cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan
ISSN : 02163241     EISSN : 25410652     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (JPTK) is a journal managed by the Faculty of Engineering and Vocational, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). The scope of this journal covers the fields of Education, Electrical Engineering, Informatics, Computer Science, Information System, Vocational (Culinary, Fashion, Beauty and Tourism), Mechanical Engineering as well as learning. The incoming Article is are double blind peer-reviewed by at least two referees, and plagiarism checking will be carried out. JPTK is managed by issued twice a year i.e. in January and July.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 1 (2012): Edisi Januari 2012" : 5 Documents clear
PRODUKTIVITAS KERJA DAN TINGKAT PARTISIPASI KERJA (TPK) WANITA PENGERAJIN TENUNAN TRADISIONAL DI DESA JINENG DALEM KABUPATEN BULELENG BALI I Gede Sudirtha; Putu Agus Mayuni
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 9 No. 1 (2012): Edisi Januari 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.688 KB) | DOI: 10.23887/jptk-undiksha.v9i1.2873

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji tentang : (1) produktivitas kerja para wanita pengerajin tenunan tradisional di Desa Jineng Dalem Kabupaten Buleleng Bali, (2) tingkat partisipasi kerja (TPK)  para wanita pengerajin tenunan traditional di Desa Jineng Dalem Kabupaten Buleleng Bali, (3) kontribusi terhadap perekonomian keluarga oleh  para wanita pengerajin tenunan tradisional di Desa Jineng Dalem Kabupaten Buleleng Bali, (4) sistem regenerasi yang dilakukan dalam meneruskan usaha tenunan tradisional di Desa Jineng Dalem Kabupaten Buleleng Bali. Subek dari penelitian ini adalah wanita pengerajin tenun tradisional di Desa Jineng Dalem Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng Bali. Responden dalam penelitian ini adalah : para wanita yang bekerja sebagai pengerajin tenun (tidak termasuk yang sedang sekolah). Dengan demikian keseluruhan unit analisis yang diperhitungkan sebagai populasi dalam penelitian ini adalah rumah tangga yang memiliki pekerjaan sebagai pengerajin tenunan tradisional. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi dan pencatatan dokumen, selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif.  Hasil penelitian menunjukkan : (1) secara hitungan kasar tingkat produktivitas yang dihasilkan dari pekerjaan menenun dapat dikatakan masih relatif rendah, (2) Tingkat Produktivitas Kerja (TPK)  kelompok pengerajin wanita di Desa Jineng Dalem adalah sebesar 63.3 %. Kontrtibusi yang diberikan pengerajin wanita di desa Jineng Dalem terhadap perekonomian keluarga bervariasi dari  16.7% sampai 75 %. Sebagai usaha kerajinan tradisional, pekerjaan menenun merupakan pekerjaan yang didapat secara turun temurun dari generasi ke generasi dengan sistem kekeluargaan, tanpa ada sistem pendidikan atau lembaga pelatihan yang jelas.   Kata-kata kunci : produktivitas, tingkat partisipasi kerja, pengerajin
FAST DCT ALGORITHM FOR VIDEO TRANSMISSION I Wayan Sutaya
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 9 No. 1 (2012): Edisi Januari 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.951 KB) | DOI: 10.23887/jptk-undiksha.v9i1.2874

Abstract

This paper presents a fast DCT algorithm by using convolution method. Multipliers will be a crucial process in designing a fast DCT algorithm because they take a long time to complete their process. Reducing a number of multipliers is the one way to make a fast DCT algorithm. This paper shows how to reduce multipliers by using two steps: the first step is by grouping transformation matrix to be two groups in which this process uses the folding concept. The second step is by using fast convolution by inspection to minimize multipliers.   Keywords : multiplier, fast DCT, fast convolution, folding.
RAMBUT INDAH DAN CANTIK DENGAN KOSMETIKA TRADISIONAL Made Diah Angendari
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 9 No. 1 (2012): Edisi Januari 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.612 KB) | DOI: 10.23887/jptk-undiksha.v9i1.2875

Abstract

Peranan rambut sangat penting untuk diperhatikan, karena rambut bukan hanya sebagai pelindung kepala dari berbagai hal seperti bahaya benturan/pukulan benda keras, sengatan sinar matahari, dan sebagainya, tetapi ia juga merupakan “perhiasan” yang berharga. Rambut yang tebal, panjang, hitam/berwarna, berkilau, sehat dan mudah diatur memberikan daya pesona tersendiri bagi pemiliknya. Keadaan kehidupan kita di alam tropis dengan udara panas, mengakibatkan banyak berkeringat dan banyaknya debu. Oleh karena itu teknik dan penggunaan kosmetika yang digunakan untuk perawatan kulit harus berfungsi untuk memelihara kesehatan kulit, mempertahankan kondisi kulit agar tetap baik dan mampu mencegah timbulnya kelainan pada kulit akibat proses usia, pengaruh lingkungan dan sinar matahari Perawatan rambut agar menjadi indah dan sehat dapat dilakukan dengan menggunakan kosmetika tradisional.   Kata-kata Kunci: Kosmetika Tradisional, Rambut, Indah
PEMANFAATAN ENERGI SURYA Gede Widayana
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 9 No. 1 (2012): Edisi Januari 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.187 KB) | DOI: 10.23887/jptk-undiksha.v9i1.2876

Abstract

Energi pada saat ini mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Selama ini penyangga utama kebutuhan energi masih mengandalkan minyak bumi .Sementara itu tidak dapat dihindarkan bahwa minyak bumi semakin langka dan mahal harganya. Dengan keadaan semakin menipisnya sumber energi fosil tersebut, di dunia sekarang ini terjadi pergeseran dari penggunaan sumber energi tak terbaharui menuju sumber energi terbaharui. Dari sekian banyak sumber energi terbahurui penggunaan energi melalui solar cell / sel surya merupakan alternatif yang paling potensial untuk diterapkan di wilayah Indonesia. Energi surya merupakan salah satu energi yang sedang giat dikembangkan saat ini oleh pemerintah Indonesia karena sebagai negara tropis, Indonesia mempunyai potensi energi surya yang cukup besar. Energi surya adalah sangat luar biasa karena tidak bersifat polutif, tidak dapat habis, dapat dipercaya dan tidak membeli. Ada banyak cara untuk memanfaatkan energi dari matahari.Istilah “tenaga surya” mempunyai arti mengubah sinar matahari secara langsung menjadi panas atau energi listrik untuk kegunaan kita. Dua tipe dasar tenaga matahari adalah “sinar matahari” dan “photovoltaic” (photo- cahaya, voltaic=tegangan). Photovoltaic tenaga matahari melibatkan pembangkit listrik dari cahaya. Rahasia dari proses ini adalah penggunaan bahan semi konduktor yang dapat disesuaikan untuk melepas elektron, pertikel bermuatan negative yang membentuk dasar listrik. Untuk memanfaatkan potensi energi surya tersebut, ada 2 (dua) macam teknologi yang sudah diterapkan, yaitu:Teknologi energi surya fotovoltaik dan Teknologi energi surya termal.   Kata-kata kunci : Energi surya, solar cell, fotovoltaik, surya termal.
TANAH LONGSOR : MEMPERKECIL RESIKO BENCANA MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS ( Studi Kasus : Kecamatan Kokap, Kulon Progo, DIY ) Agus Aan Jiwa Permana
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 9 No. 1 (2012): Edisi Januari 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.758 KB) | DOI: 10.23887/jptk-undiksha.v9i1.2877

Abstract

Setiap saat Indonesia mengalami ancaman bencana alam. Hal ini sudah dibuktikan dengan adanya bencana alam yang beruntun menimpa negara ini. Mulai dari tsunami, gunung meletus, banjir, tanah longsor, dan gempa. Dengan adanya hal-hal semacam ini, terpikirkan bagaimana caranya untuk melakukan pencegahan awal agar dampak kerugian material dan korban yang ditimbulkan dapat lebih diminimalisir. Misalnya saja bencana tanah longsor sering terjadi di Kabupaten Kulon Progo. Hal ini terjadi karena penambangan dan minimnya daerah tangkapan air sehingga menjadi penyebab maraknya kasus-kasus longsor di Kulon Progo baik karena aktivitas penambangan yang dilakukan legal atau ilegal. Khusus daerah yang menjadi sasaran penambangan emas di Yogya adalah Kecamatan Kokap. Sehingga menyebabkan banyak kejadian tanah longsor di daerah tersebut. Dengan kondisi daerah yang sering mengalami bahaya longsor, nampaknya perlu dikembangkan sebuah sistem informasi geografis yang dapat membantu dalam manajemen resiko bencana tanah tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo. Sehingga nantinya jika sistem ini dapat dikembangkan, dapat membantu melakukan analisis resiko dari dampak bencana tanah longsor di era cyber seperti saat ini. Lokasi yang menjadi titik rawan bencana, diharapkan dapat dideteksi dan hasilnya dapat dianalisis untuk kepentingan lebih lanjut. Hasil dari penelitian ini adalah sudah dapat menghasilkan peta bahaya longsor dalam tiga kategori yaitu tinggi, sedang, dan rendah.   Kata-kata kunci: Tanah Longsor,  Bencana Alam,  Sistem Informasi Geografis.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2012 2012


Filter By Issues
All Issue Vol. 22 No. 2 (2025): Edisi Juli 2025 Vol. 22 No. 1 (2025): Edisi Januari 2025 Vol. 21 No. 2 (2024): Edisi Juli 2024 Vol. 21 No. 1 (2024): Edisi Januari 2024 Vol. 20 No. 2 (2023): Edisi Juli 2023 Vol. 20 No. 1 (2023): Edisi Januari 2023 Vol. 19 No. 2 (2022): Edisi Juli 2022 Vol. 19 No. 1 (2022): Edisi Januari 2022 Vol 18, No 2 (2021): Edisi Juli 2021 Vol. 18 No. 2 (2021): Edisi Juli 2021 Vol. 18 No. 1 (2021): Edisi Januari 2021 Vol 18, No 1 (2021): Edisi Januari 2021 Vol 17, No 2 (2020): Edisi Juli 2020 Vol. 17 No. 2 (2020): Edisi Juli 2020 Vol 17, No 1 (2020): Edisi Januari 2020 Vol. 17 No. 1 (2020): Edisi Januari 2020 Vol. 16 No. 2 (2019): Edisi Juli 2019 Vol 16, No 2 (2019): Edisi Juli 2019 Vol 16, No 1 (2019): Edisi januari 2019 Vol. 16 No. 1 (2019): Edisi januari 2019 Vol. 15 No. 2 (2018): Edisi Juli 2018 Vol 15, No 2 (2018): Edisi Juli 2018 Vol. 15 No. 1 (2018): Edisi Januari 2018 Vol 15, No 1 (2018): Edisi Januari 2018 Vol 14, No 2 (2017): Edisi Juli 2017 Vol. 14 No. 2 (2017): Edisi Juli 2017 Vol 14, No 1 (2017): Edisi Januari 2017 Vol. 14 No. 1 (2017): Edisi Januari 2017 Vol 13, No 2 (2016): Edisi Juli 2016 Vol. 13 No. 2 (2016): Edisi Juli 2016 Vol 13, No 1 (2016): Edisi Januari 2016 Vol. 13 No. 1 (2016): Edisi Januari 2016 Vol. 12 No. 2 (2015): Edisi Juli 2015 Vol 12, No 2 (2015): Edisi Juli 2015 Vol 12, No 1 (2015): Edisi Januari 2015 Vol. 12 No. 1 (2015): Edisi Januari 2015 Vol. 11 No. 2 (2014): Edisi Juli 2014 Vol 11, No 2 (2014): Edisi Juli 2014 Vol 11, No 1 (2014): EDISI JANUARI 2014 Vol. 11 No. 1 (2014): EDISI JANUARI 2014 Vol 10, No 2 (2013): Edisi Juli 2013 Vol. 10 No. 2 (2013): Edisi Juli 2013 Vol 10, No 1 (2013): Edisi Januari 2013 Vol. 10 No. 1 (2013): Edisi Januari 2013 Vol 9, No 2 (2012): Edisi Juli 2012 Vol. 9 No. 2 (2012): Edisi Juli 2012 Vol. 9 No. 1 (2012): Edisi Januari 2012 Vol 9, No 1 (2012): Edisi Januari 2012 Vol 8, No 2 (2011): Edisi Juli 2011 Vol. 8 No. 2 (2011): Edisi Juli 2011 Vol. 8 No. 1 (2011): Edisi Januari 2011 Vol 8, No 1 (2011): Edisi Januari 2011 Vol. 7 No. 2 (2010): Edisi Juli 2010 Vol 7, No 2 (2010): Edisi Juli 2010 Vol. 7 No. 1 (2010): Edisi Januari 2010 Vol 7, No 1 (2010): Edisi Januari 2010 Vol 6, No 2 (2009): Edisi Juli 2009 Vol. 6 No. 2 (2009): Edisi Juli 2009 Vol 6, No 1 (2009): Edisi Januari 2009 Vol. 6 No. 1 (2009): Edisi Januari 2009 More Issue