cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2016)" : 9 Documents clear
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI MELALUI PROGRAM BANTUAN MODAL USAHA EKONOMI PRODUKTIF PNPM MANDIRI PERKOTAAN DI LINGKUNGAN KELURAHAN TAMAN KOTA MADIUN Rizky Diah Ratri Permanasari
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/citizenship.v4i2.1082

Abstract

Kelibatan masyarakat dalam menentukan program pemberdayaan merupakan salah satu bentuk perwujudan dan dari pemberdayaan masyarakat secara nyata dan terarah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk-bentuk, partisipasi masyarakat dan dampak pada program pemberdayaan ekonomi melalui program bantuan modal usaha ekonomi produktif PNPM Mandiri Perkotaan terhadap perkembangan social ekonomi masyarakat di lingkungan Kelurahan Taman Kota Madiun.Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Taman Kota Madiun pada mulai bulan September 2015 sampai dengan Januari 2016. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi.Penelitian ini menggunakan teknik analisis data yang bersifat kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) bentuk program pemberdayaan ekonomi melalui program bantuan modal usaha ekonomi produktif PNPM Mandiri Perkotaan di Kelurahan Taman Kota Madiun berbentuk ekonomi bergulir, yakni pemberian pinjama modal usaha kemasyarakat dengan system pembayaran berangsur dan tanggun grenteng. (2) Partisipasi masyarakat dalam pembangunan partisipatif meliputi kegiatan perencanaan dan pelaksanaan berbagai program/kegiatan PNPM Mandiri. Dalam kegiatan perencanaan terlihat dari masyarakat melakukan partisipasi dalam bentuk pengajuan proposal, memberikan sumbangan sumbangan pikiran dan mengikutirapat yang diselenggarakan oleh BKM. Partisipasi masyarakat terlihat dari keikutsertaan masyarakat dalam program-program yang diselenggarakan oleh PNPM Mandiri Kelurahan Taman Kota Madiun. (3) Dampak yang ditimbulkan dalam program pemberdayaan ekonomi melalui program bantuan modal usaha ekonomi produktif PNPM Mandiri Perkotaan meliputi perbaikan infrastruktur, sedangkan dampak social ekonomi barakibat pada peningkatan pendapatan.
PERAN PENDIDIKAN MUATAN LOKAL TERHADAP PEMBANGUNAN KARAKTER BANGSA Durrotun Nafisah
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.726 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v4i2.1078

Abstract

Semakin meningkatnya peristiwa yang terjadi pada bangsa Indonesia, antara lain tingginya tingkat kriminaitas, korupsi, penegakan hukum yang jauh dari keadilan, dan terorisme. Menunjukkan bahwa Indonesia mengalami krisis etika dan krisis kepercayaan diri. Berdasarkan kenyataan tersebut, pendidikan nilai moral memang sangat diperlukan pada bangsa ini. Pelaksanaan pendidikan muatan lokal mampu membangun karakter bangsa, karena pelaksanaan muatan lokal benar-benar memperhatikan karakteristik lingkungan dan kebudayaan lokal. Konsep muatan lokal sesuai dengan konsep trikon yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara yaitu salah satunya konsentris, yang berarti setelah bersatu dan berkomunikasi dengan bangsa-bangsa lain di dunia, jangan kehilangan kepribadian sendiri. Muatan lokal mampu membentuk karakter bangsa Indonesia yang asli karena sebagai penguat sumber daya manusia Indonesia akan kecintaan dan nilai lokal daerah sebagai bentuk pertahanan diri dalam arus globalisasi. Muatan lokal dimasukkan dalam kurikulum karena dilandasi kenyataan bahwa Indonesia memiliki beraneka ragam adat istiadat, kesenian, tata acara, tata krama pergaulan, bahasa dan pola kehidupan yang diwariskan secara turun-temurun dari nenek moyang bangsa Indonesia. Hal tersebut menunjukkan bahwa muatan lokal mampu membangun karakter bangsa sesuai dengan ciri khas dan jati diri bangsa. Tulisan ini berupaya menjelaskan peran pendidikan muatan lokal terhadap pembangunan karakter bangsa dengan metode conceptual paper, yaitu melalui kajian bersifat kualitatif melalui pengumpulan jurnal deskriptif dan literatur.
REVITALISASI PANCASILA DAN BELA NEGARA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN GLOBAL MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIKULTURAL Satrio Budiwibowo
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.961 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v4i2.1083

Abstract

Pancasila sering dilihat sebagai idiologi yang berhadapan dengan ―ideologi global,‖ seperti kapitalisme dan liberalisme. Pancasila yang dibangun adalah untuk kesejahteraan bersama dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Disisi lain kita hidup dalam globalisasi yang sarat dengan hukum dan kaidah kapitalisme, pasar bebas dan terbuka. Kita harus tetap kokoh dan kuat pada pendirian, bahwa semuanya itu tetap kita abdikan untuk kesejahteraan bersama, untuk keadilan sosial. Bangsa yang cerdas dalam era globalisasi, bukan bangsa yang terus mengeluh, menyerah, dan marah, tetapi bangsa yang mampu mengalirkan sumber-sumber kesejahteraan yang tersedia di arena global itu. Teknologi, modal, atau informasi, semua kita gunakan dengan baik guna meningkatkan kesejahteraan dan kepentingan kita. Jangan mau jadi orang yang kalah. Mari kita menjadi pemenang dalam globalisasi ini. Pendahuluan Globalisasi merupakan era perubahan-perubahan yang cepat yang mengandung hal-hal yang positif, namun juga membawa segi-segi negatif bagi bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia harus pandai-pandai menangkap dan memanfaatkan peluang dari segi-segi positifnya dan tetap berdiri pada nilai-nilai yang telah diikrarkan, dibela, dan dijunjung tinggi. Menghadapi globalisasi, bangsa Indonesia harus dapat tegak dengan memiliki kedaulatan di bidang politik, kemandirian bidang ekonomi, berkepribadian dalam kebudayaan, dan memiliki daya lenting yang kuat dalam ketahanan nasional. Lebih dari itu, harus tetap memperkokoh jati diri sebagai Pancasilais yang menjunjung tinggi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan memperkokoh tegaknya Negara Kesatuan Republik IndonesiaSetiap warga negara wajib mempertahankan negaranya supaya kelangsungan hidup bangsanya tetap terpelihara. Untuk mempertahankan negara sangat ditentukan oleh sikap dan perilaku setiap warga negaranya. Jika warga negara bersifat aktif dan peduli terhadap kemajuan bangsanya maka kelangsungan hidup bangsa akan tetap terpelihara. Sebaiknya jika warga negara tidak peduli terhadap persoalan yang dihadapi bangsanya kelangsungan hidup bangsa akan terancam dan cepat atau lambat negara akan bubar.Multikulturalisme adalah sistem keyakinan dan perilaku yang mengakui dan menghormati kehadiran semua kelompok yang beragam dalam suatu organisasi atau masyarakat, mengakui sosial-budaya mereka yang berbeda, dan mendorong dan memungkinkan kontribusi melanjutkan mereka dalam konteks budaya inklusif yang memberdayakan semua dalam organisasi atau masyarakat. Pembelajaran multikultural adalah kebijakan dalam praktik pendidikan dalam mengakui, menerima dan menegaskan perbedaan dan persamaan manusia yang dikaitkan dengan gender, ras, dan kelas (Sleeter and Grant, 1988).
PERANAN PEMBINAAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (PKK) DALAM UPAYA MEMPERTAHANKAN SIKAP KEKELUARGAAN MASYARAKAT KELURAHAN MANISREJO KOTA MADIUN Priska Eka Putri Widya Yusila
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.848 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v4i2.1079

Abstract

Peranan PKK sangat penting bagi masyarakat khususnya untuk memperkuat rasa kekeluargaan bagi masyarakat sekitar terutama dilingkungan Manisrejo karena PKK adalah kunci utama untuk menyatukan masyarakat satu dengan yang lainnya dan menambah wawasan baru untuk masyarakat. Dengan program-program kegiatan yang dibuat PKK secara tidak langsung akan membuat masyarakat akan sering berkumpul dan bertukar informasi antar satu dengan yang lain sehingga akan berdampak positif bagi masyarakat sekitar sekitar.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penentuan sampel di dalam penelitian ini menggunakan angket untuk mengukur kejujuran informan yang menjadi informan yaitu para kader PKK, dan masyarakat sekitar Lingkungan Manisrejo. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi berperan dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan data pendekatan deskriptif kualitatif dijabarkan dengan kata-kata, uraian maupun penafsiran. Sedangkan untuk keabsahan data dilakukan dengan memperpanjang masa pengamatan,melakukan observasi yang berkelanjutan, triangulasi, dan konfirmabilitas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Peranan pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam upaya mempertahankan sikap kekeluargaan masyarakat di Kelurahan Manisrejo Madiun, Hal ini dibuktikan dengan hasil wawancara Ketua PKK, kader PKK dan warga masyarakat. Berdasarkan keseluruhan hasil wawancara mengungkapkan bahwa program-program kerja yang ada di dalam PKK Manisrejo memberikan banyak manfaat positif bagi masyarakat, selain memberikan program kerja para kader PKK juga aktif dalam lingkungan sekitar diantaranya banyak yang menjadi ketua RT maupun Ketua RW di masing-masing lingkungannya, juga menjadi pengurus arisan maupun kegiatan yang lain di masing-masing lingkungan. Dengan demikian hubungan masyarakat dengan pengus atau kader PKK menjadi lebih dekat dan hubungan antara masyarakat dengan masyarakat lebih baik sehingga rasa kekeluargaan di antara masyarakat di lingkungan Manisrejo menjadi lebih baik.
ANALISIS PERANAN PALANG MERAH INDONESIA (PMI) KOTA MADIUN DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN NILAI-NILAI PANCASILA SILA KEDUA Alfiantika Febrian Ashari
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.749 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v4i2.1075

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peranan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Madiun Dalam Mengimplementasikan Nilai-nilai Pancasila Sila Kedua serta manfaat yang dapat diperoleh masyarakat kota Madiun dengan adanya bantuan-bantuan dari PMI.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penentuan sampel dalam penelitian ini dengan proporsional dimana yang menjadi informan yaitu staf PMI dan masyarakat kota Madiun yang jumlahnya 10 informan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dilengkapi dokumentasi. Data hasil penelitian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan atau verifikasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Palang Merah Indonesia (PMI) kota Madiun berperan dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila sila kedua. Berdasarkan dengan temuan data, hal ini dapat dilihat dari berbagai kegiatan kemanusiaan yang telah dilakukan oleh PMI sebagai wujud dalam mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia, mengakuinya dan memperlakukan sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, guna untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Dari berbagai kegiatan kemanusiaan yang telah dilakukan oleh PMI tersebut tentunya sangatlah bermanfaat untuk masyarakat yang terkena dampak bencana yang memerlukan bantuan secara adil dan sukarela. Serta dapat memberikan pertolongan bagi para pasien atau penderita sakit yang sangat membutuhkan darah melalui kegiatan donor darah yang diadakan PMI.
TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA DI SMA SELAMAT PAGI INDONESIA BATU JATIM Moh. Rifai
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.819 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v4i2.1080

Abstract

Masyarakat yang berada di Yayasan Selamat Pagi Indonesia bersifat majemuk, pembauran, yang mereka datang dari perwakilan seluruh propinsi yang ada di Indonesia dengan mempunyai keragaman adat istiadat, bahasa daerah, serta agama yang melekat pada diri mereka masing-masing. Sudah barang tentu terdapat beberapa perbedaan-perbedaan yang muncul di sana.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan analisis model interaktif Strauss and Corbin, teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumenter. Penelitian tentang Interaksi Sosial antar siswa multikultural, antar guru, antar guru dengan siswa, semuanya pada keluarga besar masyarakat yayasan Selamat Pagi Indonesia Batu menghasilkan temuan-temuan : 1) “Interaksi Sosial Siswa-siswi SMA Selamat Pagi Indonesia Batu di asrama tidak melihat perbedaan suku tapi melihat dari asas kebangsaan Indonesia (terjemahan dari Bhineka Tunggal Ika)”. 2) “Interaksi Siswa-siswi SMA Selamat Pagi Indonesia di asrama tidak harus satu agama tapi bisa berinteraksi satu kamar berbeda agama seperti dalam sila pertama Pancasila (bahwa di Indonesia di akui bermacam-macam agama)”. 3) “Di SMA Selamat Pagi Indonesia terjadi sembahyang bersama seagama walaupun beda kamar mereka tinggal”. 4) “Bahwa interaksi sosial siswa–siswi SMA Selamat Pagi Indonesia batu, terbangun tidak seperti kelaziman di SMA lainnya, tapi didasari dengan disiplin dan dengan keyakinan berketuhanan yang kuat”.Adapun kesimpulan dari Interaksi Sosial Siswa Multikultural di SMA Selamat Pagi Indonesia sebagai berikut : 1) Hal-hal yang mendasari Pola Interaksi Sosial. 2) Proses terbentuknya Toleransi. 3) Pemaknaan tradisi toleransi.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA BAGI SISWA DI ERA GLOBALISASI Ambiro Puji Asmaroini
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.049 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v4i2.1076

Abstract

alam rangka mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab, maka diperlukannya pendidikan yang tidak terlepas dari ajaran Pancasila sebagai dasar untuk melaksanakan pendidikan di Indonesia.Pancasila memiliki serangkaian nilai, yaitu ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Kelima nilai tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh dimana mengacu dalam tujuan yang satu. Nilai-nilai dasar Pancasila seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan yang bersifat universal, objektif, artinya nilai-nilai tersebut dapat dipakai dan diakui oleh negara-negara lain. Sebagai suatu ideologi bangsa dan Negara Indonesia maka Pancasila pada hakikatnya bukan hanya merupakan suatu hasil perenungan atau pemikiran seseorang atau kelompok orang sebagaimana idelogi-ideologi lain di dunia, namun Pancasila diangkat dari nilai-nilai adat-istiadat, nilai-nilai kebudayaan serta nilai religius yang terdapat dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia.Globalisasi membawa perubahan-perubahan dalam tatanan dunia internasional yang pengaruhnya langsung terhadap perubahan-perubahan di berbagai Negara. Kemampuan menghadapi tantangan yang amat dasar dan akan melanda kehidupan nasional, sosial, dan politik, bahkan mental dan bangsa maka benteng yang terakhir ialah keyakinan nasional atas dasar Negara Pancasila yang sebagai benteng dalam menghadapi tantangan pada era Globalisasi yang semakin berkembang pada saat ini. Menerapkan nilai-nilai Pancasila bagi peserta didik di era globalisasi bisa dilaksanakan dalam momentum-momentum yang tepat seperti pada saat peringatan hari sumpah pemuda, hari kemerdekaan, hari pahlawan dan hari besar nasional lainnya, peserta didik berusaha mengukir prestasi yang gemilang, belajar dengan sungguh-sungguh dengan segenap kemampuannya demi nama baik bangsa dan Negara, cinta serta bangga tanpa malu-malu menggunakan produk-produk dalam negeri demi kemajuan ekonomi Negara.
PENDIDIKAN KARAKTER ANAK PADA KELUARGA TKW (STUDI KASUS DI DESA NGLANDUNG, KECAMATAN GEGER KABUPATEN MADIUN TAHUN 2015) Riyayan Dwi Saputro
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.81 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v4i2.1081

Abstract

Pilihan untuk bekerja menjadi TKW di luar negeri memungkinkan timbulnya permasalahan baru yang muncul, terutama tentang dalam pendidikan karakter pada anak-anak keluarga TKW. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penanaman nilai-nilai pendidikan karakter anak pada keluarga TKW di Desa Nglandung, Kecamatan Geger Kabupaten Madiun tahun 2015, strategi yang dilakukan dalam memberikan pendidikan karakter anak pada keluarga TKW di Desa Nglandung, Kecamatan Geger Kabupaten Madiun tahun 2015, dan hambatan-hambatan yang ada pada pendidikan karakter anak pada keluarga TKW di Desa Nglandung, Kecamatan Geger Kabupaten Madiun tahun 2015. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Nglandung, Kecamatan Geger Kabupaten Madiun mulai bulan September 2015 sampai dengan Januari 2016. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Penelitian ini menggunakan studi kasus fenomenologi sebagai dasar teorinya. Dalam penelitian ini digunakan analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman nilai-nilai pendidikan karakter anak pada keluarga TKW di Desa Nglandung, Kecamatan Geger Kabupaten Madiun sudah dilaksanakan dengan baik. Strategi yang dilakukan dalam memberikan pendidikan karakter anak pada keluarga TKW di Desa Nglandung, Kecamatan Geger Kabupaten Madiun dilakukan melalui pembelajaran, pembiasaan, dan keteladanan. Hambatan-hambatan yang ada pada pendidikan karakter anak pada keluarga TKW di Desa Nglandung, Kecamatan Geger Kabupaten Madiun berasal dari aspek internal dan eksternal. Hambatan dari aspek internal adalah tidak adanya ibu disamping anak-anak dalam waktu yang lama membuat anak merasa sedih, anak merasakan kangen kepada ibunya, ayah dalam mendidik terlalu tegas bahkan terkadang dengan marah dan terkadang acuh tak acuh atau masa bodoh terhadap anak, serta anak banyak mengalami perubahan perilaku karena kurangnya pembinaan, pendampingan, perhatian, dan kasih sayang dari ibu. Hambatan dari aspek eksternal berasal dari lingkungan masyarakat maupun lingkungan pertemanan atau teman sebaya, khususnya yang berkaitan dengan pergaulan dengan teman, prestasi belajar yang tidak maksimal, dan kesulitan belajar dengan penuh konsentrasi.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA BAGI SISWA DI ERA GLOBALISASI Ambiro Puji Asmaroini
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.049 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v4i2.1077

Abstract

alam rangka mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab, maka diperlukannya pendidikan yang tidak terlepas dari ajaran Pancasila sebagai dasar untuk melaksanakan pendidikan di Indonesia.Pancasila memiliki serangkaian nilai, yaitu ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Kelima nilai tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh dimana mengacu dalam tujuan yang satu. Nilai-nilai dasar Pancasila seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan yang bersifat universal, objektif, artinya nilai-nilai tersebut dapat dipakai dan diakui oleh negara-negara lain. Sebagai suatu ideologi bangsa dan Negara Indonesia maka Pancasila pada hakikatnya bukan hanya merupakan suatu hasil perenungan atau pemikiran seseorang atau kelompok orang sebagaimana idelogi-ideologi lain di dunia, namun Pancasila diangkat dari nilai-nilai adat-istiadat, nilai-nilai kebudayaan serta nilai religius yang terdapat dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia.Globalisasi membawa perubahan-perubahan dalam tatanan dunia internasional yang pengaruhnya langsung terhadap perubahan-perubahan di berbagai Negara. Kemampuan menghadapi tantangan yang amat dasar dan akan melanda kehidupan nasional, sosial, dan politik, bahkan mental dan bangsa maka benteng yang terakhir ialah keyakinan nasional atas dasar Negara Pancasila yang sebagai benteng dalam menghadapi tantangan pada era Globalisasi yang semakin berkembang pada saat ini. Menerapkan nilai-nilai Pancasila bagi peserta didik di era globalisasi bisa dilaksanakan dalam momentum-momentum yang tepat seperti pada saat peringatan hari sumpah pemuda, hari kemerdekaan, hari pahlawan dan hari besar nasional lainnya, peserta didik berusaha mengukir prestasi yang gemilang, belajar dengan sungguh-sungguh dengan segenap kemampuannya demi nama baik bangsa dan Negara, cinta serta bangga tanpa malu-malu menggunakan produk-produk dalam negeri demi kemajuan ekonomi Negara.

Page 1 of 1 | Total Record : 9