdasarkan hasil pemodelan tersebut bidang gelincir berasal dari batuan sedimen dengan nilai resistivitas yang rendah yaitu 0,31 Ωm s.d. 38,45 Ωm yang diidentifikasikan sebagai batulempung dan dominan mengarah dari selatan menuju utara.
Analisis Perbandingan Transportasi Sedimen Menggunakan Metode Granulometri pada Sungai Damar Section Hulu dan Hilir Kabupaten Kendal Wicitra, Annisa Puspa; Taufiqi, Khoirul; Rianawati, Ranita Fitri; Jayanti, Anita Galih Ringga
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 7, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.7.1.2024.62-74

Abstract

Granulometri merupakan analisis untuk mengidentifikasi ukuran butiran dan hubungannya dengan proses sedimentasi. Penelitian ini dilakukan di aliran Sungai Damar, Kabupaten Kendal, dengan dua titik lokasi pengambilan sampel, yaitu di hulu (Kecamatan Sukorejo) dan hilir (Kecamatan Weleri). Keterdapatan endapan sedimen material vulkanik, material batuan karbonat pada Formasi Kerek, dan aluvial yang terdapat di sepanjang aliran Sungai Damar menjadi cukup menarik untuk mengetahui  proses transportasi sedimen berdasarkan ukuran butiran yang tertransportasi. Metode yang digunakan adalah analisis granulometri cara grafis, untuk mendapatkan nilai sortasi, Skewness, dan Kurtosis. Hasil penelitian menunjukkan aliran Sungai Damar melalui beberapa formasi, seperti Formasi Kaligetas, Formasi Kerek, Formasi Damar, dan Endapan Aluvium. Dari hasil perhitungan didapatkan nilai sortasi kedua sampel dengan sortasi sangat baik, nilai Skewness kedua sampel termasuk ke dalam strongly coarse skewed, sedangkan dari hasil Kurtosis pada bagian hulu termasuk platykurtic, sedangkan bagian hilir termasuk very leptokurtic. Dari hasil transportasi tersebut menunjukkan adanya faktor kontrol lain, seperti kondisi geologi, geomorfologi, dan hidrodinamika mempengaruhi proses transportasi sedimen di Sungai Damar. Formasi geologi pada bagian hulu tingkat erosi lebih tahan daripada bagian hilir. Geomorfologi mencakup bentuklahan struktural berbukit terjal di hulu dan landai di hilir. Hidrodinamika dengan pola aliran dendritik dan cabang sungai pendek yang mempengaruhi transportasi sedimen di wilayah tersebut. Pada bagian hulu, dominan traksi karena kemiringan lereng yang curam, sedangkan dominan saltasi di hilir karena kemiringan lereng yang lebih landai.
Analisis Pengaruh Perubahan Tutupan Lahan Terhadap Ancaman Bencana Longsor Dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus: Kabupaten Kebumen) Hanifudin, Faiz; Nugraha, Arief Laila; Firdaus, Hana Sugiastu
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 7, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.7.1.2024.36-46

Abstract

Bencana longsor merupakan bencana yang paling sering terjadi di Kabupaten Kebumen. Berdasarkan data BNPB tercatat pada tahun 2014 hingga 2023 terdapat 400 bencana, 193 diantaranya merupakan bencana tanah longsor. Pada penelitian ini dilakukan pemetaan ancaman bencana tanah longsor pada tahun 2016 dan 2022 serta dilakukan analisis terkait perubahan tutupan lahan yang paling mempengaruhi terhadap bencana longsor. Pembuatan peta ancaman mengacu pada Permen PU No.22/PRT/M/2007 dengan enam parameter yaitu kemiringan lereng, curah hujan, kedekatan sesar, jenis tanah, jenis batuan, dan tutupan lahan. Pembobotan parameter menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) serta analisis pengaruh perubahan tutupan lahan menggunakan metode Frequency ratio (FR). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa bencana longsor di Kabupaten Kebumen tahun 2016 dan 2022 tidak memiliki perubahan signifikan, untuk ancaman longsor didominasi oleh kelas rendah berkisar 73%, kelas sedang 24%, kelas 3%, dan yang terakhir kelas sangat tinggi 0%. Untuk analisis pengaruh perubahan terhadap ancaman longsor, perubahan tutupan lahan menjadi lahan kosong merupakan perubahan tutupan lahan yang mempunyai pengaruh paling besar terhadap ancaman bencana longsor. Sedangkan perubahan tutupan lahan menjadi hutan merupakan perubahan tutupan lahan yang paling kecil pengaruhnya terhadap ancaman tanah longsor, hal ini dibuktikan dengan nilai FR lebih dari 1 dan cenderung lebih besar dari tutupan lahan lainnya.
Analisis Kinematik Dan Karakterisasi Massa Batuan Menggunakan Metode Kuantifikasi Geological Strength Index (GSI) Pada Lereng Tambang Batubara PT. Mifa Bersaudara Wusqa, Urwatul; Rezky, Danu Mirza
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 7, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.7.1.2024.47-61

Abstract

Karakterisasi dilakukan untuk mempelajari dan mengelompokkan massa batuan berdasarkan keterdapatan struktur, pelapukan serta faktor lain yang dapat mempengaruhi kondisi massa batuan, Kondisi massa batuan terus berubah seiring berjalannya waktu dan pergerakan kemajuan penambangan. Oleh karena itu, Pembaruan data mengenai kekuatan massa batuan diperlukan sebagai adjusment parameter analsis kestabilan lereng guna memastikan rekomendasi geoteknik yang dikeluarkan sesuai dengan kondisi aktual di lapangan. Metode karakterisasi massa batuan yang digunakan adalah kuantifikasi GSI yang diperbarui oleh Sonmez dan Ulusay (1999), dengan menggunakan dua parameter yaitu struktur rating dan surface condition rating. Metode kuantifikasi GSI dipakai untuk mengurangi bias dari penentuan GSI secara kualitatif. Analisis kinematik dilakukan menggunakan proyeksi stereografis menggunakan software Dips untuk menentukan potensi longsoran apa yang mungkin terjadi sesuai hasil geotechnical mapping dilapangan. Dari sembilan lereng yang di mapping, teridentifikasi tiga jenis longsoran, yakni longsoran toppling, baji, dan bidang. Hasil pengelompokkan massa batuan terhadap sembilan lereng menunjukkan bahwa kelas massa batuan sebagian besar berada pada tingkat baik dan sedang. Hasil dari GSI akan digunakan sebagai parameter masukan kekuatan massa batuan pada saat analisis dengan output rekomendasi geometri lereng tambang sesuai dengan lokasi pengukuran. Penjelasan tentang pemilihan metode kuantifikasi GSI serta tahapan penentuan nilai GSI dan analisis kinematic dibahas lebih lanjut pada paper ini.

Page 1 of 1 | Total Record : 8