cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Transformative
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 25810308     EISSN : 25483323     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Transformative is published by the Department of Government Study, the Faculty of Social and Political Science, Universitas Brawijaya. There are three main issues focused on Local Government, Government Innovation, and Government Institution. The purpose is to spread critical and original analysis from researchers and academic practitioners on various social, political and government issues both local and foreign. The writing is published after undergoing a peer-review process by providing an exclusive analysis on social, political and government issues from various perspectives. Jurnal Transformative provides high-quality studies outcomes and new thoughts for academic practitioners, researchers, and the public to break down the complexity and dynamics of contemporary socio-political changes. Published twice a year, in March and September. Jurnal Transformative invites researcher, academician, practitioners, and publics to submit their critical writings and to contribute to the development of social and political sciences.
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 2 (2025): Desember" : 4 Documents clear
Bayang-Bayang yang Memisah: Fragmentasi Kader dan Kuasa Personal di PDI Perjuangan Bali Mayan, Adinda Paramitha; Erawan, I Ketut Putra; Pramana, Gede Indra
Jurnal Transformative Vol. 11 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Social and Political Science Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.transformative.2025.011.02.1

Abstract

Artikel ini membahas tentang proses modularisasi PDI Perjuangan Bali dan dampaknya terhadap mobilitas kader menjelang Pilkada 2024. Modularisasi dipahami sebagai pergeseran fungsi partai dari rumah ideologi menjadi wadah pragmatis yang mengandalkan kekuatan personal kader untuk mempertahankan basis elektoral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah proses modularisasi mempengaruhi berpindahnya kader PDI Perjuangan Bali ke partai lain serta bagaimana perpindahan tersebut mempengaruhi distribusi suara. Teori yang digunakan sebagai pisau analisis adalah teori modular parties dari Novaes (2015) dan kerangka logic of constituency representation dari Kitschelt (1988). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap tiga kader yaitu: Putu Agus Suradnyana, I Nyoman Mulyadi, dan I Putu Alit Yandinata. Terdapat dua temuan penting dalam penelitian ini: 1) Perpindahan kader dari PDI Perjuangan merupakan hasil kalkulasi rasional akibat ketergantungan partai pada modal politik personal kader, sehingga basis dukungan dapat dipindahkan ke kendaraan politik baru. 2)Modul dukungan yang dimiliki masing-masing kader mampu menggerakkan suara signifikan, namun belum cukup untuk mengalahkan mesin partai dominan, sehingga PDI Perjuangan tetap mempertahankan dominasinya di Bali. Secara ilmiah, penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat pemahaman mengenai dinamika kelembagaan partai politik di tingkat lokal, khususnya tentang proses modularisasi yang  mempengaruhi  relasi antara partai dan kader dalam konteks politik elektoral daerah.
Analisis Pengaruh Demokrasi terhadap Pertumbuhan Ekonomi Regional di Indonesia Tahun 2015-2023 Abdilah, Refki; Riyanto
Jurnal Transformative: Ilmu Pemerintahan Vol. 11 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Social and Political Science Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.transformative.2025.011.02.3

Abstract

Demokrasi merupakan salah satu indikator non-ekonomi yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Hasil pengukuran dari Freedom House dan Economist Intelligence Unit pada tahun 2015-2019 menunjukkan bahwa indeks demokrasi di Indonesia cenderung mengalami penurunan. Freedom House mencatat indeks demokrasi Indonesia menurun dari 66 menjadi 61 poin sedangkan Data Economist Intelligence Unit menunjukkan penurunan dari 7,03 menjadi 6,48 poin. Di sisi yang lain, data pertumbuhan ekonomi wilayah di Indonesia secara rata-rata dalam beberapa tahun terakhir melambat yaitu pada tahun 2015 rata-rata 5,71% menurun menjadi 4,68% pada 2019. Padahal, banyak penelitian yang menyimpulkan bahwa demokrasi merupakan salah satu indikator non-ekonomi yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Fakta ini menimbulkan pertanyaan bagaimana hubungan antara demokrasi dan pertumbuhan ekonomi wilayah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kembali pengaruh demokrasi terhadap pertumbuhan ekonomi pada tingkat wilayah provinsi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan model regressi data panel fixed effect dan data 34 Provinsi di Indonesia pada tahun 2015-2023. Hasil penelitian ini menunjukkan pada periode 2015-2020 Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) berpengaruh negatif signifikan. Sementara, periode 2021-2023 ketika BPS mengukur IDI dengan metode yang baru, IDI berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Namun, saat adanya interaksi antara indeks demokrasi dengan dummy perubahan metode pengukuran pada tahun 2015-2023 IDI memberikan pengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Artinya kenaikan 1 level IDI dapat menaikkan pertumbuhan ekonomi.  Lebih lanjut, dari ketiga aspek pembentuk IDI menunjukkan hasil bahwa aspek Kebebasan Sipil dan Lembaga Demokrasi berpengaruh positif dan signifikan. Sedangkan, aspek Kesetaraan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Hal ini menyebabkan setiap kenaikan 1 level aspek Kesetaraan dapat menurunkan pertumbuhan ekonomi.
Mengkaji Ulang Pemerintahan Desa di Indonesia: Peta Intelektual dan Dinamika Riset Bibliometrik (2000-2025) Pawane, Ahmad Rizali; Abd. Rasyid, Syamsul Bahri
Jurnal Transformative: Ilmu Pemerintahan Vol. 11 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Social and Political Science Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.transformative.2025.011.02.2

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan penelitian tentang pemerintahan desa di Indonesia dari tahun 2000 sampai dengan 2025. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif-studi pustaka dengan spesifikasi analisis bibliometrik. Penelitian ini menggunakan mesin pencari Scopus untuk mengidentifikasi penelitian terkait pemerintahan desa di Indonesia serta VOSviewer dan NVivo versi 12 plus sebagai software untuk memetakan dan menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa publikasi penelitian dilakukan paling banyak di tahun 2023, dengan Indonesia sebagai negara yang paling banyak memberikan kontribusi terhadap publikasi penelitian. Sementara International Journal of Innovation Creativity and Change merupakan sumber publikasi tertinggi. Haryanto merupakan penulis yang paling banyak memberikan kontribusi terhadap publikasi ini. Lebih lanjut, topik tentang communication, community participation, indigenous people, local wisdom, hingga political will adalah topik-topik yang memiliki peluang besar untuk penelitian lebih lanjut, berkaitan dengan tema pemerintahan desa di Indonesia. Sementara itu, community (selain desa dan pemerintahan) menjadi topik yang paling sering disinggung dalam publikasi penelitian ilmiah bertema pemerintahan desa di Indonesia pada rentang waktu 2000-2025 yang terindeks Scopus. Secara konseptual, tren publikasi yang teridentifikasi menunjukkan pergeseran fokus kajian dari pendekatan normatif–institusional menuju pendekatan yang lebih kompleks dan multidimensional, yang memadukan aspek politik, sosial, ekonomi, serta budaya dalam memahami dinamika demokrasi di tingkat lokal.
Visible vs Silent Protest: Explaining Divergent Outcomes on Single-Candidate Local Elections in Indonesia Hafidz, Moh. Maskurudin; Nailufar, Faza Dhora; Sembiring, Odri Prince Agustinus D; Rohi, Rudi
Jurnal Transformative: Ilmu Pemerintahan Vol. 11 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Social and Political Science Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.transformative.2025.011.02.4

Abstract

This study investigates the puzzling phenomenon of divergent outcomes in single-candidate local elections (Pilkada) across Indonesia. Employing a mixed-methods sequential explanatory design, this study undertakes a comparative analysis of three cases from the 2024 Pilkada in Bangka, Bangka Selatan, and Pangkalpinang, which are located within Bangka Belitung Islands Province. The approach utilizes quantitative survey data from 455 voters and qualitative document analysis. The results suggest that the key determinant of the blank vote's success or failure is the voter's evaluation of the incumbent's performance. Inadequate evaluations of the incumbent's performance in Bangka and Pangkalpinang served as a catalyst, converting a pre-existing crisis of representation into a successful protest vote. Conversely, high public satisfaction with governance in Bangka Selatan served as a protective barrier, neutralizing the impulse for protest despite the non-competitive electoral format. The analysis delineates two separate mobilization tactics for achieving victory: a "Visible Protest" in Pangkalpinang, led by a structured and identifiable social movement, and a "Silent Protest" in Bangka, emerging from the uncoordinated accumulation of individual discontent. This study enhances the comprehension of protest voting by identifying incumbent performance as a significant moderating influence. It underscores the voter's aptitude for constrained rationality and pragmatic decision-making, illustrating their resilience in utilizing institutional tools to hold political leaders accountable in a hard democratic context.

Page 1 of 1 | Total Record : 4