cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ibn Abbas
ISSN : -     EISSN : 26207885     DOI : -
Core Subject : Social,
JURNAL IBN ABBAS MERUPAKAN JURNAL PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU ALQURAN DAN TAFSIR (S2) FAKULTAS USHULUDDIN DAN STUDI ISLAM YANG SECARA KOMPREHENSIF MENGKAJI BIDANG ALQURAN DAN ILMU-ILMU ALQURAN BERBASIS TURATS, ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2023): APRIL - SEPTEMBER" : 7 Documents clear
FEMINISME DALAM PENAFSIRAN AYAT QIWA Ismail, Muhammad
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 6, No 1 (2023): APRIL - SEPTEMBER
Publisher : Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UINSU Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ias.v6i1.19757

Abstract

Diskursus feminisme di Indonesia merupakan suatu hal penting dan relevan pada saat ini. Hal ini disebabkan kompleksitas wacana perempuan dalam berbagai upaya peningkatan kesadaran perempuan dan persoalan yang dihadapi perempuan. Dalam kehidupan sehari-hari, aspek perempuan setidaknya diperdebatkan dalam wacana seputar status, tubuh, peran, dan pemikirannya. Hal ini kemudian memunculkan gerakan pendukung femisnism dan anti feminism di Indonesia yang bertolak belakang dan saling mengkampanyekan gerakan masing-masing. Artikel ini hendak mengkaji pandangan tokoh pro feminism Amina Wadud dan Riffat Hassan sebagai aktivis feminis Muslim berdasarkan ayat Qiwamah yang menjadi sumber penafsirannya. Penelusuran ide dilakukan secara komparatif dengan melihat tulisan dan karya tafsirnya. Pada akhirnya, artikel ini menemukan adanya ketersalingan penafsiran ayat qiwa>mah perspektiF Riffat Hassan dan Amina Wadud: Pertama, Keprihatinan akan ketimpangan gender. Kedua, tidak adanya kesetaraan antara laki-laki dan perempuan baik dalam keluarga atau masyarakat. Ketiga, diagnosis bahwa dasar legitimasi atas superioritas laki-laki atas perempuan adalah bersumber dari hegemoni penafsiran ulama laki-laki yang cenderung maskulinitas dan mengunggulkan gendernya. Keempat, solusi dalam melawan hal tersebut adalah dengan memberikan    reinterpretasi    pada    ayat-ayat Al Qur’an  yang terkait perempuan dari perspektif perempuan (feminisme).Kata Kunci: Feminisme, Riffat Hassan, Amina Wadud, Qiwamah
TASAWUF DALAM PANDANGAN AL-QURAN DAN SUNNAH Siregar, Novalia Suriani; Aini, Khopipah; Jannah, Miftahul; Al Azhari, Fadhiel Akbar; Rambe, Anas Sofnur Zailani
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 6, No 1 (2023): APRIL - SEPTEMBER
Publisher : Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UINSU Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ias.v6i1.19758

Abstract

Artikel ini berkaitan dengan Tasawwuf dalam pandangan al-Qur’an dan Sunnah. Permasalahan yang hendak dijawab adalah bagaimana hakikat al-Quran dan Sunnah dalam perspektif Tasawuf. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah menelusuri dokumen, terutama pandangan para sufi tentang hakikat kalamullah dan beberapa ayat al-Qur’an yang dilakukan oleh para sufi.  Metode sspenelitian menunjukan bahwa kalamullah adalah bagian dari sifat Allah yang tidak tepisahkan dari zatnya sejak zaman Azali dan al-Qur’an yang dibaca saat ini merupakan lambang dari kalamullah yang diterima oleh  Nabi Muhammad SAW. Adapun pandangan tasawuf tentang makna al-Quran terbagi kepada dua hal, yaitu mengungkap mursalin ilyas, al-Quran dan Hadis dalam makna sesuai hakikat yang sebenarnya, dan memunculkan makna dengan tujuan untuk membimbing para salik untuk mencapai makrifatullah.Kata kunci : Tasawuf, mursalin ilyas, al-Quran, Hadis, Sufi, salik, makrifatullah
Analisis Kalimat Istifha>m dalam QS. At-Ti>n Ayat 8: Studi Semiotika Charles Sanders Peirce Ashri, Zainul
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 6, No 1 (2023): APRIL - SEPTEMBER
Publisher : Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UINSU Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ias.v6i1.19754

Abstract

Kalimat istifha>m tidak selamanya diartikan sebagai kalimat pertanyaan yang membutuhkan jawaban. Namun sebaliknya, kalimat tanya bisa beralihfungsi menjadi kalimat perintah, kalimat berita dan kalimat larangan. Dalam ilmu balaghah, kalimat tanya seperti ini masuk dalam klasifikasi kalimat istifha>m majazi. Hal yang menjadi polemik dalam dunia akademik ketika ilmu balaghah tidak bisa menjelaskan perubuhan fungsi kalimat dengan lebih jelas, hanya sekedar memberikan teori bila ada partikel kalimat tanya seperti kata “hamzah” atau “hal” dalam suatu ayat. Oleh sebab itu, tulisan ini ingin menggali lebih detail lagi penyebab pengalihfungsian kalimat istifha>m dengan metode semiotika Peirce. Di mana konsep semiotika Peirce merupakan proses penafsiran yang berasal dari proses semiosis obyek dan representament yang nantinya akan menghasilkan interpretant. Dengan konsep semiotika Peirce, tulisan ini fokus dalam menggali interpretant dari katlimat istifha>m pada QS. At-Ti>n ayat 8.Dengan menggunakan studi kepustakaan, dan analisis-deskriptif hasil penelitian ini menunjukkan, QS. At-Ti>n ayat 8 sebagai salah satu contoh kalimat istifha>m bila dikaji dengan teori semiotika Peirce akan mendapati tiga interpretasi, pertama, kalimat istifha>m pada ayat tersebut termasuk dalam kalimat tanya kovirmatif yang sifatnya potensial yang masih menunggu konvirmasi dari kemungkinan-kemungkinan yang ada. Kedua, kaliamat istifha>m termasuk dalam istifha>m majazi yang memberikan makna pernyataan dan sifatnya faktual, kefaktualannya sudah diakui dalam ilmu balaghah, dan Ketiga, sebagai penegasan bahwa hakim dan keadilan yang paling adil didapati dari Allah Swt, di mana hal ini bersifat konvensional yang didapati dari proses semiosis obyek dan representament ayat-ayat sebelumnya.Kata Kunci: Kalimat Istifha>m, Semiotika Carles Sanders Peirce.
ISA AL-MASIH SEBAGAI RUHUL KUDUS DALAM ALQURAN (ANALISIS TAFSIR AL-AZHAR KARYA BUYA HAMKA) Hasibuan, Muhammad Fakih; Arifinsyah, Arifinsyah; Wanto, Sugeng
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 6, No 1 (2023): APRIL - SEPTEMBER
Publisher : Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UINSU Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ias.v6i1.19759

Abstract

Isa Al Masih / Yesus Kristus, kisah penyalibannya menurut Kristen dan Islammemilikihistorisyangberbeda-beda.UmatKristianimeyakinibahwaIsaAlMasihmeninggaldalamkeadaandisalibkarenaberkaitandengandoktrinpengampunandosa-dosayangturuntemurundiwariskanolehAdamdanHawa kepadasemuaumatmanusia.SedangumatIslam,menjadiduakubudalammenyikapiapakahNabiIsaAStelah wafatatau masihhidup.BuyaHamka,seorang mufassir Muslim dari Indonesia memiliki pendapat bahwa Isa Al Masihtidak disalib dantidakterbunuh.Fokuspenelitiandalamskripsiiniuntukmendalami1)ApaituRuhulQudus?;2)BagaimanaprofilBuyaHamka?;3)BagaimanapenafsiranBuyaHamkaterhadapayatpenyalibandankematianIsa AlMasihdalamAlquran?;Penelitianinimerupakanjenispenelitiankepustakaan(libraryresearch),dimana data-data yang dipakai adalah data kepustakaan yang berkaitan denganpermasalahan penyaliban IsaAl Masihdalam Alquran (studi tafsir al-Azhar).Adapun bentuk penyajian datanya adalah dengan deskriptif-kualitatif metodologitafsirmenggunakan metodeanalisisisi.Hasil temuan menunjukkan bahwa peristiwa kelahiran Isa AlMasih merupakanperistiwamukjizatdariTuhanpenciptaAlam.IsaAl-Masihdilahirkanolehseorang perempuan suci, Maryam binti Imran. Kehamilannya melalui tiupan ruholeh malaikat Jibril. Eksistensi Isa Al-Masih sebagai rasul atau Tuhan, menurutAlquran, Isa al-Masih adalah utusan Allah SWT,yang datang kepada bangsaIsraeluntukmenggenapifirmanAllahSWT,yangadadidalamkitabTauratsebelum Injil. Lain halnya dengan kitab Injil menjelaskan tentang Isa / Yesus,merupakanoknumAllahyanghadirmenjelmamenjadimanusiadantinggalbersamabangsaIsrael.MerekayakinkedatanganYesusakanmembawakedamaian dan penebusan dosa bagi bangsa Israel, untuk membuktikan yesusadalahtuhan,merekahendakmembunuhdanmenyalibkannya,setelahkematianya diatas kayu salib Yesus hidup dan mendatangi murid-muridnya, agarmemberitakankabargembiradarikerajaantuhan dilangit.KataKunci:Isaal-Masih,RuhulKudus,BuyaHamka.Isa Al Masih / Yesus Kristus, kisah penyalibannya menurut Kristen dan Islammemilikihistorisyangberbeda-beda.UmatKristianimeyakinibahwaIsaAlMasihmeninggaldalamkeadaandisalibkarenaberkaitandengandoktrinpengampunandosa-dosayangturuntemurundiwariskanolehAdamdanHawa kepadasemuaumatmanusia.SedangumatIslam,menjadiduakubudalammenyikapiapakahNabiIsaAStelah wafatatau masihhidup.BuyaHamka,seorang mufassir Muslim dari Indonesia memiliki pendapat bahwa Isa Al Masihtidak disalib dantidakterbunuh.Fokuspenelitiandalamskripsiiniuntukmendalami1)ApaituRuhulQudus?;2)BagaimanaprofilBuyaHamka?;3)BagaimanapenafsiranBuyaHamkaterhadapayatpenyalibandankematianIsa AlMasihdalamAlquran?;Penelitianinimerupakanjenispenelitiankepustakaan(libraryresearch),dimana data-data yang dipakai adalah data kepustakaan yang berkaitan denganpermasalahan penyaliban IsaAl Masihdalam Alquran (studi tafsir al-Azhar).Adapun bentuk penyajian datanya adalah dengan deskriptif-kualitatif metodologitafsirmenggunakan metodeanalisisisi.Hasil temuan menunjukkan bahwa peristiwa kelahiran Isa AlMasih merupakanperistiwamukjizatdariTuhanpenciptaAlam.IsaAl-Masihdilahirkanolehseorang perempuan suci, Maryam binti Imran. Kehamilannya melalui tiupan ruholeh malaikat Jibril. Eksistensi Isa Al-Masih sebagai rasul atau Tuhan, menurutAlquran, Isa al-Masih adalah utusan Allah SWT,yang datang kepada bangsaIsraeluntukmenggenapifirmanAllahSWT,yangadadidalamkitabTauratsebelum Injil. Lain halnya dengan kitab Injil menjelaskan tentang Isa / Yesus,merupakanoknumAllahyanghadirmenjelmamenjadimanusiadantinggalbersamabangsaIsrael.MerekayakinkedatanganYesusakanmembawakedamaian dan penebusan dosa bagi bangsa Israel, untuk membuktikan yesusadalahtuhan,merekahendakmembunuhdanmenyalibkannya,setelahkematianya diatas kayu salib Yesus hidup dan mendatangi murid-muridnya, agarmemberitakankabargembiradarikerajaantuhan dilangit.KataKunci:Isaal-Masih,RuhulKudus,BuyaHamka.
Generasi Rabbani: Kearifan Al-Qur’an dan Kebangkitan Kepemimpinan Moral Melawan Fenomena Public Enemy Sulistyarini, Angger
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 6, No 1 (2023): APRIL - SEPTEMBER
Publisher : Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UINSU Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ias.v6i1.19755

Abstract

Generasi rabbani adalah kelompok individu yang muncul sebagai respons terhadap berbagai fenomena "public enemy" yang mengancam ketertiban sosial dan moral dalam masyarakat. Mereka memandang al-Qur’an sebagai sumber utama panduan dalam membangun kepemimpinan moral yang kuat. Dalam menghadapi tantangan zaman, generasi rabbani menggali kearifan al-Qur’an untuk mengembangkan strategi pemimpin moral yang efektif. Penelitian ini akan mengulas peran penting al-Qur’an dalam membentuk karakter dan kepemimpinan moral generasi rabbani. Selain itu, akan dibahas upaya mereka dalam menghadapi berbagai fenomena "public enemy," seperti korupsi, kekerasan, dan degradasi moral, melalui penerapan nilai-nilai al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan ini, generasi rabbani berusaha memperkuat fondasi moral masyarakat, menginspirasi perubahan positif, dan merintis jalan menuju kebangkitan kepemimpinan moral yang berkelanjutan.Kata Kunci: Generasi rabbani, kepemimpinan moral, public enemy
KOLERASI ALQUR’AN DENGAN HADIS Siregar, Idris
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 6, No 1 (2023): APRIL - SEPTEMBER
Publisher : Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UINSU Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ias.v6i1.19760

Abstract

Al-Qur’an dan Hadits tidak lain adalah sumber hukum utama yang tidak dapat disangkal: juga memiliki hubungan simbiosis antara satu sama lain dalam menentukan diktum hukum. Artikel ini akan menguraikan tujuan hubungan mereka. Setidaknya ada empat masalah yang harus diungkap: kasus terminologi al-Qur’an dan Hadits, hierarki keduanya, fungsi Hadits terhadap al-Qur’an, dan penjelasan Hadits terhadap al-Qur’an. Di dalam Al-quran terdapat peraturan-peraturan seperti beribadah langsung kepada Allah, berkeluarga, bermasyarakat, berdagang. utang-piutang, kewarisan, pendidikan dan pengajaran, pidana, dan aspek- aspek kehidupan lainnya yang oleh Allah dijamin dapat berlaku dan dapat sesuai pada setiap tempat dan setiap waktu. Hadis merupakan sumber ajaran Islam kedua setelah Al-Qur’an. Istilah hadis ini biasanya mengacu pada segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW. Berupa sabda, perbuatan, persetujuan. Salah satu disiplin ilmu yang mengkaji tentang hadis, perawi, sanad, asbabulwurud, adalah Ilmu hadis. Tahap perkembangan ilmu hadis. Banyak terjadi permasalahan baik itu karena faktor internal maupun faktor eksternal. Penelitian ini menggunakan Metode Pendekatan kualitatif yang digunakan peneliti adalah penelitian kepustakaan. Kegiatan yang berkaitan dengan metode pengumpulan data perpustakaan.Menurut Abdul Rahman Sholeh, penelitian kepustakaan adalah penelitian yang menggunakan metode pencarian web untuk mengambil informasi perpustakaan seperti buku, makalah penelitian, jurnal, laporan sejarah, buku penelitian rumah, dan lain-lain. Berhubungan dengan barang murni. Perpustakaan penelitian memiliki.  Kesimpulannya dalam penelitian ini adalah Fungsi al-Hadits terhadap al-Qur’an menjadi tiga kemungkinan, yaitu Al-l ladits mempunyai fungsi memperkuat dan mengokohkan kembali apa yang pernah ditetapkan al-Qur’an.Kata Kunci: Al-Qur’an, Hadis dan Kolerasi
Hubungan Al-Ins dan Al- Jinn dalam Perspektif Al-Qur’an Umam, Reza Wasilul; Soleh, Achmad Khudori
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 6, No 1 (2023): APRIL - SEPTEMBER
Publisher : Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UINSU Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ias.v6i1.19756

Abstract

Allah SWT dalam menciptakan makhluk, ada yang tampak dan ada yang tidak tampak. Di antara makhluk yang tampak ialah manusia, sedangkan makhluk yang tidak tampak ialah jin. Al-Qur‟an sendiri memberi perhatian yang besar terhadap jin dan manusia, terbukti banyak ayat yang menyebut kedua kata tersebut dan menjelaskan haliyah kedua makhluk tersebut. Selain itu, kedua kata tersebut dijadikan salah satu nama surat dalam al-Qur’an. Lebih-lebih jin sebagai makhluk gaib yang setiap orang bertakwa wajib mempercayainya. Kajian ini sangatlah penting untuk dipelajari lebih dalam karena merupakan hal yang harus diyakini dan dibedakan anatara fungsi manusia dan jin dimuka bumi. Tujan penelitian ini adalah melihat secara seksama hubungan antara jin dan manusia (lafadz al-ins dan al-jin) didalam al-Quran yang sering digadengkan. Metode yang digunakan dalam penelitian  ini adalah metode penelitian kepustakaan dengan menggunakan Al-ur’an dan tafsir sebagai rujukan utama dan jurnal penelitian terdahulu sebagai tambahan informasi. Hasil dari penelitian ini adalah (1) jin dan manusia merupakan makhaluk allah yang memiliki tugas yang sama dengan berbagai hubungan dan persamaan-persamaan sifat dari jin dan manusia. (2) manusia adalah makhluk allah yang sempura dengan dibekali akal dan menjalankan tugas sebagai khalifah dibumi. (3) jin adalah mahluk Allah yang akan menjadi penggiring manusia untuk lengah terhadap perintah Allah sampai hari kiamat.   Keywords: Jin, Manusia, Al-Qur’an

Page 1 of 1 | Total Record : 7