cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl Prof Soedarto, SH Kampus Tembalang, Semarang 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26210525     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2018): SAT edisi September" : 8 Documents clear
PENGGUNAAN EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana) SEBAGAI ANTIBAKTERI UNTUK MENGOBATI INFEKSI Aeromonas hydrophila PADA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Latifah Apriliana Maisyaroh; Titik Susilowati; Alfabetian Herjuno Condro Haditomo; Tristiana Yuniarti; Fajar Basuki
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 2, No 2 (2018): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v2i2.3021

Abstract

Ikan nila (O. niloticus) merupakan salah satu ikan air tawar ekonomis penting. Salah satu kendala utama dalam kegiatan budidaya adalah adanya penyakit, diantaranya Motile Aeromonas Septicema (MAS) yang disebabkan oleh Aeromonas hydrophila. Sekarang ini, penanganan penyakit lebih diutamakan menggunakan obat herbal. Ekstrak kulit buah manggis diduga mengandung senyawa antibakteri yang mungkin dapat digunakan untuk meningkatkan kelulushidupan ikan Nila. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perendaman ekstrak kulit buah manggis terhadap kelulushidupan ikan nila yang diinfeksi A. hydrophila. Sebanyak 120 ekor ikan Nila dengan panjang rata-rata 8,55±0,50 cm digunakan pada penelitian ini. Ikan diinfeksi bakteri A. hydrophila sebanyak 0,1 mL secara intramuscular dengan kepadatan 108 CFU/mL. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 pengulangan yaitu perlakuan A (0 mg/L, B (500 mg/L), C (600 mg/L) dan D (700 mg/L). Setelah munculnya gejala klinis, ikan dilakukan perlakuan perendaman dengan ekstrak kulit manggis selama 4 jam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perendaman ekstrak kulit buah manggis berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kelulushidupan ikan nila. Perlakuan terbaik ditunjukan pada perlakuan D (700 mg/L) dengan prosentasi kelulushidupan sebesar 76,67±15,28.
PERFORMA PERTUMBUHAN UDANG WINDU (Penaeus monodon) YANG DIBUDIDAYAKAN BERSAMA RUMPUT LAUT (Gracilaria sp.) DENGAN PADAT TEBAR YANG BERBEDA MENERAPKAN SISTEM INTEGRATED MULTI-TROPHIC AQUACULTURE (IMTA) Irma Azizah; Sri Rejeki; Restiana Wisnu Aryati
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 2, No 2 (2018): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v2i2.2725

Abstract

Tiger shrimp is a commodity pond that has high economic value compared to others. Tiger shrimp culture can be done by using a monoculture system, a polyculture system or an Integrated Multi-trophic Aquaculture (IMTA) system. IMTA system is one solution to reduce the environmental impact of cultivation activities because undigested feed and metabolism results in an accumulation of feces in the pond. This study aims to determine the effect of the addition of seaweed into the system on the growth and survival rate of tiger shrimp and also to determine the best density of seaweed in controlling the water quality. The research was conducted from September 2017 to November 2017 in Tambak Bulusan Village, Demak, Central Java. The material used is seaweed. Tiger shrimp used in size PL 30 measuring 2.0-2.9 cm. In length the stocking density is 80 individuals/m. The feed used is pellets given by using a fixed feeding rate of 5%. This research used an experimental method with complete randomized design with 5 treatments and 3 replications. The treatment of seaweed stocking used is 50 g, 100 g, 150 g, and 200 g. The results showed that different stocking of seaweed had significant effect on growth of weight, relative growth rate, survival rate of tiger shrimp. The best treatment of seaweed density is treatment  A1 (50 gram), treatment A1 can increase the value of tiger shrimp growth with absolute weight of 1.67 ± 0.05 gram; the relative growth rate of 36.36 ± 1.04 %; and the survival rate of 78.75 ± 1.25 %. While the best growth value of seaweed is at treatment A1 (50 gram) with weight growth value of 73,21 ± 4,26 gram, and daily growth rate of 2,15 ± 0,08 %/day. Seaweed can balance the quality of waters with the results of nitrate water quality of 0.02 mg / L - 0.08 mg / L, nitrites of 0.00 - 0.42 mg / l, and ammonia levels of 0.02 - 0.59 mg / l. The results are quite feasible for shrimp farming activities.Keywords: growth, Penaeus monodon, Gracilaria sp., IMTA    
PERFORMA PERTUMBUHAN UDANG WINDU (Penaeus monodon) YANG DIBUDIDAYAKAN BERSAMA KERANG HIJAU (Perna viridis) DENGAN SISTEM IMTA Chlara Evania; Sri Rejeki; Restiana Wisnu Aryati
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 2, No 2 (2018): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v2i2.2984

Abstract

ABSTRACT                             Integrated Multi-Tropic Aquaculture (IMTA) is a cultivation system in which organic waste from cultivation activities can be utilized by other biota in one container so as to reduce the environmental impact of cultivation activities. Organic waste can be utilized as the growth of phytoplankton which will be used other biota as natural food. This research is focused on the species of tiger shrimp (P. monodon) as the main cultivated commodity, while the green mussels (P. viridis) is one of the biota that can utilize the phytoplankton that flourish because of organic waste in the waters. The purpose of the study is to determine the effect of green mussel stock density on the growth and survival rate of tiger shrimp with IMTA system. The tiger shrimp used were stadia postlarvae (PL30) with size 0.11 - 0.14 gram /shrimp. The stocking density is 80 tiger shrimps per container with 1m2 container size. This study used a complete randomized design study (RAL) with 5 treatments and 3 replications. The stocking density of the green mussel being used as treatment are 0, 30, 45, 60, and 70 green mussels per container. The results showed that the average growth rate of tiger shrimp in treatment A (with stocking density of 0 green mussels) was 22,06±0,18%/day, treatment B (with stocking density of 30 green mussels) was 28.89±0.20%/day, treatment C (with stocking density of 45 green mussels) was 27.09±0.20%/day, treatment D (with stocking density of 60 green mussels) was 25.32±0.21%/day and treatment E (with stocking density of 75 green mussels) was 23.92±0.12%/day. The average value of tiger shrimp survival rate on B was 80.00%, A was 78.33%, C was 77.92%, D was 74.58% and E was 61.25%. The best green mussels stocking density for tiger shrimp growth and survival rate is with stocking density of 30 green mussels (treatment B). Keyword: Growth, Survival Rate, Green Mussel, Tiger Shrimp, IMTA
PENGARUH EUGENOL TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH DAN KELULUSHIDUPAN BENIH IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy, Lac.) SELAMA DAN SETELAH PERIODE TRANSPORTASI SISTEM TERTUTUP Arika Midihatama; Subandiyono Subandiyono; Alfabetian Herjuno Condro Haditomo
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 2, No 2 (2018): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v2i2.2705

Abstract

Masalah yang sering dihadapi dalam transportasi ikan gurami adalah rendahnya tingkat kelulushidupan.  Penambahan eugenol diharapkan mampu menekan laju metabolisme, sehingga kematian dapat diminimalkan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kadar glukosa darah dan kelulushidupan gurami selama proses transportasi sistem tertutup.  Metode penelitian ini adalah metode eksperimental rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan masing-masing perlakuan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan pada media transportasi dengan eugenol 0.000, 0.002, 0.004, dan 0.006 ml/L, masing-masing untuk perlakuan A, B, C, dan D.  Data yang diambil ada 2, yaitu periode transportasi dan pemeliharaan, yang dilakukan selama 10 hari.  Variabel yang diukur saat transportasi adalah kadar glukosa darah, dan kelulushidupan (SR). Variabel yang diukur saat pemeliharaan adalah SR.  Parameter kualitas air yang diamati adalah suhu, oksigen terlarut (DO), tingkat keasaman (pH), dan amonia (NH3).  Hasil penelitian dianalisis dengan  ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan masing-masing dengan selang kepercayaan 95%.  Berdasarkan hasil penelitian tersebut, konsentrasi maksimal eugenol yang dapat digunakan untuk transportasi adalah 0,002 ml/L.
PENGARUH KEPADATAN YANG BERBEDA TERHADAP EFISIENSI PEMANFAATAN PAKAN, PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN IKAN TAWES (Puntius javanicus) PADA SISTEM RESIRKULASI Kesuma Putri Utami; Sri Hastuti; Ristiawan Agung Nugroho
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 2, No 2 (2018): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v2i2.3140

Abstract

Produksi ikan tawes mengalami peningkatan setiap tahunnya total produksi tahun 2015 yaitu 14,048 ton dan tahun 2016 sebesar 44,210 ton. Peningkatkan produksi dapat dilakukan dengan meningkatkan padat tebar. Padat penebaran merupakan satu diantara aspek budidaya yang perlu diketahui karena menentukan laju pertumbuhan, rasio konversi pakan dan kelangsungan. Pemanfaatan sistem resirkulasi pada budidaya intensif menjadi penting untuk menjaga kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepadatan yang terbaik terhadap efisiensi pemanfaatan pakan, pertumbuhan dan kelulushidupan ikan tawes. Penelitian dilaksanakan di Balai Benih Ikan Kebowan, Semarang pada bulan April-Mei 2018. Ikan uji yang digunakan adalah ikan tawes dengan panjang rata-rata 3,08±0,13 cm dan bobot rata-rata 1,65±0,22 g/ekor. Pakan yang digunakan adalah pakan komersil dengan kandungan protein 39 – 40 %. Pemberian pakan dilakukan pada pukul 07.00, 12.00 dan 17.00 WIB secara at satiation. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan A (27 ekor/ 100 l), perlakuan B (54 ekor/ 100 l), perlakuan C (81 ekor/ 100 l) dan perlakuan D (108 ekor/ 100 l). Hasil penelitian menunjukkan bahwa padat tebar yang berbeda memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi pakan individu, SGR, pertumbuhan panjang relatif, SGR dan SR dan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap FCR. Perlakuan terbaik dalam penelitian ini adalah A dengan nilai TKP 10,37±0,46 g/ind, FCR 1,77±0,04 %, Pertumbuhan Panjang Relatif 1,48±0,02 %/hari, SGR 9,08±0,57 %/hari, SGR 3,74±0,12 %/hari, SR 93,83±2,14 % dan Glukosa Darah 67,33±3,06 mg/dl. Kualitas air selama pemeliharaan masih dalam kisaran yang layak untuk budidaya ikan tawes. Peningkatan padat tebar dapat menurunkan pertumbuhan ikan tawes dan kadar glukosa darah ikan meningkat.
PENGARUH PROBIOTIK DALAM PAKAN TERHADAP PERFORMA DARAH, KELULUSHIDUPAN, DAN PERTUMBUHAN IKAN TAWES (Puntius javanicus) Dara Ayu Shabrina; Sri Hastuti; Subandiyono Subandiyono
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 2, No 2 (2018): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v2i2.2886

Abstract

Ikan tawes (Puntius javanicus) merupakan salah satu jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi tetapi mempunyai kendala dalam proses budidaya misalnya pemanfaatan pakan yang belum optimal.  Probiotik mengandung jenis bakteri menguntungkan yang mampu meningkatkan efisiensi pemanfaatan pakan dan pertumbuhan ikan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan probiotik pada pakan terhadap performa darah, kelulushidupan dan pertumbuhan pada ikan tawes (P. javanicus).  Kegiatan penelitian dilaksanakan pada bulan Juli hingga bulan September 2017, di Mijen, Semarang.  Penelitian ini menggunakan metode experimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) 4 perlakuan dan masing-masing terdiri dari 3 ulangan.  Perlakuan yang diujikan adalah penambahan probiotik dalam pakan dengan perlakuan A (tanpa probiotik), B (7 mg/kg), C (14 mg/kg) dan D (21 mg/kg).  Rata-rata berat ikan tawes (P. javanicus) 4,51±0,06 g dan panjang 5,60±0,06 cm.  Pemberian pakan secara at satiation dengan frekuensi tiga kali sehari.  Ikan uji dipelihara dengan padat tebar 20 ekor dalam satu wadah.  Wadah pemeliharaan  menggunakan ember bervolume 20 L dengan lama pemeliharaan 42 hari.  Pakan yang digunakan adalah pakan komersil berupa (pellet) mengandung protein 30%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan probiotik dalam pakan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap TKP, EPP, PER, RGR dan SR, namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap glukosa, leukosit, hematokrit dan eritrosit.  Perlakuan terbaik dalam penelitian ini adalah perlakuan D dengan nilai TKP 139,09±8,86 g; EPP 88,54±4,14%; PER 2,85±0,13%; RGR 3,25±0,17%/hari; dan SR 93,33±2,89%, untuk hasil glukosa, leukosit, dan eritrosit dalam keadaan normal pada setiap perlakuan dengan nilai rata-rata berturut 47,00-72,67 mg/dl; 24,67-114,27 sel/mm3; dan 2,10-1,97 106/µL, tetapi untuk nilai hematokrit dalam keadaan dibawah normal yaitu 13,67-17,00 %.
PERFORMA KEMATANGAN GONAD, FEKUNDITAS, DAN DERAJAT PENETASAN MELALUI STRATEGI PEMBERIAN PAKAN ALAMI YANG BERBEDA PADA CALON INDUK LOBSTER AIR TAWAR (Cherax quadricarinatus) Visakha Sidharta; Pinandoyo Pinandoyo; Ristiawan Agung Nugroho
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 2, No 2 (2018): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v2i2.3150

Abstract

Induk lobster air tawar (Cherax quadricarinatus) yang berkualitas adalah induk yang memiliki fekunditas tinggi, bisa bertelur beberapa kali, serta menghasilkan benih yang ukurannya besar dan sehat. Pemberian kombinasi pakan yang lengkap dapat mempercepat kematangan gonad serta meningkatkan nilai fekunditas dan derajat penetasan (hatching rate) lobster air tawar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh dan komposisi terbaik pakan alami tauge, cacing sutra, dan ubi jalar putih terhadap kematangan gonad, fekunditas, dan derajat penetasan pada induk lobster air tawar. Pemilihan tauge, cacing sutra, dan ubi jalar putih dikarenakan ketiga bahan tersebut memiliki kualitas nutrisi yang tinggi, murah serta mudah didapat. Hewan uji yang digunakan adalah lobster air tawar dengan umur 6 bulan dan ukuran 35 – 45 gram. Sistem yang digunakan adalah sistem resirkulasi dan wadah sebanyak 15 buah dengan padat tebar 1 ekor pada tiap masing – masing wadah. Pemberian pakan diberikan sebanyak 3% dari biomassa lobster air tawar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini, yaitu perlakuan A (50% tauge, 0% cacing sutra, dan 50% ubi jalar putih), perlakuan B (50% tauge, 25% cacing sutra, dan 25% ubi jalar putih), perlakuan C (25% tauge, 50% cacing sutra, dan 25% ubi jalar putih), perlakuan D (25% tauge, 25% cacing sutra, dan 50% ubi jalar putih), dan perlakuan E (0% tauge, 50% cacing sutra, dan 50% ubi jalar putih). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian komposisi pakan memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap fekunditas dan derajat penetasan (hatching rate). Hasil perlakuan terbaik yaitu pada perlakuan C (25% tauge, 50% cacing sutra, dan 25% ubi jalar putih) dengan nilai fekunditas sebesar 330,67±18,15 butir dan nilai derajat penetasan sebesar 93,52±0,35%.
PERFORMA PERTUMBUHAN HARPATICOIDA Tigriopus sp. DALAM KONDISI KULTUR SEMI MASSAL DENGAN DIET MIKROALGA YANG BERBEDA Suminto Suminto; Diana Chilmawati
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 2, No 2 (2018): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v2i2.3080

Abstract

Tigriopus sp. is a copepod included harpacticoid ordo which is a live food organism for marine fish and shrimp larvae. The lack of information about the appropriate microalgae diet is an obstacle in the semi-mass culture of Tigriopus sp. The purpose of this study was to determine the effect of different microalgae diets and the type of microalgae diet which provides the best growth performance of Tigriopus sp. in semi-mass culture conditions. The experimental design used was a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 4 repetitions namely Tigriopus sp. with a microalgae diet; A. Chlorella vulgaris; B. Tetraselmis chuii; C. Chaetoceros calcitrans; and D. Isochrysis galbana. The results showed that giving C. calcitrans microalgae diet has significant effect (p<0.05) and provides growth performance of Tigriopus sp. Best total density reached 9,75±0,50 inds.mL-1; specific growth rate of the population was 0,114±0,003 inds.day-1 and egg production was 9.26 ± 0.09 eggs.ind.-1 Keywords: Tigriopus sp., growth performance, semi-mass culture, microalgae diet

Page 1 of 1 | Total Record : 8