cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Informatika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2008): Jurnal Informatika" : 8 Documents clear
Identifikasi Suara Pria dan Wanita Berdasarkan Frekuensi Suara Binyamin Widi Prasetya; Budi Susanto; Joko Purwadi
Jurnal Informatika Vol 4, No 1 (2008): Jurnal Informatika
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5645.66 KB) | DOI: 10.21460/inf.2008.41.13

Abstract

Suara manusia antara individu yang satu dengan yang lain memiliki perbedaan.Namun demikian, dalam perbedaan-perbadaan tersebut masih terdapat adanya kesamaanantara suara pria yang satu dengan pria yang lain dan atara wanita yang satu denganwanita yang lain. Melalui Aplikasi ini, penulis mencoba melakukan penelitian untukmengidentifikasi suara manusia yang sudah disimpan dalam file WAV, sehingga diketahuijenis kelamin pemilik suara tersebut pria atau wanita. Proses identifikasi yang dilakukanberdasarkan frekuensi suara ini hanya diberlakukan untuk suara orang dewasa. Prosespembandingan suara akan dilakukan berdasarkan nilai discrete file suara yang akan dicaridengan algoritna Discrete Fourier Transform dalam frekuensi 50 - 1000 Hz. Sedangkanuntuk menggolongkan jenis kelamin akan dilakukan dengan menggunakan metodeklasifikasi K-Nearest Neighbor.
INTERNET RELAY CHAT BO T DENGAN MENGGUNAKAN ARTIFICIAL INTELLIGENT MARKUP LANGUANGE (AIML) Wahyu Catur Pamungkas
Jurnal Informatika Vol 4, No 1 (2008): Jurnal Informatika
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5256.656 KB) | DOI: 10.21460/inf.2008.41.42

Abstract

lnternet Relay Chat (IRC,) merupakan media komunikasi yang banyak diminati olehkalangan pengguna internet. Chatterbot pada channel IRC yang ada sekarang dapat dibedakandengan pengguna asli, karena sering melakukan jawaban yang kaku dan berulang-ulang. Sifatchafterbot inilah yang memacu para programmer yang menyenangi dunia IRC untukmengembangkan sebuah chatterbot yang lebih pandai dan efektif.Pengembang n chatterbot mengimplementasikan Aftificial lntelligent Markup Language(AIML), suatu bahasa XML yang dikhususkan untuk membangun sebuah chatterbot cerdas,yang bersifat cross-plafform dengan algoritma pencarian khusus yaitu algoritma graphmasterpattern matching.Chatterbot yang dikembangkan berkomunikasi lebih baik dan mampu memberikaninformasi mengenai sinopsis film dan jadwal bioskop di setiap kota besar di lndonesia kepadapengguna yang menanyakannya. Karya tulis "lnternet Relay Chat Bot dengan MenggunakanArtificial lntelligent Markup Language" dapat dijadikan sebagai acuan untuk membuat chatterbotyang berjalan pada jaringan komunikasi lainnya, seperti YahooMessenger!.
MORPHOLOGICAL OPERATION ON BINARY IMAGE Farah Virnawati; Vina Evania
Jurnal Informatika Vol 4, No 1 (2008): Jurnal Informatika
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (12884.274 KB) | DOI: 10.21460/inf.2008.41.65

Abstract

Morphing merupakan suatu teknik dari pengolahan citra yang didasarkan padapengolahan bentuk. Nilai dari tiap piksel citra yang diolah merupakan bentuk perbandinganantara piksel yang bersesuaian dari citra masukkan dengan nilai piksel tetangganya.Dengan memilih ukuran dan bentuk dari lingkungan, kita dapat membangun operasi analisisuntuk mengolah citra yang dimasukkan agar lebih spesifik.
PERANCANGAN PENGEMBANGAN PROTOTIPE INTELLIGENT TUTORING SYSTEM UNTUK PEMBELAJARAN IDIOMATIC EXPRESSIONS Yustina Niken Damayanti
Jurnal Informatika Vol 4, No 1 (2008): Jurnal Informatika
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3560.987 KB) | DOI: 10.21460/inf.2008.41.39

Abstract

Almost students are lacking the necessary skills to solve translation problems. Thispaper is concerned with the development of an lntelligent Tutoring System (lTS) for teachingenglish translation.We investigate the issues of how to generate useful feedbacks and explanations tostudents in an ITS focused on learning idiomatic expressions translation. ln this system,students attempt to study their own questions of the idiomatic expressions problem. Thesystem then generates the explanations in details of how to solve that problem using definedtranslation rules, and to avoid erroneous problem solving.ln addition, when the students attempt to solve the idiomatic expressions problems,the system compares the student answer with the system answer and then generates theexplanations using a problem-solving tree which is generated for a particular problem. Thesystem syntactically compares the two solutions and points out discrepancies between themwhen the student's solution is incorrect.
Teknik Cube Mapping dengan OPENGL Eri Prasetya; Dian Kusuma Ningtyas; Prasetiyo Prasetiyo
Jurnal Informatika Vol 4, No 1 (2008): Jurnal Informatika
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6923.575 KB) | DOI: 10.21460/inf.2008.41.4

Abstract

Di bidang komputer grafik, Environment Mapping merupakan teknik untukmensimulasikan sebuah obyek agar dapat merefleksikan lingkungan sekitarnya. Teknik inipertama kali diajukan oleh Blinn dan Newell pada tahun 1976. Cube Mapping sebagaibagian dari metode Environment Mapping merepresentasikan lingkungan sekitarnya dengancara "menempelkan" enam buah gambar yang berbeda di keenam sisi obyek. Hal inimembuat obyek seolah memiliki enam sisi pantul, yaitu depan, belakang, kanan, kiri, atas,dan bawah.OpenGL sebagai kumpulan library, fungsi, dan prosedur untuk bidang komputer grafiktelah mendukung Cube Mapping sebagai salah satu teknik Texture Mapping. KemampuanOpenGL dalam mendukung Cube Mapping membuat dunia komputer grafik memiliki fiturtambahan untuk dapat lebih menghasilkan sesuatu yang lebih realistis. KeunggulanOpenGL yang platform-independent memungkinkan kita untuk membuat grafik yang dapatdijalankan di semua sistem operasi dengan hanya sedikit penyesuaian.
ALGORITMA GENETIKA DALAM PROGRAM PENCARIAN JALUR ALTERNATIF Wahyu Trianto Nugroho; Joko Purwadi; Nugroho Agus Haryono
Jurnal Informatika Vol 4, No 1 (2008): Jurnal Informatika
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6838.096 KB) | DOI: 10.21460/inf.2008.41.43

Abstract

Pencarian jalur alternatif pada saat terjadi kemacetan atau penutupan jalan bisadilakukan dengan mengingat setiap jalan yang terhubung dengan jalan terse'but, tapi hal inihanya bisa dilakukan oleh pengguna jasa kendaraan yang sudah mengenal jalan tersebut.Bentuk permasalahan yang terjadi diubah dalam bentuk graf dimana tiap titik merupakanperwujudan dari tiap persimpangan yang ada pada peta, sedangkan jaraknya diwujudkan dalambentuk garis.Pencarian jaraknya adalah dimulai dengan penginputan titik asal dan titik tujuan. Melaluiperhitungan dengan algoritma genetika maka akan didapat jalur yang menurut sistemmerupakan jalur yang dapat dilewati, dan jika terjadinya kemacetan pada jalur tersebut sistem akan mencari ulang jalur alternatifnya dengan titik awal adalah persimpangan dimanakemacetan terjadi.Algoritma Genetika merupakan algoritma pencarian yang berdasarkan pada genetik danseleksi alam. Dikarena prosesnya menggunakan evolusi yang diwakili dengan bilangan random,maka hasil yang didapat bervariasi mulai dari diketahui jalur alternatif paling baik, sampai jaluryang diinginkan tidak didapat.
ALGORITMA STEEPEST ASCENT HILL CLIMBING UNTUK MENYELESAIKAN MASALAH PENUGASAN Daisy Ika Christiana; Gloria Virginia; Joko Purwadi
Jurnal Informatika Vol 4, No 1 (2008): Jurnal Informatika
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/inf.2008.41.40

Abstract

Penugasan adalah penetapan tugas pada tiap pekefia dan tugasnyaagil mendapat hasilyang paling baik, yaitu dengan hasil akhir maksimal dan waktu yang minimal. Masalahpenugasan memiliki syarat satu pekerja hanya mengerjakan satu tugas dan sebaliknya satutugas hanya dikerjakan oleh satu pekerja. Penugasan adalah bagian dari bidang ilmu RisetOperasi (Operation Research ), yang biasa digunakan untuk mencari hasil maksimal atauminimal. Sistem yang akan dibuat ini didukung oleh dua bidang ilmu, yaitu riset operasi dankecerdasan buatan.Dalam bidang ilmu kecerdasan buatan terdapat algoritma yang bisadigunakan untuk memecahkan masalah maksimalisasi yaitu Algoritma Sfeepesf Ascent HillClimbing.Sistem yang dibuat digunakan untukn mencari hasil akhir yang maksimal dari kapasitassuatu produksi. Masukkan berupa jumlah mesin, jumlah pekerja, dan jumlah produksi (matrikkapsitas), prosesnya dilakukan dengan mengkombinasikan hasil perhitungan matrik kapasitasmenggunakan teori penugasan, dan mencari hasil terbaik dengan algoritma Steepest AscentHill Climbing. Hasil perhitungan ditampilkan dalam bentuk rekap iterasi, perhitungan waktuproses, dan komposisi pekerja dan tugasnya. Hasil perhitungan penugasan menggunakanAlgoritma Steepest Ascent Hill Climbing telah diujicoba dengan perhitungan secara sistem danmanual, dan mendapatkan hasil akhir yang sama, jadi bisa dikatakan sistem cukup akurat.
Implementasi Jaringan Neuron McCulloc-Pitt pada Henry Classification System untuk Klasifikasi Pola Sidik Jari Sri Suwarno
Jurnal Informatika Vol 4, No 1 (2008): Jurnal Informatika
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3752.449 KB) | DOI: 10.21460/inf.2008.41.37

Abstract

Klasifikasi sidik jari berdasarkan Henry Classification Sysfem merupakan sistemklasifikasi yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Setiap jari pada tangan kanandan tangan kiri diberi nomor urut dan bobot sesuai dengan posisinya. Kelas atau grup polasidik jari seseorang merupakan rasio bobot total jari-jari bernomor genap dengan bobot totaljari-jari bernomor ganjil. Karena bobot yang digunakan menggunakan nilai kelipatan 2, makaoperasi bilangan biner dapat dimanfaatkan untuk menentukan nilai kelas atau grup. Dalampaper ini jaringan neuron sederhana dari McCulloc-Pitt diimplementasikan untukmenentukan kelas atau grup dari suatu pola sidik jari berdasarkan Henry ClassificationSysfem. Meskipun jaringan ini cukup sederhana dan tidak memerlukan pelatihan, namunkarena sifat biner yang dimiliki oleh Henry Classification Sysfem, maka jaringan neuronMcCulloc-Pitt dapat dirancang untuk menghitung kelas atau grup suatu pola sidik jari secaracepat.

Page 1 of 1 | Total Record : 8