cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Hijau
ISSN : 25794264     EISSN : 25501070     DOI : -
Jurnal Rekayasa Hijau diterbitkan 3 kali dalam satu tahun. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian analisis di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, desain dan kebijakan ramah lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 3 (2019)" : 14 Documents clear
Cromosom: Aplikasi Crowdsourced Software Engineering Menggunakan Komponen Rekomendasi Task Berbasis Media Sosial Kurnia Ramadhan Putra; Muhammad Zuhri Catur Candra
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v3i3.3432

Abstract

ABSTRAK Konsep crowdsourcing dapat dimanfaatkan pada bidang rekayasa perangkat lunak yang dikenal dengan Crowdsourced Software Engineering (CSE). CSE digunakan untuk menyelesaikan task yang berkaitan dengan perangkat lunak, seperti desain, implementasi, dan pengujian perangkat luna serta perbaikan bug. Saat ini, permasalahan umum yang terjadi aplikasi CSE adalah worker menghabiskan waktu untuk menemukan task yang relevan sesuai dengan keahliannya dan requester sulit untuk memilih worker yang dapat dipercaya untuk mengerjakan task. Komponen sistem rekomendasi dapat diintegrasikan pada aplikasi CSE yang dipercaya mampu untuk mengatasi permasalahan tersebut. Beberapa penelitian yang ada tentang integrasi komponen sistem rekomendasi pada aplikasi CSE hanya untuk menangani rekomendasi task dan tidak memepertimbangkan trustworthiness dari worker yang akan mengerjakan task. Sedangkan pada penelitian ini, integrasi komponen sistem rekomendasi selain dapat membantu merekomendasikan task kepada worker juga melakukan perangkingan terhadap worker berdasarkan trustworthiness dari worker tersebut sehingga dapat menjadi pertimbangan untuk requester dalam memilih worker yang akan mengerjakan task. Pendekatan yang diusulkan pada penelitian ini adalah kombinasi antara pendekatan content based dengan individual based. Pendekatan content based untuk menangani proses pencocokan antara kebutuhan keahlian yang diperlukan untuk mengerjakan task dengan kualifikasi worker yang akan mengerjakan task. Sedangkan pendekatan individual based untuk menangani proses perhitungan nilai social profile dalam menghasilkan trustworthiness dari worker. Implementasi dilakukan dengan mengembangkan aplikasi CSE yang dikenal dengan Cromosom, yang diintegrasikan dengan komponen sistem rekomendasi untuk membantu merekomendasikan task kepada worker dan melakukan perangkingan terhadap worker berdasarkan trustworthiness dari worker tersebut. Dari hasil pengujian fungsionalitas yang dilakukan, aplikasi Cromosom dapat membantu worker untuk menemukan task yang lebih relevan sesuai dengan keahliannya, dan membantu requester dalam memilih worker yang memiliki trustworthiness untuk mengerjakan task. Kata kunci: crowdsourcing, crowdsourced software engineering, task recommendation. ABSTRACT The concept of crowdsourcing can be utilized in the field of software engineering known as Crowdsourced Software Engineering (CSE). CSE is used to address tasks related to software, such as design, implementation, and testing of software and bug fixes. Currently, a common problem that occurs with CSE applications is that workers spend time finding relevant tasks according to their expertise and requester is difficult to choose workers who can be trusted to do the task. The recommendation system component can be integrated into CSE applications that are believed to be able to overcome these problems. Some existing research on the integration of recommendation system components in CSE applications is only to handle task recommendations and not consider the trustworthiness of workers who will be working on tasks. Whereas in this study, the integration of recommendation system components in addition to being able to help recommend tasks to workers also rank workers based on the trustworthiness of the workers so that they can be considered for the requester in choosing workers who will do the task. The approach proposed in this study is a combination of content-based and individual-based approaches. Content-based approach to handle the matching process between the skill requirements needed to do the task and the qualifications of the worker who will be working on the task. While the individual-based approach to handle the process of calculating the value of social profiles in generating trustworthiness from workers. Implementation is done by developing a CSE application known as a Cromosom, which is integrated with the recommendation system component to help recommend tasks to workers and rank workers based on the trustworthiness of the worker. From the results of the functionality testing, the Cromosom application can help workers find more relevant tasks according to their expertise, and help requester in choosing workers who have trustworthiness to do the task. Keywords: crowdsourcing, crowdsourced software engineering, task recommendation.
Rancang Bangun Mesin Pencacah Sampah Organik Rumah Tangga Noviyanti Nugraha; Dany Septyangga Pratama; Sopan Sopian; Nicolaus Roberto
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v3i3.3428

Abstract

ABSTRAK Proses pemotongan sampah menjadi ukuran yang lebih kecil, dapat mempercepat proses pengomposan, sehingga diperlukan mesin yang mampu mencacah sampah organik sisa rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, membuat serta menguji mesin pencacah organik yang mampu mencacah sisa sampah organik rumah tangga yang memiliki karakteristik basah dan alot, dengan minim polusi baik polusi pencemaran udara maupun polusi suara. Perancangan dan pembuatan meliputi komponen: poros, pisau tetap, pisau putar, rangka, casing, hopper, motor listrik serta sistem transmisi. Pengujian meliputi persentase sampah tercacah, kapasitas output hasil cacahan, dan pengujian tingkat polusi suara. Hasil perancangan dan pembuatan mesin pencacah sampah ini memiliki dimensi 490x455x950mm dengan pisau pencacah yang terdiri dari 12 pisau putar dan 3 pisau tetap, berukuran panjang 100mm tebal 3mm. Transmisi daya menggunakan V-belt type A no 55 dan 2 buah pulley yaitu pulley berukuran 2 inch dan pulley berukuran 8 inch dengan masing-masing untuk satu alur. Daya motor listrik 1 Hp. Bahan poros ST-37 dengan panjang dan diameter 600mm dan 22mm,. Dimensi hopper output 170x170mm dengan kemiringan 20o. Dimensi saringan 230x380x 2,5 mm dengan lubang ∅3mm dan lubang pembuangan air ∅ 25,4????????. Mampu mencacah sampah organik sisa rumah tangga hingga 90% tercacah dan kapasitas output sampah sebesar 70%-80%, Tingkat kebisingan maksimum 90 db, masih didalam batas yang distandarkan yaitu 94 db. Kata Kunci: Sampah Organik, Mesin Pencacah Sampah, Kapasitas Cacahan
Studi Pola Arus Bocor Isolator Keramik Selama Waktu Pemakaian 24 Jam Dini Fauziah; Waluyo Waluyo; Ismail Muhammad Khaidir
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v3i3.3433

Abstract

ABSTRAK Isolator merupakan komponen yang penting dijaga keandalannya dalam sistem transmisi dan distribusi tenaga listrik. Isolator rentan mengalami kegagalan akibat lingkungan, karena terpapar langsung kondisi dimana isolator tersebut terpasang. Salah satu jenis isolator yang sering digunakan adalah bahan keramik, dimana memiliki kelebihan diantaranya kekuatan mekanik yang cukup handal. Namun kekurangan isolator jenis ini adalah sifat permukaannya yang hidrofilik, yaitu mudah menyerap air sehingga bila digunakan pada kelembaban tinggi cenderung memicu timbulnya arus bocor. Arus bocor merupakan parameter penting pada isolator karena sering menjadi penyebab kegagalan isolator. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kondisi lingkungan terhadap arus bocor, dilakukan pengujian terhadap isolator keramik dalam waktu 24 jam. Data arus bocor diambil setiap 3 jam untuk melihat perubahannya berdasarkan perubahan kelembaban, dan suhu lingkungan. Hasilnya didapat bahwa semakin tinggi kelembaban udara, dan semakin rendah suhu lingkungan maka arus bocor semakin tinggi. Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk mengantisipasi kegagalan isolator keramik akibat arus bocor sehingga keandalan sistem tenaga listrik dapat terjaga. Kata kunci: Isolator keramik, Lingkungan, Kelembaban, Suhu. ABSTRACT Isolator is an important component that must be maintained to keep electric power transmission and distribution system reliability. Isolators are susceptible to failure due to the environment, because they are directly exposed to conditions where the insulator installed. Ceramic insulator is one type of isolator that is often used, which has advantages including mechanical strength that is quite reliable. However, the lack of this type of isolator is its hydrophilic surface, which is easy to absorb water so that when used at high humidity tends to trigger a leakage current. Leakage current is an important parameter in an insulator because it can be a cause due to insulator failure. To find out how environmental conditions impact on leakage currents along day, a ceramic isolator is tested within 24 hours. Leakage current data is taken every 3 hours to see the changes based on changes in humidity, and ambient temperature. The result is the higher humidity of the air, and the lower ambient temperature, can make insulator leakage current rise up. The results of this study can be used as a reference to anticipate the failure of ceramic insulators due to leakage currents so that the reliability of the electric power system can be maintained. Keywords: ceramic insulator, environtment, humidity, temperature.
Evaluasi Sistem Proteksi Aktif dan Pasif sebagai Upaya Penanggulangan Bahaya Kebakaran pada Gedung Sekolah X Bandung Katarina Rini Ratnayanti; Nur Laeli Hajati; Yulia Trianisa
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v3i3.3429

Abstract

ABSTRAK Gedung Sekolah X di Kota Bandung berada di dalam sebuah komplek perumahan dan merupakan salah satu gedung yang memiliki tingkat risiko sedang untuk terjadinya bahaya kebakaran. Dilihat dari banyaknya sumber potensi bahaya yang ada di dalam gedung sekolah dan penghuninya masih anak-anak, yang relatif belum dapat secara sadar melakukan penyelamatan secara mandiri, merupakan obyek yang harus dilindungi. Oleh karena itu diperlukan suatu sistem proteksi terhadap bencana kebakaran sebagai sebuah upaya penanggulangan terhadap bahaya kebakaran. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ketersediaan dan kecukupan sistem proteksi aktif dan pasif yang ada pada Gedung Sekolah X di Bandung. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Selanjutnya dilakukan metode analisis gap untuk membandingkan ketersediaan sistem proteksi aktif dan pasif yang terpasang pada gedung sekolah, dibandingkan dengan kondisi yang diharapkan sesuai dengan peraturan yang berlaku, sehingga dapat diketahui kesenjangan dari sistem proteksi kebakaran pada gedung sekolah yang dimaksud. Langkah selanjutnya adalah pengambilan keputusan mengenai ketersediaan dan kecukupan system proteksi aktif dan pasif pada gedung sekolah tersebut dan memberi rekomendasi yang mungkin dapat dilakukan Gedung Sekolah X di Bandung ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa sistem proteksi kebakaran aktif dan pasif yang terpasang pada Gedung Sekolah X Bandung belum sepenuhnya memenuhi standar yang berlaku untuk bangunan gedung sekolah yang aman terhadap bahaya kebakaran. Kata kunci: proteksi aktif, proteksi pasif, penanggulangan, kebakaran ABSTRACT X school building in Bandung is located in a housing complex and is one of the buildings that has a medium level of risk for fires, as seen from the many potential dangers in the school building and the residents are relative children who must be protected. Therefore, a fire protection system is needed as an effort to overcome fire hazards. This study aims to determine the fire protection system installed in the Bandung X School Building has met the applicable standards. Data collection is done of observation and interviews. Next, gap analysis method is done next to compare the condition of fire protection system installed school building with the expected conditions so as to know the shortcomings of the fire protection system and can be given the recommendations may be the X school building in Bandung did. The results showed that the fire protection system installed at the Bandung X School Building had not fully met the standards that apply to buildings that are safe against fire hazards. Keywords: active protection, passive protection, preventif, fire

Page 2 of 2 | Total Record : 14