cover
Contact Name
Siti Nur Qomariah
Contact Email
snurq18@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
snurq18@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Journals of Ners Community
Published by Universitas Gresik
ISSN : 20870744     EISSN : 25412957     DOI : -
Core Subject : Health,
Journals of Ners Community hanya menerima naskah asli yang belum pernah diterbitkan. Naskah dapat berupa hasil penelitian, konsep-konsep pemikiran inovatif hasil tinjauan pustaka, kajian, dan analitis di bidang keperawatan dan kesehatan yang bermanfaat untuk menunjang kemajuan ilmu, pendidikan dan praktik keperawatan profesional.
Arjuna Subject : -
Articles 39 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2013)" : 39 Documents clear
KINERJA PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN JAMKESMAS Zahroh, Roihatul; Rahayu, Siti
Journals of Ners Community Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v4i2.60

Abstract

ABSTRAKKualitas rumah sakit sangat tergantung dari prestasi perawatan atau penilaiankeperawatan. Prestasi keperawatan memberlakukan Jamkesmas kepuasan pasien,khususnya di Rumah Sakit Ruang Cempaka Ibnu Sina Gresik.Penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional dengan Desain, termasuk16 perawat sampel dengan teknik total sampling dan 44 Jamkesmas pasien sampel denganpurposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Variabel bebasadalah prestasi keperawatan sedangkan variabel terikat adalah kepuasan pasienJamkesmas. Data diolah dan dianalisa menggunakan korelasi Chi Square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara prestasiperawat dan Jamkesmas kepuasan pasien. Berdasarkan uji Chi Square nilai korelasi p =0,000.Penilaian kepuasan adalah indikator bagi perawat untuk menilai kinerja pencapaianperawat. Hal ini baik dan harus ditingkatkan dan dievaluasi secara terus-menerus tanpakepentingan politik dalam karir.Kata kunci: Prestasi Keperawatan, Pasien Jamkesmas, KepuasanABSTRACTHospital quality is very depending of nursing care achievement or nursingassessment. Nursing achievement giving effect to Jamkesmas patients satisfaction,especially in Cempaka Ward Ibnu Sina Gresik Hospital.This research using by Cross Sectional Design Approach, including 16 nursesampel by total sampling technique and 44 Jamkesmas patients sample by purposivesampling. Data collected using questionnaire. Independent variable is nursingachievement while dependent variable is Jamkesmas patients satisfaction. Data processedand anayzed using Chi Square correlation.Result of research indicate that there is significant relation between nurseachievement and Jamkesmas patients satisfaction. Based on Chi Square correlation pvalue= 0.000.Assessment of satisfaction is the eyewear for nurses to assess the performance ofnurse achievement. It is good and should be improved and evaluated on an ongoing basiswithout any political interest in career.Keywords: Nursing achievement, Jamkesmas patients, Satisfaction
REBUSAN JAMBU BIJI PUTIH MENURUNKAN KADAR GLUKOSA PASIEN DM TIPE 2 Gustomi, Mono Pratiko; Rofidah, Astutik
Journals of Ners Community Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v4i2.61

Abstract

ABSTRAKDiabetes mellitus merupakan salah satu penyakit yang tidak dapat disembuhkanatau tingkat glukosa darah tidak dapat dikontrol. Air rebusan jambu biji putih adalah salahsatu buah yang mengandung pektin yang dapat menunda evakuasi lambung sehinggamembantu dalam proses pengendalian kadar gula darah. Kita bisa bertemu banyak jambubiji putih di Indonesia tetapi banyak orang tidak menggunakannya untuk obat. Air rebusanjambu biji putih memiliki pengaruh dalam mengendalikan kadar gula darah pada pasienDM tipe 2 di RSI Darus Syifa Surabaya perlu dijelaskan. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk menjelaskan pengaruh rebusan jambu biji putih terhadap kadar gula darah.Penelitian ini metode yang digunakan yaitu kuasi eksperimental. Sampel diambilberdasarkan kriteria inklusi dengan total sampling yang berjumlah 16 responden denganmenggunakan kuesioner. Variable independen pada penelitian ini adalah air rebusan jambubiji putih dan variabel dependen adalah penurunan kadar gula darah. Penelitian ini diujimenggunakan T-test dan independent T-test dengan tingkat kemaknaan α ≤ 0.05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar gula darah denganrata-rata 50.33g/ kg BB. Hasil uji statistik dengan menggunakan Independent T-testdidapatkan ρ = 0,02 yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh rebusan jambu biji putihterhadap penurunan kadar gula darah pada pasien DM tipe 2.Jambu biji putih mengandung pektin yang membuat gel di dalam lambung dan geldi saluran pencernaan, sehingga gel akan menunda evakuasi gaster yang menunda waktuuntuk penyerapan glukosa dalam usus halus. Peningkatan glukosa dalam darah secaraperlahan dapat meningkatkan reseptor insulin sehingga meningkatkan immobilisasi GLUT-4 untuk membran sel dan membuat glukosa masuk melalui sel membran dengan mudahsehingga kadar glukosa dalam darah menurun. Perlu penelitian lain dengan responden yanglebih besar dan untuk mempertimbangkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi regulasiglukosa darah tingkat.Kata kunci: Psidium guajava putih, mengontrol kadar glukosa darah, Diabetes Mellitus tipe2 pasien.ABSTRACTDiabetes mellitus is a disease that is not curable or blood glucose levels can not becontrolled. Water boiled white guava is one of the fruits that contain pectin which candelay the evacuation of the stomach so that helps in the process of controlling blood sugarlevels. We can see a lot of white guava in Indonesia, but many people do not use it formedicine. Water boiled white guava have an effect in controlling blood sugar levels inpatients with type 2 diabetes mellitus in RSI Darul Shifa Surabaya need to be explained.The purpose of this study was to describe the influence of decoction of guava white onblood sugar levels.This research method used is quasi-experimental. Samples were taken based on theinclusion criteria with a total sampling of the 16 respondents to the questionnaire.Independent variable in this study is the water decoction of guava white and the dependent variable is a decrease in blood sugar levels. This study tested using t-test and independentt-test with significance level α ≤ 0:05.The results showed that there is a decrease in blood sugar levels by an average of50.33g / kg. The results of statistical tests using Independent T-test is obtained ρ = 0.02which indicates that there are significant decoction of guava white to decrease blood sugarlevels in patients with type 2 diabetes mellitus.White guava contains pectin which makes the gel in the gel in the stomach anddigestive tract, so that the gel will delay gastric evacuation time delay glucose absorptionin the small intestine. Increased glucose in the blood can slowly increase the insulinreceptor thereby increasing the immobilization of GLUT-4 to cell membranes and makesglucose enter through the cell membrane easily so that the levels of glucose in the blooddecreases. Keep in other studies with larger respondents and to consider the factors thatmay affect the regulation of blood glucose levels.Keywords: white psidium guajava, control blood glucose’s level, Diabetes Mellitus type 2patient.
PERILAKU DALAM PERAWATAN INFUS DENGAN KEJADIAN PLEBITIS PASIEN USIA 20-60 TAHUN Rahayuningrum, Lina Madyastuti; Syaiful, Yuanita; Masruroh, Dewi
Journals of Ners Community Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v4i2.62

Abstract

ABSTRAKSalah satu efek dari pemberian infus adalah flebitis. Flebitis disebabkan olehmekanik, kimia, dan faktor bakteri. Flebitis dapat dicegah dengan meminimalisirmikroorganisme pada kulit pasien dan menjaga sistem jalur intravena ditutup dan sistemfiksasi dalam kondisi baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubunganantara pengetahuan, sikap, dan praktek perawat dalam keperawatan infus dan kasusplebitis.Populasi adalah perawat yang merawat dan pasien yang mendapat terapi infus diRuang Wijaya Kusuma, Cempaka Room, dan ICU Room RSUD Gresik. Total sampeladalah 28 perawat dan 55 pasien. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposivesampling. Variabel dependen penelitian ini adalah plebitis dan variabel independen adalahpengetahuan, sikap, dan praktek perawat. Data dikumpulkan dengan menggunakankuesioner dan observasi, kemudian dianalisis dengan menggunakan Spearman Rhokorelasi, dengan tingkat signifikansi (ρ)> 0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan yang cukupperawat di keperawatan infus dan kasus plebitis (ρ = 0,023 dan r = 0.428). Ada korelasiyang rendah antara sikap perawat dalam keperawatan infus dan kasus flebitis (ρ = 0,048dan r = 0.377). Ada korelasi yang rendah antara praktek perawat dalam keperawatan infusdan kasus flebitis (ρ = 0,047 dan r = 0.374).Perilaku perawat dalam keperawatan infus memiliki korelasi yang rendah dancukup dengan kasus plebitis. Seorang perawat yang telah belajar tentang plebitispencegahan kejadian maka dia akan mempraktekkan apa yang diketahui dan menanganidalam bentuk tindakan perawatan yang baik dan benar.Kata kunci: Perilaku (pengetahuan, sikap, dan praktek), kasus plebitis.ABSTRACTOne of the effect of intravenous feeding is phlebitis. Phlebitis is caused bymechanical, chemical, and bacterial factors. Phlebitis can be prevented by minimalizingmicroorganism in patient’s skin and keeping the intravenous line system closed andfixation system in good condition. The purpose of this research is to identify thecorrelation between knowledge, attitude, and practice of nurse in nursing infuse and thephlebitis case.The population is nurses who nursed and patients who got infuse therapy in WijayaKusuma Room, Cempaka Room, and ICU Room of RSUD Gresik. Total sample is 28nurses and 55 patients. The sample were taken using purposive sampling. For thisresearch, dependent variable is phlebitis and independent variable is knowledge, attitude,and practice of nurse. Data were collected by using quetioner and observation, thenanalyzed by using Spearman’s Rho Correlation, with level significance (ρ) > 0.05.Result showed that there was sufficient correlation between knowledge of nurse innursing infuse and phlebitis case (ρ=0,023 and r=0,428). There was low correlationbetween attitude of nurse in nursing infuse and phlebitis case (ρ=0,048 and r=0,377). There was low correlation between practice of nurse in nursing infuse and phlebitis case(ρ=0,047 dan r=0,374).Behavior of nurse in nursing infuse has low and sufficient correlation with thephlebitis case. A nurse who had learned about the incident prevention plebitis then hewould practice what is known and addressing in the form of maintenance action is goodand right.Keywords : Behavior (knowledge, attitude, and practice), phlebitis case.
PEMBERIAN CAIRAN YANG DIHANGATKAN DAN LAMPU PENGHANGAT MENINGKATKAN SUHU PASIEN SHIVERING POST OPERASI Umah, Khoiroh; Tri, Endah Ayu
Journals of Ners Community Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v4i2.63

Abstract

ABSTRAKMenggigil adalah tremor otot tak sadar karena efek vasodilatasi, aktivitas reflekstulang belakang, aktivitas simpati atas, dan obat anestesi yang menyebabkan hipotermia.Menggigil meningkatkan konsumsi oksigen, peningkatan kebutuhan metabolik, cardiacoutput, ventilasi, produksi katekolamin, denyut nadi, tekanan darah, tekanan intrakranial,tekanan intraokular, nyeri pasca bedah, dan saturasi oksigen lebih rendah. Tujuan daripenelitian ini mengetahui efektivitas cairan panas dan lampu dipanaskan untukmeningkatkan suhu pasien menggigil pasca operasi.Penelitian ini menggunakan Pre - Eksperimental (pretest-posttest Design Group).Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling yang memenuhi kriteriainklusi dari 30 responden di Ruang Pemulihan Ibnu Sina Rumah Sakit Gresik. Cairanvariabel independen yang hangat dan penyediaan lampu pemanas, variabel dependenadalah suhu tubuh. Data dengan pengamatan yang diambil sebelum dan setelah perawatandan dianalisis dengan 2 sampel uji t dengan tingkat signifikansi 5% gratis.Efektivitas hasil uji lampu dan cairan yang dipanaskan untuk meningkatkan suhupasien pascaoperasi yang menggigil t= 1.560 lebih kecil dari t tabel = 1,701. Jadi tidak adaperbedaan dalam efektivitas pemanasan cairan yang dipanaskan dan pencahayaan suhupasien meningkat pasca operasi.Studi ini diharapkan untuk menggunakan cairan yang dihangatkan untuk mengatasihipotermi karena kenaikan suhu tubuh lebih cepat.Kata kunci: Menggigil, cairan dipanaskan, lampu pemanas dan suhu tubuh.ABSTRACTShivering is an involuntary muscle tremor due to vasodilatation effect, spinal reflexactivity, sympathies over activity, per operative hypothermia-induced anesthesia drugs.Shivering increases oxygen consumption, increased metabolic demands, cardiac output,ventilation, catecholamine production, pulse rate, blood pressure, intracranial pressure,intraocular pressure, post-surgical pain, and lower oxygen saturation. The purpose of thisstudy knows effectiveness of the heated liquid and heated lamps to increase thetemperature of postoperative shivering patients.In this study using Pre - Experimental (Pretest-posttest Design Group). Sampleswere taken by using purposive sampling techniques that meet the inclusion criteria of 30respondents in the Recovery Room Ibnu Sina Hospital Gresik. Independent variable fluidthat is warmed and the provision of heating lamps, the variable dependent is bodytemperature. Data with observations had taken before and after treatment and analyzed by2 samples t test with a significance level of free 5%.Effectiveness of the test results of the heated liquid and heated lamps to increasepostoperative shivering patient temperature t calculated = 1.560 is smaller than t table =1.701. So there is no difference in effectiveness of the heated fluid heating and lighting ofthe patient's temperature increased postoperative shivering. These studies were expected to use the heated fluid to overcome shivering due tothe increase in body temperature more quickly.Keywords: Shivering, the heated fluid, heating lamps and body temperature.
TINDAKAN IBU TENTANG ANGKA KECUKUPAN GIZI (AKG) DENGAN STATUS GIZI ANAK TODDLER Qomariah, Siti Nur; Ashari, Muhammad Farid
Journals of Ners Community Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v4i2.64

Abstract

ABSTRAKGizi adalah masalah sindrom dari kemiskinan yang terhubung dengan ketahananmakanan dalam rumah tangga dan usaha untuk melaksanakan semua anak gizi karenaperilaku aspek contoh: pengetahuan, sikap dan tindakan ibu. Nutrisi khusus untuk anakakan mempengaruhi status kesehatan, tujuan penelitian menganalisa tindakan korelasi ibutentang gizi dengan angka status gizi anak-anak berusia 1-3 tahun.Desain penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan purposivesampling. Variabel bebas adalah tindakan ibu tentang gizi angka, variabel dependen adalahanak balita berusia 1-3 tahun dan ibu mereka, ada 38 responden. Pengumpulan data adalahobservasi dan kuisioner tergantung.Hasil pengujian menggunakan statistik spearman rank, diperoleh nilai p = 0,000dan itu berarti ada korelasi r = 0,0677 artinya kekuatan hubungan tindakan ibu tentangangka kecukupan gizi (akg) dengan status gizi anak toddler tingkat sedang.Berdasarkan hasil studi penelitian, menunjukkan bahwa orang tua perlumeningkatkan perilaku ibu mengenai angka kecukupan gizi pada anak-anak sehinggamencapai perkembangan anak yang optimal.Kata kunci: Tindakan Ibu, Status Gizi, ToddlerABSTRACTThe nutrient is problem the sindrom of proverty that connect with the endurance offood in the household and the effort to fullfil the nutrient child due to behaviour aspectexample: knowledge, attitude and mother’s action. Nutrient special to child will influencehealth status, purpose of research analyze corelation mother’s action about nutrientnumeral with nutrient status of children 1-3 years old.The design of this research was using cross sectional design with purposivesampling. The independen variable was mother’s action about nutrient numeral, thedependen variable was toddler children 1-3 years old and their mother, and there were 38respondents. The data collection was observation and dependent quetionare.Test results using Spearman rank statistics, the value of p = 0.000 and that meansthere is a correlation of r = 0.0677 means that the strength of the relationship motheractions on nutritional adequacy rate (RDA) with the nutritional status of children toddlermoderate.Based on the result of research studies, suggest that parents need to increase themother’s behavior regarding the nutritional adequacy rate in children so as to achieveoptimal child development.Keywords: Mother’s action, Nutrient Status, Toddler
EKSTRAK BAWANG MERAH MENURUNKAN KADAR GLUKOSA DARAH Zahroh, Roihatul; Rahmawati, Rita; Yahya, Mohammad
Journals of Ners Community Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v4i2.65

Abstract

ABSTRAKBawang merah (Allium ascalonicum) mengandung quercetin dianggap memilikipotensi sebagai agen hipoglikemik melalui penghambatan enzim alfa amilase yangberperan dalam pencernaan karbohidrat. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengevaluasi pengaruh ekstrak bawang merah dalam menurunkan kadar glukosa darahpada tikus hiperglikemik.Penelitian ini untuk menilai pengaruh ekstrak bawang pada tikus yang dijadikanhiperglikemia menggunakan induksi aloxxan. Penelitian ini merupakan penelitian TrueExperiment. Sampel terdiri dari 12 tikus Mus musculus berumur 3-4 bulan, jenis kelaminjantan yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok 1 tikus dengan pemberian air suling(kontrol) dan kelompok 2 dengan ekstrak bawang merah yang diberikan 1,5 ml / kg.Kemudian dianalisis menggunakan uji one way ANOVA dengan tingkat signifikansiα<0,05.Pada kelompok diabetes diberi ekstrak bawang merah, menunjukkan ada perbedaanyang signifikan sebelum dan setelah pemberian ekstrak bawang (p = 0.029) selama 7 hari.Kadar Gula Darah Berarti tikus sebelum dan sesudah perlakuan diberikan 233,83-101,6mg/dL.Ekstrak bawang merah (Allium ascalonicum) dapat menurunkan kadar glukosadarah pada tikus hiperglikemik dengan penurunan yang signifikan dalam bawang ekstrak1,5 ml / kg berat badan per hari selama seminggu. Oleh karena itu ekstrak bawang dapatmenjadi alternatif herbal dalam menurunkan kadar glukosa darah.Kata kunci: Ekstrak bawang merah, Kadar glukosa darahABSTRACTShallot (Allium ascalonicum) contains quercetin considered has a potential ashypoglycemic agent through its inhibition acting to alpha amylase enzyme which play arole in carbohydrate digestion. The aim of the present study is to evaluate the effect ofonion extract in blood glucose level reduction in hyperglycemic rats.This study to assess the effect of onion extract on mice Blood Sugar is used as theinduction of hyperglycemia with aloxxan. This study is an experimental research Pre andPost Test Control Group Design. Sample consisted of 12 mice Mus musculus tail 3-4month-old male who were divided into two groups. Group 1 mice by administering distilledwater (control) and group 2 with the shallot extract given 1.5 ml / kg. Then analyzed usingone way ANOVA test with significance level α <0.05.In the diabetic group given the extract of red onion, shows there are significantdifferences before and after administration of onion extract (p = 0029) for 7 days. BloodSugar Levels Mean of mice before and after treatment is given from 233.83 to 101.6Extracts of onion (Allium ascalonicum) can lower blood glucose levels inhyperglycemic rats with significant decrease in the onion extract 1.5 ml / kg body weightper day for a week. therefore onion extract may be an alternative in a decrease in bloodsugar levels.Keywords: Onion extract, Blood glucose level
PENDIDIKAN KESEHATAN MENINGKATKAN PERILAKU DIET RENDAH GARAM Rizqiyah, Zulfah; Umah, Khoiroh; Rahayuningrum, Lina Madyastuti
Journals of Ners Community Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v4i2.53

Abstract

ABSTRAKPenderita hipertensi di Banjarsari harus menerapkan diet rendah garam, tapikenyataan tetap pasien hipertensi ditemukan tidak melakukan diet rendah garam. Hal inidisebabkan kurangnya pengetahuan, sikap dan tindakan diet rendah garam pada pasienhipertensi. Dalam upaya untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan pendidikankesehatan yang diperlukan pada diet rendah garam pada pasien hipertensi.Desain penelitian yang digunakan adalah pre-post-test dalam satu kelompok (satukelompok desain pra-post test) dengan populasi sebanyak 37 pasien. Penelitian inimenggunakan purposive sampling dalam menentukan sampel, diperoleh sampel besar dari34 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Penelitian ini menggunakan uji WilcoxonSigned Rank Test dengan taraf signifikansi α ≤ 0,05.Hasil yang diperoleh dari tes ini adalah: Pengetahuan dengan nilai ρ = 0,001, sikapdengan nilai ρ = 0,000 dan tindakan dengan nilai ρ = 0,001 berarti ada pendidikankesehatan untuk mempengaruhi perilaku diet rendah garam pada pasien hipertensi.Berdasarkan hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test di sini menunjukkan peningkatan dalampengetahuan tentang sikap dan tindakan dari diet rendah garam pada pasien hipertensi.Sehingga hasil akhir menunjukkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadapperilaku (pengetahuan, sikap dan tindakan) diet rendah garam pada pasien hipertensi didesa Gresik Manyar Banjarsari.Pendidikan kesehatan pada diet rendah garam diperlukan untuk mempengaruhiperilaku diet rendah garam. Memesan responden dapat diterapkan dalam kehidupan seharihari.Kata kunci: Pendidikan kesehatan, perilaku (pengetahuan, sikap dan tindakan), diet rendahgaram dan hipertensi.ABSTRACTPatients with hypertension in Banjarsari should implement a low-salt diet, but thefact remains found hypertensive patients did not perform a low-salt diet. This was due to alack of knowledge, attitudes and actions on low-salt diet in hypertensive patients. In aneffort to improve knowledge, attitudes and actions of health education were needed on lowsaltdiet in hypertensive patients.The study design used was pre-post-test in one group (one-group pre-post testdesign) with a population of as many as 37 patients. This study used purposive sampling indetermining the sample, obtained a large sample of 34 respondents who met the inclusioncriteria.This research uses trials Wilcoxon Signed Rank Test with significance level α ≤0.05. Results obtained from this test are: Knowledge with values ρ = 0.001, the attitudewith values ρ = 0.000 and actions with values ρ = 0.001. So that means there's HI receivedhealth education to influence the behavior of low-salt diet in hypertensive patients.Based on the results of Wilcoxon Signed Rank test for the Test in here show anincreased in knowledge about the attitudes and actions of low-salt diet in hypertensive patients. So that the final results show that there is the influence of health education onbehavior (knowledge, attitudes and actions) low-salt diet in hypertensive patients in thevillage of Gresik Manyar Banjarsari.Therefore, health education on low-salt diet is needed to influence the behavior oflow-salt diet. Order the respondent may apply in everyday life.Keywords: Health education, behavior (knowledge, attitudes and actions), low-salt dietand hypertension.
PENDIDIKAN KESEHATAN MENINGKATKAN PERILAKU PENCEGAHAN DIARE PADA KELUARGA TAHAP 3 Zahroh, Roihatul; Rahmawati, Rita; Abd. Rahman, Ika Marlina
Journals of Ners Community Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v4i2.54

Abstract

ABSTRAKDiare merupakan salah satu infeksi saluran pencernaan, jika tidak segera ditanganibisa mengakibatkan kematian. Pengetahuan ibu tentang pencegahan diare dapat diberikanmeskipun pendidikan kesehatan, dengan pengetahuan pendidikan kesehatan, mengambildalam mencegah diare untuk mencegah diare yang dapat meningkatkan status kesehatan.Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen untuk mendekati DesainSatu-Group Pretest-posttest, metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling,sampel yang diambil sebesar 23 responden. Variabel bebas adalah variabel dependen,sedangkan pendidikan kesehatan adalah perilaku (pengetahuan, sikap, tindakan)pencegahan diare pada tahap keluarga 3. Data penelitian diambil menggunakan kuesionerdan observasi.Perhitungan hasil penelitian dengan menggunakan uji Wilcoxon statistik Test,menunjukkan hasil pengaruh pendidikan kesehatan pada perilaku pencegahan diare padakeluarga tahap 3 (pengetahuan: ρ = 0.00, sikap: ρ = 0,001, tindakan: ρ = 0,000).Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan perawat dan tenaga medis lainnya yangmemberikan pendidikan kesehatan dalam upaya untuk membantu ibu (orang tua) ataumasyarakat dalam meningkatkan baik pengetahuan, sikap, dan tindakan dan keterampilanuntuk dapat mencegah diare yang dapat mengurangi angka kematian akibat diare padaanak balita.Kata kunci: Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan, Sikap, Tindakan.ABSTRACTDiarrhea is one of the digestive tract infection, if not addressed promptly can resultin death. Mother’s knowledge about the prevention of diarrhea can be provided though ahealth education, with health education knowledge, takes in preventing diarrhea to preventdiarrhea that can improve health status.Methods this study uses experimental methods to approach One-Group PretestposttestDesign, sampling method used is purposive sampling, sample are taken by 23respondents. The independent variable is the dependent variable, while health education isbehavior (knowledge, attitude, action) the prevention of diarrhea in the family stage 3. Theresearch data was taken using a questionnaire and observation.From calculations using the Wilcoxon Signed Rank test Test statistics, shows theresults of the effect of health education on diarrhea prevention behaviors on the familystage 3 (knowledge : ρ = 0.00, attitude : ρ = 0.001, action : ρ = 0.000).Based on the results of this study is expected that nurses and other medicalpersonnel providing health education in an effort to help mothers (parents) or thecommunity in improving both the knowledge, attitudes, and actions and skills to be able toprevent the diarrhea that can reduce mortality from diarrhea among children under five.Keywords : Health Education, Knowledge, Attitude, Action.
PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG PEMBERIAN STIMULASI ALAT PERMAINAN EDUKATIF DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK Twistiandayani, Retno; Rahayuningrum, Lina Madyastuti; Rohmah, Ismiatul
Journals of Ners Community Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v4i2.55

Abstract

ABSTRAKMainan edukatif benar-benar memberikan fungsi yang optimal permainan anakformatif. Banyak itu pemain di pemasaran akan menganggap pilihan orang tua di pemutarmemberi tanpa syarat dan hal utilitas bagi anak. Jadi akan berdampak anak akan burukperkembangan motorik, sehingga perlu untuk menandai upaya akal untuk meningkatkanperilaku orang tua mampu dalam menentukan jenis pemain. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui pengetahuan korelasi dan sikap ibu tentang diberikan stimulasi mainanedukatif dengan anak-anak perkembangan motorik (1-2 tahun) di Kabupaten SilvanMorowudi Cerme di Kabupaten Gresik.Penelitian ini menggunakan desain cross sectional untuk mengetahui hubunganantara variabel independen dan dependen, populasi responden adalah ibu ibu yangmemiliki anak usia 1-2 tahun di wilayah Morowudi Cerme Kabupaten Gresik yang sesuaidengan kriteria inklusi sebanyak 50 responden yang diperoleh oleh sampel purposive,variabel yang dianalisis adalah sikap genostic dan ibu sebagai variabel sebagai anak yangmandiri dan mengembangkan motorik sebagai variabel dependen. Pengumpulan datamenggunakan kuesioner kepada responden, hasil data pengumpulan generasi-dianalyzeddengan akun Chi Square hasil kuis (α) = 0,05.Analisis menggunakan Chi Square diperoleh oleh ilmu pengetahuan hasil ibusignifikan dengan rekening hasil (α) 0.020, sikap ibu dengan akun hasil (α) 0,013. Dapatdisimpulkan bahwa tanda merasakan hubungan yang kuat antara pengetahuan sikap ibutentang diberikan stimulasi mainan edukatif dengan anak-anak motorik anak usiapengembangan (1-2 tahun).Berdasarkan penelitian bahwa ilmu pengetahuan dan sikap merupakan domainpenting dalam memberi pemain edukatif yang disangga dengan banyak pengalaman untukanak ibu.Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, motorik Perkembangan Anak, mainan edukatifABSTRACTThe educative toys really give optimal game function of formative child. A lot of itplayer at marketing will regard option of parent in give player without regard requirementand utility for child. So will impacted bad will children motoric development, thus needs tomark sense effort to increase able parent behaviour in determine player type. Thisresearch objective was to know correlation knowledge and attitude mother about given tostimulation the educative toys with children motoric development (1-2 years old) at SilvanMorowudi Cerme’s district Gresik's Regency.This research utilizes design Cross sectional to know correlation among variableindependent and dependent, respondent population is mother mother that have age child 1-2 years at Silvan Morowudi Cerme's district Gresik's Regency that corresponds toinclusion criteria as much 50 acquired respondent by purposive sample, variable that was analyzed is genostic and mother attitude as variable as motorik's independent anddeveloping child as variable as dependent. Data collecting utilizes kuesioner torespondent, result of that data collecting is succeeding dianalyzed with Chi Square's quizresult accounts (α) = 0.05.From analyzed Chi Square's quiz gotten by signifikan's result mother science withresult accounts (α) 0.020, mother attitude with result accounts (α) 0.013. Can beconcluded that marks sense strong correlation among knowledge attitude mother aboutgiven to stimulation educative toys with children motoric development age child (1-2 yearsold).Based data upon that science and attitude constitutes domain momentous deep giveeducative player that is propped with many experience to mother child.Keywords: Knowledge, Attitude, Motorik Child Development, Educative toys
PENGGANTIAN INFUS SET TIAP 3 HARI MENGURANGI RISIKO PENINGKATAN JUMLAH LEUKOSIT Rahmawati, Rita; Gustomi, Mono Pratiko; Yusuf, Muhammad
Journals of Ners Community Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v4i2.56

Abstract

ABSTRAKPeningkatan jumlah leukosit pada pasien dapat terjadi karena salah satunya adalahdi mana infus set infus set tidak dirawat setiap hari dan berubah setiap 3 hari sesuai denganteori yang ada.Jumlah populasi yang diteliti di Ibnu Sina Rumah Sakit ICU GRESIK adalah 30responden. Dengan menggunakan Simple Random Sampling dengan jumlah yang tepat darisampel kriteria inklusi dan eksklusi dari 28 responden. Pengambilan sampel menggunakanteknik probability sampling. Studi ini merupakan pengganti infus set dan variabeldependen adalah kejadian infeksi nosokomial di. Data dikumpulkan melalui observasi dandianalisis menggunakan uji rank wilcoxon dengan tingkat signifikansi α <0,05.Hasil pada statistik menunjukkan efek meningkatkan leukosit sebelum penggantianinfus set adalah 0.008 lebih kecil dari 0,05. Tingkat pengaruh kejadian infeksi nosokomialsetelah penggantian infus set.Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggantian infus set setiap 3 harimenurunkan kejadian infeksi yang ditandai dengan peningkatan jumlah kadar leukosit.Kata kunci: infus set, leukosit, infeksi.ABSTRACTIncreasing the number of leucocytes in patients may occur because one of them iswhere the infusion set infusion set is not being treated every day and changed every 3 daysin accordance with existing theories.The number of the population studied in Ibnu Sina Hospital ICU GRESIK is 30responden. By using the Simple Random Sampling the appropriate amount of sampleinclusion and exclusion criteria of 28 respondents. The sampling use probability sampling.This study is the replacement infusion sets and the dependent variable was the incidence ofinfection in nosokomial. Data collected by observation and analyzed using wilcoxon ranktest with significance level α < 0.05.The result on the statistics show the effect of increasing lecocyte prior toreplacement infusion sets is 0,008 is smaller than 0.05. For the degree of influence theincidence of nosocomial infections after replacement infusion sets.The conclusion of this study is that there is an influence between the numbers ofleucocytes before after replacement infusion sets every 3 days.Keywords: infusion sets, leucocytes, infection.

Page 3 of 4 | Total Record : 39


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol 16 No 2 (2025): Journals of Ners Community Vol 16 No 1 (2025): Journals of Ners Community Vol 15 No 2 (2024): Journals of Ners Community Vol 15 No 1 (2024): Journals of Ners Community Vol 14 No 4 (2023): Journals of Ners Community Vol 14 No 3 (2023): Journals of Ners Community Vol 14 No 2 (2023): Journals of Ners Community Vol 14 No 1 (2023): Journals of Ners Community Vol 13 No 3 (2023): Journals of Ners Community Vol 13 No 2 (2023): Journals of Ners Community Vol 13 No 1 (2023): Journals of Ners Community Vol 13 No 6 (2022): Journals of Ners Community Vol 13 No 5 (2022): Jurnal of Ners Community Vol 13 No 4 (2022): Journals of Ners Community Vol 13 No 3 (2022): Journals of Ners Community Vol 13 No 2 (2022): Journals of Ners Community Vol 13 No 1 (2022): Journals of Ners Community Vol 12 No 2 (2021): Journals of Ners Community Vol 12 No 1 (2021): Journals of Ners Community Vol 11 No 2 (2020): Journals of Ners Community Vol 11 No 1 (2020): Journals of Ners Community Vol 10 No 2 (2019): Journals of Ners Community Vol 10 No 1 (2019): Journals of Ners Community Vol 9 No 2 (2018): Journals of Ners Community Vol 9 No 1 (2018): Journals of Ners Community Vol 8 No 2 (2017): Journals of Ners Community Vol 8 No 1 (2017): Journals of Ners Community Vol 7 No 2 (2016): Journals of Ners Community Vol 7 No 1 (2016) Vol 6 No 2 (2015): Journals of Ners Community Vol 6 No 1 (2015) Vol 5 No 2 (2014) Vol 5 No 1 (2014) Vol 4 No 2 (2013) Vol 4 No 1 (2013) Vol 3 No 2 (2012) Vol 3 No 1 (2012) More Issue