cover
Contact Name
Agus Yuniawan Isyanto
Contact Email
agusyuniawanisyanto@unigal.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
alfarhanic@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL ILMIAH MAHASISWA AGROINFO GALUH
Published by Universitas Galuh
ISSN : 23564903     EISSN : 25798359     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH merupakan jurnal ilmiah berkala yang memuat hasil penelitian dari mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Galuh.
Arjuna Subject : -
Articles 59 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 3 (2022): September 2022" : 59 Documents clear
STRATEGI PEMASARAN USAHA KOPI DI IDDA COFFE TUTUR KECAMATAN TUTUR KABUPATEN PASURUAN Zandy Bagus Prastyo; Sri Tjondro Winarno; Dona Wahyuning Laily
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 9, No 3 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v9i3.8546

Abstract

Meningkatnya konsumsi kopi yang ada pada masyarakat dewasa ini berdampak terhadap persaingan kedai-kedai atau cafe yang memang menjual kopi, setiap pelaku usaha di tiap kategori bisnis dituntut untuk memiliki kepekaan terhadap setiap perubahan atau inovasi yang terjadi dan menempatkan orientasi kepada kepuasan pelanggan sebagai tujuan utama. Tujuan riset ini untuk memformulasikan alternatif strategi pemasaran usaha kopi di Idda Coffe. Lokasi riset ditentukan dengan sengaja di Idda Coffe Tutur. Metode riset menggunakan analisis matriks IFE, matriks EFE, dan analisis SWOT. Hasil riset memperlihatkan hasil analisis matriks IFE didapatkan skor untuk faktor kekuatan sebesar 2,37 dan skor faktor kelemahan sebesar 1,27. Pada analisis matriks EFE diperoleh skor untuk faktor peluang sebesar 2,11, dan skor faktor ancaman sebesar 1,57. Berdasarkan hasil analisis matriks SWOT usaha Idda Coffe Tutur berada pada kuadran I, dimana alternatif strategi yang dapat digunakan yaitu : Memperluas wilayah pemasaran dengan melakukan promosi yang intensif; Menambah lahan budidaya kopi atau petani-petani mitra; dan Mengedukasi masyarakat tentang cara komsumsi kopi yang baik untuk kesehatan.
KONDISI SOSIAL EKONOMI RUMAH TANGGA PETANI SUBAK JATILUWIH SETELAH DITETAPKAN SEBAGAI WARISAN BUDAYA DUNIA Ni Made Uning Praptika Adi; I Ketut Suamba; Gede Mekse Korri Arisena
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 9, No 3 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v9i3.8132

Abstract

Subak Jatiluwih merupakan salah satu subak yang berada pada kawasan Catur Angga Batukaru sebagai penerima predikat Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO pada tahun 2012. Adanya perkembangan pariwisata setelah penetapan predikat tersebut menyebabkan perubahan pada kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Desa Jatiluwih terkhusus rumah tangga petani di Subak Jatiluwih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi rumah tangga petani Subak Jatiluwih setelah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia. Penelitian ini menekankan pada karakteristik petani, kondisi ekonomi dan dampak sosial yang diberikan dari penetapan Subak Jatiluwih sebagai Warisan Budaya Dunia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif dan analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total pendapatan petani di Subak Jatiluwih sebesar Rp. 70.423.547,2/tahun dengan rata-rata per bulan sebesar Rp. 5.868.629 (golongan pendapatan tinggi), yang bersumber dari tiga sektor yakni sektor usahatani (on farm), sektor off farm, dan sektor non usahatani (non farm). Sedangkan dampak sosial bagi petani di Subak Jatiluwih, berdasarkan kesembilan indikator diketahui bahwa pada pemeliharaan pura subak, ritual keagamaan, gotong royong dan distribusi air tidak mengalami gangguan. Terjadi perubahan pada jumlah iuran keagamaan, adanya pergeseran teknologi pertanian, munculnya mata pencaharian baru, munculnya beberapa konflik dan sulitnya regenerasi petani. Subak Jatiluwih bersama intansi terkait perlu membenahi beberapa aturan dan kebijakan untuk mengatasi konflik yang terjadi.
Analisis Kepuasan Anggota Koperasi Terhadap Pelayanan Koperasi Pertanian Seandanan di Kecamatan Way Lima Kabupaten Pesawaran Ridho Elghani; Dyah Aring Hepiana Lestari; Maya Riantini
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 9, No 3 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v9i3.8436

Abstract

Anggota koperasi merupakan faktor penting dalam menjalankan kegiatan koperasi.  Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam koperasi yaitu kepuasan anggota.  Kepuasan anggota koperasi terhadap pelayanan koperasi menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan koperasi dalam menyejahterakan anggotanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan yang dirasakan anggota koperasi terhadap pelayanan koperasi dan juga mengetahui atribut apa saja yang menjadi prioritas utama Koperasi Pertanian Seandanan.  Metode yang digunakan adalah metode survei.  Responden yaitu anggota Koperasi Pertanian Seandanan yang berjumlah 35 anggota yang diambil secara simple random sampling.  Pengumpulan data dilakukan pada bulan Februari 2022 sampai dengan Maret 2022.  Analisis data yang digunakan adalah Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Perfomance Analysis (IPA).  Hasil penelitian menunjukkan nilai CSI sebesar 70,12 persen yang berarti anggota koperasi puas terhadap pelayanan koperasi.  Berdasarkan analisis IPA, terdapat tujuh atribut yang menjadi prioritas utama koperasi untuk lebih ditingkatkan lagi yaitu dukungan peralatan penunjang operasional, petugas lapangan kegiatan operasional memadai, koordinasi karyawan di lingkungan internal koperasi, koordinasi karyawan koperasi dengan instansi lain, jaminan atas kehilangan/kerusakan berkas administrasi, tingkat intelektualitas dan tanggung jawab petugas, dan pemahaman petugas terhadap kebutuhan anggota.
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI JAMBU KRISTAL (Psidium guajava L.) (STUDI KASUS: P4S WIRA TANI DI DESA TEGAL SAWAH KECAMATAN KARAWANG TIMUR KABUPATEN KARAWANG) Yolanda Duma Sihombing; Abubakar Abubakar; Luthfi Nur'azkiya
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 9, No 3 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v9i3.8016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui biaya produksi, penerimaan dan pendapatan usahatani jambu kristal P4S Wira Tani; (2) mengetahui kelayakan usahatani jambu kristal berdasarkan kriteria investasi yaitu NPV, B/C rasio, IRR, dan payback period; dan (3) mengetahui tingkat sensitivitas usahatani jambu kristal terhadap perubahan peningkatan dan penurunan biaya produksi, serta terhadap kenaikan harga jual produk. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analitik. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dengan teknik wawancara menggunakan kuisioner. Responden penelitian adalah petani jambu kristal, sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai literatur dan dokumen dari instansi terkait. Penentuan sampel ditentukan menggunakan metode sensus yang diambil dari satu kelompok populasi sebagai sampel secara keseluruhan. Teknik analisis yang digunakan adalah NPV, IRR, Gross B/C, Net B/C, dan Payback period. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) total biaya tetap sebesar Rp 3.100.000 dan biaya variabel sebesar Rp 1.045.665.831; penerimaan dengan luas lahan ± 2,6 ha selama empat belas tahun sebesar Rp 1.426.080.001; pendapatan yang diperoleh dengan luas ± 2,6 ha selama empat belas tahun sebesar Rp 380.414.170. (2) pada tingkat suku bunga bank 10%, usahatani jambu kristal layak untuk dikembangkan pada kriteria investasi dengan nilai NPV sebesar Rp 166.060.899, Gross B/C sebesar 1,37 dan Net B/C sebesar 6,70; IRR sebesar 30,59%; serta payback period (PP) selama 1 tahun 1 bulan 4 hari. (3) analisis sensitivitas terhadap peningkatan biaya produksi 15% menghasilkan nilai NPV sebesar Rp 99.106.642; Gross B/C sebesar 1,19; Net B/C sebesar 3,40; IRR sebesar 34,36%; dan payback period (PP) selama 1 tahun 4 bulan sehingga usaha tersebut layak untuk dijalankan. Pada penurunan biaya produksi 15% menghasilkan NPV sebesar Rp 233.015.157; Gross B/C sebesar 1,61; Net B/C sebesar 10,42; IRR sebesar 29,32%; dan payback period (PP) selama 1 tahun 1 bulan sehingga usahatani tersebut layak untuk dijalankan. Sensitivitas terhadap kenaikan harga jual 15% menghasilkan NPV sebesar Rp 310.122.585; Gross B/C sebesar 1,69; Net B/C sebesar 86,60; IRR sebesar 34,04%, dan Payback Period (PP) selama 1 tahun sehingga usahatani layak untuk dijalankan.
KETAHANAN MASYARAKAT PETANI DESA TAMBAKREJO TERHADAP ANCAMAN BENCANA BANJIR: KAJIAN ANALISIS GENDER KAPASITAS DAN KERENTANAN Maqinun Amin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 9, No 3 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v9i3.8380

Abstract

Banjir merupakan bencana alam yang selalu mengintimidasi dan mengganggu aktivitas kehidupan masyarakat dan selalu membawa kerugian yang besar terhadap persoalan perekonomian masyarakat, khususnya masyarakat petani. Kerugian pertanian akibat banjir seringkali meningkatkan persoalan kurangnya kebutuhan penghasilan keluarga pada rumah tangga petani. Adapun tujuan dari tulisan ini yaitu mengkaji tentang persoalan ketahanan masyarakat petani dalam menghadapi bencana banjir dengan menggunakan analisis gender kapasitas dan kerentanan. Sejalan dengan itu, penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Subjek penelitian yang digunakan yaitu Masyarakat Petani Desa Tambakrejo Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tingkat ketahanan masyarakat petani Desa Tambakrejo memiliki kapasitas tingkat ketahanan yang tinggi, artinya kesiapsiagaan mereka sangat tinggi terhadap ancaman banjir. Kapasitas tingkat ketahanan yang berpenguh adalah pengetahuan, pengalaman dan pembangunan sosial yang saling melengkapi. Meskipun mempunyai kapasitas tingkat ketahanan yang tinggi, mereka juga memiliki kerentanan yakni sumber daya alam tidak dapat digunakan selama bencana banjir, minimnya tingkat pendidikan, hilangnya kegiatan rutinitas serta Kurangnya kesadaran masyarakat atas tindakan yang mereka lakukan yakni membuang sampah di sungai.
EVALUASI KEMITRAAN PETANI TEBU DENGAN PABRIK GULA BARU PT SUKSES MANTAP SEJAHTERA KABUPATEN DOMPU NUSA TENGGARA BARAT Revita Yustianawati; Eko Nurhadi; Teguh Soedarto; Sigit Dwi Nugroho
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 9, No 3 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v9i3.7590

Abstract

Pabrik Gula Tambora adalah PG berbasis tebu, untuk untuk mencukupi bahan baku tebu perusahaan menjalin hubungan  kemitraan dengan petani mitra. Jumlah Petani mitra yang dimiliki PG dari tahun ketahun semakin menurun jumlah mitra petani.  Masalah dalam penelitian ini adalah terdapat penurunan petani mitra yang menanam tebu dan beralih ke komoditas lain. Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan pola kemitraan yang terjalin antara PG dengan Petani. (2) Mengidentifikasi dan Mendeskripsikan  alasan  petani melanjutkan dan mengentikan bermitra dengan PG  (3) Menganalisis  komparatif pendapatan usahatani tebu dengan usahatani kompetitor (Jagung).
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL AGROINDUSTRI SERAT SABUT KELAPA (COCO FIBER) (Studi Kasus di CV AIS, Desa Winduraja Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis) Lutvia Nurul Awwaliyah; Trisna Insan Noor; Budi Setia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 9, No 3 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v9i3.8774

Abstract

Agroindustri adalah kegiatan yang mengolah atau memproses hasil pertanian sebagai bahan baku barang setengah jadi maupun barang langsung dipakai. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan konsumen karena adanya industri pengolahan produk pertanian. Serat sabut kelapa (coco fiber) yang berbentuk seperti rambut panjang dan pada umumnya berwarna coklat atau berwarna kuning keemasan merupakan sabut kelapa yang sudah di proses melalui penggiling. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) Kelayakan finansial pada agroindustri serat sabut kelapa (coco fiber) di Desa Winduraja Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis, dan (2) Pengembalian modal usaha agroindustri serat sabut kelapa (coco fiber)  di Desa Winduraja Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis. Data yang diperoleh terdiri dari data primer dan data sekunder. Penelitian ini dilaksanakan di agroindustri CV AIS di Desa Winduraja Kecamatan Kawali yang dipilih secara disengaja dengan pertimbangan bahwa di Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis merupakan agroindustri serat sabut kelapa produksi terbesar. Hasil penelitian diketahui bahwa: (1) Biaya penerimaan usaha agroindustri serat sabut kelapa (coco fiber) di Desa Winduraja Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis per tahun adalah Rp. 1.205.568.000 (2) NPV sebesar Rp. 533.398.215,96 (3) Nilai IRR yang diperoleh sebesar 244% (4) Nilai Net B/C  sebesar 2,46 (5) Nilai Gross B/C yang diperoleh sebesar 1,14 (6) Payback Periode yaitu 1 tahun 5 bulan maka usaha agroindustri serat sabut kelapa (coco fiber) di Desa Winduraja Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis layak untuk diusahakan.
ALOKASI CURAHAN TENAGA KERJA DAN TINGKAT PENDAPATAN USAHA TAMBAK BANDENG DI DESA KALANGANYAR, KABUPATEN SIDOARJO Anggi Afifta Volta; Endang Yektiningsih; Nuriah Yuliati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 9, No 3 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v9i3.8239

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis alokasi curahan tenaga kerja dan pendapatan petambak usaha tambak bandeng di Desa Kalangayar Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo. Pengumpulan data pada bulan Desember 2021 dan 37 petambak sebagai responden. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis curahan waktu kerja petambak terhadap usaha tambak bandeng diadopsi rumus 1 HOK setara 8 jam orang kerja pria dewasa dan pendapatan petambak dari usaha tambak bandeng. Hasil penelitian diperoleh yaitu rata-rata alokasi curahan tenaga kerja tertinggi ada pada kegiatan pembelian pakan sebesar 73 HOK (57,78%) dan terendah pada aktivitas pengairan sebesar 2,62 HOK (2,08%) dan pendapatan usaha tambak bandeng sebesar Rp 96.905.482. Kata Kunci : alokasi tenaga kerja, pendapatan, usaha tambak bandeng
EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI TEMBAKAU DI DESA KATEMAS KECAMATAN KUDU KABUPATEN JOMBANG Jihan Ulaa Mawaddah; Mubarokah Mubarokah; Dona Wahyuning Laily
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 9, No 3 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v9i3.8486

Abstract

Desa Katemas memiliki luas lahan dan produksi terbesar di Kecamatan Kudu, namun rata-rata produktivitas Desa Ketemas tidak lebih besar dari desa-desa yang lain. Tujuan riset ini untuk menjabarkan tingkat efisiensi teknis dan ekonomis, dan menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat efisiensi teknis dan ekonomis yang dicapai pada usahatani tembakau serta mengetahui pendapatan petani tembakau di Desa Katemas Kecamatan Kudu Kabupaten Jombang. Lokasi riset ditentukan dengan sengaja (purposive method). Sampel berjumlah 85 petani tembakau, dipilih dengan metode slovin. Metode analisis data menggunakan Fungsi Produksi Cobb-Douglas dengan bantuan aplikasi SPSS serta analisis pendapatan. Hasil penelitian memperlihatkan faktor produksi luas lahan, tenaga kerja, bibit, pupuk urea, pupuk ZA, pupuk NPK, dan pupuk organik secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap produksi tembakau. Secara parsial penggunaan faktor produksi tenaga kerja, bibit dan pupuk NPK secara signifikan berpengaruh terhadap hasil produksi tembakau. Sedangkan penggunaan faktor produksi luas lahan, pupuk urea, pupuk ZA dan pupuk organik secara signifikan tidak berpengaruh terhadap hasil produksi tembakau. Nilai efisiensi teknis sebesar 0,892 yang berarti penggunaan faktor-faktor produksi cukup efisien. Nilai efisiensi ekonomis faktor produksi luas lahan, tenaga kerja, bibit, pupuk urea, pupuk ZA, dan pupuk organik belum efisien secara ekonomis karena memiliki nilai > 1. Sedangkan faktor produksi pupuk NPK tidak efisien secara ekonomis karena memiliki nilai < 1.
RENTABILITAS DAN PENYERAPAN TENAGA KERJA AGROINDUSTRI KERIPIK KACA Muhammad Taufik; Trisna Insan Noor; Ane Novianty
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 9, No 3 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v9i3.8123

Abstract

Besarnya keuntungan yang diterima digunakan sebagai tolak ukur dalam melihat perkembangan agroindustri Keripik Kaca dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1). Biaya, penerimaan dan pendapatan agroindustri keripik kaca “Olahan Lembur” 2). Rentabilitas pada agroindustri keripik kaca “Olahan Lembur” 3). Penyerapan tenaga kerja pada agroindustri Keripik Kaca “Olahan Lembur” di Desa Margajaya Kecamatan Sukadana Kabupaten Ciamis. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2021. Responden dalam penelitian ini adalah pemilik agroindustri “Olahan Lembur”. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif  dan metode penelitian yang digunakan bersumber dari data primer dan data sekunder. Teknik penarikan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam satu minngu proses produksi menghasilkan keripik kaca sebanyak 750 kg dengan harga Rp 18.000,00. Berdasarkan hasil perhitungan biaya total Rp. 11.376.445,87, penerimaan 13.500.000,00 pendapatan 2.123.554,13. Rentabilitas 0,19% dari total biaya yang dikeluarkan, banyaknya tenaga kerja yang terserap dalam satu kali proses produksi agroindustri keripik kaca sebanyak 19 orang dengan penyerapan tenaga kerja 0,56%.