cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
JIMFISIP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi, yaitu Prodi Sosiologi, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Ilmu Politik dan Prodi Ilmu Pemerintahan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 59 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017" : 59 Documents clear
Peran Suporter Koetaradja Untuk Lantak Laju (SKULL) Dalam Meningkatkan Elektabilitas Teuku Iqbal Djohan Pada Pemilu Legislatih Tahun 2014 Syafri Agustia Noor; Adwani Adwani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

PERAN SUPORTER KOETARAJA UNTUK LANTAK LAJU (SKULL) DALAM MEMPENGARUHI ELEKTABILITAS TEUKU IQBAL DJOHAN PADA PEMILU LEGISLATIF TAHUN 2014 ABSTRAK Peran Suporter Koetaraja Untuk Lantak Laju (SKULL) dalam Mempengaruhi Elektabilitas Teuku Iqbal Djohan pada Pemilu Legislatif 2014 lalu menentukan kiprahnya didunia perpolitikan. Kepeduliannya terhadap Persiraja justru menjadi alasan masyarakat dan anggota SKULL menjatuhkan pilihan kepada Iqbal Djohan. Selain kecintaannya terhadap Persiraja sosok Iqbal Djohan selalu dikaitkan dengan para pemuda Kota Banda Aceh, hal itulah yang menjadi salah satu faktor utama masyarakat dan anggota SKULL memberikan suaranya untuk Iqbal Djohan walaupun tidak semua masyarakat dan anggota SKULL memberikan suaranya untuk Iqbal Djohan pada pemilu legislatif tahun 2014 lalu. Semua data yang diperlukan diperoleh melalui penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan cara mempelajari buku-buku, jurnal, makalah, koran, sekripsi dan website sedangkan penelitian lapangan diperoleh dengan cara mewawancarai informan-informan yang telah ditentukan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa peran SKULL dalam mempengaruhi elektabilitas Iqbal Djohan pada pemilu legislatif 2014 dan penyebab SKULL berperan atau tidak berperan pada pemilu legislatif 2014 serta dampak yang terjadi terhadap Iqbal Djohan pada pemilu legislatif 2014. Hasil penelitian menyatakan bahwa peran SKULL sangat menentukan elektabilitas Iqbal Djohan walaupun tidak semua anggota SKULL berperan pada pemilu legislatif 2014. Terdapat harapan yaitu suatu perubahan kearah yang lebih baik dari saat ini untuk Persiraja, semoga dengan kemenangan yang diraih oleh Iqbal Djohan menjadi titik terang untuk merubah keadaan Persiraja. Kata Kunci : SKULL, Iqbal Djohan, Pemilu Legislatif, Persiraja.  ABSTRACT The role of Suporter Koetaraja Untuk Lantak Laju  (SKULL) in influencing the electability of Iqbal Johan in legislative elections in 2014 and then determine his action  in the world of politics. His concern is precisely be the reason why Persiraja community and  the members of SKULL dropped the option to Iqbal Djohan.  In addition to his love of Persiraja, the figure of Iqbal Johan has always been associated with the youth of Banda Aceh city, that was one of the main factors of society and members of SKULL voted for Iqbal Johan, although not all the societies and members of SKULL voted for Iqbal Johan in legislative elections in 2014. All the necessary data is obtained through library research and field research. The library research is done by studying books, journals, papers, newspapers, thesis and website, while the field research is obtained by interviewing informants that had been predetermined. This study aims to determine what is the role of SKULL in influencing the electability of Iqbal Johan in legislative elections in 2014 and the cause of SKULL has role or has no role in the legislative elections in 2014 and the impact it against Iqbal Johan in legislative elections in 2014. The results of this study stated that the role of SKULL was very decisive in the electability of Iqbal Johan although not all of the members contribute to the the legislative elections in 2014. There are hopes that give a change in a better direction than today for Persiraja, hopefully with the victory obtained by Iqbal Djohan will be a bright spot to change the Persiraja circumstances. Keywords: SKULL, Iqbal Djohan, Legislative Elections, Persiraja 
Analisis Semiotika Foto Jurnalistik Rubrik Menatap Aceh Pada Koran Harian Serambi Indonesia Agus Setyadi; Hamdani M. Syam
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian berjudul “Analisis Semiotika Foto Jurnalistik Rubrik Menatap Aceh Pada Harian Serambi Indonesia” bertujuan untuk mengetahui makna yang terkandung dalam sebuah foto jurnalistik wisata yang diambil dari beberapa kabupaten di Aceh. Peneliti ingin melihat bagaimana fotografer Harian Serambi Indonesia membingkai keindahan alam Aceh dalam wujud foto dengan tidak mengabaikan nilai-nilai jurnalistik sehingga menghasilkan makna semiotika. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teori semiotika Roland Barthes yaitu denotasi, konotasi serta mitos untuk memahami makna dibalik foto-foto yang dimuat pada Rubrik Menatap Aceh edisi Januari hingga Feburari 2015. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian. Data primer dikumpulkan melalui arsip koran edisi Januari hingga Februari 2015 dan data sekunder dikumpulkan melalui studi kepustakaan yang memiliki relevansi dengan penelitian ini. Sampel yang digunakan selama periode tersebut adalah enam foto karena rubrik itu sempat tidak terbit selama dua minggu. Dari enam foto yang dianalisis, semuanya menunjukkan makna denotasi yang jelas. Sedangkan untuk makna konotasi, tidak semua foto memiliki keenam prosedur semiotika Roland Barthes seperti pose karena gambar yang ditampilkan hanya pemandangan saja tanpa ada makhluk hidup yang dapat menjadi cerita. Meskipun demikian ada beberapa prosedur yang lebih ditonjolkan seperti trick effect, object, dan photogenia. Semua foto yang dimuat terlihat ada cropping sebagian, objek utama ditonjolkan, cara fotografer mengambil gambar, serta caption foto bersifat mengarah pembaca. Sementara mitos pada foto jurnalistik wisata sulit ditemukan tetapi pada foto kelima menampilkan ekspresi wajah seorang perempuan sedang tersenyum sambil menyenter giok yang menyimbolkan perasaan senang.Kata Kunci : Foto Jurnalistik, Menatap Aceh, Semiotika, Serambi Indonesia             ABSTRACTThe study entitled "Analysis of Semiotics Photojournalistic Rubric Menatap Aceh in daily Serambi Indonesia" aims to determine the meaning contained in a tour journalism photo taken from several districts in Aceh. The researcher wanted to see how the photographers of daily Serambi Indonesia frame the natural beauty of Aceh in the form of photos without neglecting journalistic values in order to obtain semiotic meaning. In this study, the researcher used semiotic Roland Barthes theory about denotation, connotation and myth in order to understand the meaning behind the photographs posted in the “Rubric Menatap Aceh” edition of January until February 2015. This study used a descriptive qualitative approach which aims to understand the phenomenon of what is experienced by research subjects. The primary data was collected through newspaper archives in the edition of January-February 2015 and the secondary data was collected through library research which has relevance to this study. The sample used in this study during these periods is six photos as a rubric that had not been published for two weeks. From the six photos which were analyzed, all of them showed a clear denotation meaning. Meanwhile, not all photos have a sixth Roland Barthes semiotic procedures for the connotations as the pictures displayed only the scenery without any living creature can be a story. Nevertheless there are some procedures that are more highlighted such as trick effects, objects, and photogenia. All posted photos seem there is no cropping partially visible, the main object is highlighted, and the way of the photographer taking pictures, as well as the caption of photo is leading the reader. Although the myth of the photojournalism is hard to find but in the fifth photo shows the facial expression of a woman who is smiling while shining the jade that symbolize pleasure feeling. Keywords       : Journalism Photo, Menatap Aceh, Semiotic, Serambi Indonesia 
Analisis Perbandingan kebijakan Bupati Akmal Ibrahim dan Bupati Jufri Hasanudin Dalam menjamin Ketahanan Pangan dalam Bidang padi di Aceh Barat Daya Rizki Irfan; Dr.Syarifuddin Hasyim SH.Mhum
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berkaitan tentang politik pangan dengan mengalisis perbandingan kebijakan bupati Akmal Ibrahim dan Jufri Hasanuddin dalam menjamin ketahanan pangan pada bidang padi di kabupaten Aceh Barat Daya. Adapun tujuan Penelitian ini untuk mengetahui perbandingan kebijakan dan kendala dihadapi Bupati Akmal Ibrahim dan Bupati Jufri Hasanuddin dalam menjamin ketahanan pangan pada tanaman padi di Kabupaten Aceh Barat Daya. Penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat komparatif. Data dalam penulisan skripsi ini diperoleh melalui penelitian kepustakaan dan lapangan.Hasil penelitian menunjukan Perbandingan kebijakan bupati Akmal Ibrahim dengan bupati Jufri Hasanuddin dalam menjamin ketahanan pangan khususnya pada bidang tanaman padi di kabupaten Aceh Barat Daya adalah sama dalam hal kebijakannya pengadaan Pupuk dan Bibit, Alat penunjang pertanian, dan pengelolaan air akan tetapi berbeda dalam hal pelaksanaan dilapangan dan teknik kebijakannya. Adapun Kendala yang dialami Bupati Akmal Ibrahim dan Bupati Jufri Hasanuddin dalam Menjamin Ketahanan Pangan Khususnya pada bidang tanaman padi di Kabupaten Aceh Barat Daya adalah sama yaitu faktor alam, faktor pelaksanaan, dan faktor masyarakat akan tetapi berbeda dalam hal menghadapi kendala dilapangan. Kesimpulan penelitian kebijakan ketahanan pangan tanaman padi dan juga dalam menghadapi kendala dilapangan yang diterapkan oleh bupati Akmal Ibrahim lebih baikdibandingkan bupati Jufri Hasanuddin, disarankan Pemerintahan kabupaten Aceh Barat Daya saat ini dalam hal kebijakan harus lebih konsiten lagi dalam menjamin ketahanan pangan tanaman padi dan disarankan kepada petani padi agar menerima pola perubahan sistem pertanian yang dirancangan oleh pemerintah. Kata Kunci: Perbandingan,Kebijakan, Ketahanan PanganComparative analysis of policy between Akmal Ibrahim and Jufri hasanuddin in ensureng food security in ricefied in Aceh Barat Daya (southest Aceh)ABSTRAKThis study deals with food politics by comparing the policy made by Akmal Ibrahim and Jufri Hasanuddin, the regents, in ensuring the food security in rice sector in South West Aceh Regency. The objective of this study was to know the difference policy and problems faced by Akmal Ibrahim and Jufri Hasanuddin in terms of managing food security in South West Aceh Regency. This study employed comparative qualitative method. The data were obtained from field study and library study. The results showed that both of regents, Akmal Ibrahim and Jufri Hasanuddin, applied the same policy in several items i.e. procurement of fertilizers and seeds, farming tools, and water maintenance. However, both of them used different ways to implement their policies. Problem faced Akmal Ibrahim and Jufri Hasanuddin in ensuring food security in South West Aceh Regency covered natural factor, implementation factor, and problems with local people and they also used different ways to overcome these obstacles. It can be concluded that Akmal Ibrahim had a better performance in ensuring food security for rice sector as well as overcoming problems faced during the program. It is suggested that the government of South Aceh Regency be more consistent in ensuring food security and farmers accept the changes of pattern change in agricultural system designed by the government. Keywords: Comparison, Policy, Food Security 
Upaya Pasangan yang Tidak Memiliki Anak Dalam Mempertahankan Perkawinan Ayu Melta Fariza
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAK. Masalah–masalah yang di hadapi keluarga, tidak ada rumah tangga yang tidak memiliki masalah. Itulah rumus baku yang diyakini semua konsultasi keluarga. Tetapi yang membedakan yaitu bagaimana sikap masing-masing keluarga yang dalam menghadapi permasalahan tersebut. Akan tetapi tidak semua pernikahan di anugerahkan keturunan. Adanya pasangan suami istri yang mempunyai kesulitan dan hambatan dalam mendapatkan anak. Jika pasangan tersebut tidak mendapatkan keturunan padahal mereka tidak menggunakan alat kontrasepsi, bias jadi pasangan tersebut mengalami infertilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pasangan suami istri tanpa anak memaknai ketidakhadiran anak dan bagaimana upaya pasangan suami istri yang tidak memiliki anak dalam mempertahankan hubungan perkawinan. Dengan lokasi penelitian di Desa Ulee Ue, Lamsiot, dan Jruek Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analisis, dengan maksud untuk memperoleh gambaran yang komprehensif dan lebih mendalam terkaitpenulisan skripsi.  HasilpenelitianyaituPerkawinan merupakan proses integrasi dua individu yang hidup dan tinggal bersama.Pertukaran terjadi dalam beberapa bentuk dalam matriks, antara lain, pertukaran langsung/ pertukaran tergeneralisasi dan pertukaran produktif.  Dalam pertukaran langsung (Direct Exchange), timbal balik dibatasi pada kedua aktor yang terlibat. Pertukaran tergeneralisasi (Generalized Exchange) melibatkan timbal balik yang bersifat tidak langsung. Seseorang memberikan kepada orang lain, dan penerima merespon tetapi tidak kepada orang pertama. Dalam pertukaran langsung dan tergeneralisasi, satu orang diuntungkan oleh nilai yang dimiliki oleh orang yang lainnya. Satu orang menerima penghargaan, sementara yang satunya mengalami pengorbanan. Dalam pertukaran produktif (Productive Exchange), kedua orang mengalami pengorbanandan mendapatkan penghargaan secara simultan. Kesimpulannya adalah Pada umumnya pasangan suami istri berusaha memiliki anak dengan berbagai cara. Usaha untuk mendapatkan anak bagi pasangan yang telah menikah sejak lama, diupayakan dari segi modern dan tradisional, ke dokter kandungan juga kedukun-dukun di daerahnya. Dengan saran yaitudibutuhkan semangat dan dukungan untuk menguatkan pasangan menghilangkan kesepian yang dirasakan sejak lama. Meskipun segala upaya telah dilakukan untuk dapat mempunyai anak, meski hal tersebut tak kunjung datang ABSTRACT. The family problems, there is no family without problems. It’s a standard formulation that was believed by all families consultant. However, the different is how the figure of each family in facing the problems. But not all the marriage will be given the children, some couples have any problem detention on getting an offspring, if the couple have a problem on getting an offspring but they did not used a contraception, might be the couple have infertilities. The purpose of this research is to learn how to marriage without offspring meaning of absence the children and how the efforts of couple without the children keep their marriage relationship. The villages location of this research are Ulee Ue, Lamsiot, and Jruek at Indrapuri, Aceh Besar. The research using the qualitative approach with use analysis descriptive method, and the purpose of this research is to get comprehensive description and more depth about this research. The result of research told that the marriage is integration process between two individuals that were living together. The exchange occurs in some from the matrix, among other things : direct exchange, generalized exchange and productive exchange. On direct exchange, reciprocal is limited on both actors that involved. Generalized exchange involves reciprocal indirect. Someone give it to another, and recipients respond but not to the first person. On direct and generalized exchange, one of them benefited by the value that owned by another one. One person received award, and the other suffered a victimization. One productive exchange, both of actors suffered victimization and received award simultaneously. The conclusions is in generally the marriage couple trying to get an offspring in various ways. Attempts to get  an offspring for couple who have been married for along time, were trying modern and traditional way, the couple will try to consult with gynecologist or traditional healer around their. The advice and support is needed to brace up the couples to eliminate loneliness that has been feeling for along time. Although all the efforts to get an offspring have made, but it did not presents.
Pendidikan dan Pendapatan Terhadap Mobilitas Sosial Wanita di Gampong Laksana Banda Aceh Diani Khairunnisa; Alamsyah Taher
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRACT Keywords: education, income, social mobilityThis study, entitled Education and Income on Social Mobility Women in Gampong Laksana Banda Aceh raised the issue of (1) the role of education and income against the social mobility of women in the Village Laksana Banda Aceh (2) what was in the charge of education and income that contributes to social mobility of women in Like a Gampong Banda Aceh. This study aimed to (1) the role of education and income against the social mobility of women in the Village Laksana Banda Aceh and (2) the contents of the charge of education and income that contributes to social mobility Gampong Like a woman in Banda Aceh. This research subject female workers in Gampong Laksana totaling 581 people. Decision informants selected by purposive sampling a total of 11 people. The method used qualitative descriptive method. The data collection is done by observation and interview techniques and data processing using qualitative analysis, the data that has been collected in the reduction, followed by the presentation of the data is verified and do conclusion. The results showed the role of education was instrumental in increasing revenue because educated women have a greater opportunity to move from one job to another. Based on the results of the study conclude that 1) women in Gampong Like an educated employment and incomes were more feasible, 2) the education there is guidance on how a woman to be able to get a better income with the opportunity to obtain information about what work should be done that encourages women Gampong Laksana move from one job to another. Suggested research on social mobility can be continued by other researchers so that it can be revealed things that have not been revealed.
Peran Mukim Dalam Memperkuat Kearifan Lokal Di Aceh Muzakir Muzakir; Husaini Ibrahim
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.171 KB)

Abstract

ABSTRAKPeran Mukim dalam memperkuat kearifan lokal di Aceh suatu keniscayaan, mengingat Mukim merupakan sebuah institusi pemerintah adat yang secara historis memiliki nilai emosional tersendiri bagi masyarakat dan secara formal institusi Mukim telah memiliki wewenang dalam sistem permerintahan Aceh yang diakui undang-udang Negara Republik Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dalam konteks memperkuat kearifan lokal di Aceh dan untuk mengetahui hambatan apa saja yang dihadapi Mukim dalam memperkuat kearifan lokal di Aceh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui sumber data primer dan data skunder, data primer  melalui penelitian lapangan yaitu dengan wawancara informan. Sedangkan data skunder melalui penelitian kepustakaan yaitu dengan dokumen-dokumen, buku-buku dan bacaan-bacaan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Mukim dalam memperkuat kaarifan lokal di Aceh sangat besar karena keariafan lokal merupakan aturan adat yang sudah menjadi sebuah tatanan kehidupan masyarakat yang sarat dengan nilai moral, guna menjaga keharmonisan antara manusia dengan alam sehingga keberlangsungan sumberdaya alam Mukim dapat terjaga dan terpelihara secara komprehensif. Mukim Siem dalam memperkuat kearifan lokal yang ada melalui, pertama, penguatan kelembagaan adat Mukim. kedua, pengaturan adat (aturan-aturan adat), dan ketiga, penguatan peradilan adat (tingkat Mukim dan gampong). Hambatan yang dihadapi Mukim Siem dalam rangka menjaga dan memperkuat kearifan  lokal yang ada disebabkan dua faktor  internal dan eksternal. Secara internal antara lain: struktur manajemen Mukim yang belum efektif sebagai mana mestinya, sistem administrasi yang amburadul. Secara eksternal antara lain: Anggaran Pendapatan dan Belanja Mukim (APBM) yang belum Memadai, sarana dan prasarana yang belum memadai, kontribusi masyarakat masih lemah, dan kontribusi pemerintah belum sepenuhnya memberi peran penuh terhadap pemerintahan mukim. Kepada Pemerintah Aceh umum dan pemerintah Aceh Besar khususnya diharapkan dapat menjadikan institusi Mukim memiliki wewenang penuh, memiliki struktur pemerintahan yang jelas dan terarah dalam sistem pemerintahan saat ini, sehingga diharapkan institusi Mukim benar-benar memiliki kedaulatan politik penuh dalam menjalankan hak dan kewajibannya sesuai dengan UUPA dan Qanun No. 4 Tahun 2003, salah satunya dalam menjaga kearifan lokal di Aceh.Kata Kunci : Mukim, Kearifan Lokal di Aceh. THE ROLE OF MUKIM IN STRENGTHENING LOCAL WISDOM IN ACEHABSTRACT Mukim (village cluster) role in strengthhening local wisdom in Aceh is a necessity. Mukim is an indigenous government institutions which historically has its own emotional value for the community and formally it has the authority in Aceh administration system recognized by the laws of the Republic of Indonesia. This study aimed to determine the role in the context of strengthening local wisdom in Aceh and to know what obstacles faced by the Mukim in strengthening local wisdom in Aceh. This study used a qualitative method with a descriptive approach. Data in this study were in the form of primary andsecondary data. Primary data were obtained through field research by interviewing the informant. Meanwhile, secondary data were obtained through the library research by reading documents, books and readings related to the study.The results showed that the role of Mukimin strengthening local wisdom in Aceh was very large because local knowledge is a customary rule which has become a social order that is laden with moral values in order to maintain harmony between man and nature so that the sustainability of Mukim natural resources can be maintained and preserved comprehensively. Mukim of Siem strengthened the local wisdom, firstly, by strengthening the Mukim indigenous institution, secondly, through custom settings (custom rules), and thirdly, by strengthening the customary justice (Mukim and village level). Obstacles faced by the Mukim of Siem in preserving and strengthening local wisdom were caused by to two factors that is internal and external factors. Internal factors were ineffective Mukim management structure and the messy administrative system. Whereas, external factors were inadequate Mukim Budget (APBM), inadequate facilities and infrastructure, weak community contribution, and the not optimal government's contribution. It is expected that the Government of Aceh in general and the government of Aceh Besar in particular give the Mukim institution full authority, a clear governance structure and a directed government system, so that the Mukim institutions will have a full political sovereignty in the rights and obligations by the Law and QanunNo 4of 2003, one of which, maintaining local wisdom in Aceh.Keywords: Mukim, Local Wisdom in Aceh
Motivasi dan Pola Interaksi Pengguna Role Play Twitter Pada Mahasiswa Universitas Syiah Kuala Iin Parlina; Alamsyah Taher
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.616 KB)

Abstract

Abstrak, Penelitian ini berjudul “Motivasi dan pola interaksi pengguna role play twitter pada mahasiswa Universitas Syiah Kuala”.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi informan dalam menggunakan role play di jejaring social twitter dan mengetahui pola interaksi yang terbentuk pada pengguna Role play di jejaring sosial twitter. Twitter telah menjadi salah satu situs yang paling sering dikunjungi di internet. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori penggunaan dan kepuasan atau uses and gratification theory, teori ini memfokuskan perhatian pada audiens sebagai konsumen media massa, dan bukan pada pesan yang disampaikan. Metode penelitian menggunakan pendekatanp enelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif.Ala tpengumpulan data dalam penelitian ini dengan cara wawancara semi-terstruktur dan juga studi dokumentasi. Teknik pemilihan informan yang digunakan adalaht eknik snowball atau bola salju. Berdasarkan hasil pengolahan data yang didapatkan berdasarkan wawancara semi-terstruktur dan studi dokumentas imaka dapat dilihat bahwa motivasi pengguna role play twitter adalah sebagai pengalihan dari rutinitas sehari-hari serta sebagai wadah untuk meluapkan segala bentuk kreatifitas, emosional dan pengalihan diri yang tidak dapat diekspresikan di dunia nyata, selain itu mahasiswa/i lebih nyaman menggunakanrole play twitter, dibandingkan memerankan orang lain menggunakan identitas asli. Hubungan personal antara sesama pemain role play di twitter lebih mudah berinteraksi karena sesama pengguna role play lebih paham dalam membahas seputar kehidupan artis idolanya. Dalam hal pengawasan, menggunakan media sosial khususnya role play di twitter memudahkan penggunanya untuk mencapai sesuatu yang diinginkan. Hal ini disebabkan karena tidak semua pengguna role play memiliki motif yang sama dalam menggunakan akun tersebut. Mengenai pola interaksi, pola yang digunakan adalah atas dasar keinginan sendiri ataupun ajakan dari kerabat maupun lingkungan sekitar untuk membuat akun role play dan membentuk masyarakat maya di dunia role play.Motivation and Role Play Interaction Pattern of User on Twitter at Syiah Kuala University Student Abstract,This study entitled "Motivation and Role Play Interaction Pattern of User on twitter at Syiah Kuala University students". The aim of this study is to determine the motivation of informants in using role play in the social networking twitter and to determine the interaction patterns formed on the role play on twitter. Twitter has become one of the most visited sites on the internet. The theory used in this research is the theory of use and satisfaction or uses and gratification theory. This theory focuses the attention on the audience as consumers of mass media, not on the messages delivered. The research method used in this study is descriptive qualitative. The Data collection tools used in this study are semi-structured interview and documentation study. The informant selection technique used is the snowball technique. Based on the results of the data obtained by semi-structured interview and documentation study, it can be seen that the motivation of the role play pattern from the twitter users is as a diversion from the daily routine and as an avenue to vent any form of creativity, emotional and diversion of self that cannot be expressed in real world. In addition, the students are more convenient to use role play twitter, compared to portray someone else using  their original identities. Personal relationships between fellow players on role play twitter are more easily  as fellow users better understand the role play about the life of the their idols. In terms of supervision, using social media, especially the role play in twitter allows users to achieve something they desire. This is because not all role play users have the same motive in using the account. Regarding the interaction patterns, patterns are given on the basis of their own desires or solicitation of relatives and the environment to create a role play account and form a virtual community.
Implikasi Proses Rekrutmen Panwaslih Aceh Dalam Independensi Pilkada Tahun 2017 di Provinsi Aceh Ferzi Falevi; Zainal Abidin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.638 KB)

Abstract

                                                AbstrakPanwaslih Aceh mulai terbentuk pada pilkada serentak Tahun 2017 dengan mekanisme perekrutan diusulkan oleh Tim panja DPRA komisi I dengan berpedoman pada Pasal 60 undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang pemerintahan Aceh. Panwaslih Aceh lembaga yang bersifat add hoc (sementara) dan independen, tetapi dalam proses rekrutmen masih jauh dengan nilai Independensi.                Tujuan penelitian yaitu untuk menjelaskan proses rekrutmen Panwaslih Aceh dalam pengawasan Pilkada dan menganalisis independensi proses rekrutmen Panwaslih Aceh di dalam Penyelenggaran Pilkada serentak tahun 2017 di Provinsi Aceh .            Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu penelitian lapangan                     (primer) dan penelitian kepustakaan (sekunder). Penelitian lapangan dilakukan untuk memperoleh data primer yang dilakukan dengan wawancara langsung dengan pihak informan dan observasi partisipan. Sedangkan penelitian kepustakaan untuk memperoleh data sekunder berdasarkan buku-buku, jurnal,website dan bacaan yang terkait.            Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses rekrutmen anggota Panwaslih Aceh dilakukan dengan membentuk tim seleksi (timsel) oleh panja DPRA. Kemudian nama-nama anggota yang lolos seleksi diserahkan timsel kepada panja komisi I DPRA, yang kemudian nama- nama anggota tersebut diusulkan oleh panja DPRA untuk dijadikan sebagai anggota Panwaslih Aceh. Di dalam proses rekrutmen anggota Panwaslih Aceh belum sesuai dengan nilai indpendensi atau masih adanya intervensi dari segi eksternal. Maka dapat di simpulkan bahwa Panwaslih Aceh diberi wewenang sebagai lembaga yang mandiri atau independen, tetapi dalam proses rekrutmen masih adanya campur tangan DPRA atau dapat dikatakan tidak independen.               Diharapkan kepada pihak eksekutif, legislatif serta lembaga yang terkait lainnya, pada pilkada selanjutnya untuk sama-sama saling menjaga netralitas dan independensi disetiap lembaga yang  terbentuk. Terutama lembaga yang berkaitan dengan proses Penyelenggaraan dan pengawasan Pilkada Aceh, seperti KIP dan Panwaslih Aceh, harus sesuai koridor tanpa adanya intervensi. Juga harus adanya revisi terhadap UUPA mengenai pembentukan Penyelenggara Pilkada yang dapat menurukan nilai independen, demokrasi, netralitas dan timbulnya konflik.    Kata Kunci: Panwaslih Aceh, Rekrutmen, Independensi dan Pilkada THE IMPLICATION OF THE THE RECRUITMENT PROCESS ON THE INDEPENDENCE OF ACEH ELECTION SUPERVISORY COMMITTEE FOR THE REGIONAL ELECTION OF 2017 IN THE PROVINSI ACEH                                        ABSTRACKAceh Election Supervisory Committee (Panwaslih) was set up for the simultaneous regional elections in 2017 with the recruitment mechanism proposed by A commission of the Aceh Provincial Legislative Council (DPRA) Team Committee by referring toArticle 60 constitution Number 11 Year 2006 of the Aceh Government Law concerning Aceh administration. Panwaslih Aceh is a temporary institution and independent, but the recruitment process is still far to the independent value.The purpose of this study was to explain the recruitment process of Aceh Panwaslihand analyze the independence of the recruitment process of Aceh Panwaslihin organizing simultaneous regional elections in 2017 in the province of Aceh.Data were collected throughfield research and libraryresearch. Field research was conducted to obtain primary data through direct interview with the informant and participant observation. While the library research was carried out to obtain secondary data from books, journals, websites and related readings.The results of this study showed that Aceh Panwaslih recruiting process was done by forming a selection committee by the DPRA. Then the names of the members who passed the selection were submitted by the committee to the DPRA and then the DPRA nominated them to serve as the members of Aceh Panwaslih. The recruitment process of Aceh Panwaslihdid not correspond to the value of the independence, or there were stilloutsideinterventions. It can be concluded that Aceh Panwaslihwas authorized as an independent agency, but the recruitment process was still intervened by the DPRAor not independent.It is expected that the executive, legislative and related institutions on the regional elections work together to maintain the neutrality and independence in every institution formed, mainly the institutions associated with the process of organizing and monitoring the regional elections in Aceh, like Independent Elections Commission (KIP) and Aceh Panwaslih.They should be formed independently without any intervention.There should also be asubstantive revision in UUPA concerningthe establishing election organizers that can lower the independent, democratic and neutrality value as well as ignite conflicts.Keywords: Panwaslih Aceh, Recruitment, Independence and Pilkada
Eksistensi keujruen blang dalam pengelolaan air irigasi persawahan di desa blang pateuk kecamatan seunagan kabupaten nagan raya Arief Rahman Hakim; Mahmuddin Mahmuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.16 KB)

Abstract

ABSTRAKKeujruen Blang merupakan suatu lakab nama/pejabat/pemimpin urusan pengelolaan persawahan (blang) dalam kawasan persawahan di Aceh, Keujruen Blang memiliki fungsi dan wewenang serta tanggung jawab untuk mengatur pengelolaan air di persawahan. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah eksistensi Keujruen Blang dalam pengelolaan air irigasi persawahan khususnya di gampong Blang Pateuk dan eksistensi Keujruen Blang dalam mengatasi konflik masyarakat petani dalam perebutan air irigasi persawahan serta hambatan Keujruen Blang dalam pengelolaan air irigasi persawahan.Penelitian ini bertujuan untuk melihat eksistensi Keujruen Blang dalam pengelolaan air irigasi persawahan khususnya di Gampong Blang Pateuk dan eksistensi Keujruen Blang dalam mengatasi konflik masyarakat petani dalam perebutan air irigasi persawahan serta hambatan Keujruen Blang dalam pengelolaan air irigasi persawahan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teori yang dipakai dalam penelitian ini adalah teori peran yang dikemukakan oleh Beth.B. Hess. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa eksistensi Keujruen Blang dalam pengelolaan air irigasi persawahan yaitu dengan menjalankan tugas dan peran yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Penelitian ini menunjukkan bahwa eksistensi Keujruen Blang dalam mengatasi konflik masyarakat petani dalam perebutan air irigasi persawahan yaitu sebagai pengambil keputusan.ABSTRACT Keujruen Blang an epithet name / officials / leaders paddy management affairs (blang) in paddy fields in Aceh, Blang Keujruen functions and authority and responsibility to regulate water management in rice field. Formulation of the problem in this study is the existence of Keujruen Blang in rice paddy irrigation water management, especially in the village of Blang Blang Keujruen Pateuk and the existence of farming communities in resolving conflict in the struggle for paddy irrigation water as well as barriers Keujruen Blang in rice paddy irrigation water management. This study aimed to examine the existence of Keujruen Blang in rice paddy irrigation water management, especially in Blang Blang Keujruen Pateuk and the existence of farming communities in resolving conflict in the struggle for paddy irrigation water as well as barriers Keujruen Blang in rice paddy irrigation water management. This research is a qualitative descriptive study. Data collected through interviews, observation and documentation. The theory used in this research is the role theory put forward by Beth.B. Hess. The results of this study indicate that the existence Keujruen Blang in rice paddy irrigation water management, namely by performing tasks and roles that have been defined by the government. This study shows that the existence Keujruen Blang farming communities in resolving conflict in the struggle for paddy irrigation water that is the decision maker.
Upaya Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Dalam Me Liza Zainora; Amsal Amri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.607 KB)

Abstract

ABSTRAKMekanisme pembentukan modal yang benar yaitu dengan prosedur serta bantuan fasilitator dari sebuah instansi seperti dinas perindustrian dan perdagangan merupakan kunci bagi ekonomi rakyat yang tumbuh berkembang. Di Gampong Uteun Gathom, kecamatan peusangan selatan, kabupaten Bireuen, jumlah pedagang kecil dengan rata rata kualitas sumber Daya manusia yang rendah menjadi hambatan mendasar dalam pengembangan usaha kecil tersebut. sehingga peranan dinas perindustrian dan perdagangan sangat penting untuk meningkatkan kualitas SDM melalui kegiatan pelatihan pelatihan, memberikan modal, teknologi, pasar dan informasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh dinas perindustrian dan perdagangan  dalam pemberdayaan toko kelontong dan bagaimana tanggapan masyarakat terhadap  program yang di lakukan oleh dinas perindustrian dan perdagangan dalam memberdayakan toko kelontong di gampong uteun Gathom kecamatan peusangan selatan kabupaten Bireuen. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melakukan wawancara secara semi terstruktur sebagai tehnik  pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan oleh dinas perindustrian dan perdagangan dalam pemberdayaan toko kelontong adalah memberikan penyuluhan atau sosialisasi tentang cara pemasaran, melakukan peningkatan finansial dengan cara memberikan bantuan seperti timbangan SNI, rak, fiber,mesin penggiling tebu, dan memberikan informasi tentang harga sembako terbaru (Update) pada setiap hari senin dan kamis di papan iklan (Billboard digital). Tanggapan masyarakat terhadap program yang dilakukan oleh dinas perindustrian dan perdagangan dalam memberdayakan toko kelontong di gampong uteun gathom kecamatan peusangan selatan kabupaten bireuen yaitu masyarakat (pengelola toko kelontong) sangat antusias terhadap program yang dilakukan oleh dinas perindustrian dan perdagangan, dapat dilihat dengan adanya perubahan yang terjadi pada toko kelontong, dengan diberikan bantuan dalam bentuk barang dan pembinaan terhadap toko mereka. Namun, sebagian pengelola toko kelontong meminta agar dinas perindustrian dan perdagangan memberikan bantuan dalam bentuk material(uang). Kata Kunci: Upaya Dinas Perindustrian Dan Perdagangan, Pemberdayaan Toko Kelontong.ABSTRACTThe mechanism of financial capital formation that is true to the procedure as well as the help of facilitators from an agency such as the departments of industry and trade is the key to people's economy grow. In Gampong Uteun Gathom, Peusangan Selatan, Bireuen district, the number of small traders with the average quality of low of human resources Power becomes a fundamental obstacle in the development of small businesses. so the role of the department industry and trade are essential for improving the quality of human resources through training activities, provide financial capital, technology, markets and information. The purpose of this research is to determine the efforts made by the department of industry and trade in the empowerment of a grocery store and how the public response to the program will be undertaken by the department of industry and trade in empowering a grocery store in the village uteun Gathom Peusangan Selatan of Bireuen district. The research method used descriptive qualitative approach by conducting semi-structured interviews as data collection techniques. The results showed that the efforts made by the department of industry and trade empowerment grocery store is to provide education or socialization of the means of marketing, upgrading financially by providing assistance such as scales SNI, racks, fiber, grinding sugar cane, and provide information about the the latest prices nine staple food (Update) on every Monday and Thursday on a billboard (Billboard digital). The public response to the program carried out by the department of industry and trade in empowering a grocery store in the village uteun gathom Peusangan Selatan of Bireuen district is people (managers of grocery stores) are very enthusiastic about the program conducted by the department of trade and industry, can be seen with the changes occurring in the grocery store, to be given in-kind assistance and guidance to their stores. However, most manager of grocery store requested that the department of industry and trade to provide assistance in the form of material (money). Keywords: Official Efforts Of Industry And Trade, Empowerment Grocery Store.