cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
editor.wms.undiksha@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pendidikan Ganesha Jl. Udayana no. 11, Singaraja, Bali 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Wahana Matematika dan Sains
ISSN : 18580629     EISSN : 25496727     DOI : -
Core Subject :
Wahana Matematika dan Sains merupakan jurnal yang menampung tulisan hasil penelitian atau kajian pustaka dalam bidang MIPA atau pendidikan MIPA yang belum pernah atau tidak dalam sedang proses untuk dipublikasikan pada jurnal lain. Tulisan bisa dalam bahasa Indonesia ataupun bahasa Inggris.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 15 No. 3 (2021): Desember 2021" : 12 Documents clear
Penerapan Model Discovery Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Problem Solving Siswa Markus Palobo
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 15 No. 3 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.984 KB) | DOI: 10.23887/wms.v15i1.17529

Abstract

Kemampuan problem solving merupakan salah satu kemampuan yang penting untuk dimiliki siswa dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan problem solving matematika menggunakan model pembelajaran Discovery Learning. Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan kelas yang dilakukan sebanyak dua siklus dengan setiap siklus terdapat 4 pertemuan. Subjek dalam penelitian terdiri dari 19 siswa dilakukan di kelas VIII MTs Annajah Yamra Merauke. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes untuk tes kemampuan problem solving dan teknik non tes untuk lembar observasi. Hasil dari penelitian ini yaitu kemampuan problem solving matematika siswa pada siklus I adalah 47,4% berada pada kategori baik dan sangat baik dan pada siklus II kemampuan problem solving siswa meningkat menjadi 79% berada pada kategori baik dan sangat baik yang telah memenuhi indikator keberhasilan. Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan bahwa model Discovery Learning dapat meningkatkan Kemampuan Problem solving Matematika siswa kelas VIII MTs Annajah Yamra Merauke.
PENGEMBANGAN TES KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI TIGA LEVEL (THREE-TIER) BERBASIS MARZANO DIMENSIONS OF LEARNING I Gede Yokta Pradana
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 15 No. 3 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.627 KB) | DOI: 10.23887/wms.v15i3.28124

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan tes keterampilan berpikir tingkat tinggi tiga level (three-tier) berbasis marzano dimensions of learning. Prosedur pengembangan terdiri dari empat tahap yaitu: define, design, develop, dan disseminate. Pengembangan dibatasi sampai pengujian instrumen dan uji coba tes. Tahap penyebaran terbatas pada sosialisasi tes kepada guru-guru. Subyek dalam penelitian ini terdiri dari 2 orang dosen ahli dalam bidang pendidikan IPA dan 152 orang siswa kelas VIII SMP. Data validitas dari 2 dosen ahli dianalisis untuk memperoleh validitas isi dan validitas konstruk tes. Skor hasil tes dari 152 siswa dianalisis untuk memperoleh nilai konsistensi internal butir, indeks daya beda, indeks kesukaran butir dan reliabilitas tes dan skor angket dari siswa digunakan untuk mendeskripsikan visibilitas tes. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa: (1) tes yang dikembangkan memenuhi validitas isi dan konstruk sehingga benar-benar dapat mengukur keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa; (2) konsistensi internal butir tes berada pada rentang 0,20 - 0,48; (3) indeks daya beda masing-masing item lebih besar dari 0,20; (4) indeks kesukaran butir tes berada pada rentang 0,29 – 0,54; (5) reliabilitas tes adalah 0,75 dengan taraf signifikansi 5%. Tes yang dikembangkan telah memenuhi kriteria validitas, reliabilitas, dan visibilitas sehingga dapat menjadi instrument tes yang dapat digunakan untuk mengukur keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa
Ragam Metode untuk Deteksi COVID-19 Ni Komang Sophize Yustitie
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 15 No. 3 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.653 KB) | DOI: 10.23887/wms.v15i3.31129

Abstract

Penyakit COVID-19 disebabkan oleh SARS-CoV-2, dapat menyebar dari manusia ke manusia dengan cepat. Terdapat beberapa pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi COVID-19 di antaranya metode Rapid Diagnostic Test (RDT), metode Reverse Transcriptionpolymerase Chain Reaction (RT-PCR), dan metode CT-Scan. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan. Dalam studi ini menyediakan informasi mengenai alur kerja uji covid-19 dengan berbagai metode.  Bahan penelitian dikumpulkan dari berbagai jurnal dan pedoman yang sesuai dengan topik. Dari hasil studi literatur diketahui bahwa terdapat diantaranya tiga metode untuk mendeteksi COVID-19, yaitu 1) Rapid Diagnostic Test (RDT) untuk deteksi respon antibodi terhadap infeksi SARS-CoV-2 menggunakan antibodi yang terbentuk ketika terinfeksi virus seperti imunoglobulin G (IgG) dan imunoglobulin M (IgM), 2) Reverse Transcriptionpolymerase Chain Reaction (RT-PCR) mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri atau virus dengan mengandalkan kemampuan untuk memperbanyak materi genetik virus di dalam sampel. Pasien disebut terkonfirmasi COVID-19 bila pada deteksi dengan RT-PCR ditemukan urutan unik dari RNA virus, dan 3) CT-Scan yaitu terekamnya ground glass opacity (paru-paru pasien terlihat putih atau buram) dan consolidation (area untuk udara di alveoli terisi oleh cairan patologi, sel, atau jaringan). Hasil rapid test antibody bersifat kualitatif, sehingga jika ditemukan hasil reaktif harus dikonfirmasi dengan pemeriksaan PCR. Pemeriksaan rapid test antibody disertai dengan RT-PCR dijadikan pertimbangan untuk menunjukkan paparan infeksi dan meningkatkan diagnostik deteksi COVID-19. Hasil studi literatur ini diharapkan bisa dilanjutkan sebagai dasar penelitian lebih lanjut pemeriksaan untuk deteksi COVID-19 di Indonesia.
Analisis kemampuan penalaran matematis siswa kelas x sma pada materi sistem persamaan linear tiga variabel Re Agnes Gempar
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 15 No. 3 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.23 KB) | DOI: 10.23887/wms.v15i3.31236

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendesripsikan kemampuan penalaran matematis siswa kelas X SMA pada materi sistem persamaan linear tiga variabel. Penelitian dilakukan pada subjek terbatas sebanyak 3 orang subjek peneliti. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Instrumen yang digunakan berupa soal tes berbentuk uraian sebanyak 5 soal. Prosedur penelitian ini terdiri dari dua langkah. Langkah pertama mengelompokkan jawaban 36 siswa berdasarkan kategori kemampuan tinggi, sedang, rendah. Langkah kedua menganalisis jawaban yang diberikan siswa dalam bernalar terhadap soal SPLTV berdasarkan kategori tingkat tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kategori kemampuan tinggi dapat mengintepretasikan ide dengan baik, dapat menentukan dan mengimplementasikan strategi penyelesaian dengan baik, dan dapat membuat kesimpulan dengan tepat. Siswa dengan kategori sedang menunjukkan bahwa kurang mampu mengintepretasikan ide dengan baik, dapat menentukan dan mengimplementasikan strategi penyelesaian dengan baik, namun tidak dapat membuat kesimpulan dengan tepat. Siswa dengan kategori rendah menunjukkan tidak dapat mengintepretasikan ide dengan baik, tidak dapat menentukan dan mengimplementasikan strategi penyelesaian dengan baik, dan tidak dapat membuat kesimpulan dengan tepat.
Analisis Kemampuan Literasi Matematis Siswa Pada Soal PISA di SMPN 2 Karawang Barat Fiqih Fadillah
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 15 No. 3 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.522 KB) | DOI: 10.23887/wms.v15i3.32118

Abstract

Matematika merupakan ilmu pengetahuan yang dikenal dengan penuh angka, perhitungan, dan penalaran. Namun pada dasarnya, siswa tidak semata-mata hanya menyelesaikan pemecahan masalah berupa soal-soal rutin, melainkan lebih cenderung pada permasalahan sehari-hari yang dihadapi, atau dikenal sebagai kemampuan literasi matematika. Dengan menggunakan konten Change and relationship pada soal PISA diharapkan dapat mengetahui pencapaian kemampuan literasi matematika siswa pada tingkat SMP. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan guna mengetahui serta menganalisis kemampuan literasi matematis siswa di SMP Negeri 2 Karawang Barat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematis siswa kelas VIII J SMP Negeri 2 Karawang Barat dalam menyelesaikan soal-soal PISA pada konten Change and relationship pada indikator Merumuskan (Formulate), Menerapkan (Employ) dan Menafsirkan (Interpret). Hasil penelitian menyatakan bahwa kemampuan literasi matematis siswa kelas VIII J di SMPN 2 Karawang Barat dalam menyelesaikan soal PISA konten change and relationship masih cukup rendah.Kata Kunci: Literasi Matematis, PISA
PENYELESAIAN PROGRAM LINIER MENGGUNAKAN METODE SIMPLEKS DUA FASE DAN METODE QUICK SIMPLEKS DUA FASE Elfira - Safitri; Sri - Basriati; Mohammad - Soleh; Yuhandi - -
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 15 No. 3 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.086 KB) | DOI: 10.23887/wms.v15i3.33068

Abstract

Mitra Pekanbaru Clothing shoots is one of a shop engaged in convection. In this case, Mitra Pekanbaru Clothing produces 4 types of uniforms, namely female Madrasah Aliyah uniform, male Madrasah Aliyah uniform, female Madrasah Ibtidaiyah uniform, and male Madrasah Ibtidaiyah uniform. Mitra Pekanbaru Clothing shoots to achieve maximum profit, so it needs optimization.The method used in this research is the two-phase simplex method and the two-phase quick simplex method. The purpose of this study is to determine the completion of a linear programming using the two-phase simplex method and the two-phase quick simplex method to obtain an optimum and feasible solution. The two-phase method of taking leaving variables and entering variables takes one positive variable, while the quick simplex method can be taken simultaneously with more than one negative value.Based on the research results, it was found that the completion of the linear programming using the two-phase quick simplex method was more efficient than the two-phase simplex method. This can be seen from the number of iterations performed, the two-phase method performs iterations four iteration and the two-phase quick simplex method performs one iteration. The two-phase simplex method and two-phase quick simplex yield the same values. So it can be concluded that that Mitra Pekanbaru Clothing has to produce 15 units of female Madrasah Aliyah uniform, 20 units of male Madrasah Aliyah uniform, 15 units of female Madrsah Ibtidaiyah uniform, and 20 units of male Madrasah Ibtidaiyah uniform, with a maximum profit of Rp.5.600.000.- Mitra Pekanbaru Clothing shoots is one of a shop engaged in convection. In this case, Mitra Pekanbaru Clothing produces 4 types of uniforms, namely female Madrasah Aliyah uniform, male Madrasah Aliyah uniform, female Madrasah Ibtidaiyah uniform, and male Madrasah Ibtidaiyah uniform. Mitra Pekanbaru Clothing shoots to achieve maximum profit, so it needs optimization. The method used in this research is the two-phase simplex method and the two-phase quick simplex method. The purpose of this study is to determine the completion of a linear programming using the two-phase simplex method and the two-phase quick simplex method to obtain an optimum and feasible solution. The two-phase method of taking leaving variables and entering variables takes one positive variable, while the quick simplex method can be taken simultaneously with more than one negative value. Based on the research results, it was found that the completion of the linear programming using the two-phase quick simplex method was more efficient than the two-phase simplex method. This can be seen from the number of iterations performed, the two-phase method performs iterations four iteration and the two-phase quick simplex method performs one iteration. The two-phase simplex method and two-phase quick simplex yield the same values. So it can be concluded that that Mitra Pekanbaru Clothing has to produce 15 units of female Madrasah Aliyah uniform, 20 units of male Madrasah Aliyah uniform, 15 units of female Madrsah Ibtidaiyah uniform, and 20 units of male Madrasah Ibtidaiyah uniform, with a maximum profit of Rp.5.600.000.-
Respon guru matematika terhadap penghapusan ujian nasional Luthfi Nabila Tuankotta; Padrul Jana; MM Endang Susetyawati; Rosalia Indriyati Saptatiningsih
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 15 No. 3 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.624 KB) | DOI: 10.23887/wms.v15i3.34124

Abstract

Departemen pendidikan nasional telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan salah satunya yaitu peningkatan sistem evaluasi. Sistem evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional disebut dengan Ujian Nasional (UN). Salah satu mata pelajaran yang diujikan dalam UN adalah mata pelajaran matematika. Matematika merupakan ilmu pengetahuan yang bersifat universal, dimana matematika adalah ilmu yang mendasari perkembangan teknologi modern dan mempunyai peran penting dalam memajukan daya pikir manusia. Tetapi menurut laporan hasil Ujian Nasional yang diunggah oleh Pusat Penilaian Pendidikan Kemendikbud, hasil UN matematika pada tahun ajaran 2019/2020 menempati kedudukan paling rendah, baik di tingkat SMP maupun tingkat SMA sederajat. Maka dari itu, rendahnya nilai matematika tersebut menimbulkan beberapa konflik di berbagai kalangan, sehingga ada beberapa kalangan yang berpendapat bahwa matematika merupakan faktor yang menghambat kelulusan peserta didik, sehingga mereka berpendapat sebaiknya UN dihapuskan. Berdasarkan fakta tersebut, peneliti tertarik melakukan penelitian guna mengetahui respon guru matematika terhadap penghapusan ujian nasional serta dapat mengetahui cara guru matematika dalam mengukur ketuntasan pencapaian peserta didik jika Ujian Nasional dihapuskan serta mengetahui dampak yang akan terjadi jika Ujian Nasional dihapuskan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Mixed Methods, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik purposive sampling, yaitu dengan pertimbangan-pertimbangan antara lain yaitu guru matematika tingkat SMP dan SMA sederajat di Daerah Istimewa Yogyakarta, dikarenakan peneliti ingin mengetahui respon guru dari mata pelajaran yang memuat kemampuan atau kecakapan peserta didik dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilan menggunakan matematika di seluruh aspek kehidupan (literasi dan numerasi). Jumlah responden yang digunakan hampir merata disetiap kabupatennya. Instrumen yang digunakan adalah angket dan wawancara. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa respon guru matematika terhadap penghapusan Ujian Nasional dominan berpendapat kurang setuju pada dimensi sikap, akan tetapi pada dimensi evaluasi pendidikan, penilaian, dan mutu pendidikan respon guru matematika dominan berpendapat setuju jika Ujian Nasional dihapuskan. Ujian sekolah dan penilaian 5 semester terakhir dapat mengukur ketuntasan pencapaian peserta didik, dengan ujian nasional peserta didik dapat lebih leluasa dalam mengeksplorasi diri, tetapi Ujian Nasional juga dapat menurunkan minat dan semangat peserta didik dalam mengikuti pelajaran matematika.
Pengaruh Pembelajaran Berbasis Proyek yang Difasilitasi dengan E-learning terhadap Keterampilan Proses dan Hasil Belajar Sains Bayu Atmajaya
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 15 No. 3 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.409 KB) | DOI: 10.23887/wms.v15i3.37676

Abstract

Keterampilan proses dan hasil belajar sains siswa masih merupakan isu yang menjadi perhatian para peneliti. Banyak strategi pembelajaran yang telah dikembangkan untuk meningkatkan keterampilan proses dan hasil belajar sains siswa, salah satunya adalah model pembelajaran berbasis proyek. Studi model pembelajaran berbasis proyek sudah banyak dilakukan, namun demikian studi tentang pembelajaran berbasis proyek yang difasilitasi dengan e-learning dalam pengembangan keterampilan proses dan hasil belajar sains siswa masih terbatas.  Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh model pembelajaran berbasis proyek yang difasilitasi dengan e-learning terhadap keterampilan proses dan hasil belajar sains siswa.  Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan pretest-posttest nonequivalent control group. Terdapat 63 orang siswa yang terlibat dalam penelitian ini, dimana 32 orang ditetapkan sebagai kelompok eksperimen dan 31 orang ditetapkan sebagai kelompok kontrol. Kelompok ekperimen dibelajarkan dengan model pembelajaran berbasis proyek yang difasilitasi dengan e-learning, sedangkan kelompok kontrol dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Data tentang keterampilan proses sains dikumpulkan dengan tes keterampilan poses sains dengan indeks reliabilitas r = 0,864, dan data tentang hasil belajar sains dikumpukan dengan tes hasil belajar dengan indeks reliabilitas r = 0,919. Data dianalisis dengan teknik MANCOVA. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat perbedaan keterampilan proses dan hasil belajar sains secara simultan antara kelompok ekperimen dan kelompok kontrol, dimana rata-rata skor kelompok eksperimen lebih besar dari kelompok kontrol;  (2) terdapat perbedaan keterampilan proses sains antara kelompok ekperimen dan kelompok kontrol, dimana rata-rata skor kelompok eksperimen lebih besar dari kelompok kontrol; (3) terdapat perbedaan hasil belajar sains antara kelompok ekperimen dan kelompok kontrol, dimana rata-rata skor kelompok eksperimen lebih besar dari kelompok kontrol. Model pembelajaran berbasis proyek yang difasilitasi dengan e-learning efektif dalam mengembangkan keterampilan proses dan hasil belajar sains siswa.
PENGEMBANGAN E-MODUL PEMBELAJARAN IPA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA Putu Maretha Surya; Putu Dias Maretha Surya
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 15 No. 3 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.155 KB) | DOI: 10.23887/wms.v15i3.38239

Abstract

This study aimed to describe the characteristics, validity, practicality, and effectiveness of a product in form e-module of a guided inquiry-based science learning of eight grade students in the second semester of 2020/2021 academic year. The research method used is R&D with the development model modified from Thiagarajan (1973) from 4D to 3D which consists of stages define, design, and develop. The research design used a one-group pretest-posttest. The characteristics of the e-module in form of adding a feature live chat as an implementation of virtual inquiry learning. Data were analyzed quantitatively and qualitatively. The results show that: (1) The validity in terms of three aspects including material, media, and language on average were categorized as very valid, (2) Practicality in terms of teacher and students’ responses, respectively in the practical category, (3) The effectiveness in terms of posttest an average total score of 90.38 in the very good category and <g> = 0.82 in the high category. Based on these findings, it can be concluded that the e-module guided inquiry-based science learning developed is valid, practical, and effective in improving students' science process skills.
STUDI KEPUSTAKAAN TENTANG MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA Inayah Rizki Khaesarani
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 15 No. 3 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.221 KB) | DOI: 10.23887/wms.v15i3.38716

Abstract

Karya ilmiah ini bertujuan untuk mengupas secara tuntas terkait model pembelajaran Think Pair Share (TPS) dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa berdasarkan berbagai informasi, seperti: buku, jurnal, artikel, karya-karya ilmiah lainnya. Di dalam penelitian ini mengambil 5 (lima) jurnal yang telah diterbitkan sehingga data atau teori yang dipaparkan menjadi cukup kuat dan jelas. Metode yang digunakan dalam karya ilmiah ini adalah studi kepustakaan (library research) dimana studi kepustakaan digunakan untuk mengumpulkan berbagai sumber data atau teori yang mendukung dalam terbentuknya karya ilmiah ini. Adapun pembahasan dalam karya ilmiah ini adalah mendapatkan berbagai informasi melalui 5 (lima) jurnal tentang model pembelajaran Think Pair Share (TPS) dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Selanjutnya, peneliti mendapatkan informasi bahwa hasil belajar matematika siswa mengalami peningkatan ketika diterapkannya strategi pembelajaran Think Pair Share (TPS) pada saat pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu, dengan adanya model pembelajaran Think Pair Share (TPS) sekiranya dapat memberikan solusi dan strategi yang inovatif dan variatif terhadap setiap guru/pendidik dalam menjalani proses pembelajaran matematika sehingga dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa di kelas. Sehingga dengan menerapkan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa di kelas.

Page 1 of 2 | Total Record : 12