International Journal of Community Service Learning
International Journal of Community Service Learning is a scientific journal Community Service published by Universitas Pendidikan Ganesha. This journal is published 4 times a year, ie in February, May, August, and November. The article was published on the results of community service related to education, science, technology, socio-economics, and entrepreneurship.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 3 No. 3 (2019): August 2019"
:
10 Documents
clear
PELATIHAN TEKNIK PENCELUPAN DAN PENGIKATAN WARNA BENANG KEPADA PERAJIN TENUN CORAK INSANG DI KOTA PONTIANAK
Melati, Husna Amalya;
Ratih, Yudithya;
Kartika, Metasari
International Journal of Community Service Learning Vol. 3 No. 3 (2019): August 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (740.736 KB)
|
DOI: 10.23887/ijcsl.v3i3.15516
Pelatihan pencelupan dan pengikatan warna benang telah dilakukan kepada perajin tenun corak Insang di kota Pontianak. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih perajin tenun agar dapat melakukan proses pencelupan dan pengikatan warna pada benang yang nantinya akan menghasilkan tenunan bermotif corak Insang. Pelatihan diikuti oleh perajin tenun yang tergabung dalam kelompok swadaya masyarakat yaitu KSM Mekar II dan KSM Pucuk Rebung. Sebanyak 12 orang dari anggota KSM yang mengikuti pelatihan ini. Peserta mendapat penjelasan materi berupa bahan yang digunakan dalam proses pencelupan meliputi zat warna dan penguncinya (fixer) serta praktek pencelupan dan pengikatan warna pada benang. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta telah mampu melakukan proses pencelupan dan pengikatan warna benang yang selanjutnya dianik sebagai benang lusi pada suri serta siap untuk ditenun menghasilkan tenun corak Insang.
SERVICE EXCELLENT RUMAH MAKAN PADANG DALAM PERSPEKTIF WISATA ISLAMI
Wardi, Yunia;
Abror, Abror;
Trinanda, Okki
International Journal of Community Service Learning Vol. 3 No. 3 (2019): August 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (422.071 KB)
|
DOI: 10.23887/ijcsl.v3i3.15916
Padang Restaurant is one of the ethnic restaurants in Indonesia from Minangkabau. The existence and "brand" of Padang Restaurant has been very well known in the territory of Indonesia and even in several neighboring countries such as Australia, Singapore, Malaysia and other countries. Padang cuisine, with its taste and variety, is currently in great demand by the wider community. Unlike the canteen, cafe or restaurant, where visitors are given a menu and order the desired food, at the Padang restaurant, when visitors sit, they will be served a whole selection of side dishes available with small plates. After serving then the customer just takes what he wants from the dish table. The problem that can then arise is the food that has been served, but not eaten by visitors. The food will be brought back and served to another table. Not infrequently the food that is still on the visitor's table is pulled back to serve at another table. In addition, food storage is also done in an open place so that visitors can come. These things will certainly bring cleanliness problems. For visitors who are very concerned about cleanliness, of course they will feel uncomfortable seeing the food that has been served at another table and then served on the table. Or see the food served brought from an open place. Service Excellence at the restaurant not only increases the company's profit but can also improve the image of the restaurant. When guests or consumers are satisfied with the service in their restaurant they will promote their satisfaction in the restaurant. Service Excellence is service to consumers to improve service in a company. Service Excellence in Restaurants is a service to consumers to provide satisfaction in the form of excellent service to the restaurant products. Excellent service is very important not only to get big profits but this service must be fulfilled by every company. To provide Service Excellence in the right restaurant, every employee must get training or training so that they are truly able to work well and professionally. A restaurant employee must be able to provide services to consumers whoever they are. Not only employees who are in front but all members of the company must also be able to provide the best service.
Peningkatan Kemampuan Guru dalam Menyusun RPP Terintegrasi Adiwiyata Berbasis Isu-isu Kritis Lokal pada Calon Sekolah Adiwiyata di Tanjungpinang
Hindrasti, Nur Eka Kusuma;
Putri, Azza Nuzullah;
Muhartati, Erda
International Journal of Community Service Learning Vol. 3 No. 3 (2019): August 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (471.779 KB)
|
DOI: 10.23887/ijcsl.v3i3.16271
Pembelajaran menjadi aspek yang sangat menentukan dalam penilaian adiwiyata. Namun, merancang pembelajaran terintegrasi adiwiyata masih menjadi kendala bagi guru. Sehingga sebagian besar sekolah tidak dapat mencapai batas minimum untuk lolos menjadi sekolah adiwiyata baik tingkat kota, provinsi, maupun nasional. Selain lemah dalam merancang pembelajaran berupa RPP, guru juga kurang mampu mengangkat isu lokal. Sedangkan sekolah adiwiyata di Tanjungpinang baru mencapai tidak lebih dari 20%. Peningkatan kemampuan guru Tanjungpinang dalam menyusun RPP terintegrasi adiwiyata yang berbasis kearifan lokal mutlak diperlukan agar sekolah adiwiyata di Tanjungpinang semakin meningkat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini dilakukan bagi guru-guru calon sekolah adiwiyata tingkat kota, sekolah adiwiyata tingkat kota, dan sekolah adiwiyata tingkat provinsi di Tanjungpinang. Kegiatan dilakukan dalam bentuk pelatihan dan pendampingan penyusunan RPP. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menyusun RPP terintegrasi adiwiyata berbasis isu-isu kritis lokal bagi guru-guru di Kota Tanjungpinang. Pelaksanaan kegiatan dalam bentuk tatap muka dan daring mulai tanggal 10-17 Oktober 2018. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan PKM bagi guru-guru berlangsung dengan baik. Guru-guru antusias dan terlibat aktif dalam mengikuti kegiatan. Hampir semua guru sudah mampu meningkatkan kemampuannya dalam menyusun RPP. RPP yang digunakan oleh sekolah adiwiyata sebenarnya sama dengan RPP sesuai regulasi kurikulum Kemendiknas, karena regulasi kurikulum sudah memuat pelestarian lingkungan. Dengan demikian tidak ada istilah khusus untuk RPP dan kurikulum sekolah yang melaksanakan adiwiyata.
PELATIHAN PENULISAN KARYA ILMIAH BAGI GURU-GURU SD GUGUS VII KECAMATAN SUKASADA, KABUPATEN BULELENG
Astawan, I Gede;
Arini, Ni Wayan;
Japa, I Gusti Ngurah
International Journal of Community Service Learning Vol. 3 No. 3 (2019): August 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (609.428 KB)
|
DOI: 10.23887/ijcsl.v3i3.17400
Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan guru-guru SD di Gugus VII Kecamatan Sukasada dalam menulis karya ilmiah penyusunan proposal PTK dan artikel ilmiah. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah workshop dan pendampingan. Kegiatan melibatkan 21 orang guru sebagai peserta dari gugus VII Kecamatan Sukasada. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa kemampuan guru-guru SD di Gugus VII Kecamatan Sukasada dalam menulis karya ilmiah penyusunan proposal PTK dan artikel ilmiah mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari produk yang dihasilkan, yaitu 5 proposal PTK dan 5 artikel ilmiah
Pendampingan Implementasi Model Pembelajaran OIDDE untuk Meningkatkan Keterampilan Pembelajaran Berorientasi Etika di MA Muhammadiyah 1 Plus Malang
Hudha, Atok Miftachul;
Husamah, H.
International Journal of Community Service Learning Vol. 3 No. 3 (2019): August 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (455.77 KB)
|
DOI: 10.23887/ijcsl.v3i3.18635
Ethical behavior does not necessarily arise, so that a process of forming ethical attitudes is needed for students, and one of them is through education (which requires the active role of the teacher, in the form of ethical oriented learning). This article aims to describe the implementation of mentoring activities for the implementation of the OIDDE learning model at MA Muhammadiyah 1 Plus Malang. The subject of this service was 21 teachers of the MA Muhammadiyah I Plus Malang. Service activities are held for 3 months. Implementation methods, namely discussions, interactive lectures, practices, and modeling. Service evaluation is carried out on aspects of the process. The results of the process evaluation showed that service was carried out according to plan, 100% of teachers were enthusiastic (seriously following all training sessions to completion), 90% actively asked, and there were representatives appointed by the madrasa to become model teachers.
PKM ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SMPN 191, JAKARTA
Susanto, Ratnawati;
Syofyan, Harlinda;
Dwiyanti, Karina;
Alfina Umri, Cut
International Journal of Community Service Learning Vol. 3 No. 3 (2019): August 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (755.967 KB)
|
DOI: 10.23887/ijcsl.v3i3.19971
SMPN 191 merupakan sekolah Inklusi di Provinsi DKI Jakarta berdasarkan Keputusan Ka. Dinas Provinsi DKI Jakarta No. 986/2012 tanggal 10 Mei 2012 yang bermisikan menyelenggarakan Education for all. Namun dalam penyelenggaraannya memiliki pemasalahan kompleks dalam pendampingan siswa reguler (95%) dan ABK (5%). Permasalahan perilaku belajar dan ketidaktuntasan penanganan, perbedaan cara penanganan perilaku orang tua dalam mendidik, penurunan prestasi belajar, kemandirian, kesehatan, sosial emosional ABK, spiritualitas guru yang tidak stabil dalam pendampingan ABK, kurangnya pengetahuan dan kemampuan dalam penanganan ABK, keterbatasan sarana prasana penunjang ABK. Solusi kepada mitra adalah dengan penguatan kapasitas internal sekolah – guru, siswa. Penguatan kapasitas dilakukan berbasis kepada hasil penelitian Penerapan Proses Penerapan Keterampilan Manajemen Kelas Dengan Senam otak yang memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap Kesiapan Belajar dan Hasil Belajar (Ratnawati Susanto, 2017). Metode pelaksanaan dilakukan dengan (1) Kegiatan orientasi guru tentang pendidikan untuk semua, hakekat anak dan ABK dan (2) pelatihan senam otak (3) Evaluasi kegiatan dan komitmen. Kesimpulannya para guru memiliki peningkatan pengetahuan dan keterampilan senam otak serta komitmen menyelenggarakan pendidikan untuk semua anak tanpa perbedaan anak reguler ataupun ABK. Saran para guru di SMPN 191 perlu melakukan diseminasi pengetahuan, keterampilan senam otak sebagai sebagai sekolah inklusi agar mentransformasi sikap penyelenggaraan pendidikan untuk semua.
PEMBERDAYAAN GURU DALAM LITERASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA
Syofyan, Harlinda;
Susanto, Ratnawati;
Wijaya, Yeni Duriana;
Vebryanti, Vebryanti;
Tesaniloka P, Melinda
International Journal of Community Service Learning Vol. 3 No. 3 (2019): August 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (599.175 KB)
|
DOI: 10.23887/ijcsl.v3i3.20816
Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberdayakan guru dalam kegiatan literasi di sekolah sebagai pelopor sekaligus sebagai pelopor untuk mengarahkan siswa dalam membentuk cara berpikir siswa agar lebih kritis dalam pembelajaran. Oleh karena guru memiliki peran sentral dalam pembelajaran di kelas. Maka guru diharapkan memiliki pengetahuan yang luas sehingga materi yang disampaikan menjadi lebih menarik dan dimengerti oleh siswanya. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode partisipatif melalui tiga tahap yaitu 1) sosialisasi, (2) pendampingan, 3) monitoring dan evaluasi. Hasil dari pelaksanaan adalah; 1) pemahaman tentang literasi sains meningkat yang terlihat dalam aspek kompetensi dan indicator sebesar 43%, pengorganisaisan materi ajar 54%, dalam penggunaan strategi sebesar 65% dan peningkatan literasi sains 50%. Antusiasme peserta juga baik dengan rata-rata kehadiran 84%, sementara hasil monitoring kemampuan berpikir kristis siswa juga meningkat sebesar 65%. Untuk itu diharapkan kegiatan literasi ini perlu dilaksanakan secara berkelanjutan agar proses belajar mengajar berjalan sesuai yang diharapkan.
Pendampingan Penulisan Karya Ilmiah Remaja untuk Meningkatkan Kreativitas dan Literasi
Permana, Tutut Indria;
Fatmawati, Diani
International Journal of Community Service Learning Vol. 3 No. 3 (2019): August 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (740.814 KB)
|
DOI: 10.23887/ijcsl.v3i3.20867
Pengabdian ini bertujuan untuk melakukan pendampingan untuk penulisan karya ilmiah remaja pada siswa MA Muhammadiyah 1 Malang. Subjek pengabdian berjumlah 10 orang yang terdiri dari 4 orang guru dan 6 orang siswa. Kegiatan pengabdian dilaksanakan selama 4 bulan. Instrumen untuk mengambil data terdiri dari soal pilihan ganda, soal essay beserta rubrik penilaian, dan kamera untuk dokumentasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pemahaman subyek pengabdian terkait metode ilmiah secara umum cukup tinggi (di atas 50%). Sedangkan kemampuan berpikir kreatif masih cukup rendah yakni 33% pada dua indikator (“dapat diterapkan” dan “keterjangkauan biaya”) meskipun indikator “kemanfaatan” cukup tinggi (83%). Pada aspek kemampuan literasi, mayoritas (83%) subyek pengabdian juga menunjukkan kemampuan pada level paling redah yakni nominal, sedangkan 17% lainnya pada level fungsional. Berdasarkan hasil pengabdian, maka disarankan untuk memberikan pendampingan dengan frekwensi yang lebih intensif kepada siswa MA Muhammadiyah 1 Malang dengan memberikan fokus yang lebih tegas pada berbagai aspek kemampuan yang masih rendah. Kata Kunci: Kreativitas, literasi penulisan karya ilmiah,.
Pemberdayaan Masyarakat Tentang Pengelolaan Sampah dengan Teknik Komposter dan Pemanfaatan Pekarangan Sekolah untuk Tanaman Sayur Sebagai Gerakan Masyarakat Hidup Sehat
Waluyo, Mohammad Rachman;
Rahayu, Fajar;
Mardiyah, Akalily
International Journal of Community Service Learning Vol. 3 No. 3 (2019): August 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (680.194 KB)
|
DOI: 10.23887/ijcsl.v3i3.20868
Terkait dengan kesehatan masyarakat, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia mencanangkan sebuah gerakan yang memasyarakatkan budaya hidup sehat serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat. Namun, promosi kesehatan dan pencegahan penyakit yang telah ada kurang dapat berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Dengan dasar inilah kami Fakultas Teknik UPNVJ bekerjasama dengan SD Tunas Mandiri bermaksud mengadakan pemberdayaan pemanfaatan pekarangan sekolah untuk tanaman sayur dan buah, menanamkan kesadaran peduli sampah dengan Teknik komposter guna membentuk kesadaran cinta lingkungan. Diharapkan dengan adanya pemberdayaan masyarakat berupa GERMAS, dapat meningkatkan wawasan akan lingkungan bagi siswa, orang tua dan komite SD Tunas Mandiri akan mengerti cara pengelolaan sampah berbasiskan komposter, meningkatkan kemandirian dan perekenomian masyarakat, dan yang paling utama adalah meningkatkan kualitas kesehatan dan kesadaran siswa sejak dini. Target luaran dari program ini berupa produk pengolahan sampah dengan komposter dan pemanfaatan lahan SD Tunas Mandiri untuk dijadikan wahana pemberlajaran untuk anak – anak budidaya di pekarangan sekolah agar bisa dijadikan pembelajaran buat siswa dan bisa dikelola sekolah.Kata Kunci: GERMAS, pekarangan sekolah, sampah, Komposter
Rumah Penitipan Ramah Anak Kota Padang Sidimpuan Propinsi Sumatera Utara
Sabrina Sormin, Ayunda;
Ika Syahputri, Normita;
Sormin, Darliana
International Journal of Community Service Learning Vol. 3 No. 3 (2019): August 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (810.732 KB)
|
DOI: 10.23887/ijcsl.v3i3.20969
Kesulitan menemukan rumah penitipan anak adalah permasalahan working moms yang ada di Kota Padang Sidempuan. Adapun beberapa penitipan anak tidak memiliki manajemen yang baik bahkan sangat tidak ramah anak. Mayoritas hanya memberi makan, menidurkan, memandikan tanpa ada unsur edukasi apapun. Padahal usia balita merupakan puncak tertinggi kemampuan mengingat bagi anak. Sehingga seharusnya balita working moms mendapatkan tempat sebagai rumah mereka saat sang ibu bekerja. Rumah dalam fungsi yang sesungguhnya, tempat bermain sembari belajar dan menghadirkan rasa nyaman dan bahagia saat ibu tak disamping mereka. Tujuan dari Pengabdian ini adalah memberikan pendampingan usaha dan peningkatan keterampilan bagi salah satu daycare di Padang Sidempuan berupa pelatihan manajemen star kids yang akan membantu mitra menaikkan omset daycare sekaligus menyediakan rumah penitipan ramah anak di kota Padang sidempuan. Dilengkapi dengan 9 modul sebagai kurikulum rumah ramah anak