cover
Contact Name
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil)
Contact Email
jproteksi@upr.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jproteksi@upr.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil)
ISSN : 24604305     EISSN : 24604410     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil), ISSN 2460-4305 (online), ISSN 2460-4410 (print), yang diterbitkan dua kali dalam satu Tahun (Bulan Januari dan Bulan Juli).
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 2: Edisi Juli 2017" : 13 Documents clear
SKENARIO PENGOPERASIAN ANGKUTAN PENGUMPAN (FEEDER) GUNA MENDUKUNG PENGEMBANGAN BUS RAPID TRANSIT (BRT) DI KOTA PALANGKA RAYA (STUDI KASUS KAWASAN DIPONEGORO) Rizky, Dwi Agung; Riani, Desi; Murniati, Murniati
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 3, No 2: Edisi Juli 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Penggunaan kendaraan pribadi di Kota Palangka Raya cukup tinggi sehingga penggunaan angkutan umum cenderung rendah. Oleh sebab itu perlu dipertimbangkan adanya moda baru yang lebih menarik minat masyarakat. Moda tersebut haruslah aman dan nyaman, efisien, serta terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Adapun moda baru tersebut adalah Bus Rapid Trasit (BRT) yang dalam pengembangannya harus didukung dengan angkutan pengumpan (feeder) sehingga tercipta integrasi moda.Penelitian ini bertujuan untuk mendesain rute pengoperasian feeder sesuai kebutuhan di Kota Palangka Raya dengan 2 skenario yaitu skenario perpindahan 25% dan skenario perpindahan 50%, menganalisis dampak pengoperasiaan feeder  terhadap efisiensi penggunaan bahan bakar minyak dan pengaruhnya terhadap kapasitas jalan di Kota Palangka Raya. Yang menjadi dasar pertimbangan dalam pengembangan angkutan umum massal adalah analisis pola jaringan jalan, analisis jenis tata guna lahan dan analisis jenis pergerakan jalan.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah 2 rute pengoperasian feeder di Jalan Diponegoro, Anggrek, RTA Milono, Janah jari, Cempaka, Seth Adji, Karet, Pinus, dan Pilau dengan jumlah armada sebanyak 8 unit. Jika skenario perpindahan 25% maka untuk kedua rute ini memerlukan armada sebanyak 8 unit dan untuk skenario perpindahan 50% memerlukan armada sebanyak 14 unit. Dari segi efisiensi penggunaan bahan bakar minyak penggunaan feeder akan lebih efisien dibandingkan penggunaan kendaraan pribadi. Untuk skenario perpindahan 25% dan 50% perbandingan penggunaan bahan bakar minyak antara penggunaan feeder dengan kendaraan pribadi adalah 1:13 lt/km. Selain itu dengan adanya pengembangan feeder dapat meningkatkan Level Of Service (LOS) pada ruas jalan di Kota Palangka Raya.Kata Kunci: Feeder, Skenario, Efisiensi BBM, BRT.
PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN PENGADAAN BARANG DAN JASA PEMERINTAH Yusri, Yusri
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 3, No 2: Edisi Juli 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Pengadaan merupakan suatu kegiatan yang akan memberikan nilai tambah bagi organisasi terkait dengan kepentingan untuk meningkatkan pelayanan. Dengan adanya kegiatan pengadaan barang/jasa yang dilakukan pemerintah, hal tersebut akan berdampak positif terhadap kemajuan dan percepatan pertumbuhan pembangunan pemerintah. Tujuan yang dicapai adalah menganalisis tugas dan kewenangan para pihak dalam pengendalian dan pengawasan pengadaan barang/jasa pemerintah. Salah satu cara untuk mewujudkan akuntabilitas pemerintah adalah dengan melakukan pengendalian internal (internal control) dalam melaksanakan   pengadaan barang/jasa. Pengadaan barang/jasa yang telah banyak dianggap sebagai ajang untuk melakukan tindakan korupsi, maka pemerintah mensikapi  hal   tersebut dengan telah menerbitkan Peraturan Presiden 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan telah ada  revisi dalam Peraturan Presiden 70 Tahun 2012 tentang pedoman pengadaan barang/jasa pemerintah. Implementasi pengendalian intern terutama dalam pengadaaan  barang/jasa  menjadi penting untuk dilakukaan karena diharapkan dapat mendorong  peningkatan kinerja dalam upaya menjaga agar instansi pemerintah tetap berada  dalam jalur dalam menciptakan Good Public Governance dan  pencapaian  visi,  misi dan tujuannya serta untuk meminimalisir terjadinya suatu kejadian yang berpotensi merugikan negara secara finansial maupun nonfinansial.  Pengendalian internal atas pengadaan barang/jasa yang dilaksanakan secara memadai akan  membantu  mendorong ke arah efektif dan efisien, mengurangi risiko kehilangan atau kerugian negara dan membantu meyakinkan keandalan laporan keuangan dan ketaatan terhadap  peraturan  perundang-undangan  yang  berlaku. Hasil yang didapatkan adalah tugas dan kewenangan Para Pihak dalam pengendalian dan pengawasan pengadaan barang/jasa meliputi (1) Pimpinan K/L/D/I, (2) PPK/ULP/Pejabat Pengadaan, (3) APIP K/L/D/I, (4) LKPP, (5) Penyedia Barang/Jasa dan Masyarakat.Kata Kunci: Pengadaan Barang/Jasa, Penunjukan Langsung, Pengadaan  Langsung, Seleksi Umum
PERBANDINGAN POLA GERUSAN LOKAL DI SEKITAR ABUTMEN JEMBATAN BERBENTUK SPILL-TRHOUGH ABUTMENT DAN VERTICAL WALL WITHOUT WING Claudia, Jennifer; Suyanto, Hendro; Jaya, Allan Restu
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 3, No 2: Edisi Juli 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Gerusan lokal (local scouring) adalah proses yang terjadi di sungai akibat pengaruh morfologi sungai atau adanya bangunan air yang mengakibatkan perubahan kecepatan aliran sungai. Abutmen jembatan merupakan salah satu struktur bawah jembatan yang sangat penting dan selalu berhubungan langsung dengan aliran sungai. Gerusan lokal yang terjadi dapat mempengaruhi stabilitas dan keamanan jembatan yang dapat menyebabkan runtuhnya jembatan. Penelitian tentang pola gerusan lokal yang terjadi pada abutmen jembatan berbentuk Spill-through abutment dan Vertical Wall Without wing ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pola dan kedalaman gerusan yang terjadi pada abutmen tersebut. Penelitian ini dilakukan di laboratorium menggungakan flume dengan panjang 6 m, tinggi 0,4 m, dan lebar 0,2 m. Running dilakukan dengan menggunaknan 3 variasi debit yaitu sebesar 0,00188 m3/s, 0,00081 m3/s, dan 0,00022 m3/s, serta 2 bentuk model abutmen yaitu Spill-Through Abutment dan Vertical Wall Without Wing. Penelitian dilakukan untuk mendapatkan kontur dan kedalaman geruisan lokal yang terjadi disekitar abutmen. Material yang digunakan dalam penelitian ini adalah pasir Sungai Kahayan yang lolos saringan no. 10 dan tertahan di saringan no. 200 dengan d50 = 0,46668 mm. Penelitian dilakukan dengan kondisi aliran clear water scour. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa di waktu (t) awal running, kedalaman gerusan mengalami perubahan yang cukup besar dan semakin mengecil pada waktu (t) selanjutnya sampai tercapai kondisi equilibrium atau tidak terjadi gerusan lagi. Kedalaman gerusan maksimum umumnya terjadi pada sisi samping bagian depan abutmen sebelah hulu, yaitu sisi yang berbenturan langsung dengan arah datangnya aliran. Sedangkan kedalaman gerusan minimum terjadi pada sisi samping bagian belakang abutmen sebelah hilir. Kedalaman gerusan relatif (Ys/b) memiliki hubungan dengan bialangan Froude (Fr) dan bilangan Reynold (Re), karena semakin besar bilangan Froude (Fr) dan bilangan Rednold (Re) maka kedalaman gerusan yang terjadi akan semakin besar pula. Berdasarkan hasil pengamatan, diketahui bahwa terdapat perbedaan pola dan kedalaman gerusan yang terjadi pada kedua model abutmen yang digunakan, gerusan lokal yang terjadi pada abutmen berbentuk Spill-Through Abutment lebih panjang dan lebih dalam dibandingkan dengan Vertical Wall Without Wing. Kata Kunci: Abutmen Spill-Through Abutment dan Vertical Wall Without Wing, Gerusan Lokal, Kedalaman Gerusan Relatif
ANALISIS KEBUTUHAN MASYARAKAT TERHADAP PENGEMBANG JALAN DI DAERAH TRANSMIGRASI (STUDI KASUS: DESA PALINGKAU JAYA, PALINGKAU ASRI DAN PALINGKAU SEJAHTERA DI KECAMATAN KAPUAS MURUNG Sinang, Sunarsih B; Elvina, Ina; Aqli, Zainal
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 3, No 2: Edisi Juli 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman di Indonesia saat ini pembangunan demi pembangunan, khususnya pembangunan di bidang transportasi terus dilaksanakan demi tercapainya tujuan pembangunan nasional. Jalan raya yang pada hakikatnya dibangun untuk memenuhi kebutuhan manusia, mulai dibangun seiring dengan keberadaan manusia sendiri. Faktor yang mempengaruhi adalah perkembangan daerah tersebut, bertambahnnya kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut, naiknya keinginan untuk memiliki kendaraan pribadi. Di samping itu juga akan berdampak pada perekonomian masyarakat, yang kebanyakan pendapatannya dari bertani, berternak, buruh, dan yang lainnya. Oleh karena itu diperlukan suatu penelitian kebutuhan masyarakat terhadap pengembangan jalan di daerah transmigrasi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah survai. Jenis data yang digunakan terdiri dari 2 macam, yaitu: data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data pada riset ini berdasarkan data primer (data hasil kuisioner), dan data sekunder Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan dua macam tes (pengujian) yaitu uji kesahihan (test of validity) dan keandalan (test realiability). Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh faktor-faktor dilapangan terhadap pengembangan jalan di daerah transmigrasi terhadap pertumbuhan lalu lintas secara overall. Analisis deskriptif dilakukan dengan menggunakan bantuan Microsoft Excel.Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data maka dapat disimpulkan bahwa hasil analisis  deskriptif pengaruh kebutuhan masyarakat terhadap pengembangan jalan di daerah transmigrasi dari 90 responden yang menjawab pada ketiga desa tersebut menunjukan bahwa pertumbuhan penduduk dan angkatan kerja paling berpengaruh yaitu sebesar 3,7067 (17,99%). Berdasarkan hasil analisis maka alternatif yang cukup tepat untuk menangani hal tersebut adalah dengan melakukan perbaikan akses jalan tersebut. Karena semakin banyak masyarakat yang melewati jalan tersebut maka jalan harus semakin baik, nyaman dan aman. Kata Kunci: Lalu Lintas, Transportasi, Pengembangan Jalan,  Uji Keandalan, Uji Kesahihan, Analisis Deskriptif
PERENCANAAN INSTALASI PENGOLAHAN LUMPUR TINJA (IPLT) KOTA KASONGAN KABUPATEN KATINGAN Brivida, Benny; Nindito, Dwi Anung; Kamiana, I Made
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 3, No 2: Edisi Juli 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Salah satu ciri yang menandakan perkembangan di suatu daerah adalah dengan adanya peningkatan jumlah penduduk pada daerah tersebut. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk maka peluang timbulnya permasalahan lingkungan khususnya dampak pembuangan limbah, baik limbah cair maupun limbah padat pun meningkat. Pembuangan lumpur tinja merupakan bagian penting dalam sanitasi lingkungan. Oleh karena itu, maka perlu dilakukan penanganan lumpur tinja yang mampu menampung serta mengolah tinja sedemikian rupa sehingga dapat mencegah terjadinya pencemaran yang disebabkan oleh lumpur tinja tersebut dan sesuai dengan persyaratan teknis, ekonomi dan berwawasan lingkungan yang dimulai dari penampungan tinja pada setiap rumah, pengurasan, sampai pengolahan akhir di Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT).Secara umum perencanaan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Kota Kasongan Kabupaten Katingan bertujuan untuk mengetahui dimensi hidrolis, struktur, dan rencana anggaran biaya (RAB). Acuan yang dipakai dalam perencanaan adalah tata cara perencanaan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) yang dilakukan secara bertahap, yaitu pengumpulan data meliputi: (a) data primer; (b) data sekunder; Analisis data meliputi: (a) menghitung proyeksi penduduk untuk 20 tahun mendatang; (b) merencanakan debit tinja yang akan dikelola oleh iplt; (c) Merencanakan dimensi IPLT yang meliputi Tangki Imhoff, kolam anaerobik, kolam fakultatif; kolam maturasi dan bak pengering lumpur,  perencanaan hidrolis meliputi; (a) perencanaan dimensi kolam iplt; (b) penggambaran dimensi iplt; (c) perhitungan struktur perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB); dan penyusunan laporan.Pada perencanaan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Kota Kasongan Kabupaten Katingan diperoleh hasil  jumlah penduduk untuk 20 tahun mendatang yaitu 76.447 orang; kapasitas debit 20 m3/hari; ukuran dimensi Tangki Imhoff:  lebar 3,5 m, panjang 7 m, kedalaman 6 m; dimensi kolam anaerobik  lebar  2,6 m, panjang 7,8 m, kedalaman 3 m; dimensi kolam fakultatif:  lebar 6 m, panjang 18 m, kedalaman 2,5 m; dimensi kolam maturasi: lebar 3,4 m, panjang 6,8 m, kedalaman 1,5 m; bak Pengering lumpur: luas permukaan 1 unit (5x15) m2 dengan kedalaman 1 m; total Rencana Anggaran Biaya sebesar Rp1.460.499.027,- (Satu Milliar Empat Ratus Enam Puluh Juta Empat Ratus Sembilan Puluh Sembilan Ribu Dua Puluh Tujuh Rupiah).Kata Kunci: IPLT, RAB, Perencanaan Hidrolis
EVALUASI KINERJA SIMPANG DI KAWASAN JALAN SETH ADJI-DAMANG BATU-NYAI UNDANG KOTA PALANGKA RAYA Suryandi, Muhammad; Laufried, Laufried; Silitonga, Sutan Parasian
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 3, No 2: Edisi Juli 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Tundaan dan kemacetan adalah salah satu permasalahan transportasi yang sering terjadi saat ini di kota besar hingga ke kota kecil. Salah satu contoh seperti yang terjadi pada persimpangan Jalan Seth Adji–Jalan Damang Batu dan persimpangan Jalan Seth. Adji–Jalan Nyai Undang. Geometrik persimpangan yang berdekatan tersebut berpotensi menimbulkan tundaan, karena kawasan tersebut merupakan jalur utama akses dari perumahan ke tempat kerja atau sarana pendidikan. Oleh karena itu pada persimpangan Jalan Seth Adji–Jalan Damang Batu dan persimpangan Jalan Seth Adji–Jalan Nyai Undang perlu dilakukan analisis kapasitas dan tingkat kinerja jalan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi penanganan simpang saat ini serta memberikan rekomendasi untuk penanganan simpang 5 tahun mendatang. Metode penelitian ini adalah survai lapangan untuk mengetahui volume arus lalu lintas yang melewati persimpangan tersebut selama seminggu untuk periode pagi, siang dan sore. Data yang diperlukan dalam menganalisis yaitu data primer adalah hasil survai lapangan, geometrik jalan, dan data sekunder adalah jumlah penduduk dan peta lokasi penelitian. Hasil survai lapangan kemudian dianalisis dengan menggunakan MKJI tahun 1997. Perhitungan analisis persimpangan tidak bersinyal yang dihitung berupa tingkat kinerja persimpangan yang didasarkan pada kapasitas (C), derajat kejenuhan (DS), tundaan (D) dan peluang antrian (QP) dengan memakai formulir USIG-I dan formulir USIG-II.Kinerja simpang untuk saat ini pada Simpang Seth Adji-Damang Batu dan Seth Adji-Nyai Undang dalam keadaan baik. Nilai derajat kejenuhan (DS) masing-masing adalah 0,589 dan 0,693 (DS<0,75). Sedangkan Indeks Tingkat Pelayanan (ITP) simpang pada nilai A untuk kedua simpang. Kinerja simpang untuk 5 (lima) tahun kedepan pada Simpang Seth Adji-Nyai Undang dan Seth Adji-Damang Batu mengalami kondisi yang buruk dengan nilai DS masing-masing adalah 0,981 dan 0,833 (DS>0,75). Tundaan simpang masing-masing sebesar 18,189 det/smp dan 13,673 det/smp. Rekomendasi penanganan simpang untuk 5 tahun mendatang adalah pemasangan rambu, pelebaran jalan dan pemasangan APILL dengan pengaturan waktu secara terkoordinasi.Kata Kunci: Kinerja, Simpang Tidak Bersinyal, Indeks Tingkat Pelayanan
PEMANFAATAN FLY ASH (LIMBAH BATU BARA) SEBAGAI TAMBAHAN FILLER PADA CAMPURAN ASPHALT CONCRETE-BINDER COURSE (AC-BC) Purnomo, Dwi; Supiyan, Supiyan; Desriantomy, Desriantomy
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 3, No 2: Edisi Juli 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Filler merupakan salah satu bahan penyusun yang halusmyang ada dalam campuran aspal panas. Biasanya dalam agregat kasar dan agregat halus sudah terdapat kandungan filler, namun kadarnya tidak dapat memenuhi kebutuhan yang ada, sehingga perlu penambahan filler untuk mengatasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah limbah batu bara dari Barito Utara (Muara Teweh), dapat memenuhi syarat sebagai tambahan filler apabila digunakan pada campuran pembentuk Laston Lapis Pengikat (AC-BC) dan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Limbah Batu Bara apabila dalam campuran divariasikan. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa berdasarkan sifat-sifat limbah batu bara dari Barito Utara (Muara Teweh) dapat digunakan sebagai tambahan filler pada campuran Laston Lapis Pengikat. Untuk mengetahui pengaruh Limbah Batu Bara Barito Utara (Muara Teweh) tersebut, dibuat 4 (empat) komposisi campuran dengan masing masing 5 (lima) variasi kadar aspal. Komposisi A (Agregat kasar 56%, Abu Batu 29%, dan Pasir 15% dengan tambahan filler 0%). Komposisi B (Agregat kasar 56%, Abu Batu 29%, dan Pasir 15% dengan tambahan filler 1,5%). Komposisi C (Agregat kasar 56%, Abu Batu 29%, dan Pasir 15% dengan tambahan filler 3%). Komposisi D (Agregat kasar 56%, Abu Batu 29%, dan Pasir 15% dengan tambahan filler 4,5%), Berdasarkan hasil test Marshall untuk Komposisi A diperoleh nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) sebesar 6,4%, Komposisi B diperoleh nilai Kadar Aspal Optimum sebesar 5,95%, Komposisi C diperoleh nilai Kadar Aspal Optimum sebesar 6,25%, dan Komposisi D diperoleh nilai Aspal Optimum sebesar 6,3%. Kata Kunci: Laston Lapis Pengikat, Test Marshall, Kadar Aspal Optimum, Kadar Filler Optimum
FAKTOR-FAKTOR LAPANGAN YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA KONSTRUKSI DI KOTA PALANGKA RAYA Indrawan, Ferry; Waluyo, Rudi; Kristiana, Wita
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 3, No 2: Edisi Juli 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Di Indonesia proyek konstruksi terus berkembang dan maju. Peningkatan dalam bidang konstruksi ini membawa dampak yang baik untuk perekonomian di Indonesia. Setiap proyek konstruksi adalah unik, selalu berbeda-beda antara yang satu dengan yang lain. Tetapi, sesuai dengan prinsip ekonomi, setiap proyek konstruksi juga mempunyai tujuan yang sama yaitu bagaimana untuk mendapatkan hasil yang maksimal dengan usaha yang minimal. Proyek konstruksi selalu terikat dengan tenaga kerja, setiap tenaga kerja dituntut untuk memiliki produktivitas kerja yang tinggi, sehingga dapat tetap bersaing dibidangnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor lapangan yang paling berpengaruh terhadap produktivitas tenaga kerja pada proyek konstruksi di Kota Palangka Raya. Metode penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada tukang dan pekerja, selanjutnya dianalisis secara statistik menggunakan analisis deskriptif untuk mengetahui faktor-faktor lapangan yang paling berpengaruh, frekuensi faktor-faktor tersebut, mengetahui apakah terdapat perbedaan pandangan antara tukang dan pekerja, serta mengetahui dampak dari faktor-faktor lapangan yang mempengaruhi produktivitas tersebut.Hasil analisis data dari 74 responden menunjukkan bahwa faktor-faktor lapangan yang paling berpengaruh dan cukup sering terjadi adalah rendahnya motivasi pekerja, rendahnya kemampuan pekerja, dan keletihan. Hasil analisis juga menunjukan tidak ada perbedaan pendapat yang signifikan antara tukang dan pekerja. Dan dampak yang dihasilkan dari pengaruh faktor-faktor lapangan tersebut adalah kerja yang lambat, kerja yang tidak efektif, dan tetap bekerja seperti biasa.Kata Kunci: Proyek Konstruksi, Produktivitas, Faktor Lapangan, Palangka Raya
ANALISIS PENERAPAN RAMBU LALU LINTAS LAJUR KIRI LURUS JALAN TERUS DI KOTA PALANGKA RAYA Soyadi, Slamet; Robby, Robby; Salonten, Salonten
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 3, No 2: Edisi Juli 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Rambu lalu lintas adalah perangkat utama dalam sistem pengendalian lalu  lintas yang pada dasarnya berfungsi untuk mengatur dan melindungi agar semua yang berlalu lintas lancar, teratur, aman dan selamat sampai tujuan. Dalam penerapannya sering terjadi permasalahan, salah satu cara untuk mengurangi konflik ini banyak dilakukan pengendalian untuk mengoptimalkan persimpangan dengan menggunakan lampu lalu lintas, secara khusus ialah dengan menerapkan rambu lajur kiri lurus jalan terus pada simpang 3 lengan. Namun pada penerapannya sering terjadi konflik dari pengendara dari arah persimpangan lain dengan tingkat volume kendaraan yang tinggi. Di Kota Palangka Raya terdapat persimpangan 3 lengan diantaranya Jl. Jenderal A.Yani-Jl. Tambun Bungai, Jl. Diponegoro-Jl. Cempaka, Jl. Imam Bonjol-Jl. Let. Jend. Suprapto, dan Jl. RTA. Milono-Jl. Willem A. Samad yang pada beberapa simpang menerapkan rambu lajur kiri lurus jalan terus. Maksud dan tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis arus lalu lintas pada tiap persimpangan dan mengetahui kinerja lalu lintas dengan penerapan rambu lajur kiri lurus jalan terus (straight turn on red) dan mengikuti isyarat lampu (non-straight turn on red). Kinerja lalu lintas kondisi eksisting persimpangan Jl. Jenderal A.Yani-Jl. Tambun Bungai memiliki nilai DS 0,536 dan Tundaan 15,726 dtk/smp; persimpangan Jl. Diponegoro-Jl. Cempaka memiliki DS 0,367 dan Tundaan 19,214 dtk/smp; persimpangan Jl. Imam Bonjol-Jl. Let. Jend. Suprapto memiliki DS 0,193 dan Tundaan 25,501 dtk/smp;  dan persimpangan Jl. RTA. Milono-Jl. Willem A. Samad memiliki nilai DS 0,232 dan Tundaan 17,287 dtk/smp. Faktor penerapan lajur kiri lurus jalan terus (straight turn on red) diantaranya ialah peningkatan layanan pada persimpangan mempunyai arus lurus lebih besar dibandingkan arus berbelok kanan; dapat digunakan jika pada persimpangan tiga lengan pendekat lurus mempunyai jarak yang cukup jauh dengan akses jalan lain; pemberian akses lajur kiri jalan terus pada persimpangan traffic light yang mempunyai jarak pendek untuk menghindari penumpukkan volume pada pendekat simpang. Persimpangan yang optimal dalam penerapan STOR adalah Jl. Jenderal A.Yani-Jl. Tambun Bungai, Jl. Diponegoro-Jl. Cempaka dan Jl. Imam Bonjol-Jl. Let. Jend. Suprapto dan yang kurang optimal adalah persimpangan Jl. RTA Milono-Jl. Willem A. Samad. Kata Kunci: Straight Turn On Red, Non-Straight Turn On Red, Waktu Hijau, Derajat Kejenuhan, Panjang Antrian, Waktu Tundaan
STUDI PERENCANAAN JARINGAN DRAINASE PADA AREA TRANSMIGRASI SP.1 (SATUAN PERMUKIMAN) DESA HIYANG BANA KABUPATEN KATINGAN Sari, Ita Abyta; Nindito, Dwi Anung; Saputra, Raden Haryo
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 3, No 2: Edisi Juli 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Siklus keberadaan air di suatu lokasi di mana manusia bermukim, pada masa tertentu akan mengalami keadaan berlebih (banjir) sehingga dapat mengganggu kehidupan manusia. Banjir atau genangan di suatu kawasan terjadi apabila sistem yang berfungsi untuk menampung genangan itu tidak mampu menampung debit yang mengalir, dikarenakan oleh berbagai sebab antara lain, curah hujan yang tinggi di luar kebiasaan, perubahan tata guna lahan, dan kerusakan lingkungan pada Daerah Aliran Sungai (DAS). Maka dari itu diperlukan sistem yang baik untuk menanggulangi kelebihan air (banjir). Salah satu sistem tersebut yaitu sistem jaringan drainase. Untuk merencanakan sistem drainase, yang harus dilakukan adalah mengumpulkan semua data atau informasi. Setelah mendapatkan data yang diperlukan, langkah selanjutnya adalah mengolah data tersebut dengan cara menganalisi untuk mendapatkan besar beban drainase (Qr) dan besaran kapasitas pengaliran drainase (Qs). Kemudian dilakukan perbandingan nilai Qr dan Qs untuk mengetahui kapasitas pengaliran. Jika Qr>Qs, maka akan dilakukan perencanaan ulang terhadap sistem dan dimensi saluran.Kata Kunci: Banjir, Drainase

Page 1 of 2 | Total Record : 13