cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
METANA
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2016): Desember 2016" : 5 Documents clear
Proses Pembuatan Etanol Dari Gula Menggunakan Saccharomyces Cerevisiae Amobil Widyanti, Emmanuela M; Moehadi, Bintang Iwhan
METANA Vol 12, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1058.84 KB) | DOI: 10.14710/metana.v12i2.9751

Abstract

Abstrak Etanol merupakan bahan kimia yang mempunyai kegunaan sangat luas, didapatkan secara fermentasi menggunakan substrat bahan mengandung gula, bio-katalis dari khamir Saccharomyces cerevisiae yang diamobilisasi. Saat ini  fermentasi lebih banyak menggunakan bio-katalis dari khamir sebagai sel bebas dan proses secara batch, penggunan sel amobil dengan proses kontinyu belum banyak dilakukan. Penelitian dilakukan menggunakan substrat sukrosa, glukosa dan gula cair, bio-katalis dari khamir Saccharomyces cerevisiae yang diamobilisasi, dilakukan dalam reaktor kolom. Sel amobil didapatkan dengan melakukan pencampuran Saccharomyces cereviseae sebagai inokulum pada kurva pertumbuhan logaritmik 18 jam dicampur Na Alginat 8 % dalam larutan CaCl2 2 %. Proses fermentasi dilakukan menggunakan reaktor kolom pada laju alir substrat 6 mL/menit dan waktu tinggal 41,03 menit dengan sistem kontinyu. Hasil dianalisa setiap 30 menit, dari menit ke-0 sampai 240,  didapatkan hasil sebagai berikut, sukrosa mengalami penurunan 8,64–7,88 % dan pembentukan etanol 0–3,11 %, sedangkan penurunan glukosa 8,45–7,08% dan kenaikan etanol 0–4,46 %, gula cair terjadi penurunan 8,45–6,94 % dan kenaikan etanol   0–4,46 %, pengujian dilakukan menggunakan brixmeter dan etanol sensor.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan penurunan substrat tidak terlalu significant, sedangkan pembentukan etanol pada substrat glukosa dan gula cair tidak banyak perbedaan , karena gula cair yang digunakan mempunyai kemurnian tinggi. Dari penelitian tersebut didapatkan bahwa Saccharomyces cerevisieae amobil dapat digunakan sebagai bio – katalis dalam pembentukan etanol, hasil yang didapatkan lebih murni dan bio –katalis dapat digunakan lebih dari satu kali.   Production Etanol From Sugar With Saccharomyces Cerevisiae Immobilized Etanol is very useful chemical material. Made by Saccharomyces cerevisiae immobilized. The most method of etanol fermentation is Saccharomyces cerevisiae by batch fermentation processes. Another method called immobilized is not familiar. This research was done in column-reactor using substrat sucrose, glucose and liquid sugar. Immobilized cell is produced by mixed Saccharomyces cerevisiae at logaritmic growth curve 18 hour with Na Alginat 18 % and liquid CaCl2 2 %. Flow rate of substrat 6 mL/minutes and residence time 41.03 minutes in continuous system. The result of product analyzed every 30 minutes (0–240 minutes) : sucrose decreasing 8.64–7.88 %, etanol produced 0–3.11 %, glucose decreasing 8.45–7.08 %, etanol produced 0–4.46 %, liquid sugar 8.45–6.94 %, etanol increasing 0–4.46 %, measured by brixmeter and etanol sensor. The result of the research : differences of substrat decreasing is not significant, etanol product from glucose and liquid sugar not significant because the purity of liquid sugar is high. The conclusion of the research is Saccharomyces cerevisiae immobilized can be use as bio-catalyst in etanol production, the product is have good purity and bio-catalyst can be used more than once.  
Pengolahan Ubi Jalar ( Ipomoea batatas L) Dengan Sistem Kering Untuk Meningkatkan Komoditas Pangan Lokal Kusumayanti, Heny; Ahmad, Laila Faizah; Setiawati, FS Nugraheni; Ginting, Sofiani Br
METANA Vol 12, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1051.616 KB) | DOI: 10.14710/metana.v12i2.11044

Abstract

Indonesia merupakan negara yang mempunyai banyak tanaman, diantaranya tanaman ubi jalar (Ipomoea batatas L). Apabila panen tiba harga ubi jalar segar menjadi turun dan umur simpan ubi jalar segar tidak bisa bertahan lama. Masyarakat Indonesia biasa mengkonsumsi ubi jalar antara lain dengan cara direbus, digoreng atau dibuat kolak ubi jalar. Umur simpan dari ubi jalar segar tidak bertahan lama, untuk itu diperlukan cara menanggulangi supaya umur simpan menjadi lebih panjang maka dilakukan pengolahan pangan ubi jalar menjadi tepung ubi jalar. Selain dapat memperpanjang umur simpan ubi jalar, apabila tepung ubi jalar dijual juga bisa menambah pendapatan masyarakat. Pengolahan ubi jalar selain dibuat menjadi tepung ubi jalar, ubi jalar bisa juga dibuat menjadi keripik ubi jalar. Selain bisa dikonsumsi sendiri, masyarakat juga bisa menjual keripik ubi jalar sehingga bisa menambah pendapatannya masyarakat. Sweet Potato Processing (Ipomoea Batatas L) With Dry Systems To Improve Local Food Commodities Indonesia is a country that has a lot of plants, including sweet potato (Ipomoea batatas L). If the harvest price of fresh sweet potatoes to be down and the shelf life of fresh sweet potatoes can’t last long. Indonesian society used to eat sweet potatoes, among others with boiled, fried or made sweet potato compote. The shelf life of fresh sweet potatoes did not last long, it needed a way to overcome that shelf life becomes longer then made the food processing sweet potato yams into flour. Besides being able to extend the shelf life of sweet potato, sweet potato flour if the sale also can increase people's income. Sweet potato processing in addition to be made into sweet potato starch, sweet potato can also be made into sweet potato chips. In addition to their own consumption, the public can also sell sweet potato chips so they can add the public revenue.
Perancangan Pengering Berinsulasi Dengan Aplikasi Pengeringan Ikan Tengiri Wahyuningsih Wahyuningsih; Isti Pudjihastuti
METANA Vol 12, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1166.899 KB) | DOI: 10.14710/metana.v12i2.9750

Abstract

Prinsip Dasar Rancang Bangun Alat Pengering, peubah-peubah yang harus diperhatikan antara lain Sifat – sifat bahan yang akan dikeringkan,karakteristik pengeringan dari bahan, aliran panas, kualitas produk, fasilitas sekeliling,kapasitas alat,Dari faktor – faktor tersebut diharapkan untuk mendapatkan alat pengering dengan kinerja yang berdayaguna dan berhasil guna. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang dan membangun alat pengering ikan berinsulasi untuk memperbaiki proses pengeringan ikan tradisional,meningkatkan nilai gizi, hygiene dan keamanan pangan dan mengaplikasikan alat pengering pada pengeringan ikan teri (Stolephorus heterolobua), serta mengetahui kwantitas asam lemak omega-3. Alat  pengering hasil rancang bangun, ukuran 1 m x 1,2m x1,75 m, ukuran kolektor 1,2 m x 0,6 m, dapat dimanfaatkan untuk mengeringkan ikan teri (Stolephorus heterolobua) secara higienis dan mempertahankan kualitas produk Lama pengeringan  72 jam memberikan hasil ikan kering yang memenuhi standar kadar air , untuk pemanas surya kadar air 2,45 %, untuk pemanas buatan kadar air 2,65% Produk yang disukai adalah pengeringan dengan kadar garam 6% Pada produk yang dapat diterima memberikan nilai EPA 0,5972 gr/100 gr,  dan DHA 0,4032 gr/100 gr, nilai TBA  1,21 mgr/kg, TVB : 7,04mgr    N/100gr,TMA : 5,11 % mgr N. Design of Insulated Dryers Application for Tengiri Fish Dryer  Basic Principles of Design Tools dryer, variables that must be considered among other properties - properties of the material to be dried, the characteristic drying of the material, heat flow, quality of products, the facilities around, the capacity of the tool, From factors - these factors are expected to get drier the performance of a very powerful and effective. The aim of this study was to design and build insulated fish dryers to improve the traditional fish drying process, enhance nutritional value, food safety and hygiene and to apply drier at drying anchovy (Stolephorus heterolobua), as well as to know the quantity of omega-3 fatty acids. Drier the result of design, size 1m x 1.2m x1,75 m, collector size of 1.2 mx 0.6 m, can be used for drying fish (Stolephorus heterolobua) hygienically and maintain the quality of products Lama drying 72 hours results dried fish that meets dtandar water content, for solar heating water content of 2.45%, for artificial heating water content of 2.65% preferred product is dried with saline 6% On acceptable products value EPA 0.5972 gr / 100 g and 0.4032 g DHA / 100 g, the value of TBA 1.21 mgr / kg, TVB: 7,04mgr N / 100gr, TMA: 5.11% N mgr 
Penerapan Alat Pencetak Kue “Unthuk Yuyu” Secara Kontinyu untuk Meningkatkan Kapasitas Produksi Handayani, Dwi; Ardiayasari, Anindya; Vendamawan, Rico
METANA Vol 12, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1143.202 KB) | DOI: 10.14710/metana.v12i2.17658

Abstract

Industri kue kering merupakan industri makanan yang memanfaatkan tepung terigu sebagai bahan baku utama dalam proses produksinya. Produk kue kering biasanya disajikan dalam bentuk yang spesifik sebagai ciri jenis makanan yang bersangkutan, maupun untuk mendapatkan estetika yang menarik dengan bentuk yang kreatif dan berkembang. Banyak sekali makanan khas Indonesia dengan bahan baku yang sama dan proses pengolahan yang sama, namun dengan bentuk produk yang yang berbeda akan mendapatkan ketertarikan konsumen yang berbeda. Dalam skala industri untuk memproduksi makanan dalam bentuk tertentu biasanya berlomba untuk menghasilkan bentuk-bentuk yang menarik, dengan proses pembentukan menggunakan pencetakan. UMKM ” Dua Bintang” memproduksi berbagai kue kering dan makanan ringan, namun produk terbanyaknya adalah kue ”unthuk yuyu”. Selama ini dalam proses produksi masih menggunakan alat pencetak yang bekerja secara manual sehingga banyak memerlukan tenaga kerja dan kapasitas produksinya sangat terbatas. Pada saat permintaan meningkat cukup tinggi, sering tidak bisa terpenuhi karena keterbatasan tenaga kerja. Oleh karenanya untuk peningkatan kuantitas produksi perlu adanya sentuhan teknologi untuk dapat mencetak kue tersebut secara mekanik yang bekerja kontinyu. Adanya penerapan Alat Pencetak Kue yang bekerja secara kontinyu tersebut, kapasitas produksi kue unthuk yuyu di UMKM ”Dua Bintang” mengalami peningkatan kapasitas produksi dari 35 kg/hari menjadi 75 kg/hari dan  menghemat jumlah tenaga kerja dari 20 orang menjadi 8 orang. Dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan Alat Pencetak Mekanik yang kontinyu, kapasitas produksi dapat meningkat lebih dari 100% dan biaya produksi akan menurun karena jumlah tenaga kerja yangdibutuhkan juga berkurang.
Pengaruh Kondisi Operasi Ekstraksi Reaktif Gelombang Mikro Untuk Produksi Biodisel Dari Biji Kemiri Sunan Secara In Situ Yulianto, Mohamad Endy; Firyanto, Rudi; Mulyaningsih, M.F. Sri; Handayani, Sri Utami; Amalia, Rizka
METANA Vol 12, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1123.31 KB) | DOI: 10.14710/metana.v12i2.9749

Abstract

Krisis energi berbasis bahan bakar fosil  telah menjadi masalah global karena ketersediaannya sangat terbatas. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mencari bahan bakar alternatif yang memiliki sifat dapat diperbaharui dan ramah lingkungan, diantaranya dengan penggunaan biofuel biodisel. Tujuan riset adalah mempelajari pengaruh variable proses ekstraksi reaktif gelombang mikro untuk produksi biodisel dari biji kemiri sunan. Kebaruan dan inovasi utama dari skema proses yang dikembangkan adalah pengambilan minyak kemiri sunan dan reaksi transesterifikasi terjadi pada satu tahap. Pengukuran data dilakukan di Laboratorium Bioenergi Teknik Kimia Sekolah Vokasi UNDIP dan Laboratorium Teknik Separasi Teknik Kimia UNTAG dan selama 4 bulan. Kegiatan yang dilaksanakan antara lain: (i) desain dan pabrikasi alat ekstraktor reaktif gelombang mikro kapasitas 5 liter/hari, dan (ii) studi pengaruh variabel proses ekstraksi reaktif untuk produksi biodisel. Variabel proses dalam ekstraksi dan metanolisis minyak kemiri sunan sebagai upaya dalam meningkatkan produktifitas dibagi menjadi dua, yaitu: variabel tetap dan variabel berubah. Penelitian telah dilaksanakan dengan berat biji kemiri sunan sebesar 250 gr dan dan dihaluskan. Variabel berubah menggunakan parameter suhu ekstraksi reaktif 50, 55, 60, dan 65 oC, dan perbandingan umpan metanol:biji kemiri sunan pada rasio 5:1, 4:1, 3:1, dan 2:1. Hasil kajian menunjukkan bahwa alat ekstraktor reaktif gelombang mikro untuk produksi biodisel dari biji kemeri sunan telah dipabrikasi secara baik. Semakin besar rasio metanol-biji kemiri sunan, konversi minyak kemiri sunan menjadi metil ester semakin meningkat. Peningkatan  perolehan metil ester juga juga semakin besar seiring meningkatnya temperatur operasi ekstraksi reaktif. Effect of Micro-Reactive Reactive Extraction Operation Condition For Biodisel Production Of Sunan Kemiri Seed In SituThe energy crisis based on fossil fuel has become a global problem because of its limited availability. Various attempts have been done to find another alternative fuels which have renewable characteristic and environmentally friendly, by using biofuel biodiesel. The aim of this research is to study the effect of process variable microwave reactive extraction to produce biodiesel from the “Sunan” seeds of candlenut. The main novelty and innovation of the developed process was extraction of Sunan candlenut oil and transesterification reaction occurs at one stage. Measurement was carried out in the Bioenergy Laboratory of Chemical Engineering Vocational School UNDIP and Separation Engineering Laboratory of Chemical Engineering UNTAG for 4 months. Activities carried out include: (i) designing and manufacturing reactive extractor microwave with capacity 5 liters / day, and (ii) study of the effect of reactive extraction process variable for biodiesel production. Process variables of extraction and methanolyisis from Sunan candlenut oil as an effort to increase productivity were divided into two types: independent  and dependent variable. Research has been conducted by grinding Sunan seed weight of 250 grams. Variable changed using parameter of reactive extraction temperature 50, 55, 60, and 65 ° C, and the ratio of methanol feed: Sunan seeds at  5: 1, 4: 1, 3: 1 and 2: 1. The results show that the reactive extractor microwaves produce biodiesel from the Sunan seeds has been fabricated as well. The greater the ratio of methanol- Sunan seed, the bigger of Sunan oil conversion to methyl ester. Increasing methyl ester also getting bigger with increasing operating temperature of reactive extraction.

Page 1 of 1 | Total Record : 5