cover
Contact Name
Nyoman Suadnyana Pasek
Contact Email
suadnyanapasek83@gmail.com
Phone
+6281339412282
Journal Mail Official
suadnyanapasek83@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana no 11 Singaraja Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha
ISSN : 26141949     EISSN : 26141930     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
IMAT ( Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi ) Undiksha provides a medium for disseminating novel articles related to economy and business among international academics, practitioners, regulators, and public. JIMAT accepts articles any research methodology that meet the standards established for publication in the journal. In addition, JIMAT focuses on research articles and review article for specific topics that are relevant to the economic and accounting, business, and banking issues, related to three important disciplines as follows: Economics And Accounting: Public Economics , International Economics, Banking and Financial InstitutionDevelopment Economics, Monetary Economics, Financial Economics. Accounting: Public Sector Accounting, Taxation, Financial Accounting, Management Accounting, Auditing, and Information Systems Business and banking management:Finance and wealth management, Marketing, Human Resource Management, Strategic Management, Operations, Entrepreneurship, Banking Ethics, Banking Operation and Management.
Articles 137 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1 (2017)" : 137 Documents clear
ANALISIS PENGARUH PENERAPAN AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN DENGAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL MODERASI (Studi Empiris Pada Hotel Berbintang di Kawasan Lovina) Kadek Novi Andani .; Dr. Edy Sujana,SE,Msi,AK .; Ni Luh Gede Erni Sulindawati, SE. Ak,M .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v7i1.9316

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kinerja perusahaan pada hotel berbintang di Kawasan Lovina. Dengan potensi perkembangan hotel yang begitu pesat dewasa ini seharusnya hotel mampu menunjukkan perkembangan dan kinerja yang memuaskan. Akuntansi pertanggungjawaban merupakan salah satu konsep dari bidang ilmu akuntansi yang memiliki potensi untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Akuntansi pertanggungjawaban adalah bahwa setiap pusat pertanggungjawaban harus bertanggungjawab atas segala hal yang berada di bawah pengendaliannya. Kemudian motivasi dihadirkan sebagai pemoderasi karena secara teori motivasi kerja dapat meningkatkan kinerja perusahaan melalui kinerja karyawannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan akuntansi pertanggungjawaban terhadap kinerja perusahaan dengan di moderasi oleh motivasi kerja. Lokasi penelitian dilakukan pada hotel berbintang di Kawasan Lovina. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan sumber data primer. Data primer yang digunakan berupa penyebaran kuesioner sebanyak 70 kuesioner kepada manajer atau kepala bagian hotel sebagai responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji kualitas data, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis. Uji hipotesis meliputi uji t dan analisis regresi moderasi (Moderated Regression Analysis) dengan bantuan program SPSS (Statistical Product and Service Solution) 20.0 for windows. Hasil penelitian secara parsial melalui uji t menunjukkan bahwa penerapan akuntansi pertanggungjawaban berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan. Positif memiliki pengertian bahwa perubahan kinerja perusahaan searah dengan penerapan akuntansi pertanggungjawaban, semakin tinggi penerapan akuntansi pertanggungjawaban maka kinerja perusahaan akan semakin meningkat. Kemudian, hasil uji analisis regresi moderasi menunjukkan hasil bahwa motivasi kerja mampu memperkuat penerapan akuntansi pertanggungjawaban terhadap kinerja perusahaan.Kata Kunci : Akuntansi Pertanggungjawaban, Motivasi, Kinerja Perusahaan The study has a purpose to find out the implementation of accountancy system in conducting accountability on the companies’ performances with a working motivation as a moderating variable. The study was conducted at the star hotels located around Lovina resort. This study utilized a quantitative design by using data collected from a primary source. The data were collected by distributing questionnaires to a total number of 70 respondents consisting of hotel managers and hotel head divisions. The samples were determined by using a technique called Purposive Sampling. The data were analyzed by using descriptive statistics, data quality test, classical assumption test, hypothesis testing, which was conducted by using t-test and moderated regression analysis supported by SPSS (Statistical Product and Service Solution) 20.0 for windows. The results of the study indicated that based on the t-test analysis the implementation of accountancy system in the financial accountability had a significant positive effect on the companies’ performances. Positive meant that the improvement of the companies’ performances was found in line with the implementation of accountancy system in conducting financial accountability, the higher frequent the implementation of accountancy system in the financial accountability, the higher level of improvement was found in the companies’ performances. In addition the results of regression analysis indicated that working motivation could strengthen the implementation of accountancy system in conducting accountability on the companies’ performances. keyword : Responsibility Accounting, Motivation, Company's Performance
ANALISIS PENERAPAN AKUNTANSI LINGKUNGAN PADA UNIT TEMPAT PENGELOLAAN SAMPAH TERPADU DI BADAN USAHA MILIK DESA (Studi Kasus Pada BUM Desa Mandala Giri Amertha Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali) Pt Anik Yuliantini .; I Gusti Ayu Purnamawati, S.E. .; Nyoman Trisna Herawati, SE.AK,M.Pd. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v7i1.9317

Abstract

BUM Desa merupakan salah satu bentukan badan usaha desa dalam meningkatkan kesejahteraan desa lewat optimalisasi sumber daya yang ada di desa. Pembentukan BUM Desa sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri No.39 Tahun 2010 tentang Pembentukan BUM Desa. BUM Desa dalam operasinya diharapkan menunjukan tanggung jawab sosialnya dengan menerapkan akuntansi lingkungan. Dalam kegiatan operasional BUM Desa Desa Tajun yaitu unit Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu dan unit Pengelolaan Pasar banyak menimbulkan permasalah lingkungan sehingga perlu penanganannya dan pencatatan biaya-biaya terkait penanganan tersebut sebagai wujud dari penerapan akuntansi lingkungan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis penerapan akuntansi lingkungan dan dampak akuntansi lingkungan pada Unit Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu di BUM Desa Mandala Giri Amertha Desa Tajun. Jenis penelitiannya adalah deskriptif kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode analisa data deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa, tidak terdapat perlakuan khusus terhadap biaya-biaya lingkungan pada BUM Desa Desa Tajun. BUM Desa Desa Tajun melalui unit Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu hanya menerapkan akuntansi lingkungan secara normatif, sehingga dapat dikatakan BUM Desa Mandala Giri Amertha Desa Tajun belum menerapkan akuntansi lingkungan secara sempurna. Dampak yang diperoleh dari akuntansi lingkungan adalah memudahkan dalam menganalisis komponen biaya lingkungan terkait pengolahan limbah dan membantu dalam mengambil keputusan terkait pemberian harga kompos, pengedalian biaya overhead dan penganggaran modal.Kata Kunci : Limbah, Biaya Lingkungan, Akuntansi Lingkungan A Village Owned Business Agency (BUM Desa is one of village business agencies in the framework of improving village prosperity through optimizing resources that are existing in the village. The formation of BUM Desa is in accordance with the Minister of Internal Affairs Regulation No. 39 of 2010 on the formation of BUM Desa which in its operation is expected to show its social responsibility by using environmental accounting. In the operational activities of BUM Desa Tajun many problems faced so that there is a need to tackle them and to record costs related to the tackling as the realization of environmental accounting. This study was aimed at analyzing the use of environmental accounting and the impact of the environmental accounting on the integrated garbage processing place in the village owned business agency ( BUM Desa) Mandala Giri Amertha in Tajun Village. This study belonged to quantitative descriptive research. This study used interview, observation and documentation study. The data obtained were analyzed by comparative descriptive data analysis method. The results showed that there was no special treatment on the environmental costs at BUM Desa of Tajun Village. BUM Desa of Tajun Village through the integrated garbage processing unit only implements environmental accounting normatively, so that it can be said that it has not used environmental accounting fully. The impact of the environmental accounting is that it makes it easy to analyze environment cost components related to the processing of the waste and it helps in making a decision related to the determination of compost cost, the control of the overhead cost and capital budgeting. keyword : Waste, Environmental Cost, Environmental Accounting
PENGARUH KEMAMPUAN PERSONAL, PELATIHAN DAN PENDIDIKAN SERTA PEMANFAATAN TEKNOLOGI TERHADAP EFEKTIVITAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA MINI MARKET BALI MARDANA Komang Adisanjaya .; Made Arie Wahyuni, S.E. .; I Gusti Ayu Purnamawati, S.E. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v7i1.9318

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kemampuan personal, pelatihan dan pendidikan serta pemanfaatan teknologi terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi pada mini market Bali Mardana. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai mini market Bali Mardana yang berjumlah 35 orang. Teknik pengambilan sampel dengan non probability sampling yang berupa purposive sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah bagian fungsi penjualan, kas atau kasir, gudang, pengiriman dan fungsi akuntansi pada 2 toko mini market Bali Mardana dengan jumlah seluruh karyawan yang menggunakan sistem informasi akuntansi sebanyak 30 karyawan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji regresi linier berganda. Data dianalisis dengan menggunakan software SPSS versi 19. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa secara parsial: (1) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kemampuan personal terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi, (2) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara pelatihan dan pendidikan terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi, dan (3) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara pemanfaatan teknologi terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi. Dan secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan antara kemampuan personal, pelatihan dan pendidikan, serta pemanfataan teknologi terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi. Kata Kunci : kemampuan personal, pelatihan dan pendidikan, pemanfaatan teknologi, dan efektivitas sistem informasi akuntansi. The study was conducted to find out the effect of personal capability, educationand training as well as the utilization of technology towards the effectiveness of accountancy information system at the “Bali mardana” mini market. The population of the study consisted of 35 “Bali Mardana” mini market staff members. The samples were selected based on non probability sampling in the form of purposive sampling, they consisted 30 personnels involving several functions such as marketing, cashier, storehouse, delivery and accounting from two different “Bali Mardana” mini markets. The data were analyzed based on multiple linear regression testing supported by using SPSS software version 19. The results of the study indicated that partially (1) there was a positive and significant effect of personal capability on the effectiveness of accountancy information system (2) there was a positive and significant effect of education and training towards the effectiveness of accountancy information system, and (3) there was a positive and significant effect of the utilization of technology towards the effectiveness of accountancy information system. And simultaneously there was a positive and significant effect of personal capability, educationand training as well as the utilization of technology towards the effectiveness of accountancy information system. keyword : personal capability, educationand training, utilization of technology, effectiveess of accountancy information system.
Analisis Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Dana Upacara Ngaben Masal di Dadia Beten Aas II Dusun Muntigunung, Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem Ni Wayan Meres .; Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M. .; NI KADEK SINARWATI, SE., M.Si.Ak. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v7i1.9338

Abstract

Ngaben masal adalah ritual kematian pada umat Hindu di Bali yang dilaksanakan bersama-sama oleh warga dadia Beten Aas II, setiap 15 tahun sekali dengan sumber pendanaannya berasal dari peturunan per kepala keluarga. Ngaben masal membutuhkan alokasi sumber daya bersama sehingga prinsip transparansi dan akuntabilitas penting untuk diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) apa yang melatarbelakangi masyarakat melaksanakan upacara ngaben masal setiap 15 tahun sekali, serta tidak diperbolehkan melaksanakan upacara ngaben secara keluarga di Dadia Beten Aas II, 2) dari mana saja Dadia Beten Aas II memperoleh sumber dana untuk melaksanakan upacara ngaben masal, 3) Bagaimana penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana upacara ngaben masal di Dadia Beten Aas II. Pelaksanaan penelitian ini menggunakan metode Kualitatif yang menekankan pada persepsi dan perilaku manusia. Teknik analisis data yang digunakan yaitu: 1) reduksi data, 2) penyajian data, 3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) alasan Dadia Beten Aas II melaksanakan upacara ngaben masal setiap 15 tahun sekali dan tidak diperbolehkan ngaben secara keluarga yaitu: a) karena adanya awig-awig dari dadia, dan awig-awig dari dusun Muntigunung, b) melestarikan budaya ngayah atau metulungan, c) keadaan ekonomi yang rendah. 2) sumber dana yang diperoleh untuk melaksanakan ngaben masal yaitu: a) peturunan (iuran wajib), b) dana punia, c) aturan sesantu, d) dana lelangan, e) bantuan sosial. 3) penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan upacara ngaben masal di Dadia Beten Aas II sudah berjalan dengan baik, hal ini dapat dilihat dari adanya keterlibatan semua krama dadia dalam penentuan jumlah peturunan dan ikut serta dalam sangkep yang diadakan setiap akhir ataupun awal kegiatan, dan adanya laporan pertanggungjawaban secara tertulis dari pengurus dadia serta adanya rasa kepercayaan terhadap hasil pertanggungjawaban. Kata Kunci : transparansi, akuntabilitas, ngaben masal Ngaben masal is a death ritual practice by Hindus in Bali which is done together by the villagers of Beten Aas II, once in every 15 years funded by per capita peturunan (contribution). Ngaben masal needs an allocation of joint resources so that the principle of transparency and accountability are important to be considered. This study was aimed to find out 1) what makes the people do ngaben masal every 15 years and why are they not allowed to do ngaben in a family way in Dadia Beten Aas II; 2) from what source Dadia Beten Aas II obtain funds to hold ngaben masal ceremony; 3) how are the principles of transparency and accountability followed in managing funds for ngaben masal ceremony in Dadia Beten Aas II. This study was done using qualitative method that stresses on the perception and human behavior. The data were analyzed by following the stages of 1) data reduction, 2) data display, and 3) conclusion drawing. The results showed that 1) the reasons Dadia Beten Aas II does ngaben masal every 15 years are: because there is awig-awig of the dadia, and awig-awig of the dusun of Muntigunung, b) to preserve ngayah culture or metulungan culture, c) poor economic condition. 2) the sources of funds for ngaben masal are a) peturunan ( compulsory contribution), b) dana punia, c) aturan sesantu, d) proceeds of an auction, e) social assistance, 3) the application of transparency and accountability principles in the holding of ngaben masal in Dadia Beten Aas II run well, this can be shown from the involvement of all krama dadia in determining the total amount of peturunan and the participation in sangkep done at the end or the beginning of each activity, and the presence of a written accounting report from the dadia leader and the trust about the result of the accounting. keyword : transparency, accountability, ngaben masal
Analisis Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Dana Upacara Ngaben Masal di Dadia Beten Aas II Dusun Muntigunung, Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem Ni Wayan Meres .; Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M. .; NI KADEK SINARWATI, SE., M.Si.Ak. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v7i1.9339

Abstract

Ngaben masal adalah ritual kematian pada umat Hindu di Bali yang dilaksanakan bersama-sama oleh warga dadia Beten Aas II, setiap 15 tahun sekali dengan sumber pendanaannya berasal dari peturunan per kepala keluarga. Ngaben masal membutuhkan alokasi sumber daya bersama sehingga prinsip transparansi dan akuntabilitas penting untuk diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) apa yang melatarbelakangi masyarakat melaksanakan upacara ngaben masal setiap 15 tahun sekali, serta tidak diperbolehkan melaksanakan upacara ngaben secara keluarga di Dadia Beten Aas II, 2) dari mana saja Dadia Beten Aas II memperoleh sumber dana untuk melaksanakan upacara ngaben masal, 3) Bagaimana penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana upacara ngaben masal di Dadia Beten Aas II. Pelaksanaan penelitian ini menggunakan metode Kualitatif yang menekankan pada persepsi dan perilaku manusia. Teknik analisis data yang digunakan yaitu: 1) reduksi data, 2) penyajian data, 3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) alasan Dadia Beten Aas II melaksanakan upacara ngaben masal setiap 15 tahun sekali dan tidak diperbolehkan ngaben secara keluarga yaitu: a) karena adanya awig-awig dari dadia, dan awig-awig dari dusun Muntigunung, b) melestarikan budaya ngayah atau metulungan, c) keadaan ekonomi yang rendah. 2) sumber dana yang diperoleh untuk melaksanakan ngaben masal yaitu: a) peturunan (iuran wajib), b) dana punia, c) aturan sesantu, d) dana lelangan, e) bantuan sosial. 3) penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan upacara ngaben masal di Dadia Beten Aas II sudah berjalan dengan baik, hal ini dapat dilihat dari adanya keterlibatan semua krama dadia dalam penentuan jumlah peturunan dan ikut serta dalam sangkep yang diadakan setiap akhir ataupun awal kegiatan, dan adanya laporan pertanggungjawaban secara tertulis dari pengurus dadia serta adanya rasa kepercayaan terhadap hasil pertanggungjawaban. Kata Kunci : transparansi, akuntabilitas, ngaben masal Ngaben masal is a death ritual practice by Hindus in Bali which is done together by the villagers of Beten Aas II, once in every 15 years funded by per capita peturunan (contribution). Ngaben masal needs an allocation of joint resources so that the principle of transparency and accountability are important to be considered. This study was aimed to find out 1) what makes the people do ngaben masal every 15 years and why are they not allowed to do ngaben in a family way in Dadia Beten Aas II; 2) from what source Dadia Beten Aas II obtain funds to hold ngaben masal ceremony; 3) how are the principles of transparency and accountability followed in managing funds for ngaben masal ceremony in Dadia Beten Aas II. This study was done using qualitative method that stresses on the perception and human behavior. The data were analyzed by following the stages of 1) data reduction, 2) data display, and 3) conclusion drawing. The results showed that 1) the reasons Dadia Beten Aas II does ngaben masal every 15 years are: because there is awig-awig of the dadia, and awig-awig of the dusun of Muntigunung, b) to preserve ngayah culture or metulungan culture, c) poor economic condition. 2) the sources of funds for ngaben masal are a) peturunan ( compulsory contribution), b) dana punia, c) aturan sesantu, d) proceeds of an auction, e) social assistance, 3) the application of transparency and accountability principles in the holding of ngaben masal in Dadia Beten Aas II run well, this can be shown from the involvement of all krama dadia in determining the total amount of peturunan and the participation in sangkep done at the end or the beginning of each activity, and the presence of a written accounting report from the dadia leader and the trust about the result of the accounting. keyword : transparency, accountability, ngaben masal
Analisis Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Dana Upacara Ngaben Masal di Dadia Beten Aas II Dusun Muntigunung, Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem Ni Wayan Meres .; Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M. .; NI KADEK SINARWATI, SE., M.Si.Ak. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v7i1.9340

Abstract

Ngaben masal adalah ritual kematian pada umat Hindu di Bali yang dilaksanakan bersama-sama oleh warga dadia Beten Aas II, setiap 15 tahun sekali dengan sumber pendanaannya berasal dari peturunan per kepala keluarga. Ngaben masal membutuhkan alokasi sumber daya bersama sehingga prinsip transparansi dan akuntabilitas penting untuk diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) apa yang melatarbelakangi masyarakat melaksanakan upacara ngaben masal setiap 15 tahun sekali, serta tidak diperbolehkan melaksanakan upacara ngaben secara keluarga di Dadia Beten Aas II, 2) dari mana saja Dadia Beten Aas II memperoleh sumber dana untuk melaksanakan upacara ngaben masal, 3) Bagaimana penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana upacara ngaben masal di Dadia Beten Aas II. Pelaksanaan penelitian ini menggunakan metode Kualitatif yang menekankan pada persepsi dan perilaku manusia. Teknik analisis data yang digunakan yaitu: 1) reduksi data, 2) penyajian data, 3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) alasan Dadia Beten Aas II melaksanakan upacara ngaben masal setiap 15 tahun sekali dan tidak diperbolehkan ngaben secara keluarga yaitu: a) karena adanya awig-awig dari dadia, dan awig-awig dari dusun Muntigunung, b) melestarikan budaya ngayah atau metulungan, c) keadaan ekonomi yang rendah. 2) sumber dana yang diperoleh untuk melaksanakan ngaben masal yaitu: a) peturunan (iuran wajib), b) dana punia, c) aturan sesantu, d) dana lelangan, e) bantuan sosial. 3) penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan upacara ngaben masal di Dadia Beten Aas II sudah berjalan dengan baik, hal ini dapat dilihat dari adanya keterlibatan semua krama dadia dalam penentuan jumlah peturunan dan ikut serta dalam sangkep yang diadakan setiap akhir ataupun awal kegiatan, dan adanya laporan pertanggungjawaban secara tertulis dari pengurus dadia serta adanya rasa kepercayaan terhadap hasil pertanggungjawaban. Kata Kunci : transparansi, akuntabilitas, ngaben masal Ngaben masal is a death ritual practice by Hindus in Bali which is done together by the villagers of Beten Aas II, once in every 15 years funded by per capita peturunan (contribution). Ngaben masal needs an allocation of joint resources so that the principle of transparency and accountability are important to be considered. This study was aimed to find out 1) what makes the people do ngaben masal every 15 years and why are they not allowed to do ngaben in a family way in Dadia Beten Aas II; 2) from what source Dadia Beten Aas II obtain funds to hold ngaben masal ceremony; 3) how are the principles of transparency and accountability followed in managing funds for ngaben masal ceremony in Dadia Beten Aas II. This study was done using qualitative method that stresses on the perception and human behavior. The data were analyzed by following the stages of 1) data reduction, 2) data display, and 3) conclusion drawing. The results showed that 1) the reasons Dadia Beten Aas II does ngaben masal every 15 years are: because there is awig-awig of the dadia, and awig-awig of the dusun of Muntigunung, b) to preserve ngayah culture or metulungan culture, c) poor economic condition. 2) the sources of funds for ngaben masal are a) peturunan ( compulsory contribution), b) dana punia, c) aturan sesantu, d) proceeds of an auction, e) social assistance, 3) the application of transparency and accountability principles in the holding of ngaben masal in Dadia Beten Aas II run well, this can be shown from the involvement of all krama dadia in determining the total amount of peturunan and the participation in sangkep done at the end or the beginning of each activity, and the presence of a written accounting report from the dadia leader and the trust about the result of the accounting. keyword : transparency, accountability, ngaben masal
Pengaruh Motivasi, Moralitas, dan Peran Perangkat Desa Terhadap Kepatuhan Masyarakat Dalam Membayar Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan Dengan Sanksi Perpajakan Sebagai Variabel Moderasi Ni Nengah Suci Arjani .; Ni Luh Gede Erni Sulindawati, SE. Ak,M .; Made Arie Wahyuni, S.E. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v7i1.9341

Abstract

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum Perpajakan, pajak merupakan kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang dengan tidak mendapat balas jasa secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Dalam penelitian ini diuji pengaruh motivasi, moralitas, dan peran perangkat desa terhadap kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan dengan sanksi perpajakan sebagai variabel moderasi. Sampel dalam penelitian ini adalah 65 wajib pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan yang terdaftar di Dinas Pendapatan Kabupaten Bangli pada tahun 2016. Hasil pengujian menyimpulkan bahwa secara parsial motivasi dan peran perangkat desa berpengaruh positif signifikan terhadap kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan, sedangkan moralitas secara parsial tidak berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan. Hasil pengujian secara simultan menunjukkan bahwa motivasi, moralitas, dan peran perangkat desa berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan dan sanksi perpajakan memperkuat pengaruh motivasi terhadap kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan.Kata Kunci : Motivasi, Moralitas, Peran Perangkat Desa, Sanksi Perpajakan, Kepatuhan According to Act No. 28 of 2007 on General provision of taxation, a tax is the obligatory contribution to the nation that is owed by a person or a body that is compelling according to acts without any direct reward and is used for the national requirement to be used maximally for the prosperity of the people. In this study the effect of motivation, morality,, and village apparatus’ role on the obedience of the people in paying taxes of land and building in the villages and towns with tax sanction as moderating variable. The sample in this study consisted of 65 tax of land and building payers registered in the Office of Revenue of Bangli regency in 2016. The result of testing concluded that partially motivation and village apparatus’ role do not have significant positive effect on the obedience of the people in paying the taxes of land and building in the villages and towns, while morality partially does not have an effect positively and significantly on the obedience of the people to pay the taxes of land and building in the villages and towns. The result of testing showed that simultaneously, motivation, morality, and the village apparatus’ role have a positive and significant effect on the obedience of the people to pay the taxes of land and building in the villages and towns and tax sanction reinforced the effect of motivation to obedience of the people to pay the taxes of land and building in the villages and towns. keyword : Motivation, Morality, Role of Village Apparatus, Tax Sanction, Obedience
PENGARUH PENGHASILAN WAJIB PAJAK, SOSIALISASI PERPAJAKAN, DAN KEMAUAN MEMBAYAR PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK USAHAWAN ATAS PENERAPAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 46 TAHUN 2013 (Studi Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Singaraja) Kadek Megantara .; I Gusti Ayu Purnamawati, S.E. .; NI KADEK SINARWATI, SE., M.Si.Ak. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v7i1.9343

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penghasilan wajib pajak, sosialisasi perpajakan, dan kemauan membayar pajak terhadap kepatuhan wajib pajak usahawan atas penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 46 tahun 2013. Lokasi penelitian dilakukan pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Singaraja. Jenis data yang digunakan dalam penelitian adalah jenis data kuantitatif dengan sumber data primer berupa penyebaran kuesioner kepada 100 wajib pajak usahawan sebagai responden. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, penghasilan wajib pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak usahawan, sosialisasi perpajakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak usahawan, kemauan membayar pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak usahawan. Secara simultan penghasilan wajib pajak, sosialisasi perpajakan, dan kemauan membayar pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak usahawanKata Kunci : penghasilan, sosialisasi, kemauan, dan kepatuhan This study aims to determine the effect of income tax payers, the socialization of taxation, and the willingness to pay taxes on tax compliance entrepreneurs on the implementation of Government Regulation No. 46 of 2013. The research location is on the Tax Office Pratama Singaraja. Data use in the study is the kind of quantitative data with the primary data source in the form of distributing questionnaires to 100 taxpayer entrepreneurs as respondents. The data is analyze using multiple linear regression analysis with SPSS. The results showed that partially, income of the taxpayer gave a positive and significant effect on tax compliance entrepreneurs, socialization taxation gave positive and significant impact on tax compliance entrepreneurs, willingness to pay taxes gave positive and significant impact on tax compliance entrepreneurs. Simultaneously, income of the taxpayer, the socialization of taxation, and the willingness to pay taxes gave positive and significant impact on tax compliance entrepreneurs.keyword : income, socialization, willingness, and compliance
PENGARUH LOCUS OF CONTROL, KOMITMEN PROFESIONAL, dan STRESS KERJA TERHADAP REDUKSI KUALITAS AUDIT (Studi Empiris Pada Kantor Akuntan Publik di Bali) Nyoman Rika Jayanti .; Dr. Edy Sujana,SE,Msi,AK .; Made Arie Wahyuni, S.E. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v7i1.9346

Abstract

Abstrak Reduksi kualitas audit merupakan perilaku atau tindakan yang dilakukan oleh auditor selama pelaksanaan prosedur audit yang mereduksi efektivitas bukti-bukti audit yang dikumpulkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pengaruh locus of control terhadap reduksi kualitas audit, 2) pengaruh komitmen profesional terhadap reduksi kualitas audit, 3) pengaruh stress kerja terhadap reduksi kualitas audit, 4) pengaruh locus of control, komitmen professional dan stress kerja terhadap reduksi kualitas audit. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah semua auditor yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik di Bali. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sample. Dengan Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 52 orang. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan program SPSS Versi 19. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Locus of control berpengaruh positif signifikan terhadap reduksi kualitas audit, 2) Komitmen profesional berpengaruh positif signifikan terhadap reeduksi kualitas audit, 3) Stress kerja berpengaruh positif signifikan terhadap reduksi kualitas audit, 4) locus of control, komitmen profesional dan stress kerja berpengaruh secara simultan terhadap reduksi kualitas audit. Dan dalam penelitian ini ditemukan bahwa variabel stress kerja memiliki pengaruh yang paling dominan terhadap reduksi kualitas audit. Kata Kunci : Kata kunci: reduksi kualtis audit, locus of control, komitmen profesional, stress kerja Abstract Reduction of audit quality is a behaviour or action made by the auditor during the process of auditing activities by reducing the effectiveness of auditing evidences being collected. This study was conducted in order to find out the effect of : 1) locus of control on the reduction of audit quality, 2) professional commitment on the reduction of audit quality, 3) working tress on the reduction of audit quality, 4) locus of control, professional commitment and working tress on the reduction of audit quality This study utilized a quantitative data obtained from either a primary as well as secondary sources. The population involved all the auditors working under the public accountant offices in Bali. The samples were selected by using purposive sampling technique involving 52 respondents.All the data were analyzed by using SPSS software version 19. The results of the study indicated that: 1) locus of control had a positive and significant effect on the reduction of audit quality, 2) professional commitment had a positive and significant effect on the reduction of audit quality, 3) working tress had a positive and significant effect on the reduction of audit quality, 4) locus of control, professional commitment and working tress had a simultaneous effect on the reduction of audit quality.It was found that the most dominant effect was working stress on the reduction of auditing quality. keyword : Key words: reduction of auditing quality, locus of control, professional commitment, working stress.
AKUNTABILITAS PENGELOLAAN KEUANGAN PADA UPACARA NGENTEG LINGGIH (Studi Kasus Pada Dadia Pasek Gelgel Di Desa Pakraman Tangguwisia, Kecamatan Seririt) Kadek David Warisando .; Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M. .; Made Arie Wahyuni, S.E. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v7i1.9369

Abstract

Upacara ngenteg linggih sangat disakralkan oleh umat Hindu dan tergolong upacara besar sehingga membutuhkan pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel. Terwujudnya transparansi dan akuntabilitas harus didukung dengan adanya sistem pengelolaan keuangan yang baik agar menghasilkan informasi yang relevan dan mudah dimengerti oleh pemangku kepentingan. Konsep akuntabilitas akan mengukur sejauh mana pengelolaan keuangan ngenteg linggih sudah berjalan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) sumber pemasukan upacara ngenteg linggih, 2) tata kelola keuangan upacara ngenteg linggih yang akuntabel dan transparan, 3) apakah sudah mengimplementasikan prinsip GCG pada upacara ngenteg linggih dadia pasek gelgel Desa Pakraman Tangguwisia. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan sumber data primer dan sekunder. Data diperoleh dari observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Pengolahan data yang terkumpul melalui tiga tahapan yaitu tahap reduksi data, tahap penyajian data dan yang terakhir adalah analisis data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, 1) terdapat tiga sumber pemasukan upacara ngenteg linggih yang berasal dari dana peturunan, dana punia, pendapatan bunga simpanan LPD. 2) tahapan upacara ngenteg linggih meliputi perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban, secara akuntansi proses pengelolaan keuangan ngenteg linggih melalui tahap penerimaan, pengeluaran, dan pertanggungjawaban dimana akuntabilitas keuangan ngenteg linggih terdapat pada pertanggungjawaban dan penyampaian laporan keuangan kepada warga dadia melalui peparuman sebagai media untuk membuka ruang publik yang dilandasi kepercayaan dan Hukum Karma Phala sebagai modal sosial. 3) prinsip-prinsip GCG sudah diimplementasikan dengan baik yang berpegang teguh pada konsep kekeluargaan yaitu “pang pade melah” dalam pengelolaan keuangan upacara ngenteg linggih Desa Pakraman Tangguwisia. Kata Kunci : Akuntabilitas, Pengelolaan Keuangan, GCG (Good Corporate Governance), Ngenteg linggih. Ngenteg linggih ritual is regarded as the most sacral ritual by the Hindus and is one of the big rituals that require transparent and accountable financial management. The realization of transparency and accountability has to be supported by the presence of a good financial management system to produce relevant information which is easy to be understood by the stake holders. The concept of accountability will measure to what extent the management of the ngenteg linggih funds has run well. This study was aimed at finding out 1) the sources of fund the ngenteg linggih ritual, 2) the accountable and transparent financial management of the ngenteg linggih ritual, 3) has the ngenteg linggih ritual held by dadia pasek gelgel in Desa Pakraman Tangguwisia implemented the GCG principle? This study was done by using quantitative method and used primary and secondary data sources. The data were obtained through observation, in-depth interview and documentation. The data gathered were processed through three stages, i.e., data reduction, data display and conclusion drawing. The results showed that 1) there are three sources of funds for ngenteg linggih ritual. They are dana peturunan, dana punia and interest of the revenue from the saving in LPD. 2) the stages of ngenteg linggih ritual are planning, implementation, and accountability, and the process of the ngenteg linggih funds management according to accountancy follows the stages of receiving the funds, expending the funds, and accountability in which the accountability of the ngenteg linggih funds is done in accountability and financial report to the dadia members through peparum as the media of public forum which is based on the belief and Karma Phala rule as the social capital. 3) the GCG principle has been implemented well by holding fast to the familial concept of “pang pada melah” in the management of funds for ngenteg linggih ritual in Desa Pakraman Tangguwisia. keyword : Accountability, Finance, GCG (Good Corporate Governance), Ngenteg linggih

Page 2 of 14 | Total Record : 137


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 15 No. 04 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 15 No. 03 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 15 No. 02 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 14 No. 04 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 14 No. 03 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 14 No. 02 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 14 No. 01 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 13 No. 04 (2022): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 13 No. 03 (2022): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 13 No. 02 (2022) Vol 13, No 01 (2022) Vol. 13 No. 01 (2022) Vol 12, No 3 (2021) Vol. 12 No. 3 (2021) Vol 12, No 2 (2021) Vol. 12 No. 2 (2021) Vol 12, No 1 (2021) Vol. 12 No. 1 (2021) Vol. 11 No. 3 (2020) Vol 11, No 3 (2020) Vol 11, No 2 (2020) Vol. 11 No. 2 (2020) Vol. 11 No. 1 (2020) Vol 11, No 1 (2020) Vol 10, No 3 (2019) Vol. 10 No. 3 (2019) Vol. 10 No. 2 (2019) Vol 10, No 2 (2019) Vol 10, No 1 (2019) Vol. 10 No. 1 (2019) Vol 9, No 3 (2018) Vol. 9 No. 3 (2018) Vol 9, No 2 (2018) Vol. 9 No. 2 (2018) Vol. 9 No. 1 (2018) Vol 9, No 1 (2018) Vol 8, No 2 (2017): Vol. 8 No. 2 (2017) Vol. 7 No. 1 (2017) Vol 7, No 1 (2017): Vol 6, No 3 (2016): Vol. 6 No. 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016): Vol. 5 No. 2 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol 2, No 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue