cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
JIMFISIP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi, yaitu Prodi Sosiologi, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Ilmu Politik dan Prodi Ilmu Pemerintahan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 74 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018" : 74 Documents clear
Diskresi Dan Implementasi Pemerintahan Gampong Dalam Pengelolaan Dana Gampong (Studi Kasus di Gampong Alue Krak Kayee, Kecamatan Langkahan Kabupaten Aceh Utara) Muhammad Wajhannuri; Ubaidullah, MA Ubaidullah, MA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5797.284 KB)

Abstract

AbstrakKabinet Kerja dibawa kendali presiden Joko Widodo dilaksanakan program Dana Desa (Dana Gampong) yang diatur dalam undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa. Program tersebut dikawal prioritas oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kementerian Desa PDTT) serta berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan. Sesuai dengan amanat undang-undang menyatakan setiap gampong akan mendapatkan Rp1 miliar secara bertahap. Namun dari sejumlah uang yang dikucurkan melalui APBN untuk memberdayakan masyarakat lewat Dana Gampong tersebut, ternyata belum berjalan maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diskresi (pengambilan keputusan) Pemerintahan Gampong Alue Krak Kayee terhadap kebijakan Dana Gampong dan bagaimana implementasi program Dana Gampong tersebut dilaksanakan. Ditinjau mulai dari mekanisme pelaksanaan, pengawasan, dan transparansi anggaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui sumber data primer dan data sekunder, data primer melalui penelitian lapangan yaitu dengan wawancara informan. Sedangkan data sekunder melalui penelitian kepustakaan yaitu dengan buku-buku, jurnal, portal berita, dan bacaan-bacaan terkait. Hasil penelitian menunjukkan Proses diskresi pemerintahan gampong Alue Krak Kayee berjalan dengan mengedepankan konsep musyawarah. Pemerintahan gampong terlebih dahulu melakukan pra-musyawarah dengan mengundang perangkat gampong dan baru setelah itu mengadakan rapat umum dengan warga. Kendala diskresi yang dialami sering diakibatkan oleh tumpang tindahnya peraturan dari atas, semisal Perbub (Peraturan Bupati). Sementara itu implementasi program dana gampong di Alue Krak Kayee secara garis besar dapat diterangkan bahwa pelaksanaannya sudah berjalan baik. Aparatur gampong melibatkan masyarakat disetiap pengambilan keputusan serta pembangunan. Namun persoalan transparansi masih menjadi catatan penting yang perlu diperhatikan serius oleh pemerintahan gampong Alue Krak Kayee. Catatan lain, kaum perempuan perlu diberikan porsi yang sama dalam pengelolaan dana gampong tersebut. Kata Kunci : Diskresi, Implementasi, Dana Gampong AbstractWorking Cabinet (Kabinet Kerja) under the control of President Joko Widodo implementing Village Fund (Dana Desa), program as regulated in Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 about the Village. The program is under priority by the Ministry of Village, Development of Disadvantaged Regions And Transmigration (Kementerian PDTT) and also coordinates with the Ministry of Finance. According to the mandate of the law, every villages will get Rp.1 billion gradually. However, from the amount of budget to empower the program and peoples through the village funds, it has not run optimally. This study aims to find out the discretion (decision making) of Alue Krak Kayee Village administration on the policy of the Village Fund and how the implementation of the Village Fund program is implemented, from the standpoint of mechanism of implementation, supervision, and budget transparency. The research method is qualitative research method with descriptive approach. Data obtained through primary and secondary data sources, primary data through field research is by interviewing informants. While the secondary data through literature research that is with books, journals, news portals, and related readings. The result shows that the process of government discretion of Alue Krak Kayee Village goes through the concept of musyawarah (Forum Discussion). The village administration first do the pre-forum discussion, by inviting the village apparatus and then thereafter holding a rally with the local residents/peoples. And the obstacle is overlapped regulations from above to down, such as Regents Regulation (Peraturan Bupati). Meanwhile, the implementation of the village fund program in Alue Krak Kayee in general can be explained that the implementation has been going well. The village apparatus involves the community/local residents in every decision and development program making. However, the transparency issue remains an important thing to watch by the government of Alue Krak Kayee village. Another important point is women need same portion in the management of the village funds. Keywords : Discretion, Implementation, Village Fund, Dana Gampong
Warung Kopi dan Perilaku Sosial Masyarakat (Studi Pengaruh Warung Kopi Terhadap Perkembangan Perilaku dan Interaksi Sosial Masyarakat di Gampong Kota Baru Kecamatan Kuta Alam) sally nindi sari; Firdaus Firdaus
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (938.842 KB)

Abstract

ABSTRAKWarung Kopi merupakan tempat yang menyediakan kopi dan berbagai jenis minuman lainnya selain itu juga menyediakan berbagai jenis makanan ringan sebagai minum kopi. Selain itu Warung kopi juga merupakan tempat dimana berkumpulnya orang-orang untuk sekedar bersantai atau pun melakukan aktivitas obrolan ringan. Tujuan dari penelitian penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh warung kopi terhadap perkembangan perilaku dan interaksi sosial masyarakat yang berkunjung ke warung kopi. Penelitian ini menggunakan teori tindakan sosial Max Weber sebagai alat untuk menganalisis warung kopi dan perilaku sosial masyarakat. Penelitian ini akan dilakukan di Gampong Kota Baru Kecamatan Kuta Alam, karena di dalam Gampong tersebut memiliki beragam warung kopi dan menjadi tempat terbentuknya warung kopi modern. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini yakni 5 orang pengunjung warung kopi, 1 orang pemilik warung kopi, 1 orang pelayan warung kopi, dan geuchik di Gampong Kota Baru. Sumber data yang didapat dalam penelitian ini yakni: data primer dan data sekunder.  Penelitian ini dilakukan dengan cara mengolah data yang terkumpul di lapangan seperti data yang didapat dari hasil wawancara dan observasi. Data yang diperoleh melalui wawancara kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan Perkembangan perilaku masyarakat di Gampong Kota Baru Kecamatan Kuta Alam terlihat dari hasil penelitian perilaku yang dilakukan di warung kopi menunjukkan bahwa pengunjung telah menjadikan warung kopi sebagai tempat media akses Wifi, tempat berinteraksi antar individu, serta alternatif lain sebagai tempat hiburan masyarakat Tindakan perilaku ini termasuk dalam teori Max Weber yakni tindakan afektif. Perilaku kelalaian saat main game, browsing, atau bercengkraman dengan jejaring sosial seperti instagram, facebook, twitter, youtube, dan skypee serta menghabiskan waktu tanpa tujuan yang jelas (seperti pecandu gosip atau pecandu malas) pengaruh ini termasuk dalam teori Weber yakni tindakan sosial berorietasi nilai. Kata kunci : Warung Kopi, Perilaku Pengunjung, Interaksi SosialCoffee Bean and Community Behavior (Study of the Influence of Coffee Shop Toward the Development of Social Behavior and Social Interaction in Gampong Kota Baru Kecamatan Kuta Alam)ABSTRACTCoffee Shop is a place that provides coffee and various other beverages but it also provides various types of snacks as a cup of coffee. In addition, the Coffee Shop is also a place where the gathering of people to just relax or do a little chat activities. The purpose of this research research is to know and explain the influence of coffee shop to behavioral development and social interaction of people who visit to coffee shop. This study uses Max Weber's social action theory as a tool for analyzing coffee shops and social behavior of the community. This research will be conducted at Gampong Kota Baru Kecamatan Kuta Alam, because in Gampong have various coffee shop and become place of modern coffee shop. The research method that will be used in this research is descriptive research method with qualitative approach. Subjects in this study were 5 people coffee shop, 1 coffee shop owner, 1 coffee shop waiter, and geuchik in Gampong Kota Baru. Sources of data obtained in this study namely: primary data and secondary data. This research is done by processing the data collected in the field such as data obtained from interviews and observation. Data obtained through interviews then analyzed by using descriptive method analysis with qualitative approach. Data collection through observation, interviews, documentation, and conclusions. The results showed the development of community behavior in Gampong Kota Baru Kuta Alam District seen from the results of behavioral research conducted in the coffee shop showed that visitors have made a coffee shop as a place of media access Wifi, where interaction between individuals, as well as other alternatives as a place of entertainment community Actions of behavior this is included in Max Weber's theory of affective action. The behavior of negligence while playing games, browsing, or gripping with social networks such as instagram, facebook, twitter, youtube, and skypee and spending time without a clear purpose (such as gossip addicts or lazy addicts) this influence is included in Weber's theory of social action berorietasi value . Keywords: Coffee Shop, Visitor Behavior, Social Interaction 
EFEKTIVITAS WARTA UNSYIAH SEBAGAI MEDIA INTERNAL UNIVERSITAS SYIAH KUALA DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN INFORMASI KARYAWAN Nanta Setia Muda; Ade Irma, B. HSc, MA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.918 KB)

Abstract

ABSTRAK BAHASA INDONESIA:Penelitian ini berjudul “Efektivitas warta Unsyiah Sebagai Media Internal Universitas Syiah kuala Dalam Memenuhi Kebutuhan Informasi Karyawan”. Dalam penelitian ini variabel (X) yaitu efektivitas media internal dan variabel (Y) yaitu kebutuhan informasi. Penelitian ini dilakukan di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif dengan metode survey eksplanasi, populasi dalam penelitian ini yaitu karyawan Universitas Syiah Kuala yang berjumlah 1923 orang dan sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 100 orang yang berasal dari 12 fakultas yang ditentukan berdasarkan rumus Taro Yamane dan teknik penarikan sampel menggunakan Purposive Sampling. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori Integrasi Informasi yang menjelaskan informasi yang mampu membangun pemahaman bagaimana orang-orang dipengaruhi informasi. Data primer dalam penelitian ini yaitu kuesioner dengan menggunakan skala Likert sebagai skala pengukuran data. Data dalam penelitian ini diolah secara statistik dengan menggunakan program SPSS versi 20,0 yaitu dengan menguji validitas dan reliabilitas, regresi linear sederhana, uji t-hitung, identifikasi determinan, serta menjelaskan kuesioner secara eksplanatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil pengujian hipotesis diperoleh uji Hipotesis nilai thitung untuk variabel Efektivitas warta Unsyiah adalah 6,678 dengan tingkat signifikansi 0,000. Nilai ttabel pada α = 5% adalah 1,984. Berdasarkan kriteria uji hipotesis yaitu thitung ttabel (6,678 1,984) dengan signifikansi (kurang dari 0,05) maka H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel efektivitas media internal memberikan pengaruh positif dan signifikan (berarti) terhadap pemenuhan kebutuhan informasi karyawan Unsyiah. Kata Kunci : Hubungan Masyarakat, Media Internal. Efektivitas, Kebutuhan Informasi,ABSTRAK BAHASA INGGRIS :ABSTRACT - This research is entitle “Syiah Kuala University News Effectiveness as the Internal Media in Fulfilling the Employee Information Need.” In this research, X variable is considered as the internal media effectiveness and Y variable is considered as the information needs. This research is conducted in Syiah Kuala University, Banda Aceh. The approach used in this research is the quantitative research with the explanatory survey. The population of this research is 1932 Syiah Kuala employeers; and the sample of this research is 100 employers from 12 faculties which are chosen based on the Taro Yamane formula and the sample choosing technique used is purposive sampling. The theory used in this research is the information integration theory in describing the information which is able to develop the understanding on how people influenced by the information. The primary data in this research is the questionnaire using the Likert scale as the measurement data scale. The data in this research is analyzed statistically using the SPSS 20.0 program by testing the validity, reliability, simple linear regression, t-test, determinant identification, and explaining the questionnaire explicitly. Based on the research result, it can be concluded that the result of the hypothesis testing was obtained from the hypothesis test. T value for Syiah Kuala University news effectiveness variable is 6.678 with the significance level of 0.000. The ttable on α = 5% is 1.984. Based on the hypothesis test criteria tvalue t table (6.678 1.984) with the significance (less than 0.05) thus H0 is rejected and Ha is accepted. Therefore, it can be concluded that the variable effectiveness of the internal media have influence positively and significantly toward the Syiah Kuala university information need fulfillment. Keywords: Public Relation, Internal Media, Effectiveness, Information Need
DUKUNGAN RELAWAN SARJANI ABDULLAH BAGI CALON INCAMBENT BUPATI PIDIE PADA PILKADA 2017 munawir munawir; Radhi Darmansyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.387 KB)

Abstract

Pesta demokrasi yang terlaksana melalui proses Pemilukada di Kabupaten Pidie 2017 menjadi suatu fenomena politik yang menarik untuk disimak. Para calon kandidat yang merupakan mantan kombatan tersebut saling bersaing memperebutkan kursi eksekutif di Kabupaten Pidie. Namun dari sikap Partai Aceh hanya mendukung salah satu kandidat yaitu pasangan Sarjani Abdullah dengan M.Iriawan, adapun Strategi yang dilakukan oleh kandidat yang maju melalui jalur Partai Aceh adalah masuk ke struktur sosial masyarakat. timkampanye pasangan Sarjani Abdullah dan M.Iriawan merangkul tokoh masyarakat seperti alim ulama, cendikiawan, dan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan relawan bergabung dan mendukung Sarjani Abdullah dan M.Iriawan yang diusung oleh Partai Aceh, dan melihat strategi apa saja yang diterapkan oleh relawan Sarjani Abdullah dan M.Iriawan untuk memenangkan Pemilukada tahun 2017 di Kabupaten Pidie. untuk memperoleh data dalam penulisan skripsi ini dilakukan penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. penelitian kepustakaan dilakukan untuk mendapatkan data sekunder dengan cara mengkaji buku-buku, peraturan perundang-undangan, jurnal-jurnal, media massa (internet) dan bahan lain yang berkaitan dengan penelitian ini. kemudian penelitian lapangan untuk mendapatkan data primer yang dilakukan dengan cara mewawancarai responden dan informan. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor kemenangan pasangan Sarjani Abdullah dan M.Iriawan yang diusung oleh Partai Aceh kare na sosok pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati yang poluler, struktur partai yang lebih solid, posisi geopolitik yang mendukung dan strategis, dukungan masyarakat dan simpatisan Partai Aceh pada Pemilukada. Strategi politik yang diterapkan pasangan SarjaniAbdulldah dan M.Iriawan yang diusung oleh Partai Aceh yaitu pendekatan terhadap masyarakat (konstituen), membangun hubungan komunikasi politik lintas tokoh masyarakat,menjadikan mesin partai sebagai alat kampanye politik serta pencitraan issue di masyarakat. Partai Aceh merupakanpartai lokal yang diidolakan kebanyakan masyarakat Aceh. diharapkan dimasa yang akan datang Partai Aceh lebih mengedepankan eksistensi kinerja partai, memperbaiki etika dan komunikasi politiknya, hal tersebut berguna untuk menjaga komunikasi dengan para konstituen. selain itu, Partai Aceh harus tetap memikirkan strategi-strategi yang lain agar lebih variatif dalam mengahadapi setiap pemilu, baik itu Pemilukada maupun Pemilu Legislatif, karena setiap menjelang pemilu dinamika politik Aceh secara khusus dan Indonesia secara umum selalu berubah-ubah. Kata kunci: Pemilukada, Partai politik, Strategi ABSTRACTFestival of democracy held through the regional head election process in Pidieregency in 2017 has become an interesting political phenomenon to be followed. Candidates who are former combatantscompeted for the executive seat in Pidieregency. Referring to Aceh party, it only supported one candidate pair namely Sarjani Abdullah and M.Iriawan.The strategy used by the candidates is entering the social structure of society. The campaign team of Sarjani Abdullah and M. Iriawan embraced public figures such as ulama, scholars, and university students. This research aimed at analysing factors causing the volunteers to join and support the candidates promoted by the Aceh party and looking at strategies implemented by the volunteers to win the regional head election in 2017 in Pidie Regency. Libraryand field research were conducted to obtain data. The library research is undertakento collect secondary data by studying books, legislation, journals, mass media (internet) and other materials related to this research while the field research is conducted to gather primary data by interviewing respondents and informants. Results of the studyshowed that factors contributing to the victory of Sarjani Abdullah and M.Iriawan were due to their popularity, solid party structure, supportive and strategic geopolitical position, community support and sympathisers of Aceh party, and also intimidation a nd violation occurred in the election. Political strategies used by Sarjani Abdullah and M.Iriawan were approaching society (constituent), establishing building political communication relationships with public figures, using the Aceh party as a political tool for campaign and image building in Aceh society. Aceh party is a local party idolised by most of the Aceh people. It is expected that in the future the Aceh party can put forward the existence of party performance, improve its ethics and political communication. These are useful to maintain communication with the constituents. Besides that, the Aceh party should always think about other strategies to be more versatile in facing each election, both regional head election and legislative election. This is because every time before the election, the political dynamics of Aceh in particular and Indonesia, in general, is always changing.Keywords: regional head election, political party, strategy
Perbandingan Kinerja Badan Permusyawaratan Desa (Bpd) Di Desa Bukit Mas Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat Dengan Tuha Peut Di Gampong Baet Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar Dalam Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa Fachrunnisa Hassibuan; Prof. Adwani, SH., M.Hum Prof. Adwani, SH., M.Hum
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.077 KB)

Abstract

 ABSTRACTSetiap daerah memiliki lembaga legislatif yang bernama BPD (Badan  Permusyawaratan Desa). Namun tidak dengan di Aceh,  daerah Aceh sendiri memiliki lembaga legislatif gampong yaitu Tuha Peut. Perbedaan ini lah yang menjadi latar belaakang penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tugas, fungsi, wewenang, hak dan kewajiban BPD di Desa Bukit Mas Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat dan Tuha Peut di Gampong Baet Kecamatan Baitussalam Aceh Besar, serta untuk mengetahui perbandingan kinerja antara BPD dengan Tuha Peut dalam pemilihan kepala desa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini melalui pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pemilihan informan yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Alat pengumpulan data pada penelitian ini berupa wawancara terstruktur dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tugas, fungsi, wewenang, kewajiban dan hak BPD adalah menampung aspirasi masyarakat, menetapkan peraturan desa, mengawasi peraturan desa, membahas rancangan peraturan desa bersama kepala desa, melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan desa dan peraturan kepala desa, mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian kepala desa, membentuk panitia pemilihan kepala desa, menggali, menampung, menghimpun, merumuskan dan menyalurkan aspirasi masyarakat dan menyusun tata tertib BPD serta mendapatkan tunjangan dari anggaran pendapatan dan belanja desa. Sedangkan tugas, fungsi, wewenang, kewajiban dan hak Tuha Peut adalah menyusun peraturan gampong, menyusun anggaran pendapatan dan belanja gampong bersama keuchik, memberikan persetujuan kerjasama antar gampong atau dengan pihak ketiga, memberikan saran dan pertimbangan kepada keuchik, melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan dan keputusan keuchik, menampung dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat, memberikan persetujuan terhadap pembentukan, pergabungan dan penghapusan gampong, memberikan persetujuan tertulis mengenai penetapan perangkat gampong, meningkatkan pelaksanaan syari’at islam dan adat dalam masyarakat setempat, memelihara kelestarian adat istiadat, kebiasaan – kebiasaan masyarakat dan budaya setempat yang memiliki asas manfaat dan mendapatkan tunjangan anggaran sesuai kemampuan pemerintahan desa. Perbedaan peran terjadi jika dilihat dari segi tekhnis, penerapan fungsi BPD di Desa Bukit Mas Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat lebih aktif dan terorganisir dibandingkan denga Tuha Peut di Gampong Baet Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar. Namun jika dilihat secara sosial dan budaya, kedudukan Tuha Peut lebih dikenal seluruh masyarakat gampong di Gampong Baet Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar dibandingkan dengan kedudukan BPD di mata masyarakat Desa Bukit Mas Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat.Kata kunci: badan permusyawaratan desa, tuha peut, pemilihan kepala desa.  ABSTRACT Each region has a legislative body which called BPD (Council of Regional Deliberation) but not with Aceh. This area it self has a local legislative institution named Tuha Peut. This distinction is the background of this research. The purpose of this research is to know the duty of BPD in Desa Bukit Mas, Besitang, Langkat and Tuha Peut in Gampong Baet, Baitussalam, Aceh Besar, and to know the comparison of role between BPD and Tuha Peut in headman election. The research methods that used in this research through the qualitative approach to the type of descriptive study. The techniques of selecting informant used is purposive sampling technique. The tool of data collection in this study is an structured interview and documentation. The results of this study indicate that BPD and Tuha Peut have nearly equal duties, functions, powers, duties and rights of BPD is accommodating society’s aspires, establish local rules and supervising locals, discussing rules arrangements with headman, implementing control towards its implementation, proposing its assignation and termination, forming its committee, investigating, containing, accumulating, formalizing, giving people aspirations, compiling the order of BPD, and also getting allowance from budget revenue and local expenses. On the other hand, Tuha Peut is drawing up the local rules, compiling budget revenue and local expenses with headman, providing coorperation aggrement between local and third party, throwing suggestion and consideration, supervising towards implementation of regulations and decisions, accommodating and following up their aspirations, giving an approval to the establishment, merging and abolishing hutment, offering a written agreement regarding the determination of local device, improving the implementation of Islamic and Syari’ah in the local community, maintaining the preservation of customs, local community and cultural habits that have the principle of benefits and get budget allowances according to their ability. The difference occurs when viewed from the technical side, the application of BPD function in Desa Bukit Mas Besitang Langkat more active and organized compared with Tuha Peut in Gampong Baet, Baitussalam, Aceh Besar. Nevertheless, if we see socially and culturally, the position of Tuha Peut is better known to the entire locals in Gampong Baet, Baitussalam, Aceh Besar. Compared to the position of BPD in the eyes of Desa Bukit Mas, Besitang, Langkat.  Key Words: council of regional deliberation, tuha peut, headman election.
Faktor-Faktor Kemenangan Muzakir Manaf-TA Khalid Dalam Pemilihan Gubernur Aceh Pada Pilkada Tahun 2017 Di Aceh Selatan Muhammad Luthfi; Effendi Hasan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.148 KB)

Abstract

Kemenangan Pasangan Muzakir Manaf-TA Khalid di Aceh Selatan pada pilkada tahun 2017 yang lalu merupakan suatu yang sangat berbeda dengan hasil suara yang ada di kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh Singkil, Nagan Raya dan Subulussalam Sebagian besar pasangan Muzakir Manaf-TA Khalid mengalami kekalahan di wilayah pantai barat selatan tersebut. Fenomena kemenangan Muzakir Manaf-TA Khalid di Aceh Selatan ini membuat peneliti tertarik untuk meneliti lebih dalam dengan judul “Faktor-Faktor Kemenangan  2017 di Aceh Selatan”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan Muzakir Manaf-TA Khalid meraih kemenangan pada pilkada Aceh tahun 2017 di Kabupaten Aceh Selatan serta untuk mengetahui alasan ketertarikan pemilih di Kabupaten Aceh Selatan memilih Muzakir Manaf-TA Khalid. Dalam penelitian ini data yang diperoleh bersumber dari data primer yaitu wawancara langsung dengan informan untuk mendapatkan data di lapangan serta sebagai data pendukung juga menggunakan data sekunder berupa buku-buku, jurnal ilmiah, surat kabar dan dari sumber lainnya yang berkaitan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua faktor mendasar yang menyebabkan kemenangan pasangan Muzakir Manaf-TA Khalid di Aceh Selatan. Pertama, karena faktor kinerja tim dilapangan yang sangat solid. Kedua, karena adanya faktor dukungan partai koalisi. Adapun alasan ketertarikan masyarakat Aceh Selatan terhadap pasangan Muzakir Manaf-TA Khalid adalah karena pengaruh Partai Aceh itu sendiri, serta isu MoU Helsinki dan UUPA yang menjadi program dan misi misi dari pasangan Muzakir Manaf-TA Khalid.Kata Kunci : Pilkada Aceh 2017, Aceh Selatan, Muzakir Manaf-TA Khalid The factors of Muzakir Manaf-TA Khalid Winning in The Aceh Governor Election 2017 in Aceh SelatanABSTRACTThe winning of Muzakir-TA Khalid candidates at the previous 2017 election in Aceh Selatan (South Aceh) is a phenomenon when compared to its neighboring regencies of Aceh Barat Daya, Aceh Singkil, Nagan Raya and Subulussalam. These candidates failed to win in most of the regencies on the south-west coastlines. This is why the researcher is interested in studying the reasons these candidates win in this area. Thus this research was conducted with the title of “The factors of Muzakir Manaf-TA Khalid winning in the Aceh Governor Election 2017 in Aceh Selatan”. This study objective is to find out the factors caused Muzakir Manaf-TA Khalid candidates to win the Aceh election voting 2017 in Aceh Selatan. It is also to find out the reasons of voters in voting the Muzakir Manaf-TA Khalid candidates. This research use primary data which collected by direct interviewing with samples on the field. As for the supporting data, the researcher used secondary data from books, scientific journals, newspapers, and other sources related to the research. The result of the research shows that there were two significant factors which caused the winning of Muzakir Manaf-TA Khalid candidates in Aceh Selatan. Firstly, the campaign team on the field was determined. Secondly, the existence of the coalition parties supports the candidates. As for the community interests towards these candidates of Muzakir Manaf-TA Khalid were from from Aceh Party and the influences of this party itself. Besides, the Memorandum of Understading (MoU) Helsinki and Aceh Government Regulations issues the candidates campaign team brought up as their missions.Keywords: Aceh Election 2017, Aceh Selatan, Muzakir Manaf-TA Khalid
KEBIJAKAN PEMERINTAH KABUPATEN ACEH BARAT DALAM MENGURANGI ANGKA KEMISKINAN PERIODE 2012-2017 Meilizar Meilizar; Effendi Hasan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.807 KB)

Abstract

Kebijakan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam hal mengurangi angka kemiskinan sudah maksimal. Namun dalam hal pelaksanaan belum sepenuhnya memihak pada masyarakat, terutama masyarakat miskin, hal ini mengakibatkan angka kemiskinan kembali meningkat setelah tahun sebelumnya kemiskinan di Aceh Barat sempat menurun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam Mengurangi Angka Kemiskinan pada periode 2012-2017, Adapun yang menajdi fokus penelitian ini yaitu kebijakan pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam mengurangi angka kemiskinan khususnya di Sekretariat Daerah, Dinas Sosial dan Dinas Syariat Islam serta mengetahui dampak kebijakan pemerintah bagi masyarakat miskin di Kabupaten Aceh Barat. Data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh dari hasil penelitian di lapangan dan kepustakaan. Penelitian di lapangan dilakukan melalui wawancara dengan informan. Data dari penelitian lapangan juga diperoleh dari dokumen-dokumen penting dari Sekretariat Daerah, Dinas Sosial dan Dinas Syariat Islam. Sedangkan penelitian kepustakaan diperoleh dengan cara membaca buku teks, peraturan perundang-undangan, jurnal, dan bahan-bahan bacaan lain yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Barat telah membuat kebijakan melalui program-program pemberdayaan masyarakat dan pembangunan yang inklusif dan  salah satu upaya pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam pengentasan kemiskinan yaitu membentuk tim koordinasi penanggulangan kemiskinan dengan membuat berbagai program yang pro masyarakat miskin yang kemudian direalisasikan melalui SKPD terkait dalam hal ini yaitu Sekretariat Daerah, Dinas Sosial, dan Dinas Syariat Islam. Kebijakan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam mengurangi angka kemiskinan sudah dapat menurunkan angka kemiskinan yang sebelumnya relatif besar yaitu 23,81 persen menjadi 22,76 persen ditahun pertama kepemerintahan periode 2012-2017. Pada tahun kedua (2013), angka kemiskinan kembali meningkat menjadi 23,70 persen. Hal ini dikarenakan oleh pelaksanaan kebijakan yang belum sepenuhnya memihak pada masyarakat miskin, Observasi dan pendataan masyarakat miskin yang di lakukan pemerintah belum maksimal, kurangnya pengawasan, kurangnya penyuluhan terkait kebijakan penanggulangan kemiskinan, keterbukaan informasi publik yang masih jauh dari kata maksimal. Sehingga belum berdampak maksimal terutama terhadap masyarakat miskin di Aceh Barat.Government Of West Aceh Regency's Policy In Reduce Poverty Numbers in 2012-2017 PeriodAceh Barat District Government policy in terms of reducing poverty rate is maximal. However, in terms of implementation has not been fully sided with the community, especially the poor, this resulted in poverty rates again increased after the previous year poverty in West Aceh had decreased. This study aims to analyze the policy of  Aceh Barat District Government in Reducing Poverty Rate in the period 2012-2017 and know the impact government policy for the poor in Aceh Barat District. The data required in this research is obtained from the results of field research and literature. Field research was conducted through interviews with informants. Data from fieldwork are also obtained from important documents from the Regional Secretariat, the Social Service and the Office of the Islamic Sharia. While literature research is obtained by reading textbooks, legislation, journals, and other reading materials related to this research. The results show that the Aceh Barat District Government has made policy through inclusive community empowerment and development programs and one of the efforts of Aceh Barat district government in poverty eradication is to form a coordinating team of poverty alleviation by making pro-poor programs which are then realized through SKPD related in this case is the Regional Secretariat, Social Service, and the Office of Islamic Sharia. The Aceh Barat District Government's policy of reducing poverty rates has been able to reduce the previously relatively high poverty rate of 23.81 percent to 22.76 percent in the first year of the period 2012-2017. In the second year (2013), the poverty rate again increased to 23.70 percent. This is due to the implementation of policies that have not been fully in favor of the poor, the observation and data collection of the poor by the government is not maximal, lack of supervision, lack of education related to poverty reduction policy, public information disclosure which is still far from maximal word. So it has not affected maximally especially to poor people in Aceh Barat. 
Motivasi Ekstrinsik Mahasiswa Menonton Drama Korea, Student Extrinsic Motivation Watching Korean Drama Ira Yulianti Marbun; Ade Irma Irma
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.858 KB)

Abstract

Motivasi Ekstrinsik Mahasiswa Menonton Drama KoreaABSTRAKPenelitian ini berjudul “Motivasi Ekstrinsik Mahasiswa Menonton Drama Korea”. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi ekstrinsik mahasiswa Universitas Syiah Kuala untuk menonton drama Korea. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian adalah beberapa mahasiswa karena sesuai dengan apa yang dituju peneliti berdasarkan pertimbangan masalah penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Data di analisis dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk motivasi yang diperoleh dari lingkungan adalah adanya ikatan emosional yang terjalin antara penyuka drama Korea. Motif hiburan mendasari mahasiswa menonton drama korea karena akan memiliki kebiasaan dan kesenangan yang berhubungan dengan aktivitas menonton drama. Motif integrasi dan interaksi sosial. Motif ini berhubungan dengan usaha meningkatkan kualitas hubungan individu dengan orang lain. Orang lain tersebut bisa keluarga, teman atau orang-orang disekitarnya. Motif utama dari motif ini adalah menonton untuk meningkatkan kualitas hubungan dengan orang–orang terdekat (keluarga/teman/pacar/pasangan). Mahasiswa mempergunakan media drama, khususnya drama Korea yang ditayangkan di televisi dan di medsos sebagai media untuk mempererat hubungan dengan orang lain. Motif informasi (surveillance) dengan menonton drama Korea akan membantu memberikan bahan percakapan dengan teman. Agar di dalam pergaulan, informan tidak merasa tertinggal pembicaraan apabila sedang membicarakan tentang drama Korea.Kata kunci: Motivasi Ekstrinsik,  Menonton Drama Korea                Student Extrinsic Motivation Watching Korean DramaABSTRACTThe purpose of this research is to know the extrinsic motivation of Syiah Kuala University students to watch Korean drama. Approach in this research is qualitative approach with descriptive design. Research subjects are some students because according to what the intended researcher based on considerations of research problems. Technique of collecting data using observation and interview. Data is analyzed by data reduction, data presentation and conclusion / verification. The results show that the form of motivation obtained from the environment is the existence of the emotional bond that exists between Korean drama lovers. The entertainment motive underpins the students watching Korean dramas as it will have the habits and fun associated with watching drama activities. Motives of integration and social interaction. This motive relates to the effort to improve the quality of individual relationships with others. Other people can be family, friends or people around him. The main motive of this motive is watching to improve the quality of relationships with the people closest (family / friends / girlfriend / spouse). Students use drama media, especially Korean dramas that aired on television and in mendsos as media to strengthen relationships with others. The motive of information (surveillance) by watching Korean dramas will help provide conversational material with friends. To be in the association, informants do not feel left behind when talking about Korean drama.Keywords: Extrinsic Motivation, Watching Korean Drama  
OPTIMALISASI ALOKASI DANA ASPIRASI ANGGOTA DPRK DAPIL II ACEH BARAT Haris Munanda; Effendi Hasan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.742 KB)

Abstract

ABSTRAK             Salah satu program yang menarik dari tugas dan wewenang DPRK adalah Program Pembangunan Daerah Pemilihan (UP2DP) atau dikenal sebagai dana aspirasi. Dana aspirasi DPRK ini bila dianalisa sangat mirip dengan ´pork barrel budget´ di Amerika Serikat (AS). Dana aspirasi DPRK tidak lain adalah politik pork barrel untuk menjaga status quo anggota DPRK dengan cara membayar balik jasa konstituen dalam kampanye sebelumnya dengan menggunakan uang negara. Dana yang diusulkan dapat disebut dana aspirasi karena digunakan untuk mewujudkan aspirasi rakyat. Dana aspirasi yang diterima oleh setiap anggota dewan perlu dioptimalisasi supaya bisa dipergunakan dengan sebaik-baiknya demi kepentingan masyarakat. Berdasarkan tujuan tersebut, maka metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode penelitian kualitatif memberikan kesempatan berekspresi dan penejelasan yang lebih besar. Dana aspirasi Tahun 2015 anggota DPRK Dapil II Aceh Barat sudah digunakan untuk pembangunan infrastruktur umum di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Bubon dan Kecamatan Arongan Lambalek. Adapun pembangunan infrastruktur yang dibuat adalah drainase, membuat pagar masjid, tempat wudhu, lapangan bola, serta pelebaran jalan. Masih ditemukannya kendala dalam mengoptimalisasi dana aspirasi di DPRK Dapil II Aceh Barat. Adapun kendalanya adalah; penyaluran pembangunan dari dana aspirasi tidak merata di semua kecamatan yang ada di Dapil II. Dari tiga kecamatan yang termasuk dalam Dapil II hanya Kecamatan Bubon dan Arongan Lambalek yang mendapatkan bantuan berupa pembangunan infrastruktur. Hal inidisebabkan oleh kurangnya data yang dimiliki oleh pengambil kebijakan, pembebasan lahan warga untuk pembangunan, serta masa waktu kerja yang sedikit. Peneliti mengharapkan pembangunan infrastruktur memang dibutuhkan untuk kemajuan dan kelancaran aktivitas warga sehari-hari, akan tetapi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah Dapil II juga harus diperhatikan, perlu kiranya dibuat sebuah pelatihan skill dan ekonomi mandiri warga untuk meningkatkan pembangunan. Dalam membuat perencanaan pembangunan diperlukan persiapan yang matang, baik dari segi administrasi seperti perizinan lahan, data lokasi pembangunan, peraturan yang baru, dan lain-lain ataupun dari segi operasional, seperti waktu yang dibutuhkan, bahan yang diperlukan dan lain-lain sehingga pembangunan tepat waktu dan lebih cepat selesai. OPTIMIZATION OF ALLOCATION OF ASPIRATION FUNDS OF MEMBERS OF DPRK DAPIL II WEST ACEH ABSTRACT             One very interesting program authorized to Local Senator is developing the Vote Polling Place Program (UP2DP) or what most call Aspiration Funds. This aspiration fund by DPRK is like the ‘’pork barrel budget’’ in The United States. The aspiration fund is  actually the pork barrel politics to protect the status quo of DPRK senates by paying back the expenses of campaign and voters voting using state budget. It is called the aspiration funds because it actually supports the publick aspirations. The funds accepted by the senates should be used optimally for the citizens sake. This study used qualitative research method with the descriptive approach. This method allows researcher to explore and more elaborate. The study shows that from aspiration fund in 2015 of vote polling Area II, west Aceh has been used for building public infrastructure in two sub-districts which are sub-district Bubon and Arongan Lambalek. The public infrastructures which were built are drainage, mosque fence, abolition place, football field, and also road expansion. However, there are still some obstacles in optimazing this aspiration fund West Aceh. The obstacles are the uneven distribution of aspiration fund in all sub districts in Vote Polling Place II West Aceh. From three sub-districts, only two sub-districts, Bubon Sub-district and Arongan Sub-district, received the infrastructures improvement aids from this aspiration fund. It is caused by the insufficient data gathered by the stakeholders, the insufficient lot for development served by the society in the place, and the limited tie provided. The researcher exects the infrastructure development is conducted for the sake of effectiveness of public activities. Howover, researcher believed that the human resources of the Vote Polling Place should be the concern too. The community skills training and entrepreneurships training should be suggested too for development. Thus the development planning is important especially in lot authorization, lot lacation data, the new regulations appropriation and such operational points as the timing, tools, and etc., so that the construction finishes on time.
Peran Dinas Perindustrian dan Perdagangan Dalam memberdayakan UKM di Kota Banda Aceh ARDANIAH ARDANIAH; ALAMSYAH TAHER
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.46 KB)

Abstract

ABSTRAK                                                Secara umum kendala yang ada pada UKM dapat dikelompokkan ke dalam dua perspektif. Pertama, perspektif secara internal, dimana faktor kondisi yang dimiliki oleh perusahaan itu sendiri yang menjadi keterbatasan untuk berkembangnya perusahaan, seperti, masih rendahnya pengunaan teknologi, sumber daya manusia yang rendah, pengetahuan tentang pasar yang kurang, serta manajemen keuangan dan pasar yang kurang ahli. Kedua adalah perspektif eksternal, yang merupakan faktor yang berkaitan dengan iklim usaha dari usaha kecil dan menengah, seperti: pasar bebas, industri besar domestik, industri besar internasional, kebijakan pemerintah, serta perilaku konsumen. Peran pemerintah sangat diharuskan untuk mengatasi keadaan ini, agar UKM dapat tetap bertahan dan keluar dari kendala-kendala tersebut. Tujuan dari penelitian ini ialah ingin mengetahui bagaimana Peran Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Terhadap Pemberdayaan Usaha kecil menengah (UKM) di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan teori Pemberdayaan yang dikemukakan oleh Jim Ife sebagai alat untuk menganalisis pihak Disperindag dalam memberdayakan Usaha Kecil Menengah di Kota Banda Aceh. Penelitian ini akan dilakukan di Kota Banda Aceh, karena wilayah ini merupakan salah satu wilayah yang strategis sebagai pusat pemerintahan di Provinsi Aceh dan lokasi yang dapat dijangkau oleh peneliti. Metode penelitian yang akan digunakan pada penelitian ini ialah metode kualitatif-deskriptif, dimana penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan hal-hal yang akan akan diteliti. Subjek yang digunakan sebagai sumber data dalam penelitian ini adalah Lembaga Dinas Perindustrian dan Perdagangan di Kota Banda Aceh. Peran Disperindag dalam memberdayakan UKM di Kota Banda Aceh adalah dengan mengadakan penyuluhan, bantuan, pengadaan peralatan, produktivitas, responsivitas dan akuntabilitas. Adapun kendala yang di hadapi Disperindag tidak begitu besar dalam memberdayakan UKM, upaya dilakukan oleh Disperindag diklaim sukses dalam memberdayakan UKM di Kota Banda Aceh dan kegagalan yang ada hanya dalam skala kecil. Kata kunci: Dinas Perindustrian Dan Perdagangan, Pemberdayaan, Usaha Kecil Menengah (UKM)  ’’Role Of Industry And Trade Office To Empower SME In Banda Aceh City’’ABSTRACT In general, the constraints that exist in Small Medium Enterprises (SME) can be grouped into two perspectives. First, the perspective internally, where the condition factor owned by the company it self is a limitation for the development of the company, such as, the low use of technology, low human resources, knowledge of the market is lacking, and financial management and market less expert. Second is an external perspective, which is a factor related to the business climate of small and medium enterprises, such as: free market, large domestic industry, large international industry, government policy, and consumer behavior. The role of the government is very necessary to overcome this situation, so that SME can survive and get out of these constraints. The purpose of this research is to know how the Role of Industry and Trade Against the Empowerment of SME in Banda Aceh City. This research uses empowerment theory proposed by Jim Ife as a tool to analyze the Department of Industry and Trade (Disperindag) in empowering Small and Medium Enterprises in Banda Aceh City. This research will be conducted in Kota Banda Aceh, because this area is one of the strategic areas as the center of government in Aceh Province and the location that can be reached by researchers. Research method that will be used in this research is qualitative-descriptive method, where this research aims to describe things that will be studied. The subject used as a source of data in this study is the Institute of Industry and Trade in Banda Aceh City. The role of Disperindag in empowering SME in Banda Aceh City is by conducting counseling, assistance, equipment procurement, productivity, responsiveness and accountability. The constraints faced by Disperindag are not so great in empowering SME, efforts made by Disperindag claimed success in empowering SME in Banda Aceh City and the failure that existed only in small scale. Keywords: Department of Industry Trade, Empowerment, Small Medium Enterprises (SME)   Keywords: Department of Industry Trade, Empowerment, Small Medium Enterprises (SME)