cover
Contact Name
Munawir Amansyah
Contact Email
munawir@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
alsihah@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Al-sihah: The Public Health Science Journal
ISSN : 20862040     EISSN : 25485334     DOI : -
Core Subject : Health,
The aim of this journal is to publish high-quality articles dedicated to all aspects of the latest outstanding developments in the field of public health. Al-Sihah receives manuscripts encompass a broad range of research topics in public health sciences: epidemiology, nutrition, health promotion, health and safety at work, communicable disease, social determinant of health, enviromental health, and health policy.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Volume 8, Nomor 1, Tahun 2016" : 10 Documents clear
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Stres Kerja Pada Pekerja Factory 2 PT. Maruki Internasional Indonesia Makassar Tahun 2016 Hasbi Ibrahim; Munawir Amansyah; Githa Nurfaridha Yahya
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 8, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.555 KB) | DOI: 10.24252/as.v8i1.2082

Abstract

Penyebab utama stres kerja adalah tuntutan pekerjaan yang tidak sesuai dengan kemampuan atau keterampilan pekerja, keinginan atau aspirasi yang tidak tersalurkan dan ketidakpuasan dalam bekerja. Dari potensi terjadinya stres kerja perlu dilakukan uji hubungan untuk melihat faktor apa saja yang berhubungan dengan stres kerja. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan stres kerja pada pekerja factory 2 PT. Maruki Internasional Indonesia Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dengan populasinya adalah seluruh pekerja yang bekerja di factory 2. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh dari pekerja yang ada di factory 2. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pekerja yang mengalami stres kerja berat sebesar 11 orang (34,4%) dan mengalami stres ringan sebanyak 21 orang (65,6%). Kemudian dari hasil analisis bivariat, diperoleh tidak ada faktor yang berhubungan dengan stres kerja. Hubungan umur dengan stres kerja p=0,70, hubungan masa kerja dengan stres kerja p=0,70, hubungan beban kerja dengan stres kerja p=0,13, hubungan upah kerja dengan stres kerja p=0,70, hubungan risiko lingkungan kerja dengan stres kerja p=0,50, hubungan antara hubungan kerja dengan stres kerja p=0,70. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka ada beberapa saran yang dapat direkomendasikan kepada pihak perusahaan agar melakukan teknik manajemen stres yang tepat dan sesuai, berupa pengaturan fasilitas dalam ruangan kerja secara memadai untuk lingkungan kerja dan beban kerja. Pihak instansi dapat menyediakan tempat kerja dibagian mengukir yang pencahayaannya sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. 
Gambaran Mutu Pelayanan Rawat Inap Puskesmas Bersertifikasi ISO di Kota Makassar Tahun 2016 Muhammad Rusmin; Syahratul Aeni; Andi Fitri Yuliarma
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 8, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.423 KB) | DOI: 10.24252/as.v8i1.2075

Abstract

ISO merupakan salah satu alat meningkatkan mutu layanan puskesmas untuk mewujudkan kepuasan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran mutu Pelayanan Rawat Inap puskesmas Bersertifikasi ISO di Kota Makassar. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan survei yang bersifat deskriptif dengan menggunakan kuesioner. Penelitian ini dilakukan pada puskesmas bersertifikasi ISO di Kota Makassar. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 252 orang. Hasil penelitian menunjukkan tertinggi pada puskesmas kassi-kassi dengan dimensi reliability responden yang menyatakan sangat puas (37,7%) dan puas sebanyak (62,3%). empthy responden yang menyatakan sangat puas (33,3%) dan puas (66,7%). Tangible responden yang menyatakan sangat puas (81,2%) dan puas (18,8%) dan terendah pada puskesmas jumpandang baru dengan dimensi kehandalan reliability responden yang menyatakan sangat puas (21,1%), responden yang puas (77,2%) dan kurang puas sebanyak (1,8%). empthy responden yang menyatakan sangat puas (15,8%) dan responden yang menyatakan puas (84,2%). Tangible responden yang menyatakan sangat puas (24,6%), puas (71,9%) dan kurang puas (3,5%). Diharapkan puskesmas yang berstandar ISO dapat mempertahankan aspek yang dianggap pasien sudah puas dengan pelayanan yang diberikan, dan dapat melakukan perbaikan-perbaikan yang dianggap pasien belum puas dengan layanan yang diberikan demi peningkatan mutu layanan di puskesmas. 
Peningkatan Kualitas Air Sumur Gali Pada Parameter Mangan (Mn), Besi (Fe) Dan Coliform Dengan Pemanfaatan Biji Asam (Tamarindus indica) dan Biji Kelor (Moringa oleifera) di Pesantren Tahfizhul Qur’an Al-Imam Ashim Dwi Santy Damayati; Andi Susilawaty; Hastuti Indriani
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 8, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.556 KB) | DOI: 10.24252/as.v8i1.2084

Abstract

Serbuk biji asam jawa mengandung tanin, minyak esensial, dan polimer alami (protein) seperti pati, getah, dan albuminoid. Sedangkan biji kelor mengandung zat aktif rhamnosyloxy-benzil-isothiocyante, yang mampu mengadsorbsi dan menetralisir partikel-partikel lumpur serta logam yang terkandung dalam limbah tersuspensi dengan partikel kotoran yang melayang dalam air Penelitian ini dilakukan di Pesantren Tahfizhul Qur’an Al-Imam Ashim dan pemeriksaan sampel dilakukan di Laboratorium Badan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, yang bertujuan untuk mengetahui berapa besar tingkat penurunan kandungan mangan (Mn), besi (Fe) dan total coliform dengan memanfaatkan biji asam jawa dan biji kelor pada air sumur gali. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian secara kuantitatif dengan pendekatan penelitian eksperimen semu (Quasi Experiment).Berdasarkan hasil penelitian  tentang  peningkatan kualitas air sumur gali pada parameter mangan (Mn), besi (Fe), dan coliform dengan pemanfaatan biji asam dan biji kelor, maka dapat diambil kesimpulan untuk uji Laboratorium bahwa tingkat kadar mangan (Mn) pada air sumur gali sebelum mendapat perlakuan adalah 0.42 ppm, besi (Fe) 8.15 ppm dan total coliform 490 APM/100 ml. Kemudian terjadi penurunan tingkat kadar mangan sesudah mendapat perlakuan dan didapatkan nilai tertinggi pada perlakuan A:K 250:750 mg/L sebanyak 0.23 ppm atau 45.23%. Pada parameter besi (Fe) terjadi penurunan setelah mendapat perlakuan dan didapatkan nilai tertinggi pada perlakuan A:K 250:750 mg/L sebanyak 4.3 ppm atau 47.23%. Sedangkan pada total coliform terjadi penurunan setelah mendapat perlakuan dengan nilai tertinggi terjadi pada A:K 75:25 mg/100 ml sebanyak 24.6 APM/100 ml atau 94.97%. 
Gambaran Persepsi Pasien Tentang Penyakit Kusta dan Dukungan Keluarga Pada Pasien Kusta di RS. Dr. Tadjuddin Chalid Makassar Tahun 2015 Emmi Bujawati; Nildawati Nildawati; Asni Syamsu Alam
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 8, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.028 KB) | DOI: 10.24252/as.v8i1.2076

Abstract

Kusta adalah penyakit menular yang menahun dan disebabkan oleh kuman kusta (mycobacterium leprae) yang menyerang saraf tepi, kulit dan jaringan tubuh lainnya. Berdasarkan laporan regional WHO tahun 2000, Indonesia sebagai peringkat keempat dunia setelah India, Brazil dan Nepal, namun pada tahun 2011 indonesia telah menempati peringkat ketiga di dunia setelah India dan Brazil. Data Depkes tahun 2012 dilaporkan ada 18.994 kasus kusta baru di Indonesia dan 2.131 penderita (11,2%) diantaranya sudah cacat pada tingkat 2, yaitu cacat kelihatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran persepsi pasien kusta tentang penyakit kusta dan dukungan keluarga pada pasien kusta di RS.Dr.Tadjuddin Chalid Makassar dengan mengambil 79 pasien kusta sebagai sampel. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif dan cara pengambilan sampelnya secara accidental sampling serta untuk pengumpulan data menggunakan kuesioner. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa sebagian besar pasien kusta memiliki persepsi yang positif tentang penyakit kusta (83,5%) dan dukungan keluarga yang mendukung dari keluarganya (62%). Dari hasil penelitian yang dilakukan maka penulis menyarankan kepada Rumah Sakit terkait untuk menyampaikan informasi-informasi yang baru mengenai penyakit kusta secara berkesinambungan sehingga baik pasien maupun keluarganya tidak kehilangan komunikasi dengan pihak rumah sakit dan hendaknya petugas kusta menjadi pemotifator dan melakukan kerjasama dengan keluarga dalam mengawasi pasien meminum obat. 
Faktor Risiko Hipertensi Pada Ibu Hamil Di Rumah Sakit Hikmah Kota Makassar Sukfitrianty Sukfitrianty; Aswadi Aswadi; Abdul Majid H.R Lagu
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 8, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.207 KB) | DOI: 10.24252/as.v8i1.2086

Abstract

Hipertensi ibu hamil dijumpai di negara berkembang maupun di negara maju, dan oleh organisasi kesehatan dunia (WHO) dalam seventh general programmer of work untuk tahun 2009 sampai 2012 tercatat sebagai masalah ibu hamil di dunia. Di negara maju, hipertensi ibu hamil merupakan penyebab kematian maternal. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Hikmah Kota Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan pendekatan case control study dengan tujuan untuk mengetahui faktor risiko terhadap hipertensi. Sampel penelitian ini adalah ibu hamil dengan pengambilan sampel secara simple random sampling dengan jumlah 136 sampel. Hasil penelitian diperoleh bahwa umur ibu merupakan faktor risiko hipertensi dengan nilai OR = 2,566, status bekerja ibu merupakan faktor risiko hipertensi dengan nilai OR = 3,916, konsumsi fast food merupakan faktor risiko hipertensi dengan nilai OR = 2,971, dan antenatal care  merupakan faktor risiko hipertensi dengan nilai OR = 2,352, .Disarankan bagi ibu hamil memiliki umur risiko tinggi tetap memperhatikan atau mengurangi makanan yang banyak mengandung natrium. Disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk melanjutkan penelitian ini dengan mengamati variabel-variabel lain yang berhubungan dengan judul penelitian ini
Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja Pada Perawat IGD di RSUD Haji Makassar Tahun 2014 Fatmawaty Mallapiang; Syamsul Alam; Andi Agustina Suyuti
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 8, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.67 KB) | DOI: 10.24252/as.v8i1.2078

Abstract

Kelelahan dapat diartikan sebagai suatu kondisi menurunnya efisiensi, performa kerja, dan berkurangnya kekuatan atau ketahanan fisik tubuh untuk terus melanjutkan kegiatan yang harus dilakukan (Wignosoebroto, 2003). Perasaan atau kondisi lemah merupakan kondisi yang sering dialami oleh seseorang setelah melakukan aktifitasnya. Oleh karena itu Allah SWT menganjurkan untuk beristirahat agar manusia dapat bekerja dengan tubuh yang segar, sebagaimana dijelaskan dalam Q.S. An-Naba ayat 9. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada perawat IGD di RSUD Haji Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan pendekatan dengan desain cross sectional. dengan menggunakan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling, sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang yang diambil dari total seluruh perawat yang ada di IGD RSUD Haji Makassar. Kelelahan ini diukur dengan menggunakan alat Reaction Timer Test. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Dari hasil uji statistik didapatkan nilai probabilitas sebesar P=0.696 lebih besar dari α = 0,05 yang berarti tidak ada hubungan antara umur dengan kelelahan kerja. Hasil uji statistik nilai probabilitas sebesar P=0.338 lebih besar dari α = 0,05 berarti tidak ada hubungan antara masa kerja dengan kelelahan kerja, dan hasil uji statistik didapatkan nilai probabilitas sebesar P=0.875 lebih besar dari α = 0,05 yang berarti tidak ada hubungan antara shift kerja dengan kelelahan kerja. Adapun implikasi yang dapat diberikan untuk mereduksi kelelahan kerja pada perawat IGD adalah disarankan agar Rumah Sakit memberikan materi pelatihan dan penyuluhan pada karyawan tentang kelelahan kerja dan dampak kelelahan kerja serta pencegahannya, agar hasil kerja yang dicapai dapat maksimal.
Gambaran Pengguna Narkoba Inhalasi (Ngelem) Pada Anak Jalanan Di Kota Makassar Tahun 2015 Azriful Azriful; Irviani Anwar Ibrahim; Yuliana Sulaiman
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 8, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.739 KB) | DOI: 10.24252/as.v8i1.2153

Abstract

Perilaku menyimpang yang populer dikalangan anak jalanan adalah ngelem yang secara harfiah memang berarti menghirup lem. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran epidemiologi pengguna narkoba inhalasi (ngelem) pada anak jalanan di Kota Makassar. Penelitian ini tergolong kuantitatif dengan pendekatan Deskriptif Observasional dengan sampel sebanyak 43 responden yang dipilih secara Accidental sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan anak jalanan yang menggunakan narkoba inhalasi (ngelem) sebagian besar pada umur 15-18 tahun sebanyak 29 (67,4%) responden, dengan jenis kelamin tertinggi adalah laki-laki sebanyak 41 (95,3%) responden. serta pendidikan tertinggi yakni, SD sebanyak 21 (48,8%) responden. Status ekonomi orang tua responden cenderung rendah dimana pendidikan pada ayah yang tertinngi yakni SD sebanyak 15 (34,9%) responden begitu pula pada Ibu yakni SD sebanyak 19 (44,2%) responden. Sebagian besar Pekerjaan Ayah yaitu di bidang jasa sebanyak 18 (41,9%) responden sedangkan pada Ibu yaitu IRT sebanyak 34 79,1% responden serta seagian besar pendapatan orang tua kurang dari Rp 2.075.000 sebanyak 33 (76,7%) responden.Jenis lem yang tertinggi yang digunakan adalah lem fox sebanyak 39 (90,7%) responden sebagian besar mendapatkan lem dengan membeli sendiri sebanyak 17 (39,5%) responden dan sebagian besar menghirup lem karena diajak teman sebanyak 22 (51,2%) responden. Teknik menghirup lem yang tertinggi dengan menggunakan kantong plastik sebanya 33 (76,7%) responden dan sebagian besar menghirup lem dilakukan di emperan toko sebanyak 17 (39,5%) responden diatas pukul 22 Wita sebanyak 14 (32,6%) responden. Lama menggunakan lem sebagian besar 1-4 bulan sebanyak 19 (44,2%) responden. Dengan Menghabiskan lem sebagian besar 1-3 kaleng/hari sebanyak 22 (51,2%) responden dengan menghirup lem sebagian besar 4-6 kali/hari sebanyak 27 (62,8%) responden. Implikasi penelitian ini adalah dihimbau kepada Dinas sosial dan LSM yang terkait lainnya agar menggiatkan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) tentang bahaya penggunaan narkoba khususnya pada inhalasi (ngelem).Kata Kunci : Anak Jalanan, Narkoba inhalasi (Ngelem)
Pengaruh Pemberian Otak-Otak Ikan Kembung Jantan (Rastrelliger kanagurta) Substitusi Rumput Laut (Eucheuma spinosum) Terhadap Ibu Hamil KEK Di Wilayah Kerja Puskesmas Minasa Upa Kota Makassar Tahun 2015 Syarfaini Syarfaini; Sitti Raodhah; Sukarni Sukarni
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 8, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.188 KB) | DOI: 10.24252/as.v8i1.2016

Abstract

Kurang Energi Kronik (KEK) merupakan keadaan dimana seseorang menderita ketidak seimbangan asupan gizi yang berlangsung menahun. Seseorang dikatakan menderita risiko kurang energi kronik bilamana LILA (Lingkar Lengan Atas) < 23,5 cm (Muliawati, Siti, 2012). Tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian otak-otak ikan kembung jantan substitusi rumput laut eucheuma spinosum terhadap LILA, perubahan asupan energi dan asupan protein, serta berat badan  pada ibu hamil kurang energi kronik di Wilayah Kerja Puskesmas Minasa Upa Kota Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental dengan desain non randomized pre- post control design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil Kurang Energi Kronik (KEK) yang terdapat di Wilayah Kerja Puskesmas Minasa Upa Kota Makassar. Sampelnya adalah sebanyak 30 ibu hamil KEK di Wilayah Kerja Puskesmas Minasa Upa Kota Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian otak-otak ikan kembung jantan substitusi rumput laut eucheuma spinosum selama 30 hari meningkatkan  rata- rata lingkar lengan atas, berat badan, asupan energi dan asupan protein. Terdapat pengaruh pemberian otak-otak ikan kembung jantan substitusi rumput laut eucheuma spinosum terhadap lingkar lengan atas ibu hamil KEK, yang di tandai dengan rata-rata lingkar lengan atas >23,5 cm. Diharapkan agar kegiatan pemberian otak-otak ikan kembung jantan substitusi rumput laut eucheuma spinosum tetap berjalan secara kontiyu meski penelitian selesai yang bisa dibuat sendiri ibu hamil.
Faktor-Faktor Yang Behubungan Dengan Pemanfaatan Ulang Pelayanan Rawat Jalan Pada Pasien Tb Paru di RSUD Labuang Baji Makassar Tahun 2016 Muhammad Fais Satrianegara; Surahmawati Surahmawati; Asriani Asriani
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 8, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.661 KB) | DOI: 10.24252/as.v8i1.2080

Abstract

Pemanfaatan pelayanan kesehatan pada dasarnya merupakan interaksi antara pengguna jasa pelayanan dan penyedia jasa pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor predisposisi (pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, sikap), faktor pemungkin (lokasi, fasilitas, dan pelayanan), dan faktor penguat (petugas dan dorongan keluarga) dengan pemanfaatan ulang pelayanan rawat jalan pada pasien tb paru di RSUD Labuang Baji Makassar Tahun 2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional untuk melihat adanya hubungan antara variabel dependen dan independen sekaligus pada waktu yang sama, dengan jumlah responden sebanyak 68 orang dengan penentuan sampel menggunakan rumus Slovin. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi dan tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang berhubungan dengan pemanfaatan ulang adalah faktor predisposisi: sikap (p=0,013), faktor pemungkin: lokasi (p=0,001), fasilitas (p=0,001), pelayanan (p=0,013), dan faktor penguat: petugas (p=0,000), sedangkan yang tidak berhubungan dengan pemanfaatan ulang adalah faktor predisposisi: pendidikan (p=0,329), pekerjaan (p=0,665), dan  pengetahuan (p=0,618). Disarankan kepada rumah sakit perlu lebih meningkatkan mutu pelayanan agar pasien loyal dan tetap memilih memanfaatkan ulang pelayanan rawat jalan di RSUD Labuang Baji Makassar, karena sebagaimana yang kita ketehui bahwa persaingan rumah sakit sekarang yang semakin kompetitif. 
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kekambuhan Pengguna Narkoba pada Pasien Rehabilitasi di Balai Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Baddoka Makassar Tahun 2015 Habibi Habibi; Syahrul Basri; Fitri Rahmadhani
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 8, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.965 KB) | DOI: 10.24252/as.v8i1.2017

Abstract

Masalah   penyalahgunaan   narkoba   merupakan   masalah   yang   sangat kompleks bagi pengguna narkoba sehingga beberapa faktor masih menjadi penyebab pengguna narkoba mengalami relapse. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kekambuhan (relapse) pengguna narkoba pada pasien rehabilitasi. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional dimana penarikan sampelnya menggunakan tehnik simple random sampling. Jumlah populasi 115 dan jumlah sampel  yaitu 89 pasien pengguna narkoba. Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara status ekonomi (nilai p=0.02 dan RP=1.96), jenis napza (p=0.01 dan RP=1.69), faktor keluarga (nilai p=0.03 dan RP=1.78) dan faktor teman (nilai p=0.00 dan RP=1.34) dengan kekambuhan kembali. Disarankan kepada pihak rehabilitasi agar dapat memperkuat program yang ada di balai rehabilitasi, yang mampu membekali pasien untuk mengatasi trigger factor setelah mereka selesai mengikuti kegiatan rehabilitasi. Bagi residen yang menjalani rehabilitasi manfaatkanlah harta dengan membelanjakan barang yang halal, dan bergaul dengan teman yang lebih baik serta jauhilah ajakan teman yang bersifat negatif yang dapat berpengaruh buruk terhadap anda 

Page 1 of 1 | Total Record : 10