cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 14124920     EISSN : 27755614     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 23, No 4 (2024): MKMI" : 5 Documents clear
Prevalensi dan Faktor Risiko Hipertensi pada Orang Dewasa di Semarang Barat Sifai, Izzatul Alifah; Wulandari, Respati
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 23, No 4 (2024): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.23.4.%p

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Penyakit-penyakit ini merupakan penyebab utama kematian dan cacat di seluruh dunia. Prevalensi hipertensi yang terus meningkat di banyak negara, termasuk di Indonesia. Prevalensi hipertensi pada penduduk umur ≥18 tahun di Jawa Tengah yaitu 37,57%, sedangkan di Kota Semarang terdapat 219376 penderita Hipertensi pada tahun 2022. .Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi hipertensi dan menganalisis faktor risiko hipertensi pada orang dewasa di Semarang Barat.Metode: Desain penelitian ini yaitu survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah penduduk di Kelurahan Bongsari dan Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat berusia minimal 17 tahun. Sampel menggunakan accidental sampling dan diperoleh sampel sebesar 222 responden. Pengambilan data menggunakan isntrumen berupa kuesioner yang disusun oleh peneliti. Variabel dependen penelitian ini kejadian hipertensi dan variabel independen meliputi usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, pengetahuan, sikap, dan perilaku. Analisis hubungan menggunakan chi square.Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara hipertensi dan usia(OR=0,723; 95% CI=0.663-0.789, p=0.002), riwayat keluarga (OR=4,4623; 95% CI=2.321-8.577, p=0.001), dan perilaku (OR=0,222; 95% CI=0.114-0.432, p=0.001). Angka kejadian hipertensi di Semarang Barat pada tahun 2023 masih tinggi yaitu 24,3%. Faktor risiko kejadian hipertensi yang utama adalah riwayat keluarga (OR=4,46) berpeluang 4,4 kali lebih besar. Simpulan: Temuan penelitian menunjukkan bahwa hipertensi masih banyak ditemukan banyak orang dewasa di Semarang Barat. Mengurangi konsumsi alkohol berlebihan, mengatur konsumsi kopi, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, serta menjaga rutinitas olahraga yang teratur dapat membantu menjaga tekanan darah tetap dalam batas normal dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.Kata kunci: Hipertensi;Pengetahuan;Perilaku;Sikap.ABSTRACT Title: Prevalence and risk factors associated with hypertension among Adults in West Semarang DistrictBackground: Hypertension is one of the main causes of heart disease, stroke, and kidney failure. These diseases are the main causes of death and disability worldwide. The prevalence of hypertension continues to increase in many countries, including Indonesia. The prevalence of hypertension in the population aged ≥18 years in Central Java is 37.57%, while in Semarang City there are 219376 people with hypertension in 2022. This study aims to determine the prevalence of hypertension and analyze the risk factors for hypertension in adults in West Semarang.Method: The design of this study is an analytical survey with a cross-sectional approach. The population in this study were residents of Bongsari Village and Ngemplak Simongan Village, West Semarang District aged at least 17 years. The sample used accidental sampling and obtained a sample of 222 respondents. Data collection used an instrument in the form of a questionnaire compiled by the researcher. The dependent variable of this study is the incidence of hypertension and the independent variables include age, gender, family history, knowledge, attitude, and behavior. The relationship analysis used chi square.Result: There was a significant relationship between hypertension and age (OR=0.723; 95% CI=0.663-0.789, p=0.002), family history (OR=4.4623; 95% CI=2.321-8.577, p=0.001), and behaviour (OR=0.222; 95% CI=0.114-0.432, p=0.001). The incidence of hypertension in West Semarang in 2023 is still high at 24.3%. The main risk factor for hypertension is family history (OR = 4.46) with a 4.4 times greater chance.Conclusion: Research findings show that hypertension is still commonly found in many adults in West Semarang. Reducing excessive alcohol consumption, regulating coffee consumption, increasing vegetable and fruit consumption, and maintaining a regular exercise routine can help keep blood pressure within normal limits and improve overall health.Keywords: Hypertension; Knowledge; Behavior; Attitude
Persepsi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Sekolah pada Islamic Boarding Schools Pertiwi, Wiwik Eko; Annissa, Annissa; Nasiatin, Titin; Setyowati, Dina Lusiana
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 23, No 4 (2024): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.23.4.325-331

Abstract

Latar belakang: Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sekolah memerlukan dukungan dan keterlibatan semua pihak di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan persepsi guru tentang K3 sekolah di boarding school Kota Serang tahun 2022.Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di enam Madrasah Aliyah yang menggunakan sistem Boarding School dan Pondok pesantren dibawah naungan Kementrian Agama Kota Serang pada bulan April sampai Juni 2022. Sampel dalam penelitian sebanyak 145 orang guru boarding school di Serang. Pengumpulan data secara langsung menggunakan kuesioner dan data dianalisis secara univariat dan analisis bivariat. Hasil: Hasil Penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 55,9% responden memiliki persepsi baik tentang K3 Sekolah, 53,8% responden memiliki pengetahuan baik, 96,6% responden memiliki tingkat pendidikan tinggi, 80% responden memiliki masa kerja lama (>5th), sebagian besar responden adalah laki-laki serta sebanyak 79,3% responden tidak pernah mengalami kecelakaan di sekolah. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan masa kerja dengan persepsi guru tentang K3 sekolah serta tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat Pendidikan, jenis kelamin dan kejadian kecelakaan dengan persepsi guru tentang K3.Simpulan: Persepsi guru tentang K3 di sekolah dipengaruhi oleh pengetahuan serta persepsi tentang K3 tidak berkorelasi terhadap kecelakaan kerja yang pernah dialami oleh guru.Kata Kunci: Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Sekolah, persepsi, pengetahuan, kecelakaan kerja ABSTRACTTitle: Knowledge and Perceptions of Occupational Safety and Health (OSH) Schools in Islamic Boarding SchoolsIntroduction: Workplace safety and health (WSH) programs in schools need to be supported and involve all elements ofschools. This research aims to seek the factors related to the teachers’ perception of school workplace safety and health in boarding schools and Islamic boarding schools (Pondok Pesantren) in the city of Serang in 2022. Methods: This study used a quantitative research design with across-sectional approach. The research was conducted at six Madrasah Aliyah boarding schools and Islamic boarding schools that were under the Ministry of Religious Affairs in Serang and took place from April to June 2022. The respondents in this study were 145 Islamic boarding school teachers in Serang. Data was collected from questionnaires through the interview method,s, and the data was analyzed in univariate and bivariate (chi-square) forms. Result: Research results showed that as much as 55.9% of respondents had good perceptions of school WSH, where 99.6% of respondents had a high education level, and 80% had a long length of employment (>5 years), the majority of respondents were male, and 79.3% of respondents had never experienced an accident at school. There was a significant relationship between knowledge and length of employment towards the teachers’ perception of WSH. However, there were not any significant relationships between educational level, gender, and incidence of accidents toward teachers’ perception of WSH. Conclusion: Teachers' perceptions of WSH at school are influenced by knowledge, and perceptions of WSH do not correlate with teachers’ work accidents experiencedKeywords: perceptions on WSH, knowledge, workplace accidents
Analisis Epidemiologi Deskriptif Malaria Kabupaten Purworejo Dalam Periode Peningkatan Kasus Malaria Tahun 2021 Yuliawati, Sri; Martini, Martini; Wuryanto, Mohammad Arie; Hestiningsih, Retno; Susanto, Henry Setiawan
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 23, No 4 (2024): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.23.4.%p

Abstract

Latar Belakang: Malaria masih menjadi ancaman status kesehatan masyarakat Indonesia. Purworejo merupakan kabupaten dengan kasus malaria tertinggi di Jawa Tengah. Tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan kejadian malaria di Kabupaten Purworejo menurut variabel orang, tempat, dan waktu.Metode: Penelitian observasional deskriptif dengan desain cross sectional dengan sampel berjumlah 192 orang yang merupakan penderita malaria di Kecamatan Bener dan Kecamatan Kaligesing tahun 2021. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mencakup karakteristik responden, tingkat pengetahuan, faktor perilaku, dan faktor lingkungan. Data dianalisis secara deskriptif serta disajikan dalam bentuk tabel dan grafik yang menggambarkan distribusi faktor risiko kejadian malaria di Purworejo.Hasil: Kasus malaria di Purworejo paling banyak terjadi di Bener (53,3%) dan Kaligesing (35%), pada usia produktif (73,1% di Bener dan 73,7% di Kaligesing), laki-laki (61,5% di Bener dan 60,5% di Kaligesing), serta bulan Juni (28,2% di Bener) dan Januari (24,3% di Kaligesing). Pengetahuan masyarakat Bener dan Kaligesing tergolong baik yaitu mencapai 97,4% dan 93%, praktik pencegahannya juga sudah baik yaitu mencapai 56,4% (Bener) dan 85,7% (Kaligesing). Keberadaan habitat vektor masih tinggi yaitu mencapai 62,8% di Bener dan 61,4% di Kaligesing yang tersebar di sekitar rumah penduduk dengan jarak < 100 meter.Simpulan: Masyarakat yang terpapar malaria di Kabupaten Purworejo sebagian besar merupakan kelompok usia produktif, berjensi kelamin laki-laki, terdiagnosis malaria pada Bulan Januari dan Juni, berpengetahuan baik, berperilaku buruk, dan memiliki lingkungan yang rumah yang dekat dengan tempat perkembangbiakan nyamuk.Kata kunci: Epidemiologi; Malaria; PurworejoABSTRACT Title: Malaria Epidemiological Analysisi in Purworejo District during the Period of Increasing Malaria Cases 2021Background: Purworejo is a district with the highest malaria cases in Central Java. The aim of the study was to describe the incidence of malaria in Purworejo Regency according to the variables of person, place and time.Methods: Descriptive observational research with cross sectional design. The population and sample are 192 respondents in Bener and Kaligesing in 2022. Data were collected using a questionnaire included respondent characteristics, knowledge, behavioral, and environmental. Data were analyzed descriptively, presented in tables and graphs which illustrate the distribution of risk factors for malaria in Purworejo.Result : Most cases of malaria in Purworejo occur in Bener (53.3%) and Kaligesing (35%), in productive age (73.1% in Bener and 73.7% in Kaligesing), male (61.5% in Bener and 60.5% in Kaligesing), in June (28.2% in Bener) and January (24.3% in Kaligesing). The knowledge of the Bener and Kaligesing people is good, reaching 97.4% and 93%. The behaviour are also good, reaching 56.4% (Bener) and 85.7% (Kaligesing). The existence of vector habitat is still high, reaching 62.8% in Bener and 61.4% in Kaligesing.Conclusion : Malaria in Purworejo are influenced by gender, age, area, time, knowledge, behavior, and environment.Keywords: Analysis; Epidemiological; Malaria
Perbedaan Sikap dan Perilaku Konsumsi Pornografi Online Pada Siswa SMP dan SMA di Kota Semarang Husna, Wanda Difya Aulia; Mubarokah, Kismi
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 23, No 4 (2024): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.23.4.%p

Abstract

Latar belakang: Perilaku pornografi dikalangan remaja adalah masalah serius yang dapat menyebabkan risiko seks pranikah dan HIV/AIDS. Kebanyakan dari mereka melihat situs pornografi secara tidak sengaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan konsumsi pornografi online dikalangan siswa SMP dan SMA di Kota Semarang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan melibatkan 881 partisipan yang dipilih melalui stratified random sampling. Data sekunder diperoleh dari laman repository SEHARIKU (Semarang Health Data Repository Kampus UDINUS) sehariku.dinus.ac.id. Data kemudian dianalisis secara univariat. Data tersebut kemudian diuji secara bivariat dengan menggunakan uji mann-whitney untuk menguji sikap dan perilaku, khususnya melihat perbedaan sikap dan perilaku konsumsi pornografi online antara SMP dan SMA.Hasil: Responden pada penelitian ini dibagi berdasarkan gender dan tingkat sekolah, dimana untuk gender laki – laki pada tingkat SMP sebanyak 208 responden dan tingkat SMA sebanyak 222 responden, sedangkan untuk gender perempuan pada tingkat SMP sebanyak 224 responden dan tingkat SMA sebanyak 227 responden. Responden paling banyak berdasarkan kriteria kategori adalah kategori remaja akhir sebanyak 449 responden dari 881 total keseluruhan responden atau sebesar 50,96%. Hasil penelitian menunjukan bahwa perilaku siswa SMP mendapatkan peringkat rata-rata 459,58 dimana angka tersebut lebih baik daripada perilaku siswa SMA dengan peringkat rata-rata 423,13. Demikian pula, siswa SMP dengan peringkat rata-rata 467,18 yang berarti memiliki sikap lebih baik daripada siswa SMA dengan peringkat rata-rata 415,81. Hasil analisis menunjukan perbedaan yang signifikan dalam perilaku penggunaan pornografi (p-value 0,017) dan sikap terhadap penggunaan pornografi (p-value 0,003) di kedua tingkat sekolah. Simpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan pada variabel sikap dan perilaku siswa SMP dan SMA baik negeri maupun swasta terhadap konsumsi pornografi online di Kota Semarang.Kata kunci: Pornografi; Sikap; Perilaku; Remaja ABSTRACTTitle: The Attitudes and Porn Use Behavior of High School Students: a Comparative Study in the City of SemarangBackground: Pornographic behavior among adolescents is a serious problem that can cause the risk of premarital sex and HIV/AIDS. Most of them view pornographic sites accidentally. This research aims to analyze differences in online pornography consumption among junior high school and high school students in the city of Semarang.Method: This research uses design cross sectional involving 881 participants selected through stratified random sampling. Secondary data is obtained from the site repository SEHARIKU (Semarang Health Data Repository Kampus UDINUS) sehariku.dinus.ac.id. The data was then analyzed univariately. The data was then tested bivariately using the test mann-whitney to examine attitudes and behavior, specifically looking at differences in attitudes and behavior in consuming online pornography between junior high school and high school.Results: Respondents in this study were divided based on gender and school level, where for the male gender at the junior high school level there were 208 respondents and at the high school level there were 222 respondents, while for the female gender at the junior high school level there were 224 respondents and at the high school level there were 227 respondents . The largest number of respondents based on category criteria was the late teens category with 449 respondents out of 881 total respondents or 50.96%. The research results show that the behavior of junior high school students received an average rating of 459.58, which is better than the behavior of high school students with an average rating of 423.13. Likewise, junior high school students with an average rating of 467.18 which means they have a better attitude than high school students with an average rating of 415.81. The results of the analysis show significant differences in pornography use behavior (p-value 0.017) and attitudes towards pornography use (p-value 0.003) at both school levels.Conclusion: There are significant differences in the attitudes and behavior variables of junior and senior high school students, both public and private, regarding the consumption of online pornography in the city of Semarang.Keywords: Pornography; Attitude; Behavior; Adolescents
Studi Komparatif: Konsumsi Pornografi Online pada Remaja di Sekolah Umum dan Berbasis Agama, Semarang, Indonesia Khasanah, Rizka Ariyana Nurul; Mubarokah, Kismi
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 23, No 4 (2024): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.23.4.%p

Abstract

Latar Belakang : Paparan pornografi menyebabkan sikap buruk dan perspektif diri pada remaja. Ini bisa bermanifestasi dalam terjadinya kecanduan pornografi, dan lebih dari perilaku seksual beresiko. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui permasalahan pornografi pada remaja disekolah umum dan berbasis agama. Apakah terdapat perbedaan pada kelima variabel antara kedua kelompok tersebut. Metode : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan sikap, persepsi kontrol perilaku, niat, norma subyektif, dan perilaku konsumsi pornografi antara sekolah umum dan sekolah berbasis agama di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan purposive sampling sebanyak 1.844 sampel yang terdiri dari SMP-SMA (termasuk SMK), dan Mahasiswa. Data sekunder diperoleh dari situs web sehariku.dinus.ac.id. Analisis bivariat menggunakan Uji Nonparametrik Mann-Whitney untuk membandingkan variabel-variabel antara dua kelompok.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden sebagian besar adalah perempuan (55,4%) pada awal masa remaja (50,6%) dan tinggal bersama orang tua mereka (74,2%). Sekolah umum memiliki kontrol perilaku yang dirasakan lebih baik (peringkat rata-rata 930,23), niat yang lebih baik (peringkat rata-rata 928,53), dan perilaku yang lebih baik (peringkat rata-rata 923,21) daripada sekolah berbasis agama. Pada saat yang sama, sekolah berbasis agama memiliki norma subyektif yang lebih baik (peringkat rata-rata 937,04) dan sikap yang lebih baik (peringkat rata-rata 947,71) daripada sekolah umum. Baik pada sekolah negeri maupun sekolah berbasis agama, tidak ada perbedaan yang signifikan antara sikap (p-value 0,231), norma subyektif (p-value 0,488), persepsi kontrol perilaku (p-value 0,285), niat (p-value 0,405), dan perilaku konsumsi pornografi (p-value 0,914).Kesimpulan : Dapat di simpulkan bahwa kedua jenis sekolah perlu meningkatkan program efektif mereka untuk mengatasi pengendalian diri yang buruk, rendahnya kualitas pendidikan yang diterima, dan pengawasan orang tua.Kata kunci: Pornografi, Remaja, Norma Subyektif, Presepsi Kontrol Perilaku, SikapABSTRACTTittle : The Comparative Study: Pornography Use between Adolescents in Public and Religion-Based Schools, Semarang, IndonesiaBackground : Pornography exposure causes bad attitudes and self-perspectives in adolescents. This could manifest in the occurrence of porn addiction, and more over-risky sexual behavior. This research was conducted to find out the problem of pornography in adolescents in public and religion-based schools. Is there a difference in the five variables between the two groups.Method : The study aimed to analyze the differences in attitude, perceived behavior control, intentions, subjective norms, and pornography consumption behaviors between public and religion-based Semarang City schools. This study used a cross-sectional design with a purposive sampling of 1.844 samples including Junior-Senior High School (including vocational school), and University Students. The secondary data was obtained from sehariku.dinus.ac.id website. The bivariate analysis used the Mann-Whitney Nonparametric Test to compare these variables between two groups.Result : The results of the study showed that the characteristics of the respondents were mostly female (55.4%) in early adolescence (50.6%) and living with their parents (74.2%). The public school has better perceived behavior control (mean rank 930.23), better intention (mean rank 928.53), and better behavior (mean rank 923.21) than religion-based schools. At the same time, religion-based schools have better subjective norms (mean rank 937.04) and better attitudes (mean rank 947.71) than public schools. In both public and religion-based schools, there was no significant difference between attitude (p-value 0.231), subjective norms (p-value 0.488), perceived behavior control (p-value 0.285), intention (p-value 0.405), and porn use behavior (p-value 0.914).Conclusion: The two kinds of schools need to improve their effective programs to overcome poor self-control, low quality of education received, and parental supervision.Keywords: porn, adolescents, subjective norm, perceived behavioral control, attitude

Page 1 of 1 | Total Record : 5