cover
Contact Name
Teguh Pribadi
Contact Email
teguh@malahayati.ac.id
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
holistik@malahayati.ac.id
Editorial Address
Universitas Malahayati Bandar Lampung, Indonesia Jl Pramuka No. 27 Kemiling Bandar Lampung, Indonesia
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Holistik Jurnal Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 19783337     EISSN : 26207478     DOI : 10.33024/hjk
Core Subject : Health,
Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, di bidang ilmu kesehatan khususnya bidang ilmu keperawatan yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek pokok, yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 4 (2021)" : 20 Documents clear
Pengaruh kecerdasan emosional dan spiritual terhadap kinerja perawat dengan komitmen organisasi sebagai variabel intervening Ismuhadi Ismuhadi; Muhibbullah Ali Puteh
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 4 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i4.5362

Abstract

Effect of spiritual intelligence, emotional intelligence on job performance among nurses with the organizational commitment as an intervening variableBackground:  The need for nurses as medical personnel is more when compared to other health workers, making nurses one of a number of medical personnel who have an important role in improving the quality of existing health.Purpose: To test the effect of spiritual intelligence, emotional intelligence on job performance among nurses with the organizational commitment as an intervening variableMethod: This research analyzes the data using a structural equation modeling (SEM) model, the sample is 223 nurses at RSUD dr. Zubir Mahmud, East Aceh Regency. The technique in determining the sample is total sampling.Results: Emotional intelligence has a significant positive effect on individual performance. Likewise, spiritual intelligence has an influence on performance but is mandatory through organizational commitment. Another finding is that emotional intelligence or spiritual intelligence have a significant positive effect on organizational commitment. Furthermore, the last finding is that organizational commitment has a positive influence on individual performance.Conclusion: The hypothesis test provides the finding that emotional intelligence has a significant positive effect on individual performance. Keywords: EQ; SQ; Performance; Organizational Commitment; NursePendahuluan: Kebutuhan akan perawat sebagai tenaga medis yang lebih banyak jika dibanding dengan tenaga kesehatan lainnya menjadikan perawat sebagai satu dari sejumlah tenaga medis yang memiliki peranan penting terhadap meningkatnya kualitas kesehatan yang ada.Tujuan: Tujuan dari riset ini agar dapat melakukan pengujian pada Pengaruh Kecerdasan Emosi dan Spiritual Terhadap Kinerja Perawat, serta peran komitmen organisasi sebagai variabel intervening apakah memediasi Kecerdasan Emosi dan Spiritual Terhadap Kinerja PerawatMetode: Riset ini menganalisa datanya dengan menggunakan model structural equation modeling (SEM), sampelnya adalah 223 perawat pada RSUD dr Zubir Mahmud Kabupaten Aceh Timur dengan Teknik dalam menentukan sampel adalah sampling total.Hasil:  Kecerdasan  emosi memunyai pengaruh  positif signifikan atas kinerja individu. Sama halnya dengan kecerdasan spiritual yang memunyai pengaruh pada kinerja namun wajib dengan perantara komitmen organisasi. Penemuan lainnya yakni kecerdasan emosional ataupun kecerdasan spiritual memunyai pengaruh positif signifikan atas komitmen organisasi. Selanjutnya, terakhir penemuannya berupa komitmen organisasi mempunyai pengaruh positif atas kinerja individu.Simpulan: Uji hipotesisi tersebut memberikan penemuan yakni  kecerdasan emosi memunyai pengaruh  positif signifikan atas kinerja individu.
Hubungan motivasi ekstrinsik dan intrinsik perawat terhadap pendokumentasian asuhan keperawatan Nugroho Cahyo Kusumantoro; Dewi Kusuma Ningsih; Muhammad Ricko Gunawan
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 4 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i4.2323

Abstract

Background: Documentation of nursing care is a professional requirement that must be accounted for, both in ethical and legal aspects. Motivation is something that encourages someone to behave in achieving a goal. The size of motivation depends on each person. Based on average data from 2016 to 2017 at the West Lampung District Health Center, it is known that of 36 nursing care actions that are in accordance with the SOP, an average of 22.2% documenting nursing care from assessment to evaluation was 58.56%.Purpose: To identify extrinsic and intrinsic in nursing motivation factors toward documenting nursing careMethod: A quantitative research with cross sectional design. This research was conducted from 25 June to 25 July 2019 at Health Center, West Lampung Regency. The population in this study were all nurses in health centers in the West Lampung Regency, Lampung Province, amounting to 104 respondents, while the side technique taken with the purposive sampling method was 63 respondents. Data collection by questionnaire, data analysis by univariate and bivariate (chi square).Results: There was a relationship between intrinsic motivation to document nursing care, p = 0.005 means that p <α (0.05), there was a relationship of extrinsic motivation to document nursing care, p = 0.007, meaning p <α (0, 05).Conclusion: There is a relationship between extrinsic motivation and intrinsic motivation to document nursing care at Health Center Barat Lampung Regency in 2019Keywords : Documenting; Extrinsic; Intrinsic; Nursing motivationPendahuluan: Dokumentasi asuhan keperawatan merupakan tuntutan profesi yang harus dapat dipertanggungjawabkan, baik dari aspek etik maupun aspek hukum. Motivasi adalah sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertingkah laku dalam mencapai suatu tujuan. Besar kecilnya motivasi tergantung pada masing-masing orang. Berdasarkan data rata-rata tahun 2016 sampai 2017 pada Puskesmas Kabupaten Lampung Barat, diketahui bahwa dari 36 tindakan asuhan keperawatan yang sesuai dengan SOP rata-rata 22,2% pendokumentasian asuhan keperawatan dari pengkajian sampai dengan evaluasi sebanyak 58,56%.Tujuan: Mengidentifikasi faktor ekstrinsik dan intrinsik dalam motivasi keperawatan terhadap pendokumentasian asuhan keperawatanMetode : Penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini sudah dilaksanakan tanggal 25 Juni sampai 25 Juli 2019 di UPTD Puskesmas Kabupaten Lampung Barat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat di puskesmas yang ada di Kabupaten Lampung Barat provinsi Lampung yaitu berjumlah 104 responden, sedangkan teknik samping yang diambil dengan metode purposive sampling yaitu 63 responden. Pengumpulan data dengan kuesioner, analisis data secara univariat dan bivariat (chi square).Hasil: Terdapat hubungan hubungan motivasi intrinsik terhadap pendokumentasian asuhan keperawatan, didapatkan p= 0,005 berarti p<α (0,05), Terdapat hubungan motivasi ekstrinsik terhadap pendokumentasian asuhan keperawatan, didapatkan  p= 0,007 berarti p < α (0,05).Simpulan: Adanya hubungan antara motivasi ekstrinsik dan motivasi intrinsik terhadap pendokumentasian asuhan keperawatan di UPTD Puskesmas Kabupaten Lampung Barat tahun 2019.
Kekurangan energi kronik dan tinggi badan ibu terhadap kejadian stunting pada balita Andri Yulianto; Resi Hana
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 4 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i4.5715

Abstract

Chronic energy deficiency and maternal height on the incidence of stunting in toddlersBackground: Factors that influence stunting according to WHO in 2013 include family factors such as maternal malnutrition (before pregnancy, pregnancy and breastfeeding, breastfeeding), maternal height status, teenage pregnancy, infection, birth babies (IUGR and Premature), short babies / LBW and Hypertension.Purpose:The objective of this research was to find out the correlation of maternal nutrition status and health condition to children under five stunting in Kota public health center working area in Pesawaran district in 2019. Method: This was a research by using survey case control approach. Research subjects were 4,310 parents reported in Maternal and Child and Nutiriton Report. There were 256 children under five (8-59 months) reported with stunting to be measured with anthropometry. 172 respondents were taken by using systematic random sampling. Secondary data were collected by using observation sheets. Data were analyzed by using chi square test. Results: Bivariate analysis result showed that there were correlations of maternal nutrition status and health condition (p-value 0.013; OR=2.289) and body height (p-value 0.002; OR=2.76) to stunting case. The researcher recommends mothers with shorter heights to consume nutritional supplements to fulfill energy, protein, fat, and other macro and micro nutrition to prevent and mitigate stunting, so that genetic factors can be mitigated with good nutritional intake. Conclusion: All independent variables are associated with the incidence of stunting.Keywords: Chronic Energy Deficiency; Mother's Height; Toddler; StuntingPendahuluan: Faktor yang mempengaruhi stunting menurut WHO tahun 2013 salah satunya faktor keluarga yaitu faktor ibu kekurangan nutrisi (saat sebelum hamil, hamil dan menyusui, masa menyusui),  status tinggi badan ibu, kehamilan remaja, infeksi, bayi lahir (IUGR dan Premature), bayi  pendek/BBLR dan Hipertensi. (Lamid, 2015).Tujuan: Untuk mengetahui hubungan KEK dan tinggi badan ibu terhadap kejadian stunting pada balita di wilayah kerja UPT Puskesmas Kota Dalam Kabupaten Pesawaran tahun 2019.Metode:Desain penelitian menggunakan survey case control.. Subjek penelitian ini adalah orang tua yang memiliki balita yang tercatat dilaporan Gizi dan KIA dengan populasi sebanyak terdapat 4.310 bayi balita usia 8 – 59  bulan yang diukur antropometri dengan angka stunting sebanyak 256 bayi balita usia 8 – 59  bulan dan sampel sebanyak didapatkan 172 bayi balita dengan teknik sampling systematic random sampling. Jenis data menggunakan data sekunder dengan menggunakan lembar observasi. Analisa data menggunakanchy square.Hasil: Di dapatkan uji statistik bivariat didapatkan ρ – value KEK = 0,013 dan OR = 2,289 dan ρ – value tinggi badan = 0, 002 dan OR = 2,76.Simpulan: Seluruh variabel independen berhubungan dengan kejadian stunting. 
Tingkat aktivitas fisik pada anak dengan gangguan spektrum autisme : A narrative review Ikeu Nurhidayah; Milah Kamilah; Gusgus Ghraha Ramdhanie
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 4 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i4.5233

Abstract

Physical activity of children with autism spectrum disorders: A narrative review Background: Autism spectrum disorder is a developmental disorder characterized by impaired communication, social interaction, and repetitive behavior. ASD children experience limitations in performing daily activities. Physical activity can reduce the symptoms and skills deficiencies that are present in ASD.Purpose: The literature review was to conduct a study of the level of physical activity with ASD children.Method: The narrative review, articles were collected through the CINAHL, Pubmed, Researchgate, and Garuda Ristek Dikti databases. The keywords used are children with autism OR autism spectrum disorder AND physical activity. The criteria for the articles collected are full text articles, in English and Indonesian, published in 2011-2020 and the type of study used is non-experimental quantitative articles.Results: The literature study got 8 articles which found that low level of physical activity with ASD children. ASD children engage in low physical activity, are physically inactive and spend little time doing physical activity.Conclusion: Physical activity in ASD girls was significantly lower than in boys. This literature study can be used as information for health workers in providing information on the importance of physical activity in children with ASD and the need for further research on programs and interventions for physical activity in children with ASD to get enough daily physical activity to reduce the disorders that exist in children with ASD.Keywords: Children; Autism; Physical activityPendahuluan: Gangguan spektrum autisme merupakan gangguan perkembangan yang ditandai dengan gangguan komunikasi, interaksi sosial, dan perilaku repetitif. Anak-anak GSA mengalami keterbatasan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Aktivitas fisik dapat menurunkan gejala dan kekurangan keterampilan yang ada pada GSA.Tujuan: Studi literatur ini memiliki tujuan untuk melakukan kajian tingkat aktivitas fisik dengan anak GSA. Metode: Metode yang digunakan dalam studi literatur ini adalah narrative review. Artikel dikumpulkan melalui database CINAHL, Pubmed, dan Researchgate. Kata kunci yang  digunakan yaitu children with autism OR autism spectrum disorder AND physical activity. Kriteria artikel yang dikumpulkan yaitu artikel fulltext, berbahasa Inggris dan Indonesia, dipublikasikan tahun 2011-2020 dan jenis studi yang digunakan artikel kuantitatif non eksperimental.Hasil: Hasil studi literatur mendapatkan sebanyak 8 artikel yang menemukan bahwa rendahnya tingkat aktivitas fisik dengan anak GSA. Anak-anak GSA terlibat dalam aktivitas fisik yang rendah, tidak aktif secara fisik dan sedikit waktu yang dihabiskan dalam melakukan aktivitas fisik.Simpulan: Aktivitas fisik pada anak perempuan GSA secara signifikan lebih rendah daripada anak laki-laki. Studi literatur ini dapat dijadikan sebagai informasi tenaga kesehatan dalam memberikan informasi pentingnya aktivitas fisik pada anak dengan GSA serta diperlukannya penelitian lebih lanjut mengenai program dan intervensi aktivitas fisik pada anak-anak dengan GSA untuk mendapatkan aktivitas fisik harian yang cukup untuk mengurangi gangguan yang ada pada anak-anak GSA. 
Analisis faktor-faktor kesiapan bidan dalam pertolongan persalinan di era pandemi Covid-19 Ida Listiana; Frida Kasumawati; Junaida Rahmi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 4 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i4.5495

Abstract

Background: In 2019, nearly 80 million women gave birth in health institutions globally. Pregnant women with comorbidities have a higher risk of serious illness, morbidity and mortality compared to the general population, the potential impact of the COVID-19 pandemic on mortality due to reduced access to maternal and infant health services. Midwives as the front line in MCH, family planning and reproductive health services, during the pandemic there were midwives independent practices that experienced closure of 9296 midwives, as many as 974 midwives. Every health service activity, including delivery assistance during the COVID-19 pandemic, midwives must provide services in accordance with health protocols, one of which is a place for delivery assistance. There are several factors that have a relationship with the readiness of midwives in providing care during childbirth, namely ability, experience, learning, rewards/reward, resources/equipment, attitude in service and perception of workload.Purpose: To determine the relationship between the factors of readiness of midwives in delivery assistance starting from the level of knowledge, attitudes, perceptions and sources of information. Method: The research design used is explanatory research. Population: all midwives who have a license to practice independent midwives in the South Tangerang City area, totaling at least 30 people using themethod purposive sampling. Data analysis was performed using a correlation test which measures the closeness of the relationship between two variables (correlation coefficient) using Chi Square.Results: There is a relationship between the level of knowledge and delivery assistance during the pandemic (p-value = 0.028 ), the perception of the midwife (p-value = 0.019), the attitude of the midwife (p-value = 0.09), there is no relationship between the source of information on the midwife with delivery assistance (p-value = 0.204),Conclusion: There is a relationship between the level of knowledge, attitudes, and perceptions of midwives on delivery assistance, but there is no relationship between information sources and delivery assistance during a pandemic. One of the causes is that health workers are not optimal in providing information about site selection and birth attendants during a pandemic.Keywords   : Midwife staff ; Service; Covid-19; PandemicPendahuluan: Pada tahun 2019, hampir 80 juta perempuan melahirkan di institusi kesehatan secara global. ibu hamil dengan komorbid memiliki risiko lebih tinggi untuk terjadinya penyakit berat, morbiditas dan mortalitas dibandingkan dengan populasi umum, potensi dampak pandemi COVID-19 terhadap kematian akibat berkurangnya akses ke layanan kesehatan ibu dan bayi. Bidan sebagai garda terdepan dalam pelayanan KIA, KB dan kesehatan reproduksi, di masa pandemi terdapat praktik mandiri bidan yang mengalami tutup dari 9296 bidan, sebanyak 974 bidan. setiap kegiatan pelayanan kesehatan termasuk dalam pertolongan persalinan selama pandemik covid-19 bidan harus memberikan pelayanan sesuai dengan protocol kesehatan, salah satunya adala Tempat pertolongan persalinan. Ada beberapa faktor yang mempunyai hubungan dengan kesiapan bidan dalam memberikan asuhan pada masa persalinan yaitu kemampuan, pengalaman, pembelajaran, penghargaan/imbalan, sumberdaya/peralatan, sikap dalam pelayanan dan persepsi tehadap beban kerja.Tujuan: Mengetahui hubungan faktor kesiapan bidan dalam pertolongan persalinan mulai dari tingkat pengetahuan, sikap, persepsi dan sumber informasi. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah explanatory research, Populasi: seluruh bidan yang memiliki ijin Praktik Bidan Mandiri di wilayah Kota Tangerang Selatan, berjumlah minimal 30 orang dengan menggunakan metode Purposive Sampling. Analisa data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi yang mengukur keeratan hubungan antara dua variabel (koefisien korelasi) dengan menggunakan Chi Square.Hasil: Terdapat hubungan  tingkat pengetahuan dengan pertologan persalinan selama masa pandemic (p-value = 0,028 ), persepsi bidan (p-value = 0,019), sikap bidan  (p-value = 0,09 ), tidak terdapat hubungan antara sumber informasi bidan dengan pertologan persalinan  (p-value = 0,204),Simpulan: Terdapat hubungan tingkat pengetahuan, sikap, dan persepsi bidan terhadap pertolongan persalinan, tetapi tidak ada hubungan sumber informasi dengan pertolongan persalinan selama masa pandemic salah satu penyebabnya belum optimalnya tenaga kesehatan dalam memberikan informasi tentang pemilihan tempat dan penolong persalinan selama pandemic.
Studi literatur: Efektivitas pemberian ekstrak kayu manis terhadap kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus tipe II Praty Milindasari; Juniah Juniah
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 4 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i4.5583

Abstract

Effect of cinnamon extract on blood glucose level in patients with type II diabetes mellitus:  A literature reviewBackground: The increase in cases of type II diabetes mellitus is currently quite concerning. Type II diabetes mellitus undergoes an event of uncontrolled insulin resistance, glucose. In addition to the price of drugs that tend to be expensive, diabetes drugs are currently still not fully provide solutions for people with diabetes mellitus, which makes people start to switch to other alternatives. Herbal medicine is currently very rapid among the community.Purpose:  To review the effectiveness of cinnamon extract to blood glucose levels in patients with type II diabetes mellitus.Method: Literature review is conducted based on issues, methodologies, and equations of results. The research used amounted to 5 using experimental quasi design. Searches for article data sources are conducted through the Perpusnas e-resources database, and Google scholar to retrieve relevant articles.Results: The effect of cinnamon extract in patients with diabetes mellitus got a total of 178 participants with type II diabetes mellitus obtained cinnamon extract effective in reducing blood glucose levels.Conclusion: Patients with type II diabetes mellitus aged 36-66 years old are the effective ageKeywords : Diabetes mellitus type II; Cinnamon; Blood Glucose Level. Pendahuluan: Peningkatan pada kasus diabetes mellitus tipe II saat ini cukup memprihatinkan. Diabetes mellitus tipe II mengalami peristiwa resistensi insulin, glukosa yang tidak terkontrol. Selain harga obat yang cenderung mahal, obat-obat diabetes saat ini masih belum sepenuhnya memberi solusi bagi penderita diabetes mellitus, hal tersebut yang membuat masyarakat mulai beralih ke alternatif lain. Pengobatan herbal saat ini sangat pesat di kalangan masyarakat.Tujuan: Untuk mereview efektifitas pemberian ekstrak kayu manis terhadap kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus tipe II.Metode: Literature review dilakukan berdasarkan issue, metodologi, dan persamaan hasil. Penelitian yang digunakan berjumlah 5 dengan menggunakan design quasi eksperiment. Pencarian sumber data artikel dilakukan melalui database e-resources Perpusnas, dan Google scholar untuk mengambil artikel yang relevan.Hasil: Pengaruh pemberian ekstrak kayu manis pada penderita diabetes mellitus dengan total partisipan sebanyak 178 didapatkan ekstrak kayu manis efektif dalam penurunan kadar glukosa darah.Simpulan: Penderita diabetes mellitus tipe II rentang usia 36 - 66 tahun merupakan usia yang efektif 
Analisis tingkat kepuasan pasien lanjut usia di poliklinik rumah sakit Pertamina Bintang Amin Lampung Dian Purnama Oktera; Wayan Aryawati; Nurul Aryastuti
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 4 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i4.5427

Abstract

Background: In the next few decades, the number of elderly people in Indonesia will be more, this impacts the dependence of the elderly on the help of others and long-term care. The hospital as a health service provider is one of the health facilities most visited by the elderly, so evaluation is needed as an effort to improve the facilities provided, one of which is by measuring the level of satisfaction in the elderly.Purpose: To identify the level of satisfaction of the elderly at the Pertamina Bintang Amin Hospital Polyclinic LampungMethod: An observational analytic method with a cross-sectional approach. The subjects of this study were outpatients aged 60 years as many as 250 respondents. The sampling technique used was accidental sampling. The research instrument is a questionnaire. The data analysis technique used the chi-square test and multiple logistic regression.Results: Shows that there is a partial relationship between the type of work (p value = 0.007), education (p value = 0.001), timeliness of service (p-value = 0.000), service accuracy (p-value = 0.000), friendliness of the staff (p-value = 0.000) value = 0.000), the speed of the registration counter clerk (p-value = 0.001), and the comfort of the waiting room (p-value = 0.000) with elderly patient satisfaction, but there is no relationship between gender (p-value = 0.809), age ( p-value = 0.363), method of payment (p-value = 0.793), and availability of toilets (p-value = 0.207), as well as the speed variable at the registration counter were the most dominantly influencing elderly patient satisfaction with p-value = 0.000; OR = 11.08 ; 95% CI: 4.47 – 27.45.Keywords: Polyclinic; Satisfaction Level; ElderlyPendahuluan: Beberapa dekade kedepan  usia lansia di Indonesia jumlahnya akan lebih banyak, hal ini berdampak pada ketergantungan lansia akan bantuan orang lain dan perawatan jangka panjang. Adapun Rumah Sakit sebagai penyedia layanan kesehatan merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang paling banyak dikunjungi oleh lansia, sehingga diperlukan evaluasi sebagai upaya perbaikan terhadap fasilitas yang diberikan, yang salah satunya adalah dengan melakukan pengukuran tingkat kepuasan pada pasien lansia.Tujuan: Mengetahui tingkat kepuasan lansia di Poliklinik RS Pertamina Bintang Amin LampungMetode: Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian ini adalah pasien rawat jalan yang berusia ≥ 60 tahun sebanyak 250 responden. Teknik pengambilan sampel menganggunakan accidental sampling. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Teknik analisa data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik berganda.Hasil: Menunjukkan bahwa ada hubungan secara parsial antara jenis pekerjaan (p value = 0,007), pendidikan (p value = 0,001), ketepatan waktu pelayanan (p-value = 0,000), akurasi pelayanan (p-value = 0,000), keramahan petugas (p-value = 0,000), kecepatan petugas loket pendaftaran (p-value = 0,001), dan kenyamanan ruang tunggu (p-value = 0,000) dengan kepuasan pasien lansia, tetapi tidak ada hubungan antara jenis kelamin (p-value = 0,809), usia (p-value = 0,363), cara bayar (p-value =0,793), dan ketersediaan toilet (p-value = 0,207), serta variabel kecepatan petugas loket pendaftaran merupakan yang paling dominan mempengaruhi kepuasan pasien lanjut usia dengan p-value = 0.000 ; OR = 11,08 ; 95% CI: 4,47 – 27,45.
Karakteristik klinis dan lama rawat inap pasien covid-19 dengan kormobid dan tanpa kormobid Erika Martining Wardani; Difran Nobel Bistara; Yurike Septianingrum
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 4 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i4.5761

Abstract

Background: Covid-19 infects people with different clinical, from mild to moderate clinical symptoms even recovering without hospitalization. The clinical course of COVID-19 patients with comorbidities influences the prognosis and progression of the disease. Hypertension is the most common co-morbidity of COVID-19 patients with long hospitalizations.Purpose: Of the study was to determine the differences in patient characteristics, clinical and length of stay for COVID-19 patients with and without cormobids.Method: A retrospective study with samples of medical records of inpatients for the period June 1, 2021 – August 31, 2021. The samples were divided into 2 groups, namely kormobid with 30 medical records and without cormobid with 30 medical records. The sample of the comorbid group was selected by simple random; while the non-cormobid group with the matching process. Data were analyzed using t-test and Wilcoxon.Results : The majority of COVID-19 patients with comorbidities are male, aged more than 40 years, work other than medical personnel, while most of the COVID-19 patients without cormobids are male, aged 12-29 years, working as medical personnel. Cormobid with hypertension. Clinically treated COVID-19 patients include cough, fever, headache, runny nose, painful swallowing, anosmia, shortness of breath, nausea, vomiting and diarrhea. The length of hospitalization for patients with comorbidities was 21 days and without comorbidities 14 days. There were clinical differences between patients with comorbid and non-cormobid patients with p value = 0.0000 (p>0.05) and there was a difference in length of hospitalization with p-value = 0.000 (p>0.05).Conclusion : Clinically, patients with covid-19 with comorbidities differ in headache symptoms with a longer treatment duration of 22 days. Intensive care is needed for COVID-19 patients with comorbid hypertension.Keywords: Characteristics; Clinical features; Treatment duration; Covid-19Pendahuluan : Covid-19 menginfeksi orang dengan klinis yang berbeda, dari gejala klinis ringan sampai sedang bahkan sembuh tanpa rawat inap. Klinis pasien covid-19dengan komorbiditas mempengaruhi prognosis dan perkembangan penyakit tersebut. Hipertensi merupakan penyakit penyerta terbanyak pasien covid-19 dengan rawat inap lama.Tujuan: Mengetahui perbedaan karakteristik, klinis pasien dan lama rawat inap pasien covid-19 dengan kormobid dan tanpa kormobid.Metode : Penelitian secara retrospektif dengan sampel rekam medis pasien rawat inap periode 1 Juni 2021 – 31 Agustus 2021. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kormobid dengan 30 rekam medis dan tanpa kormobid dengan 30 rekam medis. Sampel kelompok kormobid dipilih secara simple random; sedangkan kelompok non kormobid dengan proses matching. Data dianalisis menggunakan t-test dan Wilcoxon.Hasil : Mayoritas pasien covid-19 dengan kormobid berjenis kelamin laki-laki, usia lebih dari 40 tahun, pekerjaan selain tenaga medis sedangkan pasien covid-19 tanpa kormobid sebagian besar laki-laki, usia 12-29 tahun, pekerjaan sebagai tenaga medis. Kormobid yang diderita hipertensi. Klinis pasien covid-19 yang dirawat meliputi batuk, demam, nyeri kepala, pilek, nyeri telan, anosmia, sesak, mual, muntah dan diare. Lama rawat inap pasien dengan komorbid 21 hari dan tanpa komorbid 14 hari. Terdapat perbedaan klinis pasien antara pasien kormobid dan non kormobid dengan nilai p = 0,0000 (p>0,05) dan ada perbedaan lama rawat inap dengan nilai p=0,000 (p>0,05). Simpulan : Klinis pasien covid-19 dengan kormobid berbeda pada gejala nyeri kepala dengan lama perawatan lebih lama yaitu 22 hari. Perlu perawatan intensif pada pasien covid-19 dengan kormobid hipertensi. 
Prediktor kecemasan siswa sekolah dasar selama pandemi covid-19: Konteks karantina di rumah dan pembelajaran daring Febri Dwi Widyawati; Rahma Elliya; Teguh Pribadi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 4 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i4.5615

Abstract

Predictors of anxiety among elementary school students during covid-19 pandemic: The context of home quarantine and online educationBackground: At the end of 2019, there was a national virus outbreak that was found in China, and the name of the disease was Coronavirus disease 2019 (COVID-19). Almost all schools, colleges had closed following by learning online.Purpose: To determine predictors of anxiety among elementary school students during a covid-19 pandemic: The context of home quarantine and online education.Method: Quantitative research, total sampling using a snowball sampling technique. The population all student grade 4,5 & 6 of the elementary school in the village of Penumangan Baru. The independent variable is the child's characteristics, the dependent variable is anxiety. The respondents were parents' students and were conducted on March 2021.Results : Finding that the average age of the students was 10 years, 54.3% female, 60.6% grade 4 & 5 at both elementary school students  02 & 03, with a moderate-severe anxiety level of 56.4%. There is a significant relationship between gender and the level of anxiety with a p-value =  0.011.Conclusion: The gender variable where female students are predicted to experience more anxiety in online learning during the COVID-19 pandemic. Evidenced by a significant value of 0.011 or p-value <0.05Keywords: Kecemasan; Siswa sekolah; Pandemi covid-19; Karantina di rumah; Pembelajaran daringPendahuluan : Pada akhir tahun 2019 terdapat wabah virus nasional yang ditemukan di negara Cina,  dan nama penyakitnya Coronavirus disease 2019 (COVID-19). Penyebaran virus ini sangatlah cepat  sehingga untuk menghindari percepatan penyebaran yang semakin meluas salah satu cara yang  dilakukan pemerintah adalah sistem pengajaran di sekolah maupun di perguruan tinggi dilakukan  dengan sistem daring atau online.Tujuan: Untuk menentukan prediktor kecemasan siswa sekolah dasar selama pandemi covid-19: Konteks karantina di rumah dan pembelajaran daringMetode: Penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik  sampling snowball, populasinya semua anak kelas 4, 5, & 6 Sekolah Dasar Di desa  Penumangan Baru. Variabel independen adalah karakteristik anak, Variabel dependen adalah  kecemasan. Tempat penelitian dilakukan di rumah siswa/i masing – masing, dan sebagai respondennya orang tua siswa sebagai observer anaknya selama pembelajaran daring di rumah dan dilaksanakan pada bulan Januari – Maret 2021.Hasil: Didapatkan rata-rata usia anak 10 tahun, berjenis kelamin perempuan 54.3%,  kelas 4&5 SD 60.6% bersekolah di SD 02&03 Penumangan Baru,dengan tingkat kecemasan sedang – berat sebesar 56.4%. terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan tingkat  kecemasan anak sekolah dasar di desa penumangan baru tahun 2021 dengan nilai p-value = 0.011.Simpulan: Variabel gender dimana mahasiswi diprediksi lebih banyak mengalami kecemasan dalam pembelajaran online di masa pandemi COVID-19. Dibuktikan dengan nilai signifikan 0,011 atau p-value < 0,05.
Pengaruh teknik massage effleurage terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi M Kelvin Alvaredo; Rika Yulendasari; Djunizar Djamaludin
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 4 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i4.3517

Abstract

Background: The highest hypertension event data is at Panjang Public Health Center  as many as 12,142 people, Whereas non-pharmacological therapy Effleurage Massage Technique is to help blood circulation and lymph fluid ( lymph fluid ), which helps blood flow in the veins (venous blood) to quickly return to the heart.Purpose: To knowledge effect of effleurage massage techniques to decrease blood pressure in patients with hypertensionMethod: Quantitative research, draft experimental pra research with one group Pretes Post test design approach, population and samples are respondents with 15 respondents high blood pressure who have a history of Hypertension. Sampling techniques using purposive sampling.Results: Average systolic blood pressure 147.33 mmHg  ±  7.988, while at the diastolic blood pressure of 111.33 mmHg  ±  8.338. The average systolic blood pressure of 122.67 mmHg  ±  19.328, while at a diastolic blood pressure of 91.33 mmHg  ±  9.904.The results of data analysis sufficient using Test T-Test obtained the value of P-value 0.000.Conclusion: There is a influence of massage effleurage technique to decrease blood pressure in patients with hypertension. Advice for respondents to patients with hypertension should be able to use the massage effleurage independently and regularly because besides easy to do, this therapy has been proven effective in lowering blood pressureKeywords: Massage effleurage; Blood pressure; HypertensionPendahuluan: Data kejadian hipertensi tertinggi berada di Puskesmas Panjang sebanyak 12.142 orang, Bahwaterapi non farmakologi Teknik Massage effleurage yaitu untuk membantu melancarkan peredaran darah dan cairan getah bening (cairan limpha), yaitu membantu mengalirkan darah di pembuluh balik (darah veneus) agar cepat kembali ke jantung.Tujuan: Diketahui pengaruh teknik massage effleurage terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi.Metode: Penelitian kuantitatif, rancangan penelitian pra eksperimental dengan pendekatan one group pretes post test design, populasi dan sampel adalah responden dengan tekanan darah tinggi sebanyak 15 responden yang memiliki riwayat Hipertensi. Hasil : Rata-rata tekanan darah sistolik 147,33 mmHg ± 7,988, sedangkan pada tekanan darah diastolik 111,33 mmHg ±  8,338. Rata-rata tekanandarah sistolik 122,67 mmHg ± 19,328, sedangkan pada tekanan darah diastolik 91,33 mmHg ± 9,904.Hasil analisa data bivariat menggunakan uji t-tes didapat nilai p-value 0,000 maka dapat ditarik kesimpulan terdapat pengaruh teknik massage effleurage terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi.Simpulan: Ada pengaruh teknik massage effleurage terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Saran bagi responden penderita hipertensi sebaiknya dapat menggunakan pijat effleurage secara mandiri dan teratur karena selain mudah dilakukan, terapi ini sudah terbukti efektif menurunkan tekanan darah.

Page 2 of 2 | Total Record : 20