cover
Contact Name
JURNAL PERTANIAN
Contact Email
jp.lppm@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jp.lppm@unida.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PERTANIAN
ISSN : 20874936     EISSN : 25500244     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Pertanian yang diterbitkan sejak tahun 2010 ini merupakan penyempurnaan dari Buletin Penelitian UNIDA yang terbit sejak tahun 2004. Redaksi menerima naskah dengan ketentuan sesuai dengan Panduan bagi Penulis. Penulis dapat mengirimkan naskahnya dengan register atau mengirimkan e-mail ke jsh.lppm@unida.ac.id dan menyertakan Surat Pernyataan Orisinalitas dan Pemindahan Hak Cipta yang ditandatangani oleh semua penulis (materai 6000).
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 2 (2011)" : 7 Documents clear
PERFORMA DOMBA LOKAL YANG DIBERI RANSUM RUMPUT LAPANG DAN AMPAS TAHU YANG DIPELIHARA SECARA TRADISIONAL Metkono, OAF; Kardaya, Dede; Sudrajat, Deden
JURNAL PERTANIAN Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.826 KB) | DOI: 10.30997/jp.v2i2.562

Abstract

Penelitian tentang performa domba lokal yang diberi ransum rumput lapang dan ampas tahu dengan imbangan berbeda telah dilakukan selama satu bulan untuk mengetahui rasionya yang optimal untuk menghasilkan performa domba lokal terbaik. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan perlakukan sebagai berikut: 1) 100% rumput lapang 2)25% rumput lapang + 75% ampas tahu 3) 50% rumput lapang + 50% ampas tahu, 4) 75% rumput lapang + 25% ampas tahu. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa domba lokal yang diberi ransum 75% rumput lapang + 25% ampas tahu memperlihatkan konsumsi ransum yang sama dengan (P>0,05), konversi ransum yang lebih baik (P<0,05), dan pertambahan panjang badan yang lebih tinggi (P<0,05) daripada domba lokal yang diberi rumput lapang 100%. Lebih daripada itu, ransum 75% rumput lapang+25% ampas tahu merupakan ransum yang lebih efisien, baik secara teknis maupun ekonomis bagi ternak domba lokal betina yang dipelihara dalam kondisi tradisional.
STABILITAS WARNA HASIL INTERAKSI PEWARNA ALAMI BIRU BUNGA TELENG (Clitoria ternatea L.) DAN TAMBAHAN BERAGAM TEPUNG Syarbaini, Ahmad
JURNAL PERTANIAN Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.756 KB) | DOI: 10.30997/jp.v2i2.578

Abstract

Stabilitas warna pangan merupakan sifat penting dalam kontrol mutu. Gugus antosianidin dalam bentuk kation flavium memiliki reaktivitas yang cukup tinggi dalam reaksi kimia. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga bagian. Bagian pertama adalah ekstraksi warna biru dari bunga teleng menggunakan tiga macam pelarut: etanol-10% asetat, air-asam sitrat, dan air. Bagian kedua adalah kestabilan suhu ekstraks bunga teleng menggunakan tiga macam proses pemanasan: blanching, pasteurisasi, dan sterilisasi. Bagian ketiga adalah uji kestabilan warna ekstraks bunga teleng dalam tepung gandum, beras, dan tapioka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstraksi antosianin yang menggunakan air menghasilkan kadar (575 ppm). Padatan terlarut dari pigmen mempengaruhi intensitas ekstraksi. Pada kadar rendah, antosianin berwarna biru sedangkan pada kadar tinggi, antosianin berwarna merah. Berdasarkan suhu dan waktu proses pemanasan yang digunakan, pada umumnya memperlihatkan bahwa warna bunga teleng relatif stabil pada 60°C, 80°C, dan 121°C. Jelas bahwa tidak terjadi perubahan warna dari pigmen biru bunga teleng. Penambahan ekstraks bunga teleng dalam beragam tepung memperlihatkan bahwa interaksi tunggal terbaik terjadi antara ekstraks bunga teleng dan tepung beras putih dan menghasilkan warna biru tua terang.
STUDI RESPON PERTUMBUHAN STEK NILAM (Pogostemon cablin Benth) TERHADAP NOMOR RUAS BAHAN STEK DAN KONSENTRASI RHIZZATUN F ER, Setyawati
JURNAL PERTANIAN Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.547 KB) | DOI: 10.30997/jp.v2i2.573

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh macam nomor ruas stek dan konsentrasi Rhizzatun F terhadap pertumbuhan bibit stek nilam, telah dilaksanakan bulan Maret hingga Juli 2011 di Kebun Pendidikan dan Penelitian (KP2) Institut Pertanian “Stiper” Yogyakarta yang terletak di Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (Completely Randomized Design) dengan 2 faktor yaitu nomor ruas stek terdiri dari 3 macam (stek nomor 1 ; nomor 4 dan nomor 7) dan macam konsentrasi Rhizzatun F menunjukkan interaksi nyata pada jumlah daun. Pada stek no 7 dengan konsentrasi 6% menunjukkan hasil paling baik. Penggunaan macam nomor ruas stek memberikan efek nyata pada pertumbuhan tanaman. Penggunaan tingkat konsentrasi Rhizzatun F tidak menunjukkan pengaruh nyata pada pertumbuhan nilam
PRODUKSI DAN KUALITAS BUAH MELON (Cucumis melo L.) PADA JUMLAH BUAH PER TANAMAN YANG BERBEDA Rahayu, Arifah
JURNAL PERTANIAN Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.529 KB) | DOI: 10.30997/jp.v2i2.579

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah buah per tanaman dan kultivar terhadap produksi dan kualitas buah melon yang ditanam secara hidroponik. Percobaan menggunakan Rancangan Petak Terbagi. Sebagai petak utama adalah kultivar (Riscal dan DRT.6440), sedangkan anak petaknya adalah jumlah buah yang dipelihara (satu, dua dan tiga buah per tanaman). Hasil percobaan menunjukkan saat muncul bunga dan umur panen ‘Riscal’ lebih cepat dibandingkan ‘DRT 6440’, sedangkan bobot buah per buah, bobot buah per tanaman, volume buah per buah, volume buah per tanaman, bobot basah dan kering brangkasan ‘DRT 6440’ lebih besar dibandingkan ‘Riscal’. Tanaman dengan satu buah per tanaman memiliki bobot buah per buah, lingkar buah, volume buah per buah, bobot basah dan kering brangkasan per tanaman lebih besar dibandingkan dengan tanaman yang memelihara dua dan tiga buah per tanaman. Pada jumlah buah per tanaman yang sama, bobot buah per tanaman, volume buah per tanaman dan bobot brangkasan basah per tanaman ‘DRT.6440’ lebih besar dibandingkan ‘Riscal’.
PEMBUATAN MI KERING DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG TULANG CEKER AYAM Novidahlia, Noli
JURNAL PERTANIAN Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.3 KB) | DOI: 10.30997/jp.v2i2.93

Abstract

Noodle is one food type with begins to be liked as food alternative for most people because it’s more practical, easy to process and it’s quicker to serve than rice. Noodle products especially dry noodle commonly doesn’t have a balanced nutritional composition, that the proportion of carbohydrate relatively higher than another nutritional content. One of alternative way to increase nutritional content in the dry noodle is adding chicken metatarsal meal on making dry noodle process. By increasing chicken metatarsal meal, it was expected solve nutrition problems on dry noodle product, especially protein and mineral content. This research consisted of four stages. First stage was performed the making of chicken metatarsal meal process and chemical analysis to chicken metatarsal meal result. Second stage was performed to the making of dry noodle with adding 5%, 10%, 15% and 20% chicken metatarsal meal. Third stage was performed to determine chicken metatarsal meal concentration degree which was liked by panelist on the color, texture, aroma and taste of noodle, also to determine the nutritional content from dry noodle formula which are liked by panelist. Fourth stage was performed to determine difference of panelist acceptance to the dry noodle without and with consists of chicken metatarsal meal. The test for third and fourth stage was using organoleptic hedonic method with 7 scales and which were comprise of 30 semi trained panelists. The result of research, showed that dry noodle formula which was liked by panelists are dry noodle with 5% chicken metatarsal meal formula with the average values from panelists to color parameter are 5.23 (fairly like), texture parameter were 4.88 (fairly like), aroma parameter were 4.07 (common) and taste parameter were 4.77 (fairly like). The result of t-test, showed that the adding chicken metatarsal meal on making dry noodle is difference of color, texture, aroma, and taste parameters. The panelists rated that dry noodle without chicken metatarsal meal was better like than dry noodle with chicken metatarsal meal. The chemical analysis was performed to selected formula from organoleptic test result. From the chemical analysis result has been known that nutritional composition of dry noodle with 5% chicken metatarsal meal consist of water 9.76%, ash 4.51%, fat 6.10%, protein 14.90%, carbohydrate 64.73% and calcium 2.23%.
KONVERSI LIMBAH RUMAH TANGGA MENJADI BIOFUEL SECARA SIMULTAN MELALUI REKAYASA REDUKSI UKURAN BAHAN DAN KOMBINASI ENZIM Zain, Endrianur Rahman
JURNAL PERTANIAN Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.731 KB) | DOI: 10.30997/jp.v2i2.574

Abstract

Permasalahan yang dihadapi Indonesia saat ini adalah krisis energi dan sampah. Oleh karena itu, Penelitian ini bertujuan memanfaatkan sampah rumah tangga untuk menghasilkan biofuel (bioetanol dan biogas) yang dapat digunakan sebagai energi terbarukan secara simultan melalui rekayasa reduksi ukuran bahan dan kombinasi enzim. Prosesnya terdiri dari mengawetkan kesegaran sampah, mereduksi ukuran sampah organik, sakarifikasi dengan menggunakan enzim glukoamilase dan crude enzim yang didapat dari Aspergilus niger. Setelah itu dilanjutkan dengan perlakuan anaerobik pada residu sakarifikasi dan endapan yang tidak mengandung alkohol. Penyebaran bakteri asam laktat pada sampah organik dilakukan untuk menjaga kesegaran sampah selama kurun waktu yang bervariasi sehingga terlihat pengaruh waktu penyimpanan dengan biofuel yang dihasilkan. Diharapkan dengan menjaga kesegaran sampah organik ini, kadar gula yang ada pada sampah organik tidak terlalu berkurang. Setelah itu, dilanjutkan dengan proses reduksi ukuran untuk mengetahui pengaruh reduksi ukuran terhadap biofuel yang dihasilkan. Kemudian dilanjutkan dengan fermentasi etanol menggunakan enzim glukoamilase dan crude enzim dari Aspergilus niger yang kemudian didistilasi untuk mendapatkan etanol. Limbah air dari proses distilasi ini kemudian digunakan untuk proses fermentasi biogas dengan menggunakan bakteri anaerobik sehingga menghasilkan biogas yang dapat digunakan sebagai bahan bakar. Sedangkan limbahnya dapat digunakan sebagai kompos.
EVALUASI KUALITAS SILASE LIMBAH SAYURAN PASAR YANG DIPERKAYA DENGAN BERBAGAI ADITIF DAN BAKTERI ASAM LAKTAT Felly, Septian; Kardaya, Dede
JURNAL PERTANIAN Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.128 KB) | DOI: 10.30997/jp.v2i2.576

Abstract

Penelitian tentang silase yang terbuat dari limbah sayuran pasar tradisional yang diperkaya dengan berbagai aditif dan bakteri asam laktat telah dilakukan dalam tiga bulan untuk mengungkap kualitasnya. Penelitian dirancang dalam rancangan acak kelompok enam perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuannya terdiri atas: kulit jagung 33,33% + sawi putih 16,67% + kol 16,67% + dedak 33,33% (P1), kulit jagung 23,58% + sawi putih 16,98% + kol 16,98% + jerami 8,49% + dedak 33,96% (P2), kulit jagung 28,57% + sawi putih 28,57% + kol 14,29% + onggok 28,57% (P3), kulit jagung 25,00% + sawi putih 16,67% + kol 16,67% + jerami 8,33% + onggok 33,33% (P4), kulit jagung 33,33% + sawi putih 16,67% + kol 16,67% + pollard 33,33% (P5), dan kulit jagung 30,77% + sawi putih 15,38% + kol 15,38% + jerami 7,69% + pollard 33,33% (P6). Hasil penelitian menunjukkan kualitas fisik silase yang diperkaya dengan dedak, onggok dan pollard memperlihatkan tekstur yang padat, beraroma khas, tidak berjamur dan berwarna hijau kekuningan hingga kecoklatan. Semua perlakuan menghasilkan kisaran pH silase yang berkualitas baik (3,2-4,2). Kandungan asam laktat yang dihasilkan silase yang mengandung dedak padi nilainya lebih tinggi bila dibandingkan silase beraditif onggok dan pollard. Populasi BAL pada silase yang mengandung onggok memiliki jumlah bakteri asam laktat yang relatif lebih banyak dibandingkan silase yang mengandung dedak padi dan pollard.

Page 1 of 1 | Total Record : 7