cover
Contact Name
Jurnal Mina Sains
Contact Email
minasains@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
minasains@unida.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Mina Sains
ISSN : 24079030     EISSN : 25500759     DOI : -
Jurnal Mina Sains adalah jurnal resmi yang diterbitkan oleh Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor sebagai media penyebarluasan dan pertukaran informasi dan komunikasi yang dilakukan oleh para peneliti di lingkungan Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor dengan para peneliti di luar institusi. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam satu tahun: April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 1 (2015)" : 6 Documents clear
Pengaruh Perbedaan Padat Penebaran Terhadap Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) Pada Sistem Resirkulasi Verawati, Yunik
Jurnal Mina Sains Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.482 KB) | DOI: 10.30997/jms.v1i1.17

Abstract

Budidaya adalah aktivitas menghasilkan biota akuatik di dalam lingkungan terkontrol melalui pembesaran, pertumbuhan, dan perbaikan mutu biota (Effendi, 2004). Ikan gurami telah dikenal dengan baik. Fakta bahwa ikan ini tumbuh dengan baik secara alami, mudah dibesarkan, dan tumbuh dengan baik dalam genangan air merupakan beberapa keunggulan dari ikaan ini (Sigantang and Sarwono, 2005). Sistem resirkulasi dikembangkan untuk meningkatkan kadar oksigen terlarut, menguraangi kadar ammonia dan limbah organik yang dihasilkan oleh ikan sehingga kualitas air dapat dipertahankan untuk kehidupan ikan.Penelitian ini dilakukan dari tanggal 1-28 Desember 2010 di Pusat Benih Ikan Ciganjur, Jakarta Selatan. Sembilan tanki air masing-masing berukuran 30 cm x 20 cm x 20 cm digunakan dalam penelitian ini. Peralatan yang digunakan meliputi pompa air, thermometer, timbangan, jaring, wadah pakan, penggaris, stasioner, DO meter, dan pH meter. Percobaan ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari kepadatan 6, 9, dan 12 benih ikan/liter air. Penelitian dilakukan dalam prosedur berikut: penyiapan tanki, penebaran ikan, pemberian pakan, pengelolaan kualitas air, dan pengamatan
Pengangkutan Benih Ikan Bawal Air Tawar Selama 24 Jam Dengan Kepadatan Berbeda Menggunakan Bakteri Probiotik Nico, Teguh
Jurnal Mina Sains Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.891 KB) | DOI: 10.30997/jms.v1i1.13

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Perikanan Universitas Djuanda Bogor dari tanggal 8 - 30 Februari 2012. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat kepadatan tertinggi yang dapat digunakan untuk pengangkutan benih ikan bawal berukuran 3-5 cm dalam kantong-kantong plastik berisi 5 L air dengan konsentrasi bakteri probiotik 5 mL/liter.Bakteri probiotik (EM4) dicampurkan ke dalam medium dalam kantong-kantong plastik berisi 5 L air. Benih ikan berukuran 3-5 cm ditempatkan ke dalam tiap kantong dengan tingkat kepadatan 300, 400, dan 500 ekor. Rancangan acak lengkap menggunakan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari larutan bakteri probiotik (EM4). Penentuan kelangsungan hidup (SR) dilakukan setelah proses pengangkutan, SR setelah benih dipelihara selama 5 hari, dan kualitas air.Hasil penelitian menunjukkan bahwa SR setelah proses pengangkutan memperlihatkan perbedaan yang signifikan (P <0,05). SR tertinggi setelah proses pengangkutan terdapat pada tingkat kepadatan 300 ekor/ 5 L yaitu 95,88%. Pada uji lanjut LSD, diperoleh hasil bahwa setiap perlakuan berbeda nyata satu sama lain. SR tertinggi setelah dipelihara selama 5 hari dalam akuarium terdapat pada kepadatan 400 ekor/ 5 L yaitu 95,83%. Berdasarkan analisis ragam (ANOVA) pada level 5%, tidak ada perbedaan yang nyata terhadap kelangsungan hidup ikan.
Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Nilem (Osteochillus hasselti) Yang Diberi Pakan Dengan Feeding Rate Berbeda Hermawan, Yosep
Jurnal Mina Sains Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.901 KB) | DOI: 10.30997/jms.v1i1.14

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui feeding rate yang terbaik untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan nilem. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Ikan yang digunakan adalah benih ikan nilem dengan ukuran 2-3 cm dengan padat tebar 120 ekor/akuarium. Perlakuan yang diberikan adalah feeding rate yang berbeda yaitu (1%), (3%), (5%) dan (7%) dari bobot biomassa ikan. Parameter yang diamati selama penelitian adalah laju pertumbuhan harian, pertumbuhan bobot mutlak, derajat kelangsungan hidup (SR), efisiensi pakan dan kualitas air. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa perlakuan feeding rate yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap laju pertumbuhan harian, pertumbuhan bobot mutlak dan efisiensi pakan, tetapi tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P>0,01) terhadap kelangsungan hidupnya. Perlakuan feeding rate7% dari bobot biomassa ikan menghasilkan laju pertumbuhan harian terbaik yaitu 3,15% dan kelangsungan hidup sebesar 97,8%.Kata kunci : feeding rate, ikan nilem, pertumbuhan, kelangsungan hidup
Produksi Serum Rabbit Anti-Catfish Terhadap Penyakit Motile Aeromonas Septicemia (MAS) Pada Ikan Patin Siam (Pangasius hypophthalmus) Bunyamin, Muhammad
Jurnal Mina Sains Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.042 KB) | DOI: 10.30997/jms.v1i1.15

Abstract

Penelitian mengenai produksi serum Rabbit Anti-Catfish dengan konsentrasi terbaik telah dilakukan untuk mendeteksi bakteri Aeromonas hydrophila pada ikan patin siam (Pangasius hypophthalmus) menggunakan metode ELISA. Serum ikan patin diambil melalui venacaudaliskemudian diinjeksikan secara sub kutan pada kelinci New Zealand White. MetodeELISA yang digunakan adalah metode indirect dan dilakukan untuk memperoleh konsentrasi RAC yang tepat menggunakan 2 jenis Antigen (Ag) A. hydrophila yang berbeda yaitu berupa pelet dan supernatan. Perbandingan konsentrasi RAC yang digunakan yaitu 1:50, 1:100, 1:200, 1:500, 1:1000, 1:5000. Parameter yang diamati yaitu konsentrasi total protein serum dan serum yang sudah didialisis pada darah ikan patin dan darah kelinci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan antara RAC dengan PBS-T yang menghasilkan konsentrasi pengenceran terbaik yaitu 1:5000 untuk antigen pelet dan 1:200 untuk antigen supernatan.
Peningkatan Kadar Asam Lemak Omega-3 Pada Daphnia sp. Dengan Pengkayaan Minyak Ikan Sarmudianto, Eko
Jurnal Mina Sains Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.393 KB) | DOI: 10.30997/jms.v1i1.168

Abstract

Di dunia akuakultur, keberadaan pakan merupakan kebutuhan mutlak untuk proses akuakultur itu sendiri. Pakan sangat penting untuk pertumbuhan ikan. Pakan dibagi menjadi dua kelompok utama: pakan buatan dan pakan alami. Pakan buatan biasanya diberikan untuk ikan yang memiliki ukuran mulut yang cukup untuk menangkap pakan, menelan, dan mencerna pakan buatan. Pakan buatan/pakan tambahan diberikan kepada ikan dewasa karena mereka sudah memiliki enzym dalam pencernaan mereka untuk menyerap nutrisi untuk pertumbuhan mereka.Larva ikan tidak memiliki enzym pencernaan lengkap dan mereka tidak memiliki ukuran mulut yang cukup untuk menangkap dan menelan pakan buatan. Pakan alami sangat penting untuk pertumbuhan ikan pada periode awal kehidupan mereka. Daphnia sp merupakan satu jenis pakan alami. Daphnia sp dikenal sebagai kutu air, merupakan zooplankton air tawar yang biasanya digunakan sebagai pakan untuk larva ikan. Daphnia sp bukan filter feeder selektif, artinya Daphnia sp dapat menyerap apapun dari air di mana Daphnia sp hidup dan kemudian mengubahnya menjadi nutrisi.Karakteristik ini penting untuk proses bioenkapsulasi (pengkayaan). Bioenkapsulasi berarti pengkayaan nutrisi menggunakan bahan tambahan untuk memperbaiki mutu dan jumlah Daphnia sp sebelum diberikan sebagai pakan bagi larva ikan. Percobaan dimulai dengan menyiapkan bioemulsi. Bioemulsi terdiri dari minyak ikan dengan berbagai dosis: 0 mL (kontrol), 50 mL, 100 mL, dan 150 mL, masing-masing ditambahkan 100 g khamir.Minyak ikan pada media dapat meningkatkan HUFA (highly unsaturated fatty acid). Beberapa percobaan telah dilakukan untuk meningkatkan nutrisi. Konsentrasi HUFA Ω-3 meningkat secara proporsional selama proses bioenkapsulasi, tetapi tingkat kelangsungan hidup Daphnia sp menurun secara proporsional.
Pertumbuhan Populasi Cacing Renik (Panagrellus redivivus) Pada Media Yang Berbeda Arwanto, Lilik
Jurnal Mina Sains Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.897 KB) | DOI: 10.30997/jms.v1i1.16

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis media terhadap pertumbuhan populasi cacing renik.Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan.Inokulan yang digunakan adalah cacing renik yang telah dikultur selama 7 minggu.Perlakuan yang diberikan adalah jenis media yang berbeda yaitu bubur gandum (oatmeal), dedak padi, dan tepung tapioka.Parameter yang diamati selama penelitian adalah dinamika populasi, laju pertumbuhan, jumlah individu saat puncak populasi, lama waktu mencapai puncak populasi, dan pH media.Hasil penelitian memperlihatkan bahwa perlakuan jenis media yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap laju pertumbuhan dan jumlah individu saat puncak populasi (P< 0,01). Perlakuan media bubur gandum menghasilkan laju pertumbuhan terbaik yaitu 45,0% serta mengalami puncak populasi tercepat selama 2 minggu. Pada media dedak menghasilkan jumlah individu paling sedikit sebanyak 162.563 ekor.

Page 1 of 1 | Total Record : 6