cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ibn Abbas
ISSN : -     EISSN : 26207885     DOI : -
Core Subject : Social,
JURNAL IBN ABBAS MERUPAKAN JURNAL PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU ALQURAN DAN TAFSIR (S2) FAKULTAS USHULUDDIN DAN STUDI ISLAM YANG SECARA KOMPREHENSIF MENGKAJI BIDANG ALQURAN DAN ILMU-ILMU ALQURAN BERBASIS TURATS, ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "VOL 4, NO 2 (2021) OKTOBER-MARET" : 8 Documents clear
PENAFSIRAN MAHMUD YUNUS TERHADAP AYAT-AYAT KAUNIYAH DALAM TAFSIR QURAN KARIM Ahmad Zuhri; Muhammad Roihan Nasution; Furaisyah Nasution
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir VOL 4, NO 2 (2021) OKTOBER-MARET
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/jia.v4i2.12564

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini meneliti penafsiran Mahmud Yunus terhadap Ayat Kauniah Penciptaan Langit dan Bumi di dalam Tafsirnya Tafsir Qur’an Karim. Berangkat dari penafsiran Mahmud Yunus dan pendapat para ilmuwan, penulis menyimpulkan bahwa penciptaan langit dan bumi dimulai dari suatu perpaduan kemudian terpisah yang menjadi cikal bakal terbentuknya alam semesta, planet-planet, bintang-bingtang dan sebagainya. Masa penciptaan langit dan bumi berlangsung selama enam masa, dua masa pada bumi, dua masa pada isi bumi, dan dua masa pada langit. Penafsiran Mahmud Yunus sudah cukup mewakili penafsiran bercorak ilmiah pada masanya meskipun masih dengan pembahasan sederhana.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (Library Research), yaitu dengan menganalisis isi bacaan dengan mengklasifikasikan ayat-ayat yang berkenaan dengan Penciptaan Langit dan Bumi, refrensi-refrensi dari literature yang berkenaan dan juga relevan. Madapun dalam penelitian ini, bersumber dari data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data-data yang diperoleh dari literatur yang berkaitan langsung dengan judul ini yakni Tafsir Qur’an Karim karya Mahmud Yunus. Dan adapun data sekundernya yaitu buku-buku dan tulisan yang mengandung pembahasan. Analisis data dilakukan secara deskriptif analisis yaitu memberikan deskripsi-deskripsi analisa terhadap objek penelitian dari data yang erhasil dikumpulkan untuk kemudian ditarik kesimpulan.Kata Kunci: Tafsir Qur’an Karim, Kauniyah, Ilmiah, Langit, Bumi 
PENAFSIRAN AL-HAQ MENURUT HASBI ASH SHIDDIEQY DALAM TAFSIR AL-BÄ€YAN Muzakkir Muzakkir; Husnel Anwar; Lilis Karina Pinayungan
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir VOL 4, NO 2 (2021) OKTOBER-MARET
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/jia.v4i2.12565

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul penafsiran kata Al haq menurut Hasbi Ash Shiddieqy dalam tafsir Al Bayan, yang merupakan salah satu karyanya. Bahwa makna secara keseluruhan di dalam Al quran Al haq bermakna benar atau kebenaran. tujuan dari penelitian ini adalah menemukan konsep makna kata Al haq serta upaya manusia menjadi manusia yang Haq. Dengan menggunakan metode maudhui atau tematik milik Al farmawi penelitian ini dapat menjawab rumusan masalah yang telah disusun. Yakni pengertian kata Al haq di dalam Al quran bermakna benar, kebenaran, sesuatu yang benar-benar, sebenarnya, adil, dan hak, yang mana makna tersebut sesuai dengan konteks ayat tersebut berbicara. Kemudian penafsiran kata Al haq menurut mufasirin dari kitab tafsir yang salaf hingga modern, terkhusus pembahasan ini penulis hanya mengkhususkan ayat-ayat yang memiliki munasabah dan ayat-ayat yang menurut penulis memiliki makna yang berbeda.Penafsiran Hasbi terhadap kata Al haq serta konsep kata Al haq yang disimpulkan penulis melalui tafsir Al bayan, bahwa Al haq dalam ayat-ayat Al quran berbicara mengenai kebenaran kepada bukti-bukti ke-Esaan Allah SWT, berbicara mengenai kebenaran ilmu pengetahuan, berbicara mengenai kebenaran hukum keadilan, berbicara mengenai kebenaran terhadap balasan perbuatan dan perkataan, serta berbicara mengenai peringatan dan nasihat bagi manusia. Kata kunci: Kata, Al haq, Tafsir, Al-Bayan,  Hasbi Ash Shiddieqy
Reorientasi Pembelajaran al-Quran dan Tafsirnya di Lembaga Pendidikan Islam Nur Aisah Simamora
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir VOL 4, NO 2 (2021) OKTOBER-MARET
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/jia.v4i2.12561

Abstract

Mengkaji isi al-Quran secara keseluruhan, ayat demi ayat secara rinci sangatlah penting dan merupakan sebuah keniscayaan bagi seorang muslim, terlebih-lebih bagi seseorang yang telah menfokuskan diri pada sebuah jurusan yang konsentrasi dengan al-Quran dan tafsirnya. Hal itu dikarenakan manhaj inilah sesungguhnya yang lebih potensial membuat seseorang dapat memahami agamanya dengan baik dan benar, dan selanjutnya dapat membentuk mindset yang lurus dan benar dalam memandang segala sesuatu. Sebaliknya, manhaj yang tidak demikian, hakikatnya tidak membuat seorang penuntut ilmu agama yang bahkan puluhan tahun lamanya menjadi seseorang yang ahli tentang agama Islam. Karena mempelajari agama Islam, hakikatnya adalah mempelajari sumbernya, yaitu al-Quran dan Hadis Nabi saw. Tanpa mempelajari isi al-Quran secara rinci ayat demi ayat, seorang ilmuwan agama Islam –apapun gelar akademiknya dan di program studi apapun- tidak akan menghasilkan seseorang yang ahli tentang Islam, alih-alih sebagai pengamalnya, bahkan tidak sedikit sarjana, magister dan doktor islamic studies telah tampil dalam kehidupan sebagai penentang al-Quran, penghujatnya, dan telah mengangkanginya. Hal itu bisa terjadi dengan sadar atau tidak disadari sama sekali, selama data-data utama yang ada di dalam al-Quran tidak diinstalkan sejak dini ke dalam jiwa, akal, hati dan sanubari seorang muslim, meskipun judulnya ia seorang pelajar agama Islam. Belajar agama hakikatnya adalah mengetahui isi al-Quran dan seluk beluknya, bukan hanya mempelajari apa yang dipikirkan manusia  dan ditulis oleh manusia tentang agama Islam. Hal ini sangat sesuai dengan konsep wahdatul ulum di mana hirarki ilmu yang dibagi atas dua kategori; (1) ilmu agama berarti ilmu yang diwahyukan, ilmu tentang segala sesuatu yang Allah beritahu dalam Kitab suciNya, dan jika tidak diberitahukanNya di dalam Kitab suciNya, maka akal manusia sampai kapanpun tidak akan mampu menjangkaunya. (2) ilmu dunia, yaitu ilmu yang Allah berikan kesempatan bagi manusia untuk menemukannya dengan fasilitas akal, indra, dan intuisi manusia.Tulisan ini berangkat dari sebuah keprihatinan terhadap diri sendiri yang secara formal telah menjalani pendidikan di lembaga pendidikan Islam, akan tetapi hasilnya tidak membuat dirinya secara sistem menjadi ahli tentang agama, karena terbukti tidak mengetahui seluk beluk al-Quran. Ibarat seseorang yang dinobatkan sebagai ahli danau Toba, maka apapun yang ditanyakan kepadanya tentang danau Toba dan dari sisi manapun, dapat dipastikan orang tersebut mengetahui seluk beluknya. Berawal dari keprihatinan ini, penulis mencoba sebuah sistem pengajaran al-Quran dengan mendirikan sebuah lembaga pendidikan[1] berbasis al-Quran, di mana mata pelajarannya dibatasi hanya lima; Tafsir al-Quran, Tahfiz al-Quran, fahmul hadis, tahfiz hadis, bahasa al-Quran dengan mengetahui nahwu dan sharaf secara mendalam, dan fiqih. Lima hal inilah yang dijadikan pejarana yang berulang-ulang setiap hari, dengan target menjadikan santri-santri dapat mengamalkan living al-Quran dan living hadis, sehingga kelak mereka benar-benar menyadari bahwa al-Quran dan hadis itu benar-benar pedoman hidup dalam segala hal, di segala tempat dan waktu.[1]Pesantren Ubay bin Ka’b konsentrasi dua wahyu; al-Quran dan Hadis, di jalan Pengabdian, Gang H.M. Pulungan, no 368 Bandar Setia. 
MANUSKRIP AL-QUR’AN TERTUA DI SUMATERA UTARA (Studi Kodikologi dan Tekstologi Manuskrip Al-Qur’an) Amroeni Amroeni; Rofiatul Koiriah Nasution
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir VOL 4, NO 2 (2021) OKTOBER-MARET
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/jia.v4i2.12566

Abstract

AbstractOne part of the historical development of the islamic civilization in Nusantara is the copying of ancient Qur’anic manuscripts. The study of the Qur’anic manuscripts has not been much sought after by academics because they think that the Qur’an has textual similarities and has never changed. In fact, the copying of the manuscripts made by the scholars not only contain the text of the Qur’an but also contains other things that reflect the culture and locality of a society. This is evidence of the existence of scholars’ ijtihad at that time by presenting a manuscript that is familiar to the reader. This study focuses on the Qur’anic manuscript with the collection number SU AQ06/ICH which is stored in the North Sumatra History Museum of the Qur’an. This research is a qualitative research. Judging from the type of data collection, this research is a type of library and field research. Meanwhile, the data analysis method used is descriptive analysis method through a philological approach with the standard edition single manuscript method or text criticism. This study found that the Quran manuscript with collection number SU AQ06/ICH was obtained from a collector by paying a dowry. The condition of the manuscript is not intact and the material used for this manuscript is European paper. The Qur’anic manuscripts found have colophons The system of writing was not a corner system and the beginning of each section was not organized at all. The calligraphy is very simple and the writing is quite consistent. The process of copying the Qur’an manuscript is not solely written with one science, but consists of several auxiliary sciences including:  rasm ‘uṡmānī, ḍabṭ ‘addul ayy and others. The Qur’an manuscripts written in a mixed rasm, rasm ‘uṡmānī and rasm imlāi. Furthermore, the use of dabṭ has different specifications, while for the calculation of verses, there are several errors that cause differences in the number of verses Keywords: Qur’an Manuscript, Philologhy,  Rasm ‘Uṡmānī, Ḍabṭ, ‘Addul Ayy
PERAN ALUMNI MUSTHAFAWIYAH DALAM KAJIAN TAFSIR KONTEMPORER DI SUMATERA UTARA Safria Andy; Irpan Sanusi Daulay
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir VOL 4, NO 2 (2021) OKTOBER-MARET
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/jia.v4i2.12562

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran alumni Musthafawiyah dalam kajian tafsir kontemporer di Sumatera Utara. Pesantren Musthafawiyah yang merupakan pesantren yang tertua di Sumatera Utara dan lebih diidentik dengan pesantren yang lebih mengkaji kitab-kitab klasik seperti fiqih, tasawuh, hadis, tafsir dan kitab lainnya, pesantren Musthafawiyah yang berdiri pada tahun 1912 dan alumninya sudah menyebar khususnya di Sumatera Utara. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemikiran beberapa tokoh alumni Musthafawiyah terhadap kitab tafsir kontemporer. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui bagaimana metode pengkajian yang dilakukan tokoh alumni Musthafawiyah dalam kajian tafsir kontemporer.Penelitian ini merupakan penelitian riset lapangan (Field Research). Dengan cara mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan penelitian kemudian diuraikan berdasarkan data-data yang diperoleh. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan cara wawancara dan karya atau tulisan tokoh alumni yang berkaitan dengan judul tesis. Kitab tafsir yang dikaji tokoh alumni Musthafawiyah dalam penelitian ini adalah kitab tafsir al-Jawahir fi Tafsir al-Qur’an karya Tantawi Jauhari, kitab tafsir Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an karya Imam Al-Qurthubi, kitab tafsir al-Ayat al-Kauniyah fi Al-Qur’an al-Karim karya Zaghlul an-Najjar, kitab tafsir Safwatut Tafsir karya Muhammad Ali As-Sabuny, kitab tafsir Ayatul Ahkam karya As-Soubuny, kitab tafsir Al-Maraghi karya Ahmad Musthafa Al-Maraghi, kitab tafsir Departemen Agama RI, dan juga buku yang berkaitan dengan tafsir sanitifik. Kata kunci: Tafsir Kontemporer, Kajian, Pesantren Musthafawiyah. 
Etika Menjaga Lingkungan Hidup dalam Perspektif Ibnu Khaldun: Analisis Tafsir Maqasidi QS. al-A’raf Ayat 56 Hakam al ma'mun; Erika Aulia Fajar Wati
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir VOL 4, NO 2 (2021) OKTOBER-MARET
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/jia.v4i2.11040

Abstract

Tulisan ini membahas tentang etika menjaga lingkungan hidup menurut Ibnu Khaldun. Berawal dari statemennya di dalam karya magnum opusnya berjudul Muqaddimah, ia menjelaskan betapa keteraturan alam semesta dan segala isinya merupakan satu kesatuan sistem yang saling bertumpu satu sama lain. Keteraturan dan keserasian kinerja alam semesta ini tidak akan pernah habis untuk dicari hikmah dan pelajarannya. Dari sini kemudian dapat diambil pelajaran salah satunya ialah sistem keteraturan alam tersebut mencerminkan sistem sosial yang berlaku di masyarakat. Sistem sosial yang saling bertumpu antar individu satu dengan lainnya akan menghasilkan masyarakat madani yang berperadaban. Maka untuk mempertahankan ketaraturan dan keseimbangan lingkungan hidup tersebut al-Qur’an melalui Qs. al-A’raf ayat 56 melarang melakukan kerusakan di bumi. Melalui pendekatan tafsir maqasidi terhadap ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa prinsip utama maqasid al-syariah hanya bisa terimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari apabila lingkungan hidup kondusif. Kondusifitas lingkungan hidup akan mempengaruhi efektifitas penerapan syariat Islam.
EKSISTENSI TAFSIR MODERN Abdul Muhaimin Muhaimin; Mas’ulil Munawaroh Munawaroh
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir VOL 4, NO 2 (2021) OKTOBER-MARET
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/jia.v4i2.4937

Abstract

Keberadaan Al-Qur’an yang selalu relevan sepanjang masa (sha>lihun li kulli zama>n) secara langsung memberikan ruang kepada para mufassir untuk melakukan interpretasi Al-Qur’an sesuai dengan tuntuan zaman. Tafsir Modern merupakan produk para mufassir masa kini yang mempunyai hal-hal baru sesuai dengan konteks zaman kekinian. Jika tafsir klasik mempunyai sumber, corak dan metode tafsir, maka tafsir modern pun juga mempunyai hal sama dengan tafsir klasik. Perkembangan sumber tafsir Modern dimulai dengan menggunakan metodebi al-iqtira>ni (perpaduan antara bi al-manqu>l dan bi al-ma’thu>r). Perkembangan Metode tafsir Modern dimulai dengan  metode ijama>lilalu tafsir tematik singular(al-Maudhu>’i al-Aha>di>), metode tematik prular (al-Maudhu>’i al-Ja>mi’)dan  tafsir yang membahas satu kalimat saja dengan mengumpulkan semua ayat-ayat yang menggunakan kalimat atau derivasi dan akar kalimat tersebut, kemudian menafsirkannya satu persatu dan mengemukakan dalil dan penggunaannya dalam al-Qur’an.
MAKNA FAHSYA>’ DALAM AL-QUR’AN MENURUT MUHAMMAD QURAISH SHIHAB DALAM TAFSIR AL-MISHBAH Muhammad Nurhamdi Prasetya
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir VOL 4, NO 2 (2021) OKTOBER-MARET
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/jia.v4i2.17682

Abstract

ABSTRACTThis research is intended to explain in what area the meaning of the word Fahsya>' in the Al-Quran and how M. Quraish Shihab's view in Tafsir Al-Mishbah. This research is library research. And using the Maudhu'i interpretation method whose primary source is Tafsir Al-Mishbah. And the secondary sources are taken from various books, books, and journals that are. The word fahsya' is quite interesting to discuss because: First, the word fahsya>' has three derivations in the Qur'an, namely fahsya>', fa>hisyah, and fa>wahisy. Each of these words has a different area of meaning when it is in one sentence in the Qur'an. Second, the word fahsya>' in Arabic is mentioned as a bad deed and adultery while M. Quraish Shibab views this meaning as a meaning that has a fairly broad scope of meaning. The result of this research is that almost all of the use of the word fahsya>' is not accompanied by the mention of the sin referred to by fahsya>' in the verse, but in the view of M. Quraish Shihab the form of fahsya' when associated with the sentence of the verse can broadly mean that the act of fahsya>' in al-Qur’an. Then the use of the word fa>hisyah is almost always accompanied by a sign or mention of the sins referred to in the verse and all fa>hisyah actions are almost all related to sexual. while fa>wahisy, shows the act of sins in general, namely major sins and minor sins. With this, M. Quraish Shihab concludes that fahsya>' is the name for all actions or words even beliefs that are considered bad by a healthy soul and mind, and cause bad effects not only for the perpetrators but also for the environment. Keyword  : Tafsir Al-Mishbah, Fahsya>’, Fa>hisyah, Fawa>hisy.

Page 1 of 1 | Total Record : 8