cover
Contact Name
Dina Angela
Contact Email
dina_angela@ithb.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltelematika@ithb.ac.id
Editorial Address
Jl. Dipati Ukur no. 80-84, Kel. Coblong, Kec. Lebak Gede, Bandung, 40132
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Telematika
ISSN : 18582516     EISSN : 25793772     DOI : https://doi.org/10.61769/telematika
Jurnal Telematika is a scientific periodical written in Indonesian language published by Institut Teknologi Harapan Bangsa twice per year. Jurnal Telematika publishes scientific papers from researchers, academics, activist, and practicioners, which are results from scientific study and research in the field of telematics and information technology.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1 (2011)" : 12 Documents clear
DESAIN CAVITY PADA ANTENA CETAK UWB 50-5000 MHZ UNTUK APLIKASI GPR Simorangkir, Roy
Jurnal Telematika Vol. 7 No. 1 (2011)
Publisher : Yayasan Petra Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61769/telematika.v7i1.43

Abstract

Ground Penetrating Radar (GPR) merupakan suatu sistem pencitraan/pendeteksian objek yang berada di bawah tanah atau di balik dinding dengan memanfaatkan fenomenagelombang elektromagnetik. Untuk mendapatkan hasil pencitraan yang optimum, maka antena dengan pengarahan yang baik ke arah objek sangat diharapkan. Salah satu metode pengarahan yang sering digunakan dalam perancangan sistem GPR adalah pemasangan cavity. Dalam makalah ini, sebuah desain cavity sederhana diusulkan untuk diimplementasikan pada antena cetak ultra-wideband (UWB) 50-5000 MHz untuk aplikasi GPR. Desain usulan berupa cavity berbentuk kotak sederhana yang terbuat dari bahan kuningan. Untuk mendapatkan desain yang optimum, serangkaian studi parameter terhadap dimensi fisik cavity pun dilakukan dengan turut mempelajari pengaruhnya terhadap karakteristik antena seperti return loss, Voltage Standing Wave Ratio (VSWR), gain, dan pola radiasi. Dari hasil penelitian terlihat bahwa desain cavity usulan mampu memperbaiki pengarahan antena dengan tetap mempertahankan kualitas VSWR di seluruh rentang frekuensi bahkan mampu meningkatkan gain antena pada range frekuensi tertentu. Ground Penetrating Radar (GPR) is a system for imaging or detecting object below the ground or behind the wall using an electromagnetic wave phenomenon. To produce the optimal imaging result, the antenna with good direction towards the object is desirable. One method often used in controlling the direction of the antenna in the design of GPR system is cavity installation. In this paper, a simple cavity design is proposed to be implemented on 50-5000 MHz ultra-wideband (UWB) printed antenna for GPR application. The proposed design is such a simple square box cavity made by brass material. To obtain the optimum design, several parametric studies of the physical dimension of cavity are carried out along with investigation of its effect on the antenna characteristics such as return loss, Voltage Standing Wave Ratio (VSWR), gain, and radiation pattern. It is shown that the proposed cavity design can improve the direction of the antennawhile still maintains the VSWR quality throughout the frequency range and even it is able to increase the antenna gain at certain frequency range.
OPTIMASI PARAMETER PROSES PEMBENTUKAN SHOT PEENING DALAM MEMINIMASI PENYIMPANGAN TINGGI LENGKUNG ALMEN (STUDI KASUS DI PT. DIRGANTARA INDONESIA) Aritonang, Yoon Mac Kinley; Setiawan, Ari; Chandra, Ronny Hernawan
Jurnal Telematika Vol. 7 No. 1 (2011)
Publisher : Yayasan Petra Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61769/telematika.v7i1.48

Abstract

Pesatnya perkembangan industri manufaktur merangsang tumbuhnya kebutuhan akan komponen logam yang sesuai dengan spesifikasi. Spesifikasi komponen logam tidakhanya meliputi bentuk fisik yang semakin rumit, tetapi juga meliputi struktur dan kekuatan material. Proses shot peening merupakan salah satu proses pembentukan yang dapat mengakomodir tuntutan akan kekuatan permukaan dari suatu komponen logam. Kriteria keberhasilan proses shot peening ini ditentukan oleh tinggi lengkung almen yang terjadi. Tinggi lengkung almen yang sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan, tentunya mengisyaratkan bahwa proses shot peening yang dilakukan telah berhasil. Saat ini, pada divisi aero manufacturing PT. Dirgantara Indonesia diketahui bahwa terjadi penyimpangan tinggi lengkung almen dari target yang diinginkan. Walaupun penyimpangan ini masih dalam batas toleransi yang ditetapkan, namun improvement pada proses berupa usaha untuk meminimasi penyimpangan ini tetap diperlukan. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat membantu mengidentifikasiparameter apa saja yang mempengaruhi penyimpangan tinggi lengkung almen, dan selanjutnya mencari solusi yang tentunya bertujuan untuk meminimasi tinggi lengkung almen tersebut. The fast industrial development of manufactures stimulates the growth of metal components requirements based on the proper specification. The specification of metal components does not only cover the physical form which is being more complicated, but also covers the structure and material strength. The shot peening process represents one of forming processes which can accommodate the surface strength demand of metal components. The efficacy criterion of this shot peening process is determined by the almen arch height. The almen arch height suitable to the wanted specification, perhaps signs that the process of shot peening has been done successfully. Now in the division of aero manufacturing at PT. Dirgantara Indonesia detected that it had been occurring the high deviation of the almen arch height from the wanted goals. Although this deviation is within specified tolerance, but the improvement of process in the form of effort for minimizing this deviation remains to be needed. Therefore, this research which is expected can  assist to identify any parameters influencing the almen arch heightdeviation, and then looks for the solution which perhaps aim to minimizing the almen arch height.

Page 2 of 2 | Total Record : 12