cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
JIMFISIP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi, yaitu Prodi Sosiologi, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Ilmu Politik dan Prodi Ilmu Pemerintahan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 59 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017" : 59 Documents clear
Analisis Komunikasi Terapeutik Perawat dalam Pemulihan Pasien Gangguan Jiwa di Rumah Sakit Jiwa Aceh Cut Putri Meliza; Nur Anisah M.Si
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Analisis Komunikasi Terapeutik Perawat dalam Pemulihan Pasien Gangguan Jiwa di Rumah Sakit Jiwa Aceh”. Komunikasi terapeutik merupakan komunikasi yang harus dimiliki dan dilakukan perawat Rumah Sakit Jiwa secara terencana yang bertujuan untuk membantu pemulihan pasien gangguan jiwa salah satunya pasien gangguan jiwa halusinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan komunikasi terapeutik perawat dalam pemulihan pasien gangguan jiwa khususnya halusinasi di Rumah Sakit Jiwa Aceh dan hambatannya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori keperawatan psikodinamik yang dikemukakan oleh Hildegard E. Peplau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara semi terstruktur, observasi nonpartisipan dan dokumentasi. Wawancara tersebut dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu menentukan informan berdasarkan sejumlah kriteria yang telah ditentukan yaitu terhadap 4 orang perawat Rumah Sakit Jiwa Aceh yang menerapkan komunikasi terapeutik pada pasien gangguan jiwa halusinasi. Berdasarkan hasil penelitian, komunikasi terapeutik yang diterapkan oleh perawat Rumah Sakit Jiwa Aceh dalam pemulihan pasien gangguan jiwa halusinasi melalui empat tahap yaitu tahap pra interaksi, orientasi, kerja dan terminasi. Selama penerapan komunikasi terapeutik perawat menggunakan komunikasi verbal dan non verbal serta beberapa teknik untuk mencapai tujuannya. Perawat juga mengalami hambatan internal dan eksternal dalam menerapkan komunikasi terapeutik yang berasal dari diri pasien yaitu resistens atau menolak berinteraksi dan menyangkal, dari diri perawat yaitu mood, multi peran dan bahasa.Kata Kunci : Komunikasi Terapeutik, Pasien Gangguan Jiwa Halusinasi ABSTRACTThis research entitled “Analysis of Nurses’s Therapeutic Communication in Recovery of Mental Disorder Patients in Aceh Psychiatric Hospital”. Therapeutic communication is communication that should be owned and well performed by psychiatric hospital nurses to help the recovery of mental disorder patients like hallucination mental disorder patients. This research aims to understand the application of nurses’s therapeutic communication in the recovery of mental disorder patients, especially hallucination and its obstacles in Aceh psychiatric hospital. The theory used in this research is psychodynamic nursing theory developed by Hildegard E. Peplau. The method used in this reasearch is a qualitative approach with descriptive analysis. The data collection was performed using semi-structured interviews technique, nonparticipant observation and documentation. The interview were conducted by using purposive sampling technique, which is determining the informant based on a number of given criteria to 4 nurses in Aceh psychiatric hospital who apply therapeutic communication on hallucination mental disorder patients. According to the result of the research, the application of therapeutic communication by nurses of Aceh psychiatric hospital in recovery of hallucination mental disorder patients is done through four phases which are pre interaction, orientation, working and termination. During the application of therapeutic communication, nurses using verbal and non verbal communication and some techniques to achieve their objectives. In applying therapeutic communication, nurses are also experiencing internal and external obstacles, the cause of the patients are resistens or refuse to interact and denial, and the cause of  the nurses are mood, multi-role and language.Key Word : Therapeutic Communication, Hallucination Mental Disorder Patients
Strategi Komisi Independen Pemilihan Nagan Raya Dalam Pelaksanaan Pilkada 2017 (Studi Tentang Penanganan Trend Politik Perkauman Di Nagan Raya);Strategies Taken By Nagan Raya Election Commission In Regional Election In 2017 (A Study on How to Handle a Trend Towards Communal Politics in Nagan Raya) Wahyudin. Z Wahyudin. Z; Zainal Abidin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAK  Kabupaten Nagan Raya merupakan salah satu kabupaten yang menggelar pilkada serentak tahun 2017. KIP Nagan Raya selaku penyelenggara pilkada, sebelum hari pelaksanaan pemungutan suara telebih dahulu menyusun tahapan-tahapan Pilkada. Sebagai penyelenggara, KIP Nagan Raya juga mempunyai kewenangan untuk memberikan pendidikan politik, sosialisasi/bimtek tahapan-tahapan kepada pemilih.Menarik dari Pilkada Nagan Raya adalah perilaku pemilih yang kental dengan ikatan emosional perkauman. Sehinga penulis tertarik untuk meneliti Strategi KIP Nagan Raya dalam penanganan tren Politik Perkauman di Nagan Raya untuk melahirkan pemilih yang rasional.Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi KIP Nagan Raya dalam menekan tren politik perkauman di Nagan Raya dan kendala yang dihadapi oleh KIP selama pelaksanaan proses tersebut.Penelitian ini bersifat kajian lapangan dan kepustakaan, di mana data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Data primer yang meliputi hasil wawancara, observasi, sedangkan data sekunder, berupa dokumen baik dalam bentuk elektronik maupun cetak, undang-undang, skripsi, artikel dan jurnal yang memiliki hubungan dengan penelitian ini.Hasil penelitian menunjukan KIP Nagan Raya dalam penanganan tren politik perkauman tidak mempunyai strategi khusus. Peran KIP Nagan Raya selama tahapan pilkada, untuk meningkatkan partisipasi pemilih, sosialisasi tata cara memilih, mengarahkan pemilih untuk mengenal calon sebelum memilih, mengarahkan agar pemilih memastikan dirinya terdaftar sebagai pemilih.Strategi yang digunakan dengan merekrut relawan, bekerjasama denga Radio Repbilk Indonesia Meulaboh, melibat tokoh-tokoh masyarat. Pilkada yang akan diharapakan kepada KIP Nagan Raya untuk merancang program khusus untuk menekan politik perkauman, kepada masyrakat diharapkan untuk memilih berdsarkan kemampuan kandidat, dan untuk partai politik lebih aktif memberikan pendidikan politik khususnya pada masyarakat Nagan Raya.  Kata Kunci: KIP Nagan Raya, Politik Perkauman dan Pilkada Tahun 2017.                                                      ABSTRACT            Nagan Raya Regency is one of regencies that held its simultaneous regional election in 2017. The Election Commission of Nagan Raya, as the authorized organizer of this democracy event, had previously arranged stages and procedures of the election before it took place. The Election Commission was also given rights to provide political education, socialization or technical guidance on what are the the stages need to be taken during the election.            There was an out of ordinary aspect found in the election held in Nagan Raya that the event involved communal emotion. Therefore, the writer was interested in carrying out a study to investigate the strategies formulated by KIP of Nagan Raya in order to handle the trend towards communal politics and to promote rational voters.            This study was a field study and literature study. It requires primary and secondary data. The primary data were obtained by conducting interview, observation. Moreover, secondary data were collected by means of reviewing printed or digital documents, laws, script, theses, articles, as well as journals which are related to this study.            The results of this study showed that the Election Commission of Nagan Raya did not design special strategy to prevent communal politics. The role of the Election Commission during regional election in Nagan Raya was done by improving participation of the voters, directing voters to check their registration for the election, and providing background of the candidates before the election to the voters.            The efforts made by were recruiting volunteers, cooperating with Radio Republik Indonesia in Meulaboh, involving some public figures. It is suggested that KIP Nagan Raya design well-planned special strategies for the coming election in preventing communal politics, it is also expected that local communities choose candidates objectively. Finally, it is suggested that all of political parties to be more actively involved in providing political education for local people in Nagan Raya. Keywords: Election Commission of Nagan Raya, Communal Politics, Regional Election of 2017           
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN APLIKASI QR CODE (Studi Sosialisasi Oleh Harian Serambi Indonesia dan Pemahaman Masyarakat Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh) Dedek Arianti; Mahyuzar Mahyuzar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini berjudul “Efektivitas Penggunaan Aplikasi Qr Code (Studi Sosialisasi Oleh Harian Serambi Indonesia dan Pemahaman Masyarakat Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh)”. Koran merupakan salah satu media untuk mendapatkan informasi, terbatasnya jumlah halaman menyebabkan tidak semua informasi dapat dimuat. Pemanfaatan aplikasi QR Code merupakan inovasi yang dilakukan untuk mengatasi hal tersebut. Penelitian ini fokus pada penggunaan QR Code oleh masyarakat dan pelanggan harian Serambi Indonesia. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana sosialisasi penggunaan aplikasi QR Code oleh pengelola harian Serambi Indonesia dan bagaimana pemahaman masyarakat kecamatan Kuta Alam Banda Aceh terhadap penggunaan aplikasi QR Code.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang menjelaskan fenomena sedalam-dalamnya. Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian deskriptif yang bertujuan membuat deskripsi secara sistematis, faktual, dan akurat tentang fakta, populasi dan objek tertentu.Penelitian ini menggunakan teori Uses and Gratifications. Subjek dalam penelitian ini adalah pengelola harian Serambi Indonesia dan masyarakat kecamatan Kuta Alam Banda Aceh. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah observasi, wawancara, dokumentasi. Informan dipilih dengan menggunakan teknik bola salju (snowball sampling) yaitu sumber data pada awalnya sedikit namun lama-lama menjadi besar hinggah jenuh.Hasil penelitian ini ialah aplikasi QR Code yang tertera pada harian Serambi Indonesia belum efektif dikarenakan delapan dari sembilan informan tidak tertarik dan tidak paham cara menggunakan aplikasi QR Code tersebut. Harian Serambi Indonesia telah melakukan sosialisasi aplikasi QR Code  namun belum maksimal.       ABSTRACT The research entitled “The Effectivity of Using QR Code Application (Socialization Study Conducted by Serambi Indonesia Newspaper and the Understanding of Kuta Alam Citizen of Banda Aceh)”. Newspaper is a media to gain information, but not all of the information written due to the page-limit. The QR Code Application is an innovation to overcome the problem. The focus of this research was on the citizen and Serambi Indonesia’s readers. The aim of the research was to determine the use of QR Code application that socialized by the manager of Serambi Indonesia Newspaper and how the Kuta Alam citizen of Banda Aceh understood the way to use QR Code Application.The approach used in this research was qualitative which explained a comprehensive phenomenon. The research design used was descriptive which aimed to conduct a systematic, factual and accurate description about the fact, population and certain object.This research used the ‘Uses and Gratifications’ theory. The subject was the manager of Serambi Indonesia newspaper and the citizen of Kuta Alam, Banda Aceh. The collection data technique used were observation, interview, and documentation. The informant selected by using the snowball sampling that the data source was merely a few number at the beginning but increased until it was enough.The result of the research highlighted that the QR Code provided on the Serambi Indonesia newspaper was not effective because eight out of nine informants were not interested and did not understand how to use the QR Code. The Serambi Indonesia newspaper had socialize the QR Code application but it had not yet been maximal
Kebijakan Pemerintah Kota Banda Aceh Dalam Pembangunan Kesehatan (Suatu Kajian Tentang Program Model Gampong Sehat di Gampong Neusu Aceh) Firman Ilmi; Dahlan Dahlan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

Kebijakan Pemerintah Kota Banda Aceh Dalam Pembangunan Kesehatan Gampong(Suatu Kajian Tentang Program Model Gampong Sehat Di Gampong Neusu Aceh) ABSTRAKKota Banda Aceh sebagai Ibukota Provinsi Aceh dengan menciptakan model Kota Madaniciri dari kota madani adalah warganya terjamin secara pendidikan dan kesehatan sehingga segala kebutuhan yang dilakukan saat penanganan kesehatan harus dilayani dengan baik. Kebijakan kesehatan model gampong sehat sangat diperlukan dalam pembangunan kesehatan masyarakat ditingkat gampong hal ini ada beberapa faktor yang mempengaruhi kesehatan yakni lingkungan, perilaku, faktor layanan kesehatan, dan faktor genetik. penelitian ini diperoleh melalui penelitian lapangan yang dilakukan melalui wawancara informan dan dokumen-dokumen penting dari Dinas Kesehatan kota Banda Aceh dan penelitian kepustakaan dilakukan dengan membaca buku teks, peraturan perundang-undangan dan bahan-bahan bacaan lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan model gampong sehat terdapat beberapa indikator yang mempengaruhi kesehatan masyarakat yakni masih kurangnya pemahaman dalam menjaga kesehatan dilingkungannya, Hal ini disebabkan karena kurangnya perilaku masyarakat dalam membangun hidup sehat. pentingnya menjaga kelestarian lingkungan kesehatan serta membuat sebuah regulasi gampong tentang kesehatan dan menyiapkan data informasi dalam mendukung pelayanan kesehatan. Cara pemerintah kota Banda Aceh dalam penerapan model gampong sehat dengan melakukan strategi persiapan mengumpulkan data informasi kesehatan, kesiapan gampong mengikuti model gampong sehat, implementasi kebijakan model gampong sehat, serta peran pemangku kepentingan dan Penghambat dalam menyukseskan model gampong sehat. Kata Kunci : Kebijakan Pemerintah dan Model Gampong Sehat.Government Policy Banda Aceh In the Village Health DevelopmentVillage (A Study About the Village Model Program Healthy In the village Neusu Aceh)  ABSTRACTBanda Aceh as the capital of Aceh province by creating a model city Madani is characteristic of civil town citizens guaranteed in education and health so that all needs are made when medical treatment should be served well. Healthy village health policy models are indispensable in the development of public health level this village there are several factors that affect the health of the environment, behavior, health service factors, and genetic factors. This research obtained through field research conducted by interviewing informants and important documents from Banda Aceh city health department and library research done by reading textbooks, legislation and other reading materials related to this research. The results of this study indicate that healthy village model policy there are several indicators that affect public health that is still a lack of understanding in the health of their environment, This is due to lack of people's behavior in building a healthy life. the importance of preserving the environment and creating a health village regulations on health and prepare the data in support of health care information. How to Banda Aceh city government in the implementation of the model healthy village by pursuing a strategy of health information to collect data preparation, the readiness of the village following the model of healthy village, healthy village model of policy implementation, and the role of stakeholders and communities in the success of the model healthy village. Keywords : Government Policy And Model Healthy Village.
Kontrol Sosial Masyarakat Terhadap Operasional KUBE (Kelompok Usaha Bersama) (Studi Kasus di Gampong Ujong Blang, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar) Yusra Mahdalena; Bukhari Bukhari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAK Kelompok Usaha Bersama (KUBE) adalah himpunan dari keluarga yang tergolong miskin dibentuk oleh masyarakat, tumbuh dan berkembang atas dasar prakarsanya sendiri. Kontrol sosial adalah suatu mekanisme untuk mencegah penyimpangan sosial dan mengarahkan masyarakat berperilaku sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku. Kontrol sosial penting karena ketika terjadi pelanggaran adanya kontrol sosial masyarakat perlu untuk mencegah penyimpangan sosial. Program KUBE dikelola bersama-sama oleh anggota kelompok untuk menumbuhkan usaha ekonomi produktif. Dalam KUBE anggotanya adalah Asoe Lhok Gampong Ujong Blang. Bantuan dana yang diterima anggota kelompok digunakan untuk kebutuhan rumah tangga  sehingga terjadi penyalahgunaan anggaran. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi sejauh mana kontrol sosial masyarakat terhadap operasional KUBE dan mengetahui respon masyarakat dalam operasional KUBE di Gampong Ujong Blang, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kontrol sosial yang dikemukakan oleh Travis Hirschi. Kontrol sosial berangkat dari asumsi bahwa terdapat empat komponen dalam ikatan sosial yaitu keterikatan, komitmen, keterlibatan dan kepercayaan.  Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif. Dengan melakukan wawancara terhadap informan secara terstruktur sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bentuk kontrol sosial masyarakat terhadap operasional KUBE sangat lemah. Anggota bersama-sama dengan keluarga menikmati dana bantuan yang seharusnya untuk modal usaha akan tetapi digunakan untuk keperluan lain yang bersifat konsumtif. Komitmennya kurang, sehingga tidak memiliki tanggung jawab yang kuat terhadap aturan maka tidak dapat memberikan penyadaran mengenai masa depan usahanya. Keterlibatan anggota dalam kegiatan kelompok kurang, sehingga cenderung menggunakan  dana bantuan usaha secara mandiri sehingga penggunaan dana rentan dengan penyelewengan. Kepercayaan yang tertanam dimasyarakat justru keberanian untuk melanggar aturan yang mereka anggap asing. Respon masyarakat menerima dengan baik kehadiran program karena dapat membantu masyarakat dalam membuka usaha untuk memperkuat ekonomi keluarga. Namun ada juga masyarakat  yang tidak mengetahui penyelewengan dana bantuan untuk KUBE, tetapi pihak KUBE sangat tertutup dengan masyarakat luas mengenai penggunaan dana.Kata Kunci: Kontrol Sosial, Kube, Masyarakat ABSTRACT Collective Business Group (KUBE) is an organization that consists of the under privilege family established by the community, grows and develops on the basis of their initiative, in order to interact with the members staying in a particular area. Social control is a mechanism for preventing the social diversion as well as encouraging and leading the people to behave and  act based on prevailing norms and values. Social control is significant due to a violation occurred  and social control necessary to prevent it. KUBE program is managed jointly by the members of the group to build productive activities economically. In the case of KUBE, the members are the native inhabitant of Gampong Ujong Blang. The grant received by the group member was used for the consumptive needs resulted in misused of funds.The study aimed at identifying the social control and the society response towards the operational of  KUBE in Ujong Blang, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar. The theory used in this study was Social Control Theory proposed by Travis Hirschi. Social control starts from the assumption that there are four components of the social bonds which are; attachment, commitment, engagement and trust. The research method used is descriptive qualitative approach. Through interviews with informants are structured as data collection techniques.The results showed that the form of social control for the operational of  KUBE was very ineffective. With their family, they spent the grant for venture capital for consumptive purposes. Their low commitment  resulted  in irresponsibility and lacked awareness of the future of their business. The involvement of group members activities are very low, they tend to use the grant independently so that the use of the funds is vulnerable to fraud. Unfortunately, the belief embedded in the community encouraged them to break the rules. It can be concluded that the members recognized KUBE as an assistance program to assist the community to start their business and increase family economy condition. But there are also some people who knew the misused KUBE funds. But the KUBE was not approachable to the public regarding the use of funds. Keywords : Social Control, KUBE, Society
Peranan Industri Kecil Kerajinan Bordir Di Gampong Lambaro Skep Kota Banda Aceh Terhadap Perubahan Pekerjaan Dan Pendapatan Keluarga Septia Dila Wirayanti; Khairulyadi Khairulyadi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

 ABSTRAK. Saat ini permasalahan yang sering dihadapi suatu daerah adalah kelebihan tenaga kerja dan kecilnya kesempatan kerja yang tercipta pada setiap sektor sehingga terjadinya pengangguran. Pemerintah berupaya mengembangkan berbagai sektor, salah satunya sektor kerajinan dan industri kecil. Industri kecil memiliki peran strategis dalam peningkatan pendapatan, perluasan lapangan kerja, dan kesempatan berusaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran industri kecil kerajinan bordir di Gampong Lambaro Skep Kota Banda Aceh terhadap perubahan pekerjaan masyarakat dan juga pendapatan keluarga.  Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Perubahan Sosial yang dikemukakan oleh Sztompka. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Informan penelitian ini adalah pemilik dan tenaga kerja pada industri kecil kerajinan bordir di Gampong Lambaro Skep Kota Banda Aceh. Metode pengumpulan data berupa studi kepustakaan dan studi lapangan. Teknik analisis data yang digunakan berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat diketahui bahwa peran industri kecil kerajinan bordir di Gampong Lambaro Skep terhadap perubahan pekerjaan dan pendapatan keluarga sangat besar. Dimana keberadaan industri tersebut menjadi solusi bagi tenaga kerja yang belum tertampung, sehingga bisa membantu perekonomian keluarga khususnya bagi kaum perempuan yang dulunya tidak memiliki pekerjaan atau hanya bekerja sebagai seorang ibu rumah tangga menjadi pekerja pada industri tersebut menjadi tukang bordir, tukang jahit dan tukang memasang payet. Terhadap pendapatan keluarga industri kerajinan bordir juga memiliki pengaruh yang sangat besar. Dimana para pekerja sudah mampu memenuhi kebutuhan keluarganya dari hasil usaha bordir yang ditekuni oleh meraka. Pemilik usaha menghasilkan pendapatan Rp.15.000.000-Rp.20.000.000/bulan, sedangkan para pekerja berpenghasilan  Rp.2.000.000-Rp.3.000.000/bulanABSTRACT. Currently the most frequently encountered problems of an area is a surplus of labor and small of employment opportunities created in each sector, so that occurrence of an unemployment. The government has tried to develop in any sector, one of them including the craft sector and small industries. Small industry have a strategic role in increasing some income, expansion of employment, and business opportunities. This research aims to determine the role of embroidery small industry in Lambaro Skep village in Banda Aceh city for the change of society works and family’s income. The using theory in this research is social change that stated by Sztompka. This research is qualitative descriptive research. The informants of this research is the owner and the worker of embroidery industry at Lambaro Skep village in Banda Aceh city. The methods of collecting data is the form of literature and field studies. The using analysis technique is the form of collecting data, reduction data, presentation data, conclusion and verification. Based on the result of this research, it can be seen that the role of embroidery small industry at Lambaro Skep village to changes in employment and family’s income is very large. The existence of the industry could be a solution for workers who have not been accommodated, so it could be a solution to help family’s economical especially for unemployment women or housewife to be a solution to help family’s economical especially for unemployment women or housewife to be a worker at embroidery industry. The income of embroidery industry also have a huge effects, where the worker at embroidery been able to meet the needs of their family from embroidery business that occupled by them. The owner generate revenue Rp.15.000.000-Rp.20.000.000/month and the worker generate revenue Rp.2.000.000-Rp.3.000.000/month.
PACUAN KUDA DALAM KAJIAN SOSIOLOGI (suatu penelitian di Kabupaten Bener Meriah) Amalia Pintenate; Bukhari Bukhari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAK: Pacu Kude Tradisional merupakan salah satu tradisi yang masih tetap mampu bertahan di antara lajunya arus perkembangan zaman. Tradisi ini masih dilaksanakan rutin setiap tahunnya oleh masyarakat Bener Meriah karena diyakini memiliki fungsi dan pengaruh terhadap kehidupan sosial masyarakat. Hal tersebut mempengaruhi kepercayaan masyarakat agar tetap mempertahankan dan melestarikannya sampai saat ini. Penelitian ini berfokus untuk mengeksplorasi harmoni dan kerukunan masyarakat di Bener Meriah melalui sebuah tradisi permainan rakyat sebagai potret masyarakat yang plural, berupa deskripsi kehidupan sosial dan faktor-faktor penguat terciptanya kerukunan antar masyarakat Bener Meriah. Pertanyaan penelitian ini ialah (1) Bagaimana Tradisi Pacu Kuda pada Masyarakat Bener Meriah, (2) Apa makna dan Fungsi tradisi Pacu kuda bagi masyarakat Bener Meriah. Penelitian ini menggunakan teori Solidaritas Sosial yang dikemukakan oleh Emile Durkheim. Penelitian yang dilakukan ialah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan keterlibatan kearifan lokal yang menjadi tradisi pacu kuda ini masih bertahan hingga saat ini. Pada awalnya tradisi pacu kuda lebih dikaitkan menjadi tradisi turun-temurun namun dalam perkembangannya telah menjadi suatu kebutuhan, baik dari segi pariwisata dan budaya, aspek ekonomi maupun menjadi perekat bagi sesama warga di Bener Meriah, Aceh Tengah dan Gayo Lues.  ABSTRACT: Traditional Pacu Kude is one of the traditions which still exist in this globalization era. This tradition is still carried out every year by Bener Meriah society because they believe that it has both functions and impacts to their social life. Thus, this belief has led them to retain and preserve it until now. This study focused on exploring the harmony of society in Bener Meriah through a traditional folk game as a portrait of pluralistic society. This study was in a form of description about social life and several factors of social harmony among people in Bener Meriah. The research questions are (1) How does the existence of Pacu Kude tradition in Bener Meriah? (2) What is the meaning (dedication) and function of Pacu Kude tradition for Bener Meriah society. The theory which is used in this study was the Social Solidarity Theory by Emile Durkheim. This study used the descriptive qualitative method. The results of the study showed that the involvements of local wisdom are what made Pacu Kude tradition still survives until today. Initially, it was linked into the hereditary tradition, but as its development happened, it has become a necessity in terms of tourism, culture, economics and as well as an adhesive for Bener Meriah, Central Aceh, and Gayo Lues citizens.
Motivasi Warga Negara Asing Mengajar di English Fokus Banda Aceh Fika Ludiana; Amsal Amri; Nur Anisah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Motivasi Warga Negara Asing Mengajar di English Fokus Banda Aceh”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembentukan motivasi warga negara asing mengajar di English Fokus dan motivasi apa saja yang mendorong warga negara asing mengajar di English Fokus Banda Aceh. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kebutuhan Abraham maslow. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yang mengharuskan peneliti untuk melakukan berbagai aktivitas eksplorasi dalam rangka memahami realitas. Sumber data penelitian berasal data primer dan data sekunder, data primer didapatkan dari hasil observasi dan wawancara dengan subyek penelitian sedangkan data  sekunder  melalui buku-buku, literature, brosur, website, dan dokumen-dokumen lain yang relavan. Subyek penelitian pada penelitian ini adalah empat orang warga negara asing yang mengajar di English Fokus dan tiga orang informan tambahan yakni supervisor, dan dua orang murid English Fokus. Informan dipilih dengan menggunakan teknik kebetulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembentukan motivasi warga negara asing yang memutuskan mengajar di English Fokus, dari munculnya kesadaran informan bahwa kebutuhan-kebutuhan seperti kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman, untuk diakui, dan kebutuhan untuk di hargai sudah terpenuhi, Kemudian muncul kebutuhan aktualisasi diri warga negara asing untuk merelasasikan potensi dirinya, informan diajak mengajar di English Fokus Banda Aceh,  hingga pengambilan keputusan. Motivasi warga negara asing mengajar di English Fokus Banda Aceh dibagi menjadi dua kategori yakni because of motive, seperti pengaruh lingkungan keluarga, rasa kemanusian, pengalaman pribadi dan untuk mempertahankan karir dan in order to motive seperti mengembangkan karier, dan memberi manfaat untuk orang lain.abstract-The title of this research is “Foreigner’s Teaching Motivation at English Fokus, Banda Aceh”. This research’s purpose is to know the foreigner’s teaching motivation process at ‘English Fokus’, Banda Aceh and what are their motive that encouraged foreign national to teach at English Fokus Banda Aceh. This research uses Abraham Maslow’s hierarchy of needs theory. This research uses qualitative method that is conducted by doing exploration in order to understand the reality. Primary and secondary data are used in this research. Primary data is gathered from observation and interview with four foreigners, three supervisors and two English Fokus’s students which are chosen by accidental technical and secondary data is gathered from books, literature, brochures, websites, and other relevant documents. This research’s result shows that the foreigner’s teaching motivation process is arising because the foreigner’s self-actualization needs emergence to develop their potential. When decision-making process there are two motive that influence influence their decision to become teacher in English Fokus. They are‘because of motive’,such as the influence of family environment, sense of humanity, personal experience, to defend carrier, and ‘in order tomotive’ such as to develop carier and to give benefit for other people.
Kebijakan Pemerintah Aceh Singkil Terhadap Pengangkatan Tenaga Kerja Honorer Kategori II Menjadi Pegawai Negeri Sipil Nurul Fajri; Zainal Abidin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

Kebijakan pemerintah Kabupaten Aceh Singkil untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan pengrekrutan tenaga honorer kategori II masih belum teratasi, terutama bagi tenaga honorer yang telah lama mengabdi seperti pada suatu instansi pemerintahan, namun belum ada kejelasan mengenai statusnya karena belum juga diangkat menjadi PNS. Sehingga timbulnya isu-isu politik seperti halnya terjadi indikasi janji politik, politik uang, lobi politik dan neopotisme. Hal ini dampak dari lambatnya proses pengangkatan tenaga honorer kategori II menjadi CPNS seperti yang dilaksanakan oleh BKPP Kabupaten Aceh Singkil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pegangkatan tenaga kerja honorer kategori II  menjadi Calon Pegawai  Negeri   Sipil, Serta untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi penghambat pegangkatan tenaga kerja honorer kategori II  menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Aceh Singkil. Data yang diperlukan dalam penelitian ini di peroleh melalui penelitian lapangan dan kepustakaan. Penelitian lapangan dilakukan melalui wawancara informan, sedangkan penelitian kepustakaan dilakukan dengan cara membaca buku, skripsi, jurnal, peraturan perundang-undangan dan bahan lainya yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa proses pengangkatan tenaga honorer kategori II sudah sesuai dengan PP Nomor 56 Tentang Pengangkatan Tenaga Kerja Honorer Menjadi CPNS. Pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS berdasarkan peraturan pemerintah ini dapat dilakukan apabila tenaga honorer tersebut memenuhi syarat yang sudah ditentukan secara peraturan perundang-undangan dan peraturan lainya. Juga faktor-faktor yang menjadi penghambat pengangkatan ini terdapat beberapa kendala seperti kurang tegasnya payung hukum, buruknya etika politik ditandai dengan buruknya birokrasi pada pelayanan publik, dan faktor anggaran untuk proses pengangkatan pegawai honorer ini. Namun hal ini juga disebabkan oleh kurangnya komunikasi dan tranparansi dengan badan anggaran untuk segera direalisasikan. Kesimpulan penelitian ini bahwa BKPP Aceh Singkil dalam pengangkatan tenaga kerja honorer sudah sejalan dengan peraturan yang ada, transparan dan juga tidak terkesan neopotisme.
Modernisasi Pertanian Pada Petani Padi Di Kecamatan Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya Fatthaya Fatthaya; Firdaus Firdaus
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAK. Gejala modernisasi telah merambah dalam semua sektor kehidupan manusia, ruang privat maupun publik, dari modernisasi teknologi sampai modernisasi gagasan. Modernisasi dapat diartikan sebagai perubahan dari masyarakat tradisional menuju masyarakat modern. Modernisasi tidak lepas dari panggunaan teknologi. Indonesia merupakan negara berkembang dengan sektor pertanian sebagai sumber mata pencaharian utama dari mayoritas penduduknya. Pertanian merupakan sebuah sektor yang memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Untuk itu sektor pertanian menjadi tumpuan kehidupan dan kesejahteraan masyarakat pada umumnya. Kecamatan Bandar Baru adalah salah satu kecamatan di aceh yang kesejahteraan ekonomi masyarakatnya tergantung pada sektor pertanian, terutama dalam sektor pertanian padi. Masyarakat mengandalkan sektor pertanian sebagai peningkatan taraf kesejahteraan mereka.Rumusan masalah pada penelitian ini adalah Bagaimana penggunaan teknologi disektor pertanian padi di Kecamatan Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya ? dan Bagaimana modernisasi pertanian berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya ?. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan teknologi disektor pertanian dan untuk mengetahui bagaimana modernisasi pertanian dapat berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menggunakan teori adopsi untuk mengetahui bagaimana masyarakat dapat menerima teknologi dalam pertanian padi. Metode yang digunakan oleh penelitian ini adalah metode pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan yang memenuhi kriteria subjek peneliti serta relevan dalam memberikan informasi yang dibutuhkan oleh peneliti. Bentuk-bentuk penggunaan teknologi pada sektor pertanian di Kecamatan Bandar baru yaitu seperti penggunaan alat-alat alsintan seperti traktor, mesin perontok, mesin pemotong padi, penggunaan bibit-bibit unggul, penggunaan pupuk-pupuk kimia. Modernisasi pertanian juga telah mempengaruhi tingkat kesejahteraan petani dan buruh tani di Kecamatan Bandar baru. ABSRACT.Symptoms of modernization has penetrated in all sectors of human life, private room or space, of technological modernization to modernization ideas. Modernization can be interpreted as a change from a traditional society. Modernization can not be separated from the use of technology. Indonesia is a developing country with agriculture as the main source of livelihood majority. Agriculture is a sector which has an important role in human life. For the agricultural sector became the foundation of life and well. Being of society in general. The Bandar Baru districts is one of the districts in Aceh that the economic prosperity of its people depend on agriculture, especially in the agricultural sector rice. People rely on agriculture as an increase in the welfare of there.Formulation of the problem in this research is how the use of technology in the agricultural sector of rice in the district of Bandar Baru Pidie Jaya ? and the modernization of agricultural how influential people in the district of Pidie Jaya Bandar Baru ?. this thesis aims to determine the use of technology in the agricultural sector and to find out how the modernization of agricultural can affect the public welfare. This study uses the theory of adoption. The theory to know how people can accept the technology in rice farming. The method used by this research is qualitative descriptive. The data were obtained through interviews with informants who met the criteria as well as relevant research subject in providing the information needed by researchers.Forms of agricultural use of the technology sector in the district of the Bandar Baru that like the use of tools such as tractors, threshers, rice cutting machine, the use of superiar seeds, fertilizer use chemical fertilizer. Modernization of agriculture has also affected the level of welfare of farmers and farm workers in district Bandar Baru.