cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 14124920     EISSN : 27755614     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 22, No 3 (2023): MKMI" : 10 Documents clear
Pengaruh Motivasi Kerja, Hubungan Interpersonal, dan Burnout (Kejenuhan Kerja) Terhadap Kepuasan Kerja Guru Tunagrahita di SLB Negeri Semarang Korinne Shabira Bryantami; Ekawati Ekawati; Ida Wahyuni
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 22, No 3 (2023): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.22.3.183-188

Abstract

Latar belakang: Kepuasan kerja didefinisikan sebagai sikap positif terhadap pekerjaan seseorang yang berasal dari aspek penilaian baik dan buruk dari pekerjaan serta bagaimana pengaruhnya terhadap mereka, sehingga menghasilkan penilaian atau kepuasan tersendiri. Hal ini dapat berasal dari faktor hasil pekerjaan, pengakuan pimpinan atas pekerjaan yang dilakukan, kompensasi, pengembangan diri, dan hubungan interpersonal kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja, hubungan interpersonal, dan burnout (kejenuhan kerja) terhadap kepuasan kerja guru tunagrahita di SLB Negeri Semarang.Metode: Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan pendekatan studi cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling sebanyak 40 responden guru tunagrahita. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner.  Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan kerja (sig. 0,000). Hubungan interpersonal tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan kerja (sig. 0,447). Burnout tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan kerja (sig. 0,293).Simpulan: Kesimpulan penelitian ini ketiga variabel tersebut berkontribusi terhadap variabel kepuasan kerja sebesar 52,4%, sedangkan sisanya sebesar 47,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.Kata kunci: kepuasan kerja; motivasi kerja; hubungan interpersonal; burnoutTitle: The Influence of Work Motivation, Interpersonal Relationships, and Burnout (Job Saturation) on Job Satisfaction of Teachers with Disabilities in Semarang State SLBBackground: Job satisfaction is defined as a positive attitude towards one's job that comes from aspects of assessing the good and bad of the job and how it affects them, resulting in their assessment or satisfaction. This can come from factors of work results, leadership recognition of the work done, compensation, self-development, and work interpersonal relationships. The purpose of this study was to determine the effect of work motivation, interpersonal relationships, and burnout on job satisfaction of tunagrahita teachers in SLB Negeri Semarang.Method: This research is a quantitative type with a cross-sectional study approach. Sampling using a total sampling method of as many as 40 respondents of tunagrahita teachers. The research instrument used was a questionnaire.Result: The results showed that work motivation has a significant effect on job satisfaction (sig. 0.000). Interpersonal relationships do not significantly affect job satisfaction (sig. 0.447). Burnout has no significant effect on job satisfaction (sig. 0.293).Conclusion: The conclusion of this study is that the three variables contribute to the job satisfaction variable by 52.4%, while the remaining 47.6% is influenced by other variables not examined in this study.Keywords: job satisfaction; work motivation; interpersonal relationships; burnout
Identifikasi Kualitas Hidup Pasien Pasca Laparatomi di RSUD Meuraxa Banda Aceh Tahun 2022 Sy. Oksen Timal Husnah; Hendro Mustaqim; Fauziah Hayati
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 22, No 3 (2023): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.22.3.164-168

Abstract

Latar belakang: Menurut World Health Organization (WHO) kualitas hidup (Quality of Life) merupakan persepsi individu dalam hidupnya yang ditinjau dari konsteks budaya, perilaku dan sistem nilai dimana mereka tinggal dan berhubungan dengan standar hidup, harapan, kesenangan, dan penilaian individu terhadap posisi mereka dalam kehidupan. Menurut data World Health Organization (WHO) jumlah pasien yang menjalani operasi telah meningkat secara signifikan. Pada tahun 2017 terdapat 140 juta pasien di seluruh rumah sakit di dunia, dan pada tahun 2019 diperkirakan meningkat menjadi 148 juta jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kualitas hidup pasien pasca laparatomi di RSUD Meuraxa Banda Aceh pada tahun 2022.Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien rawat jalan dengan tindakan pasca Laparatomi di poliklinik bedah RSUD Meuraxa Banda Aceh pada tahun 2022 dengan menggunakan Teknik Totally Sampling. Penelitian dan pengumpulan data dilaksanakan pada bulan Desember tahun 2022 dengan menggunakan analisa data univariat disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan distribusi deskriptif dengan menggunakan program SPSS dan menggunakan uji kualitatif.Hasil: Didapatkan sebanyak (55,6%) usia 20-44 kategori dewasa, (55,6%) dengan jenis kelamin laki-laki, (44,4%) dengan diagnosa acute appendicitis, dan sebanyak (61,1%) dengan lama rawatan 3 hari. Sebanyak (11,1%) pasien yang memiliki kualitas hidup buruk. Rata-rata kesehatan  fisik dan mental adalah ≥50 dikatakan baik.Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa kualitas hidup pasien pacsa laparatomi di RSUD Meuraxa Banda Aceh tahun 2022 adalah baik.Kata kunci: kualitas hidup; pasien pasca laparatomi Title: Identification of Quality of Life of Post Laparotomy Patients at Meuraxa Hospital Banda Aceh in 2022Background: According to the World Health Organization (WHO) quality of life (Quality of Life) is an individual's perception of life in terms of the cultural context, behavior and value systems in which they live and relates to living standards, expectations, pleasures, and individual assessments of their position in life, according to data from the World Health Organization (WHO) the number of patients with surgery reached a very significant increase. In 2017 there were 140 million patients in all hospitals in the world, and in 2019 it was estimated to increase to 148 million.Method: This study used a descriptive method with a cross sectional approach. The population of this study were outpatients with post-laparotomy procedures at the surgical polyclinic at the Meuraxa Hospital in Banda Aceh in 2022 using the Totally Sampling Technique. Research and data collection were carried out in December 2022 using univariate data analysis presented in the form of a frequency distribution table and a descriptive distribution using the SPSS program.Result: There were (55.6%) aged 20-44 in the adult category, (55.6%) male, (44.4%) diagnosed with acute appendicitis, and as many as (61.1%) with length of stay 3 days. A total of (11.1%) patients had a poor quality of life. The average physical and mental health is ≥50 is said to be good.Conclusion: Based on the research results obtained, it can be concluded that the quality of life of post-laparotomy patients at Meuraxa Hospital Banda Aceh in 2022 is good.Keywords: quality of life; post-laparatomy patients
Literature Review: Analisis Pelaksanaan Program Pencegahan Stunting di Puskesmas Fadilla Utari; Hairi Salsabila Siregar; Nailan Nida Barkah; Tri Beby Nisa Vonica Purba; Fadilah Aini; Rusmalawaty Rusmalawaty
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 22, No 3 (2023): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.22.3.153-163

Abstract

Latar belakang: Salah satu isu gizi terbesar di Indonesia ialah pertumbuhan terhambat. Implementasi Puskesmas memegang peran yang penting dalam program mengatasi kasus stunting dan karenanya pentingnya program pencegahan stunting di Indonesia. Penelitian ini bertujuan megnalisis pelaksanaan program pencegahan stunting di puskesmas.Metode: Penelitian menggunakan studi literatur dengan cara mengumpulkan dan menelaah penelitian terdahulu, terutama mencari informasi program pencegahan stunting dan data gizi buruk stunting dari berbagai referensi jurnal nasional.Hasil: Upaya pencegahan terhadap stunting telah diberlakukan di Indonesia, seperti pemberian ASI Eksklusif, Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI), penimbangan dan pengukuran bayi, pemeriksaan ibu hamil, pemberian tablet tambah darah (TTD), dan pemberian makanan tambahan (PMT) pada ibu hamil yang menderita penyakit khusus. Agar program pencegahan stunting berhasil, pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat harus berkolaborasi.Simpulan: Indonesia memiliki banyak program yang diperuntukkan bagi mengatasi kasus stunting, seperti Strategi Nasional Percepatan Gizi Buruk 2018-2024, 1000 Hari Pertama Kehidupan dan Pendekatan Multisektoral Terpadu.Kata kunci: puskesmas; stunting; pencegahan Title: A Literature Review: Analysis of Preventation Program Implementation Stunting in PuskesmasBackground: One of the biggest nutritional issues in Indonesia is stunted growth. The implementation of Puskesmas plays an important role in programs to overcome stunting cases and hence the importance of stunting prevention programs in Indonesia. This study aims to analyze the implementation of the stunting prevention program at the puskesmas.Method: The research methodology uses literature studies by collecting and reviewing previous research, especially seeking information on stunting prevention programs and stunting malnutrition data from various national journal references.Result: Efforts to prevent stunting have been implemented in Indonesia, such as exclusive breastfeeding, provision of complementary feeding (MPASI), weighing and measuring babies, examining pregnant women, administering blood-boosting tablets (TTD), and providing supplementary food (PMT) to pregnant women who suffer from a special disease. For the stunting prevention program to be successful, the government, health workers and the community must collaborate.Conclusion: Indonesia has many programs devoted to addressing stunting cases, such as the 2018-2024 National Strategy for the Acceleration of Malnutrition, the First 1000 Days of Life and the Integrated Multisectoral Approach.Keywords: puskesmas, stunting, prevention
Hubungan Usia, Jenis Pekerjaan, Kepatuhan Pemakaian Alat Pelindung Diri (APD), dan Kelayakan Alat Pelindung Diri terhadap Keluhan Dermatitis pada Pekerja Pembuatan Timbangan PT. A Kabupaten Tangerang Audhina Putri Rusdhianata; Baju Widjasena; Ida Wahyuni
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 22, No 3 (2023): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.22.3.204-208

Abstract

Latar belakang: Terjadinya peradangan kulit yang disebabkan oleh paparan pekerjaan ditempat kerja disebut penyakit kulit yang timbul akibat pekerjaan (occupational dermatoses). Dermatitis kontak ialah setengah dari seluruh penyakit akibat kerja dengan jumlah paling banyak yang bersifat non-alergi atau iritan. Seiring dengan bertambahnya usia seseorang, maka semakin meningkat juga kerentanan seseorang terhadap penyakit. Pada kaitannya dengan Dermatitis, apabila pekerja tidak menggunakan APD ketika melakukan pekerjaan atau APD yang digunakan tidak layak maka dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan usia, jenis pekerjaan, kepatuhan pemakaian alat pelindung diri (APD), dan kelayakan alat pelindung diri (APD) terhadap keluhan dermatitis kulit pada pekerja pembuatan timbangan di PT. A.Metode: Dengan menggunakan pendekatan cross sectional dan survei analitik, penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif. Semua tenaga kerja di PT. A yang berjumlah 50 orang menjadi populasi dalam penelitian ini. Kemudian digunakan metode total sampling untuk mendapatkan 50 orang pekerja sebagai sampel penelitian ini.Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kepatuhan pemakaian APD (p=0,000) terhadap terjadinya keluhan dermatitis dan tidak terdapat hubungan antara usia (p=0,870), jenis pekerjaan (p=0,732), dan kelayakan APD (p=0,783) terhadap terjadinya keluhan dermatitis.Simpulan: Tidak ada hubungan antara usia, jenis pekerjaan, dan kelayanan APD, tetapi ada hubungan antara kepatuhan pemakaian APD dengan kejadian keluhan dermatitis.Kata kunci: kepatuhan pemakaian APD; kelayakan APD; keluhan dermatitis; pekerja pembuatan timbangan Title: Relationship between Age, Type of Work, Compliance with Use of Personal Protective Equipment (PPE), and Eligibility of Personal Protective Equipment Against Dermatitis Complaints in Weighing Workers at PT. A Tangerang RegencyBackground: Occupational skin diseases (occupational dermatoses) are skin inflammation caused by occupational exposure in the workplace. Contact dermatitis is half of all occupational diseases with the largest number being non-allergic or irritant. As a person gets older, the person's susceptibility to disease also increases. In relation to Dermatitis, if workers do not use PPE when doing work or the PPE used is inappropriate, it can increase the risk of disease. The purpose of this study was to analyze the relationship between age, type of work, adherence to the use of personal protective equipment (PPE), and the appropriateness of personal protective equipment (PPE) against skin dermatitis complaints among workers making scales at PT. A.Method: By using a cross sectional approach and an analytical survey, this research is included in the quantitative research. All workers at PT. A which amounted to 50 people became the population in this study.Then the total sampling method was used to get 50 workers as the sample of this study.Result: The results of this study indicate that there is a relationship between compliance with the use of PPE (p=0.000) and the occurrence of dermatitis complaints and there is no relationship between age (p=0.870), type of work (p=0.732), and appropriateness of PPE (p=0.783) to dermatitis complaints.Conclusion: There is no relationship between age, type of work, and PPE services, but there is a relationship between compliance with the use of PPE and the incidence of dermatitis complaints.Keywords: compliance with the use of PPE; PPE eligibility; dermatitis complaints; scales manufacturing worker
Analisis Kesesuaian Sarana Proteksi Kebakaran Aktif dan Sarana Penyelamatan Jiwa di Rusunawa Universitas Diponegoro Tahun 2023 Marita Puspa Nila; Bina Kurniawan; Ida Wahyuni
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 22, No 3 (2023): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.22.3.176-182

Abstract

Latar belakang: Rusunawa Universitas Diponegoro adalah gedung bertingkat yang berfungsi sebagai tempat hunian sehingga memiliki beragam aktivitas di dalamnya.  Semakin kompleks fungsi bangunan, maka semakin tinggi tuntutan keamanannya. Namun, penyediaan fasilitas sarana proteksi kebakaran di Rusunawa Universitas Diponegoro masih belum lengkap dan tidak dilakukan pemeriksaan berkala terhadap fasilitas yang telah tersedia. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis kesesuaian sarana proteksi kebakaran aktif dan sarana penyelamatan jiwa di Rusunawa Universitas Diponegoro pada tahun 2023.Metode: Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode pendekatan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Jumlah informan sebanyak 4 orang yang ditentukan dengan teknik purposive sampling.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan, secara keseluruhan sarana proteksi kebakaran aktif yang terdiri dari: APAR, sprinkler, hidran, alarm kebakaran, dan detektor memiliki persentase kesesuaian sebesar 43,9% dan sarana penyelamatan jiwa yang terdiri dari: sarana jalan keluar, petunjuk arah evakuasi, pintu darurat, tangga darurat, lampu darurat, dan tempat berhimpun memiliki persentase kesesuaian sebesar 65%.Simpulan: Sarana proteksi kebakaran aktif di Rusunawa Universitas Diponegoro termasuk dalam kategori kurang, sedangkan untuk sarana penyelamatan jiwa termasuk dalam kategori cukup.Kata kunci: rusunawa; proteksi kebakaran aktif; sarana penyelamatan jiwa; kesesuaian Title: Analysis of Conformity of Active Fire Protection Facilities and Life-Saving Facilities at Diponegoro University Rusunawa in 2023Background: Rusunawa Universitas Diponegoro is a multi-story building that functions as a residence so it has a variety of activities. The more complex the function of the building, the higher the security demands. However, the provision of fire protection facilities at the Rusunawa Universitas Diponegoro is still incomplete and there is no periodic inspection of the available facilities. The purpose of this study is to analyze the suitability of active fire protection facilities and life-saving facilities at Rusunawa Universitas Diponegoro in 2023.Method: The research conducted was a qualitative descriptive study using observation, interview, and documentation approaches. The number of informants was 4 people who were determined by purposive sampling technique.  Result: The results showed that overall active fire protection facilities consisting of fire extinguishers, sprinklers, hydrants, fire alarms, and detectors had a suitability percentage of 43.9%, and life-saving facilities consisting of: means of egress, evacuation directions, doors emergency, emergency stairs, emergency lights, and assembly point had a suitability percentage of 65%.Conclusion: Active fire protection facilities at Rusunawa Universitas Diponegoro were included in the less category, while life-saving facilities were included in the adequate category.Keywords: flats; active fire protection; life-saving facilities; suitability
Pengetahuan, Sikap, dan Praktik Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Pekerja SPBU X Kabupaten Malang Nurkhalissa Mahdanie; Ida Wahyuni; Siswi Jayanti
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 22, No 3 (2023): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.22.3.198-203

Abstract

Latar belakang: SPBU merupakan kawasan major hazard accident. Menurut data, selama rentang tahun 2016 hingga 2018 terdapat 120 kasus kecelakaan kerja di sekitar SPBU. Angka kecelakaan  kerja di SPBU dapat ditekan dengan adanya pengetahuan dan sikap mengenai  K3 yang baik karena  pekerja dapat melakukan perilaku yang sesuai dengan pengetahuan dan sikap K3 yang telah dimiliki yang kemudian memunculkan sebuah praktik.  SPBU X berdiri sejak tahun 2019 dan berlokasi di Kabupaten Malang dengan bentuk CODO (Company Owned Dealer Operated). Menurut wawancara dan observasi peneliti, beberapa pekerja SPBU X memiliki pemgetahuan yang kurang mengenai K3, pekerja SPBU belum menaati Standar Operasional Prosedur yang sudah dijelaskan pada saat safety briefing, dan lain sebagainya.Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan cross sectional dan melibatkan 33 responden. Penelitian ini menggunakan teknik total populasi. Data dikumpulkan menggunakan instrumen penelitian lembar angket pengetahuan, sikap, dan praktik.Hasil: Sebagian besar pekerja di SPBU X Kabupaten Malang memiliki pengetahuan yang tidak baik 63,6%, sikap yang positif 78,8% dan praktik yang baik 90,9%. Analisis statistik menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan praktik penerapan K3 pada pekerja SPBU X Kabupaten Malang dengan nilai p-value sebesar 0,016 atau p-value < 0,05. Ada hubungan antara pekerja dengan praktik penerapan K3 pada pekerja SPBU X Kabupaten Malang dengan nilai p-value sebesar 0,043 atau p-value < 0,05.Simpulan: Pengetahuan dan sikap memiliki hubungan yang signifikan dengan praktik penerapan K3 pada pekerja SPBU X Kabupaten Malang.Kata kunci: pengetahuan; sikap; praktik; penerapan keselamatan dan kesehatan kerja Title: Knowledge, Attitudes, and Practices of Occupational Safety and Health Implementation in X Gas Station Workers Malang RegencyBackground: Gas stations are major hazard accident areas. According to the data, from 2016 to 2018 there were 120 cases of work accidents around gas stations. The number of work accidents at gas stations can be reduced by having good knowledge and attitudes about Occupational Safety and Health because workers can perform behaviors that are in accordance with the Occupational Safety and Health knowledge and attitudes that have been owned which then lead to a practice. X Gas Station was established in 2019 and is located in Malang Regency in the form of CODO (Company Owned Dealer Operated). According to the researcher's interviews and observations, some X gas station workers have insufficient knowledge about Occupational Safety and Health, gas station workers have not obeyed the Standard Operating Procedures that have been explained during safety briefings, and so on.Method: This research is a quantitative study with a cross sectional approach and involved 33 respondents. This study used the total population technique. Data collection techniques using knowledge, attitude, and practice questionnaire research instruments.Result: The results showed that most workers at X Gas Station Malang Regency had poor knowledge 63,3%, positive attitudes 78,8%, and good practices 90,9%. Statistical analysis shows the results that there is a relationship between knowledge and the practice of implementing Occupational Safety and Health in X gas station workers  Malang Regency with a p-value of 0.016 or p-value <0.05 5). There is a relationship between workers and the practice of implementing Occupational Safety and Health in X gas station workers Malang Regency with a p-value of 0.043 or p-value <0.05.Conclusion: Knowledge and attitude have a significant relationship with Occupational Safety and Health practices at X Gas Station Malang Regency.Keywords: knowledge; attitude; practice; implementation of occupational safety and health
Pelaksanaan Program Triple Elimination pada Ibu Hamil di Puskesmas Karanganyar Kota Semarang Menggunakan Model CIPP Nadia Dela Ayunda; Septo Pawelas Arso; Nurhasmadiar Nandini
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 22, No 3 (2023): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.22.3.209-216

Abstract

Latar belakang: Program triple elimination bertujuan untuk mencegah penularan HIV, sifilis, dan hepatitis B dari ibu kepada janin. Dalam studi pendahuluan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang, ditemukan bahwa capaian deteksi dini triple elimination di Puskesmas Karanganyar saat ini masih sebesar 63%. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan gambaran tentang pelaksanaan program triple elimination berdasarkan teori CIPP.Metode: Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif, Teknik pengambilan sampel yaitu dengan purposive sampling. Variabel dalam penelitian ini meliputi context, input, process dan product.  Hasil: Dalam aspek konteks, penting untuk meningkatkan kesadaran ibu hamil sebagai tindak lanjut terhadap kebutuhan dan masalah yang ada. Pada aspek input, terdapat peluang yang dapat dimanfaatkan, seperti pedoman, sumber daya manusia yang memadai, dan sarana prasarana yang memadai. Dalam aspek proses, langkah-langkah seperti deteksi dini, tindak lanjut, dan pencatatan pelaporan telah dilakukan dengan baik. Namun, terdapat kekurangan dalam kemampuan petugas kesehatan dalam memberikan edukasi dan konseling kepada ibu hamil. Dalam aspek produk, capaian program dapat dinilai berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan. Hasil wawancara menunjukkan bahwa capaian deteksi dini dan tindak lanjut program telah tercapai.Simpulan: Program triple elimination di Puskesmas Karanganyar sudah dilaksanakan dengan baik. Diperlukan adanya pelatihan bidan mengenai triple eliminasi secara khusus agar lebih terampil. Selain itu, diperlukan adanya media KIE yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi maupun konseling.Kata kunci: triple elimination; ibu hamil; CIPP Title: Implementation Triple Elimination of Pregnant Women in Puskesmas Karanganyar Semarang City Using The CIPP ModelBackground: The triple elimination program aims to prevent transmission of HIV, syphilis, and hepatitis B from mother to child. In a preliminary study conducted by the Semarang City Health Office, it was found that the achievement of triple elimination early detection at the Puskesmas Karanganyar is currently still at 63%. The purpose of this study is to provide an overview of the implementation of the triple elimination program based on CIPP theory.Method: This research used the descriptive qualitative method, and the sampling technique is purposive sampling. The variables in this study include context, input, process, and product.Result: In terms of context, it is important to increase awareness of pregnant women as a follow-up to existing needs and problems. In the input aspect, there are opportunities that can be exploited, such as guidelines, adequate human resources, and adequate infrastructure. In the process aspect, steps such as early detection, follow-up, and recording of reports have been carried out properly. However, there are deficiencies in the ability of health workers to provide education and counseling to pregnant women. In the product aspect, program achievements can be assessed based on the objectives that have been set. The results of the interviews show that early detection and follow-up programs have been achieved.Conclusion: The triple elimination program at the Puskesmas Karanganyar has been implemented well. There is a need for training for midwives regarding triple elimination, specifically so that they are more skilled. In addition, it is necessary to have IEC media that can be used as a means of education and counseling.Keywords: triple elimination; pregnant women; CIPP
Analisis Tingkat Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Pekerja Pabrik Roti di Jakarta Lu&#039;lu Hanifah; Baju Widjasena; Ida Wahyuni
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 22, No 3 (2023): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.22.3.189-197

Abstract

Latar belakang: Keluhan musculoskeletal disorders menjadi salah satu penyakit akibat kerja yang perlu mendapatkan perhatian lebih khususnya pada pekerja sektor informal. Keluhan musculoskeletal disorders merupakan keluhan yang dapat dirasakan pada beberapa bagian otot skeletal. Proses pembuatan roti pada dua pabrik roti di Jakarta masih dilakukan secara manual, dimana pekerja cenderung melakukan pekerjaanya dalam posisi berdiri, melakukan kegiatan berulang, melakukan pengangkatan secara manual, dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) pada pekerja pabrik roti di Jakarta.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Subjek penelitian yang digunakan sebanyak 4 pekerja di bagian produksi sebagai informan utama dan 2 orang pekerja di bagian administrasi sebagai informan triangulasi. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu pedoman wawancara dan kuesioner Nordic Body Map.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan keluhan musculoskeletal disorders yang dialami oleh pekerja pabrik roti pada 12 bulan terakhir diantaranya pada bagian leher, bahu, punggung atas, punggung bawah, pergelangan tangan/tangan, engkel/kaki. Keluhan musculoskeletal disorders disebabkan oleh faktor individu, yaitu umur, masa kerja, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga dan faktor pekerjaan, yaitu beban kerja fisik, postur kerja, frekuensi gerakan berulang, dan durasi kerja.Simpulan: Keluhan musculoskeletal disorders yang tidak menyebabkan adanya pengurangan aktivitas kerja ataupun hilangnya hari kerja yang berarti keluhan tergolong ringan hingga sedang.Kata kunci: keluhan musculoskeletal disorders; pekerja produksi roti; penyakit akibat kerja Title: Analysis the Levels of Musculoskeletal Disorders (MSDs) Complaints in Bread Factory Workers in JakartaBackground: Complaints of musculoskeletal disorders are one of the occupational diseases that need more attention, especially in informal sector workers. Complaints of musculoskeletal disorders are complaints that can be felt in several parts of the skeletal muscles. The process of making bread at two bakeries in Jakarta is still done manually, where workers tend to do their work in a standing position, do repetitive activities, do manual lifting, and so on. This study aims to analyze the level of musculoskeletal disorders complaints among bakery workers in Jakarta.Method: This research is a qualitative study using the descriptive analysis method. The research subjects used were 4 workers in the production department as the main informant and 2 workers in the administration department as triangulation informants. The research instruments used were interview guidelines and the Nordic Body Map questionnaire.Result: The results showed that the complaints of musculoskeletal disorders experienced by bakery workers in the last 12 months including neck, shoulder, upper back, lower back, wrist/hand, and ankle/leg. Complaints of musculoskeletal disorders are caused by individual factors, namely age, length of service, smoking habits, exercise habits, and work factors, namely physical workload, work posture, frequency of repetitive movements, and duration of work.Conclusion: Complaints of musculoskeletal disorders do not cause a reduction in work activity or loss of working days, which means complaints are classified as mild to moderate.Keywords: musculoskeletal disorders complaints; bread factory workers; occupational health
Hubungan Pola Makan dan Perilaku Merokok Terhadap Penderita Gastritis di Puskesmas Kuta Baro Septia Nurrahmawati; Yuni Rahmayanti; Fauziah Hayati
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 22, No 3 (2023): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.22.3.169-175

Abstract

Latar belakang: Gastritis merupakan peradangan yang mengenai mukosa lambung. Penderita gastritis pada umumnya terjadi pada orang-orang dengan pola makan yang tidak teratur, kebiasaan mengonsumsi makanan pedas, asam, makanan instant, minum kopi, dan minuman berkarbonasi. Selain pola makan salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia yang dapat ditemui hampir di setiap kalangan masyarakat adalah perilaku merokok. Rokok tidaklah menjadi hal baru dan asing lagi di masyarakat,baik laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pola Makan dan Perilaku Merokok Terhadap Penderita Gastritis di Puskesmas Kuta Baro.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain studi cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2022 sampai Januari 2023 di poli umum Puskesmas Kuta Baro. Pengambilan sampel dengan menggunakan metode total sampling. Pengumpulan data dilakukan secara langsung melalui wawancara dan pengisian kuesioner oleh responden. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan uji statistik Chi-Square.Hasil: Hasil penelitian yang diperoleh dari 80 sampel yang terpilih dan kontrol berdasarkan uji statistik Chi-Square dimana nilai p-value = 0,734 dengan kesimpulan tidak terdapat hubungan pola makan dan perilaku merokok terhadap penderita gastritis.Simpulan: Tidak terdapat hubungan pola makan dan perilaku merokok terhadap penderita gastritis di Puskesmas Kuta Baro.Kata kunci: pola makan; perilaku merokok; penderita gastritis Title: Relationship of Diet and Smoking Behavior to Gastritis Sufferers at Kuta Baro Health CenterBackground: Gastritis is inflammation that affects the mucosa stomach. Sufferers of gastritis generally occur in people with a diet irregular, the habit of consuming spicy, sour, instant food, drink coffee, and carbonated drinks. In addition to eating patterns one habit Indonesian society that can be found in almost every society is smoking behavior. Cigarettes are not a new and foreign thing in society, either male or female, old or young.Method: This study is an observational analytic study by design cross sectional study. This research was conducted from December 2022 to January 2023 at the public polyclinic at the Kuta Baro Health Center. Sampling using total sampling method. Data collection was carried out directly through interviews and filling out questionnaires by respondents. Research data were analyzed with using the Chi-Square statistical test.Result: Research results obtained from 80 selected and control samples based on the Chi-Square statistical test where the p-value = 0.734 with conclusions There is no relationship between diet and smoking behavior on gastritis sufferers.Conclusion: There is no relationship between diet and smoking behavior gastritis sufferers at the Kuta Baro Health Center.Keywords: diet; smoking behavior; gastritis sufferers
Tinjauan Penerapan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) Dalam Implementasi Sistem Proteksi Kebakaran Aktif Di SMA Islam Hidayatullah Semarang Alaina Azizah; Ida Wahyuni; Siswi Jayanti
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 22, No 3 (2023): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.22.3.145-152

Abstract

Latar belakang: Kebakaran merupakan kejadian yang tidak diinginkan serta menimbulkan kerugian. Alat Pemadam Api Ringan merupakan salah satu dari beberapa jenis sistem proteksi kebakaran aktif untuk memadamkan api diawal terjadinya kebakaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penerapan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di SMA Islam Hidayatullah Semarang berdasarkan Permenakertran No.4 Tahun 1980.Metode: penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam serta observasi dengan melibatkan 7 (tujuh) informan utama dan 3 (tiga) informan triangulasi.Hasil: Hasil penelitian ini yaitu alat pemadam api ringan yang berada di SMA Islam Hidayatullah Semarang sudah menerapkan sesuai dengan peraturan yang berlaku, meliputi kondisi APAR yang terpasang, pemasangan APAR, pemeliharaan APAR. Namun masih terdapat ketidaksesuaian penerapan alat pemadam api ringan (APAR) di SMA Islam Hidayatullah Semarang sesuai dengan peraturan yang berlaku, seperti tidak ada pemasangan tanda APAR, tinggi puncak APAR melebihi standar 120cm dari dasar lantai, tidak ada pemeriksaan APAR jangka waktu 6 bulan,  tidak dilakukannya percobaan tekan secara berkala, tidak ada dokumentasi pengelolaan APAR. Saran dari penelitian ini adalah untuk mengadakan pemasangan tanda APAR dan menyesuaikan kembali tinggi puncak APAR, melakukan percobaan tekan secara berkala pada APAR, melakukan dokumentasi pengelolaan APAR sesuai yang dianjurkan.Simpulan: Penerapan Alat Pemadam Api Ringan Di SMA Islam Hidayatullah Semarang terdapat ketidaksesuaian hal ini terdapat faktor yang mempengaruhi ketidaksesuaian tersebut yaitu kurang paham akan standar yang ada, kurangnya sumber daya, kurang prioritas terhadap penerapan APAR yang sesuai standar, kurangnya pengawasan, kurangnya dukungan manajemen.

Page 1 of 1 | Total Record : 10