cover
Contact Name
Nyoman Suadnyana Pasek
Contact Email
suadnyanapasek83@gmail.com
Phone
+6281339412282
Journal Mail Official
suadnyanapasek83@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana no 11 Singaraja Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha
ISSN : 26141949     EISSN : 26141930     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
IMAT ( Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi ) Undiksha provides a medium for disseminating novel articles related to economy and business among international academics, practitioners, regulators, and public. JIMAT accepts articles any research methodology that meet the standards established for publication in the journal. In addition, JIMAT focuses on research articles and review article for specific topics that are relevant to the economic and accounting, business, and banking issues, related to three important disciplines as follows: Economics And Accounting: Public Economics , International Economics, Banking and Financial InstitutionDevelopment Economics, Monetary Economics, Financial Economics. Accounting: Public Sector Accounting, Taxation, Financial Accounting, Management Accounting, Auditing, and Information Systems Business and banking management:Finance and wealth management, Marketing, Human Resource Management, Strategic Management, Operations, Entrepreneurship, Banking Ethics, Banking Operation and Management.
Articles 129 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2016)" : 129 Documents clear
Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Desa Dalam Perspektif Undang-undang No. 6 Tahun 2014 (Undang-undang Desa) Kadek Supri Budiadnyana .; Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M. .; Nyoman Trisna Herawati, SE.AK,M.Pd. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v4i1.6498

Abstract

Undang-undang No. 6 Tahun 2014 bertujuan untuk mempercepat pembangunan desa dan meningkatkan pelayanan publik demi kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah desa sangat dituntut dalam Undang-undang Desa untuk melakukan pengelolaan keuangan secara akuntabel. Untuk memahami pelaksanaan pengelolaan keuangan desa, penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui implikasi pengelolaan keuangan dalam perspektif Undang-undang No. 6 Tahun 2014, 2) mengetahui kesiapan Desa dalam melakukan pengelolaan keuangan dalam perspektif Undang-undang No. 6 Tahun 2014, dan 3) memberikan saran tindak atas implikasi Undang-undang no. 6 Tahun 2014. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif yang menekankan pada deskripsi setiap persepsi dan prilaku manusia. Analisis data dilakukan melalui 3 tahapan, antara lain: 1) Reduksi Data, 2) Penyajian Data, dan 3) Penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; 1) Undang-undang Desa menuntut sistem anggaran dilakukan secara musyawarah, disiplin dalam pengelolaan keuangan baik dalam penyiapan perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban, maupun pengawasan, serta sistem perpajakan yang mengikuti Undang-undang Perpajakan, 2) Secara garis besar desa telah mengikuti aturan Undang-undang Desa dan telah menerapkan unsur akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan desa, 3) Dengan adanya kekurangan dalam penerapan Undang-undang Desa, pemerintah harus melakukan evaluasi dalam pelaksanaan pengelolaan keuangan desa terutama pada dana Bantuan Keuangan Khusus. Kata Kunci : Undang-undang No. 6 Tahun 2014, Akuntabilitas, Pengelolaan Keuangan, Pemerintah Desa The Act No. 6 of 2014 is intended to accelerate the rural development and to improve the services provided to the public and people’s prosperity. Therefore, the rural government is highly required by the Village Act to manage it’s finance accountably. In order to know how the rural government’s finance is managed, this present study is intended to 1) identify the implication of the financial management from the perspective of the Act No. 6 of 2014, 2) identify the rural government’s readiness to manage its finance from the perspective of the Act No. 6 of 2014, and 3) to give suggestion as to what to do as the implication of the Act No. 6 of 2014. This present study was conducted using the qualitative method which gives emphasis on the description of every human perception and behavior. The data were analyzed through three stages; they are 1) Data Reduction, 2) Data Presentation, and 3) Conclusion Drawing. The result of the study shows that 1) The Village Act requires that the budgetary system should be made through discussion; the finance, including when it is planned, implemented and supervised, should be well managed, and that the Act of Taxation should be referred to in its taxation system; 2) basically, the rural financial management has referred to the Village Act ; in addition, accountability has been applied; 3) As there is weakness and the implementation of the Village Act, the government must be evaluate the rural financial management and the Specific Financial Assistance ‘Bantuan Keuangan Khusus’.keyword : The Act No. 6 of 2014, Accountability, Financial Management, Rural Government
Penilaian Kinierja Ditinjau Dari Akuntabilitas, Responsivitas, dan Efektivitas Pada Inspektorat Kabupaten Buleleng Periode 2012-2014 Putu Andre Sanjaya .; Ni Luh Gede Erni Sulindawati, SE. Ak,M .; NI KADEK SINARWATI, SE., M.Si.Ak. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v4i1.6499

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti sejauh mana kinerja Inspektorat Kabupaten Buleleng jika dilihat dari sisi akuntabilitas, responsivitas, dan efektivitas dan bagaimana kinerja Inspektorat menurut persepsi obyek pemeriksaan berdasarkan tinjauan akuntabilitas, responsivitas, dan efektivitas. Dalam penelitian ini digunakan analisis deskriptif kuantitatif terhadap capaian kinerja inspektorat yang akan ditinjau dari aspek akuntabilitas, responsivitas dan efektivitas. Jenis data dalam penelitian ini yaitu, data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif dalam penelitian ini adalah Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Inspektorat Kabupaten Buleleng periode 2012-2014. Sedangkan data kualitatif dalam penelitian ini adalah dokumen renstra serta tugas pokok dan fungsi Inspektorat Kabupaten Buleleng. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara, penyebaran kuisioner pada SKPD yang menjadi objek pemeriksaan, dan dengan metode dokumentasi. Dalam menentukan sampel, digunakan pendekatan sampel secara acak (random sampling) terhadap SKPD yang menjadi objek pemeriksaan. Dari penelitian yang telah dilakukan, maka diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa menunjukkan kinerja Inspektorat Kabupaten Buleleng rata-rata berhasil, karena akuntabilitas kinerja dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya telah dapat dilaksanakan sesuai dengan kegiatan yang ditetapkan. Demikian juga terhadap persepsi responden terhadap pelayanan Inspektorat Kabupaten Buleleng, rata-rata tanggapan responden cukup tinggi yakni berada pada interval 2,51-3,25, yang berarti bahwa kinerja Inspektorat Kabupaten Buleleng di kategorikan baik. Kata Kunci : Kinerja, Akuntabilitas, Responsivitas, Efektivitas This present study is intended to prove how good the performance of the Inspectorate of Buleleng Regency is if viewed from its accountability, responsiveness, and effectiveness, and, and how good its performance is if viewed from the perception of the audited object based on the reviews of its accountability, responsiveness, and effectiveness. The descriptive quantitative method was used to analyze the performance of the inspectorate viewed from its accountability, responsiveness, and effectiveness. The data used in the present study were the quantitative and qualitative data. The quantitative data were in the form of the Report of the Performance of the Government Institutions ‘Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP)’ prepared by the Inspectorate of Buleleng Regency from 2012 to 2014. The qualitative data were in the form of the strategic plan, the basic responsibility and function of the Inspectorate of Buleleng Regency. The data were collected through interview, questionnaire distributed among the departments ‘SKPD’ as the audited object, and documentation. The random sampling technique was used to determine the sample. The result of the study shows that the average performance of the Inspectorate of Buleleng Regency was successful. The reason was that its accountability performance was in accordance with the activities already determined, as far as its basic responsibility and function are concerned. Similarly, the perception of the respondents of the services provided by the Inspectorate of Buleleng Regency was high enough, ranging from 2.51 to 3.25, meaning that the Inspectorate of Buleleng Regency was categorized as good. keyword : Performance, Accountability, Responsiveness, Effectiveness
IMPLEMENTASI SAK ETAP DAN PERSEPSI PELAKU PADA KOPERASI (Studi Empiris pada Koperasi di Kecamatan Buleleng) Kadek Novi Trisna Dewi .; Nyoman Trisna Herawati, SE.AK,M.Pd. .; I Gusti Ayu Purnamawati, S.E. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v4i1.6500

Abstract

Koperasi merupakan salah satu entitas bisnis tanpa akuntabilitas publik yang disasar dapat menggunakan SAK ETAP sebagai pedoman dalam menyusun laporan keuangannya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) untuk mengetahui sejauh mana tingkat implementasi SAK ETAP pada Koperasi di Kecamatan Buleleng, dan (2) untuk mengetahui bagaimana persepsi pelaku Koperasi di Kecamatan Buleleng terhadap implementasi SAK ETAP. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan pendekatan kualitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode survei, menggunakan penyebaran kuesioner (angket) tertutup kepada responden yang menjadi sampel penelitian dan melakukan wawancara terhadap beberapa responden tersebut. Sebanyak 174 kuesioner telah disebarkan yakni 87 kuesioner tingkat implementasi dan 87 kuesioner persepsi untuk pelaku koperasi. Terdapat dua jenis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu analisis data kuantitatif dengan analisis statistik deskriptif, dan analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tingkat implementasi SAK ETAP pada koperasi di Kecamatan Buleleng memperoleh skor interval ‘kurang diterapkan’, dari masing-masing indikator diketahui bahwa sebagian besar koperasi cukup menerapkan SAK ETAP namun hanya pada prinsip-prinsip tertentu saja, dan (2) persepsi pelaku koperasi terhadap SAK ETAP masuk pada ketegori ‘setuju’ yang berarti pelaku koperasi memiliki persepsi yang baik terhadap penerapan SAK ETAP meskipun terdapat perbedaan persepsi dari hasil wawancara lebih lanjut. Kata Kunci : SAK ETAP, Koperasi, Implementasi, Persepsi Cooperative is a business entity without targeted public accountability that can use SAK ETAP as the guideline in writing its financial report. This study was aimed at (1) finding out how far is the level of implementation of SAK ETAP in cooperatives in Buleleng district, and (2) finding out how is the cooperative actors’ perception in Buleleng district towards the implementation of SAK ETAP. The study used descriptive quantitative approach and qualitative approach. The types of data used are primary and secondary data. The data collection method used is a survey using closed questionnaires distributed to the respondents that formed the sample and interview with some of the respondents. One hundred and seventy four questionnaires have been distributed, that is, 87 questionnaires about implementation level and the other 87 about perception for the cooperative actors. There were two types of data analyses used in this study, that is, quantitative data analysis using descriptive statistics and qualitative data analysis. The result showed that (1) the implementation level of SAK ETAP in the cooperatives in Buleleng district got an interval score “less applied”, from each of the indicators it was found that most of the cooperatives have sufficiently applied SAK ETAP but only on certain principles, and (2) the actors’ perception towards SAK ETAP falls into category “ agree” which means the cooperative actors have good perception towards the implementation of SAK ETAP, although there is a difference in perception from the further interview result. keyword : SAK ETAP, Cooperatives, Implementation, Perception
PENGARUH IMPLEMENTASI BUDAYA TRI HITA KARANA, EFISIENSI KERJA PENGGUNA APLIKASI SISTEM AKUNTANSI DAN KUALITAS TENAGA KERJA TERHADAP KINERJA HOTEL BERBINTANG DI KABUPATEN BULELENG Luh Putu Nariyati .; NI KADEK SINARWATI, SE., M.Si.Ak. .; Ni Luh Gede Erni Sulindawati, SE. Ak,M .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v4i1.6501

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Implementasi Budaya Tri Hita Karana, Efisiensi Kerja Pengguna Aplikasi Sistem Akuntansi dan Kualitas Tenaga Kerja secara parsial terhadap Kinerja Hotel. Populasi dalam penelitian ini adalah hotel berbintang se- Kabupaten Buleleng. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Responden dalam penelitian ini berjumlah 40 orang. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data yang diperoleh dari kuesioner dan diukur dengan menggunakan skala likert. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji regresi linier berganda. Data dianalisis dengan menggunakan software SPSS versi 19. Hasil analisis data menunjukkan bahwa, (1) Implementasi Budaya Tri Hita karana berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja hotel berbintang di Kabupaten Buleleng. (2) Efisiensi Kerja Pengguna Aplikasi Sistem Akuntansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja hotel berbintang di Kabupaten Buleleng. (3) Kualitas Tenaga Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja hotel berbintang di Kabupaten Buleleng. Kata Kunci : Implementasi Budaya Tri Hita Karana, Efisiensi Kerja Pengguna Aplikasi Sistem Akuntansi, Kualitas Tenaga Kerja dan Kinerja Hotel This study aimed at finding out the effect of implementing “tri hita karana” culture, users’ working efficiency of accounting system application and workforce quality partially on the star hotel performances. The population of the study consisted of the star hotels found in all area of Buleleng regency, from which only 40 respondents were selected as the samples by using purposive sampling technique . The data of the study were obtained from the primary source in the forms of quantitative ones whcich were collected by using sets of questionnaires and measured based on Likert scale. The analysis was conducted based on multiple linear regression test supported by SPSS version 19 program. The results of the study indicated that (1) the implementation of “Tri Hita Karana” culture had a positive and significant effect on the star hotels’ performances around Buleleng region , (2) the users’ working efficiency of accounting system application had a positive and significant effect on the star hotels’ performances around Buleleng region, and (3) the workforce quality had a positive and significant effect on the star hotel performances around Buleleng region. keyword : implementing “tri hita karana” culture, users’ working efficiency of accounting system application, workforce quality, hotel performances.
PENGARUH KOMPETENSI, INDEPENDENSI DAN KOMITMEN ORGANISASI AUDITOR TERHADAP KINERJA AUDITOR (Studi Pada Tiga Inspektorat Provinsi Bali) I Gusti Ayu Tria Andrianti .; Nyoman Trisna Herawati, SE.AK,M.Pd. .; I Gusti Ayu Purnamawati, S.E. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v4i1.6502

Abstract

Kinerja merupakan gambaran pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan atau program dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi, visi organisasi. Dalam melaksanakan tugas audit maka auditor selalu dituntut meningkatkan kinerjanya dalam penegakan good government. Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan dalam mempengaruhi kinerja auditor adalah kompetensi, independensi dan komitmen organisasional auditor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi, Independensi dan Komitmen organisasi secara parsial dan simultan terhadap kinerja auditor. Lokasi Penelitian dilaksanakan pada Tiga Inspektorat di Provinsi Bali dengan jumlah Sampel sebanyak 30 Orang. Jenis data yang digunakan dalam penelitian adalah jenis data kuantitatif dengan sumber data primer. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS versi 21.00 Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja, (2) Independensi berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja, (3) Komitmen organisasi berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja, (4) kompetensi, Independensi dan Komitmen organisasi berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja auditor pada Tiga Inspektorat di Provinsi Bali. Kata Kunci : Kompetensi, Independensi, Komitmen organisasi, Kinerja Performance is the description of attainment of implementation of an activity or program in realizing the target, aim, missions and vision of the organization. In implementing the auditing task the auditor is always required to improve his or her performance in establishing good government. Some factors that become the consideration in influencing the auditor performance are competency, independency and auditor organizational commitment. This study was aimed at finding out the effect of competency, independency and auditor organizational commitment partially and simultaneously on auditor performance. The study was conducted in three Bali Province inspectorates with a sample of 30 people. The data belong to quantitative data type with primary data source. The data were collected using questionnaire. The data were analyzed using multiple linear regression analysis aided by SPSS program version 21.00. The results showed that (1) competency has a positive and significant effect on performance, (2) independency has a positive and significant effect on performance, (3) organizational commitment has a positive and significant effect on performance, (4) competency, and independency and organizational commitment have a positive and significant effect on auditor performance in the three Bali Province inspectorates. keyword : competency, independency, organizational commitment, performance
PRAKTIK PENYALURAN KREDIT UPACARA NGABEN di LPD RIANG GEDE, KECAMATAN PENEBEL, KABUPATEN TABANAN I Putu Yasa Muliadnyana Putra .; Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M. .; Nyoman Trisna Herawati, SE.AK,M.Pd. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v4i1.6503

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur yang diterapkan oleh Lembaga Perkreditan Desa dalam memberikan pinjaman kredit untuk keluarga yang akan melaksanakan upacara ngaben dan alasan memberikan pinjaman kredit tersebut serta mengetahui implikasi pinjaman kredit upacara ngaben terhadap kredit macet. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data yang akan peneliti gunakan adalah sebagai berikut: (1) wawancara (2) observasi, dan (3) dokumentasi. Lembaga Perkreditan Desa didirikan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur No. 972 Tahun 1984 tentang Pendirian Lembaga Perkreditan Desa di Provinsi Daerah Tingkat I Bali. Dalam memberikan pinjaman atau kredit, Lembaga Perkreditan Desa sebagai pihak kreditur harus menentukan terlebih dahulu calon debitur yang layak agar jumlah pinjaman atau kredit yang diberikan sesuai. Lembaga Perkreditan Desa Riang Gede dalam memberikan pinjaman kredit menerapkan prosedur diluar prosedur yang seharusnya dilakukan. Ini berlaku khusus untuk keluarga yang akan melaksanakan upacara ngaben saja. Kredit upacara ngaben masuk dalam kategori kredit istimewa. Kredit upacara ngaben sifatnya mendesak. Hal inilah yang melatarbelakangi Lembaga Perkreditan Desa untuk tidak menerapkan prosedur yang berbelit-belit dalam memberikan kredit upacara ngaben. Untuk implikasi terhadap kredit macet sendiri sangat kecil pengaruhnya ini dikarenakan kredit macet tidak hanya disebabkan karena kredit upacara ngaben saja. Dalam menanggulangi kredit macet sendiri Lembaga Perkreditan Desa menerapkan pendekatan kekeluargaan tidak dengan cara-cara yang bisa merugikan masyarakat. Kata Kunci : Lembaga Perkreditan Desa, kredit, upacara ngaben This study was aimed at finding out the procedure followed by Lembaga Perkreditan Desa in lending money to families who planned to hold cremation ceremonies and the reasons for lending and finding out the implication of financing cremation ceremonies for nonperforming loans. This study used qualitative approach. To obtain the data needed in this study, the study used (1) interview, (2) observation, and (3) documentation. Lembaga Perkreditan Desa was established based on The Governor’s Decree No 872, 1984 concerning the establishment of Lembaga Perkreditan Desa in Bali Province. In lending money, Lembaga Perkreditan Desa as creditor has to determine first prospective debtors who meet the requirement in order that the amount of loan is suitable. Lembaga Perkreditan Desa Riang Gede, in lending money determined a procedure other than the one that it had to follow. This applied only for families who planned to hold cremation ceremonies. The loan falls into the category of special loan. Loan for cremation ceremonies is urgent. This was the rationale for the Lembaga Perkreditan Desa not to apply a complicated procedure in financing cremation ceremonies. The nonperforming loans were not only caused by cremation ceremony loans. In handling nonperforming loans the Lembaga Perkreditan Desa used familial approach rather than the ways that inflict financial loss on the part of the people. keyword : Lembaga Perkreditan Desa, Kredit, Cremation Ceremony.
Penerapan Pajak Progresif Kendaraan Bermotor Dalam Kaitannya Dengan Pendapatan Asli Daerah Di Kabupaten Buleleng (Studi Empiris Pada Dinas Pendapatan Kabupaten Buleleng) I Putu Adi Suputra .; I Gusti Ayu Purnamawati, S.E. .; NI KADEK SINARWATI, SE., M.Si.Ak. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v4i1.6504

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pajak progresif kendaraan bermotor di Kabupaten Buleleng, dan untuk mengetahui apa saja faktor-faktor penghambat dalam penerapan pajak progresif kendaraan bermotor di Kabupaten Buleleng. Metode yang digunakan dalam penulisan penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pajak progresif kendaraan bermotor di Kabupaten Buleleng pada tahun 2013-2014 mengalami peningkatan pada tahun 2013 sebesar 10% (Rp. 15.654.898.209,05) dan pada tahun 2014 sebesar 9,6% (Rp. 10.373.479.568,89. Kata Kunci : Kendaraan Bermotor, Pajak Progresif, Wajib Pajak This study was aimed at finding out about the application of motorized vehicle progressive tax in Buleleng regency and to find out any factors that hinder the application of motorized vehicle progressive tax in Buleleng regency. The method used in this study was descriptive qualitative method. The data type used was secondary data type. The data were collected by interview and documentation. The result showed that the application of motorized vehicle tax in Buleleng regency in 2013/2014 increased , 10% (Rp 15,654,898,209,05) in 2013 and in 2014 there was an increase of 9.6% (Rp 10,373,479,568,69). keyword : Motorized Vehicle, Progressive Tax, Tax Obligation
ANALISIS EFEKTIVITAS SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL DENGAN PROTEKSI DESA DINAS DAN BANJAR ADAT DALAM MENCEGAH KREDIT MACET PADA BADAN USAHA MILIK DESA LAKSA DANA DI DESA MENYALI Ni Kadek Riana Trisna Dewi .; Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M. .; Ni Luh Gede Erni Sulindawati, SE. Ak,M .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v4i1.6505

Abstract

    Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Laksa Dana Desa Menyali merupakan lembaga simpan pinjam yang dalam operasionalnya melibatkan peran desa dinas dan banjar adat untuk mencegah adanya kredit macet. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui sistem pengendalian internal pada BUMDes Laksa Dana, (2) mengetahui efektivitas sistem pengendalian internal dengan proteksi Desa Dinas dan banjar adat dalam mencegah kredit macet pada BUMDes Laksa Dana, dan (3) Untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan dari adanya proteksi banjar adat dalam mencegah kredit macet pada BUMDes Laksa Dana.     Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dihimpun dengan cara wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) sistem pengendalian internal BUMDes Laksa Dana dikategorikan memadai, (2) proteksi dari desa dinas dan banjar adat terbukti efektif dalam mencegah adanya kredit macet pada BUMDes Laksa Dana, dan (3) Kelebihan dari sistem ini adalah (a) mampu menekan jumlah kredit bermasalah dan mencegah adanya kredit macet; (b) mampu menjaga kesehatan BUMDes Laksa Dana; (c) memberikan peluang masyarakat Desa Menyali untuk membangun dan mengembangkan usahanya; (d) Memberikan tambahan pendapatan asli desa; serta (e) memberdayakan banjar adat di Desa Menyali. Sedangkan kekurangan dari sistem ini adalah (a) Sanksi yang diberikan dari desa dinas dan banjar adat terlalu berat dan bertentangan dengan konsep menyama braya serta prinsip tat twam asi; dan (b) Aturan tidak efektif bagi debitur yang memiliki karakter kurang baik atau bad character.Kata Kunci : BUMDes, sistem pengendalian internal, desa dinas, banjar adat    Village-owned enterprises of Laksa Dana in Menyali village is a Saving Loan Institution during its operation involved the roles of administrative as well as local village in order to prevent the stuck of credits. This study aimed at finding out (1) the internal control system at the village-owned enterprises of Laksa Dana, (2) the effectivity of internal control system with the protection of administrative and local village in preventing stuck credit at the village-owned enterprises of Laksa Dana, (3) the strength and weaknesses of the protection made by administrative and local village in preventing stuck credit at the village-owned enterprises of Laksa Dana.     The study was conducted by utilizing a descriptive qualitative with phenomenology approach. The data were collected by using deep interview, observation, and documentation study. While the analysis was conducted by following three stages such as: data reduction, data presentation and drawing conclusion. The results of the study indicated that (1) the internal control system of the village-owned enterprises of Laksa Dana in Menyali village was in sufficient category, (2) the protection of administrative and local village was proved effective in preventing stuck credit at the village-owned enterprises of Laksa Dana in Menyali village, (3) the strength of this system was (a) it could reduce the non-performing loans and prevent the credit stuck; (b) it could keep the health of the village-owned enterprises of Laksa Dana; (c) providing opportunities for the Menyali people to develop their businesses, (d) providing additional locally generated revenue; and (e) empowering the local villages in Menyali. While the weaknesses were: (a) the sanctions imposed from the administrative and local village were found too hard which were frequently in contrast with the concept of menyama braya as well as the principles of tat twam asi; and (b) the rules were found not effective for the bad-character.keyword : village-owned enterprises, internal control system, administrative village, local village
TINJAUAN TERHADAP PENERAPAN SISTEM AKUNTANSI PIUTANG PADA BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) SIDI AMERTA DI DESA SANGSIT, KECAMATAN SAWAN, KABUPATEN BULELENG, PROVINSI BALI Kadek Witha Erayani .; Nyoman Trisna Herawati, SE.AK,M.Pd. .; Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v4i1.6506

Abstract

Piutang merupakan salah satu komponen aktiva lancar yang timbul akibat terjadinya transaksi pemberian kredit kepada nasabah yang ada di Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sidi Amerta. Oleh karena jumlahnya yang banyak dan material maka dipandang sangat perlu menerapkan akuntansi atas piutang dalam pelaksanaannya. Penerapan akuntansi piutang dapat dilakukan melalui pencatatan dan pembukuan, penilaian, hingga penyajian piutang dalam laporan keuangan yang sesuai dengan teori-teori akuntansi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan akuntansi piutang pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sidi Amerta. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Sumber data diperoleh dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) pencatatan piutang usaha oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sidi Amerta dilakukan pada saat piutang usaha timbul, 2) penyajian piutang di neraca tidak sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan, karena tidak ada penyisihan piutang yang tidak tertagih, 3) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sidi Amerta tidak mengadakan penghapusan piutang terhadap piutang yang tidak dapat ditagih, 4) sistem pengawasan piutang pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sidi Amerta termasuk dalam sistem pengendalian internal yang baik. Kata Kunci : penerapan, akuntansi piutang, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Account receivable is one of the components of current assets that arise as the result of a loan to the customers of BUMDES Sidi Amerta.Thus, due to its large amount and the large amount of the material, accounting needs to be applied to the account in its implementation. The application of account receivable accounting can be done through recording and book keeping,and assessment in such a way that the presentation of the account receivable in the financial report is in accordance with accounting theories. This study was aimed at finding out the application of account receivable accounting in BUMDES Sidi Amerta. The method of data analysis used in this study was descriptive qualitative method. The sources of data were interview, observation, and documentation. The results showed that 1) the recording of account receivable for businesses by BUMDES Sidi Amerta was made at the time when the account receivable arises, 2) the presentation of account receivable in the balance does not match the Financial Accounting Standard, since the bad debts are not recorded separately, 3) BUMDES Sidi Amerta does not do the depreciation of bad debts 4) the account receivable supervision system in BUMDES Sidi Amerta falls into a good internal control system. keyword : application, account receivable accounting, village owned business entity (BUMDES)
PENGARUH TINGKAT PERPUTARAN KAS, STRUKTUR FINANSIAL, JUMLAH NASABAH, DAN KREDIT BERMASALAH TERHADAP PROFITABILITAS LEMBAGA PERKREDITAN DESA (LPD) DI KECAMATAN BULELENG, SUKASADA, DAN SAWAN Luh Putu Damayanti .; Ni Luh Gede Erni Sulindawati, SE. Ak,M .; Dr. Edy Sujana,SE,Msi,AK .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v4i1.6507

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui baik secara parsial maupun simultan pengaruh tingkat perputaran kas, struktur finansial, jumlah nasabah, dan kredit bermasalah terhadap profitabilitas LPD di Kecamatan Buleleng, Sukasada, dan Sawan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 15 LPD dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik konvenien (convenien sampling) yaitu pemilihan sampel dari siapa saja yang kebetulan ada atau dijumpai menurut keinginan peneliti (Silalahi, 2012). Tujuan peneliti menggunakan teknik sampel ini untuk kemudahan dan ketersediaan data dari LPD. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linier berganda dengan program SPSS versi 19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, tingkat perputaran kas berpengaruh signifikan positif terhadap profitabilitas, struktur finansial berpengaruh signifikan negatif terhadap profitabilitas, jumlah nasabah tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas, dan kredit bermasalah berpengaruh signifikan negatif terhadap profitabilitas. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa secara simultan tingkat perputaran kas, struktur finansial, jumlah nasabah, dan kredit bermasalah mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap profitabilitas Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Kecamatan Buleleng, Sukasada, dan Sawan periode 2010-2014. Kata Kunci : Kata kunci: Tingkat Perputaran Kas, Struktur Finansial, Jumlah Nasabah, Kredit Bermasalah, dan Profitabilitas. Abstract This present study is intended to identify partially and simultaneously the impact of the level of cash flow, financial structure, the number of customers, and bad credit on the profitability of the village credit union ‘Lembaga Perkreditan Desa (LPD)’ in Buleleng, Sukasada, Sawan District. The samples of the study totaled 15 units of LPD, and were determined using the convenient sampling technique. Those whom the researcher came across and desired were used as the samples (Silalahi, 2012). This technique made the data available easily. The data were analyzed using the multiple linier regression assisted with the SPSS program version 19. The result of the study shows that partially the level of the cash flow positively significantly contributed to profitability, that the financial structure negatively significantly affected profitability, that the number of costumers significantly affected profitability, and that the bad credit negatively significantly affected profitability. The result of the study also shows that simultaneously the level of cash flow, financial structure, the number of customers, and bad credit significantly affected the profitability of LPD in Buleleng, Sukasada, and Sawan District from 2010 to 2014. keyword : Keywords: Level of Cash Flow, Financial Structure, Number of Customers, Bad Credit, and Profitability

Page 4 of 13 | Total Record : 129


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 15 No. 04 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 15 No. 03 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 15 No. 02 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 14 No. 04 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 14 No. 03 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 14 No. 02 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 14 No. 01 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 13 No. 04 (2022): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 13 No. 03 (2022): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 13 No. 02 (2022) Vol 13, No 01 (2022) Vol. 13 No. 01 (2022) Vol. 12 No. 3 (2021) Vol 12, No 3 (2021) Vol 12, No 2 (2021) Vol. 12 No. 2 (2021) Vol 12, No 1 (2021) Vol. 12 No. 1 (2021) Vol. 11 No. 3 (2020) Vol 11, No 3 (2020) Vol 11, No 2 (2020) Vol. 11 No. 2 (2020) Vol 11, No 1 (2020) Vol. 11 No. 1 (2020) Vol 10, No 3 (2019) Vol. 10 No. 3 (2019) Vol. 10 No. 2 (2019) Vol 10, No 2 (2019) Vol. 10 No. 1 (2019) Vol 10, No 1 (2019) Vol. 9 No. 3 (2018) Vol 9, No 3 (2018) Vol 9, No 2 (2018) Vol. 9 No. 2 (2018) Vol. 9 No. 1 (2018) Vol 9, No 1 (2018) Vol 8, No 2 (2017): Vol. 8 No. 2 (2017) Vol 7, No 1 (2017): Vol. 7 No. 1 (2017) Vol 6, No 3 (2016): Vol. 6 No. 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016): Vol. 5 No. 2 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol 2, No 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue