Articles
20 Documents
Search results for
, issue
"Vol 12, No 2 (2016): Jurnal Keperawatan"
:
20 Documents
clear
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI WILAYAH LAMPUNG TIMUR
Sinta Dewi Astuti;
Efa Trisna
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 2 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (238.905 KB)
|
DOI: 10.26630/jkep.v12i2.611
Waktu remaja merupakan era atau masa yang menghubungkan masa kanak-kanak sampai dewasa, mulai dari usia 9-18. Ini adalah waktu yang penting karena merupakan saat perubahan psikologis dan fisik langsung. Masalah penelitian ini adalah tingginya angka anemia yang dialami oleh siswa perempuan, sekitar 70%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penyebab anemia terjadi pada siswi SMA Negeri 1 Purbolinggo, Lampung Timur. Desain penelitian ini menggunakan metode Survey Analytical; subyek penelitian adalah 47 responden yang diambil secara acak sebagai wakil. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan systematic random sampling dari 47 responden. Dan, dalam menganalisis data univariat, penulis menggunakan bivariat dan distribusi frekuensi dengan Chi kuadrat. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa kondisi sosial ekonomi bersama dengan latar belakang orang tua pendidikan dan pendapatan, uang saku mahasiswa ini, kehilangan darah, kebiasaan makan dan memakan darah tambahan meja (TTB) dapat dianggap sebagai faktor yang berhubungan dengan penyebab anemia terjadi pada siswa. Dengan kata lain, ada korelasi yang signifikan antara pendapatan orang tua, kehilangan darah, kebiasaan makan dan mengkonsumsi TTB, dan anemia yang dialami oleh siswa perempuan. Disarankan bahwa kita memberikan upaya peningkatan promosi kesehatan melalui konseling dan penyuluhan kesehatan kepada siswa perempuan, melakukan beberapa survei dan melakukan berkala kesehatan rutin memeriksa untuk siswa perempuan di bidang Puskesman, pusat kesehatan masyarakat setempat. Oleh karena itu, diharapkan ada peningkatan pengetahuan siswa perempuan 'tentang terutama anemia, gizi remaja dan kesehatan reproduksi
FAKTOR POSTNATAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERKEMBANGAN ANAK BALITA DI WILAYAH LAMPUNG UTARA
Ricca Dini Lestari;
Nora Isa Tri Novadela
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 2 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (304.544 KB)
|
DOI: 10.26630/jkep.v12i2.602
Di Indonesia 16% balita mengalami gangguan perkembangan. Beberapa penelitian di Indonesia mendeteksi gangguan perkembangan anak pada usia prasekolah 12,8% - 28,5%.Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui faktor postnatal yang berhubungan dengan perkembangan anak balita di wilayah kerja Puskesmas Candimas Lampung Utara.Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan crossectional. Populasi seluruh ibu yang memiliki anak balita dan anak balita usia 1-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Candimas Lampung Utara tahun 2013 berjumlah 589 orang, sampel yang digunakan 86 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara systematic random sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner selanjutnya dilakukan observasi perkembangan anak balita, data dianalisis dengan analisa univariat dengan persentase dan bivariat menggunakan uji chi square.Ada hubungan yang signifikan antara status sosial ekonomi dengan perkembangan anak balita, nilai p-value 0,000. Ada hubungan yang signifikan antara status pendidikan orangtua dengan perkembangan anak balita, nilai p-value 0,002. Ada hubungan yang signifikan antara posisi anak dalam keluarga dengan perkembangan anak balita, nilai p-value 0,014. Untuk pengelola program terkait agar dapat meningkatkan pemantauan deteksi dini tumbuh kembang pada anak balita yang ada diwilayahnya. Untuk dapat memberikan penyuluhan/sosialisasi atau memberikan informasi-informasi mengenai perkembangan anak balita, guna menambah ilmu dan wawasan dalam menstimulasi perkembangan anak balita.
HUBUNGAN PERSALINAN PRESENTASI BOKONG DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA BAYI BARU LAHIR DI RUMAH SAKIT KABUPATEN LAMPUNG UTARA
Putriana, Yeyen
Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik Vol 12, No 2 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang Bandar Lampung Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (421.794 KB)
Pada persalinan presentasi bokong dengan cara pervaginam, kelahiran kepala yang lebih lama dari 8 menit setelah umbilicus dilahirkan, akan membahayakan kehidupan janin. Selain itu, bila janin bernafas sebelum hidung dan mulut lahir dapat membahayakan, karena mucus yang terhisap dapat menyumbat jalan nafas. Bahaya asfiksia janin juga terjadi akibat tali pusat yang menumbung. Di RS. M Yusuf Kotabumi Lampung Utara tahun 2012 sebanyak 291 (47,3%) kasus asfiksia dari 615 persalinan, dari 96 kasus presentasi bokong yang mengalami asfiksia 53 orang (55,2%).Tujuan penelitian adalahMengetahui Hubungan persalinan presentasi bokong dengan kejadian asfiksia bayi baru lahir di RS M. Yusuf Kotabumi Lampung Utara tahun 2013.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan pendekatancase control. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh bayi baru lahir pada tahun 2012 berjumlah 615 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 164 orang 82 untuk kasus dan 82 untuk kontrol.Hasil penelitian didapat Sebagian besar 53,5% ibu bersalin yang tidak mengalami letak sungsang. Sebagian besar 60,5% bayi baru lahir mengalami asfiksia. Terdapat hubungan antara presentasi sungsang (Letak bokong) dengan kejadian asfiksia bayi baru lahir yaitu dapat dilihat dari nilai p.value 0,005. Sedangkan odd rasio/ faktor resiko (OR) yaitu 4,101, artinya ibu yang bersalin dengan presentasi bokong kemungkinan 4,101 kali bayinya mengalami asfiksia bayi baru lahir dibandingkan dengan ibu yang tidak presentasi bokong. Adapun kegiatan yang mungkin dapat dilakukan yaitu penyuluhan tentang pentingnya ANC secara teratur sesuai standar. Untuk dapat mendeteksi secara dini angka kejadian Letak bokong, maka hendaknya ibu hamil selalu memeriksakan kehamilannya kepada tenaga kesehatan yang kompeten agar komplikasi dalam kehamilan dan persalinan dapat dideteksi secara dini dan dapat ditangani segera sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu ataupun bayinya.Â
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PEKERJAAN IBU DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KOTA BANDAR LAMPUNG
Taradisa, Nadia Ulfa;
Sormin, Tumiur;
Musiana, Musiana
Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik Vol 12, No 2 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang Bandar Lampung Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (268.872 KB)
Pemberian ASI eksklusif di Kota Bandar Lampung menunjukkan gambaran yang belum memuaskan, dimana tampak angka pencapaian naik turun sejak 2011. Pada tahun 2011 pencapaian pemberian ASI eksklusif adalah sebesar 65,1%, tahun 2012 meningkat sedikit menjadi 67,93% dan di tahun 2013 terjadi penurunan lagi menjadi 60,55%, sedangkan target nasional adalah 75%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pengetahuan dan pekerjaan ibu dengan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Rawat Inap Kedaton Bandar Lampung. Metode penelitian digunakan adalah desain korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 40 orang ibu bayi umur ⤠6 bulan dan menjadi responden penelitian dengan teknik purposive. Hasil penelitian diperoleh data bahwa ibu yang memberikan ASI eksklusif sebanyak 21 orang (52,5%) dan 19 orang (47,5%) tidak memberikan ASI eksklusif. Pengetahuan ibu baik tentang ASI eksklusif sebanyak 24 orang (60%)  dan 16 orang (40%) ibu pengetahuan kurang. Hasil uji statistik chi-square terhadap hubungan pengetahuan dengan pemberian ASI eksklusif, diperoleh p-value 0,002 (p-value< 0,05), sehingga dapat disimpulkan adanya hubungan antara pengetahuan dengan pemberian ASI eksklusif. Hasil uji chi-square terhadap hubungan pekerjaan dengan pemberian ASI eksklusif, diperoleh p-value 0,027 (p-value< 0,05), sehingga dapat disimpulkan adanya hubungan antara pekerjaan dengan pemberian ASI eksklusif. Peneliti menyarankan agar petugas Puskesmas Rawat Inap Kedaton Bandar Lampung lebih meningkatkan pemberian informasi tentang ASI eksklusif dan mengatur strategi untuk memberi ASI eksklusif kepada ibu-ibu bayi berumur < 6 bulan sehingga programpemerintahmengenaiASI eksklusif dapatterlaksana denganbaik,dankesehatananak-anakIndonesiasemakin meningkat.
DISFUNGSI EREKSI PADA PENDERITABENIGN PROSTATE HYPERPLASIA (BPH)DI RUMAH SAKIT KOTA BANDAR LAMPUNG
Heru Haryanto;
Tori Rihiantoro
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 2 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (499.985 KB)
|
DOI: 10.26630/jkep.v12i2.612
Pembesaran prostat dianggap sebagai bagian proses dari pertambahan usia (proses aging). Banyak penyebab yang mempengaruhinya sehingga terjadi kemunduran dari fungsi prostat. Permasalahan dari penyakit ini terjadinya disfungsi ereksi bagi si penderita. Meningkatnya prevalensi BPH meningkat pula prevalensi disfungsi ereksi. Tujuan penelitian ini diketahui hubungan Benign Prostate Hyperplasia (BPH) dengan disfungsi ereksi Di Poli Bedah RSUD dr. A. Dadi Tjokrodipo Kota Bandar Lampung tahun 2016. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, pemilihan sampel dengan teknik consecutive Sampling, dengan mengambil minimal 59 responden. Instrumen penelitian menggunakan studi dokumentasi dan angket kuesioner. Hasil univariat menunjukkan jumlah terbanyak berusia 61-70 tahun sebanyak 23 orang (38,3%), terdiagnosis BPH sebanyak 35 orang (58,3%) dan yang tidak terdiagnosis BPH sebanyak 25 orang (41,7%), mengalami disfungsi ereksi sebanyak 21 orang (35%) dan yang tidak disfungsi ereksi sebanyak 39 orang (65%). Analisa data dengan menggunakan uji statistik Chi Square, didapatkan hasil adanya hubungan antara Benign Prostate Hyperplasia (BPH) dengan disfungsi ereksi di Poli Bedah RSUD dr. A. Dadi Tjokrodipo Kota Bandar Lampung tahun 2016, dengan p-value= 0,004. Saran penelitian yaitu agar hasil penelitian ini menjadi masukan bagi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan khususnya pada saat pengkajian agar lebih dalam mengkaji status seksual pasien dengan BPH di RSUD dr. A. Dadi Tjokrodipo Kota Bandar Lampung.
PENGETAHUAN IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA TENTANG TANDA-TANDA PERSALINAN DI WILAYAH LAMPUNG UTARA
Diana Meti
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 2 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (215.613 KB)
|
DOI: 10.26630/jkep.v12i2.603
Persalinan memiliki resiko yang besar dimana akan mempengaruhi keselamatan ibu dan sang anak. Oleh karena itu, ibu hamil perlu mengetahui terhadap adanya tanda-tanda persalinan, sehingga dapat mempersiapkannya dengan baik. Masalah dalam penelitian ini adalah masih terdapat ibu hamil primigravida 4,4% yang melahirkan di rumah dengan alasan bahwa tidak sempat datang ke tenaga kesehatan karena dalam keadaan sudah melahirkan dan pembukaan sudah lengkap.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil primigravida tentang tanda-tanda persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Ketapang Kecamatan Sungkai Selatan Lampung Utara Tahun 2015.Desain penelitian adalah penelitian deskriptif. Populasi adalah ibu primigravida di Wilayah Kerja Puskesmas Ketapang Kecamatan Sungkai Selatan Lampung Utara berjumlah 49 responden, selanjutnya sebagai sampel penelitian ditentukan dengan teknik total populasi. Data diperoleh dengan angket yang berisi kuesioner. Analisis univariat menggunakan prosentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwapengetahuan ibu hamil primigravida diWilayah Kerja Puskesmas Ketapang Kecamatan Sungkai Selatan Lampung Utara tahun 2015, tentang pengeluaran pervaginam sebagian besar berpengetahuan kurang baik 46,9%. Pengetahuan ibu hamil primigravida tentang kontraksi sebagian besar berpengetahuan kurang baik 53,1%. Saran bagi Bidan Desa agar dapatmemberikan informasi yang selengkap-lengkapnya tentang bagaimana mengetahui terhadap adanya tanda-tanda akan dimulainya persalinan kepada ibu pada setiap kunjungan ibu untuk melakukan pemeriksaan kehamilannya, dan serta membagikan brosur dan pamflet yang berkaitan dengan penjelasan tentang pengenalan terhadap tanda-tanda persalinan.
FAKTOR–FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN POSYANDU LANSIA DI PUSKESMAS KOTA BANDAR LAMPUNG
Nyimas Aziza
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 2 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (291.043 KB)
|
DOI: 10.26630/jkep.v12i2.594
Posyandu lansia salah satu upaya pemerintah untuk mewujudkan masa tua yang sehat dan bahagia dan merupakan program Puskesmas melalui kegiatan peran serta masyarakat yang ditujukan pada lansia. Kegiatan posyandu lansia yang berjalan dengan baik akan memberi kemudahan bagi lansia dalam mendapatkan pelayanan kesehatan dasar, sehingga kualitas hidup masyarakat di usia lanjut tetap terjaga dengan baik dan optimal. Pemanfaatan Posyandu lansia ternyata hanya ramai pada awal pendirian saja, selanjutnya di Indonesiahanya 60% lansia memanfaatkan posyandu sebagai tempat pemeliharaan kesehatan dan pengobatan.Puskesmas Simpur dengan jumlah lansia 2.532 jiwa, dimana hanya 17,9% yang memanfaatkannya dan masih di bawah target Standar Pelayanan Minimal 80%. Penelitian bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan posyandu lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Simpur Bandar Lampung tahun 2015. Pendekatan penelitiancross sectiona,populasi lansia periode Juli 2015 dengan sampel 96, metodestratified random sampling Hasil univariat posyandu lansia lebih tinggi pada kategori kurang baik (69,8%), kategori negatif(76,0%), tidak mendukung(66,7%), jarak tempuh ke posyandu kategori jauh,(54,2%), pemanfaatan posyandu lansia(62,5%). Analisis bivariat ada hubungan pengetahuan dengan pemanfaatan posyandu lansia, ada hubungan dukungan keluarga, ada hubungan jarak tempuh.
HUBUNGAN POLA PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 6-24 BULAN PADASALAH SATU DESA DI WILAYAH LAMPUNG TIMUR
Damayanti Damayanti;
Siti Fatonah
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 2 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (365.673 KB)
|
DOI: 10.26630/jkep.v12i2.608
Status gizi balita merupakan salah satu indikator yang menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat.Masalah gizi menjadi salah satu faktor penyebab kesakitan dan penyebab kematian paling sering pada anak diseluruh dunia.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk diketahui hubungan pola pemberian makanan pendamping ASI dengan status gizi balita usia 6-24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Pugung Raharjo Kabupaten Lampung Timur. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan survei analtik menggunakan desain Cross sectional yang hasilnya disajikan dalam distribusi frekuensi dan uji Chi-suquare. Teknik pengambilan sampel cluster random sampling. Populasi dalam penelitian adalah ibu-ibu yang memiliki balita usia 6-24 bulan di Desa Pugung Raharjo Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Pugung Raharjo Kabupaten Lampung Timur yang berjumlah 64 orang. Penelitian dilakukan pada tanggal 09 Mei – 04 Juni 2016. Hasil penelitian di dapat hasil responden berdasarkan pola pemberian MP-ASI tidak baik sebanyak 15 orang (27,3%), pola pemberian MP-ASI baik sebanyak 40 orang (72,7%) dan berdasarkan status gizi balita didapat hasil gizi baik sebanyak 39 orang (70,9%) serta gizi kurang sebanyak 16 orang ( 29,1%). 15 responden dengan pola pemberian MP-ASI tidak baik didapat 13 responden (86,7%) berstatus gizi kurang dan 2 responden (13,3%) berstatus gizi baik serta dari 40 responden dengan pola pemberian MP-ASI baik didapat 38 responden (95,0%) berstatus gizi baik dan 2 responden (5,0%) berstatus gizi kurang. Hasil uji statistik di peroleh p value = 0,000 (0,000 < 0,05), maka dapat disimpulkan ada hubungan yang bermakna antara pola pemberian makanan pendamping ASI dengan status gizi balita. Dari hasil analisis di peroleh pula nilai Odds Ratio (OR)= 123,5. Bagi petugas kesehatan disarankan agar dapat mempertahankan dan meningkatkan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan status gizi balita dan peningkatan progam mutu MP-ASI serta kepada peneliti selanjutnya hendaknya dilakukan penelitian lanjutan tentang mutu ASI dan kejadian penyakit infeksi berhubungan dengan status gizi balita.
PERBEDAAN KADAR HEMOGLOBIN DAN HEMATOKRIT BAYI BARU LAHIR ANTARA PENGKLEMAN TALI PUSAT SEGERA DAN TERTUNDA
Rosmadewi Rosmadewi
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 2 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (300.809 KB)
|
DOI: 10.26630/jkep.v12i2.599
Anemia defesiensi besi sejak bayi dapat mengganggu tumbuh kembang yang berdampak negatif pada kualitas hidupnya. Berbagai penyebab anemia pada anak: penyebab umum dan penyebab yang langsung terjadi pada bayi salah satunya adalah akibat dari pengkleman tali pusat segera. Pengkleman tali pusat tertunda dapat menurunkan angka kejadian anemia pada bayi baru lahir. Masalah dalam penelitian ini dari 7 persalinan 5 diantaranya masih dilakukan pengkleman tali pusat segera, dari10 bayi 40% kadar hemoglobinnya di bawah normal.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kadar haemoglobin dan haematokrit bayi baru lahir antara pengkleman tali pusat segera dan tertunda di BPS Sumiyati dan BPS Husnawati Kota Bandar Lampung tahun 2015.Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional. Populasinya sejumlah 120 bayi. Teknik pengambilan sampel non random dengan teknik sampling purvosive sampling, sampel dalam penelitian ini sejumlah 60 bayi. Data yang digunakan adalah data primer. Pengumpulan data dengan cara observasi, alat pengumpulan data adalah lembar observasi/ check list dan pengukuran Hb. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan Uji T Independen (Independent T Test). Hasil penelitian dari 30 bayi yang dilakukan pengkleman tali pusat segera didapatkan nilai rata rata Hemoglobin bayi 15,543 gr% dan Hematokrit 44,900%. Sedangkan dari 30 bayi yang dilakukan pengkleman tali pusat tertunda didapatkan nilai rata rata hemoglobin 17,597 gr% dan Hematokrit 46,467%. Kesimpulan penelitian ini didapatkan bahwa ada perbedaan yang bermakna kadar hemoglobin ( p = 0,000) dan hematokrit bayi (p = 0,001) antara pengkleman tali pusat segera dan tertunda. Oleh karena itu peneliti menyarankan kepada tenaga penolong persalinan agar melakukan penundaan pengkleman tali pusat pada bayi baru lahir.
HUBUNGAN PRODUKTIFITAS PERAWAT DENGAN PENDOKUMENTASIAN BERKAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT
Maria Lily Hozana;
Gustop Amatiria
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 2 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (375.64 KB)
|
DOI: 10.26630/jkep.v12i2.613
Produktifitas perawat yang rendah akan berdampak pada kepuasan pasien, kondisi kesehatan mereka tidak dapat terpantau dengan baik. Kinerja utama perawat adalah memberikan asuhan keperawatan (nursing care delivery). Menurut Depkes tahun 1998, standar pelayanan adalah pedoman pekerjaan agar dapat berhasil dan bermutu. Diperlukan usaha untuk meningkatkan produktifitas yang mempengaruhi tujuan perawatan dan kualitas dari asuhan keperawatan. Produktifitas keperawatan seharusnya dinilai tidak hanya sebagai keberhasilan dalam efisiensi tapi berhubungan juga dengan pengkajian tentang keefektifan, yaitu keselamatan pasien, mutu pelayanan, kepuasan pasien dan peningkatan status kesehatan pasien. Penelitian ini berjenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik dengan pendekatan Cross sectional, Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang ada di Rumah Sakit Panti Secanti Gisting. Pengumpulan data menggunakan data primer (kuesioner) analisis data dengan analisisis univariat dengan distribusi frekwensi dan analisis bivariat dengan memnggunakan rumus chi square kai kuadrat. Hasil penelitian didapati sebagian besar produktifitas perawat rendah dan sebagian besar pendokumentasian berkas rekam medis tidak baik.Ada hubungan yang bermakna antara produktifitas perawat (p-value= 0.032dan OR 2,105) dengan pendokumentasian berkas rekam medis.