cover
Contact Name
Sosiohumaniora
Contact Email
sosiohumaniora@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
santosaku_sumah@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Sosiohumaniora
ISSN : 14110911     EISSN : 24432660     DOI : -
Jurnal Sosiohumaniora adalah jurnal berskala nasional yang mencakup kajian ilmu sosial dan humaniora. Jurnal ini menaruh perhatian pada persoalan gender, pemberdayaan masyarakat, lembaga dan administrasi publik, sistem pemerintahan lokal dan kesehatan masyarakat. Jurnal Sosiohumaniora akan menerbitkan Artikel terpilih dibawah lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 2 (2012): SOSIOHUMANIORA, JULI 2012" : 8 Documents clear
KONTRUKSI MAKNA BANK KONVENSIONAL BAGI UMAT ISLAM Agus Daniar; Nina Winangsih Syam
Sosiohumaniora Vol 14, No 2 (2012): SOSIOHUMANIORA, JULI 2012
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.521 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v14i2.5482

Abstract

Dalam suatu komunikasi, pesan yang disampaikan belum tentu diterima dengan benar dan sesuai dengan yang dimaksud oleh pengirim pesan. Demikian juga halnya dengan Fatwa sebagian ulama dan akhli agama yang menyatakan bahwa Bunga Bank adalah haram, ternyata tidak sepenuhnya direspon dengan baik dan bahkan ada yang tidak sependapat. Fenomena ini juga dapat dilihat dari tidak signifikannya peralihan nasabah beragama Islam dari Bank Konvensional yang menganut sistem bunga ke Bank Syariah yang diyakini bebas dari masalah Riba.Tindakan nasabah beragama Islam sebenarnya mencerminkan pikiran dan kebutuhannya, oleh karena itu fenomena ini merupakan suatu hal yang menarik karena Riba memiliki makna yang penting bagi umat Islam. Penelitian ini didasarkan pada penelitian kualitatif dengan perspektif fenomenologi. Informan seluruhnya beragama Islam yang pernah atau sedang menjadi nasabah Bank Syariah dan Bank Konvensional (Floating Mass) yang dipilih secara representatif dengan lokasi pengambilan sampel di Jakarta dan Bandung. Pertanyaan yang diajukan dalam penelitian ini adalah bagaimana nasabah Floating Mass yang beragama Islam memaknai Bank Konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan interpretasi mengenai Riba menyebabkan perbedaan persepsi dan makna Bunga Bank, selanjutnya menghasilkan perbedaan persepsi dan makna mengenai Bank Konvensional.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN EKSPOR ROTAN DAN PRODUK ROTAN DI KABUPATEN CIREBON Waluyo Zulfikar
Sosiohumaniora Vol 14, No 2 (2012): SOSIOHUMANIORA, JULI 2012
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.281 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v14i2.5487

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi kebijakan tentang ekspor rotan dan produk rotan di kabupaten Cirebon yang dilatari oleh munculnya kebijakan mengenai ekspor rotan dan produk rotan yang dikeluarkan oleh Menteri Perdagangan (SK. No. 35/M-DAG/PER/11/2011). Kebijakan ini dirancang untuk mengembangkan kembali industri unggulan mebeul dan kerajinan rotan. Cirebon dipilih sebagai lokasi penelitian ini karena Cirebon merupakan daerah industri hilir rotan utama di Indonesia, selain itu rotan juga memiliki peran kultural tertentu bagi masyarakat Cirebon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa impelementasi kebijakan ekspor rotan dan produk rotan di Kabupaten Cirebon dapat dinilai dari konten dan konteks kebijakan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa implementsi kebijakan ekspor rotan dan produk rotan masih kurang memadai karena kebijakan ini masih berlaku parsial.
PERS DI KOTA TASIKMALAYA, 1900-1942 Miftahul Falah
Sosiohumaniora Vol 14, No 2 (2012): SOSIOHUMANIORA, JULI 2012
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.218 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v14i2.5483

Abstract

Pemerintahan Kota Tasikmalaya baru berdiri tahun 2001 sebagai pemekaran dari Kabupaten Tasikmalaya. Namun demikian, eksistensi Kota Tasikmalaya setidak-tidaknya telah dikenal dalam struktur Pemerintahan Hindia Belanda sejak tahun 1820 seiring dengan pembentukan District Tassikmalaija op Tjitjariang. Sampai pertengahan Abad ke-20, dinamika masyarakat Kota Tasikmalaya ditandai dengan maraknya penerbitan berbagai surat kabar dan majalah yang dikategorikan sebagai pers Indonesia. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pertumbuhan pers di Kota Tasikmalaya dalam kurun waktu 1900-1942? Metode penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang terdiri dari empat tahap, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kurun waktu 1900-1942, sekitar empat belas surat kabar dan dua majalah telah terbit di Kota Tasikmalaya. Bahasa yang dipergunakan adalah bahasa Sunda dan sebagian lagi bahasa Indonesia. Sementara itu, usia terbit pers berkisar dari 6 bulan sampai 3 tahun karena lazimnya pers Indonesia, masalah modal menjadi kendala utama. Berbagai isu politik, ekonomi, kriminalitas, olah raga, peperangan, dan berbagai persoalan yang dihadapi oleh pemerintah dan masyarakat Tasikmalaya merupakan pokok pemberitaan dari surat kabar. Selain itu, masalah-masalah keagamaan baik yang berkaitan dengan peribadatan maupun kehidupan sosial-politik menjadi pokok berita bagi dua majalah yang terbit di Kota Tasikmalaya, yaitu Al-Mawaidz dan Al-Imtisal. Namun demikian, beberapa surat kabar pun memberitakan masalah keagamaan seperti yang dilakukan oleh Ichtiar, Ksatrya, Pera Expres, dan Toembal.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGELOLAAN REKLAME DI KOTA BANDUNG Deden Suhendar
Sosiohumaniora Vol 14, No 2 (2012): SOSIOHUMANIORA, JULI 2012
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.28 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v14i2.5488

Abstract

Penellitian ini bertujuan untuk menemukan konsep baru tentang implementasi kebijakan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data terdiri atas sumber data primer dan data sekunder yang berkaitan dengan situasi dan kondisi empirisnya. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Kendala-kendala dalam implementasi kebijakan ini adalah: 1) Sebagian aparatur implementor kebijakan kurang memahami tujuan kebijakan pengelolaan reklame; 2) Lemahnya mental sumber daya aparatur implementor kebijakan; 3) SKPD yang menjadi implementor kebijakan belum secara menyeluruh didukung dengan sumber daya teknologi yang memadai; 4) Kurang terjalinnya komunikasi dengan baik antara pihak Pemerintah Kota Bandung dengan para implementor kebijakan, antar SKPD implementor kebijakan, Pemerintah Kota Bandung dengan para pemasang reklame, dan Pemerintah Kota Bandung dengan masyarakat yang berada pada ruas jalan yang bebas reklame; 5) Adanya tekanan politis dari pihak-pihak tertentu terhadap implementor kebijakan; 6) Pemerintah Kota Bandung tidak konsisten dalam mengimplementasikan kebijakan pengelolaan reklame. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa implementasi kebijakan pengelolaan reklame di Kota Bandung secara empirik belum memberikan dampak yang signifikan terhadap penataan estetika kota. Disposisi/sikap pelaksana, karakteristik organisasi pelaksana, kondisi ekonomi, sosial, dan politik; aktivitas komunikasi antar organisasi pelaksana; standar dan tujuan kebijakan; dan sumber daya; belum memberikan kontribusi yang berarti terhadap keberhasilan kebijakan. Hal yang paling dominan dalam implementasi kebijakan ini adalah konsistensi sikap implementor dari tingkat pimpinan puncak sampai pelaksana untuk mengimplementasikan kebijakan sesuai dengan tujuan kebijakan. Dengan adanya konsistensi sikap implementor sejak proses perencanaan sampai dengan proses pengawasan akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan implementasi kebijakan.
SOENDA BERITA: SURAT KABAR MINGGUAN PERTAMA MODAL MILIK PRIBUMI (1903-1904) Agusmanon Yuniadi
Sosiohumaniora Vol 14, No 2 (2012): SOSIOHUMANIORA, JULI 2012
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (22.807 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v14i2.5484

Abstract

Surat kabar “Soenda Berita” didirikan oleh Raden Mas Tirto Adhi Suryo (TAS) di Cianjur pada 1903, dan merupakan cikal bakal pers nasional yang mengilhami semangat perjuangan kaum pribumi melawan kebodohan, ketertindasan dan kolonialisme. “Soenda Berita”' dalam penerbitannya menggunakan bahasa Melayu dan merupakan surat kabar pribumi pertama yang dibiayai, dikelola dan diisi oleh kabanyakan tenaga pribumi sendiri. “Soenda Berita” membangkitkan dan menganjurkan kepada kaum priyayi besar-kecil wajib mencari ilmu supaya ringan bebannya dalam mengarungi kehidupannya, agar terbuka pikiran dan kepandaiannya. Priyayi-priyayi harus cerdik dengan banyak membaca surat kabar, buku, berkala dan mengetahui betul-betul segala peraturan hukum perintah Hindia Belanda agar sesuai dengan yang dilakukannya atau bekerja dalam menolong bangsanya. Soenda Berita dalam berita dan artikelnya banyak memberitakan keadaan masyarakat Sunda dan Jawa. Artikel-artikel dalam Soenda Berita juga banyak membahas ekonomi, kesehatan, Hukum, Ilmu pengetahuan, politik dan pendidikan. Di samping itu, Soenda Berita banyak menguraikan pengetahuan pertanian, perkebunan dan pengetahuan praktis lainnya, seperti fotografi, bekerja di percetakan dan lain-lain. Soenda Berita banyak membahas masalah perempuan terutama perempuan di Sunda dan di Jawa. Di samping membahas makanan, juga membahas mengenai peranan perempuan dalam rumah tangga. Kalau perempuan maju juga akan membantu beban suami. Soenda Berita mengajarkan perempuan harus mempunyai etika atau tata krama yang baik
KOMUNIKASI TRANSENDENTAL DALAM BISNIS TRAVEL HAJI DAN UMRAH DI INDONESIA Soediyono Hidayat Purbaningrat
Sosiohumaniora Vol 14, No 2 (2012): SOSIOHUMANIORA, JULI 2012
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.436 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v14i2.5489

Abstract

Sorotan masyarakat terhadap penyelenggaraan haji belakangan ini semakin meningkat, khususnya soal penanganan dan penyelenggaraan haji yang dinilai kurang professional, hingga tuntutan dihapuskannya monopoli penyelenggaraan ibadah haji oleh Pemerintah c.q Departemen Agama karena lembaga tersebut dinilai tidak mampu dan sudah saatnya untuk diserahkan kepada swasta. Idealnya perjalanan untuk melaksanakan ibadah haji atau umrah tidak mengalami hambatan karena murni merupakan ibadah dan berada dalam nuansa komunikasi transendental, suatu bentuk komunikasi yang melibatkan pribadi seseorang dan jemaah dengan Allah SWT, Tuhan Alam Semesta. Sedangkan komunikasi bisnis adalah komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis, mencakup berbagai macam bentuk komunikasi, baik komunikasi verbal maupun nonverbal. Komunikasi verbal adalah salah satu bentuk komunikasi yang disampaikan kepada pihak lain dengan menggunakan media tulisan maupun lisan. Aspek komunikasi bisnis dan komunikasi transendentan memiliki benang merah yaitu sama-sama merupakan komunikasi dimana ada komunikan, pesan, dan komunikator, dan keduanya sama-sama jenis komunikasi dua arah (two way communications) dimana komunikan dalam proses penyampaian pesan selanjutnya dapat berposisi menjadi komunikator. Walaupun dalam komunikasi transendental pesan yang disampaikan Alloh kepada manusia tidak sebagaimana penyampaian pesan dari manusia kepada manusia. Penyelenggaraan perjalanan haji akan berjalan baik apabila dikelola oleh lembaga yang kuat dan diusung oleh Sumber Daya Manusia yang jujur, amanah, bertanggung jawab, kompeten, dan berorientasi pada pemberian pelayanan dan perlindungan kepada jamaah. Hanya dengan cara itu jamaah haji Indonesia dapat terhindar dari permainan tangan-tangan yang tidak bertanggungjawab.
MOTIVASI, PENGETAHUAN, DAN SIKAP KONSUMEN TERHADAP ATRIBUT KOMODITAS APEL LOKAL DAN APEL IMPOR: STUDI KASUS PADA KONSUMEN BUAH APEL LOKAL DAN APEL IMPOR DI WILAYAH KOTA BANDUNG Agriani Hermita Sadeli; Hesty Nurul Utami
Sosiohumaniora Vol 14, No 2 (2012): SOSIOHUMANIORA, JULI 2012
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.421 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v14i2.5485

Abstract

Buah apel sebagai salah satu jenis buah favorit masyarakat, sehingga pasar domestik banyak dibanjiri oleh apel impor. Kondisi fisik buah apel sebagai bagian dari atribut produk dan perilaku psikologis diantaranya motivasi, pengetahuan, dan sikap konsumen diduga mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh skor dan kajian tentang motivasi, pengetahuan, dan sikap konsumen terhadap buah apel lokal dan impor di wilayah Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah survei deskripstif dengan responden konsumen buah apel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi utama konsumen untuk membeli buah apel lokal dan impor adalah (1) faktor kebutuhan gizi, yang berarti faktor fisiologis merupakan faktor yang paling besar memotivasi konsumen untuk membeli apel; (2) pengetahuan konsumen tentang atribut produk yang paling tinggi baik untuk buah apel lokal maupun apel impor adalah faktor kesegaran buah yang artinya konsumen memiliki pengetahuan yang cukup tinggi mengenai kondisi kesegaran yang dimiliki buah apel; sementara itu, (3) sikap konsumen yang paling tinggi dalam keputusan pembelian buah apel impor adalah warna buah apel impor yang menarik, sedangkan untuk buah apel lokal adalah faktor kesegarannya yang dianggap baik.
PENGARUH PENERAPAN SARBANES OXLEY ACT DAN MANAJEMEN RISIKO DALAM PROFESI AKUNTAN PUBLIK DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KUALITAS AUDIT Fitriana -
Sosiohumaniora Vol 14, No 2 (2012): SOSIOHUMANIORA, JULI 2012
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.408 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v14i2.5486

Abstract

Sarbanas Oxley Act adalah hukum federal Amerika Serikat tahun 2002 yang berisi penetapan suatu standar baru bagi semua dewan dan manajemen perusahaan publik serta kantor akuntan publik yang sudah go public, mengatur mulai ikhwal tanggungjawab tambahan dewan perusahaan hingga ketentuan hukum pidana. Aturan baru ini dikeluarkan sebagai reaksi terhadap sejumlah skandal akuntansi perusahaan besar di Amerika Serikat, antara lain Enron, Tyco Internasional, Adelphia, Peregrine System dan WorldCom, yang menyebabkan kerugian bilyunan dolar bagi investor akibat runtuhnya harga saham perusahaan-perusahaan tersebut, yang berakibat kepada menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pasar saham nasional. Skandal akuntansi dimaksud berupa kecurangan dalam pelaporan keuangan karena perilaku yang disengaja yakni dengan tindakan atau penghapusan yang menghasilkan laporan keuangan yang menyesatkan. Penerapan Sarbanes Oxley Act merupakan bagian dari manajemen resiko bagi profesi akuntan yang sangat menunjang proses audit sebuah perusahaan. Implikasi lebih jauh, para akuntan menjadi lebih profesional dan standar profesi akuntan makin terjaga. Sarbanes Oxley Act yang dijalankan oleh setiap akuntan publik menghasilkan kualitas audit yang semakin baik dan meningkatkan kredibilitas profesi akuntan.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2012 2012


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 1 (2025): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2025 Vol 26, No 3 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2024 Vol 26, No 2 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2024 Vol 26, No 1 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2024 Vol 25, No 3 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2023 Vol 25, No 2 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2023 Vol 25, No 1 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2023 Vol 24, No 3 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2022 Vol 24, No 2 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2022 Vol 24, No 1 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2022 Vol 23, No 3 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2021 Vol 23, No 2 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2021 Vol 23, No 1 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2021 Vol 22, No 3 (2020): SOSIOHUMANIORA, NOVEMBER 2020 Vol 22, No 2 (2020): SOSIOHUMANIORA, JULY 2020 Vol 22, No 1 (2020): SOSIOHUMANIORA, MARCH 2020 Vol 21, No 3 (2019): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2019 Vol 21, No 2 (2019): SOSIOHUMANIORA, JULI 2019 Vol 21, No 1 (2019): SOSIOHUMANIORA, MARET 2019 Vol 20, No 3 (2018): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2018 Vol 20, No 2 (2018): SOSIOHUMANIORA, JULI 2018 Vol 20, No 1 (2018): SOSIOHUMANIORA, MARET 2018 Vol 19, No 3 (2017): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2017 Vol 19, No 2 (2017): SOSIOHUMANIORA, JULI 2017 Vol 19, No 1 (2017): SOSIOHUMANIORA MARET 2017 Vol 18, No 3 (2016): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2016 Vol 18, No 2 (2016): SOSIOHUMANIORA, JULI 2016 Vol 18, No 1 (2016): SOSIOHUMANIORA, MARET 2016 Vol 17, No 3 (2015): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2015 Vol 17, No 2 (2015): SOSIOHUMANIORA, JULI 2015 Vol 17, No 1 (2015): SOSIOHUMANIORA, MARET 2015 Vol 16, No 3 (2014): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2014 Vol 16, No 2 (2014): SOSIIOHUMANIORA, JULI 2014 Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014 Vol 15, No 3 (2013): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2013 Vol 15, No 2 (2013): SOSIOHUMANIORA, JULI 2013 Vol 15, No 1 (2013): SOSIOHUMANIORA, MARET 2013 Vol 14, No 3 (2012): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2012 Vol 14, No 2 (2012): SOSIOHUMANIORA, JULI 2012 Vol 14, No 1 (2012): SOSIOHUMANIORA, MARET 2012 Vol 13, No 3 (2011): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2011 Vol 13, No 2 (2011): SOSIOHUMANIORA, JULI 2011 Vol 13, No 1 (2011): SOSIOHUMANIORA, MARET 2011 Vol 12, No 3 (2010): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2010 Vol 12, No 2 (2010): SOSIOHUMANIORA, JULI 2010 Vol 12, No 1 (2010): SOSIOHUMANIORA, MARET 2010 Vol 11, No 3 (2009): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2009 Vol 11, No 2 (2009): SOSIOHUMANIORA, JULI 2009 Vol 11, No 1 (2009): SOSIIOHUMANIORA, MARET 2009 Vol 10, No 3 (2008): SOSIIOHUMANIORA, NOPEMBER 2008 Vol 10, No 2 (2008): SOSIOHUMANIORA, JULI 2008 Vol 10, No 1 (2008): SOSIOHUMANIORA, MARET 2008 Vol 9, No 3 (2007): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2007 Vol 9, No 2 (2007): SOSIOHUMANIORA, JULI 2007 Vol 9, No 1 (2007): SOSIOHUMANIORA, MARET 2007 Vol 8, No 3 (2006): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2006 Vol 8, No 2 (2006): SOSIOHUMANIORA, JULI 2006 Vol 8, No 1 (2006): SOSIOHUMANIORA, MARET 2006 Vol 7, No 3 (2005): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2005 Vol 7, No 2 (2005): SOSIOHUMANIORA, JULI 2005 Vol 7, No 1 (2005): SOSIOHUMANIORA, MARET 2005 Vol 6, No 3 (2004): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2004 Vol 6, No 2 (2004): SOSIOHUMANIORA, JULI 2004 Vol 6, No 1 (2004): SOSIOHUMANIORA, MARET 2004 Vol 5, No 3 (2003): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2003 Vol 5, No 2 (2003): SOSIOHUMANIORA, JULI 2003 Vol 5, No 1 (2003): SOSIOHUMANIORA, MARET 2003 Vol 4, No 3 (2002): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2002 Vol 4, No 2 (2002): SOSIOHUMANIORA, JULI 2002 Vol 4, No 1 (2002): SOSIOHUMANIORA, MARET 2002 Vol 3, No 3 (2001): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2001 Vol 3, No 2 (2001): SOSIOHUMANIORA, JULI 2001 Vol 3, No 1 (2001): SOSIOHUMANIORA, MARET 2001 More Issue