cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 22, No 5 (2024): September 2024" : 30 Documents clear
Pemurnian Minyak Goreng Bekas Menggunakan Bioadsorben dari Limbah Fiber Stasiun Press Pabrik Kelapa Sawit Muhammad Indra Darmawan; Adzani Ghani Ilmannafian; Mariatul Kiptiah; Novita Sari
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 5 (2024): September 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.5.1269-1275

Abstract

Minyak goreng bekas adalah limbah minyak goreng yang telah digunakan oleh masyarakat di dalam rumah tangga atau industri. Metode yang efisien dan sederhana pada pemurnian minyak goreng bekas adalah secara adsorpsi dengan menggunakan bioadsorben. Limbah fiber stasiun press kelapa sawit dapat dimanfaatkan sebagai bioadsorben untuk proses pemurnian minyak goreng bekas. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk menganalisis kualitas bioadsorben dari limbah fiber kelapa sawit dan menganalisis hasil pemurnian minyak goreng bekas menggunakan bioadsorben dari limbah fiber kelapa sawit. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode eksperimental dengan tahapan preparasi limbah fiber menjadi bioadsorben, pemurniaan minyak goreng bekas menggunakan bioadsorben dan analisis minyak goreng bekas. Minyak goreng bekas 200 ml ditambahkan adsorben 1, 3 dan 5 gram dengan variasi waktu pengadukan 30, 60 dan 90 menit. Hasil kualitas bioadsorben dari limbah fiber kelapa sawit pada parameter kadar air, kadar abu, bagian yang hilang pada pemanasan 950 ˚C dan karbon aktif murni sudah memenuhi SNI 06-3730-1995. Proses analisa minyak goreng bekas terbaik pada kadar air, bilangan asam, asam lemak bebas dan bilangan peroksida terdapat pada waktu pengadukan 90 menit, nilai yang diperoleh mengalami penurunan tetapi belum memenuhi standar mutu minyak goreng menurut SNI-7709:2019.
Systematic Literature Review: The Evolution of Adaptive Governance and Practice in the Context of the Environmental Crisis Herizal Herizal; Saddam Rassanjani; Afrijal Afrijal; Muhkrijal Muhkrijal; Marno Wance
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 5 (2024): September 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.5.1326-1337

Abstract

This paper aims to clarify the understanding of the conceptual evolution of the adaptive governance framework, followed by an examination of implementation actions in the environmental setting. Since three approaches are recognized to be essential in navigating complex socio-ecological systems, namely adaptive management, adaptive co-management, and adaptive governance. This might lead to confusion and misunderstandings in adaptive concepts and practice. In this study, a systematic literature review was conducted using the Scopus database. A literature search was conducted in Mei 2023 using the keyword "Adaptive Governance" as the search term. As a result, despite sharing the same purpose and philosophy, each approach's work process has distinct features and scales. Adaptive governance emerges as a response to the need for holistic solutions to overcome uncertainty within the framework of complex socio-ecological systems. This is similar to adaptive co-management, although on a larger scale and context. While adaptive management is the conceptual foundation for other approaches.
Potensi Spirulina platensis sebagai Agen Remediasi Air Limbah Laundry Abdul Jabbar; Andin Vita Amalia; Amnan Haris; Novi Ratna Dewi; Falasifah Falasifah; Mukhlis Abdullatif
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 5 (2024): September 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.5.1224-1231

Abstract

Pertumbuhan populasi dan ekonomi telah meningkatkan jumlah bisnis laundry yang dapat memiliki dampak negatif terhadap lingkungan karena penggunaan deterjen sebagai bahan aktif dalam proses pencucian. Penelitian ini bertujuan mengkaji kemampuan Spirulina platensis sebagai agen remediasi limbah laundry. Tahapan penelitian meliputi penyiapan kultur Spirulina platensis, sampling limbah laundry, inokulasi limbah dengan Spirulina platensis, analisis karakteristik limbah remediasi, analisis mikroskopik dan pengukuran biomassa spirulina, dan identifikasi produk intermediet degradasi air limbah laundry. Penelitian dirancang dengan membuat perbandingan kultur spirulina: air limbah laundry (v/v) yaitu kultur A (5:1), B (1:1), dan C (1:5), dengan kultur kontrol adalah spirulina tanpa air limbah. Hasil menunjukkan kinerja terbaik remediasi pada kultur C dengan reduksi COD, BOD, dan TSS masing-masing 59,2; 69,5 dan 72,1%. Morfologi spirulina setelah meremediasi lebih pendek dengan bentuk yang abnormal, terpecah, kasar, dan adanya tempelan agregat sebagai adaptasi spirulina terhadap kondisi lingkungan. Biomassa bobot basah tertinggi dihasilkan oleh kultur A (6,3768 g), kemudian C (5,5423 g), dan B (4,9914 g) dengan reduksi berat berkisar 89-91%. Uji FTIR menunjukkan terjadi perubahan senyawa kimia di dalam spirulina. Hal ini membuktikan bahwa spirulina memiliki potensi menjanjikan dalam meremediasi limbah laundry.
Analisis Kualitas Air Daerah Irigasi Pendil dan Watupala Desa Kutaliman, Banyumas, Jawa Tengah Menggunakan Metode STORET dan NSF-WQI Sesilia Rani Samudra; Dyahruri Sanjayasari; Nuning Vita Hidayati
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 5 (2024): September 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.5.1194-1201

Abstract

Desa Kutaliman memiliki dua daerah irigasi yaitu Pendil dan Watupala yang keberadaannya banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kegiatan perikanan, pertanian, dan rumah tangga seperti mandi cuci kakus (MCK). Pemantauan status mutu air perlu dilakukan untuk memastikan bahwa air yang digunakan memiliki kualitas yang baik sesuai dengan peruntukannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kualitas air daerah irigasi di Desa Kutaliman menggunakan metode STORET dan NSF-WQI berdasarkan parameter fisika, kimia, dan biologi. Pengambilan sampel dilakukan setiap bulan pada bulan April sampai Juli 2023 pada dua Daerah Irigasi (D.I.) Pendil dan Watupala, dengan tiga lokasi pengambilan sampel di tiap daerah irigasi. Status mutu air dari D.I. Pendil dan Watupala Desa Kutaliman jika diukur menggunakan metode STORET diperoleh hasil bahwa kedua daerah irigasi tersebut sudah tidak dapat digunakan sebagai bahan baku air minum dan juga sumber air kebutuhan rumah tangga yang memperhatikan higiene sanitasi. Namun, air di D.I. Pendil dan Watupala masih dapat digunakan untuk kegiatan perikanan air tawar, pertanian, dan peternakan. Sedangkan pengukuran status mutu air D.I. Pendil dan Watupala menggunakan metode NSF-WQI, diketahui kedua daerah irigasi masih dalam kategori baik-medium, namun tidak dapat diketahui secara spesifik peruntukan air dari kategori tersebut.
Strategi Pengembangan Perkebunan Kopi Masyarakat Rejang melalui Kajian Etnobotani Edward Gland Tetelepta; Paisal Ansiska; Mohammad Amin Lasaiba; Hefri Oktoyoki
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 5 (2024): September 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.5.1143-1151

Abstract

Kabupaten Rejang Lebong di Provinsi Bengkulu, Indonesia, memiliki potensi besar dalam budidaya kopi dengan perkebunan kopi yang unik berkat jenis kopi dan metode bercocok tanam khasnya. Iklim dan geografi mendukung kesuksesan budidaya kopi, yang masih menggunakan teknik tradisional. Praktik budaya menanam kopi secara tradisional dihubungkan dengan kearifan lokal turun-temurun dan memiliki dampak signifikan terhadap etnobotani di perkebunan kopi. Penelitian etnobotani menjadi penting untuk pembangunan ekonomi dan kesejahteraan petani, fokus pada pemahaman pemanfaatan tanaman di perkebunan kopi. Studi ini melibatkan 33 jenis tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat, termasuk dalam kegiatan seperti bahan makanan, kayu bakar, obat, bahan bangunan, ritual, pewarna, dan sebagai sumber pendapatan ekonomi serta penentuan batas lahan. Tumbuhan tertentu seperti Coffea canephora, Bambusoideae, Myristica fragrans, dan lainnya memiliki nilai indeks kepentingan budaya dan kultivar pemanfaatan yang tinggi. Pengembangan perkebunan kopi di Rejang Lebong dapat dimulai dengan sistem pertanian berkelanjutan, tumpang sari tanaman, penyuluhan pasca panen, dan penguatan kelompok tani untuk meningkatkan produksi dan pemasaran produk pertanian.
Efektivitas Tumbuhan Mata Lele (Lemna minor L.) dengan Kombinasi Probiotik dalam Menurunkan Kadar Amonia dan Fosfat pada Air Kolam Budidaya Ikan Lele Fathiya Ulfa Nurrasyida; Sri Kasmiyati; Sucahyo Sucahyo
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 5 (2024): September 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.5.1108-1113

Abstract

Kegiatan budidaya ikan lele dalam pemeliharaannya menghasilkan amonia dan fosfat yang tinggi. Kadar amonia dan fosfat yang berasal dari feses ikan dan sisa pakan mempengaruhi kualitas perairan dan kelangsungan hidup ikan lele. Tumbuhan air Lemna minor diketahui mampu memanfaatkan unsur hara terutama N dan P sebagai nutrient untuk  pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas Lemna minor dengan kombinasi probiotik sebagai agen bioremediasi dalam menurunkan amonia dan fosfat pada air kolam budidaya ikan lele. Parameter kualitas air yang diukur berupa amonia, fosfat, BOD, total padatan terlarut (TDS), oksigen terlarut (DO), suhu, dan pH. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan two-way ANOVA dilanjutkan dengan uji Duncan Multirange Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan tumbuhan Lemna minor mampu menurunkan kadar amonia, fosfat dan BOD pada media perlakuan dengan nilai efisiensi penurunan berkisar antara 70,06%-91,81% (amonia), 73,5%-92,6% (fosfat), 28,8%-42,8% (BOD). Kombinasi antara tumbuhan Lemna minor dan probiotik meningkatkan efektivitas dalam menurunkan amonia dan fosfat pada air kolam budidaya ikan lele.
Perencanaan Jalur Air Limbah di PT. X Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal Etih Hartati; Nur Assyiffa Rahmawati
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 5 (2024): September 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.5.1276-1283

Abstract

Air limbah domestik merupakan produk yang dihasilkan dari aktivitas manusia sehari-hari yang mengandung berbagai polutan serta berpotensi mempengaruhi lingkungan dan kesehatan masyarakat jika tidak dikelola dengan baik. Di Kecamatan Lebaksiu Kabupaten tegal, terdapat lokasi pembangunan PT. X yang merupakan bagian dari lahan pembangunan baru untuk pabrik sepatu dengan luas sebesar 165.007 m2. Pada pelaksanaannya, pabrik sepatu tentunya akan menghasilkan air limbah domestik seperti air limbah dari water closet (WC), kamar mandi, tempat cuci, dan tempat memasak. Pada pembangunan pabrik sepatu PT. X ini akan direncanakan Sistem Penyaluran Air Limbah (SPAL) untuk menghindari berbagai permasalahan seperti pencemaran terhadap badan air, penyakit bawaan air, dan kerusakan lingkungan akibat unsur polutan pada air buangan. Tujuan dari perencanaan ini adalah membuat jalur perpipaan air limbah dan menentukan dimensi pipa. Perencanaan ini diawali dengan menghitung kebutuhan air limbah, lalu menghitung debit desain, hingga menghitung dimensi pipa. Persamaan yang digunakan untuk menghitung parameter perencanaan mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Tahun 2017. Jumlah blok pelayanan yang dihasilkan yaitu sebanyak 19 blok dengan timbulan air limbah sebesar 6,788 l/detik. Penyaluran air limbah domestik dialirkan secara gravitasi dimulai dari blok pelayanan dengan elevasi tertinggi sampai dengan STP (Sewage Treatment Plan) dengan diameter pipa perencanaan jalur air limbah ini berkisar antara 100 – 150 mm dengan jenis pipa yang digunakan ialah pipa PVC dan manhole yang digunakan ialah drop manhole. Artikel ini diharapkan dapat membantu perencana, peneliti lain, ataupun pembuatan kebijakan untuk merencanakan pengelolaan air limbah domestik yang efektif, berkelanjutan, dan sesuai dengan persyaratan dan peraturan yang relevan.
Optimalisasi Rancangan Unit Kontak Stabilisasi dan Parit Oksidasi untuk Pengolahan Air Limbah Industri Batik berdasarkan Variabel Desain Operasional Allen Kurniawan; Oktavian Wahyu Pratama Ajie; Azizzah Shofiatunnisa’; Teuku Devan Assiddiqi; Alimah Hasyyati Sahda
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 5 (2024): September 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.5.1338-1348

Abstract

Industri batik menghasilkan limbah cair dengan volume besar sebesar 80% dari total kebutuhan air. Integrasi pengolahan biologi dan fisikokimia merupakan alternatif terbaik untuk mereduksi kontaminan organik dan bahan kimia dari proses pewarnaan batik. Optimalisasi pengolahan biologi dari tipe konvensional lumpur aktif dapat menerapkan opsi unit kontak stabilisasi dan parit oksidasi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai efisiensi polutan organik, ketersediaan lahan, dan pengaruh waktu detensi/hydraulic retention time (HRT) untuk perencanaan unit kontak stabilisasi dan parit oksidasi. Tahapan desain dimulai dengan estimasi debit, konsentrasi polutan, dan penentuan nilai kriteria disain. Karakteristik air limbah industri batik memiliki konsentrasi BOD, COD, dan TSS berturut-turut dalam rentang 2050-2710 mg/L, 3855-78178 mg/L, dan 1180-1315 mg/L. Nilai efisiensi penyisihan bahan organik pada unit kontak sebesar 58,8%; unit stabilisasi sebesar 28,8%, serta unit parit oksidasi 96%. Kapasitas atau volume unit kontak stabilisasi sebesar 520 m3, lebih besar dibandingkan unit parit oksidasi sebesar 115,37 m3. Kontak stabilisasi membutuhkan luas area pengolahan sebesar 130 m2,sedangkan parit oksidasi 96,15 m2. HRT unit kontak stabilisasi (unit kontak sebesar 0,97 jam dan unit stabilisasi sebesar 4,67 jam) jauh lebih singkat dibandingkan parit oksidasi sebesar 27,6 jam. Dengan demikian, HRT singkat dan pada unit kontak stabilisasi dapat mengolah air limbah industri batik dalam kuantitas yang lebih besar dibandingkan unit parit oksidasi. Tergantung dari pencapaian kinerja pengolahan, kontak stabilisasi dan parit oksidasi memberikan solusi alternatif selain unit konvensional lumpur aktif untuk meningkatkan kualitas efluen air olahan. Desain unit ini dapat diimplementasikan untuk skala lapangan sebagai bagian dari integrasi pengolahan biologi dan fisikokimia.
Analisis Kekritisan Potensi Mata Air di Desa Jedong, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang Andhika Ananda Wijaya; Ferryati Masitoh
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 5 (2024): September 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.5.1232-1241

Abstract

Desa Jedong merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang dengan sebagian besar masyarakatnya hanya memanfaatkan mata air untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Kondisi mata air di desa tersebut mengalami penurunan debit pada saat musim kemarau, sehingga menyebabkan munculnya potensi kekritisan mata air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi ketersediaan air, kondisi kebutuhan air dan menganalisis indeks kekritisan mata air. Kondisi ketersediaan air di Desa Jedong dapat diketahui melalui pengukuran debit mata air dengan menggunakan metode volumetrik yang menghasilkan nilai tertinggi sekitar 67,336 m3 di Bulan Maret dan nilai terendah sekitar 52,113 m3 pada Bulan September. Kondisi kebutuhan airnya dapat diketahui dengan survei secara langsung melalui penyebaran kuisioner dan prolehan data dari instansi desa dengan menghasilkan nilai kebutuhan air sekitar 10,14 m3/Orang/Bulan untuk kebutuhan domestik dan sekitar 58,24 m3/bulan untuk kebutuhan non-domestik. Kondisi kekritisan mata airnya dapat diperoleh dari perbandingan nilai antara ketersediaan dan kebutuhan air. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi indeks kekritisan mata air di Desa Jedong termasuk kedalam klasifikasi mendekati kritis 62% hingga kritis 81%. Hasil tersebut disebabkan karena aliran debitnya mengalami penurunan pada saat musim kemarau dan jumlah pengguna yang telah melebihi dari kemampuan debit mata airnya. Penelitian ini dilakukan sebagai bentuk informasi awal dalam upaya konservasi mata air khususnya di Desa Jedong.
Identification of Microplastics in Euthynnus affinis in Kedonganan Area, Kuta, Badung, Bali Ayu Saka Laksmita W; Desak Putu Risky Vidika Apriyanthi; Ni Putu Widayanti
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 5 (2024): September 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.5.1293-1298

Abstract

Plastic waste pollution in the ocean can compromise food safety for the community in the world. One of the most dangerous polution today is microplastics. Microplastics are plastic particles that are ≤ 5 μm in size and cannot dissolve in water. Fish is one of the important foodstuffs that is often consumed by humans because, besides its delicious taste, fish also has good nutritional value. The presence of microplastic contamination in fish consumed by humans will certainly be very detrimental to humans. The purpose of this study was to determine the type and abundance of microplastics in fish Euthynnus affinis in the Kedonganan area, Kuta, Badung, Bali. This study was conducted from April to May 2023. The fish samples used were 30 samples with descriptive qualitative analysis. Microplastic particles were extracted first for further analysis. The results showed the types of microplastics found in Euthynnus affinis, namely film, fibre, and fragment types. While the abundance of microplastics in Euthynnus affinis, the fibre type is the most common type of microplastics found at 2.1 particles/individual followed by fragment and film types at 1.1 particles/individual and 0.8 particles/individual respectively.

Page 1 of 3 | Total Record : 30


Filter by Year

2024 2024