cover
Contact Name
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil)
Contact Email
jproteksi@upr.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jproteksi@upr.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil)
ISSN : 24604305     EISSN : 24604410     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil), ISSN 2460-4305 (online), ISSN 2460-4410 (print), yang diterbitkan dua kali dalam satu Tahun (Bulan Januari dan Bulan Juli).
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 2: Edisi Juli 2016" : 14 Documents clear
PENGGUNAAN ABU BATU KAPUR DESA BUHUT JAYA KABUPATEN KAPUAS SEBAGAI TAMBAHAN FILLER PADA CAMPURAN HOT ROLLED SHEET-BASE (HRS-BASE) Agung, Hendri; Supiyan, Supiyan; Aqli, Zainal
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 2, No 2: Edisi Juli 2016
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Filler merupakan salah satu bahan penyusun yang halus yang ada dalam campuran aspal panas. Biasanya dalam agregat kasar dan agregat halus sudah terdapat kandungan filler, namun kadarnya tidak dapat memenuhi kebutuhan yang ada, sehingga perlu penambahan filler untuk mengatasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah abu batu kapur dari Desa Buhut Jaya, Kabupaten Kapuas, dapat memenuhi syarat sebagai tambahan filler apabila digunakan pada campuran pembentuk Lataston Lapis Pondasi  (HRS-Base) dan untuk mengetahui pengaruh pengunaan Abu Batu kapur apabila kadar dalam campuran divariasikan. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa berdasarkan sifat-sifat fisik abu batu kapur dari Desa Buhut Jaya, Kabupaten Kapuas dapat digunakan sebagai tambahan filler pada campuran Lataston Lapis Pondasi (HRS-Base). Untuk mengetahui pengaruh abu batu kapur Desa Buhut Jaya tersebut, dibuat 4 (empat) komposisi campuran dengan masing-masing 5 (lima) variasi kadar aspal. Komposisi A (agregat kasar 48%, abu batu 21%, dan pasir 31% dengan tambahan filler 0%), komposisi B (agregat kasar 48%, abu batu 21%, dan pasir 31% dengan tambahan filler 1,5%), komposisi C (agregat kasar 48%, abu batu 21%, dan pasir 31% dengan tambahan filler 3%), dan komposisi D (agregat kasar 48%, abu batu 21%, dan pasir 31% dengan tambahan filler 4,5%), Berdasarkan hasil tes Marshall  untuk komposisi A diperoleh nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) sebesar 7,275%, komposisi B diperoleh nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) sebesar 6,7% dan komposisi  C diperoleh nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) sebesar 6,8% dan komposisi D tidak mempunyai nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) karena tidak memenuhi Nilai Karakteristik Marshall yang diisyaratkan dalam campuran HRS-Base. Kata kunci: Lataston Lapis Aus, Tes Marshall, Kadar Aspal Optimum
PERENCANAAN STRUKTUR ATAP CANGKANG PADA MASJID AGUNG KUBAH KECUBUNG KOTA PALANGKA RAYA Ananta, Jonny Ari; Maryanto, Maryanto; Meilawaty, Okta
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 2, No 2: Edisi Juli 2016
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Seiring dengan berkembangnya teknologi yang didasari dengan kemajuan ilmu pengetahuan di beberapa bidang, salah satunya bidang konstruksi, banyak diperlukannya tenaga ahli dibidang perencanaan struktur bangunan. Seorang lulusan teknik sipil diharapkan mampu memahami dasar-dasar perencanaan struktur bangunan.   Studi perencanaan ini secara garis besar melalui beberapa tahapan: (1) Mengumpulkan data teknis perencanaan. (2) Kajian literatur teori struktur pelat dan cangkang. (3) Menentukan bentuk geometri, material, sistem struktur dan metode pelaksanaan konstruksi. (4) Analisis pembebanan pada struktur cangkang. (5) Desain penulangan struktur cangkang. (6) Gambar desain.  Setelah selesai dilakukannya analisis dan desain maka direncanakan struktur menggunakan material beton mutu K-400 (setara fc‟ = 33,20 Mpa) dengan tebal cangkang 80 mm yang diperkuat dengan tulangan mutu BJTD-40 (setara fy = 390 Mpa). Tulangan pada arah meridional direncanakan D 13-100 mm dan pada arah melingkar direncanakan D 13-150 mm. Kata Kunci: Perencanaan Struktur, Struktur Cangkang, Kubah Masjid
VARIASI DIMENSI PIPA BELL SIPHON TERHADAP EFEKTIFITAS TERHADAP PENGURAS SEPTIC TANK TERAPUNG Imamsyah, Mohammad; Nindito, Dwi Anung; Kamiana, I Made
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 2, No 2: Edisi Juli 2016
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Sungai Kahayan juga merupakan tempat pembuangan limbah dari aktifitas manusia seperti limbah industri, limbah rumah tangga, bahkan kotoran manusia atau tinja yang dibuang secara langsung ke badan air karena tidak terdapat fasilitas septic tank (tangki septik). Berkenaan dengan itu dibutuhkan suatu modifikasi atau inovasi dari septic tank yang dapat digunakan masyarakat tepian sungai. Modifikasi septic tank terapung harus disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga diharapkan septic tank terapung ini dapat dikuras secara mekanis dengan alat penguras otomatis. Oleh karena itu diperlukan alat penguras (bell siphon) dalam modifikasi septic tank terapung. Beberapa variasi yang akan dirunning meliputi komponen bell siphon yaitu, Siphon Diameter (A), Drow Down (B),  Custom Width of Trap (C), Bottom of Trap to Low Water Line (D), Bottom of Discharge to Low Water Line (E), Bottom of Trap to Bottom of Discharge (F), Height of Trap Above Low Water Line (G) dan Trap to Discharge (H). Dalam memvariasi komponen bell siphon untuk ukuran yang akan divariasi meliputi, Siphon Diameter (A) digunakan 2 jenis ukuran pipa yang berbeda yaitu A1 (1 inchi) dan A2 (2 inchi). Variabel tidak tetap yaitu Height of Trap Above Low Water Line (G) dengan ukuran G1 (5 cm atau posisi minimal), G2 (10 cm), G3 (15 cm) dan G4 (20 cm atau posisi maksimal). Variabel tetap yaitu Bottom of Trap to Bottom of Discharge (F) dengan ukuran F1 (21.5 cm), F2 (18.5 cm), F3 (15.2 cm) dan F4 (12 cm).  Berdasarkan hasil pengumpulan dan analisis data diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) Penerapan bell siphon pada tampungan air di zona pembuangan, diperoleh kondisi paling optimal terkait ukuran dan dimensi bell siphon yaitu: (a) pada running pipa 1 inchi (A1G3D4F1), (b) pada running pipa 2 inchi (A2G4D4F2). Kriteria optimal diperoleh berdasarkan kondisi nilai D optimal, nilai G optimal dan nilai B optimal. Semakin tinggi nilai G, maka semakin besar pula nilai B. (2) Penerapan bell siphon pada tampungan air terkait efektifitas lama pengurasan bell siphon didasarkan pada nilai D optimal, F optimal dan G optimal, pada tiap variabel tetap (B). Nilai B yang mendekati terdapat pada kode variasi running A1G4D4F3 (1 inchi) dan A2G4D4F3 (2 inchi), untuk tinggi B yang sama, maka semakin cepat proses pengurasan T (waktu menguras semakin kecil). Untuk nilai B yang sama, semakin rendah nilai (F), maka semakin cepat pengurasan T (waktu menguras semakin kecil). Kata Kunci: Dimensi Bell Siphon, Efektifitas Penguras, Septic Tank
ANALISIS LAPIS PONDASI JALAN DENGAN CAMPURAN MATERIAL BERVARIASI TINJAUAN CALIFORNIA BEARING RATIO (CBR) Lestari, Mita; Yani, Muhammad Ikhwan; Gandi, Suradji
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 2, No 2: Edisi Juli 2016
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Lapis pondasi jalan, baik lapis pondasi bawah (subbase course), lapis pondasi bawah (base course) adalah lapisan yang mendukung lapis permukaan (surface course). Lapisan pondasi atas adalah lapisan perkerasan yang terletak di antara lapis pondasi bawah dan lapis permukaan. Lapisan pondasi atas terdiri dari material dominan kerikil, elemen lapis pondasi atas material yang digunakan adalah material ATB (Asphalt Treated Base) atau disebut laston (lapis aspal beton) atas. Komposisi campuran material (batu, pasir dan abu batu) jika dikomposisikan dengan benar akan menghasilkan nilai CBR yang besar. Semakin besar nilai CBR maka semakin kuat lapis pondasi jalan. Pelaksanaan penelitian ini dibagi menjadi 2, yaitu pengujian pendahuluan dan pengujian utama. Pengujian pendahuluan digunakan untuk mengetahui sifat fisik dari agregat. Sedangkan pengujian utama adalah pengujian CBR dan pemadatan. Nilai CBR merupakan nilai bandingan antara gaya yang diperlukan untuk menekan tanah dengan piston yang berukuran standar (1925 mm²). Persyaratan utama dari lapis pondasi agregat kelas A adalah nilai CBR harus mencapai minimal 90%.Dari tiga lokasi daerah sampel batu yang diambil yaitu batu Palurejo, batu Sibung/Saing dan Tangkiling. Ada 2 daerah yang memenuhi syarat untuk agregat base kelas A yaitu batu Sibung/Saing dan batu Tangkiling. Dari tiga komposisi yang dibuat ada satu komposisi yang memenuhi syarat yaitu komposisi II (60% batu, 30% abu batu, 10% pasir) dengan nilai CBR batu Sibung/Saing 90,50% dan batu Tangkiling 90,33%, sedangkan untuk batu Palurejo tidak memenuhi syarat dengan nilai CBR 77,77%<90%.Kata Kunci: CBR, Pemadatan, Agregat
STUDI PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ARUS SUNGAI DENGAN MEMANFAATKAN ARUS SUNGAI BARITO DI KABUPATEN BARITO UTARA (STUDI KASUS DI TIGA ALTERNATIF LOKASI PADA DESA SIKAN KECAMATAN MONTALAT) Rakhmadi, Akhmad Rizky; Ariati, Ariati; Jaya, Allan Restu
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 2, No 2: Edisi Juli 2016
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Sungai Barito merupakan salah satu sungai yang berada di Kalimantan Tengah yang memiliki potensi sangat besar sebagai sumber pembangkit tenaga listrik, hal ini sesuai dengan keadaan iklim, topografi dan hidrologinya yang merupakan merupakan wilayah dataran tinggi, dengan selalu tersedianya aliran air karena curah hujan pertahunnya relatif tinggi, oleh sebab itu maka perlu dilakukan sebuah analisis dan perencanaan pembangkit listrik yang memanfaatkan aliran sungai barito mengingat masih banyaknya pemukiman di tepian Sungai Barito yang belum dilengkapi oleh jaringan listrik milik pemerintah. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap: (1) mengetahui gambaran umum lokasi penelitian seperti lokasi, pemukiman, aksebilitas, tata guna lahan, dan fasilitas kelistrikan. (2) mengambil data kecepatan aliran dengan alat current meter di tiga lokasi berbeda di desa sikan. (3) menganalisis data current meter untuk menetukan lokasi yang paling tepat untuk penempatan PLTAS. (4) pembuatan model generator dan turbin PLTAS. (5) percobaan perangkat PLTAS untuk mengetahui daya yang dihasilkan (6) perencanaan ponton PLTAS sederhana. Dari hasil analisis data alat current meter 2-37415 yang telah dikalibrasi oleh Dinas PU Provinsi Kalimantan Tengah dengan rumus  untuk n> 0,25 didapat bahwa bagian hilir Desa Sikan memiliki kecepatan aliran rata-rata terbesar yaitu 3,58 m/dt, maka dengan demikian lokasi tersebut dipilih sebagai tempat penempatan perangkat PLTAS. Perangkat PLTAS terdiri dari generator yang dibuat dari modifikasi dinamo starter kendaraan roda empat yang dibuat seefektif mungkin untuk aliran tepian sungai, turbin direncanakan terdiri dari beberapa bagian seperti rangka besi dan kincir yang berfungsi mengalirkan energi kinetik ke generator, dan bagian terakhir perangkat PLTAS adalah ponton yang digunakan untuk meletakan generator dan kincir. Dari hasil uji di lapangan perangkat PLTAS dapat menghasilkan daya sebesar 4,93 V (DC) untuk kecepatan aliran sebesar 0,403 m/dt, maka dengan ekstrapolasi data didapat besarnya daya yang dihasilkan aliran air di hilir Desa Sikan dengan kecepatan 3,58 m/dt sebesar 43.807 V (DC). Kata Kunci: Perangkat PLTAS, Penentuan Lokasi PLTAS, Daya Listrik PLTAS
KAJIAN TEKNIS PERKERASAN LANDAS PACU (STUDI KASUS BANDAR UDARA TJILIK RIWUT PALANGKA RAYA) Oktosuyono, Oktosuyono; Robby, Robby; Amin, Muhamad
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 2, No 2: Edisi Juli 2016
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Bandar Udara Tjilik Riwut Palangka Raya mengalami pertumbuhan penumpang yang cukup pesat, hal tersebut membuat aktivitas lalu lintas di Bandar Udara Tjilik Riwut meningkat. Secara integrasi perkembangan tersebut menuntut akan adanya perbaikan serta peningkatan fasilitas penting. Landas pacu (runway) merupakan fasitas utama dan penting untuk bandar udara, sebab runway adalah jalur perkerasan yang dipergunakan oleh pesawat terbang untuk mendarat (landing) atau lepas landas (take off), yang harus memiliki kemampuan dari segi kekuatan untuk menahan beban lalu lintas pesawat di atasnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran jelas tentang perkembangan pesawat, penumpang dan barang untuk proyeksi Tahun 2013 sampai dengan Tahun 2022. Merencanakan perkerasan landas pacu yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan lalu lintas udara untuk proyeksi Tahun 2022. Mengevaluasi perkerasan landas pacu kondisi sekarang terhadap kebutuhan perkerasan di Tahun 2022. Serta memberikan solusi perencanaan perkerasan landas pacu terhadap kondisi sekarang, untuk mengimbangi kebutuhan perkerasan di Tahun 2022 Teknik ramalan (forecasting) perkembangan aktivitas penumpang Tahun 2022 menggunakan Metode Regresi. Sehingga diperoleh pergerakan penumpang di Bandar Udara Tjilik Riwut rute Palangka Raya-Jakarta pada Tahun 2022 dengan jumlah 264.852 penumpang atau meningkat 70,05% dari Tahun 2013 dengan jumlah penumpang berangkat 155.319. Hasil perencanaan perkerasan landas pacu menggunakan Metode Federal Adviation Administration (FAA) didapat kebutuhan perkerasan landas pacu untuk pesawat rencana eksisting B767-900ER membutuhkan tebal total perkerasan 40 inch, dengan lapisan subbase 24 inch, base 12 inch, dan surface 4 inch. dan kebutuhan untuk pesawat rencana pilihan B767-300 membutuhkan tebal total perkerasan 46 inch, dengan lapisan subbase 28,50 inch, base 13,50 inch, surface 4 inch. Hasil perencanaan perkerasan landas pacu menggunakan metode Load Clasification Number (LCN) didapat. Kebutuhan perkerasan landas pacu untuk pesawat rencana eksisting B767-900ER membutuhkan tebal total perkerasan 36 inch, dengan lapisan subbase 19 inch, base 13 inch, dan surface 4 inch. dan kebutuhan untuk pesawat rencana pilihan B767-300 membutuhkan tebal total perkerasan 34 inch, dengan lapisan 18,50 inch, base 11,50 inch, surface 4 inch. Kata kunci: Bandar Udara, Forecasting, Perencanaan Landas Pacu, FAA, LCN
ANALISIS SIMPANG BERSINYAL TERKOORDINASI DI KOTA PALANGKA RAYA Kurnia, Indra; Silitonga, Sutan Parasian; Desriantomy, Desriantomy
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 2, No 2: Edisi Juli 2016
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Keberadaan persimpangan yang tidak dapat dihindari menjadi salah satu yang harus diperhatikan dalam rangka melancarkan arus transportasi perkotaan, hal ini pulalah yang terjadi pada Kota Palangka Raya di ruas Jalan Letjen S. Parman dan Jalan A.Yani. Terdapat dua simpang bersinyal dan satu simpang tidak bersinyal yang berdekatan pada ruas tersebut, agar terciptanya suatu pengaturan simpang yang sangat baik, perlu koodinasi simpang yang berhubungan dan memberikan pengaturan siklus lampu terbaik agar terjadi kinerja simpang yang terkoordinasi untuk dapat mengurangi waktu tundaan dan antrian. Jenis data yang digunakan untuk keperluan analisis adalah data primer dan data sekunder. Data primer meliputi data geometrik jalan, data kondisi lingkungan, data arus lalu lintas, dan data waktu sinyal. Pencatatan arus lalu lintas dibagi dalam kendaraan ringan, kendaraan berat, sepeda motor dan kendaraan tak bermotor. Sedangkan untuk data sekunder yang berupa data jumlah penduduk. Data tersebut dianalisis menggunakan Metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997. Untuk koordinasi simpang dengan cara menghitung interval waktu antar hijau pada simpang yang akan di koordinasikan. Dikoordinasikan waktu siklus 41 detik dengan tundaan rata-rata sebesar 14,506 det/smp. Setelah dilakukan perencanaan waktu siklus 60 detik didapat tundaan rata-rata sebesar 16,031 det/smp, sehingga mengalami peningkatan waktu tundaan dengan indeks tingkat pelayanan C (sedang), karena tundaan kendaraan rata-rata 15,0-25,0 detik. Sedangkan untuk simpang Jalan Jend Sudirman bahwa DS simpang saat ini masih dalam kondisi baik dengan waktu tundaan total sebesar 8,9 detik/smp. Kata Kunci: Simpang bersinyal, terkoordinasi, waktu siklus, jarak
PEMANFAATAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KAWASAN FLAMBOYAN BAWAH Amiany, Amiany
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 2, No 2: Edisi Juli 2016
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) hadir sebagai sebuah kebutuhan utama bagi masyarakat perkotaan yang setiap harinya kehidupannya dipenuhi dengan aktivitas rutin. Namun ketersediaan RTH kota yang dirasakan kurang, menjadikan RTH sebagai sesuatu yang langka, padahal terdapat berbagai macam peraturan yang dibuat pemerintah perihal keberadaan RTH tersebut. Publik merupakan sekumpulan orang-orang tak terbatas siapa saja, dan space atau ruang merupakan suatu bentukan tiga dimensi yang terjadi akibat adanya unsur-unsur yang membatasinya (Ching, 1992). Berdasarkan Keputusan Presiden No. 32 tahun 1990, tentang pengelolaan kawasan lindung Bab I Pasal 1 ayat 7 menjelaskan bahwa tepian sungai seharusnya memiliki sempadan sungai yaitu kawasan sepanjang kiri kanan sungai, termasuk sungai buatan/kanal/saluran irigasi primer, yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi sungai.  Namun pada kenyataan yang ada saat ini di lokasi penelitian di tepian Sungai Kahayan ini justru ditutupi oleh permukiman penduduk tanpa adanya Ruang Terbuka Hijau seperti yang diharuskan dalam peraturan tersebut. Penelitian ini pada hakekatnya akan mengkaji lebih mendalam terhadap aspek fisik keberadaan Ruang Terbuka Hijau yang berada di sepanjang Sungai Kahayan tepatnya Flamboyan Bawah (dari arah belakang Aline Photo Studio hingga belakang Toko Swalayan Telaga Biru RT 01-RT 05/RW VIII) karena ternyata hampir seluruh rumah dikawasan permukiman tepian Sungai Kahayan khususnya Flamboyan bawah ini sudah tumbuh berkembang kawasan permukiman padat padahal sejak awalnya memang peruntukan tanah tepian Sungai Kahayan merupakan jalur hijau.  Kata Kunci: Pemanfaatan, Ruang Terbuka Hijau
ANALISIS PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI KONTRAKTUAL DENGAN PROYEK KONSTRUKSI BERBASIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Angguna, Rissa; Lendra, Lendra; Happy, Veronika
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 2, No 2: Edisi Juli 2016
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Pembangunan diberbagai bidang yang berada di Indonesia semakin berkembang. Umumnya dari berbagai jenis pembangunan konstruksi yang berada di Indonesia dilaksanakan secara kontraktual. Hubungan kontraktual adalah suatu hubungan kerja sama antara pengguna jasa (pemilik proyek) dan penyedia jasa (kontraktor) dan pemilihan kontraktor dilakukan dengan cara lelang, dengan kata lain kontraktor sebagai pelaksana suatu proyek yang dipilih sebagai pelaksana suatu proyek sesuai dengan keahliannya. Pada Tahun 1999 pemerintah menggagasan bahwa pembangunan yang ada harus melibatkan partisipasi masyarakat atau yang biasa disebut pemberdayaan masyarakat. Proyek konstruksi berbasis pemberdayaan masyarakat ini menitik beratkan pada pekerjaan konstruksi sesuai kebutuhan masyarakat dan dilaksanakan oleh masyarakat itu sendiri. Proyek konstruksi kontraktual maupun pemberdayaan masyarakat memiliki penilaian masing-masing yang membuat mengapa sebuah proyek konstruksi tidak hanya dikerjakan secara kontraktual melainkan juga secara pemberdayaan masyarakat. Antara kontraktual dan pemberdayaan masyarakat memiliki perbedaan yang membuat sebuah proyek konstruksi berbeda dalam pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penting dalam pelaksanaan proyek dan mengetahui faktor dominan bagi pelaksanaan proyek bagi kontraktor dan kelompok swadaya masyarakat. Metode penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuisioner kepada kontraktor dan kelompok swadaya masyarakat, selanjutnya dianalisis secara statistik dengan menggunakan analisis deskriptif untuk mengetahui faktor penting untuk proyek konstruksi secara kontraktual dan pemberdayaan masyarakat, serta mengetahui faktor dominan bagi proyek konstruksi secara kontraktual dan pemberdayaan masyarakat. Hasil analisis berdasarkan pendapat kontraktor menunjukkan faktor penting bagi proyek konstruksi secara kontraktual berdasarkan peringkat adalah mutu, administrasi, waktu, volume, ruang lingkup, biaya, risiko dan sumber daya. Selanjutnya untuk faktor dominan bagi pelaksanaan proyek kontraktual berdasarkan peringkat dan nilai mean tertinggi menunjukkan bahwa mutu dengan nilai mean 4,41, varian 0,37 dan standar deviasi 0,60. Berdasarkan pendapat kelompok swadaya masyarakat faktor penting berdasarkan peringkatnya adalah biaya, administrasi, volume, mutu, ruang lingkup, waktu, risiko, dan sumber daya. Dan faktor dominan bagi pelaksanaan proyek konstruksi secara pemberdayaan masyarakat berdasarkan peringkat dan nilai mean tertinggi adalah biaya dengan nilai mean 4,59, varian 0,23 dan standar deviasi 0,48.Kata kunci: Proyek Konstruksi, Kontraktual, Pemberdayaan Masyarakat, Faktor Penting, Faktor Dominan, Palangka Raya
ANALISIS ALAT ANGKUTAN (TRUK) SAMPAH TERHADAP MUNCULNYA PERMASALAHAN PENUMPUKAN SAMPAH DI JALAN R.T.A. MILONO KOTA PALANGKA RAYA Nopendi, Nopendi; Desriantomy, Desriantomy; Murniati, Murniati
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 2, No 2: Edisi Juli 2016
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Dalam perkembangannya, sistem angkutan sampah (truk) yang menuju tempat pembuangan akhir (TPA) masih menggunakan dump truk bak terbuka. Moda angkutan sampah kota merupakan sarana yang sangat penting untuk menunjang kelancaran masyarakat sekarang ini. Maka diperlukan sarana transportasi untuk mengangkut sampah dari hulu (sumber sampah) sampai ke hilir (tempat pembuangan akhir) yaitu TPA KM 14 Tjilik Riwut yang terletak di Kota Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan merencanakan jumlah tempat pembuangan sampah sementara (TPS) berdasarkan proyeksi jumlah penduduk pada Tahun 2015 s.d 2019. Merencanakan jumlah armada yang dibutuhkan untuk mengangkut timbulan sampah berdasarkan proyeksi jumlah penduduk pada Tahun 2015 s.d 2019. Berdasarkan analisis faktor–faktor yang menjadi karakteristik Proyeksi jumlah TPS yang dibutuhkan di Rute I dan Rute II pada Tahun 2019 adalah sebanyak 17 buah TPS dan 11 buah TPS  yang berkapasitas 3,46 m³, dan armada pengangkut sampah berupa dump truck berkapasitas 8 m³ sebanyak 3 unit. Sistem TPS di rute I dan rute II direncanakan menggunakan sistem  dump truck  yang ditutup menggunakan terpal saja dengan pola pengumpulan menggunakan pola pengumpulan individual tak langsung atau pembuangan ke TPS. Sedangkan pola pengangkutan menggunakan dump truck tetap dengan wadah pengumpulan yang tidak dibawa berpindah pindah. Kata kunci: Truk, TPS, Jalur/rute, TPA

Page 1 of 2 | Total Record : 14