cover
Contact Name
JURNAL PERTANIAN
Contact Email
jp.lppm@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jp.lppm@unida.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PERTANIAN
ISSN : 20874936     EISSN : 25500244     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Pertanian yang diterbitkan sejak tahun 2010 ini merupakan penyempurnaan dari Buletin Penelitian UNIDA yang terbit sejak tahun 2004. Redaksi menerima naskah dengan ketentuan sesuai dengan Panduan bagi Penulis. Penulis dapat mengirimkan naskahnya dengan register atau mengirimkan e-mail ke jsh.lppm@unida.ac.id dan menyertakan Surat Pernyataan Orisinalitas dan Pemindahan Hak Cipta yang ditandatangani oleh semua penulis (materai 6000).
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 16 No. 2 (2025): OKTOBER" : 7 Documents clear
Stability Evaluation of Palm Oil Mill Effluent Treatment in a Single Feeding Systems Through Temperature, VFA, and Alkalinity Monitoring: Evaluasi Stabilitas Sistem Pengolahan Limbah Cair Kelapa Sawit Single Feeding Melalui Pemantauan Suhu, VFA, dan Alkalinitas Renjani, Rengga Arnalis; Dwi Dharmawati, Nuraeni; Ramadhani, Sisca
Jurnal Pertanian Vol. 16 No. 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v16i1.18851

Abstract

Palm Oil Mill Effluent (POME) is one of the most critical environmental concerns in the palm oil industry due to its high organic load and strongly acidic nature. Improper management of POME poses significant risks to aquatic ecosystems and soil quality. This study aimed to evaluate the biological stability of a single feeding POME treatment system by monitoring temperature, pH, volatile fatty acids (VFA), and total alkalinity (TA) across a 21-day observation period at each treatment pond. Parameters were measured sequentially from the effluent outlet to the final sedimentation pond. The results showed a gradual decrease in temperature from 63°C to 27–30°C, with a corresponding increase in pH from 4.23 to 7.86, indicating successful neutralization. VFA concentrations ranged from 458–474 mg/L, while TA remained within 2.40–2.57, resulting in a VFA/TA ratio consistently below 0.4. These values confirmed that the system operated under biologically stable conditions. The study concluded that monitoring these parameters offers a simple, cost-effective method for assessing the operational performance of open-lagoon POME treatment systems. Scientifically, this research contributes to the development of practical tools for real-time wastewater monitoring in agro-industrial applications. Environmentally, it supports safer and more sustainable land application of treated POME, reducing the risk of pollution and promoting better resource recovery practices.
Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Pakcoy (Brasicca rapa L.) Terhadap Kombinasi Pemberian POC Daun Gamal dan 50% NPK Amyu, Wina Dwi; Ibnusina, Fedri; Darnetti
Jurnal Pertanian Vol. 16 No. 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v16i1.19641

Abstract

The pakcoy plant (Brassica rapa L) is an agricultural crop that is relatively short-lived and can be harvested in a short time. The high use of chemical fertilizers that have the potential to damage the soil is the main problem underlying this research because of this, it is important to find fertilizers that are not only effective but also environmentally friendly. This study aims to determine the effect of the combination of gamal leaf liquid organic fertilizer and 50% NPK fertilizer on the growth and production of pakcoy (Brassica rapa L) plants. The method used was Group Random Design with 3 treatments of 100% inorganic fertilizer, 150 ml of POC + 50% NPK gamal leaves, 170ml POC of gamal leaves + 50% NPK, repeated for 9 replications. Observations observed included leaf count, leaf width, leaf length, wet weight, crown weight, root weight, and root length. Based on the results of the study, significant results were obtained in the observation of leaf length (cm) and root length (cm), while insignificant results were obtained in the observation of the number of leaves (strands), leaf width (cm), fresh weight (g), crown weight (g), and root weight (g). This study showed that the application of gamal leaves and NPK liquid organic fertilizer in combination gave results that were not significantly different from the application of pure NPK fertilizer in the observation of leaf count, leaf width, fresh weight, crown weight, and root weight, but showed significant differences in leaf length and width. The results of this research can be used as a reference to improve soil conditions and support sustainable agriculture that is environmentally friendly. Keywords: Nutrient, critical land, sustainable agriculture, environmentally friendly
Optimalisasi Produktifitas Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Melalui Aplikasi Dolomit Pada Lahan Dataran Tinggi darudriyo, darudriyo; Yuliawati; Djazuli, Ahzami; Sulistyaningrum, Anna
Jurnal Pertanian Vol. 16 No. 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v16i2.18893

Abstract

Produktivitas kacang tanah masih relatif rendah dan perlu ditingkatkan. Salah satu strateginya adalah pemberian dolomit dan penggunaan varietas yang beradaptasi dengan baik terhadap kondisi agroekosistem tertentu. Dolomit berperan penting dalam memasok nutrisi penting untuk fotosintesis, pembentukan polong, dan pengisian polong. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh dosis dolomit dan aksesi kacang tanah terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah. Rancangan Acak Kelompok (RAK) digunakan dengan tiga ulangan dan dua faktor: aksesi (Zebra, Merah, dan Putih) dan dosis dolomit (0, 0,25, 0,5, 1,0, dan 1,5 ton/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesi White mengungguli aksesi lainnya dalam beberapa parameter: jumlah daun (62), jumlah polong (26,53), jumlah polong berisi (25,87), berat polong segar total (116,71 g), berat polong kering (22,58 g), berat kering brangkasan (26,67 g), dan produktivitas (4,56 ton/ha). Pemberian dolomit 0,25 ton/ha secara signifikan meningkatkan berat kering brangkasan (30,86 g), ukuran polong (14,19 mm × 40,30 mm), dan menghasilkan produktivitas sebesar 3,83 ton/ha.
Penyakit Bercak Daun Pada Tanaman Pucuk Merah (Syzygium oleana) Jannah, Nur; Pratama, Rahmat; Safitri, Ayu
Jurnal Pertanian Vol. 16 No. 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v16i1.19131

Abstract

Pucuk merah atau dikenal dengan red-tipped leaves memiliki nama latin Syzygium oleana dan termasuk kedalam family myrtaceae. Namun dalam budidayanya terdapat kendala dari penyakit tanaman. Penyakit yang menyerang pada tanaman pucuk merah adalah bercak daun yang disebabkan oleh Cercospora sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase dari insidensi dan intensitas serangan penyakit bercak daun yang disebabkan oleh Cercospora sp. pada tanaman pucuk merah di Palembang, Provinsi Sumatra Selatan. Penelitian ini dilaksanakan dengan melakukan survei dan pengamatan secara langsung pada petani di Palembang, Provinsi Sumatra Selatan. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan bahwa responden petani didominasi oleh jenis kelamin laki-laki 90% dan 10% berjenis kelamin perempuan. Umur responden petani dari umur 22 – 55 tahun dengan jenjang pendidikan di dominasi oleh Sekolah Menengah Pertama (SMP) yaitu 50%, Sekolah Menengah Atas (SMA) yaitu 40%, dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yaitu 10%. Pengamatan ini dilakukan 2 lokasi Ilir Barat I dan Alang-alang lebar dengan jumlah tanaman yang diamati dari setiap petani mulai dari 3 sampai 50 tanaman. Pada hasil wawancara terdapat media tanam yang digunakan oleh responden petani, umumnya menggunakan Tanah, Pupuk NPK baik PHONSKA maupun NPK Mutiara, dan Pupuk Kandang, hanya sedikit responden yang menggunakan Pupuk TSP dan sekam. Pengendalian penyakit yang digunakan oleh seluruh responden petani yaitu Dursban dan tidak ada pengendalian lainnya. Hasil penelitian menunjukkan terdapat insidensi penyakit mencapai 70%-100% dan intensitas penyakit mencapai 9%-34%. Insidensi dan intensitas penyakit pada petani 1, 2 dan 4 yaitu 100% dan 25%, pada petani 5 dan 10 yaitu100% dan 34%, pada petani 3 yaitu 100% dan 9%, pada petani 8 yaitu 100% dan 26%, pada petani 6 yaitu 90% dan 25%, petani 7 yaitu 80% dan 20% dan petani 9 yaitu 70% dan 11%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tingkat insidensi tergolong tinggi mencapai 70%-100% dan intensitas serangan penyakit tergolong rendah mencapai 9%-34%.
Pengaruh Tipe Penggunaan Lahan dan Cacing Tanah terhadap Kesuburan Tanah: Implikasi untuk Optimasi Pemupukan Padi dan Kelapa Sawit: Kesuburan tanah, tipe penggunaan lahan, unsur hara makro. Flavianus; Sulakhudin; Sutarman Gafur
Jurnal Pertanian Vol. 16 No. 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v16i2.18802

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ketersediaan unsur hara makro di Desa Gernis Jaya, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, berdasarkan tipe penggunaan lahan, yaitu hutan alami, kebun kelapa sawit, dan ladang. Metode yang digunakan adalah survei lapang dengan analisis sampel tanah untuk menentukan kandungan unsur hara. Hasil menunjukkan bahwa tanah di semua tipe lahan memiliki pH masam (rata-rata 4,38–4,86), dengan kandungan C-organik dan N-total tertinggi di hutan sekunder. Ketersediaan P-total sangat tinggi di semua lahan, sedangkan K-dd, Ca-dd, Mg-dd, dan Na-dd umumnya rendah. Kapasitas Tukar Kation (KTK) tertinggi terdapat pada hutan sekunder. Populasi cacing tanah tertinggi ditemukan di hutan sekunder, berkontribusi pada peningkatan kandungan C-organik dan N-total. Rekomendasi pemupukan untuk padi tadah hujan adalah 235,82 kg/ha Urea dan 6,82 kg/ha SP36, sedangkan untuk kelapa sawit, dosis yang disarankan adalah 3,15 kg/pohon/tahun Urea dan 0,85 kg/pohon/tahun SP36.
Spinach Growth under Various Combinations of Sugarcane Biochar and Water Hyacinth Liquid Organic Fertilizer Nani; Agusta, Herdhata; Melik Thiara Dikari; M Juhri Al Karomah
Jurnal Pertanian Vol. 16 No. 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v16i2.20395

Abstract

Biochar and liquid organic fertilizer (POC) can be combined to enhance plant growth. This study aimed to evaluate the effects of applying sugarcane bagasse biochar and water hyacinth liquid organic fertilizer (POC) on soil properties and the growth of vegetable crops, particularly pakcoy (Brassica rapa L.) and spinach (Amaranthus sp.). Initial soil analysis showed a pH of 6.97 with high levels of potassium (K) and nitrate (NO₃⁻). The biochar used had an alkaline pH of 8.83, a fixed carbon content of 63.2%, and was classified as grade A according to the Indonesian Ministry of Agriculture standards. Meanwhile, the water hyacinth POC had an acidic pH of 4.02 with a high nitrate content (6,700 ppm). Observations indicated that biochar application up to 20 tons/ha increased the number of leaves, leaf area, and dry weight of pakcoy, while higher doses tended to reduce growth. Application of water hyacinth POC significantly increased the fresh weight of spinach compared to the control. The combination of biochar and POC demonstrated great potential in improving soil fertility and enhancing vegetable crop yields. This study recommends the use of biochar and POC at appropriate dosages to support sustainable agriculture on Andosol soils. Keywords: Biochar, Liquid Organic Fertilizer, Soil Fertility, Plant Growth, Sustainable Agriculture
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Usahtani Wortel Pada Pola Tanam Monokultur dan Tumpangsari di Desa Sumber Kecamatan Bumiaji Rafli, Muhammad rafli; Anas Tain; Fithri Mufriantie
Jurnal Pertanian Vol. 16 No. 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v16i2.20754

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani wortel pada pola tanam monokultur dan tumpangsari di Desa Sumber, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode pengambilan sampel secara stratified sampling. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada 60 petani wortel yang terdiri dari 41 petani monokultur dan 19 petani tumpangsari. Analisis data menggunakan analisis pendapatan, uji Independent Sample T-Test dan analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan petani dengan pola tanam tumpangsari sebesar Rp 39.452.361/ha, lebih tinggi dibandingkan pola tanam monokultur sebesar Rp 18.167.467/ha per musim tanam. Hasil uji T-Test menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua sistem tanam. Analisis jalur menunjukkan bahwa pada sistem monokultur, variabel produksi luas lahan, biya benih wortel, biya herbisida produksi wortel memiliki koefisien jalur positif terhadap pendapatan. Sebaliknya, biaya tenaga kerja, biaya pupuk dan harga wortel memberikan koefisien jalur negatif. Sementara itu, pada sistem tumpangsari, luas lahan, biaya benih wortel, biaya insektisida, produksi wortel, produksi daun bawang prei koefisien positif terhadap pendapatan sebaliknya biaya benih daun bawang prei, tenaga kerja, biaya pupuk, biaya herbisida, harga wortel dan harga daun bawang prei koefisien jalur negative terhadap pendapatan.

Page 1 of 1 | Total Record : 7