cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Hijau
ISSN : 25794264     EISSN : 25501070     DOI : -
Jurnal Rekayasa Hijau diterbitkan 3 kali dalam satu tahun. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian analisis di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, desain dan kebijakan ramah lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2019)" : 14 Documents clear
Evaluasi Sistem Proteksi Aktif dan Pasif sebagai Upaya Penanggulangan Bahaya Kebakaran pada Gedung X Mall Katarina Rini Ratnayanti; Nur Laeli Hajati; Mutiara Indah Rizki Utama
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v3i1.2816

Abstract

ABSTRAKX Mall merupakan sebuah pusat perbelanjaan yang menyediakan berbagai fasilitas lengkap mulai dari pusat perbelanjaan, arena rekreasi, kawasan kuliner, bank, hingga tempat peribadatan. X Mall termasuk tingkat risiko bahaya kebakaran sedang III yang memiliki potensi pemicu kebakaran dari dalam dan luar gedung. Maka dari itu X Mall perlu menerapkan sistem proteksi kebakaran dan sarana pendukung yang baik untuk mencegah dan menanggulangi bahaya kebakaran. Penelitian ini dilakukan dengan cara observasi dan wawancara langsung dengan pihak X Mall untuk mengetahui kelengkapan dan kondisi sistem proteksi aktif, sistem proteksi pasif, serta manajemen kebakaran yang telah diterapkan. Hasil observasi dan wawancara kemudian dibandingkan kesesuaiannya dengan peraturan yang berlaku di Indonesia yaitu Kepmen PU No.10/KPTS/2000 dan SNI. Hasil penelitian menunjukan bahwa sistem proteksi aktif, sistem proteksi pasif, sarana penyelamatan jiwa, dan manajemen tanggap kebakaran sudah cukup baik dengan umumnya persentase kesesuaian ≥80%.Kata kunci: kebakaran, bahaya kebakaran, mall, proteksi aktif, proteksi pasif, manajemen kebakaranABSTRACTX Mall is a shopping centre that provides complete facilities such as supermarket, recreation arena, culinary, bank, also place of worship. The level of risk of fire hazard in X Mall is classified as Moderate III Fire Hazard that has the potential fire triggering from inside and outside the building. Therefore X Mall needs to implements fire protection system and good supporting facilities to prevent and overcome fire hazards. This research was done by observation and direct interviews with the X Mall to find out the availability and condition of active protection system, passive protection system, and fire management that have been implemented. The results of observation are then compared to the applicable regulations that are Kepmen PU No. 10/KPTS/2000 and SNI. The final results showed that active and passivefire protection system, lif saving facilities, and fire reponse management is quite good, with generally the percentage of suitability ≥80%.Keywords: fire, fire hazard, mall, active protection, passive protection, fire management
Profil Kualitas Udara Kota Cimahi Provinsi Jawa Barat Eka Wardhani
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v3i1.2821

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi dalam rangka pengendalian pencemaran udara di kota tersebut mengingat perkembangan Kota Cimahi yang terus mengalami perkembangan. Analisis kualitas udara dilakukan di laboratorium PT. Unilab Perdana yang telah mendapatkan akreditasi oleh KAN No. LP-195-IDN. Pengambilan sampel dilakukan pada tanggal 15 September 2017 sedangkan untuk analisis di laboratorium di lakukan pada tanggal 15 sampai dengan 27 September 2017. Parameter yang dianalisis yaitu SO2, CO2, NO2, O3, HC, PM10, PM2,5, Pb, NH3, dan H2S. Pengambilan sampel kualitas udara dilakukan secara langsung di lapangan di 8 titik. Berdasarkan hasil penelitian di Kota Cimahi kualitas udara masih tergolong baik hal tersebut terlibat bahwa parameter kualitas udara ambien masih memenuhi baku mutu sesuai PP 41/1999 tentang PPU. Upaya pengendalian pencemaran udara harus terus dilaksanakan mengingat angka penyakit ISPA di kota ini yang menempati posisi tertinggi dibandingkan dengan penyakit lainnya.ABSTRACTThis research is in collaboration with the Environmental Agency (DLH) of Cimahi City in order to control air pollution in the city due to the development of Cimahi City. Air quality analysis was carried out in the laboratory of PT. Unilab Perdana which has been accredited by KAN No. LP-195-IDN. Sampling was carried out on 15 September 2017 while the analysis in the laboratory was conducted on 15 to 27 September 2017. The parameters analyzed were SO2, CO2, NO2, O3, HC, PM10, PM2,5, Pb, NH3, and H2S . Air quality sampling is carried out directly in the field at 8 points. Based on the results of research in Cimahi City, air quality is still relatively good, it is involved that ambient air quality parameters still meet the quality standards according to PP 41/1999 concerning PPU. Air pollution control must continue to be carried out considering the number of lung infection diseases in this city which occupies the highest position compared to other diseases.
Optimasi Dimensi Connecting Rod Al2024 dan Tulangan Baja 4340 pada Kawasaki Ninja 150 R Menggunakan ANSYS Alfan Ekajati Latief; Nuha Desi Anggraeni
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v3i1.2867

Abstract

ABSTRAKConnecting rod berfungsi menghubungkan piston ke crankshaft, sistem ini membentuk mekanisme sederhana yang mengubah gerak lurus menjadi gerak melingkar ataupun sebaliknya. Umumnya connecting rod dirancang berbenruk I agar kuat dan ringan dengan material baja. Pengurangan massa pada connecting rod dapat mengurangi momen inersia engine, meningkatkan performa dan fuel efficiency engine. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dimensi optimum connecting road menggunakan material Al 2024 dan tulangan baja 4340.Dimensi optimum harus dapat menahan tegangan dan regangan maksimum yang terjadi pada connecting rod ketika menerima beban tekan dan tarik. Penelitian dilakukan dengan melakukan varisi dimensi profil I dan bentuk tulangan dengan dimensi lain menyesuaikan spesifikasi connecting rod Kawasaki Ninja 150 R. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa connecting rod dengan profil I, bentuk tulangan webbing merupakan tulangan paling optimal dengan ketebalan 8 mm dengan berat total 0,12 Kg.Kata kunci: connecting rod, tulangan baja, Al2024, ANSYSABSTRACTThe connecting rod serves to connect the piston to the crankshaft; this system forms a simple mechanism that converts straight motion into circular motion or vice versa. Generally, connecting rods are designed to be made in order to be strong and lightweight with steel material. Reducing the mass of the connecting rod can reduce the moment of engine inertia, improve the performance and fuel efficiency engine. This study aims to obtain the optimum dimensions of the connecting road using Al 2024 material and steel reinforcement 4340. The optimum dimension must be able to withstand the maximum stress and strain that occurs in the connecting rod when receiving compressive and tensile loads. The study was conducted by varying the dimensions of profile I and shape of reinforcement with other dimensions adjusting the specifications of the connecting rod Kawasaki Ninja 150 R. The results showed that the connecting rod with profile I, the form of webbing reinforcement was the most optimal reinforcement with a thickness of 8 mm and total mass 0,12 kg.Keywords: connecting rod, reinforcement steel, Al2024, ANSYS.
Analisis Pengaruh Waktu Aktivasi dan Adsorpsi dalam Pemanfaatan Karbon Aktif dari Serutan Kayu menjadi Adsorben Limbah Cair Vibianti Dwi Pratiwi; Netty Kamal; Suparman Juhanda
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v3i1.2822

Abstract

ABSTRAKIndustri pemanfaatan kayu cukup sering ditemukan di Indonesia, namun limbah yang dihasilkan tidak diolah dan hanya dibuang ke lingkungan. Limbah serutan kayu yang mengandung rantai karbon dapat dimanfaatkan menjadi karbon aktif. Pengaruh kualitas karbon aktif dari serutan kayu ini diuji berdasarkan waktu aktivasi dan daya adsorpsi limbah cair. Karbon aktif dibuat melalui pirolisis hingga mencapai suhu 5000C dengan ukuran 100-150 mesh dan diaktivasi dengan H3PO4 10% selama 6 jam, 12 jam, dan 18 jam. Karbon aktif yang dihasilkan digunakan sebagai adsorben dan diujikan pada limbah cair zat warna tekstil Sumikaron Yellow Brown S-2RL. Adsorpsi dilakukan dengan variasi waktu 1 jam, 2 jam dan 3 jam. Selanjutnya larutan zat warna yang telah dijerap oleh karbon aktif dianalisa menggunakan spektrofotometer dengan panjang gelombang 480nm. Berdasarkan absorbansi atau konsentrasi (%) pengurangan warna yang dihitung menggunakan anova dengan software Minitab 17, pengaruh yang lebih signifikan dalam pemanfaatan karbon aktif dari serutan kayu yaitu pada waktu aktivasi 12 jam dan waktu adsorpsi 3 jam. Karbon aktif dari limbah serutan kayu mampu mengurangi limbah cair zat warna sebesar 98,2519%. Hasil uji pendahuluan dengan menghitung bilangan iod dari adsorben karbon aktif yang telah diaktivasi selama 12 jam menjadi kondisi terbaik dengan menjerap iod sebanyak 144,8961 mg/g.Kata Kunci: limbah cair, karbon aktif, serutan kayu, MinitabABSTRACTThe wood utilization industry is quite often found in Indonesia, but the waste produced is not processed and is only disposed of into the environment. Wood shavings containing carbon chains can be used as activated carbon. The effect of the quality of activated carbon from wood shavings was tested based on the activation time and adsorption liquid waste’s capacity. Activated carbon is made through pyrolysis to reach a temperature of 5000C with a size of 100-150 mesh and activated with 10% H3PO4 for 6 hours, 12 hours, and 18 hours. The activated carbon produced was used as an adsorbent and tested on the liquid waste of textile dye Sumikaron Yellow Brown S-2RL. Adsorption is carried out with variations of 1 hour, 2 hours and 3 hours. Furthermore, the dye solution that has been absorbed by activated carbon is analyzed using a spectrophotometer with a wavelength of 480nm. Based on the absorbance or concentration (%) of color reduction calculated using anova with Minitab 17 software, a more significant effect on the utilization of activated carbon from wood shavings is the activation time of 12 hours and the adsorption time of 3 hours. Activated carbon from wood shavings waste is able to reduce dye wastewater by 98.2519%. The results of the preliminary test by calculating iodine number from the adsorbent of activated carbon which has been activated for 12 hours are the best conditions by absorbing iodine is 144.8961 mg/g.Keywords: liquid waste, activated carbon, wood shavings, Minitab

Page 2 of 2 | Total Record : 14