cover
Contact Name
PUTU ESA GUSTAFELLASER
Contact Email
esa.gustafellaser@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
esa.gustafellaser@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Public Inspiration : Jurnal Administrasi Publik
Published by Universitas Warmadewa
ISSN : 25812378     EISSN : 25805975     DOI : https://doi.org/10.22225
PUBLIC INSPIRATION: Jurnal Administrasi Publik is a journal research published by Postgraduate program of Public Administration, Universitas Warmadewa. This Journal is a group of research including; Social science, Psychology, Politic, Anthropology, Information technology, Culture, and Law. This Journal is published twice a year in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 2 (2018): Desember 2018" : 6 Documents clear
Kasus Perceraian Umat Hindu Dan Penyelesaian Di Kota Denpasar Winaya, Made Detrichyeni
PUBLIC INSPIRATION Vol 3, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan perceraian umat hindu di kota madia denpasar khususnya periode 2000-2004, faktor faktor yaang melatarbelakangi perceraian serta proses yang dilakukan dari segi adat. adapun alasan kenapa penelitian ini panatas dilaksanakan adalah karena selama ini masalah perceraian adalah masalah yang sangan kompleks bagi rumah tangga. diharapkan secara praktis penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai masukan bagi pemerintah Kodya Denpasar serta desa pekraman untuk merancang suatu pola aturan maupun awig-awig yang mengatur status sosial dan budaya bagi yang melakukan perceraian dengan tidak mengenyampingkan peraturan pemerintah.Utuk menganalisa permasalahan yang diangkat dipakai teori perubahan sosial dan budaya yang dikemukakan oleh Soekanto(1990). Hasil penelitian menunjukan bahwa dari perkara yang masuk ke Kodya Denpasar periode 2000 sampai dengan 2004 ditemukan bahwa jumlah perkara yang masuk mengalami peningkatan. Adapun faktor penyebab perceraian adalah kurangnya kesetiaan pasangan suami istri dalam menjalankan ikrar saling setia.Munculnya pikah ketiga (perselingkuhan)juga menjadi pemicu perceraian serta kurangnya komunikasi antar pasangan juga menjadi faktor penting dalam kasus perceraian. Status sosial yang bercerai pada umumnya berasal dari masyarakat ekonomi menengah dengan tingkat pendidikan yang cukup tinggi serta memiliki pekerjaan yang tetap.Perceraian umat hindu yang ada dikota denpasar tidak diselesaikan secara tuntas,mereka hanya matur piuning untuk mepamit/dari sanggah pihak suami.
KERUSAKAN LINGKUNGAN DALAM KEGIATAN PENINGKATAN PRODUKTIVITAS MANUSIA SEBAGAI TANTANGAN PEMERINTAH DAERAH Awaluddin, M.
PUBLIC INSPIRATION Vol 3, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era globalisasi saat ini, peningkatan produktivitas sebuah negara bergantung pada pengembangan dan perbaikan sumberdaya manusia yang ada di dalamnya. Peningkatan produktivitas manusia harus di dukung oleh pemerintah pusat dan daerah sesuai dengan amanat Undang-Undang dasar 1945 bahwa pemerintah harus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Indonesia sebagai negara yang mengimplementasikan otonomi daerah sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Otonomi Daerah, sehingga daerah tersebut dapat mengelola sumberdaya yang ada di dalamnya sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan daerah tersebut. Peningkatan produktivitas manusia di daerah dilakukan oleh pemerintah daerah dengan memberikan bantuan moril dan materil baik di sektor infrastruktur maupun memberikan penyuluhan di bidang pertanian. Permasalahan yang timbul dalam peningkatan produktivitas manusia adalah munculnya masalah baru yang menjadi masalah serius yang di hadapi oleh pemerintah daerah, salahsatunya adalah kerusakan lingkungan akibat dari program pembangunan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat lokal tidak bisa berkelanjutan atau tidak sustainable. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu, observasi, kajian pustaka, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kurang terintegrasinya kinerja antara pemerintah daerah dengan masyarakat terkait pelaksanaan program peningkatan produktivitas manusia sehingga kurang memperhatikan keberlanjutan dari pelaksanaan tersebut, menyebabkan kerusakan lingkungan sehingga menimbulkan kerugian dan masalah baru bagi masyarakat itu sendiri.
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH NOMOR 2 TAHUN 2015 DALAM PENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KOTA DENPASAR Sukma Ratih, Sinta
PUBLIC INSPIRATION Vol 3, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study, aims to determine the implementation of Regional Regulation No. 2 of 2015 in the arrangement of street vendors in Denpasar City, which includes the process of socialization of local regulations, implementation, up to the enforcement carried out by Satpol PP Denpasar City as law enforcement and to determine the factors that influence the implementation of street vendors in Denpasar City, both in the form of supporting factors and inhibiting the implementation process. To answer this problem, a qualitative descriptive research method was used. Data analysis was carried out using Merilee S. Grindle's policy implementation theory and contingency theory developed by James Lester. The results showed that the Implementation of Regional Regulation No. 2 of 2015 in the Arrangement of Street Vendors (PKL) in Denpasar City could be divided into street vendors organized by banjars or traditional villages and independent organized PKL. The street vendor arrangement has not run optimally so far, this is because there are still many street vendors who have been netted and the number of street vendors continues to increase every year. The Merilee S. Grindle theory is used as a measurement tool for policy implementation, using two variables: the degree of change desired and the aspects of the power, interests, and strategies of the actors involved. In practice, the arrangement of street vendors is still faced with several obstacles, especially in terms of implementation and precisely the village or customary village that plays an important role in managing street vendors in its working area. Whereas the supporting factor comes from the aspect of local regulation socialization. In contingency theory shows that the implementation of the law in the arrangement of street vendors in the city of Denpasar is still stuggler.
PERAN GENERASI MILENIAL DALAM PENGELOLAAN SAMPAH PLASTIK DI DESA PENATIH DANGIN PURI KECAMATAN DENPASAR TIMUR KOTA DENPASAR Dewi, I Gusti Agung Ayu Yuliartika
PUBLIC INSPIRATION Vol 3, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah sampah plastik setiap hari semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah produk dan pola konsumsi generasi milenial. Hal yang harus dilakukan untuk mengatasi peningkatan volume sampah plastik tersebut adalah dengan cara mengurangi volume sampah plastik dari sumbernya melalui pemberdayaan generasi milenial. Permasalahan mengenai pengelolaan sampah plastik adalah apa saja bentuk regulasi yang terkait dengan pengelolaan sampah plastik di Desa Penatih Dangin Puri, Kelurahan Penatih, Kota Denpasar bagaimana bentuk peran serta generasi milenial dalam pengelolaan sampah plastik dan tingkat peran generasi milenial di Desa Penatih Dangin Puri, tujuan untuk : (1) mendeskripsikan bentuk peran generasi milenial di Desa Penatih Dangin Puri. (2) mendeskripsikan tingkat peran generasi milenial di Desa Penatih Dangin Puri data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, salah satu bentuk peran serta generasi milenial dalam upaya perbaikan lingkungan yaitu dengan memberikan sumbangan tenaga berupa kerja bakti dan ikut serta dalam pengelolaan sampah plastik. Selain itu, mereka juga memiliki cara-cara sederhana untuk mengurangi sampah di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka, mereka juga mengadakan pertemuan dengan masyarakat desa yang dilakukan satu kali dalam sebulan, yang dihadiri oleh pemerintah desa setempat, pemuda-pemudi yang tergabung dalam organisasi karang taruna Desa Penatih Dangin Puri yang terdiri dari 13 banjar dan 7 dusun. Generasi milenial melakukan kegiatan tersebut tanpa merasa terpaksa sama sekali. Tingkat peran serta generasi milenial yang terjadi di Desa Penatih Dangin Puri menurut kategori sedang, generasi milenial ikut berperan dalam pengelolaan sampah plastik akan tetapi pelaksanaanya masih belum maksimal. Kata kunci : peran generasi milenial, pengelolaan sampah plastik.
EKOLOGI ADMINISTRASI PUBLIK DI INDONESIA DALAM MENGHADAPI REVOLUSI INDUSTRI 4.0 : PERSPEKTIF KEBIJAKAN PUBLIK Basuki, Johanes
PUBLIC INSPIRATION Vol 3, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu bentuk perubahan yang paling nyata adalah lingkungan globalisasi. Interaksi antarindividu, antarkomunitas, hingga antarbangsa terjadi dengan cepat. Dunia terhubunghanya disekat oleh batas maya. Perubahan selalu memberikan tanda nyata dan memiliki jejak dalam kehidupan manusia. Perubahan dalam fase kehidupan manusia ditandai banyak hal, salah satunya adalah revolusi digital dan era dirupsi teknologi yang saat ini populer dengan istilah Revolusi Industri 4.0 ( RIN.4.0) yang memiliki karakteristik unik yakni mengaplikasikan artificial intelligence dalam aktivitas organisasional. RIN.4.0 diprediksi para pakar akan menjadi era yang dapat menentukan hidup matinya atau maju mundur-mudurnya suatu organisasi termasuk organisasi pemerintah/negara. Bola salju yang sudah menggelinding, menunjukkan beberapa organisasi bisnis telah terlindas dan beberapa negara mengalami goncangan yang memunculkan berbagai permasalahan yang serius. Bahkan jika tidak berhati-hati beberapa negara sudah masuk sebagai “negara yang gagal”. Bola salju tersebut akan semakin membesar seiring dengan temuan-temuan baru dalam bidang teknologi informasi. Bagi organisasi termasuk organisasi pemerintah yang cerdas dan cepat melakukan perubahan dan mampu memanfaatkan peluang-peluang RIN.4.0 akan memiliki daya saing yang tinggi, sebaliknya jika tidak maka akan menjadi korban. Oleh karena itu, setiap organisasi utamanya pemerintah seharusnya segera tanggap terhadap berbagai faktor lingkungan yang baik langsung maupun tidak memengaruhinya. Para akademisi dan praktisi administrasi publik harus segera melakukan berbagai upaya, sebab RIN.4.0 bukan hanya ranah industri semata tetapi pengaruhnya telah memasuki semua kehidupan termasuk organisasi pemerintah. Para pemikir awal administrasi publik (Weber, Fayol, Taylor, dan diikuti pakar lain termasuk Fred Riggs) berdasarkan kajian dan pemikirannya mengemukakan pentingnnya teknologi sebagai salah satu faktor ekologi yang memengaruhi praktik administrasi publik. Para pakar administrasi publik membuktikan melalui penelitian bahwa teknologi informasi sebagai salah satu anak kandung revolusi industri, mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi serta meningkatkan mutu pelayanan publik. Dari ulasan ringkas di atas, menunjukkan bahwa RIN.4.0 harus diantisipasi dan dihadapi dengan persiapan yang matang. Untuk itu berikut Tema Seminar Nasional “Ekologi Administrasi Publik di Indonesia dalam Menghadapi Tantangan Globalisasi: Perspektif Kebijakan Publik dan Manajemen Pemerintahan Daerah” yang diparakarsai Universitas Warmadewa sangat tepat. Sesuai permintaan, kami mencoba menyajikan makalah dengan topik “Ekologi Administrasi Publik di Indonesia dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0: Perspektif Kebijakan Publik”.
ARAH DAN KECENDRUNGAN ADMINISTRASI PUBLIK DI BALI Oka Wisnumurti, Anak Agung Gede
PUBLIC INSPIRATION Vol 3, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagaimana yang terjadi di Indonesia. Arah dan kecendrungan administrasi publik di Bali tidak terlepas dengan latar belakang keilmuan yang dimiliki dan tradisi yang terbangun dari asal perguruan tinggi yang notabena berafiliasi pada perguruan tinggi di Jawa,. Sehingga dari sisi “wadah” ada yang bernaung pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, seperti di UNUD, Warmadewa, Ngurah Rai, Undiknas, Mahendradata, Panji Sakti, Stipol Wirabakti, dan yang lainnya, ataupun ada yang di bawah Ilmu Administrasi seperti STIA. Merubah dan/atau menyesuaikan nomenklatur untuk keseragaman “wadah”, tentu sangat menyulitkan secara administratif. Akan tetapi, menyesuaikan isi menjadi keharusan sehingga teks tentang konsep, teori, pendekatan dan metodologi ilmu administrasi publik menjadi relevan untuk menjawab persoalan dan kepentingan publik. Dengan demikian, arah dan kecendrungan administrasi publik di Bali, mengacu pada konsep dan teori administrasi publik yang bersifat hibrid-interdisipliner, dengan mengangkat nilai-nilai kearifan lokal yang sudah tumbuh dan berkembang dalam masyarakat seperti Tri hita karana (keseimbangan dan harmonisasi), yadnya (pengorbanan suci), tatwam asi (penghargaan, pelayanan), desa, kala patra (otonomi), inovasi, kolaborasi. Nilai-nilai tersebut sangat relevan dengan focus dan orientasi administrasi publik pada manajemen dan kebijakan publik dan manajemen pemerintahan darah dan paradigma mutakhir administrasi publik yakni NPS.

Page 1 of 1 | Total Record : 6