cover
Contact Name
Ismed
Contact Email
ismedfateta@gmail.com
Phone
+62751-72772
Journal Mail Official
jurnal.logista@gmail.com
Editorial Address
Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas, Kampus Limau Manis - Padang 25163, West Sumatera, Indonesia.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Logista: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by Universitas Andalas
ISSN : 25796283     EISSN : 2655951X     DOI : 10.25077
Core Subject : Agriculture,
LOGISTA: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat is a scientific journal that covers the community service activities related to agricultural product technology, agricultural engineering, agricultural industrial technology, nutrition and public health, pharmacy, biology, climatology, agroecotechnology, soil science, agricultural cultivation, plant protection, medicine, family and consumers, livestock, fisheries, forestry, conservation, environment, socio-economics, engineering, and entrepreneurship that have been considered and approved by the Editorial boards.
Arjuna Subject : -
Articles 33 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 1 (2022)" : 33 Documents clear
PROGRAM PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN MELALUI STRATEGI PELATIHAN PENGEMASAN DAN PELABELAN PANGAN BAGI UKM DI KELURAHAN GANDUL DEPOK Nanang Nasrulloh; Andri Pramono; Muhammad Ikhsan Amar
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.1.176-180.2022

Abstract

Dampak tekanan sosial dan ekonomi akibat pandemi Covid-19 memicu hal positif. Salah satunya motivasi untuk bertahan (coping strategy) secara ekonomi berupa efisiensi atau sumber pendapatan baru. Wujudnya berupa tumbuhnya usaha kecil yang terutama digerakkan kaum perempuan. Berdasarkan analisis situasi ditemukan adanya usaha rintisan atau UKM yang berbasis pengolahan pangan lokal di RW 05 Kampung KB Kelurahan Gandul, Kecamatan Cinere, Depok, Jawa Barat. Namun keterbatasan pengetahuan menjadikan usaha rintisan ini belum berkembang padahal potensial. Sehubungan dengan hal ini, dibutuhkan program peningkatan keterampilan dalam hal pengemasan dan pelabelan produk pangan sehingga memiliki nilai jual yang lebih baik. Adapun tahapan pelaksanaan program meliputi pelatihan dan pendampingan dengan muatan materi pengemasan pangan, pelabelan pangan serta materi penunjang lainnya seperti aspek kesehatan dan keamanan pangan olahan. Kegiatan telah berdampak positif bagi masyarakat sasaran yaitu tampilan produk menjadi lebih menarik dan lebih tahan lama sekaligus memperhatikan peraturan pelabelan pangan dan aspek keamanan pangan. Melalui pengetahuan dan implementasi pengemasan yang menarik dan pelabelan sesuai ketentuan serta memperhatikan aspek keamanan pangan mendorong UKM yang dirintis ini mulai menjual di toko-toko daring yang sudah ada. Kata kunci: Pengemasan pangan, pelabelan pangan, pangan lokal, kewirausahaan ABSTRACT The Covid-19 pandemic affected not only people’s health but also their social and economic. But on the other side has triggered positive things. One of them is a coping strategy by earning income from new small businesses. It helped the economic condition of the affected people. Initiated by women, small businesses for local food processing were growing. Based on the situation analysis, there were many new small businesses started. For instance, some new businesses or SME based on local food processing which is located at RW 05 Kampung KB, Gandul Cinere Village, Depok, West Java. However, limited knowledge makes this startup business not yet developed, even though it has potential. Therefore, an additional skill improvement program is needed such as packaging and labeling of food products so that they have a better selling value. The stages of program implementation include training and assistance for food packaging, food labeling, and other supporting issues such as health and safety aspects of processed food. The activity has had a positive impact on the targeted community, namely the appearance of the product becomes more attractive and more durable while paying attention to food labeling regulations and food safety aspects. Through knowledge and implementation of attractive packaging and labeling according to regulations and paying attention to food safety aspects, this SME started selling in existing online shops. Keywords: Food packaging, food labeling, local food, entrepreneurship
PENERAPAN TEKNOLOGI PRODUKSI PIRING RAMAH LINGKUNGAN DARI PELEPAH PINANG DI DESA TELUK KULBI KECAMATAN BETARA KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT PROPINSI JAMBI Yernisa Yernisa; Addion Nizori; Fitry Tafzi; Emanauli Emanauli; Surhaini Surhaini
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jambi merupakan salah satu dari 14 propinsi penghasil pinang di Indonesia. Desa Teluk Kulbi Kecamatan Betara merupakan salah satu desa penghasil pinang di Kabupaten Tanjung Jabung Barat Propinsi Jambi. Perkebunan pinang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat di sana. Pelepah pinang merupakan hasil samping perkebunan pinang di Desa Teluk Kulbi. Selama ini, pelepah pinang hanya dibakar atau dibiarkan menjadi kompos di lahan. Kandungan seluosa, hemiiselulosa dan lignin pada pelepah memberikan karakteristik pelepah yang kokoh sehingga memungkinkan untuk dicetak menjadi piring khususnya berupa piring sekali pakai (disposable plate). Piring pelepah pinang bersifat mudah terurai secara alami (biodegradable) dan ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) dilaksanakan di Desa Teluk Kulbi terhadap dua kelompok sasaran, yaitu BUMDes Jadi Mulya dan Kelompok Masyarakat Peduli Gambut (KMPG) Rumpun Mas. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok sasaran dan terbentuk unit usaha produktif piring pelepah pinang. Kegiatan dilakukan dalam bentuk ceramah, diskusi, pelatihan dan pendampingan dengan fokus pada teknologi proses produksi piring ramah lingkungan dari pelepah pinang. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan dalam memproduksi piring pelepah pinang dan terbentuk unit dua usaha piring pelepah pinang. Kata kunci: Pelepah pinang, piring, produksi, desa Teluk Kulbi ABSTRACT Jambi is one of areca nut (Areca catechu L.) producing province in Indonesia. Teluk Kulbi village is one of areca nut producing village in Tanjung Jabung Barat Regency Jambi province. Areca nut plantations as a source of livehood for its citizens. Areca sheaths are by-product of areca nut platations in Teluk Kulbi village. All this time, areca sheats was burned and let naturally composting in plantations areas. Cellulose, hemicellulose and lignin in areca sheath form strong structures, so it can formed plate especially disposable plate (disposable plate). Areca plate is biodegradable and eco-friendly. The empowerment program was carried out in BUMDes Jadi Mulya dan Kelompok Masyarakat Peduli Gambut (KMPG) Rumpun Mas Teluk Kulbi village. The aims of this program were improve knowledge and skill of the participants and set up areca plate business unit. The program gave training and mentorship focusing in production technology of areca sheath. The results showed that knowledge and skill of participants was improved and established two areca plate business unit in Teluk Kulbi village. Keywords: Areca catechu, plate, production, Teluk Kulbi village
PENDAMPINGAN PENGELOLAAN DAN MANAJERIAL UMKM USAHA NATA DE CITRULLUS DAN OLAHAN LAINNYA DARI SEMANGKA AFKIR DI NAGARI KAPELGAM PESISIR SELATAN Ezi Angraini; Fitri Eriyanti; Elida Elida; Yuliarti Yuliarti
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.1.76-81.2022

Abstract

Pada tahun sebelumnya yaitu 2020 tim pengabdian masyarakat UNP telah memberikan pelatihan kepada para isteri petani semangka tentang pengolahan semangka afkir menjadi beberapa produk makanan dan minuman seperti Nata de Citrullus dan olahan lainnya yaitu selai, sirup, permen jely dan puding yang bahan dasarnya adalah semangka afkir. Seiring waktu berjalan, beberapa bulan belakangan ini sudah dilakukan evaluasi terhadap pengabdian tahun 2020 yang lalu, ternyata ada respon yang baik dari para ibu-ibu isteri petani semangka tersebut yakni para ibu tersebut mempunyai keinginan yang kuat untuk secara kontinu memproduksiny. Dari 25 orang yang kami latih ditahun 2020 ada sekitar 15 orang benar-benar serius untuk menekuni usaha dibidang pengolahan semangka afkir ini dan mereka juga sudah mencoba membuat kelompok kecil UMKM, namun sampai saat ini usahanya belum berjalan dengan lancar dikarenakan 1) minimnya modal untuk melengkapi peralatan usaha 2). kurangnya pengetahuan tentang managemen pengelolaan usaha dan managemen pemasaran serta packaging produk. 3) masih rendahnya jiwa enterpreneurship. Target yang dicapai pada program ini adalah peningkatan kewirausahaan dan daya saing kelompok petani, peningkatan kapasitas produksi dan perluasan pemasaran produk olahan semangka afkir. Harapannya olahan semangka afkir ini dapat dijadikan icon nagari Kapelgam, dan produk ini bisa dijadikan oleh-oleh khas dari Pesisir Selatan yang nantinya bisa dijual ditempat objek-objek pariwisata Pesisir Selatan seperti : di Jembatan Akar - Bayang, Carocok Painan, Wisata Bahari Kawasan Mandeh dan objek wisata lainnya serta target jangka panjangnya bisa didistribusikan di seluruh indonesia . Kata kunci: Pendampingan, managerial, UMKM, Afkir, Kapelgam ABSTRACT In the previous year, 2020, the UNP community service team had provided training to the wives of watermelon farmers on processing rejected watermelons into several food and beverage products such as Nata de Citrullus and other preparations, namely jam, syrup, jelly candy and pudding, the basic ingredients of which were rejected watermelon. Of the 25 people we trained in 2020, there are around 15 people who are really serious about pursuing this business in the field of processing this rejected watermelon and they have also tried to create a small group of MSMEs, but until now their business has not run smoothly due to 1) lack of capital to complete business equipment 2). lack of knowledge about business management and marketing management and product packaging. 3) the spirit of entrepreneurship is still low. The targets achieved in this program are increasing entrepreneurship and competitiveness of farmer groups, increasing production capacity and expanding marketing of processed watermelon products. It is hoped that this rejected watermelon can be used as an icon of the Kapelgam village, and this product can be used as a typical souvenir from the South Coast which can later be sold at South Coast tourism objects such as: at the Akar-Bayang Bridge, Carocok Painan, Mandeh Marine Tourism and other tourist objects and long-term targets can be distributed throughout Indonesia. Keywords: Mentoring, managerial, UMKM, Afkir, Kapelgam
IMPLEMENTASI PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI DI DAERAH LOKUS STUNTING KECAMATAN TANARA, KABUPATEN SERANG Nunuk Nugrohowati; Luh Eka Purwani; Kristina Simanjuntak
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.1.20-26.2022

Abstract

Riskesdas di tahun 2018 mencatat kejadian stunting nasional sebesar 17,7-42,6 %. Penyebab terjadinya stunting antara lain faktor pengetahuan, sikap dan perilaku ibu serta keluarga dalam pemberian makanan pendamping air susu ibu (MP ASI), pemberian ASI yang kurang tepat, penyakit infeksi, ketahanan dan keamanan pangan serta kebersihan air yang kurang. Tujuan abdimas untuk memberikan penyuluhan kepada ibu bayi dan balita di Kecamatan Tanara tentang pentingnya pengetahuan pemberian MP-ASI yang benar untuk pencegahan stunting dan gizi buruk. Pengabdian masyarakat dilakukan di Kecamatan Tanara. Jumlah responden Ibu bayi dan balita 40 orang berusia 20-45 tahun dengan usia bayi dan balita 6-24 bulan. Ibu bayi dan balita mengisi kuisioner pertanyaan, kemudian Tim Pengabdi memberikan penyuluhan tentang stunting serta pengetahuan mengenai pemberian MP-ASI yang baik dan contoh pembuatan MPASI yang benar. Setelah penyuluhan responden mengisi kuisioner kembali untuk mengukur pengetahuan tentang MP-ASI. Hasil nilai pengetahuan ibu bayi dan balita sebelum penyuluhan rata-rata 57,5%, setelah penyuluhan didapatkan rata-rata 80,1%. Terdapat peningkatan pengetahuan ibu bayi dan balita setelah penyuluhan sebesar 28,2 %. Peningkatan pengetahuan ibu mengenai nutrisi diharap akan memperbaiki praktek pemberian MP ASI sehingga dapat menurunkan kejadian stunting, perlunya peran pemerintah daerah melalui puskesmas dan posyandu untuk menggiatkan edukasi mengenai pemberian MP ASI yang benar. Kata kunci: Implementasi, makanan pendamping ASI, lokus, stunting ABSTRACT Basic Health Research Results Report in 2018 recorded a national incidence of stunting to 17,7-42,6 %. Factors that influence the occurrence of stunting were knowledge, attitude, and behavior of mother to prepare the complementary feeding, infection disease, food security and food safety. The objective was to provide counselling to mothers of infants and toddlers aged 6-24 months in Tanara District, Serang Regency during covid-19 pandemic, about knowledge in preparation the complementary feeding. A community counselling had conducted in Tanara District, Serang Regency, Banten Province in September 2020 amid the atmosphere of the Covid-19 pandemic, 40 respondents of infants and toddlers aged 6-24 months had been elected consecutively from 9 sub-districts. Respondents should fill out a questionnaire before and after the counselling about stunting and preparation of complementary feeding. The average of knowledge value results of respondents before and after counselling were 57.5% and 80.1% respectively. There is 28.2% increase in the knowledge before and after the counselling. Amid the Covid-19 pandemic the mothers of infants and toddlers in Tanara district still had passion to increase knowledge about stunting, however the role of local government is still needed to make the incidence of stunting lower by activating education about complementary feeding. Keywords: Implementation, complementary feeding, stunting
SOSIALISASI VAKSINASI COVID 19 SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN IMUNITAS FISIK DI MASA ADAPTASI BARU COVID 19 Marni Br Karo; Lina Indrawati; Kiki Deniati; Ernauli Meliyana
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.1.158-161.2022

Abstract

Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 di Indonesia, sudah dimulai sejak 13 Januari 2021. Namun harus diakui bahwa masih banyak pro-kontra / perbedaan persepsi di masyarakat. Terlebih lagi banyak yang meragukan tentang Vaksinasi COVID-19 ini. Oleh karena itu, sebagai bentuk dukungan terhadap program Pemerintah dalam upaya Vaksinasi COVID-19, dapat secara langsung memberikan penyuluhan mengenai Vaksinasi COVID-19. Meningkatkan pengetahuan masyrakat tentang manfaat vaksinasi dapat mempengaruhi perilaku untuk dapat menerima vaksinasi COVID 19. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Vaksinasi Covid 19. Program ini dilaksanakan pada tanggal 24 April 2021 dalam bentuk sosialisasi melalui penyuluhan langsung ke masyarakat dengan memperhatikan protokal kesehatan. Tim dosen yang melakukan pengabdian mengharapkan kesadaran masyarakat untuk menerima vaksinasi sebagai peningkatan imunitas terhadap Covid-19. Kata kunci: Covid-19, vaksinasi, imunitas, adaptasi baru, sosialisasi ABSTRACT The implementation of The COVID 19 Vaccination in Indonesia, has started since January, 13, 2021. However it must be admitted that there are stull many pros and cons / differences in perception in the community. Moreover, many doubt about this COVID-19 vaccination. Therefore, as a form of support for the Government’s program in the COVID 19 vaccination effort, we can directly provide counseling regarding COVID-19 vaccination. Increasing public knowledge about the benefit of vaccination can affect behavior to be able to receive COVID 19 vaccination. The purpose ofg this community service activity is to increase public knowledge about COVID 19 vaccination. This program was carried out on April 24, 2021 in the form of socialization through direct counseling to the community by paying attention to the health protocol. The team of lecturers who do the service expect public awareness to receive vaccination as an increase in immunity against COVID 19. Keywords: Covid 19, vaccination, immunity, new adaptation, socialization
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PENINGKATAN KUALITAS PRODUKSI TAHU DI USAHA TAHU PAKDE IPONG I Ketut Budaraga; Mela Risti; Wawan Sumarno
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.1.91-97.2022

Abstract

Tahu adalah makanan yang dibuat dengan kacang kedelai. Kacang kedelai tersebut difermentasikan dan diambil sarinya sehingga menjadi tahu. Permasalahan pada usaha tahu Pakde Ipong ini adalah pada penyediaan bahan baku, prosesnya pembuatannnya dan manajemen. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah observasi langsung ke tempat usaha tahu Pakde Ipong disertai dengan ceramah berupa diskusi dua arah. Pada proses observasi ini berlangsung perbincangan mengenai apa saja permasalahan yang dihadapi oleh Pakde Ipong dalam memproduksi tahu sekaligus berusaha diberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi seperti masalah manajemen industri. Metode pelaksanaan kegiatan ini disamping melihat langsung tempat usaha tahu pak de Ipong juga melakukan ceramah disertai dengan diskusi timbal balik yang kesannya tidak menggurui. Dari hasil perbincangan mengenai apa saja permasalahan yang dihadapi oleh pak de Ipong dalam memproduksi tahu diperoleh hasil adanya peningkatan kesadaran tentang pentingnya manajemen untuk peningkatan kualitas produksi. Pada kegiatan penyuluhan disampaikan juga mengenai bagaimana cara agar usaha tahu tersebut bisa lebih berkembang, salah satu cara denganmemproduksi makanan dengan membuat olahan tahu. Kata kunci: tahu, produksi, kualitas, olahan, manajemen ABSTRACT Tofu is a food made with soybeans. The soybeans are fermented and the juice is taken to make tofu. The problem with Pakde Ipong's tofu business is the supply of raw materials, the manufacturing process and management. The method of implementing this activity is direct observation to Pakde Ipong's tofu business premises accompanied by lectures in the form of two-way discussions. During this observation process, a discussion took place about the problems faced by Pakde Ipong in producing tofu as well as trying to provide solutions to the problems faced, such as industrial management problems. The method of carrying out this activity, besides seeing directly the place of business of tofu, Mr. de Ipong also conducted lectures accompanied by reciprocal discussions which did not seem patronizing. From the results of the discussion about what problems Mr. de Ipong faced in producing tofu, it was found that there was an increase in awareness about the importance of management to improve production quality. In the counseling activity, it was also conveyed about how to make the tofu business more developed, one way to produce food by making processed tofu. Keywords: tofu, production, quality, processed, management
PENDAMPINGAN POKDARWIS MINA GUYANGAN 05 DALAM DIVERSIFIKASI IKAN, PENGENDALIAN PARASIT IKAN SERTA BUDIDAYA DAN PEMANFAATAN TANAMAN DI SEKITAR SUNGAI Nurul Suwartiningsih; Ambar Pratiwi; Oktira Roka Aji
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.1.51-57.2022

Abstract

Warga Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman telah memiliki kesadaran mengenai pengelolaan sampah oleh karena itu, sungai yang mengalir di wilayah tersebut cukup bersih. Sungai ini kemudian dimanfaatkan oleh Pokdarwis Mina Guyangan 05 yang ada di Gamping Lor untuk merintis Wisata Sungai dengan menebar ikan Nila Merah (Oreochromis niloticus). Permasalahan utama yang dihadapi oleh mitra saat ini adalah adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan mitra dalam diversifikasi jenis ikan yang dipelihara, pengendalian parasit ikan, serta kurangnya penataan lingkungan sekitar sungai untuk rintisan wisata sungai. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan metode penyuluhan tentang diversifikasi jenis ikan dan pengendalian parasit ikan, serta dalam bentuk penyuluhan dan pelatihan budidaya dan pemanfaatan tanaman untuk ditanaman di sekitar sungai. Kegiatan yang dilakukan terbukti dapat meningkatkan pengetahuan mitra berdasarkan hasil tes. Kegiatan memang belum memberikan dampak ekonomi secara langsung tetapi telah memberikan dampak sosial berupa meningkatnya kesadaran menjaga kebersihan air dan memanfaatkan tanaman sekitar sungai untuk membuat pakan dan pengendali parasit. Kata kunci: diversifikasi ikan, gamping lor, pokdarwis mina guyangan 05, parasit ikan, wisata sungai ABSTRACT Residents of Gamping Subdistrict, Sleman Regency already have awareness about waste management, therefore, the rivers that flow in the area are quite clean. This river was then used by Pokdarwis Mina Guyangan 05 in Gamping Lor to pioneer River Tourism by stocking Red Tilapia (Oreochromis niloticus). The main problems faced by partners today are the lack of knowledge and skills of partners in diversifying the types of fish that are kept, controlling fish parasites, and the lack of environmental management around the river for pioneering river tourism. This activity is carried out with counseling methods on fish species diversification and fish parasite control, as well as in the form of counseling and training on cultivation and use of plants for planting around rivers. The activities carried out are proven to increase partner knowledge based on test results. The activity has not yet had a direct economic impact, but has had a social impact in the form of increasing awareness of maintaining water cleanliness and utilizing plants around the river to make feed and control parasites. Keywords: fish diversification, gamping lor, pokdarwis mina guyangan 05, fish parasite,river tourism
ALIH TEKNOLOGI PENGASAPAN CAIR PADA KELOMPOK USAHA IKAN LELE ASAP Mery Sukmiwati; Tjipto Leksono; N. Ira Sari
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.1.181-187.2022

Abstract

Hasil pelaksanaan penyuluhan dan pelatihan ditemukan permasalahan dari cerobong asap yang mitra gunakan menimbulkan polusi pada daerah sekitarnya. Kemudian Tim mencoba mengganti pengasapan tradisonal dengan mengunakan bahan bakar kayu yang langsung dibakar dengan mengunakan alat pirolisator melalui metode pengasapan cair, sehingga asap tidak muncul akibat pembakaran kayu. Permasalahan selanjutnya ditemukan pada mitra adalah kurangnya pemahaman tentang cara produksi produk pangan yang baik dan manajemen wirausaha mikro yang terintegrasi. Telah dilakukan penyuluhan cara produksi produk pangan yang baik (CPPB) dan manajemen wirausaha mikro yang terintegrasi untuk kedua mitra. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah penyuluhan, pelatihan dan pendampingan tentang pelaksanaan manajemen wirausaha. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah telah dilaksanakan penyuluhan pembuatan desain pelabelan, pencetakan kemasan ikan Lele Asap dan pengurusan izin produksi (P-IRT) ditandai dengan telah diperoleh sertifikat P-IRT. Target yang hendak dicapai pada produk ikan asap yang dijual ke pasaran harus sesuai spesifikasi produk (SNI 2013) ikan asap. Kata kunci: Asap cair, ikan lele, P-IRT ABSTRACT The results of the implementation of counseling and training found problems from the chimney that partners use causing pollution to the surrounding area. Then the team tried to replace traditional smoking by using wood fuel which was directly burned using a pyrolysis device through the liquid smoking method, so that smoke did not appear due to burning wood. The next problem found in partners is the lack of understanding of how to produce good food products and integrated micro-entrepreneurial management. There has been counseling on how to produce good food products and integrated micro-entrepreneur management for both partners. The method used in this service was counseling, training and assistance on the implementation of entrepreneurial management. The conclusion of this service was that counseling has been carried out on the manufacture of labeling designs, printing of smoked catfish packaging and processing of production permits marked by having obtained Home Industry Products certificate. The target to be achieved on smoked fish products sold to the market must be in accordance with the product specifications (INS 2013) of smoked fish. Keywords: Catfish, liquid smoke, Home Industry Product (HIP)
PENERAPAN METODE HIDROPONIK SEDERHANA DALAM MENGEMBANGKAN BUDIDAYA SAYURAN UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA PERMATA BARU, KABUPATEN OGAN ILIR Susilawati Susilawati; Irmawati Irmawati; Muhammad Ammar; Firdaus Sulaiman; Erizal Sodikin; Muhammad Umar Harun
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.1.132-136.2022

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberdayakan masyarakat Desa Permata Baru agar mampu melakukan budidaya tanaman pada lahan terbatas menggunakan metode hidroponik sederhana untuk dapat memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Permata Baru Kecamatan Inderalaya Utara Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan. Metode yang digunakan adalah penyampaian materi hidroponik, media tanam, nutrisi dan tahapan budidaya sayuran hidroponik. Untuk mengetahui kemampuan ibu-ibu dilakukan praktek langsung budidaya sayuran. Luaran dari kegiatan pengabdian ini adalah kelompok masyarakat di Desa Permata Baru mampu melakukakan budidaya sayuran dengan metode hidroponik sederhana secara 1] mandiri, 2] mampu menyediakan sayuran untuk konsumsi rumah tangga sebagai upaya peningkatan gizi keluarga, dan 3] mampu melakukan budidaya tanaman khususnya sayuran dengan metode hidroponik secara kontinyuitas. Hasil dari kegiatan pengabdian ini ibu-ibu kelompok wanita tani Permata Hijau mampu memproduksi sayuran antara lain Pakcoy putih, Selada merah, Selada hijau, Pakcoy hijau, Pakcoy merah, Caisim, Bayam merah dan Sawi pagoda dengan metode hidroponik sederhana Kata Kunci: Pemberdayaan, budidaya, hidroponik, lahan terbatas ABSTRACT The objective of this community service activity was to empower the people of Permata Baru Village to cultivate plants on limited land using a simple hydroponic method in order to meet family nutritional needs. This activity was carried out in Permata Baru Village, North Inderalaya District, Ogan Ilir Regency, South Sumatra. The method used was by giving courses of hydroponic material, planting media, nutrition and stages of hydroponic vegetable cultivation. Direct hydroponic practice for vegetable cultivation was also carried out to sharpen the participants’ skills. The output of this service activity was that community groups in Permata Baru Village could carry out vegetable cultivation using a simple hydroponic method 1] independently, 2] to produce vegetables for household consumption as an effort to improve family nutrition, and 3] to cultivate plants, especially vegetables with continuous hydroponic method. Through this service activity, it was resulted that women farmer groups in Permata Hijau were able to produce vegetables, including white bok choy, red lettuce, green lettuce, green bok choy, red bok choy, choy sum, red spinach and tatsoi using a simple hydroponic method. Keywords: Empowerment, cultivation, hydroponic, limited land
CEGAH PENYEBARAN VIRUS COVID-19 DENGAN PERILAKU SEHAT PADA REMAJA MELALUI GERAKAN 5M DAN MENINGKATKAN IMUNITAS MENGGUNAKAN BAHAN ALAMI Marni Br Karo; Farida Mentalina Simanjuntak; Rotua Suriany Simamora
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.1.82-86.2022

Abstract

Sebuah survey yang dilakukan oleh UNICEF 4000 remaja terkait covid-19 menunjukkan masih ada remaja (25%) yang tidak tahu sama sekali tentang Covid-19 dan yang tahu gejala penyakit ini, namun belum tahu cara pencegahan. Hal ini terjadi karena informasi yang kurang di dapatkan oleh remaja, dan sebagian besar masih belum melakukan physical distancing. Covid-19 merupakan pandemi yang telah mengakibatkan tingginya angka mortalitas di berbagai belahan dunia. Pengetahuan mengenai pandemi Covid-19 yang baik dan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya mencegah penularan Covid-19 penting untuk diterapkan. Gerakan 5M dan meningkatkan imunitas menggunakan bahan alami salah satu upaya pencegahan Covid-19. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja tentang gerakan 5M dan peningkatan imunitas menggunakan bahan alami. Program ini dilaksanakan pada tanggal 17 Maret 2020 dalam bentuk penyuluhan kesehatan kepada remaja melalui online dengan jumlah peserta 54 orang dan aktif mengajukan pertanyaan pada sesi diskusi. Team yang melakukan pengabdian mengharapkan peran serta remaja dalam penerapan gerakan 5M dan penggunaan bahan alami untuk peningkatan imunitas sebagai upaya pencegahan Covid-19. Kata kunci: covid-19, imunitas, bahan alami ABSTRACT A survey conducted by UNICEF 4000 teenagers related to covid-19 showed that there are still teenagers (25%) who do not know anything about Covid-19 and who know the symptoms of this disease, but do not know how to prevent it. This happens because of the lack of information received by teenagers, and most of them still have not done physical distancing. Covid-19 is a pandemic that has resulted in high mortality rates in various parts of the world. Good knowledge about the Covid-19 pandemic and clean and healthy living behavior as an effort to prevent the transmission of Covid-19 is important. The 5M movement and increasing immunity using natural ingredients is one of the efforts to prevent Covid-19. The purpose of this community service activity is to increase knowledge and awareness of teenagers about the 5M movement and increase immunity using natural ingredients. This program was carried out on March 17, 2020 in the form of health counseling to teenagers via online with 54 participants by asking questions in the discussion session. The team of lecturers who do the service expects the participation of youth in the implementation of the 5M movement and the use of natural ingredients to increase immunity as an effort to prevent Covid-19. Keywords: covid-19, immunity, natural ingredients

Page 3 of 4 | Total Record : 33