cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
JIMFISIP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi, yaitu Prodi Sosiologi, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Ilmu Politik dan Prodi Ilmu Pemerintahan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 59 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017" : 59 Documents clear
Peningkatan Elektabilitas Calon Walikota Melalui Iklan Politik (Suatu kasus Penggunaan dan Pendanaan Iklan Politik Oleh Calon Walikota Banda Aceh 2017);Promoting Electability of Mayor Candidates Through Political Advertising (A Case Study of the and the Funding of Political Advertising By Banda Aceh Mayor Candidates in 2017) Sumber Manik; Zainal Abidin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

 ABSTRAK Elektabilitas merupakan aset yang harus dimiliki oleh setiap pasangan calon kepala derah dan wakil kepala daerah pada setiap pemilihan.Penggunaan media massa dijadikan sebagai alat untuk menyampaikan iklan politik kepada pemilih agar memperoleh elektabilitas yang tinggi pada pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah di Kota Banda Aceh tahun 2017.Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah penggunaan iklan politik dapat meningkatkan elektabilitas pasangan nomor urut 2 (dua) H. Aminullah Usman, SE. Ak., MM dan Drs. H. Zainal Arifin sebagai calon walikota Banda Aceh periode 2017-2022 dan mengetahui besaran dana yang dikeluarkan kandidat tersebut terhadap penggunaan dan pendanaan iklan politik yang dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, pengumpulan data diperoleh dengan dua cara yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh dari lapangan melalui wawancara langsung dengan informan sedangkan data sekunder di peroleh dari penelitian kepustakaan yaitu dengan membaca buku teks, jurnal, dan bahan-bahan bacaan lainnya yang berkaitan dengan dengan penelitian ini.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Peningkatan Elektabilitas Calon Walikota Melalui Iklan Politik (Studi Kasus Penggunaan dan Pendanaan Iklan Politik Oleh Calon Walikota Banda Aceh 2017), penggunaan iklan politik dapat meningkatkan elektabilitas pasangan nomor urut 2 (dua) H. Aminullah Usman, SE. Ak., MM dan Drs. H. Zainal Arifin sebagai calon walikota Banda Aceh 2017-2022, media massa dijadikan alat untuk menyampaikan iklan politik kepada pemilih, visi misi, dan program kerja dijadikan sebagai pesan untuk meyakinkan pemilih serta penggunaan dan pendanaan iklan politik yang dilakukan pasangan nomor urut 2 (dua) H. Aminullah Usman, SE, Ak., MM dan Drs. H. Zainal Arifin sudah berjalan dengan baik dan adanya fasilitas dari KIP Kota Banda Aceh dibiayai APBD.Simpulan penelitian ini adalah iklan politik yang dilakukan oleh pasangan nomor urut 2 (dua) H. Aminullah Usman, SE, Ak., MM dan Drs. H. Zainal Arifin diberbagai media massa kurang memperhatikan aspek pendidikan politik bagi masyarakat Kota Banda Aceh.Kata Kunci :Elektabilitas, Iklan Politik, Pendanaan ABSTRACT Elektabilitas is an asset that should be owned by every pair of candidates derah head and deputy regional head at every election. The mass media serve as a tool for political advertising to convey voters to obtain electability high on the regional head and deputy regional head in Banda Aceh in 2017.The purpose of this study was to see whether political advertising can increase electability pair number two (2) H. Aminullah Usman, SE. Ak., MM and Drs. H. Zainal Arifin as a candidate for mayor of Banda Aceh period 2017-2022 and to determine the amount of funds spent on the use of these candidates and financing undertaken political advertising.This study used a qualitative method with descriptive approach, data collection obtained in two ways: primary data and secondary data. Primary data is data obtained from the field through direct interviews with informants and secondary data obtained from the research literature by reading textbooks, journals, and other reading materials related to this research. The results showed that the Increase Electability Candidates for Mayor Through Political Advertising (Case Study of Use and Funding of Political Ads By Candidate Mayor Banda Aceh 2017), the use of political advertising can increase electability pair number two (2) H. Aminullah Usman, SE. Ak., MM and Drs. H. Zainal Arifin, the mass media as a tool to convey political advertising to voters, vision, mission end programs serve as a message to reassure voters and the use and funding of political ads that do pair number two (2) H. Aminullah Usman, SE, Ak. , MM and Drs. H. Zainal Arifin already well underway and the facility of Banda Aceh KIP is financed.The conclusions of this study is political advertising carried out by the pair number 2 (two) H. Aminullah Usman SE, Ak., MM and Drs. H. Zainal Arifin various mass media pay less attention to aspects of political education for the people of Banda Aceh.Keywords: Electability, Political Advertising, Funding.
TURIS ASING DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT SIMEULEU Romi Fandayani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAK Turis adalah seseorang yang melakukan perjalanan untuk liburan ketempat yang jauh dari tempat tinggalnya dalam beberapa hari saja dengan tujuan untuk menikmati tempat menyenangkan diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk perubahan kehidupan sosial masyarakat Simeulueakibat interaksi  turis asing dengan masyarakat Simeulue di desa Maudil kecamatan Teupah Barat, untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan kehidupan sosial masyarakat Simeulue akibat interaksi antar turis asing dengan masyarakat Simeulue. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori perubahan sosial. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data penelitian ini juga diperoleh dari informan kunci. Sedangkan metode pengumpulan data dalam penelitian adalah observasi wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, Bentuk perubahan kehidupan sosial masyarakat Simeulueakibat interaksi  turis asing dengan masyarakat Simeulue di desa Maudil kecamatan Teupah Barat yaitu Perubahan Pola Budaya Masyarakat Lokal dan Perubahan Gaya Hidup Masyarakat Lokal. Kedua, faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan kehidupan social masyarakat Simeulue akibat interaksi antar turis asing dengan masyarakat Simeulue ialah Pola Pikir Masyarakat yang sudah Maju dan Pengembangan Lokasi Wisata. Pekerjaan ditempat turis asing bias dikerjakan warga sehingga menambah penghasilan masyarakat di sana. Namun ada juga terjadi perselisihan paham antara masyarakat karena turis asing belum memahami adat dan norma masyarakat setempat, tapi setelah diberi pemahaman Mereka mulai memahaminya.ABSTRACTTourist is a person traveled for vacation to the place far from her home in a few days with the intention of enjoying a pleasant self. The purpose of this study was to determine the form of changes in social life Simeulue foreign tourists due to interaction with the community in thevillage Maudil Simeulue Barat subdistrict Teupah, to determine the factors that influence changes in social life due to the interaction between Simeulue foreign tourists with the Simeulue. The theory used in this research is the theory of social change. This research is qualitative descriptive. The research data was also obtained from key informants. While the method of data collection in the study was the observation of interviews and documentation. The results showed: First, Shape changes in social life Simeulue result foreign tourists interaction with the community in the village Maudil Simeulue Barat subdistrict Teupah that pattern changes in Local Communities Culture and Lifestyle Changes Local Communities. Second, the factors affecting changes in social life due to the interaction between Simeulue foreign tourists with the Simeulue is Mindset People who already Advancement and Development of Tourism Area. Work can be done in place of foreign tourists to increase income residents of the community there. But there have also been disagreements between the community because foreigners do not understand the customs and norms of the local community, but after being given the understanding they begin to understand it.
Perpecahan Partai Aceh Dalam Menghadapi Pilkada Tahun 2017 (Studi Pencalonan Zaini Abdullah Sebagai Gubernur Melalui Jalur Independen); Internal Conflict Of Partai Aceh In Facing Regional Election Of 2017 (A Study Of Zaini Abdullah’s Candidacy For Gubernatorial Election As An Independent Candidate) Rahmad Ramadhan Oetomo; Radhi Darmansyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAK Konflik di internal Partai Aceh terlihat jelas dengan keikutsertaan Zaini Abdullah dalam kontestasi Pilkada Aceh tahun 2017 melalui jalur independen. Kemudian Zaini Abdullah mengundurkan diri dari Partai Aceh, sebab sesuai dengan Ketentuan dan Peraturan Perundang-Undangan, anggota Partai Politik diharuskan mundur dari keanggotaan Partai selambat-lambatnya tiga bulan sebelum mendaftar dari jalur perseorangan.Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab terjadinya perpecahan Partai Aceh dalam menghadapi Pilkada tahun 2017 dan mengetahui tentang Zaini Abdullah yang memilih mencalonkan diri melaui jalur independen.Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dengan pendekatan Deskriptif yang mana akan menghasilkan data berupa ucapan, tulisan, dan prilaku orang-orang yang diamati.Hasil Penelitian Ini menunjukkan aktor konflik dalam konflik internal Partai Aceh merupakan pihak-pihak elit politik yang mengambil tindakan masing-masing dengan tujuan masing-masing. Jika dilihat dari pandangan Partai Aceh yang menjadi aktor konflik adalah Zaini Abdullah yang memilih mencalonkan diri secara independen. Akan tetapi jika melihat dari tim pemenangan AZAN maka yang menjadi aktor konflik adalah pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan menginginkan kekuasaan dalam Partai Aceh. Faktor penyebab terjadinya konflik dalam Partai Aceh adalah karena ada keinginan berbeda dari setiap elit politik yang tidak bisa disatukan. Dampak konflik internal Partai Aceh yang muncul adalah struktur Partai Aceh mengalami kekosongan, perubahan penilaian masyarakat, AD-ART Partai terganggu dan Partai Aceh tidak bisa mempertahankan loyalitas elit politik maupun kader. Kata Kunci : Perpecahan, Partai Aceh, Pencalonan Gubernur, Jalur Independen.     ABSTRACT Internal conflict within Partai Aceh, a local political party in Aceh, can be clearly seen from the candidacy of Zaini Abdullah for gubernatorial election of 2017 as an independent candidate. He also has declared his resignation from the party and he insisted that his resignation is required by the law which demands that anyone who wants to use independent path for their candidacy resign from any political party for at least 3 months before the election takes place.This study was intended to find out the reasons as to why the internal rift in 2017’s election within Partai Aceh occurred and to know the reasons of Zaini’s independent candidacy for gubernatorial election.This study employed qualitative method with descriptive approach which will result several kinds of data including spoken. written, and behavior of the observed objects.The results of the study showed that the actor who triggered internal rift within Partai Aceh are political elites who act based on their own needs and interests. Based on the perspective of Partai Aceh, it was Zaini Abdullah who declared his independent candidacy. AZAN campaign team, on the other hand, believed that the actors of this internal dispute are those who keen on having power and control in the party. The factor which led the internal factor in Partai Aceh was the elites who have different points of view and objectives that cannot be reconciled The impact of this dispute were incomplete structure of Partai Aceh, people trust to the party, interfered party 's articles of association, and Partai Aceh will not be able to keep the loyalty of political elites and potential cadres.Keywords : Internal Conflict, Partai Aceh, Gubernatorial Candidacy, Independen Way. 
Strategi Komunikasi Edi Fadhil melalui Facebook dalam meningkatkan Rasa Solidaritas Masyarakat (Studi pada Gerakan Sosial ("Cet Langet Rumoh") Wirdatul Husna; Hamdani M. Syam
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

1. Abstrak :Penelitian ini berjudul “Strategi Komunikasi Edi Fadhil Melalui Facebook Dalam Meningkatkan Rasa Solidaritas Masyarakat (Studi Pada Gerakan Sosial Cet Langet Rumoh)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi Edi Fadhil terhadap gerakan sosial “Cet Langet Rumoh” dalam meningkatkan rasa solidaritas masyarakatserta apa saja yang menjadi faktor pendukung dan faktor penghambat dalam sosialisasi gerakan “Cet Langet Rumoh” melalui media facebook.Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori AIDDA. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Objek dalam penelitian ini yaitu strategi komunikasi Edi Fadhil melalui Facebook dalam meningkatkan rasa solidaritas masyarakat dan subjek dalam penelitian ini adalah Edi Fadhil dan pengikut atau teman akun Edi Fadhil pada media Facebook yang berpartisipasi dalam gerakan sosial “Cet Langet Rumoh”. Peneliti mengumpulkan data dengan teknik wawancara mendalam pada Edi Fadhil dan dua orang informan lainnya, teknik observasi dan teknik dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah strategi yang dilakukan Edi Fadhil melalui facebook dalam meningkatkan rasa solidaritas masyarakat antara lain dengan mengenal khalayak sasaran yaitu seluruh lapisan masyarakat, menyusun pesan yaitu dengan menentukan tema, materi, gaya bahasa, sistematika pesan, dan teknik komunikasi, menetapkan metode penyampaian pesan, dan seleksi penggunaan media yaitu facebook. Faktor yang mendukung sosialisasi ini adalah karena adanya fitur share pada facebook dan hambatan yang dihadapi Edi Fadhil adalah pertemanan di facebook yang hanya mencapai lima ribu akun sehingga publikasi mengenai gerakan Cet Langet Rumoh menjadi terbatas.Kata kunci: Strategi Komunikasi, Edi Fadhil, Gerakan Cet Langet Rumoh.2. Judul Bahasa Inggris : “Edi Fadhil’s communication strategy to raise citizen solidarity through Facebook (a study on social movement of Cet Langet Rumoh”)3. Abstract :This study entitled “Edi Fadhil’s communication strategy to raise citizen solidarity through Facebook (a study on social movement of Cet Langet Rumoh”). The study aimed to find out how Edi Fadhil’s communication strategy raised citizen solidarity as well as factors supporting and obstructing the social movement of Cet Langet Rumoh through Facebook. The theory used in this study was AIDDA theory. The researcher used qualitative method with descriptive approach. The object of the study was Edi Fadhil’s communication strategy in raising citizen solidarity through Facebook while the subjects were Edi Fadhil and followers or friends on Edi Fadhil’s Facebook who participated in social movement of Cet Langet Rumoh. The researcher collected the data through in-depth interview on Edi Fadhil and two other informants, observation, and documentation techniques. The result showed that communication strategies used by Edi Fadhil to raise citizen solidarity through Facebook were recognizing public target, namely a whole citizen level, arranging messages by determining theme, material, idiolect, message systematization, and communication technique; determining method for message delivery; and selecting media, namely Facebook. The supporting factor for this socialization was for the existence of share feature on Facebook while the obstacle encountered by Edi Fadhil was Facebook friendship system which only allowed up to five thousand friends per account so that the publication of Cet Langet Rumoh movement became limited.Keywords: Communication Strategy, Edi Fadhil, Cet Langet Rumoh Movement. 
SOSIALISASI POLITIK BAGI PEMILIH PEMULA DI LINGKUNGAN KELUARGA (STUDI KASUS KECAMATAN LUENG BATA B. ACEH); POLITICAL SOCIALIZATION FOR VOTERS IN THE FAMILY ENVIRONMENT (CASE STUDY KECAMATAN LUENG BATA B. ACEH) M Teguh Wibowo; Effendi Hasan Effendi Hasan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAK          Keluarga yang merupakan salah satu agen sosialisai politik dapat mensosialisasi politik kepada pemilih pemula di Kecamatan Lueng Bata yang pengetahuan politiknya masih minim. Minimnya pemahaman politik pada pemilih pemula dan kurangnya sosialisasi politik yang dilakukan oleh keluarga berakibat pada rendahnya tingkat partisipasi politiknya. Sehingga akan meningkatnya angka golput. Melihat kondisi saat ini pemilih pemula menjadi target suara pada saat pemilu. Maka sangat disayangkan apabila pemilih pemula ini tidak memiliki pemahaman politik dalam menentukan sikap politiknya. Karenanya di perlukan fungsi keluarga sebagai kelompok pertama yang memberikan pendidikan kepada setiap individu untuk mensosialisasikan politik kepada pemilih pemula. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sosialisasi politik bagi pemilih pemula di lingkungan keluarga di Kecamatan Lueng Bata Banda Aceh dan kendala-kendala apa yang terjadi dalam melakukan sosialisasi politik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu penelitian lapangan dan dokumentasi. Studi lapangan untuk memperoleh data primer yaitu dengan wawancara. Sedangkan dokumentasi merupakan catatan peristiwa berupa gambar. Hasil penelitian ini menunjukkan sosialisasi politik yang terjadi bagi pemilih pemula di lingkungan keluarga di kecamatan Lueng Bata Banda Aceh terjadi pada tiga mekanisme sosialisasi yaitu, imitasi, instruksi, dan motivasi. Namun sosialisasi politik di lingkungan keluarga tidak berjalan sepenuhnya, karena pemahaman dan nilai-nilai politik yang diberikan kebanyakan mengenai pemilu saja. Kendala kurangnya terjadi sosialisasi politik dalam keluarga yakni, tidak seringnya terjadi diskusi politik dalam keluarga, kurangnya minat politik terhadap keluarga, dan juga kurangnya minat politik terhadap pemilih pemula. Hal ini disebabkan karena ketidakpercayaan mereka terhadap elit-elit politik yang hanya mementingkan diri sendiri dan kelompoknya saja. Kata Kunci : Sosialisasi Politik, Keluarga, Pemilih Pemula.ABSTRACT            Family is one of socialization agents of politics which can promote politic to beginner voters in Lueng Bata Sub-district whose political knowledge was still limited. The limited knowledge of beginner voters and lack of socialization resulted in lack of participation in political events. Looking over the current conditions, the beginner voters have become potential voters for the election. Therefore, it is a big loss if these voters do not have a sufficient knowledge of politic when there are about to make their decisive choice for the election. Thereby the family should have educational function to educate beginner voters within their own family. The purpose of this study was to know the socialization about politic in family and obstacles faced in the socialization process. The method of this study was qualitative with descriptive approach. The data collection technique used was field study and documentation. The field study was done in order to get primary data by conducting an interview. Meanwhile, the documentation was a set of history records in from of pictures. The result showed that there were three mechanisme of socialization for politics within family in Lueng Bata sub-district Banda Aceh i.e. imitation, instruction, and motivation. However, most of the socialization was done only for the election. The obstacles faced during socialization were limited number of discussion carried out in family about politics, lack of interest in politics for both the family and the beginner voters. Such conditions happened because they are lack of trust to the political elits who think about their personal interests and group interests only.Keywords: Political socialization, Family, Beginner Voters.
Pengembangan Sektor Pariwisata di Tapaktuan (Studi Analisis Sosiologi Spatial di Kecamatan Tapaktuan,Aceh Selatan) Kodrat Zulfi; Mahmuddin Mahmuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

-abstrak bahasa indonesiaPariwisata pada era sekarang merupakan suatu kegiatan yang tidak hanya mengacu pada aktifitas wisatawan saja. Akan tetapi juga mengacu pada pembangunan yang multifungsi, yang mana mempunyai manfaat yang sangat luas dan banyak dari adanya pariwisata. Tapaktuan merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Aceh Selatan yang sangat dikenal pariwisatanya secara potensial baik di provinsi maupun nasional. Hal ini tidak terlepas kontribusi pariwisata Tapaktuan terhadap pembangunan yang mana potensi objek wisatanya terdapat 16 titik potensi wisata dari 111 titik potensi wisata yang ada di Kabupaten Aceh Selatan. Namun potensi itu tidak dioptimalkan secara serius oleh pemerinah setempat. Pemerintah daerah dalam mengembangkan objek wisata dinilai masih tidak tertata, hal ini dapat dilihat dari infrastruktur dan sarana-prasarana yang belum memadai. Didalam pengembangan sektor pariwisata sudah tentu terdapat kebijakan-kebijakan yang mengatur pengembangan sektor pariwisata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebijakan-kebijakan pengembangan pariwisata dan faktor penghambat dalam pengembangan sektor pariwisata. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini menggunakan teori Modernisasi Rostow, yang mengenai Proses bertahap dimana pertumbuhan ekonomi yang hendak dicapai masyarakat diawali bersifat tradisional atau sederhana menuju suatu tatanan masyarakat yang maju dan kompleks. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan observasi, serta selanjutnya dianalisis dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian mengenai pengembangan sektor pariwisata menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata masih belum terarah dengan baik, hal ini disebabkan oleh adanya beberapa hambatan dalam kebijakan pengembangan sektor pariwisata antara lain: interaksi antara pemerintah terhadap swasta dan masyarakat, aspek manajemen pembangunan sarana-prasarana, anggaran, aspek manajemen pemasaran dan promosi dan aspek SDM. Sehingga sangat perlu untuk mengambil upaya dan langkah professional terhadap manajemen organisasi khususnya dalam desain dan proses penyusunan strategi yang tepat dan efektif.Kata Kunci: Pariwisata, Sosiologi Spatial, Kebijakan-abstrak bahasa inggrisNowadays, a tourism is the activity which does not only refers to the tourist's activity. However, it refers to the multifunctional development, which has the wide benefit. Tapaktuan is the government's center of South Aceh Regency which is known with its potential tourism in province and national. This thing does not apart from the contribution of the Tapaktuan's tourism towards the development which has the potential tourism in 16 area of 111 area in South Aceh regency. However, that potential does not optimized seriously by the government in these area. The local government is still disorganized in improving the tour object, it can be proved from the inadequate infrastructure and facilities. The improvement of the tourism sector has the policies that organize the tourism sector development. The purpose of this study is to know the tourism development policies and the obstacle factor in the tourism sector improvement. This study uses the qualitative method in descriptive approach. In addition, this study uses the Rostow's modern theory, concerning the gradual process in which the economy growth that will be achieved by the societies are started in traditional or simple character to the progressive and complex society order. The collection of data is conducted by the  interview and observation, it was analyzed in qualitative approach. The result of the study is about the tourism sector development which shows that the tourism development has still not well directed. It is caused by the several obstacles in the tourism sector development policy involve the interaction between the government towards private and societies, the management aspect of the facility and infrastructure development, the budget, the management aspect of marketing and promotion, and the human resources aspects. Hence, it is needed to take the effort and professional action towards the organization management particularly in design and strategy arrangement process appropriately and effectively.Keywords: Tourism, spatial sociology, policy
Hubungan Kontrol Sosial Sekolah dengan Perilaku Cyberbullying pada Siswa-siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di Kota Banda Aceh Ulia Zuhra; Kartika Sari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

Abstrak Indonesia;Kontrol sosial berpotensi menentukan perilaku seseorang agar sesuai dengan norma sosial di lingkungan. Bentuk perilaku cyberbullying dapat dikatakan sebagai perilaku menyimpang karena tidak sesuai dengan harapan kelompok dan norma sosial. Individu dengan kontrol sosial yang kuat lebih mungkin untuk menyesuaikan diri dengan norma, sedangkan individu dengan ikatan sosial yang lemah lebih mungkin untuk menyimpang dari norma-norma tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kontrol sosial sekolah dengan perilaku cyberbullying pada siswa-siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan gabungan dua teknik pengambilan sampel yaitu multi stage cluster dan proportionate stratified random sampling. Sampel yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 109 siswa-siswi di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN). Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kontrol sosial sekolah (School Bond) Libbey yang telah dikembangkan dan disusun ulang oleh Adilla dan adaptasi skala cyberbullying (Student Needs Assessment Survey) Willard. Hasil analisis data menggunakan statistik nonparametric dengan teknik analisis data Spearman menunjukkan koefisien korelasi (r) sebesar -0,347 dengan nilai (p) = 0,000 (p 0,05). Berdasarkan hasil tersebut maka hipotesis yang diajukan diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif dan signifikan antara kontrol social sekolah dengan perilaku cyberbullying pada remaja di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di Banda Aceh. Hal ini dapat diartikan bahwa semakin tinggi kontrol sosial sekolah maka semakin rendah intensitas perilaku cyberbullying.English Abstract; Social control potentially determines a person's behavior so that it is suitable with social norms in the neighborhoods. The forms of cyber bullying behavior can be regarded as deviant behavior because it is incompatible with the expectations of the group and social norms. Individuals with a strong social control are able to adjust themselves to the norms, whereas individuals with weak social ties are more likely to deviate from these norms. This study aims to find out the relationship between school social control and cyber bullying behavior towards Senior High School students in Banda Aceh. This study applies a quantitative approach by using a combination of two sampling technique namely multi stage cluster and proportionate stratified random sampling. The samples of study were 109 students in state Senior High School in Banda Aceh. The instrument used in this study is the scale of social control schools (School Bond) from Libbey which has been developed and rearranged by Adilla and adapted scale of cyber bullying (Student Needs Assessment Survey) by Willard. The results of data analysis by using the nonparametric statistical data analysis techniques showed that Spearman correlation coefficient (r) of -0.347 with a value of (p) = 0.000 (p 0.05). Based on these results, the hypothesis is accepted so that it can be concluded that there is a significant and negative relationship between school control of social and cyberbullying behavior in students in the state Senior High School of Banda Aceh. This may imply that the higher the social control of the school, the lower the intensity of cyber bullying behavior occurs.
Dampak Perilaku Turis Terhadap Moral Remaja Diana Armeli; Husaini Ibrahim Ibrahim
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

      ABSTRAKPerkembangan sektor pariwisata yang terus melaju pesat memberikan pengaruh besar dalam masyarakat baik itu dampak positif maupun negatif. Dampak positif terlihat dari perkembangan perekonomian pada masyarakat Gampong Iboih Kecamatan Sukakarya Kota sabang. Dampak negatif dapat dirasakan dari perubahan moral pada remaja Gampong Iboih Kecamatan Sukakarya Kota Sabang yang terjadi akibat pergeseran budaya karena banyaknya budaya baru masuk bersama kedatangan turis-turis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak perilaku turis terhadap moral remaja, dan juga menganalisis bagaimana perbedaan pola perilaku remaja  di daerah yang ada turis dengan pola perilaku remaja di daerah yang tidak ada turisnya. Penelitian ini menggunakan Teori Belajar Oleh Edwin H.Sutherland yang menjelaskan bahwa belajar merupakan sebuah proses perubahan didalam kepribadian manusia dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk sikap, pemahaman, dan tingkah laku individu tertentu. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jumlah informan sebanyak 10 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Hasil penelitian menjelaskan bahwa dampak dari perilaku turis terhadap moral remaja  di Gampong Iboih Kota Sabang dapat terlihat dari bagaimana cara remaja berpenampilan, cara remaja berbicara dan cara remaja berinteraksi dengan teman-temannyaKata Kunci : Perilaku Turis, Moral Remaja ABSTRACKThe development of the tourism sector continues to progress fast provide a major influence in the community, positive good or negative. The positive impact seen from the economic development. of the village community Iboih districts Sukakarya town of Sabang. The negative effects can be felt from a moral change in adolescents village Iboih Sabang city districts like the work that occurs due to cultural shifts because of the many new cultural entered with the arrival of tourist.This study aims to determine the impact of tourists on the moral behavior of teenagers and also analyze how different patterns of adolescent behavior  in any tourist area with adolescent behavior patterns in areas that no tourist. This reasearch uses the theory of learning by Edwin H. Suherland, which explains that learning is a process of change in the human personality and the changes will be shown in the from of attitudes, understanding and behavior of certain individuals. This research use method of qualitatif descriptive approach with a number of informants is 10 people. Techniques of data collection is done by observation and interviews.  The result of the study explained that the impact of the behavior towards teenage tourists in the village of Sabang city Iboih can be seen from how teenagers dressed, the way teens talk and interacting with his friendsKeywords : Tourist Behavior, Moral Teens 
Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Infrastruktur Mukim Lhamleu Kecamatan Suka Makmur Kabupaten Aceh Besar Ihya Algazali; Husaini Ibrahim
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

                                              AbstrakBerdasarkan indetifikasi masalah Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipe prilaku masyarakat berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur mukim lhamleu yang ada di tiap-tiap gampong serta mengkaji penyebab partisipasi masyarakat dalam pembangunan infrastruktur. Dan ingin mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat di pengaruhi tingkat partisipasi masyarakat dalam pembangunan terhadap tiap-tiap gampong Mukim Lhamleu. Seperti yang dijelaskan pada bagian latar belakang masalah, bahwa partsipasi masyarakat merupakan keterlibatan masyarakat dalam pembangunan menyangkut tentang pertumbuhan tempat dimana masyarakat tersebut terintegrasi satu sama lain. Dalam tujuan untuk meningkatkan sumber daya yang tersedia untuk memenuhi suatu kebutuhan masyarakat melalui proses pembangunan tersebut.Dalam skema analisis kerangka konseptual dari analisis berkaitan dengan beberapa teori (1)partisipasi dalam buku Miriam Budiarjo tentang dasar-dasar politik dari pemikiran menurut Dusseldrop,1981 ada beberapa aspek dalam dengan tingkat keterlibatan, cara keterlibatan, tujuan gaya partisipasi (2) Teori pembangunan dengan kutipan menurut Slamet (1994:61) pembangunan bukan hanya dari aspek pertumbuhan ekonomi saja, tetapi melihat lebih kepada perubahan pemerataan produksi dalam sifat hubungan sosial.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif, dengan kata lain metode campuran (Mixed Methods). Dari penelitian ini mengambil beberapa sampel yaitu masyarakat dan Geuchik yang ada di tiap- tiap gampong Mukim Lhamleu Kecamatan Suka Makmur Kabupaten Aceh Besar. Dalam Hasil penelitian ini menunjukkan dengan analisis gambaran yaitu : (1) Berdasarkan hasil analisis data setelah dilakukan pengujian responden dalam mayoritas masyarakat gampong dan geuchik dengan jawaban dan pandangan, dari rata-rata jawaban masyarakat  yang ada di Mukim Lhamleu Kecamatan Suka Makmur Kabupaten Aceh Besar dari gaya keterlibatan partisipasi secara musyawarah dalam rencana pembangunan, dengan kata lain partisipasi masyarakat tiap-tiap gampong secara langsung menggambarkan bahwa masyarakat berperan aktif ikut serta dalam pembangunan.(2) Adapun penyebab masyarakat gampong yang ada di Mukim Lhamleu Kecamatan Suka Makmur Kabupaten Aceh Besar di pengaruhi beberapa aspek: tingkat keterlibatan, dan cara keterlibatan. Dalam tingkat keterlibatan bebas digunakan untuk seorang individu yang melibatkan dirinya sendiri dengan suka rela. Kesimpulan yang dapat di ambil dari hasil penelitian masyarakat dalam berpartisipasi berekaitan dengan tingkat keterlibatan dan cara keterlibatan  dalam suatu pembangunan infrastruktur di tiap-tiap gampong Mukim Lhamleu Kecamatan Suka Makmur Kabupaten Aceh Besar. Kata Kunci :Partisipasi Masyarakat, Pembangunancommunity participation in infrastructure development Mukim lhamleu Like subdistrict great  Aceh districtBased on problem indications, this study was meant to find out behavioral types of people in participating for infrastructure development in Mukim, term used for a subdivision of district, Lhamleu and to review the causes of participation of local people in infrastructure development. This study was also intended to know factors that affect the level of participation of local communities in infrastructure development in every village located in Mukim Lhamleu. As explained in the background of study, the participation of society is an involvement in development in which all of components are well integrated each other. The development is an effort made to level up available resources in order to fulfill people’s needs during the development. In conceptual framework analysis scheme, it is correlated with several theories i.e. (1) participation, in a book written by Miriam Budiarjo about fundamental of politics of reasoning. According to Dusseldrop, 1981, there are several aspects, goals, and style of participation. (2) Theory of developments stated by Slamet (1994:61) say that development cannot only be seen from economic growth only but it is also about seeing equity in terms of social relationship. This study employed qualitative and quantitative methods, or mixed methods. The study selected some samples including Geuchik, the leader of a village, and local people from several villages in Mukim Lhamleu, Suka Makmur Sub-district, Great Aceh Regency. The results of study illustrated that (1) Based on data analysis of respondents, it was obtained that the style of participation of Geuchik and local people used negotiation for consensus, it also indicated that majority of them actively participated in the development. (2) There were severa aspects affected local community’s participation including level, and way of participation. In free involvement, someone showed his participation in voluntary way. Thus, it can be concluded that the behavior of local communities and level of participation and way of participation were correlated in infrastructure development in each village situated in Mukim Lhamleu, Suka Makmur Sub-district, Great Aceh Regency. Keywords: Participation of Local Communities, Development               
Dana Aspirasi dan Pola Hubungan Konstituen Dengan Wakil Di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh Muhammad Afnan Muhammad Afnan; Zainal Abidin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAKDalam negara yang menganut sistem demokrasi, salah satu fungsi utama lembaga perwakialn adalah fungsi perwakilan (representasi). Sebagai fungsi representasinya, anggota DPRA berhak memperjuangkan aspirasi dari konstituen. Dalam memperjuangkankan aspirasi dari konstituen sekarang ini menjadi lebih mudah yang dihadapi oleh DPRA, hal ini karena adanya program dana aspirasi yang disediakan untuk anggota DPRA memperjuangkan aspirasi dari konstituennya. Penyaluran dana aspirasi bisa berjalan maksimal apabila ada pola hubungan yang berjalan dengan baik antara anggota DPRA dan konstituen.Tujuan penelitian untuk melihat apakah penyaluran dana aspirasi yang dilakukan DPRA sudah tepat sasaraan serta melihat pola hubungan antara konstituen dengan DPRA pasca pemilu 2014 dengan adanya penyaluran program dana aspirasi.MetodePenelitian menggunakan metode kualitatif serta pendekatan deskriptif, pengumpulan data melalui penelitian kepustakaan dan lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan cara membacaberbagai literatur seperti buku-buku, majalah, jurnal, dan laporan penelitian serta yang lainnya yang berkaitan dengan penelitian. Sedangkan pengumpulan data lapangan dilakukan dengan cara pengumpulan data lokasi penelitian dan wawancara informan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyaluran dana aspirasi masih banyak yang belum tepat sasaran, hal ini disebabkan oleh komunikasi yang kurang baik antara konstituen dan DPRA, kemudian adanya kelompok-kelompok fiktif yang mengatasnamakan rakyat banyak juga mengakibatkan penyaluran dana aspirasi tidak tepat sasaran. Pola hubungan antara anggota DPRA dan konstituen dengan adanya dana aspirasi berjalan dengan baik, hal ini disebabkan oleh konstituen beranggapan bahwa anggota DPRA yang memperjuangkan aspirasinya adalah bekerja untuk kepentingan masyarakat.Kepada DPRA kedepan sebelum menyalurkan dana aspirasi agar terlebih dahulu melakukan reses, supaya kedepan program yang disalurkan dari dana aspirasi tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat banyak. Kepada masyarakat agar mendukung DPRA pada saat melakukan reses, sehingga memudahkan DPRA dala menyerap aspirasi dari konstituen.  Kata Kunci: Dana Aspirasi,Pola Hubungan, DPRA dan Konstituen.ABSTRACTASPIRATION FUND AND RELATIONSHIP PATTERN BETWEEN ACEH PROVINCIAL PARLIAMENT (DPRA) AND CONSTITUENTS             In countries that embrace thedemocratic system, one of the main functions of representative institutions is representation. In its function as a representative, member of Aceh Provincial Parliament (DPRA) is entitled to fight for the aspirations of their constituents. Now DPRA becomes easier in fighting for the aspirations because of aspiration fund programs provided for members of DPRA. However, the aspiration fund couldbe distributedwell if there is a pattern of relationships that go well between members of provincial Parliament and constituents.             This study aims to determine whether the distribution of aspirations fund has been right on target and to see the pattern of relationships between constituents with DPRA after the elections in 2014 with the distribution of aspiration fund program.             The research employed the qualitative methodand descriptiveapproach. Datawere collected through library and field research. Library research was carried out by reading a variety of literature such as books, magazines, journals, and research reports as well as other readings related to the research. Whereas, the field research was done by collecting data from research sites and interviewing informants.             The results showed that the distribution of aspiration fund was not on target. It resulted frompoor communication between constituents and parliaments, and there werefictitious groups who claimed that they worked on behalf of the people. The pattern of relationships between members of provincial parliament and constituent runs properly due to constituents’ assumption that members of DPRA who fought for their aspirations worked for the benefit of society.             It is suggested that the DPRA do a recess before channeling the aspiration fund so that the programs channeled fromaspiration fund in the future are right on the targetand beneficial to society. It is also expected that the public support the DPRA at the time of recessto ease them in absorbing the aspirations of their constituents. Keywords: Aspiration Fund, Relationship Pattern, DPRA, and constituents.