cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial
ISSN : 25286893     EISSN : 25286871     DOI : -
Core Subject : Social,
gulawentah: Jurnal Studi Sosial with regitered number ISSN : 2528-6893 (print) , e-ISSN : 2528-6871 is scientific journals which publish articles from the fields social science and social science education.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2019)" : 7 Documents clear
Upaya Peningkatan Kompetensi Guru dalam Menyusun Silabus dan RPP Melalui Supervisi Akademik Berkelanjutan di SDN 2 Ngadisanan Sambit Bambang Mardjoko
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.383 KB) | DOI: 10.25273/gulawentah.v4i1.4863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendiskripsikan pelaksanaan  kompetensi guru dalam menyusun silabus dan  RPP melalui supervisi akademik berkelanjutan di SDN 2 Ngadisanan Sambit. 2) mengetahui peningkatan kompetensi guru dalam menyusun silabus dan  RPP melalui supervisi akademik berkelanjutan . Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 2 Ngadisanan, Sambit, Ponorogo selama enam bulan tahun 2019. Subyek guru kelas satu sampai enam. Pengambilan data secara diskriptif kualitatif, jenis penelitian tindakan sekolah (PTS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan supervisi akademik dapat meningkatkan kompetensi guru menyusun Silabus dan RPP. Peningkatan ini dibuktikan pada tahap praobservasi menunjukan bahwa instrumen telaah RPP kemampuan guru dalam kategori kurang, nilai 65% dibandingkan dengan kompetensi lain.  Pada siklus I ada peningkatan, nilai rata-rata kompetensi guru pada telaah RPP sudah mencapai 80% dengan kreteria cukup. Kompetensi guru dalam penyusunan RPP dan silabus pada siklus 2 setelah diadakan supervisi akademik dan tindak lanjut nilai rata-rata telah mencapai 85% pada telaah RPP dengan kreteria baik.
Kesenian Teledek Dalam Upacara Minta Hujan di Lembeyan Magetan (Kajian Nilai Budaya dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah) Nungky Iwana; Muhammad Hanif
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.094 KB) | DOI: 10.25273/gulawentah.v4i1.5032

Abstract

Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksistensi dan latar belakang Kesenian Taledek dalam Upacara Minta Hujan di Lembeyan Magetan dan potensinya sebagai sumber belajara sejarah. Lokasi penelitian di Desa Lembeyan Wetan Kecamatan Lembeyan Kabupaten Magetan.Penelitian ini merupakan jenis deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data adalah trianggulasi sumber, dan analisis data menggunakan model interaktif. Kesenian Taledek merupakan seni hiburan tradisional yang dipentaskan oleh sinden (waranggana) dengan iringan alat musik jawa seperti kendang, gong, kempul, saron, centi, dan gamelan. Dalam kesenian taledek terdapat beksan (orang yang menari bersama sinden) dan memberikan  saweran kepada sinden yang dimasukkan dalam wadah (baskom). Masyarakat Lembeyan Wetan Magetan saat ini masih melaksanakan upacara minta hujan pada bulan Sura dan hari Jumat legi. Masyarakat percaya akan ada hal buruk jika tidak melaksanakan upacara tersebut dan akan ada bencana di desa, aliran sungai menjadi tidak lancar, dan hasil panen berkurang. Biasanya taledek dimainkan di rumah pamong desa seperti kamituwo. Nilai budaya dalam Kesenian Taledek adalah nilai rekreatif atau hiburan, nilai religius, dan nilai sosial budaya. Upacara adat minta hujan mempunyai potensi sebagai sumber belajar sejarah yakni sebagai materi tambahan dalam pembelajaran mata pelajaran sejarah Indonesia Zaman Hindhu-Buddha.Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksistensi dan latar belakang Kesenian Taledek dalam Upacara Minta Hujan di Lembeyan Magetan dan potensinya sebagai sumber belajara sejarah. Lokasi penelitian di Desa Lembeyan Wetan Kecamatan Lembeyan Kabupaten Magetan.Penelitian ini merupakan jenis deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data adalah trianggulasi sumber, dan analisis data menggunakan model interaktif. Kesenian Taledek merupakan seni hiburan tradisional yang dipentaskan oleh sinden (waranggana) dengan iringan alat musik jawa seperti kendang, gong, kempul, saron, centi, dan gamelan. Dalam kesenian taledek terdapat beksan (orang yang menari bersama sinden) dan memberikan  saweran kepada sinden yang dimasukkan dalam wadah (baskom). Masyarakat Lembeyan Wetan Magetan saat ini masih melaksanakan upacara minta hujan pada bulan Sura dan hari Jumat legi. Masyarakat percaya akan ada hal buruk jika tidak melaksanakan upacara tersebut dan akan ada bencana di desa, aliran sungai menjadi tidak lancar, dan hasil panen berkurang. Biasanya taledek dimainkan di rumah pamong desa seperti kamituwo. Nilai budaya dalam Kesenian Taledek adalah nilai rekreatif atau hiburan, nilai religius, dan nilai sosial budaya. Upacara adat minta hujan mempunyai potensi sebagai sumber belajar sejarah yakni sebagai materi tambahan dalam pembelajaran mata pelajaran sejarah Indonesia Zaman Hindhu-Buddha.
Dampak Pembangunan Srambang Park Ngawi Terhadap Kehidupan Ekonomi Masyarakat Dan Potensinya Sebagai Sumber Materi Pembelajaran IPS SD Dian Larasati
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.023 KB) | DOI: 10.25273/gulawentah.v4i1.4864

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis dampak pembangunan Srambang Park Ngawi terhadap kehidupan ekonomi masyarakat dan potensinya sebagai sumber materi pembelajaran IPS SD.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan pada bulan Maret 2018 hingga Maret 2019. Penelitian berlokasi di Desa Girimulyo Kecamatan Jogorogo Kabupaten Ngawi dengan mengambil obyek wisata Srambang Park Ngawi. Sumber data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kepala Desa Girimulyo, manajer obyek wisata Srambang Park Ngawi dan masyarakat yang bertempat tinggal serta melakukan kegiatan ekonomi di sekitar obyek wisata. Sumber data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumen dan  profil tentang jumlah penduduk, pekerjaan, dan tindakan yang dilakukan masyarakat terhadap adanya obyek wisata Srambang Park Ngawi yang berada di Desa Grimulyo Kecamatan Jogorogo, berita di media massa, serta data lain yang relevan. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif.Analisis penelitian menunjukkan bahwa pembangunan obyek wisata Srambang Park Ngawi memberikan dampak positif terhadap kehidupan ekonomi masyarakat. Sebelum pembangunan wisata Srambang Park Ngawi, sebagian besar masyarakat bekerja sebagai petani, namun sesudah adanya pembangunan obyek wisata kehidupan ekonomi masyarakat meningkat. Masyarakat mendapat pekerjaan tambahan sebagai pedagang makanan dan minuman serta penyedia jasa berupa fasilitas yang disewakan untuk wisatawan seperti tempat parkir, ojek wisata dan kamar mandi. Selain itu, pembangunan obyek wisata juga berdampak pada pendapatan masyarakat, dimana sebelum pembangunan obyek wisata Srambang Park Ngawi tingkat pendapatan responden masih tergolong rendah. Sesudah adanya pembangunan obyek wisata Srambang Park Ngawi pendapatan responden mengalami peningkatan. Hasil penelitian yang diperoleh juga menunjukkan bahwa kehidupan ekonomi masyarakat di obyek wisata Srambang Park Ngawi memiliki potensi sebagai sumber materi pembelajaran IPS SD.
Rekonstruksi Rumah Majapahit di Desa Bejijong Sebagai Sarana Edukasi Pendidikan IPS Sugiono Ruslan
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.068 KB) | DOI: 10.25273/gulawentah.v4i1.5033

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu ntuk mendeskripsikan rekonstruksi rumah masa kerajaan Majapahit di desa Bejijong kecamatan Trowulan Mojokerto dijadikan sebagai pengayaan bahan ajar mata kuliah pendidikan IPS bagi mahasiswa program S1 PGSD dan menganalisis tentang rumah masa kerajaan Majapahit sebagai bahan ajar mata kuliah Pendidikan IPS. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif  yaitu berpikir secara induktif memandang masalah penelitian sebagai kasus yang bersifat mikro, kemudian ditarik dalam konteks yang lebih umum. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Peneliti terlibat langsung dalam penelitian dan tidak diwakilkan, dalam pelaksanaan penelitian ini peneliti melakukan interaksi secara intensif dengan subjek penelitian. Jenis data penelitian secara empiris, yaitu data apa adanya yang terjadi di lapangan tanpa memberi arti makna dibalik peristiwa, dengan sumber data  baik sumber data primer maupun sumber data sekunder kepada informan kunci menggunakan teknik nonprobability sampling jenis purposive sampling dan snowball sampling. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disampaikan bahwa rekonstruksi rumah Majapahit di desa Bejijong Kecamatan Trowulan Mojokerto merupakan bentuk penggugah semangat masyarakat Indonesia akan kebesaran suatu bangsa dari sejarah di masa lampau, yang dapat dijadikan sebagai pengayaan bahan ajar baik di pendidikan tingkat dasar sampai perguruan tinggi, walaupun bentuk rumah yang ditampilkan belum mencerminkan secara utuh rumah Majapahit disebabkan banyaknya bentuk rumah yang beraneka ragam berdasarkan tingkat/strata masyarakat Majapahit. Dengan demikian rekonstruksi rumah masa kerajaan Majapahit di desa Bejijong kecamatan Trowulan Mojokerto sangat berpotensi untuk dijadikan pengayaan bahan ajar mata kuliah pendidikan IPS bagi mahasiswa program S1 PGSD khususnya pada standar kemampuan/kompetensi akhir yang direncanakan yaitu memahami komponen perencanaan pembelajaran IPS dengan materi pokok komponen perencanaan pembelajaran IPS.
Peningkatan Kemampuan Guru Dalam Menyusun Tes Hasil Belajar IPS Melalui Supervisi Akademik Pada Guru SDN 4 Ngasinan Jetis Ponorogo Endang Setiyawati
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.97 KB) | DOI: 10.25273/gulawentah.v4i1.4989

Abstract

Penelitian ini termasuk jenis Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) yang bertujuan untuk mengetahui peningkatkan kemampuan Guru SD Negeri 4 Ngasinan Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019dalam menyusun tes hasil belajar IPS melalui supervisi akademik. Subyek penelitian ini adalah Guru SD Negeri 4 Ngasinan Jetis Ponorogo yang berjumlah 6 orang terdiri dari 1 guru laki-laki dan 5 guru perempuan. Penelitian inidimulai dari studi pendahuluan pada bulan Agustus sampai dengan bulan Desember 2018. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.Teknik analisis data dalam penelitian Tindakan Sekolah ini berupa analisis statistik deskriptif dan analisiskualitatif model interaktif Miles dan Huberman.Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang setiap siklus terdiri atas4 tahap yaitu:(1) perencanaan tindakan, (2) implementasi/ pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan interpresentasi tindakan, (4) evaluasi dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan dari sisi proses Guru sangat mampu menyusun Tes Hasil Belajar IPS. Hal ini terlihat perbedaan skor penilaian pada prasiklus rata-rata skor nilainya sebesar 50, pada siklus I skor rata-rata nilainya menjadi 72, dan siklus II skor rata-ratanya meningkat nilainya menjadi 82.Sedangkan hasil Supervisi Akademis secara klasikalpadaprasiklus hanya 2 orang guru yang mampu dalam menyusun tes hasil belajar IPS (33,33%), pada siklus I meningkat menjadi 4 orang guru yang mampu (67,67%) dan pada  siklus II meningkat secara keseluruhan menjadi 6 orang guru yang mampu menyusun tes hasil belajar IPS secara benar mencapai nilai 80 (100%). Dapat disimpulkan bahwa kemampuan guru dalam menyusun tes hasil belajar IPS dapat ditingkatkan melalui supervisi akademik pada Guru SDNegeri 4 Ngasinan Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019”.
Pengembangan Sendang Bulus (Beji Pager) Menjadi Destinasi Wisata Baru di Kabupaten Ponorogo Serta Potensinya Sebagai Sumber Belajar IPS Sekolah Dasar Nurwati Rahayu
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.562 KB) | DOI: 10.25273/gulawentah.v4i1.4990

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan: (1) proses pengembangan Sendang Bulus (Beji Pager) sebagai destinasi wisata baru di Kabupaten Ponorogo, (2) potensi Sendang Bulus (Beji Pager) sebagai sumber belajar  IPS Sekolah Dasar. Penelitian dilaksanakan mulai bulan April 2018 sampai dengan Maret 2019.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Teknik analisa data melalui tiga tahap yaitu reduksi data, display data, kesimpulan/verifikasi.Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil: (1) Pengembangan Sendang Bulus dilakukan melalui perbaikan akses jalan, budi daya ikan air tawar, penyempurnaan sarpras yang sudah ada, penambahan sarpras pendukung, pengelolaan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan karang taruna di bawah naungan BUMDESA, dan kontribusi dari dinas pariwisata kabupaten. (2) Edukasi outdoor, fasilitas saling interaksi, pengamatan kongkrit, belajar berorientasi lingkungan, dan berpotensi untuk dapat digunakan sebagai sumber belajar IPS Sekolah Dasar Tema:  Indahnya Negeriku, Kelas : 4 Semester 2, Kompetensi Dasar : Memahami manusia dalam dinamika interaksi dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi.
Peningkatan Kreativitas Guru Sdn Kemuning Dalam Menyusun Bahan Ajar dan Alat Peraga Ramah Lingkungan Mata Pelajaran IPS Melalui Supervisi Akademik Wahyu Sukartiningsih
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.243 KB) | DOI: 10.25273/gulawentah.v4i1.5020

Abstract

Kreativitas guru SDN Kemuning masih perlu ditingkatkan. Karena dalam menyusun perangkat pembelajaran utamannya bahan ajar dan pembuatan alat peraga masih kurang mampu. Untuk itu perlu adanya solusi alternatifnya yaitu melalui supervisi Akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan : Pelaksanaan supervisi akademik dalam rangka meningkatkan kreatifitas guru dalam membuat bahan ajar dan alat peraga ramah lingkungan mata pelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenisnya Penelitian Tindakan Sekolah. Waktu penelitian mulai bulan Maret 2018 sampai dengan Maret 2019. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri dari perencanaan (planning), tindakan (acting), observasi (observing), dan refleksi (reflecting). Subyek penelitian adalah enem orang guru kelas di SDN Kemuning Sambit Ponorogo. Tehnik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi Hasil penelitian : Pada komponen pembuatan bahan ajar terlihat peningkatan dari 40 % (2 orang) pada kemampuan awal, menjadi 60% ( 3 orang ) pada siklus 1 dan menguat menjadi 90% (5 orang ) pada akhir kegiatan. Pada Komponen pembuatan alat peraga ramah lingkungan, terdapat peningkatan dari 50 % (3 orang ) menjadi 70% ( 4 orang ) setelah siklus 1 dan lebih menguat menjadi 92% ( 5 orang ) setelah siklus 2. Capaian kreativitas guru dalam menyusun bahan ajar dan alat peraga ramah lingkungan mapel IPS sudah melebihi target yang ditetapkan atau sudah sesuai dengan harapan yaitu > 80%.

Page 1 of 1 | Total Record : 7