cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ornamen@isi-ska.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Ornamen Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Kriya
ISSN : 16937724     EISSN : 2685614X     DOI : 10.33153
Core Subject : Humanities, Art,
Art craft journal contains scientific articles on the results of research on the art of craft and the creation of craft art within the scope of Indonesian culture. The substance presented is in the form of a mission to preserve the cultural values of the archipelago as well as the development of concepts and aesthetics, along with the development of the complexity and dynamics of people's lives. The critical approach method in an interdisciplinary scientific perspective can open the widest possible opportunity for scholars, researchers, and stakeholders to work together in advancing a dignified national culture in the midst of global competition. ORNAMENTS art craft journals are published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 2 (2021)" : 6 Documents clear
NAVADURGA SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN MOTIF BATIK SINJANG DIPADUKAN DENGAN KEBAYA Eka Anggita Rahmadani
Ornamen Vol 18, No 2 (2021)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v18i2.3707

Abstract

ABSTRAK Wanita sebagai makhluk ciptaan Tuhan memiliki beberapa aspek dan kodrat yang harus dipahami. Fungsinya sebagai pedoman bagi kaum wanita supaya dapat memahami dan menghargai dirinya sendiri. Salah satu konsep yang menggambarkan aspek wanita adalah konsep navadurga, yaitu satu sosok dewi yang menjelma menjadi beberapa bentuk manfestasi dengan wujud dan karakter yang berbeda. Tugas Akhir Karya ini bertujuan untuk menciptakan karya sinjang batik bersumber ide navadurga dipadukan dengan kebaya menjadi busana yang menonjolkan keanggunan wanita. Tujuan khusus dalam penciptaan karya adalah menggali konsep navadurga untuk dituangkan dalam motif batik tulis sebagai penggambaran wanita dalam beberapa karakter. Proses penciptaan karya dimulai dari tahap eksplorasi untuk mendapatkan informasi lebih mengenai tema, kemudian dituangkan pada tahap perancangan desain alternatif untuk dipilih sebagai motif batik yang akan digambarkan pada kain sinjang. Proses perwujudan karya diawali dengan membuat pola batik diatas kertas, lalu nyorek pada kain yang sudah dipotong sesuai ukuran dan dicuci, nglowongi, ngiseni, nyolet, nglorod, mbironi, nyoga, nglorod. Karya sinjang dibuat menggunakan teknik batik tulis. Teknik pewarnaan dalam proses penciptaan karya adalah kombinasi teknik colet menggunakan pewarna remasol dan tutup celup menggunakan pewarna alam. Karya berjumlah 5 lembar sinjang batik tulis dalam penampilannya, dipadukan dengan kebaya sebagai busana atasan. Nama motif batik yang diciptakan antara lain: Wikrama (keteguhan hati), Gantari (yang menyinari), Pramesti (dewi yang baik hati), Dahayu (cantik), Widyanata (berilmu). Kata Kunci: Navadurga, batik tulis, sinjang.            ABSTRACT Women as God's creatures have several aspects and natures that must be understood. Its function is as a guide for women in order to understand and appreciate themselves. The concepts of navadurga describes the aspect of women have. Navadurga is a goddess who transforms into several manifestations with different forms and characters. This final project aims to create batik sinjang based on the idea of Navadurga, combined with kebaya that accentuates the elegance of women. The main purpose in creating the work is to explore the concept of navadurga to be translated into written batik motifs that symbolize women in several characters. The process of creating works starts from the exploration to get more information about the theme, then its poured into the  alternative design to be selected as batik motif to be depicted on the sinjang. The process of creating the work begins with making batik pattern on paper, then applying it to the cloth that has been cut to size and washed, nglowongi, ngiseni, nyolet, nglorod, mbironi, hopefully, nglorod. Sinjang made with the batik technique. The coloring technique is combine of colet techniques using remasol dyes and tutup celup using natural dyes. There are 5 pieces of written batik sinjang created, combined with kebaya as a top outfit. The names of the batik motifs that were created include: Wikrama (courage), Gantari (who shines light), Pramesti (kind-hearted goddess), Dahayu (beautiful), Widyanata (knowledgeable) Keywords: Navadurga, sinjang, written batik.  
Parang Rusak Sebagai Sumber Ide Pengembangan Ragam Hias Pada Tas Kulit Casual Wanita Renanda Hima Intan Ekasari Hima Intan Ekasari
Ornamen Vol 18, No 2 (2021)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v18i2.3708

Abstract

ABSTRAK Parang rusak merupakan ragam hias yang biasanya diterapkan di kain. Selain diterapkan di kain, ragam hias parang rusak juga diaplikasikan di tas sebagai motif penghias. Dalam pembuatan Tugas Akhir Karya ini, ragam hias parang rusak diaplikasikan pada tas casual wanita berbahan dasar kulit samak nabati. Teknik penerapan motifnya menggunakan teknik tatah timbul dan teknik phyrografi. Ragam hias yang diaplikasikan merupakan sebuah desain pengembangan sebagai objek estetik pada tas casual wanita. Tas casual wanita dibuat agar bisa dikenakan wanita yang akan bepergian, ke kantor dan sebagai pelengkap busana. Bahan dasar pembuatan tas menggunakan kulit samak nabati dari binatang lembu yang belum melalui proses pewarnaan. Agar maksimal dan rapi, pembuatan karya tas menggunakan teknik jahit.Pemilihan ragam hias parang rusak yang diaplikasikan pada tas berbahan dasar kulit agar dapat dikenal. Hasil penciptaan karya sejumlah empat buah karya menggunakan metode tiga tahapan dan enam langkah yang dirumuskan oleh SP Gustami dalam bukunya “Butir-butih Mutiara Estetika Timur”. Penciptaan karya menggunakan pendekatan estetis dan fungsional. Pendekatan estetis dimaksudkan untuk keindahan karya. Pendekatan fungsional dimaksudkan untuk kegunaan karya.Kata Kunci: Parang Rusak, Tas Casual Wanita, Kulit Samak Nabati             ABSTRACT A broken machete was the variety of ornamentation normally applied to the fabric. Besides being applied to the fabric, the design variety of the broken machete was applied to the bag as a decorative motive. In the completion of this research, broken machete trimming was applied to the casual bag of female leather of vegetal. His motives application techniques involve arising techniques and pyrography techniques. Apply ornamentation design was an aesthetic object on the female handbag. Women's casual bags are kept handy in order to keep women on trips, offices, and fashion accessories. The basic building material used the soft husk of oxen that had not been through the dying process. For a maximum and neat finish, the making of the handbag is used a sewing technique.A faulty machete designs applied to a leather based bags for recognition. The results of four works of creation use the three stages and six step formulated by SP Gustami in his book "The Grains Of Eastern Aesthetic Pearls. Creative works employ aesthetic and functional approaches. The aesthetic approach is intended for the beauty of the work. A functional approach was intended for working purposesKeywords: Broken Machete, Bag Of Casua/Woman, Leather Of Vegetal 
KAJIAN BENTUK DAN MAKNA MOTIF BATIK KLITIKAN SINTOK DALAM BATIK CYNTOK Adzrool Idzwan Ismail
Ornamen Vol 18, No 2 (2021)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v18i2.3699

Abstract

AbstrakBatik Cyntok adalah  salah satu ikon baru  dari Negri Kedah, Malaysia .yang telah memiliki hak paten, dan  memiliki sembilan motif,salah  satu  dari Sembilan motif tersebut  adalah motif batik Klitikan Cyintok.Motif batikKlitikan Cyintok. mempunyai ke”khas”an yang terletak pada motifnya  karena hasil  dari  unsur tumbuhan yang hidup dari lingkungan Bandar Sintok, Negri Kedah, yaitu pohon sintok,  yang digayakan   sedemikian rupa menjadi setruktur bentuk  motif batik Klitikan Cyintok.Didasarkan pada  keinginan untuk mempopulerkan  motif batik Klitikan Cyintokyang menjadi salah satu motif dalam Batik sintok  maka penulisan ini dilakukan dengan rumusan masalah : Bagaimana perwujutan motif batikKlitikan Cyintok?, dan Bagaimana makna motif batikKlitikan Cyintok?.Tujuan dalam penelitian ini adalahUntuk mengetahui dan mendiskripsikan perwujudan  motif  batik Klitikan Cyintok. Dan untuk mengetahui dan  mendeskripsikan makna motif batik Klitikan Cyintok. Penelitian Menggunakan metode kualitatif  yang diuraikan secara deskriptif, pengumpulan data dilakukan, dengan obserfasi, wawancara, dokumentasi yang diperoleh saat penelitian, serta dengan literature yang relefan dan menggunakan teori Rolan bartes untuk membedah makna dari motif Klitikan CyintokKata Kunci:batik,  motif Klitikan Cyintok,bentuk , makna.AbstractBatik Cyntok is one of the new icons from the State of Kedah, Malaysia. It already has a patent right, and has nine motifs, one of which is the Klitikan Cyintok batik motif. Klitikan Cyintok batik motif has a "distinctive" characteristic that lies in its motive because it is the result of plant elements living from the neighborhood of Bandar Sintok, Negri Kedah, namely the Sintok tree, which is styled in such a way as to form the structure of the Klitikan Cyintok batik motif. Based on the desire to popularize the Klitikan Cyintok batik motif which is one of the motifs in the Sintok Batik, this writing is done with the formulation of the problem: How is the Klitikan Cyintok batik motif made up ? and What is the meaning of the Klitikan Cyintok batik motif?. The purpose of this research is to determine and describe the embodiment of the Klitikan Cyintok batik motif, to find out and describe the meaning of the Klitikan Cyintok batik motif. Research Using qualitative methods described descriptively. Data collection was carried out with observation, interviews, documentation obtained during the study, as well as with relevant literature and using Rolan Bartes' theory to dissect the meaning of Klitikan Cyintok's motives.Keywords: batik, Klitikan Cyintok motif, shape, meaning.
MONUMEN NASIONAL SEBAGAI IDE PENCIPTAAN DHAPUR TOMBAK Muhammad Fandra
Ornamen Vol 18, No 2 (2021)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v18i2.3700

Abstract

ABSTRAK Monumen Nasional ( Monas ) adalah icon kota Jakarta, selain merupakan sebuah mahakarya dan kebanggaan Nasional bagi Republik Indonesia, juga menjadi simbol lahirnya Proklamasi Republik Indonesia. Sehingga Monumen Nasional ini menarik untuk diangkat sebagai ide penciptaan karya tugas akhir yang divisualkan menjadi karya dhapur tombak. Tujuan penciptaan karya Tugas Akhir ini untuk menciptakan karya seni tombak dengan dhapur baru, sehingga dengan konsep tersebut diharapkan jika orang-orang yang menggunakan dan memegang tombak hasil karyacipta penulis dapat teringat dengan Monas, menjunjung nilai-nilai sejarah Proklamasi Kemerdekaan NKRI, untuk peringatan perjuangan bangsa Indonesia sepanjang zaman,  dan sebagai bangsa Indonesia menjadi sadar betapa besar jasa pejuang kemerdekaan RI, dan betapa tingginya makna kemerdekaan 17-8-1945 itu.Landasan tiga komponen dalam proses menciptakan karya tombak ini terbagi menjadi tiga yaitu, tema, bentuk, dan isi. Batasan idenya adalah obyek Monas, material berupa besi, nikel, kayu, teknik pengerjaan, bentuk tombak, dan hasil karya artistik.  Konsep estetika untuk Tugas Akhir Karya ini mengacu kreteria lahiriah atau wujud tombak meliputi aspek wutuh, wesi, garap, waja, wangun. Metode Penciptaan karya tugas akhir ini menggunakan teori yang terdiri-dari tiga tahap enam langkah, eksplorasi dengan langkah studi pustaka dan studi lapangan, perencanaan dengan menggambar sketsa dan desain tombak terpilih, dan perwujudan yaitu persiapan bahan, peralatan dan teknik pengerjaan tombak.  Adapun untuk menganalisis hasil karya dengan menggunakan konsep pemikiran yakni kreteria lahiriah yang mengutamakan pada aspek material dan garap.Teknik perwujudan tombak ini meliputi: pemindahan pola tombak, penempaan besi, menyatukan nikel, tinatah/pengukiran, menggerenda, mengikir, penghalusan  dan pembuatan rericikan tombak. Pembuatan dua tombak ini dilengkapi dengan warangka dan landeyan dari bahan kayu Akasia.  Tugas Akhir Karya ini menghasilkan 21 sketsa bentuk tombak yang mengacu dan mengembangkan bentuk Monas, dua desain tombak dan gambar kerjanya. Adapun hasil karyanya dapat dikerjakan dua buah tombak yaitu: Dhapur Tombak Monumen Nasioal,  Dhapur Tombak Lidah Api Monumen Nasional. Kata kunci: Monumen Nasional, dhapur tombak.  ABSTRACT The National Monument (Monas) is an icon of the city of Jakarta, besides being a masterpiece and nation pride for the Republik of Indonesia, also a symbol of the birth of the proclamation of the Republic of Indonesia. Because this national monument is interesting to be appointed as the idea of creating a final project that is visualized into a work of dhapur spears. The purpose of the creation of this final project is to create a spear artwork with a new dhapur, so that with this concept it is hoped that people who use and hold the spear created by the author can be reminded of the National Monument, uphold the historical values of the proclamation of independence of the Republic of Indonesia, to commemorate the struggle of the Indonesia nation throughout the ages, and as an Indonesia to become aware of struggle for Indonesia independence, and how high the meaning of independence from 17-8-1945 is.The basic tree components in the process of creating this spear work are divided into tree types, namely, theme, form, and content. The definition of the idea is Monas objects, material in the form of iron, nickel. Wood, working techniques, shapes, spear shapes, and artistic work. The aesthetic concept for this final project refers to the lahiriah kreteria or the form of a spear covering aspects of wutuh, wesi, garap, waja, wangun. The method of creating this final project work uses a theory consisting of three stages of six steps, exploration with steps of literature study and field studies, material planning, tols and spear working techniques.As for analyzing the work using the concept of thought, namely external criteria that prioritas the material aspecst and the concept of working. These spear embodiment techniques include: spear pattern removal, iron forging, nikel fusing, engraving, grinding, filing, refining and crafting spears. The manufacture of these two spears is equipped with a warangka and landeyan made of acacia wood. The final project of this work produces 21 sketches of spear shapes that refer to and develop the Monas shape, two spear designs and a drawing of the work. As for the results of his work, two spears can be worked on, namely: Dhapur Tombak Monumen Nasioal,  Dhapur Tombak Lidah Api Monumen Nasional. Keywords: Monumen National, dhapur tombak.
KAKANG KAWAH ADHI ARI-ARI DALAM KARYA BUSANA READY TO WEAR PRIA BATIK TULIS Danang Priyanto
Ornamen Vol 18, No 2 (2021)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v18i2.3702

Abstract

AbstrakArtikel yang berjudul “kakang kawah adhi ari-ari dalam karya busana ready to wear batik tulis” difokuskan pada proses cipta busana ready to wear pria dengan sumber ide konsep kelahiran pada budaya Jawa yakni kakang kawah adhi ari-ari. Ketertarikan pada konsep tersebut yang sudah mulai tidak dikenal di tengah masyarakat menjadi salah satu tujuan untuk memunculkan nilai-nilai sakral dan luhur yang terdapat pada konsep kakang kawah adhi ari-ari. Adapun Tujuan dari penciptaan ini adalah sebagai bentuk representasi nilai pada konsep Jawa kakang kawah adhi ari-ari sekaligus sebagai pengayaan karya batik melalui objek pengangkatan ide bersumber dari nilai yang tertuang dalam konsep kakang kawah adhi ari-ari. Analisis data yang digunakan menggunakan metode studi pustaka dan interpretasi. Langkah-langkah penciptaan meliputi  memanfaatkan metode penciptaan SP Gustami yakni eksplorasi, perancangan dan perwujudan. Konsep cipta dalam penciptaan karya menggunakan teori cipta Dharsono yakni reinterpretasi, ekspresi simbolik dan abstraksi simbolik.  Karya yang diciptakan berupa tiga buah karya busana ready to wear pria yang terdiri dari busana kemeja panjang, kemeja pendek, dan t-shirt. Adapun karya tersebut adalah “aku” yang memanfaatkan konsep cipta reinterpretasi, “kakangku” yang memanfaatkan konsep cipta ekspresi simbolik dan “adhiku” yang memanfaatkan konsep cipta abstraksi simbolik.Kata kunci: Kakang kawah adhi ari-ari, busana ready to wear pria, batik. Abstract               The article entitled "kakang crater adhi ari-ari in ready-to-wear batik works" is themed on the process of creating ready-to-wear clothing with the source of the idea of the concept of birth in Javanese culture, namely kakang crater adhi ari-ari. Interest in the concept, which is already known in the community, is one of the goals to bring out the sacred and noble values contained in the concept of kakang crater adhi ari-ari. The purpose of this creation is as a form of value representation in the Javanese concepts of kakang adhi ari-ari as well as enrichment of batik works through ideas originating from ideng ideas in the kakang crater adhi ari-ari concept. Analysis of the data used using literature study and interpretation methods. The initial steps to utilize the method of making SP Gustami are exploration, design, and embodiment. The concept of copyright in the work uses Dharsono's theory of copyright, namely reinterpretation, symbolic expression and symbolic abstraction. The works made in the form of three pieces of ready-to-wear men's clothing consisting of long clothes, short shirts, and t-shirts. The works are "I" which utilizes the concept of copyright reinterpretation, "kakangku" which utilizes the concept of copyrighted symbolic expression and "Adhiku" which utilizes the concept of copyrighted symbolic abstraction.Keywords: Kakang kawah adhi ari-ari, ready to wear men's clothing, batik.
PERANCANGAN TAS CARRIER DENGAN AKSENTUASI MOTIF TENUN SUMBA UNTUK BACKPACKER Ahmad Azhar Rohmatullah
Ornamen Vol 18, No 2 (2021)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v18i2.3706

Abstract

 ABSTRAKPerancangan tas carrier dan daypack dengan menggunakan motif tenun Sumba sebagai aksentuasi ini merupakan gagasan yang dapat mengakomodasi segala kebutuhan para pelaku backpacker dalam melakukan perjalanan dan juga dengan menerapkan karya motif sumba Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai aksen sentuhan estetsis pada produk backpack. Metode yang digunakan dalam perncangan ini yaitu metode perancangan, konsep perencanaan, dan visualisasi desain. Hasil perancangan yang dihasilkan yaitu menghasilkan tas carrier dan tas daypack  yang cocok untuk pelaku backpacker dalam melakukan perjalanan dengan pengaplikasian motif tenun Sumba dengan mengkomposisikan warna, rasa, serta visual sehingga menghasilkan tas backpack yang memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi para pelaku backpacker di lapangan dan tidak mengesampingkan unsur keindahan, estetis maupun trend fashion dari tas itu sendiri.Kata kunci : tas carrier, daypack, backpacker, tenun Sumba   ABSTRACTThe design of carrier bags and daypacks using the Sumba woven motif as an accentuation is an idea that can accommodate all the needs of backpackers in traveling and also by applying the work of the East Nusa Tenggara (NTT) Sumba motif as an esthetic touch accent on products backpack. The methods used in this design are design methods, planning concepts, and design visualization. The resulting design results are to producebags carrier andbags daypack  that are suitable for backpackers in traveling with the application of Sumba weaving motifs by composing colors, tastes, and visuals so as to produce a backpack that provides comfort and convenience for backpackers in the field and does not rule out. elements of beauty, aesthetics and fashion trends from the bag itself. Key words : carrier bag, daypack, backpacker, Sumba weaving 

Page 1 of 1 | Total Record : 6