cover
Contact Name
Munawir Amansyah
Contact Email
munawir@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
alsihah@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Al-sihah: The Public Health Science Journal
ISSN : 20862040     EISSN : 25485334     DOI : -
Core Subject : Health,
The aim of this journal is to publish high-quality articles dedicated to all aspects of the latest outstanding developments in the field of public health. Al-Sihah receives manuscripts encompass a broad range of research topics in public health sciences: epidemiology, nutrition, health promotion, health and safety at work, communicable disease, social determinant of health, enviromental health, and health policy.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Volume 7, Nomor 2, Tahun 2015" : 10 Documents clear
Gambaran Penerapan Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Berbasis WEB di Puskesmas Kota Makassar Tahun 2015 Dwi Santy Damayati; Muhammad Rusmin; Zilfadhilah Arranury
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 7, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.658 KB) | DOI: 10.24252/as.v7i2.2007

Abstract

Sistem informasi kesehatan yang diterapkan di puskesmas Kota Makassar adalah system informasi manajemen kesehatan berbasis web yaitu e-Puskesmas. E-Puskesmas bertujuan meningkatkan kinerja puskesmas, mulai dari digitalisasi proses pelayanan, kemudahan pembuatan dan pengiriman laporan. Namun, penerapan e-Puskesmas di puskesmas percontohan (Puskesmas Bara-Baraya, Puskesmas Maccini Sawah, Puskesmas Maradekaya, Puskesmas Batua, Puskesmas Pampang, Puskesmas Tamamaung, Puskesmas Karuwisi, Puskesmas Kassi-Kassi, Puskesmas Mangasa dan Puskesmas Minasa Upa) di kota Makassar pada kenyataannya belum dimanfaatkan secara maksimal. Hal ini dapat dilihat dari pelaporan puskesmas percontohan e-Puskesmas setiap bulannya masih dengan cara manual.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan system informasi manajemen kesehatan berbasis web di puskesmas Kota Makassar Tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif dan tehnik penarikan sampel menggunakan total sampling, dimana peneliti mengambil semua puskesmas yang sudah menerapkan e-Puskesmas tahun 2015 sebagai sampel serta pengumpulan data menggunakan kuesioner. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa penerapan system informasi manajemen kesehatan berbasis web di puskesmas kota Makassar tahun 2015 belum optimal. Hal ini dapat dilihat dari hardware dalam hal ini computer dan jaringan. Jumlah computer dikategorikan kurang karena belum tersedia di setiap unit pelayanan, jaringan internet sudah menunjang pelaksanaan SIK di puskesmas. Software yang digunakan sudah memenuhi standar yaitu software minimal windows XP dan aplikasi e-Puskesmas v3.0. Kelengkapan data e-Puskesmas dikategorikan kurang karena data yang diproses saat ini yakni hanya data kesakitan, LPLPO, KIA, KB, dan kunjungan pasien. Jumlah operator dikategorikan kurang karena belum tersedia di setiap unit pelayanan,sebagian besar operator memiliki latar belakang pendidikan minimal diploma yaitu sebanyak 56 orang (93,3%) dan yang pernah mengikuti pelatihan yaitu sebanyak 48 orang (80%), semua kepala puskesmas mendukung penerapan e-Puskesmas dan masing-masing puskesmas percontohan e-Puskesmas memiliki anggaran untuk biaya pemeliharaan hardware, software dan koneksi internet yang dianggarkan secara rutin
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Gangguan Pendengaran pada Penyelam Tradisional di Pulau Barrang Lompo Kecamatan Ujung Tanah Kota Makassar Tahun 2015 Fatmawaty Mallapiang; Syamsul Alam; Rukhayya Rizal
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 7, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.734 KB) | DOI: 10.24252/as.v7i2.1999

Abstract

Pekerjaan sebagai nelayan penyelam memiliki tingkat risiko bahaya yang sangat tinggi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Desa Boring Minahasa Utara, sebanyak 72,72% mengalami gangguan pendengaran dan sisanya 27,27% yang tidak mengalami gangguan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor risiko dengan gangguan pendengaran pada penyelam tradisional di Pulau Barrang Lompo Kecamatan Ujung Tanah Kota Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penyelam tradisional di Pulau Barrang Lompo dengan jumlah sampel sebanyak 37 orang.Penentuan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling. Hasil analisis chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan masa kerja (P=0,000), frekuensi penyelaman (P=0,004), pelaksanaan prosedur penyelaman (P=0,048), dengan gangguan pendengaran dan tidak ada hubungan umur (P=0,532), riwayat penyakit (P=0,276), lama menyelam (P=0,532), lama istirahat di permukaan (P=0,532) dengan gangguan pendengaran. Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian gangguan pendengaran pada penyelam di Pulau Barrang Lompo adalah masa kerja, frekuensi penyelaman dan pelaksanaan prosedur penyelaman.Para penyelam sebaiknya membatasi frekuensi penyelaman dalam sehari dan pihak terkait sebaiknya rutin melakukan pelatihan tentang pelaksanaan prosedur penyelaman yang benar
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Ketepatan Waktu Pelaksanaan Penyelidikan Epidemiologi Demam Berdarah Dengue (DBD) Tingkat Puskesmas di Kota Makassar Tahun 2015 Irviani Anwar Ibrahim; Habibi Habibi; Este Latifahanun
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 7, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.557 KB) | DOI: 10.24252/as.v7i2.2009

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Penyelidikan epidemiologi merupakan suatu kegiatan penyelidikan yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran terhadap masalah kesehatan atau penyakit secara lebih menyeluruh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor-faktor yang berhubungan dengan ketepatan waktu pelaksanaan penyelidikan epedemiologi DBD tingkat Puskesmas. Menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain analitik melalui pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah petugas PE DBD tingkat Puskesmas dengan sampel sebanyak 46 orang yang diambil dengan menggunakan total sampling. Dan data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel independen yang berhubungan dengan ketepatan waktu pelaksanaan PE DBD pada penelitian ini yaitu pendidikan (ρ=0.006), perolehan pelatihan (ρ=0.014), faktor form (ρ=0.012), dan perhatian pimpinan (ρ=0.004) dengan ketepatan waktu pelaksanaan PE DBD. Sedangkan variabel independen yang tidak berhubungan yaitu jenis kelamin (ρ=0.244), lama kerja (ρ=0.949), keberadaan insentif (ρ=0.08), dan tugas rangkap (ρ=0.161), dengan ketepatan waktu pelaksanaan PE DBD.  Untuk petugas PE DBD agar kiranya lebih meningkatkan lagi kualitas kerja dalam hal ketepatan waktu ketika melaksanakan penyelidikan sehingga tidak terjadi penyebaran kasus yang lebih luas lagi khususnya penyakit DBD. 
Peningkatan Kualitas Air Sumur Gali Berdasarkan Parameter Besi (Fe) dengan Pemanfaatan Kulit Pisang Kepok di Dusun Alekanrung Desa Kanrung Kabupaten Sinjai Andi Susilawaty; Munawir Amansyah; Jumiati Jumiati
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 7, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.61 KB) | DOI: 10.24252/as.v7i2.2001

Abstract

Kulit Pisang Kepok (Musa acuminate L.) adalah salah satu jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai penurun kadar zat Besi yang ada pada air, penurun kadar logam berat yang lain seperti timah, mangan dan variabel lainnya. Kulit pisang terdiri dari sejumlah nitrogen, sulfur dan komponen organik seperti asam karboksilat, selulosa, hemiselulosa, pigmen klorofil dan zat pektin yang mengandung asam galacturonic, arabinosa, galaktosa dan rhamnosa. Asam galacturonic dapat mengikat kuat ion logam yang merupakan gugus fungsi gula karboksil. Berdasarkan pemeriksaan pendahuluan di laboratorium ternyata air sumur gali memiliki kadar zat Besi sebanyak 1,67 mg/L, padahal standar yang diperbolehkan untuk air bersih dalam Standar Kualitas Baku Mutu Air menurut Permenkes No. 416/MENKES/PER/IX/1990 adalah 1,0 mg/L. Penelitian ini dilakukan di Dusun Alekanrung Desa Kanrung Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai dan pemeriksaan sampel dilakukan di Laboratorium Badan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, yang bertujuan untuk mengetahui berapa besar tingkat penurunan kandungan logam besi (Fe) dengan memanfaatkan kulit pisang kepok pada air sumur gali. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen sungguhan (True Experiment). Desain penelitian yang digunakan adalah pre test-post test with control group design, dimana terdapat pretest sebelum diberi perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian  tentang  Peningkatan Kualitas Air Sumur Gali Berdasarkan Parameter Besi (Fe) dengan Pemanfaatan Kulit Pisang Kepok, maka dapat diambil kesimpulan untuk uji Laboratorium bahwa tingkat kadar zat besi  (Fe) pada air sumur gali sebelum mendapat perlakuan adalah 1,67 mg/L. Kemudian terjadi penurunan tingkat kadar zat Besi (Fe) air sesudah mendapat perlakuan dengan Kulit Pisang Kepok yaitu dengan berat20 gr sebanyak 0,80 mg/L atau 52%,40gr sebanyak 0,94 mg/L atau 43,7% dan 60gr sebanyak 0,81 atau 51%.Diharapkan kepada masyarakat agar memperhatikan sarana air bersih yang mereka gunakan dengan melakukan pengolahan terlebih dahulu, salah satu alternatifnya adalah dengan menggunakan kulit pisang kepok.Kepada peneliti lain, disarankan untuk meneliti manfaat kulit pisang kepok ini dengan indikator parameter yang lain 
ANALISIS POTENSI BAHAYA DAN PENILAIAN RISIKO PADA AREA QUARRY (TAMBANG BATU KAPUR) PT. SEMEN BOSOWA MAROS TAHUN 2015 Hasbi Ibrahim; Syahrul Basri; Aswarin Prastiani
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 7, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.798 KB) | DOI: 10.24252/as.v7i2.2011

Abstract

Kasus kecelakaan kerja pada skala nasional relatif tinggi dan semakin meningkat tiap tahunnya. PT. Semen Bosowa Maros merupakan industri yang tempat kerjanya memiliki ragam potensi bahaya, dikarenakan banyaknya alur proses produksi yang terdapat pada industri ini. Dimulai dari penambangan batu kapur hingga pengemasan. Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis potensi bahaya serta menilai risiko pada area Quarry (tambang) PT. Semen Bosowa Maros. Penelitian ini merupakan Survey Deskriptif, dengan metode analisis risiko berdasarkan ISO 31000:2009 tentang Manajemen Risiko. Populasi adalah seluruh karyawan di area Quarry (Tambang Batu Kapur) PT. Semen Bosowa Maros dengan jumlah 74 karyawan dan sampel diambil secara total sampling, sampel pada penelitian ini berjumlah 74 pekerja, di unit Planning berjumlah 24 pekerja, unit Produksi berjumlah 30 pekerja, dan unit Hauling berjumlah 20 pekerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di departemen quarry pada unit planning level risiko tertinggi adalah high sebesar 40% dengan potensi bahaya tingginya intensitas debu dan dozer terguling, sedangkan level risiko terendah adalah low sebesar 20% dengan potensi bahaya tidak menggunakan safety belt. Pada unit produksi level risiko tertinggi adalah extreme sebesar 11,1% dengan potensi bahaya kebakaran pada alat bor, sedangkan level risiko terendah adalah medium sebesar 66,7% dengan potensi bahaya yaitu, heat rash, drum truk terguling, material menggantung, operator tidak menggunakan earplug dan earmuff, dan sebagainya. Selanjutnya pada unit Hauling, level risiko tertinggi adalah extreme sebesar 12,5% dengan potensi bahaya operator tidak menggunakan helm, sedangkan level risiko terendah adalah medium sebesar 75% dengan potensi bahaya, yaitu heat rash, dan sebagainya. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang analisis potensi bahaya dan penilaian risiko, dengan melanjutkannya hingga ketahap manajemen risiko berikuttnya yaitu evaluasi risiko dan pengendalian risiko
Pengaruh Pemberian Otak-Otak Rumput Laut (Eucheuma Spinosum) Subtitusi Ikan Kembung Banyar Terhadap Status Gizi Pada Siswa Gizi Kurang Di MIS DDI Ainus Syamsi Kecamatan Mariso Kota Makassar 2015 Syarfaini Syarfaini; Nildawati Nildawati; Kasmiati Kasmiati
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 7, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.694 KB) | DOI: 10.24252/as.v7i2.1989

Abstract

Otak-otak rumput laut (Eucheuma Spinosum) subtitusi ikan kembung banyar adalah perpaduan rumput laut (Eucheuma spinosum) dan ikan kembung banyar yang dibuat menjadi produk otak-otak yang diperuntukkan sebagai makanan tambahan untuk siswa gizi kurang. Status gizi merupakan ekspresi dari keadaan keseimbangan atau perwujudan dari nutriture dalam bentuk variabel tertentu. Tujuan: mengetahui pengaruh pemberian otak-otak rumput laut (Eucheuma Spinosum) subtitusi ikan kembung banyar terhadap status gizi pada siswa gizi kurang di MIS DDI Ainus Syamsi Kecamatan Mariso Kota Makassar 2015. Metode: jenis penelitian kuantitatif Lapangan, desain analitik melalui pendekatan eksperimen semu. Responden sebanyak 34 siswa gizi kurang dimana 17 orang sebagai kasus dan 17 orang sebagai kontrol, tekhnik sampling menggunakan purposive sampling. Hasil : Ada pengaruh status gizi pada kelompok kasus sebelum dan setelah dilakukan intervensi (p value=0,007). Tidak ada pengaruh status gizi pada kelompok kontrol sebelum dan setelah dilakukan intervensi (p value=0,582). Ada perbedaan rata-rata asupan energi sebelum dan setelah dilakukan intervensi pada kelompok kasus p value=0,005) maupun pada kelompok kontrol (p value=0,017). Ada perbedaan rata-rata asupan protein sebelum dan setelah dilakukan intervensi pada kelompok kasus (p value=0,001) maupun pada kelompok kontrol (p value=0,012). Ada perbedaan rata-rata berat badan kelompok kasus sebelum dan setelah dilakukan intervensi (p value=0,002), tidak ada perbedaan rata-rata berat badan kelompok kontrol sebelum dan setelah dilakukan intervensi (p value=0,422). 
Gambaran Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) pada Pasien Rawat Inap di Puskesmas Batua Kecamatan Manggala Kota Makassar 2015 Muhammad Fais Satrianegara; Abdul Majid H.R. Lagu; Nur Iftitah
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 7, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.512 KB) | DOI: 10.24252/as.v7i2.2003

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan sebagai salah satu bagian dari manajemen akan memberikan berbagai manfaat bagi manajemen suatu instan( Pohan:2007).  Oleh karena itu, setiap pemberi layanan kesehatan atau profesi layanan kesehatan yang secara langsung melayani pasien perlu memiliki keterampilan, termasuk dalam berkomunikasi dengan konsumen/pasien. Meski demikian mutu pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan dari tingkat kemampuan akademisnya, tetapi juga oleh sifatsifat kemanusiaan yang dimiliki oleh petugas kesehatan di suatu rumah sakit maupun puskesmas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional. Populasi dalam penelitian ini  Pasien rawat inap  yang berkunjung di wilayah Puskesmas Batua pada bulan 1 sampai bulan 6 Tahun 2015 yang berjumlah 149 orang dengan mengunakan teknik total accidental Sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwa bahwa 50 responden (83.3%) memanfaatkan pelayanan kesehatan dan yang tidak memanfaatkan 10 responden (16.7%). responden yang tingkat pendidikannya paling banyak adalah responden mempunyai jenjang pendidikan SMA yaitu sebanyak 25 orang (41,7%). dari Aksesbilitas yang mudah sebanyak 48 responden (80.0%) sedangkan responden yang Aksesbilitasnya Sulit sebanyak 12 responden (20.0%). Dari Persepsi responden mengatakan baik sebanyak 57 responden (95%) dan persepsi responden yang mengatakan  tidak baik sebanyak 3 responden (5.0%). Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu lebih banyak responden yang memanfaatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Batua daripada yang tidak memanfaatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Batua. Saran yaitu petugas kesehatan lebih banyak Melakukan pendekatan kepada masyarakat sehingga masyarakat lebih mengenal petugas kesehatan dan pasien lebih dapat meningkatkan pemanfaatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Batua. 
Perilaku Berisiko terhadap Pasangan Lesbian di Kota Makassar (Studi Kasus) Nurdiyanah Nurdiyanah; Azriful Azriful; Dian Ardyanti Rauf
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 7, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.093 KB) | DOI: 10.24252/as.v7i2.1990

Abstract

Lesbian sangat rentan mengonsumsi rokok, minuman beralkohol, penyalahgunaan obat-obatan serta melakukan hubungan seks dengan sesamanya. Stigma dan tekanan pada orientasi seksual mengakibatkan terbatasnya keterampilan dan sumber pendapatan yang menyebabkan ketergantungan pada rokok, minuman beralkohol, penyalahgunaan obat-obatan dan seks pranikah. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi terkait perilaku merokok, minuman beralkohol, penyalahgunaan obat, dan perilaku seks yang dilakukan oleh pasangan lesbian di kota Makassar. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Pada penelitian ini digunakan pendekatan studi kasus. Informan dipilih melalui snowball sampling dengan jumlah informan 4 pasang terdiri dari 4 butchi dan 4 femme. Pengumpulan datanya dilakukan melalui wawancara langsung secara mendalam terhadap informan yaitu berupa dialog secara individu dengan menggunakan pedoman wawancara dan observasi non partisipan. Adapun kreteria untuk menentukan informan adalah pasangan lesbian. Dari hasil penelitian diketahui bahwa pasangan lesbian yang telah diwawancarai termasuk ke dalam kategori perilaku berisiko karena mereka menyatakan bahwa mereka mengonsumsi rokok secara aktif dan terus-menerus. Untuk kategori perilaku berisiko minuman beralkohol, pasangan lesbian dikatakan berisiko karena mereka mengonsumsi minuman beralkohol secara rutin terutama saat berkumpul dengan teman seprofesinya. Untuk kategori perilaku berisiko penyalahgunaan obat, informan menyatakan telah mengalami kecanduan dan tidak bisa berhenti untuk mengonsumsi obat-obatan. Untuk kategori perilaku berisiko terkait hubungan seks sesama jenis, informan melakukan hubungan seks dengan pasangannya karena didorong oleh hasrat seksual yang menyimpang. Untuk menekan tingginya perilaku berisiko terhadap pasangan lesbian maka diharapkan kepada instansi terkait agar  melakukan penertiban terhadap pengedaran obat-obatan dan minuman keras yang berada di wilayah kota Makassar dan memberikan sanksi atas perbuatannya. Kepada Dinas Kesehatan agar memberikan sosialisasi terkait bahaya merokok, minuman beralkohol, obat-obatan dan seks pranikah. Untuk pasangan lesbian agar berhenti untuk mengonsumsi rokok, minuman beralkohol dan obat-obatan serta tidak melakukan hubungan seks dengan sesamanya dan lebih mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta. 
Gambaran Pemanfaatan Pelayanan Kunjungan Neonatus di Wilayah Kerja Puskesmas Balangnipa Tahun 2015 Sitti Raodhah; Surahmawati Surahmawati; Muttaqiyyah Darwis
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 7, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.129 KB) | DOI: 10.24252/as.v7i2.2005

Abstract

Kunjungan neonatus merupakan salah satu intervensi untuk mengurangi AKB yaitu melakukan kontak langsung dengan tenaga kesehatan minimal tiga kali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan pelayanan kunjungan neonatus di wilayah kerja Puskesmas Balangnipa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional. Populasi dan sampel adalah 75 ibu yang telah melahirkan di Puskesmas Balangnipa. Pengambilan sampel meggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan statistic deskriptif. Hasil penelitian didapatkan bahwa 75 responden (100%) memanfaatkan pelayanan kunjungan neonatus. Dari akses geografis, sebanyak 72 orang (96%) yang mampu menjangkau pelayanan KN dan 3 orang (4%) yang tidak mampu menjangkau pelayanan KN. Dari faktor ekonomi, 23 orang (30.7%) memiliki pendapatan keluarga yang tinggi dan 52 orang (69.3%) memiliki pendapatan keluarga yang rendah. Dari faktor sosial budaya, sebagian besar responden masih memiliki kepercayaan tentang bayi baru lahir, sedangkan faktor sikap dan persepsi menunjukkan 75 orang (100%) responden memiliki sikap yang baik dan persepsi yang positif terhadap pelayanan kunjungan neonatus. Dan dari faktor pelayanan kesehatan, 75 orang (100%) berpendapat bahwa pelayanan kesehatan yang diberikan oleh tenaga kesehatan sudah baik.  Penelitian ini menunjukkan bahwa semua ibu melakukan memanfaatkan pelayanan kunjungan neonatus terutama KN1 karena masih berada di tempat pelayanan kesehatan saat bersalin.Dengan penelitian ini adalah disarankan kepada tenaga kesehatan lebih aktif melakukan penyuluhan tentang kunjungan neonatus kepada masyarakat. 
Hubungan Proses Rehabilitasi terhadap Perkembangan Psikososial Penyandang Tuna Daksa di Panti Sosial Bina Daksa Wirajaya Makassar Tahun 2015 Emmi Bujawati; Sukfitrianti Sukfitrianti; Ade Pratiwi Sari
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 7, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.176 KB) | DOI: 10.24252/as.v7i2.1998

Abstract

Proses rehabilitasi sosial bagi penyandang tuna daksa merupakan program yang dicanangkan untuk memberikan perubahan baik secara fisik dan mental psikis pada diri individu yang mengalami disabilitas fisik. Dalam rentang usia 17-35 tahun, merupakan masa dimana setiap individu mengalami perkembangan psikososial dalam hal penerimaan diri, kemandirian dan penyesuaian diri. Penyandang tuna daksa yang menjalani proses rehabilitasi didominasi oleh rentang usia tersebut, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan proses rehabilitasi terhadap perkembangan psikososial penyandang tuna daksa. Penelitian ini dilakukan pada klien rehabilitasi di Panti Sosial Bina Daksa Wirajaya Makassar yang berusia 17-35 tahun dengan jumlah responden 92 orang yang terdiri dari 74 orang laki-laki dan 18 orang perempuan. Teknik sampling yang digunakan yaitu metode multi stage sampling,dimana sampel dibedakan untuk tiap tahun masuk rehabilitasi dengan menggunakan proportional random sampling dan kemudian responden dipilih dengan menggunakan simple random sampling. Alat ukur dalam penelitian ini berupa kuesioner. Berdasarkan hasil analisis Pearson Chi-Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara proses rehabilitasi (p=0,000) dalam hal ini penerimaan pelayanan rehabilitasi (p=0,000), dampak pelayanan rehabilitasi (p=0,000) dan masa rehabilitasi (p=0,001) terhadap perkembangan psikososial penyandang tuna daksa di Panti Sosial Bina Daksa Wirajaya Makassar Tahun 2015. Untuk mencapai keberhasilan program rehabilitasi pihak panti harus meningkatkan pelayanan yang diberikan, mengembangkan metode bimbingan dan bagi klien rehabilitasi harus meningkatkan keyakinan serta motivasi selama menjalani proses rehabilitasi. Dan untuk mengetahui besar pengaruh proses rehabilitasi diharapkan dapat dikembangkan oleh peneliti selanjutnya dengan menambahkan variabel yang belum diteliti dalam penelitian ini dan dianjurkan mendapatkan hasil assessmen awalnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 10